Sunday, October 28, 2012

Tanggung Jawab Orang Kristen



Pdt John Margono


Efesus 4:11-16
11  Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12  untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
13  sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
14  sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
15  tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
16  Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Saat Tuhan menyelamatkan hidup kita, Dia tidak langsung membawa kita ke surga tetapi masih memberikan kita kehidupan di dunia ini karena Tuhan punya rencana, tugas dan tanggung jawab untuk kita. Dalam Efesus 4, gereja digambarkan sebagai tubuh Kristus. Sebagai umat Tuhan yang sudah ditebus kita semua adalah anggota tubuh Kristus. Gambaran ini mempunyai makna bahwa setiap anggota tubuh yang berbeda memiliki fungsi masing-masing. Kita berbeda dengan  masing-masing talenta yang diberikan Tuhan tetapi kita semua saling membutuhkan dan bersama-sama berfungsi dan bertanggung jawab membangun gereja.

Tanggung jawab orang  Kristen di dalam dunia ini :

1.       Terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Pelayanan bukan hanya tugas majelis atau hamba Tuhan. Ada orang Kristen (anggota tubuh Kristus) yang dipilih jadi hamba Tuhan yang bertugas secara khusus melayani Tuhan yaitu bagaimana memperlengkapi orang-orang Kristen untuk melayani Tuhan. Ketika Tuhan minta kita terlibat dalam pelayanan, tidak berarti Allah tidak sanggup mengerjakannya. Allah itu Allah yang Maha Kuasa sehingga Dia bisa melakukan apa saja tanpa bantuan kita. Pada waktu menciptakan alam semesta dengan hanya berfirman maka semuanya terjadi. Ajaib sekali saat menggenapkan karya keselamatan itu Ia melimpahkan manusia yang sudah diselamatkan itu untuk bersama-sama dalam pelayanan. Ketika Tuhan mau menyelamatkan manusia, Tuhan memakai manusia di dunia untuk melakukan tugas pelayanan. Kita bersyukur, ketika Tuhan memberikan tugas pelayanan , Dia memberi kemampuan, potensi dan karunia kepada kita. Tuhan ingin setiap kita berfungsi dengan karunia yang diberikan. Kalau semua anggota tubuh (misal : mata, telinga atau mulut) sama maka kita merasa takut. Jadi setiap anggota tubuh ada tugas dan tanggung jawabnya. Semuanya itu berbeda satu dengan lain, tetapi semuanya indah, berguna dan berfungsi untuk membangun tubuh Kristus. Jangan hanya menjadi orang Kristen yang datang ikut kebaktian dan setelahnya pulang ke rumah. Tuhan menempatkan kita di gereja ini bukannya tanpa tujuan. Tuhan mempunyai rencana agar kita membangun gereja ini. Banyak hal yang bisa dikerjakan misal : penyambut tamu, kolektan, tim besuk, paduan suara dll.

2.       Memberitakan Injil. Mat 28:19-20 (Pergi dan jadikan semua bangsa muridKu). Orang Kristen harus pergi keluar dari tembok gereja untuk memberitakan Injil pada orang-orang yang ada di luar. Itu tanggung jawab setiap orang yang sudah diselamatkan. Injil tidak boleh berhenti pada diri kita. Injil tidak boleh dibatasi 4 tembok dalam gereja ini. Yesus mengatakan, “Pergilah keluar dari gereja ini”. Sehingga ini menjadi tanggung jawab setiap orang yang diselamatkan Tuhan supaya orang-orang yang belum percaya,  boleh percaya dan mengenal Tuhan. Injil bisa sampai ke dalam hidup dengan berbagai cara. Mungkin ada yang dilahirkan di tengah keluarga Kristen, sehingga bisa mengenal Tuhan karena papa mama sejak kecil membawanya ke gereja. Atau mungkin karena bersekolah di sekolah Kristen (mendengar firman Tuhan melalui pengajaran di kelas dan mendengar khotbah di kebaktian yang diadakan seminggu sekali di sekolah). Mungkin karena seorang teman mengajak saudara ke gereja. Setelah diselamatkan dan  menerima anugerah Tuhan, kita harus peduli dengan keselamatan orang lain yang belum percaya Kristus. Banyak orang Kristen yang setelah percaya tidak mengabarkan Injil karena berbagai alasan seperti tidak pandai bicara (tidak tahu mau berkata-kata apa). Banyak cara untuk mengabarkan Injil seperti membagikan traktat, mengajak orang-orang belum percaya datang ke gereja dll. Dalam satu konferensi penginjilan, ketika ditanyakan kepada 4.000 peserta yang hadir (banyak di antaranya hamba Tuhan, misionari dan pendeta), 80% menjadi orang Kristen karena ada orang yang mengajak mereka. Sedangkan yang menjadi orang Kristen melalui siaran TV, radio, atau KKR walau ada jumlahnya tidak banyak. Orang tidak bisa datang sendiri ke gereja, mereka merasa malu dan takut ketika datang ke gereja. Maka kita harus pergi ke luar dan mencari mereka datang kepada Tuhan. Itulah tugas dan tanggung jawab setiap orang percaya.

