Sunday, January 28, 2018

Tuhan yang Meninggikan dan Merendahkan (Kedaulatan Allah atas Kehormatan)

Pdt. Benny Tjen

Matius 11:2-6
2  Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
3  lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"
4  Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
5  orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
6  Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Pendahuluan

              Tema hari ini sangat penting yaitu “Tuhan yang Meninggikan dan Merendahkan (Kedaulatan Allah atas Kehormatan)”. Bukankah dalam kehidupan, kita rindu berkat Tuhan nyata dan berlimpah dalam hidup kita dan Tuhan meninggikan kita? Berkat Tuhan sungguh nyata, kehidupannku sungguh berbahagia. Itulah kehidupan yaung kita dambakan. Kita mencari uang dan segala sesuatu agar hidup kita berbahagia. Tetapi jangan salah (lupa) ada kalimat “Kedaulatan Tuhan” artinya Tuhan yang memberikan kepada kita. Anugerah Tuhan yang memungkinkan kita ada saat ini.

Ketika Tuhan Meninggikan

Setelah kita diberkati, yang harus kita lakukan :
1.     Puji Tuhan.
Saat kondisi sehat, keluarga bahagia, segala sesuatu lancar, jangan lupa kepada Tuhan.
2.     Jangan sombong.
Apa yang kita punya semua dari Tuhan.
Hal ini kelihatannya mudah. Saat Tuhan meninggikan kita, itulah keinginan kita sehingga kita memujinya. Namun bagaimana saat kita diijinkan Tuhan mengalami kejadian di mana segala sesuatu dalam kehidupan kita tidak berjalan lancar? Malah apa yang tidak kita inginkan diberikan kepada kita. Bagaimana respon kita?

Ketika Tuhan Merendahkan

Tuhan berdaulat merendahkan seseorang. Maksudnya Tuhan bisa menginjinkan orang tersebut mengalami pencobaan, kesulitan, penderitaan atau sakit penyakit. Tuhan menginjinkan kesulitan dalam kehidupannya. Orang Kristen bisa mengalami kesulitan, sakit dan bangkrut. Tetapi jangan katakan itu berasal dari Tuhan. Tuhan ijinkan kita mengalaminya, dengan asumsi kita berjalan (melakukan) segalanya dengan benar. Kalau kita usaha tidak jujur , itu salah sendiri. Kalau kita jujur dan on the track , Tuhan ijinkan usaha kita tidak berkembang.

Mat 11:2-6 ada dialog dari Yohanes Pembaptis. Ia bukan orang biasa. Ia dipakai Tuhan secara luar biasa. Pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh berjerih lelah melayani Tuhan. Penafsir mengatakan orang ini kerohaniannya tinggi dan dewasa (giant). Dari mulut Yohanes pembaptis ada 2 perkataan yang agung dari seorang manusia berdosa terhadap Tuhan.
a.     Yohanes 3:27  Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
Kita tidak akan dapat sesuatu kalau tidak dikaruniakan dari Tuhan.
b.    Yoh 3:30   Ia harus semakin besar, tetapi aku harus semakin kecil.
Aku harus semakin kecil, Tuhan semakin besar. Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari mengatakan,”Tuhan harus semakin penting , saya kurang penting.”

