Sunday, September 8, 2019

Berhala dalam Hatimu (Hukum Taurat yang ke-2)

Pdt. Agung Gunawan

Keluaran 20:4-6
4  Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
5  Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
6  tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Pendahuluan

              Bangsa Israel pada mulanya dijajah dan ditindas di tanah perbudakan (Mesir). Mereka berteriak kepada Tuhan dan kemudian Tuhan mengasihi dan mengjawab doa mereka melalui hambaNya Musa. Tuhan membawa bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan Mesir. Ketika hidup di Mesir mereka menuruti peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang ada di Mesir. Ketika keluar dari Mesir, mereka bukan lagi orang-orang yang ada di dalam penindasan dan hukum di Mesir tetapi mereka sekarang adalah umat pilihan Allah. Oleh sebab itu, sebagai umat pilihan Allah, Allah memberikan hukum untuk mereka patuhi untuk menuntun perjalanan mereka di padang gurun sampai akhirnya mereka masuk di tanah perjanjian yaitu tanah Kanaan yang penuh susu dan madu.

Allah ingin bangsa Israel setia kepada Allah

              Di dalam Keluaran 20 berisi 10 hukum. Di mana hukum ke 1-4 bicara tentang relasi antara umat Israel dengan Allah sendiri. Hukum ke 5-10 bicara tentang relasi antara orang Israel dengan sesama baik dengan keluarga maupun orang lain. Pada hukum  pertama memang hanya berbicara tentang 1 hal yaitu kesetiaan. Allah ingin umatNya setia karena Allah terlebih dulu setia. Allah telah mengeluarkan bangsa Israel dari tanah perbudakan , tanah di mana mereka ditindas, dijajah dan mereka tidak punya hak untuk memilih apa yang harus dikerjakan. Ada yang harus membuat patung untuk disembah dan lainnya. Jadi kuncinya setia karena Allah lebih dahulu setia. Dalam hukum pertama, pada Keluaran 20:3 dikatakan,  Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku bicara tentang orang-orang Kristen adalah umat Tuhan. Kita adalah orang-orang monoteisme, artinya kita hanya menyembah satu Allah (tidak ada Allah lain). Jadi salah kalau orang-orang di luar megnatakan bahwa orang Kristen menyembah 3 Allah (Allah Bapa Allah Putra – Allah Roh Kudus) sehingga menganggap orang Kristen sebagai orang kafir karena menyembah 3 allah. Dari ayat ini kita lihat bahwa Tuhan sendiri memberitahukan bangsa Israel “Jangan menyembah Allah lain”  jadi kita adalah agama monoteisme (hanya  menyembah Allah yang esa).

Hukum kedua

              Hukum kedua berbicara tentang larangan Tuhan untuk orang-orang Israel sebagai umat pilihanNya untuk membuat patung yang menyerupai apa pun yang ada di di langit, yang ada di bawah bumi, di air dan sebagainya. Lalu dikatakan,”jangan menyembah”. Kalau diperhatikan penekanannya tidak  berhenti di sini. Kita seringkali berhenti pada ,  Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Tetapi yang paling penting adalah pada ayat kelima yaitu  Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.
Allah kita adalah Allah yang cemburu. Artinya apa? Cemburu itu adalah sesuatu yang wajar. Untuk suami yang sudah beristri atau sebaliknya tetapi masih melirik laki-laki / wanita lain tentunya pasangannya pasti marah. Namun jangan sampai keluarga-keluarga Kristen hancur karena cemburu yang berlebihan. Cemburu boleh tapi jangan berlebihan. Ada yang cemburu, karena suami melirik perempuan lain bahkan melirik sapi juga cemburu.  Ini keterlaluan. Tetapi cemburu yang wajar memang begitu. Kalau suatu hari saat berjalan-jalan di mal istri melihat suami menggandeng wanita lain maka boleh marah, itu cemburu yang wajar. Karena suami -istri harus setia. Ini sebenarnya yang ditekankan oleh Tuhan di sini bukan “jangan membuat patung” tapi membuat patung dan menyembah dan beribadah kepadanya. Itu yang membuat Tuhan marah.

Jadi hukum kedua ini berbicara 2 larangan :

