Wednesday, October 24, 2012

Kuasa Allah



Ev Stephanie


Roma 8:31-39
8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Roma 8:28
8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Sekali waktu di daerah Meiko , Sulawesi, ada sekumpulan orang berkumpul. Ada ribuan orang berdiskusi tentukan pembagian daerah tertentu. Mereka memuji Tuhan tiba-tiba terdengar teriakan Puji Tuhan. Orang-orang yang ada tertarik. Seorang ibu memberi kesaksian, ia berhasil disembuhkan seorang bocah berusia 8 tahun. Orang ini sudah bungkuk selama bertahun-tahun. Tapi saat ia disentuh anak itu, ia merasa ada yang menarik badannya sehingga menjadi tegak kembali. Seorang bapak berusia 39 tahun divonis buta tiba-tiba bisa melihat kembali. Anak kecil ini dijuluki dokter kecil. Ketika ia menyembuhkan orang tertentu dan ia menyebutkan doa Bapa Kami berulang – ulang. Selain itu ia menyanyikan Allah sanggung melakukan segala kuasa. Tetapi ada yang luar biasa lucunya. Ia mengatakan, ia hanya sanggup menyembuhkan penyakit ringan. Kalau penyakit kelas berat ia tidak bisa. Jadi penyakit kelas berat : stroke, kanker, AIDS. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan oleh kuasa Allah. Apakah ini benar? Apakah kuasa Allah tidak berlaku untuk penyakit berat? Adakah suatu penderitaan yang kita alami, Allah tidak sanggung melepaskan kita dari masalah ini. Banyak KKR yang sangat menonjolkan dan mengutamakan kesembuhan Ilahi atau mujizat-mujizat. Benar, Allah bisa menyembuhkan penyakit yang berat. Allah sanggup menyembuhkan penderitaan kita. Tetapi apakah kuasa Allah selalu dikaitkan dengan penyakit dan penderitaan kita. Apakah Allah tidak mau bekerja ketika kita alami penderitaan? Konteks berpikir orang zaman sekarang, mengaitkan kuasa Allah dengan mujizat. Kalau orang tidak lepas dari penderitaan dan sakit penyakit, maka dikatakan orang tersebut kurang beriman atau berdoa. Benarkah kuasa orang hanya dipengaruhi oleh doa dan iman seorang. Dan tidak jarang, kita menemukan , orang yang penyakit orang yang berdosa terhadap Tuhan. Ini adalah sebuah pemikiran yang berlebihan tentang kuasa Allah yang dikaitkan dengan kesembuhan dan pelepasan dari penderitaan. Tapi ada ekstrim lain golongan yang mengatakan sbb : segala yang kita alami di dalam kedaulatan Allah. Segala yang kita alami di dalam kuasa Allah sehingga kita tidak perlu melakukan sesuatu untuk memperbaiki kondisi kita. Jadi kita tinggal menerima saja. Nrimo, kata orang Surabaya. Ini dua ekstrim yang bertentangan satu dengan lainnya. Benarkah kuasa dan kedaulutan Allah meniadakan usaha manusia?

Rom 8:31-39 merupakan kesimpulan yang Paulus buat dari pasal 5-8. Khususnya, kesimpulan di pasal 8:28-30, bagian ini menguatakan orang percaya di dalam penderitaan, bahwa walau menderita mereka berada di dalam posisis menang. Jika Allah di pihak kita, siapa yang menjadi lawan kita. Ayat 39, Paulus menutup dengan mengatakan siapa yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah. Ini pertanyaan yang tidak perlu jawaban. Pertanyaan yang jawabannya : Tidak ada. Bagian ini mengambarkan kedaulatan Allah atas seluruh hidup orang percaya. Bagian ini menguatkan kuasa Allah melebihi apapun. Maka kita dikatakan sebagai orang yang lebih dari pemenang.