Sebelum Matius 11, pelayanan dan kehidupan Yohanes Pembaptis sungguh-sungguh diberkati oleh Tuhan. Tetapi pada Matius 11:2-3 Yohanes mendengar pekerjaan Kristus di dalam penjara lalu ia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Kristus, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menanti orang lain?” Pertanyaan ini arahnya kemana? Ia mempertanyakan keberadaan Tuhan Yesus, “Engkaukah yang diurapi (dijanjikan) oleh Tuhan?” Dari pertanyaan itu kesannya apa?
Ibarat muda-mudi sudah berjalan bersama (berpacaran) tetapi bertanya, “Engkau pasangan hidupku bukan ya ataukah orang lain?” Kesannya ragu-ragu. Yohanes Pembaptis melalui pertanyaan sederhana itu menunjukkan kebimbangan (ragu-ragu). Walaupun tertulis di dalam Alkitab sebelumnya, Yohanes Pembaptis membaptis Tuhan Yesus dan ketika Tuhan Yesus dibaptis, ada dua tanda :
a.     Suara yang jelas.
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:17) Inilah konfirmasi keberadaan Tuhan Yesus secara telak. Dialah Mesias Anak Allah. Tetapi mengapa Yohanes Pembaptis bimbang? Ada masalah apa yang dihadapi?
b.    Burung merpati.
Roh Kudus turun dan dilambangkan oleh Burung Merpati (Matius 3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya). Yohanes Pembaptis goyah dan ragu. Mengapa? Ini pelajaran yang harus dipelajari. Penafsir coba menafsirkan. Ada apa yang terjadi dengan Yoh Pembaptis sehingga imannya ragu. Penafsir mencoba mencari jawaban. Mat 11:2 2  Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, Di penjara ia mengalami kesulitan, pergumulan dan tidak enak hidupnya. Ketika mengalami pergumulan dan kesulitan di penjara ia lalu menitip pertanyaan ke murid-muridnya dan meminta perhatian kepada Tuhan Yesus. Yesus tahu siapa dia . Ialah orang yang mempersiapkan jalan bagiNya , melayani begiNya dan sekarang orang itu sedang di penjara. Ia sedang susah dan mau ditolong. Para penafsir mencoba menjernihkan  apa masalah yang dialaminya.

Paragraf pada Matius 14 judulnya Yohanes Pembaptis Dibunuh. Saat ia menitipi pertanyaan sampai dibunuh dia tidak keluar dari penjara (ada di penjara). Ia mengalami kesulitan dan mencoba,”Tuhan Yesus tolong dan kasih perhatian kepadanya”. Tuhan Yesus tidak menolongnya. Tuhan Yesus hanya menjawab pertanyaan murid-murid Yohanes Pembaptis, "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:  orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (Matius 11:4-5). Melalui jawaban ini Yesus berkata, “Akulah Tuhan, Mesias , Aku berkuasa melakukan segala sesuatu.” Tetapi kedaulatan Tuhan Yesus menentukan kehidupan selanjutnya dari Yohanes Pembaptis. Kedaulatan Tuhan Yesus tidak menolong sehingga Yohanes Pembaptis tetap di penjara dan pada Matius 14, ia mati di dalam penjara.

Kalau kisah hidup kita seperti Yohanes Pembaptis, bagaimana kehidupan kita?
Pada tahun 2003-2004 saya mengajar agama di Saint John (sekolah yang dikelola GKI Bungur). Pada Mrk 5:1-20, ada kisah tentang Yesus mengusir roh jahat dari orang di Gerasa.  Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.  Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,  karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.   Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,  dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"   Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"   Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak."  Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.   Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,  lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!"  Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
Pada saat itu babi adalah binatang yang berharga. Dengan terjunnya 2.000 babi ke jurang dan mati maka penduduk mengalami kerugian besar. Saya bertanya kepada para siswa kelas 4 SD di sana, “Kalau babi itu milik kamu, apa yang akan kamu lakukan terhadap Tuhan Yesus?” Ada yang menjawab dengan lucu, “Sebelum babi terjun ke jurang, akan saya halang-halangi.” Namun ada satu jawaban yang membuat saya terdiam. “Kalau babi itu milik saya, saya menderita kerugian gara-gara Yesus, maka saya tidak mau lagi percaya Tuhan Yesus.” Anak kelas 4 SD sudah bisa menjawab seperti itu. Ketika Tuhan mengijinkan kita direndahkan , ada penyakit, permasalahan yang kita alami jangan seperti anak kelas 4 SD yang tahunya ngambek dan menangis. Kiranya Mat 11:6 (Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.) menjadi pegangan kita.
              Rasa kecewa sangat kental dengan hamba Tuhan . Namun Matius 11:6 mengatakan agar orang tidak menjadi kecewa dan menolak Tuhan (Aku). Berbagialah mereka, sulit dan susah mereka tidak kecewa melainkan tetap percaya, bergairah, setia dalam pelayanan, jangan pernah menolak Tuhan. Itulah kedaulatan Tuhan yang tidak bisa kita campuri dan ambil alih. Kita bisa menaikkan kita, jangan sombong. Namun saat kita ditaruh di bawah , biar kita jangan punya hati kecewa dan menolak Tuhan. Ada jemaat yang dari muda semangat dan pelayanan bagus sekali. Setelah ada umur, pelayanan sedikit demi sedikit tidak diberikan kepada dia dan dia berkata, “Di gereja ini saya tidak terpakai lagi.” Ini  kalimat yang sangat berbahaya. Tuhan bisa meninggikan dan merendahkan kita. Kita kerjakan bagian kita. Ketika Tuhan berikan kesempatan kepada kita kerjakan dengan tanggung jawab, saat diberikan ke orang lain, saya percaya ada bagian yang harus kita kerjakan. Jadi tetap setia, jangan marah kepada Tuhan.