1.     Jangan menggantikan Allah dengan buatan manusia. Jangan menyembah barang buatan tangan manusia.

Patung itu buatan manusia. Ada orang yang membuat patung Tuhan Yesus, apakah salah? Tidak salah! Apakah salah membuat salib yang sebenarnya termasuk patung juga? Ada orang yang membuat patung Bunda Maria, apakah salah? Tidak salah! Apakah salah bila di rumah ada salib, gambar-gambar Tuhan Yesus disalib, dimahkotai duri (itu termasuk patung buatan manusia)? Itu sebenarnya tidak masalah, tetapi jangan kamu menyembah karena itu buatan tangan manusia. Kalau menyembah kepada patung buatan tangan manusia berarti kita merendahkan derajat kita sendiri. Dengan menyembahnya justru kita mengabdikan diri pada apa yang kita buat dan itu yang Tuhan tidak mau. Kita harus menyembah dan beribadah kepada Sang Pembuat (Pencipta) kita yaitu  Allah sendiri. Jadi jangan terbalik, jangan membuat sesuatu dan kemudian kita menyembahNya tetapi marilah kita menyembah Allah yang menciptakan kita. Dialah sumber peribadahan dan penyembahan kita, bukan objek-objek  yang kita buat. Sekali lagi jangan salah, ada banyak pendeta yang menafsirkan hal ini secara harafiah dan begitu keliru, sehingga orang Kristen tidak boleh ada patung-patung dan gambar Tuhan Yesus. Bahkan ada seorang jemaat yang berkata, “Saya senang mengumpulkan guci dari Tiongkok karena bagus. Ada yang motifnya naga, harimau dll. Kata pendeta saya, ini tidak boleh. Ini iblis dan harus dihancurkan. Harganya puluhan juta bahkan ada yang ratusan juta Rupiah. Katanya harus dihancurkan.” Saya berkata, “Jangan! Tidak harus seperti itu. Itu berlebihan. Saya ingin bertanya, ‘Apakah kamu menyembahnya?’” “Tidak Pak! Saya hanya taruh di rumah supaya indah dan supaya orang yang datang senang melihat motifnya buatan Tiongkok yang luar biasa.”, jawabnya.
Apakah salah memiliki salib yang digantung di rumah? Tidak masalah. Itu menunjukkan bahwa kita adalah orang Kristen. Tetapi salah, kalau kita menjadikan salib tersebut untuk disembah. Bahkan menganggap salib memiliki kekuatan magis, itu yang tidak boleh. Ada yang takut  sehingga waktu tidur membawa salib agar setannya takut seperti di film (orang kerasukan setan dikalahkan dengan salib). Itu tidak benar. Itu buatan tangan kita. Kita yang lebih kuasa dari salib. Iblis tidak takut dengan salib, tetapi Yesus yang disalib itu yang ditakuti oleh iblis. Sehingga Tuhan katakan, “Jangan kamu membuat patung dan menyembahnya”. Itu yang dilarang. Jadi jangan salah. “Oh kalau begitu, saya tidak boleh punya kalung salib?” Tidak masalah. Kalung salib nya jangan dibuang atau dibakar,lebih baik kasihkan saya kalau tidak mau. Tetapi artinya jangan dipakai salib sebagai jimat. Banyak orang pakai salib untuk jimat. Saya pernah pergi ke satu toko. Waktu itu  wanita pemiliknya mau ke toilet dan minta saya menjagakan toko sebentar dengan pesan,”Nanti kalau ada orang mau beli dan bila perlu uang kembalinya , tempatnya di laci ini”. Akhirnya ia ke toilet sebentar. Ternyata ada orang beli dan perlu uang kembalian sehingga saya buka lacinya. Di dalamnya ada salib.  Selesai transaksi dan pemiliknya datang saya bertanya, “Tante ,salibnya untuk apa?” “Oh salibnya, saya sengaja taruh di sana untuk mengusir tuyul. Katanya tuyul itu suka mencuri uang, makanya saya taruh di situ agar tuyul takut!” Itu  tidak benar.
Jangan Alkitab disembah! Jangan kalau tidur takut, Alkitab dijadikan bantal sehingga setannya hilang dan bisa tidur. Bukan seperti itu. Kalau tidak bisa tidur bukan gara-gara setan tetapi banyak pikiran yang aneh-aneh. Ada penyakit yang namanya insomnia karena stress memikirkan macam-macam.  Seperti pikir tidak bisa bayar utang. Walaupun taruh Alkitab di kepala tidak ada gunanya. Itu yang dilarang di dalam hukum yang kedua. Bukan!
Di GKA Surabaya (Citra Raya) banyak lukisan. Ada lukisan Tuhan Yesus, Martin Luther, Zwingli, John Calvin, Martin Luther, Zwingli dll  untuk mengingatkan jemaat akan tokoh-tokoh reformasi gereja. Yang penting tidak disembah. Itu yang dilarang. Jadi yang pertama berbicara, jangan kita menyembah buatan tangan kita. Posisi kita lebih tinggi dari patung yang kita buat. Jangan kita sembah dan mengabdikan diri kepada patung-patung itu. Justru kita harus menyembah kepada yang membuat dan menciptakan kita yaitu Allah. Dalam pengakuan Iman Rasuli dikatakan,”Aku percaya kepada Allah , Bapa yang Maha Kuasa, Khalik langit dan bumi”. Jadi maksud larangan ini , jangan kita menyembah atau mengabdikan diri kepada buatan tangan kita. Itu sesuatu yang membuat Tuhan marah dan cemburu. Bahkan dihukum dan dibalas sampai angkatan ke-3 dan 4, karena Tuhan cemburu dan tidak mau diduakan.

2.     Hati-hati ada falsafah hidup yang membuat kita akhirnya tidak menyembah Allah, justru menyembah kepada falsafah hidup.

Rasul Paulus dalam Roma 12:2  mengatakan Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Ada apa dengan dunia ini? Dunia telah dihancurkan oleh kuasa dosa dan dunia hari ini sedang menarik orang-orang percaya agar mereka jauh dari Tuhan, tidak lagi menyembah Tuhan tetapi menyembah apa yang mereka tawarkan. Ada 2 falfasah yang ingin saya sampaikan yaitu :

a.     Humanisme

Falsafah ini mengajarkan manusia adalah segala-galanya.  Manusia tidak membutuhkan Allah. Banyak orang merasa pintar, hebat dan tidak butuh Tuhan. Siapa Tuhan? Saya ini ,karena saya bisa berbuat apa saja. Memang manusia semakin hari semakin canggih dan tambah pintar. Di dunia kedokteran perkembangannya luar biasa walau pun masih belum bisa mengatasi kanker. Baru saja ada anak SMA dari daerah Kalimantan menemukan daun yang bisa membunuh sel kanker. Artinya manusia semakin pintar dengan perkembangan teknologi. Wanita sekarang kalau mau cantik pergi ke Korea yang terkenal dengan teknologi kecantikan. Binatang film saja bisa menjadi bintang film karena disulap. Macam-macam dan itu luar biasa. Dulu ada botox, disuntik agar wajahnya berseri-seri. Sekarang ada namanya dye-spot. Kalau tadi efeknya seminggu, sekarang dengan teknik dye-spot efeknya cepat. Yang kendor dan keriput langsung kencang. Ada rejuvenile, peremajaan kulit. Canggih! Itu biasanya ke Korea. Jadi kalau punya teman yang sering ke Korea, kemungkinannya seperti itu karena operasi plastik.
Amerika teknologi nya luar biasa. Siapa yang tidak kenal mbah Google? Luar biasa! Tadi bicara dengan A Hok, maka informasi itu langsung dapat. Di sekolah, siswa lebih pintar dari guru karena dengan Google. Informasi apapun bisa didapat di Google. Anak saya 3 bulan magang di Google. Saya sempat ke Singapore dan pergi kesana. Kantornya luar biasa canggih. Tidak butuh Tuhan, tinggal Google saja bisa tahu. Mau masak ayam tanpa tulang, ada semua di sana. Untuk bapak-bapak yang ingin  membuat mobilnya lebih enak suaranya dan macam-macam ada.  Bahkan ada informasi untuk merakit bom seperti yang digunakan teroris. Manusia pintar dan merasa tidak butuh Tuhan.
 Stephen Hawking , seorang fisikawan dan matematika yang terkenal. Dalam cacatnya, ia menciptakan kursi roda  yang dikendalikan oleh pikirannya. Hayo maju maka kursinya bisa maju. Luar biasa. Jenius. Suatu kali ia ditanya oleh wartawan, “Menurut kamu, Tuhan itu ada atau tidak? “Oh mudah jawabannya, Tuhan itu tidak ada. Saya ini Tuhan” Manusia semakin hari semakin hebat. Kalau Amerika teknologinya luar biasa. Juga Tiongkok. Amerika sekarang takut dengan Tiongkok. Apa yang sekarang tidak bisa dibuat oleh Tiongkok? Sehingga ada yang mengatakan,”Tiongkok sebenarnya penduduknya bukan 2 miliar tetapi 1 miliar yang 1 miliar adalah KW (tiruan)”, karena orang Tiongkok pintar meniru. Semua barang merek mahal, seperti tas LV dan lain-lain bisa ditiru. Waktu ke Tiongkok saya ditawari jam tangan merek Rolex. Waktu itu harganya Rp 20.000. Saya senang dan membeli banyak untuk dosen-dosen di Aletheia. Saya bagikan ke mereka dan mereka merasa senang. Namun satu minggu kemudian ada seorang dosen (Yunus), “Pak Agung ini beli di mana?” “Kenapa?”  “Tidak jalan Pak. Saya waktu bawa ke tukang arloji, dalamnya jebol semua”. Itulah barang KW. Tiongkok luar biasa. Contoh : Hwawei. Katanya kamera nya luar biasa karena mengalahnya iphone dan Samsung. Tiongkok juga baru saja membuat lampu yang sinar terangnya 8x dari sinar bulan. Jadi malam-malam tidak perlu bulan. Luar biasa! Maka hari ini banyak orang Tiongkok yang menjadi ateis (tidak percaya Tuhan) karena merasa hebat.
Jepang sekarang terkenal dengan robotnya. Ada robot yang bisa melayani dan membuat kopi. Ia menjadi pelayan, bahkan ada robot yang bisa diajak kencan. Banyak lelaki di Jepang, tidak mau punya pacar, karena punya pacar itu menjengkelkan (cerewet). Sekarang orang Jepang pacaran dengan robot karena bisa diajak bicara. Ada bitbox, semacam hologram. Kalau kita pulang kerja dibukakan pintu dan disapa, “Selamat malam. Anda ada janji ini.” Jadi bisa diajak omong. Kata-katanya manis. Ibu-ibu banyak yang membuat suami tidak betah di rumah. Kata-katanya tidak sedap didengar. Banyak ibu yang membuat suami tidak betah di rumah karena mulutnya terlalu kasar. Bahkan ada orang yang baru menikah 3 bulan, tidak tahan di rumah. Saat ditanya alasannya ia tidak tahan di rumah dan sering keluar malam bahkan terkadang tidak pulang. Ia menjawab,”Aku tidak suka dengan istri. Karena ia berubah. Kalau dulu waktu pengantin baru, cepat pulang kantor karena ia begitu mesra. Pulang bekerja dan mengklakson, anjing menggonggong dan istri buka pintu dan memanggil ‘sayang’ (darling)’. Sekarang tidak. Aku pulang kerja dan mengklakson, anjing buka pintu dan istri menggonggong.” Makanya banyak suami tidak betah di rumah. Sehingga di Jepang kalau tidak senang, pakai robot yang bisa diajak bicara. Banyak orang Jepang tidak percaya Tuhan. Hati-hati. Itu humanisme. Ajaran falsafah, manusia segala-galanya. Saya hebat dan tidak butuh Tuhan. Makanya saya tidak perlu menyembah Tuhan. Hati-hati! Yang menjadi berhala adalah diri sendiri (kehebatan kita). Ada anak pendeta yang pintar dan bersekolah di Amerika. Sewaktu pulang dari Amerika ia berkata ke orang tuanya,”Pa saya  sekarang tidak percaya Tuhan. Aku ateis, Pa” Orang tuanya terkejut. Kata profesornya Tuhan tidak ada. Jadi dia lebih percaya dengan profesornya yang luar biasa. Hati-hati! Sekolah harus, tapi jangan menggantikan Allah dengan yang lain. Allah kita adalah Allah yang pencemburu. Sehingga Rasul Paulus berkata, Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.

b.       Materialisme

Falsafah ini mengajarkan bahwa materi adalah segala-galanya. Uang adalah segala-galanya. Ini bisa menjadi berhala sehingga Tuhan disisihkan. Karena uang adalah uang segala-galanya, materi segala-galanya maka hidupnya diabdikan (diperhambakan) kepada uang. Kerjanya mencari uang dan tidak ada waktu untuk keluarga, apalagi untuk ibadah. Tidak ada waktu lagi untuk baca Alkitab. Uang yang dicari. Bukan berarti kita tidak boeh cari uang. Kita butuh uang, hal ini tidak bisa dipungkiri. Tetapi hati-hati. Karena materialisme, uang segala-galanya sehingga kamu boleh dengan cara apapun mendapatkan uang ini. Ini yang bahaya karena menghalalkan segala cara, akhirnya menipu orang lain. Hari ini dalam kondisi dunia bisnis yang lesu, banyak orang yang karena ingin mendapat uang, diperhamba uang dan menipu orang lain. Banyak orang Kristen jadi batu sandungan. Pelayanan di gereja tetapi tidak jujur, suka makan uang orang lain. Hati-hati sebagai orang Tionghoa yang suka menipu.
Saya saat diundang gereja Tionghoa bertanya,”Pak hari ini makan apa, maka di mana? Besok lusa makan siapa Pak?” Jangan cia siapa? Materialisme seperti itu menghalalkan segala cara, menipu, korupsi. Korupsi dimana-mana. Juga di dunia sama. Negara terkorup nomor satu adalah Tiongkok dan kalau mereka korupsi tidak kecil-kecil. Kalau di sini hanya Rp 100 juta atau Rp 300 juta. Kalau di Tiongkok korupsinya langsung triliunan. Tetapi pemerintah Tiongkok tegas. Kalau tertangkap tidak ada ampun, divonis mati. Di Indonsia tidak. Di Tiongkok mereka sangat hati-hati. Kalau mereka korupsi di bawah meja (under the table) tidak berani terang-terangan. Negara kedua terkorup adalah India, terang-terangan dan tidak takut. Jaksa, polisi, hakim semua korupsi. Kalau di Tiongkok di bawah meja, justru di India above the table (di atas meja). Negara ketiga adalah Indonesia. Ada lelucon yang mengatakan kalau di TIongkok di bawah meja, di india di atas meja dan di Indonesia meja-mejanya dikoruspi. Hati-hati banyak orang yang bisnis bohong (bodong). Buka travel bohong. Saya punya kenalan, travel ke Israel. Saya ingatkan,”Hati-hati. Jangan travel ke Israel tapi kamu menipu.” Ini zaman kita. Uang dan uang. Akhirnya tidak ada waktu untuk keluarga. Keluarga berantakan. Alasannya cari duit, anak-anak terlantar dan rusak. Banyak anak-anak kita hancur. Hidupnya terpengaruh narkoba, pergaulan bebas dan free sex. Tidak ada perhatian orang tua, karena materialisme. Orang tua cari uang. Suami istri kerja dari pagi hingga malam. Anaknya tidak ada yang urusi. Anaknya merasa tidak dimiliki orang tua. Akhirnya kumpul-kumpul dengan temannya dan terlibat narkoba. Sekarang ada semacam tembakau (Gorila) yang luar biasa. Banyak anak muda (SMP-SMA) yang menghisapnya. Efeknya lebih dari ganja dan heroin. Jangan kita jatuh kepada materialisme dan menyembah uang sehingga anak-anaknya hancur dan terlibat narkoba, percuma! Walaupun kaya tetapi anak rusak.
Selain sebagai rektor STT Aletheia, saya juga konselor dan menangani keluarga yang masalah. Ada seorang bapak yang punya anak usia 17 tahun , laki-laki ganteng tapi sayang terlibat narkoba, jantungnya bocor dan akhirnya meninggal dunia. Papanya stress. “Buat apa saya punya semua ini? “ Dia menangis tapi tidak ada gunanya, Menyesal tidak ada gunanya. Alasannya duit , tidak ada waktu untuk anak-anak. Kita semua butuh uang, tetapi anakmu juga butuh perhatian. Kalau tidak nanti aneh-aneh. Apalagi sekarang ini menggunakan medsos. Ada kejadian seorang anak perempuan yang berusia 17 tahun tidak ada perhatian orang tua dan berkenalan dengan seorang laki-laki di Facebook. Laki-lakinya luar biasa. Pagi hari disapa,”Good morning. Bagaimana harimu? Sehat tidak?” Orang tuanya tidak pernah memperhatikannya. Temannya itu menyapa sehingga akhirnya ia jatuh cinta pada laki-laki itu dan mau menikah dengan orang itu dan mau bertemu. Akhirnya mereka bertemu. Orang tuanya terkejut. Anaknya perempuan umur 17 tahun dan yang laki-laki usia 71 tahun. Tetapi tidak bisa dipisah dan mereka minta menikah. Hati-hati , materialisme itu berhala yang membuat kita lupa keluarga kita dan bahkan lupa Tuhan. Tidak ada waktu untuk ibadah. Waktu khotah dianggap kelamaan dan tidak selesai-selesai. Toko saya bagaimana? Bingung! Ada orang seperti itu, sehingga ibadah tidak konsentrasi. Padahal Tuhan katakan,”Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat!” Fokus untuk Tuhan. Karena materialisme yang menjadi berhala adalah uang, toko, usaha akhirnya kita menyembah itu. Tidak ada waktu, apalagi waktu pelayanan. Saya sibuk karena harus kerja. Jadi ayat firman Tuhan (hukum yang kedua) mengingatkan kita agar jangan kita menomorduakan Tuhan. Tuhan ingin kita setia karena Dia telah setia. Dia sudah bebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Tuhan sudah bebaskan kita dari perbudakan dosa. Kita yang harusnya binasa dan dihukum, masuk neraka, Tuhan bebaskan melalui kematiannya di atas kayu salib sehingga Tuhan juga mau kita juga setia. Jangan kita menyembah barang-barang buatan kita sendiri seperti patung Yesus atau salib. Tidak apa-apa membuat tetapi bukan untuk disembah. Untuk hiasan rumah tidak masalah, tetapi jangan dipakai untuk disembah dan dianggap punya kuasa magis. Bahkan ada pendeta tertentu yang mengajari tidak benar. Seperti cawan perjamuan kudus itu dibuat sendiri dan dijual , karena bisa untuk menyembuhkan penyakit. Minyak urapan itu omong kosong. Hati-hati, itu ngawur. Itu pendeta cari uang. Kalau mau sembuh pakai minyak urapan, semua diurapi. Saya punya teman suaminya sakit keras. Dia berkata,”Saya doakan , dan tiap malam kasih minyak urapan. Tetapi tidak baik-baik Pak. Malah semakin hari semakin keras kepala”. Hati-hati,tidak boleh! Walaupun yang punya dan yang buat dan didoakan pendeta, jangan!

