Wednesday, October 24, 2012

Rancangan Tuhan




Pdt Paulus Sung

Yoh 9:1-7
9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
9:3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
9:6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
9:7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

Konsep Tuhan bukan Konsep Manusia
Yes 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Yer 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Yoh 9, Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta sejak lahir. Ia mengoleskan tanah di mata orang itu dan membasuh dirinya di kolam Siloam. Hal ini menggemparkan karena mereka tahu orang itu buta dan duduk di depan bait Allah dan menimbulkan perdebatan di antara mereka.

Yoh 9:8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?" 9:9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu." 9:10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?" 9:11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."

Kita melihat pandangan Allah dan manusia berbeda. Orang ini sudah buta sejak lahir. Pandangan orang tidak percaya : orang itu sudah buta sejak lahir. Mungkin dia sial dan tidak percaya. Orang Kristen tidak boleh katakan sial.  Sesoerang yang sejak lahir buta mungkin itu pembalasan. Demikian juga pandangan murid-murid Yesus. Orang ini sejak lahirnya sudah buta, salah siapakah? Kalau sudah buta sejak lahir, itu balasan atas dosa. Apakah ia sendiri yang berdosa atau orang tuanya. Kita percaya hukum sebab akibat. Tetapi TY memiliki pandangan melampaui hukum sebab akibat. Pandangan Yesus, bukan ia atau orang tuanya yang berbuat dosa. Bukan pula suatu pembalasan. Ini untuk menyatakan kemuliaan dan kebesaran Allah. Dari sini kita melihat TY merupakan pencipta mata manusia.
2.000 tahun lalu Allah mengutusnya sebagai manusia dan dilahirkan oleh seorang anak dara manusia. Ia adalah Allah yang dipercayai yang kita sembah. Kalau orang ini terlahir tidak buta seperti orang lainnya, bagaimana kehidupannya? Ia tidak jadi pengemis, duduk di Bait Allah mengemis. Mungkin ia jadi orang kaya. Jadi orang kaya sangat bahaya karena Alkitab menyebutkan orang kaya akhirnya tragis. Luk 16 membicarakan orang kaya dan Lazarus. Orang kaya tiap hari makan foya-foya dan tidak percaya Allah dan Lazarus sangat miskin tetapi percaya Allah. Kadang kala orang miskin lebih bisa percaya kepada Alllah. Adakalanya orang kaya menganggap uang sangat berkuasa dan tidak percaya kepada Allah dan TY. Akhir orang seperti ini bagaimana? Ini adalah yang dikatakan Yesus tentang alam maut. Saat ini kita hidup dalam dunia, kita tidak tahu keadaan alam maut. Tapi Yesus tahu. Ia sudah bangkit dari kematiannya.
Menurut kebiasaan manusia, kita tidak suka neraka. Tetapi Alkitab memberitahukan kita alam maut tempat paling menderita dalam neraka. Orang yang tidak percaya Yesus dan Allah akan masuk ke sana sebagai hukuman. Orang kaya ini masuk ke alam maut / neraka bukan karena banyak uang tetapi karena tidak percaya Allah dan TY. Lazarus masuk kesorga bukan karena ia orang miskin, tetapi orang miskin yang tidak percaya Yesus juga akan masuk neraka. Yang paling penting, kita kaya atau miskin tetapi kita percaya baru ada di pangkuan Abraham di surga. Syaratnya percaya kepada Yesus. Tetapi orang kaya biasanya sulit percaya TY, orang miskin biasanya lebih mudah.

Cerita : Pak Said kehilangan kuda (Berkat di belakang derita).
Dahulu ada orang yang bernama Said yang pandai latih kuda. Ia punya banyak kuda. Suatu kali kuda itu hilang. Temannya datang menghibur dia. Mengatakan kepadanya, Sayang sekali. Kau jangan putus asa. Tetapi Pak Said mengatakan, Kuda saya hilang, mungkin sesuatu yang baik. Kemudian 1 bulan kemudian, kudanya pulang kembali. Juga membawa kuda lain yang sangat bagus.. Maka tetangganya yang tahu hal itu datang ke rumahnya memberi selamat dan mengatakan,Kudamu kembali dan bawa pulang kuda baru. Kuda yang datang dengan Cuma-Cuma itu belum tentu merupakan suatu peristiw ayang menguntkan. Tambah kuda di rumah dan anaknya senang naik kuda. Pada waktu anak itu naik surga, jatuh dan kakinya patah. Lalu datanglah kuda itu dan menghibur ia agar tidak putus asa dan kecewa.
Pak Said tidak merasa susah atau khawatir. Anak saya jatuh dari kuda dan patah kakinya, mungkin itu merupakan seusatu yang baik. Tetangga Pak Said bilang mungkin Pak Said susah jadi bicara ngawur. Ternyata ada perang dan pemerintah mengumumkan laki-laki di atas 17 tahun wajib militer. Kebanyakan pemdua yang ikut dalampeperangan itu meninggal. Tetapi anak Pak Said, kakinya patah dan caad tidak bisa wajib militer. Ini pelajaran bagi kita. Semua senang susah yang kita alami bukan tujuan utama. Tetapi suatu proses saja. Tetapi yang terpenting, melalui kita bisa memuliakan Allah. Hidup kita sekarang ini suatu proses saja, suatu kali kita menikmati surga yang indah. Oleh sebab itu, Yes 55:8-9, RancanganKu bukan rancanganmu… Sangat indah firman Tuhan itu.

Christina Maria sangat terkenal sekali. Ia seorang yang pandai menyanyi dan kemana-mana menyanyi. Ia lahir dalam keadaan cacad. Ia tidak punya kedua tangan. Hanya 1,5 kaki. Maka orang tuanya ingin mengirim anaknya itu cepat-cepat keluar karena ini merupakan hal yang sial bagi mereka. Etetapi orang tuanya takut akan Tuhan. Bersandarkan Tuhan pasti mengatasi segalanya. Ibunya latih khsusus anak ini, dilatih berenang lalu menjadi pesohor dalam hal berenang. Akhirnya ia bisa membeli di super market. Ia memegang tas dengan muutnya. Juga membayar dengan uang yang dihasilkan kakinya.  Dengan kakinya ia bsia mengetak komputer. Dapat masak dan pakai sumpit sendiri. Latihan menggunakan kakinya.  Bahkan dengan kakinya bisa melukis, menyeter mobil dll. Akhirnya ia jadi orang yang sangat terkenal. Ia menjadi perenang nomor satu. Lalu kenal suami dan menikah. Banyak orang melihat filmnya, dikuatkan menonton film dan hatinya terhibur. Kita punya tangan kaki dan persoalan.

Am 55:8-9.  Walau kecewa bangkit kembali.

No comments:

Post a Comment