Ada 3 hal yang bisa dilihat dari kuasa Allah saat kita alami penderitaan.
1.       Kuasa Allah adalah kuasa yang aktif bukan pasif. Ayat 28. Alkitab mengatakan : Allah turut bekerja dalam segala sesuatu. Allah turut bekerja, aktif dalam segala sesuatu yang kita alami. Dengan kata lain, kuasaNya aktif dalam hidup kita. Sehingga kita tidak perlu berpikir / salah berpikir kalau kita mengatakan bahwa kita tidak sembuh karena kurang iman. Ini hal yang salah. Iman itu penting. Berdoa juga penting. Tetapi bukan iman dan doa yang menggerakkan Allah baru mau bekerja dalam penderitaan kita. Kuasa Allah yang aktif sendiri. Kedaulatan Allah yang memberi tanda Ia mengerjakan segala sesuatu dalam hidup kita. Termasuk dalam penderitaan kita. Kalau kita mengatakan, kita kurang iman dan berdoa saat mengalami masalah atau penderitaan berarti kita punya pola pikir dewa-dewa kafir. Dewa tersebut adalah dewa yang bekerja , mau menolong orang tertentu kalau persembahannya banyak. Allah kita bukanlah Allah yang demikian. Allah kita turut bekerja di dalam segala sesuatu. Bagaimana respon kita ketika doa kita belum dijawab Allah. Paulus tidak pernah memungkiri , orang kristen pun akan alami penderitaan. Ayat 22-23 , semua mahluk termasuk orang kristen / percaya akan mengalami penderitaan. Tetapi kalau kita tidak mendapat jawaban atas doa kita, maka kita ada panggilan atas jawaban doa kita. Lihat ayat 25. Hari esok ada di tangan Allah. Hari esok , itu pun milik Allah. Kita tidak mungkin mendapat jawaban Allah hari ini, tetapi tidak mengubah, hari esok bukan milik Allah. Kita mungkin tidak melihat awan biru, langit yang cerah, tetapi janji Allah tidak pernah batal, karena tidak menjawab kita.
2.       Kuasa Allah adalah kuasa yang melampaui segala sesuatu. Ayat 33-35. Allah kita adalah Allah yang sanggup melakukan segala sesuatu. Kecuali Ia tidak mungkin melakukan dosa. Allah kita adalah Allah yang sanggup jadi tidak mungkin ada satu jenis penyakit / penderitaan yang mengalahkan kuasa Dia. Allah kita tidak mungkin melakukan dosa. Allah kita tidak mungkin berbohong. Tetapi bukan berarti Allah kita tidak sanggup mengalahkan akibat dosa kita. Ayat 33-35 berisi pertanyaan yang initinya tidak memerlukan jawaban sama sekali. Siapa yang berhak menuntut kita, hanya Allah, karena Ia yang tidak berdosa. Siapa yang berhak menghukum kita? Dosa kita dikalahkan di kayu salib. Bahkan maut juga dikalahkan dengan kebangkitan Dia. Bahkan Ia dikatakan berada di sebelah kanan Allah. Tidak ada suatu kuasa pun yang dapat mengalahkan kuasaNya. Maka tidak heran Paulus mengatakan, siapa yang jadi lawan kita, bila Allah di pihak kita? Kuasa Allah adalah kuasa yang melampaui segala kuasa yang ada di dunia ini.
3.       Kuasa yang berkaitan dengan kasih dan kebaikanNya. Kita perhatikan ayat 28, 35 dan 39. Di ayat 28 Allah sanggup mengubah segala sesuatu menjadi kebaikan bagi yang mengasihi Dia. Ayat 35, tidak ada kuasa yang sanggup memisahkan kasih kita dari Allah. Juga ayat 39. Yang kita namakan baik itu sesuatu yang menyenangkan untuk diri kita. Sesuatu yang menguntungkan bagi diri kita sendiri. Allah itu baik kalau mengabulkan yang kita hendaki. Penderitaan sesuatu yang tidak menyenangkan hidup kita. Ketika kita mengalami kesakitan. Ketika kita mengalami penderitaan, pada umumnya kita sulit mengatakan Allah adalah Allah yang baik. Ketika ada masalah dalam hidup kita, kita sulit mengatakan Allah mengasihi kita. Bahkan sulit untuk kita mengatakan, kuasa Allah melebihi penderitaan kita. Tetapi, kuasa Allah tidak terbatas dengan penderitaan kita. Masalah kita tidak membuat kuasa Allah berkurang. Penyakit tidak membuat kuasa Allah menjadi lebih sedikit dalam hiudp kita. Sebuah mutiara, punya harga atau nilai jual yang sangat tinggi. Wanita menginginkannya. Para pria menginginkannya untuk wanitanya. Mutiara adalah sesuatu yang bernilai sangat mahal. Sesuatu yang sangat berharga. Tetapi barang ini terjadi dengan tidak mudah. Barang ini terjadi karena adanya luka / iritasi dalam sebuah tiram. Ketika ada luka itu maka bagian tiram lain akan mengobatinya dalam waktu yang tidak sebentar. Mungkin berbulan-bulan, bertahun-tahun  bahkan berpuluh tahun, masalah penderitaan, kerikil dalam kehidupan kita mungkin bukan sehari-2 hari tapi sudah lama. Tetapi sama seperti mutiara yang tadi, kita percaya di tangan Allah. Segala hal yang buruk akan menjadi indah pada waktunya. Ketika kita mengalami penderitaan, kita lihat pada apa yang terjadi pada Tuhan Yesus. Allah merelakan anak tunggal, satu-satunya untuk datang ke dunia. Untuk menjalani kehidupan yang penuh penderitaan. Tetapi juga harus mati secara tidak layak. Pertanyaan : di mana kuasa Allah ketika Yesus menderita di dunia. Di mana kasih Allah ketika Ia membiarkan AnakNya mati di kayu salib. Apakah berarti Allah tidak berkuasa untuk melepaskannya di kayu salib. Sama sekali tidak. Allah bukannya tidak berkuasa menyelamatkan Tuhan Yesus, bukannya tidak mengasihi TY, bukannya tidak berbuat baik kepada TY, tetapi mengalami penderitaan yang TY alami, kita merasakan kuasa Allah atas dosa kita. Di dalam kematian TY , kita merasakan kebaikan Allah dalam kehidupan kita. Kuasa Allah berkaitan erat dengan kasihNya. Jadi kita tidak dapat katakan Allah tidak baik saat kita sakit. Kita tidak boleh mengatakan Allah tidak berkuasa atas penderitaan yang kita alami. Justru kuasa dan kebaikan Allah dalam penderitaan.