Penutup

Kita harus ingat kepada Pencipta kita yaitu Allah Yehova (Yahweh) yang menciptakan langit-bumi. Itu yang kita sembah. Jangan kita membuat patung dan menyembahnya. Hati-hati dengan falsafah hidup yang merebut hati kita sehingga kita tidak lagi menyembah Tuhan yaitu humanisme (manusia segala-galanya, hebat, tidak butuh Tuhan) dan materialisme (uang , harta sehingga semua fokusnya uang saja, tidak ada waktu keluarga, pelayanan untuk Tuhan). Biarlah firman Tuhan pagi ini sungguh-sungguh menolong kita agar kita sungguh-sungguh mau setia seperti lagu yang dinyanyikan, kita mau setia hingga kita menutup mata kita tetap setia. Supaya kita mendapat mahkota yang Tuhan sediakan.


Sunday, September 1, 2019

Adakah Allah Lain dalam Hatimu?

(Hukum Taurat yang ke-1)

Pdt. Hery Kwok

Matius 22:37-38
37  Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Matius 10:37
37  Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Keluaran 20:1-3
1  Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
2  "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
3  Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Pendahuluan

Tema hari ini : “Adakah Allah Lain dalam Hatimu?” Matius 10:37  Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Beberapa orang yang mengerti bahasa Mandarin, sewaktu menerjemahkan Matius 10:37 merasa sulit karena sepertinya bertabrakan dengan budaya orang Tionghoa yang mengajarkan untuk mengasihi keluarga, padahal ayat ini tidak bicara hal yang berbeda. Alkitab mengatakan, “Kasihilah dan hormatilah orang tuamu”. Itu jelas sekali. Ayat ini bukan untuk tidak hormati orang tua. Sehingga terjemahan bahasa Mandarinnya agak berbeda dalam konteks-nya.
              Beberapa hari lalu sewaktu shi mu sedang menyiapkan makanan untuk jemaat di  hari Minggu, dia berbicara dengan mbak (pembantu) dan masuk ke topik pembicaraan. Saya kemudian bertanya,”Mbak Tutut, kamu dengan suami cukup dekat. Jika suatu hari nanti suamimu punya perempuan lain bagaimana?” Dijawab,”Tidak bisa! Pokoknya, saya tidak mau!” Shi mu menimpali dengan singkat dan padat,”Dikebiri saja!” artinya seorang wanita tidak rela dimadu. Ini suatu pernyataan bahwa tidak pernah ada manusia yang mau diduakan. Apalagi kalau seorang suami menjumpai istrinya punya ‘teman lelaki’ lainnya lagi. Jadi baik laki-laki mapun perempuan tidak rela diduakan.
              Kitab Keluaran 20 adalah dasar tema hari ini “Apakah ada Allah Lain dalam Hatimu?” Mengapa Allah memberikan ayat ini kepada orang Israel saat dibawa keluar oleh Tuhan melalui Musa dari Mesir ke Tanah Perjanjian? Waktu menonton film Ten Commandment (10 Perintah Allah) baik di versi lama maupun baru, ada penjelasan dari Kitab Suci yang coba diangkat oleh sutradara-nya bagaimana orang-orang Mesir tidak rela orang Israel keluar dari Tanah Mesir. Dalam hal ini Firaun sungguh-sungguh bersikeras tidak mengijinkan orang Israel keluar dari tanah Mesir. Oleh karena mereka menganggap orang Israel adalah budak yang harus bekerja untuk mereka. Itu sebabnya mengapa Allah memberikan 10 tulah kepada Firaun untuk memberikan penekanan bahwa engkau tidak boleh menahan orang Israel untuk keluar dari Mesir. Di akhir tulah ke-10, baru Firaun menyerah. Saat itu Allah mematikan semua anak sulung orang-orang Mesir mulai dari yang paling tinggi, sampai yang paling rendah (bahkan binatang sekalipun). Artinya Allah memberikan hukuman (penalti) bahwa tidak bisa ditawar lagi umatKu harus keluar dari Tanah Mesir.
              Waktu Musa diminta Tuhan untuk memimpin bangsa Israel, dalam pertemuan dengan Allah Musa melihat semak terbakar tapi pohonnya tidak hangus. Allah mengatakan kepada Musa, “Nanti di tempat ini Israel akan beribadah”. Setelah Musa membawa umat Israel ke luar Mesir hal ini menunjukkan apa yang Tuhan sampaikan kepada Musa tepat sekali. Karena itulah di dalam Kitab Keluaran pasal 20, kita menemukan  janji Allah bahwa orang Israel yang dibawa keluar dari Mesir selama 430 tahun mereka dijajah (diperbudak, sekarang mereka sudah keluar dan beribadah kepada Allah di sana dan Allah menyampaikan hukumNya (10 hukum Taurat). Kita mengambil hukum pertama yang menjadi bahasan pagi ini.