Obat Bila Mengalami Kekecewaan

              Kalau kita kecewa obatnya apa? Kita kecewa terhadap pasangan atau anak, apa obatnya? Di dunia ini tidak ada obatnya, kecuali datang kepada Tuhan. Kita serahkan kekecewaan kita. Jaga hati kita, jangan sampai kecewa. Mulai dari kecewa lama-lama jadi bahaya karena bisa meninggalkan Tuhan.
              Kita ingat dan renungkan firman Tuhan. Ketika Tuhan ijinkan berbagai kesulitan, maka jangan kecewa atau menolak Tuhan. Ada orang yang baru percaya dan dibaptis di masa tuanya. Beberapa minggu kemudian dia lumpuh. Saat didatangi , dia katakan, “saya tetap percaya pada Tuhan.” Ada suami istri guru Sekolah Minggu sangat rajin melayani Tuhan. Waktu mendapat anak, anaknya cacat (autis). Tetapi jangan kecewa.


Monday, January 22, 2018

Alam pun Taat Kepada Dia (Kedaulatan Allah atas Alam)

Ev. Susan Kwok

A.    ALLAH BERDAULAT dalam CARA & TUJUAN PENCIPTAAN atas ALAM

1.     CARA = Creatio Ex Nihilo (penciptaan dari suatu ketidak adaan atau kenihilan)  

Kej 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, Kej 1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Allah berdaulat dalam cara dan tujuan penciptaan atas alam. Allah adalah inisiator artinya Allah pribadi yang memulai. Kalau Allah tidak memulai , maka tidak ada segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini. Apa yang Dia mulai? Dia memulai dari waktu. Waktu adalah hal terbatas hanya Allah yang tidak terbatas. Allah yang kekal menciptakan waktu. Pada mulanya (waktu) Allah menciptakan waktu. Segala sesuatu ada di dalam waktu dan itu Allah yang memulai. Kalau Allah yang kekal memberikan waktu kepada manusia berarti Allah berdaulat atas waktu. Itu sebabnya waktu kehidupan manusia (Panjang dan pendeknya kehidupan manusia) semuanya Tuhan yang atur karena Dia yang memulai dengan waktu dan membatasinya di dalam  waktu. Allah menciptakan ruang dan tempat , langit dan bumi. Di dalam tempat inilah Tuhan menciptakan segala sesuatu di muka bumi (tumbuh-tumbuhan , hewan dan segalanya). Allah menciptakan dengan cara yang sangat luar biasa, tidak ada yang bisa melakukannya kecuali Allah. Itu yang dikenal dengan istilah creatio ex nihilo Allah menciptakan dari yang sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Allah menciptakan alam ini dengan firmanNya , firman yang berkuasa, berwibawa. Firman yang nantinya akan menjadi daging di dalam Yesus Kristus. Itu adalah Allah. Allah yang berfirman dari yang tidak ada menjadi ada. Semuanya dilakukan oleh Allah. Manusia tidak bisa menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Manusia hanya bisa menciptakan dari yang sudah ada menjadi ada. Dari yang sudah ada diperbarui, dibuat dan dikreasi menjadi sesuatu yang lain. Sehingga kalau manusia tunduk kepada ciptaan yang lain itu adalah salah besar sebab ciptaan yang lain adalah hasil dari creatio ex nihilo  yang Allah buat untuk pertama kali. Kalau Allah tidak menyediakan sumber, bahan dasarnya, maka manusia tidak bisa membuat handphone atau TV yang setiap hari sudah menjeratnya. Itu semua karena Allah sudah menciptakan bahan dasarnya. Itu berarti alam itu bukan Tuhan. Alam itu adalah ciptaan. Allah itu adalah Allah atas alam itu. Jadi segala sesuatu yang ada di dalam alam ini, dan posisinya berubah menjadi Tuhan, maka kita sudah salah dari tujuan Allah mencipta.