Ada 5 B yang harus dilakukan orang percaya dalam penderitaan : Roma 12:12.
1.       Bersukacitalah dalam pengharapan. Karena hari esok di tangan Allah.
2.       Bersabarlah dalam kesesakan , karena apapun yang kita alami tidak melebihi kuasa Allah dalamhidup kita. Kuasa Allah selalu beserta kita.
3.       Bertekunlah di dalam doa. Karena di dalam doalah kita mendapat kekuatan dan penghiburan di dalam Allah. Kita salah berpikir, kalau berpikir Tuhan tidak menjawab sehingga tidak perlu doa lagi. Tidak seperti itu yang seharusnya kita lakukan. Ketika doa kita tidak menemukan jawaban, berarti kita tetap harus berdoa, memelihara hubungan pribadi dengan Tuhan. Karena di dalam doalah kita mendapat kekuatan, mencurahkan isi hati kita. DI dalam doalah kita mendapat ketentangan dan kebijakan di dalam Tuhan.
4.       Berusaha. Karena kuasa Tuhan tidak menjadikan anak-anakNya orang malas. Tuhan tidak mengatakan, Aku berkuasa sehingga kamu tidak usah bekerja. Jangan mengatakan sekarang aku tidak pengharapan lagi. Di dalam kesesakan kita berusaha.
5.       Berserah. Karena Ia lah yang mengendalikan segala sesuatu.

No comments:

Post a Comment