Allah yang Ingin Berelasi dengan CiptaanNya

              Tuhan berkata dalam kitab Keluaran 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.  Ayat ini ingin memberikan penekanan bahwa Allah adalah Allah yang berelasi dengan ciptaanNya. dan pada ayat 2 Tuhan berkata, "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Mengapa Aku (=Tuhan) membawa engkau (=bangsa Israel) keluar dari Tanah Mesir (tanah perbudakan) keluar ke Tanah Perjanjian karena Aku ingin berelasi dengan engkau dan Aku ingin engkau sungguh-sungguh punya hubungan dengan Aku. HubunganKu dengan engkau adalah hubungan  antara Allah dengan umatNya, Pencipta dengan ciptaanNya. Dan Allah yang ingin berelasi dengan tebusannya itulah, adalah Allah yang sungguh-sungguh  ingin membawa orang Israel untuk beribadah kepadaNya.
             Sehingga pada ayat 18-21, Tuhan berbicara secara langsung kepada mereka. Orang Israel kemudian berkata, “Jangan Tuhan langsung bicara, karena dengan guruh yang sedemikian keras, kami menjadi takut. Biarlah engkau mewakili kami untuk mendengar suara Tuhan dan engkau menyampaikannya kepada kami.” Hal itu memberikan gambaran bahwa  Allah adalah Allah yang sunggguh-sungguh ingin berelasi dengan kita secara dekat. Sehingga Dia tidak pernah mengijinkan orang Mesir menahan (mencegah) orang Israel berelasi dengan Penciptanya. Ini sangat bagus sekali. Sewaktu Allah berkata ,”Jangan ada Allah lain di hadapanKu”, ayat ini memberikan kepada kita suatu gambaran yang menyiratkan bahwa Dia adalah Allah yang sungguh-sungguh mau berelasi dengan kita.
              Pada Matius 22:37-38 dikatakan Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.   Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Artinya dengan totalitas hidupmu engkau harus mengasihiNya. Saat mengatakan “mengasihi” berarti ada relasi antara Allah dengan kita. Itu sebabnya pada hukum pertama (Jangan ada Allah lain) Allah ingin berelasi dengan ciptaanNya (tebusanNya) sehingga kita sungguh-sungguh ada berhadapan (Allah ada di hadapanmu). Itu sebabnya kita mengenal kata Coram Deo (bahasa Latin) yang artinya Aku berada di hadapan Allah. Waktu aku ada  di hadapan Allah, relasiku dengan Allah adalah relasi di mana aku sungguh-sungguh harus menghormatiNya sebagai  Allah yang hidup.
              Hukum pertama ini membawa kepada kesadaran yang paling dalam bahwa kita berelasi dengan Allah dan di dalam relasi itu Dia ada di hadapan kita. Kalau kita memahami hukum yang pertama ini, sesungguhnya kita harus hidup di dalam hormat dan gentar kepada Allah. Tidak boleh kita bermain-main dengan Dia. Tidak boleh kita sungguh- sungguh mencobai Dia dengan hidup sembrono dan di dalam dosa.

Harapan agar UmatNya tahu Bagaimana Hidup

              Sugi memasang CCTV di ruang sekretariat. Jadi kalau sedang berada di luar kota, saya bisa melihat kondisi sekretariat. Dengan CCTV, saya bisa tahu apabila staf TU sedang main game, membaca komik, gunting kuku dll. Hanya saya tidak  ingin menggunakan CCTV itu, karena “Saya percaya kamu. Saya tidak ingin mengintip dan mengutilmu. Karena saya percaya, waktu engkau percaya sungguh-sungguh menyadari hidupmu di hadapan Tuhan,  kita harus tahu bagaimana kita hidup.”
              Saat menjadi guru, saya sering mengajar anak-anak ,”Nanti waktu ulangan, saya tidak pernah mau untuk menunggu.” Jadi saat ulangan, saya kasih soal dan meninggalkannya. Jadi 5-10 menit sebelum selesai, saya akan kembali, datang dan kumpulkan lembar jawabannya.  Jadi selama saya tidak ada, kalian kerjakan dengan baik dan jujur.” Saya tahu mana anak yang nyontek dan tidak. Mengapa? Karena begitu saya periksa hasil ujiannya, ada anak yang ‘bodoh’ mendapat nilai 10. Itu ketahuan ia mencontek, karena sehari-hari-nya ia tidak belajar. Saya panggil dan bertanya,”Hari ini ulanganmu bagus sekali. Saya merasa senang. Saya sungguh-sungguh merasa berhasil, kamu bisa mencapai nilai sempurna.  Namun pertanyaan saya ; dalam kurun waktu 40 menit, kamu menyontek atau tidak?” Siswa sekolah yang masih anak-anak memang masih jujur, namun semakin besar, semakin luntur dan setelah kerja jujurnya sirna. Jadi dengan keringat dingin, ia diam saja. Setela ah didesak, “Jawab dong Nak. Kalau kamu tidak menjawab maka  Bapak akan tafsir sendiri. Hayo sekali lagi jawab” kata saya. Akhirnya ia menjawab”Ia Pak, saya nyontek!” “Bagus, berarti kamu mencontek. Saya kasih kamu kesempatan ulangan sekali lagi dengan tidak diawasi dan kamu jangan mencontek”.
Beberapa waktu lalu, Pdt. Karyanto memberikan pesan tentang kantin kejujuran. Katanya 97% kantin kejujuran bangkrut! Artinya  kantin yang dibuka, anak-anak ambil lalu tidak mau bayar. Tidak ada Tuhan lain karena Allah berelai dengan kita. Karena hanya Dia yang  sungguh -sungguh ingin berhubungan dengan kita. Pertanyaannya : hukum yang pertama ini mengingatkan , kita hidupnya bagaimana? Tidak ada yang bisa mengawasi kita 24 jam. Istri tidak bisa mengawasi suaminya dan sebaliknya suami tidak bisa mengawasi istrinya.
              Pagi ini saya mendapat kiriman pesan berbentuk video dari seorang teman saya. Video dari luar negeri dan diterjemahkan. Waktu itu di sebuah kantin ada pasangan-pasangan sedang pacaran. Bapak ini laki-laki menelpon,”Halo! Coa kamu kemari karena saya melihat istrimu pacaran.” Ternyata semua perempuan pada kabur karena rupanya mereka juga selingkuh (pacaran dengan lelaki lain). Waktu menontonya saya tertawa, karena ternyata sekarang bukan laki-laki saja yang selingkuh, tetapi juga perempuan. Hal itu dampak dari tidak melihat hukum pertama (tidak ada Allah lain) di mana Dia memanggil dengan sebuah tujuan Dia ingin sungguh-sungguh berelasi”.
              Bagaimana anak-anak sekolah belajar?  Apakah waktu ada orang tua datang baru belajar atau waktu orang tua tidak ada anak-anak sungguh-sungguh belajar? Atau saat orang tua tidak ada, anak-anak sekolah hanya bermain game dan menghabiskan waktu dengan bermain game? Ini realita hidup oleh karena kita tidak sungguh-sungguh menyadari hukum pertama ini , yaitu hukum di mana Dia ingin berelasi dan Dia sungguh-sungguh ada di hadapan kita, sehingga bagaimana sikap kita terhadapNya? Saya pribadi juga harus berpikir begitu, “Saya kira-kira bagaimana. Apakah saya sungguh-sungguh takut akan Tuhan atau saya hanya takut kalau ada orang lain?” Mari kita pahami apa yang Musa dapatkan dari Tuhan bahwa dikatakan,”Jangan ada padamu Allah lain di hadapanmu”
             