3.       Menjadi saksi. Luk 24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini maksudnya menjadi saksi kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Itu merupakan inti dari Injil. Kita harus menjadi saksi Injil. Apa yang kita tahu kita ceritakan kepada orang lain. Kalau mengamati persidangan di pengadilan, ada orang yang dipanggil menjadi saksi. Ia adalah orang yang menyaksikan (melihat) dan mengalami peristiwa ini. Sebagai saksi Injil berarti kita sudah mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus yang boleh mengubah hidup kita. Dulu kita orang berdosa tetapi kuasa Yesus mengubah kita.  Kuasa kebangkitan Yesus, mengubah sifat kita yang tidak baik dan memperbarui hidup kita menjadi manusia-manusia baru dalam Kristus. Orang Kristen yang belum mengalami semua itu, tidak bisa menjadi saksi Injil. Dalam PL, Daniel dan teman-temannya (cs) tidak disukai pejabat pemerintah saat itu yang mencoba mencari kesalahan mereka. Akhirnya digunakan cara dengan neminta raja untuk melarang mereka berdoa kepada Tuhan. Kepercayaan Daniel cs kepada Allah bisa dipakai untuk menghukum mereka. Ketika larangan itu disampaikan, Daniel cs tetap berdoa setiap malam sehingga Daniel cs ditangkap dan dilempar ke lubang singa. Namun Daniel cs tidak mengalami apa-apa dan raja pun mengeluarkan perintah agar segenap rakyat harus percaya kepada Allahnya Daniel cs. Orang Kristen bisa dihambat, dianiaya, disiksa tetapi ketika orang Kristen mengalami kuasa Injil yang mengubah hidup mereka, maka pasti kekristenan tidak akan pernah mati oleh karena aniaya. Gereja TIongkok membuktikan hal itu. Ketika orang Kristen di sana mengalami kuasa yang mengubah hidup, meskipun mereka dianiaya, ditekan, dihina dan disiksa, tetapi gereja di TIongkok bertumbuh secara luar biasa. Kesaksian hidup orang Kristen yang mengalami kuasa Injil berdampak kepada banyak orang.

4.       Saling memperhatikan. Ibrani 10:24-25. Gereja bukan hanya mencari dan membawa orang baru ke dalam gereja, tetapi juga harus memperhatikan orang-orang yang sudah ada di dalam gereja. Banyak gereja yang berfokus untuk menjangkau orang –orang di luar dan tidak memperhatikan orang yang sudah lama di gereja. Perhatian itu merupakan kekuatan yang besar dalam gereja. Ketika Adam berbuat dosa, Allah datang dan mencari Adam. Allah bertanya, “Adam di manakah kamu?” Allah memperhatikan Adam. Ketika jatuh ke dalam dosa, Adam dan Hawa melanggar perintah Allah, Allah memperhatikan dan mencari mereka. Juga waktu Kain berbuat dosa dengan membunuh adiknya , Allah juga datang mencari Kain dan bertanya, “Kain, Kain di manakah adikmu?” Allah memperhatikan manusia yang berdosa. Perhatian sebagai sesama orang percaya harus diberikan kepada saudara-saudara seiman. Bukan hanya majelis dan hamba Tuhan yang memperhatikan anggota jemaat tetapi setiap kita harus memperhatikan satu dengan lain. Memperhatikan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk membawa gereja bertumbuh. Gereja mula-mula menjadi gereja yang luar biasa pertumbuhan, dikatakan setiap hari ditambahkan jumlah mereka. Dalam Kisah Para Rasul dikatakan mereka hidup bersama dan saling memperhatikan satu sama lain. Mereka memberi bantuan kepada saudara iman yang membutuhkan bantuan. Sehingga tidak ada yang kekurangan di antara mereka. Ini adalah kekuatan dari gereja mula-mula yang terus bertambah jumlahnya. Kalau kita mau gereja bertumbuh, setiap kita harus saling memperhatikan satu dengan lain. Kalau ada saudara seiman yang tidak datang ke gereja, beri perhatian kepada mereka (mungkin perlu telepon mereka). Kita tidak tahu mereka mungkin sedang dalam masalah, kesulitan, atau jatuh dalam dosa, Tuhan menginginkan kita memberikan perhatian satu dengan lain, sehingga menjadi ciri yang bisa ditampakkan dalam kehidupan berjemaat Tuhan. Jangan hanya datang ke gereja, duduk, lalu pulang ke rumah masing-masing, perhatikan saudara seiman yang lain. Setelah jadi jemaat sekian lama, sudah kenal berapa banyak saudara seiman? Selesai kebaktian jangan hanya mencari jemaat yang itu-itu saja, tetapi carilah yang belum kenal dan ajak bicara, catat nomor teleponnya sehingga bisa mengenalnya. Sebagai jemaat Tuhan menunaikan tugas ini bersama-sama dan tidak menyerahkan kepada hamba Tuhan atau majelis tetapi semua bergandengan tangan. Setelah Pdt. Paulus Sung meninggal, kita yang masih hidup harus meneruskan pekerjaannya.  Kita yang masih hidup, pekerjaan kita belum selesai, ini tanggung jawab kita.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment