Monday, October 22, 2012

Usainya Penantian



Pdt Paulus Suhindro Putra


Mat 1:18-25 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.   Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.   Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."   Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:  "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita.  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,  tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Hari ini adalah minggu adven yang pertama, maka tema hari ini : Usainya Penantian.
Semua orang pernah menantikan orang lain. Ada yang menantikan kekasihnya datang di bandara, namun karena  pesawatnya ditunda sehingga harus ditunggu. Saat kekasih yang ditunggu datang, maka kekesalan karena penantian selama 10 jam terlupakan. Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Allah menyediakan keselamatan. Allah tidak membiarkan kesalahan manusia bertambah , tetapi Allah berusaha menyelamatkan manusia yang telah berbuat salah dan berdosa. Untuk memberitahu manusia tentang rencanaNya, Allah menggunakan lambang. Saat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka menggunakan daun untuk menutupi ketelanjangannya, maka Allah menyediakan kulit binatang untuk dipakai mereka. Sebenarnya ini merupakan lambang keselamatan yang diberikan Allah kepada mereka. Karena bila dipakai kulit binatang, berarti binatangnya harus dibunuh lalu diambil kulitnya. Pengorbanan binatang yang disembelih menggambarkan Yesus Kristus (Kej 3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka).  Kemudian Allah berbicara ke ular yang melakukan kesalahan, mulai saat itu ular tidak menggunakan kakinya tetapi merayap. Keturunan perempuan dan keturunan ular akan bermusuhan (Kej 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."). Hal ini terbukti dalam kehidupan sehari-hari. Kalau melihat binatang lain, kita bisa suka tapi kalau lihat ular kita tidak suka dan ingin membunuh. Jarang ada orang yang suka ular. Walau ada yang suka tapi di kemudian hari digigit ularnya sendiri.  Keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Walau nama marga kita mengikuti keturunan laki-laki (papa), tetapi Juruselamat keturunan perempuan karena dilahirkan oleh anak dara Maria. Allah berjanji dan merencanakan keselamatan manusia, dan janji ini sudah diberikan 4.000 tahun berselang. Setelah 4.000 tahun, Yesus lahir di Galilea. Bulan ini kita merayakan kelahiran Tuhan Yesus. Natal adalah sukacita bagi umat di dunia. Rencana keselamatan Allah dinyatakan dalam lambang dan disampaikan nabi Yesaya dalam bentuk nubuatan pada tahun 700 SM. Nabi Yesaya memberitahukan bahwa seorang wanita muda akan melahirkan seorang anak, Imanuel (Yes 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.). Kemudian nabi Mikha menambahkan bahwa kelahirannya di kota Betlehem (Mikha 5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.) Pada Luk 2:11-12, malaikat memberitahu tanda kelahiran Yesus Kristus yakni dibungkus dalam kain lampin dan dibaringkan di palungan (Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."). Hal Itu digenapi 4.000 tahun kemudian saat malaikat menyampaikan berita sukacita. Manusia yang seharusnya binasa memiliki pengharapan. Setiap orang yang percaya kepada Yesus memperoleh hidup kekal. Maka kelahiran Yesus Kristus adalah sukacita untuk seluruh bumi dan kalender yang kita pakai pun dimulai dari kelahiran Yesus Kristus.

Saat merayakan natal, kita mengharapkan perayaannya lebih baik dari tahun lalu. Ini dilakukan di seluruh bumi. Kabar baik ini, Bagaimana dapat berhasil disampaikan? Yes 9:7 memberitahukan, Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Dalam bahasa Indonesia dikatakan kecemburuan Tuhan. Apakah Allah dapat cemburu? Di dalam Alkitab Mandarin dan Inggris digunakan kata antusias dari Allah. . Pada Alkitab bahasa Yunani dan Ibrani yang dipakai kata antusias (zeal of the Lord). Karena antusias, Tuhan menyebabkan keselamatan itu kemudian digenapi. Kalau Allah diam saja dan tidak antusias dalam kemahakuasaanNya , hal itu tidak akan terjadi. Kalau Allah tidak antusias, manusia tidak diselamatkan. Orang yang tidak antusias akan mengatakan,”Mengapa kita harus susah payah, lebih baik main dengan anak di rumah”. Tetapi kalau punya antusias lalu persembahkan anak untuk sekolah teologia, maka bila sang anak keluar, ia akan menjadi pendeta yang hebat. Masalah : kita kekurangan sumber daya manusia. Gereja mandarin kekurangan orang yang mau sekolah teologia. Keturunan TIonghoa sangat banyak, tetapi tidak mau menjadi hamba Tuhan karena tidak antusias. Tetapi karena antusias Tuhan menggenapi hal yang besar. Antusias itu sangat penting. Kalau perayaan natal ingin dilakukan lebih baik maka kita harus antusias. Antusias kita terbukti karena kita tiap minggu datang berbakti. Tetapi kita harus menambah antusias itu dan lakukan yang besar. Bagaimana supaya antusias? Seperti saat memasak air, walau sebenarnya ada api tetapi bila kayu tersebar, maka apinya akan padam. Alkitab mengatakan : kita sekali lagi membangun antusias kita. Sebab itu janganlah berhenti berdoa dan berusaha. Setelah memiliki antusias, jangan tersebar, tetapi sesuai dengan waktu, kita sama-sama berbakti. Supaya bisa antusias, berkumpul bersama-sama berbakti seperti kita hari ini berkumpul bersama sehingga ada antusias. Ketika kayu dikumpulkan menjadi satu, perlu korek api. Setelah dinyalakan tunggu sebentar, api akan keluar dengan besar.

Antusias itu penting. Kita diselamatkan karena keantusiasan Tuhan. Saat perjamuan kudus, kita memperingatinya. (1 Kor 11:26 : Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.). Kita menantikan Tuhan Yesus untuk kedatanganNya yang kedua. Kita sudah menantikan 2.000 tahun tetapi belum datang. Maka setiap kali kita mengikuti perjamuan kudus, kita diingatkan untuk menantikan kedatangan Tuhan Yesus kembali walaupun waktunya belum diketahui namun Dihadapan Tuhan 1 hari seperti 1.000 tahun dan 1.000 tahun seperti 1 hari. (2 Pet 3:8  Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.) dan Tuhan tidak lalai menepati janjinya (2 Pet 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat). Mengapa Ia tidak buru-buru datang? Agar semua orang berbalik dan berubah (bertobat), 1 Kor 15:51 kita semuanya akan diubah (Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah).  Artinya, kita sedang menantikan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali dan saat itu tubuh kita akan dibangkitkan. 1 Kor 15:52 : dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Saat nafiri berbunyi…, Inilah pengharapan orang percaya bahwa Yesus akan datang kembali. Salah satu tandanya : banyaknya gempa bumi!

No comments:

Post a Comment