Allah yang Esa

Waktu orang Israel dibawa keluar selama 430 tahun mereka berada di negera yang berhala. Di Mesir terdapat banyak dewa. Mereka menyembah tikus , binatang, pohon , matahari dan segala macam. Dengan kata lain orang-orang Mesir waktu hidup mereka menyembah kepada berhala-berhala yang mereka anggap memberikan rejeki, di sanalah mereka percaya kepada berhala dan orang Israel selama 430 tahun menangkap , melihat dan merekam apa yang orang Mesir lakukan. Sehingga bagi mereka, kepercayaan kepada dewa-dewa yang memberi untung (rejeki) , itulah yang membuat mereka berpikir untuk menyembah dewa tersebut.
             Kemarin kami (para hamba Tuhan) pergi ke kebun raya Bogor untuk berdoa. Saya mencari tempat  yang tenang dan teduh. Tetapi waktu duduk nyamuknya banyak. Daripada terus digigit nyamuk, maka kami mencari tempat lain. Saya baru tahu di tempat lain tersebut ada makam keramat di sebelahnya. Sepanjang jalan pulang kami bercerita. Ada mitos “Kalau sedang pacaran jangan ke Kebun Raya”. Waktu duduk kami melihat ada makam dan saat sedang menyanyi penyembahan ada tercium bau dupa. Saya pribadi senang bau itu (daripada mencium kotoran binatang sehingga saya sering memakai dupa untuk menghilangkan bau seperti gorengan ikan). Waktu mencium, saya berkata,”Ini bau dupa ya?” Dijawab betul. Tapi kita tidak memikirkannya dan terus berdoa. Ev Putra duduknya tidak menghadap kuburan, sedangkan saya menghadap kuburannya. Karena saya menghadap ke makam, saya melihat ada seorang bapak dengan istri yang dandanannya perlente. Sisiran rambutnya dan sanggulnya mencerminkannya. Mereka turun dan masuk berdua dengan tentengan plastik. Setelah kami selesaih beribadah menyembah Tuhan ,mereka belum keluar. Saya berkata dengan para hamba Tuhan lain, “Orang-orang itu sedang berdoa pesugihan.” Memang ada banyak orang mencoba untuk menyembah kepada berhala-berhala yang dianggap memberi rejeki dan itulah yang orang Israel saksikan. Waktu di Mesir selama 430 tahun, mereka menyaksikan bahwa Allah yang disembah oleh orang Israel yang adalah berhala mendatangkan rejeki, itu sebabnya Allah katakan pada hukum pertama (jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu), Allah sedang bicara bahwa Dia adalah Allah yang esa, tidak ada yang lain. Kalau engkau menyembah Allah yang lain, maka engkau sungguh-sungguh celaka dalam hidupmu karena dengan menyembah berhala maka hidupmu berada di dalam kehancuran rohani. Waktu Allah berkata Dia esa adanya, Dia ingin membawa kita menyembah Allah yang sejati, yakni Allah yang mungkin engkau sembah tidak seperti yang disembah di gunung Kawi yang langsung mendapat berkat secara materi . Mungkin kita berdoa dan beribadah dengan setia, tetapi kita tidak mendapatkan kekayaan secara finansial. Mungkin kita tekun melayani tetapi kita tidak pernah naik jabatan. Kita melihat orang yang datang ke pesugihan lalu ia pulang dan tiba-tiba ia berubah (jabatannya naik, uangnya banyak, dagangannya laku karena ada yang disembah di dalam keyakinannya).
              Waktu saya masih kelas SD , ada buku pelajaran mengingatkan bahwa kalau orang di Jawa menanam padi, mereka harus memberikan sesajen kepada Dewi Sri, dewi kesuburan, dewi yang nantinya akan menyuburkan padi-padi. Kalau kita menyembahnya, padi-padinya akan bernas. Kepercayaan itu membawa orang Israel dalam perjalanannya juga mengikutinya sehingga kita menyaksikan bagaimana Nabi Yesaya dan Nabi Yeremia mencela mereka. “Kamu menyembah kepada dewa supaya pukatmu mendapat banyak ikan karena kamu anggap dewa-dewa itulah yang membuat engkau menjadi kaya”. Dan iblis tahu cara untuk mengalahkan hatimu dalam beribadah kepada Allah yang sejati. Dengan cara engkau dijanjikan kemewahan, kekayaan, kemakmuran atau keberhasilan. Itu sebabnya hukum pertama, Allah mau berbicara bahwa Dia itu Esa , tidak ada yang lain. Kalau engkau menyembah kepada yang lain  (tidak menyembah kepada Allah), maka engkau akan binasa dalam kekekalan. Jadi Allah memberikan hukum yang pertama supaya kita memperoleh hidup yang kekal. Waktu Polycarpus mau dihukum mati, dia hanya mengatakan,”Sepanjang usiaku ini Allah telah melayani saya dengan baik dan Dia yang aku percaya. Masa pada waktu sekarang, aku menyangkal Dia? Lalu aku harus meninggalkanNya? Tidak!” Polycarpus akhirnya mati sahid. Waktu memegang iman pada Allah yang sejati, mungkin kita menghadapi banyak tantangan, bahkan mungkin dikucilkan, tidak mendapatkan apa yang diharapkan, seperti orang-orang yang mencari allah lain (makmur, berlimpah dan tidak seperti yang engkau sedang hadapi), tetapi engkau akan hidup dan engkau pasti hidup. Karena Dia adalah Allah yang Esa!

Orang Israel dipanggil Tuhan untuk menyembah dan melayani

Waktu Allah berkata, “Jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu”, orang Israel dipanggil Tuhan untuk menyembah dan melayani Tuhan. Siapa allah lain yang ada di dalam hidup kita? Ada beberapa jemaat bertanya,”Apa yang dimaksud dengan allah lain?”. Allah lain itu bisa saja bukan dalam bentuk dewa yang kita kenal selama ini (dalam bentuk patung , jimat dll) tetapi apa yang menjadi sesuatu yang paling utama di dalam hidupmu yang menyedot seluruh hati dan pikiranmu. Bisa saja allah itu berupa pasangan, hobi, game yang tidak bisa ditinggalkan dan sungguh-sungguh perhatian ada di sana. Allah lain yang Tuhan sampaikan itu adalah allah lain yang telah memikat hatimu dan tidak membuat engkau terpikat hatimu pada Allah..
Saya mengenal seseorang yang bersekolah Alkitab. Setelah lulus, dia menikah dengan seorang pengusaha. Saat menikah, suaminya berkata,”Kamu jangan menjadi penginjil. Kamu tidak usah melayani di gereja. Kamu istri saya. Saya seorang pengusaha. Waktu kamu menikah dengan saya, kamu tidak saya ijinkan.” Wanita ini tidak bisa apa-apa dan mengikuti kehendak suaminya. Sepanjang hidupnya setelah ia sekolah Alkitab, ia tidak melayani Tuhan. Waktu menjelang tua, suaminya yang pengusaha juga telah menjadi tua, baru kemudian ia mendapat ijin. Jadi tinggal sisa-sisa. Waktu ia bertemu dengan saya, ia mengambil pelayanan paduan suara. Mendengar kisahnya itu, saya merasa sedih sekali karena waktu Yesus bicara dalam kitab Matius tadi, Tuhan Yesus sedang bicara tentang kalau hatimu lebih mengasihi yang lain dalam konteks engkau melayaniKu, maka engkau tidak layak. Bisa saja kita benar-benar mempunyai Allah lain yaitu suamimu  yang membuat engkau tidak bisa melayani lagi. Bisa saja itu istri, anak. Saya tidak mengatakan tidak boleh merawat anak, tidak melayani suami tetapi kalau sampai allahmu yang lain itu mengalihkan hatimu untuk tidak melayani Tuhan, maka engkau sudah mempunyai allah lain.
              Terkadang saya takut bicara kepada jemaat yang dulu setia tetapi begitu dapat pekerjaan, ia sudah tidak lagi melayani Tuhan dengan baik. Dulu kehidupan doanya kuat, tetapi setelah bekerja ia menghilang (tidak lagi ikut persekutuan doa). Kalau yang lain bisa dalam bentuk punya perhatian lebih dan terpincut dengan dia, hati dan pikiranmu diambil oleh dia, maka Allah memberikan hukum yang pertama. Allah yang memanggil engkau dari perbudakan, adalah Allah yang layak untuk dilayani dan disembah. Dia pantas untuk mendapatkan apa yang engkau harus diberikan. Dia menyelamatkan jiwanu dan memberikan talenta dalam hidupmu dan engkau harus mengembalikannya dalam pelayanan hidupmu kepada Allah. Pelayanan  itu bisa bersifat luas dan sempit. Yang luas, engkau melayani melalui pekerjaanmu. Engkau melayani dalam keluarga adalah pelayanan secara luas. Tetapi ada juga pelayanan dalam bentuk khusus, “Engkau dipanggil untuk melayani dia, baik engkau melayani sebagai pembesuk , worship leader, pemain musik, usher dan lain-lain. Jangan sampai pelayanan -pelayanan itu engkau tidak lakukan karena engkau diambil dengan apa yang menjadi ‘allah’. Itulah yang menjadi perhatian rohani kita dalam perjalanan kita. Mari kita pikirkan hukum yang pertama ini  , apakah ada Allah lain di hatimu? Kau mungkin menjawab tidak, tetapi dalam praktek hidup kita bisa saja ada allah lain. Kiranya Tuhan menolong kita sungguh-sungguh memiliki hati yang Tuhan katakan, ‘kasihilah Tuhan Allahmu dengan total hidupmu, hatimu  dan pikiranmu.