2.     Tujuan = support bagi manusia untuk melaksanakan mandat budaya

Kej 1:26  Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Tujuan Allah mencipta adalah agar alam semesta untuk menjadikan pendukung bagi manusia untuk melakukan banyak hal antara lain mandat budaya. Mandat budaya itu adalah menguasai, memelihara alam, beranak-cucu dan memenuhi bumi. Bukan sekedar memenuhi bumi tetapi memenuhi bumi dengan orang-orang yang serupa dengan gambar dan rupa Allah (Kej 1:26). Tujuan itu tidak boleh hilang. Allah mencipta kita untuk mengemban budaya untuk menguasai yang lain (bukan dikuasai). Kalau hari ini kita dikuasai oleh hasil ciptaan manusia, hasil kreasi (kepintaran) manusia, itu sudah menyalahi tujuan awal Allah menciptakan alam. Ketika kita mengemban mandat budaya, tanpa melihat bahwa Allah menginginkan kita menguasai dunia melalui orang-orang yang mempunyai citra dan gambar Allah dan bila kita tidak melakukan tugas ini berarti kita sudah salah. Allah tidak mempunyai tujuan memenuhi bumi dengan manusia-manusia agar dunia tidak tertib tetapi Allah ingin dunia dipenuhi oleh orang-orang yang serupa dan segambar denganNya.

Alam ini menjadi jembatan (pendukung) dan wadah agar kita semakin mengenal dan dekat dengan  Allah. Namun hari ini kedua tujuan ini sudah diselewengkan. Alam sekaligus sebagai “penguasa” & “penghalang” antara manusia – TUHAN ALLAH. Manusia tidak lagi memakai alam sebagai sesuatu  yang dikuasai tetapi sebagai hal yang menguasai manusia. Alam tidak lagi mendekatkan manusia dengan Sang Pencipta tetapi malah menjadi penghalang yang membuat manusia semakin jauh dari Allah. Contoh : bunyi handphone yang akan mengganggu konsentrasi kita. Kita seolah-olah tidak bisa hidup tanpa barang-barang yang ada di sekitar kita. Kita seolah-olah tidak bisa hidup tanpa barang-barang yang kita buat. Allah boleh tidak ada, tetapi barang-barang ciptaan , kreasi , segala sesuatu yang melekat pada diri kita. Ini berbahaya. Itulah kondisi kita. Budaya juga produk alam yang diinjinkan Tuhan, bagaimana manusia hidup berelasi satu dengan lain. Bagaimana manusia memakai apa yang sudah disediakan oleh Allah, itu semua akan menunjukkan apakah itu menjadi sesuatu yang baik atau tidak.

Saya melihat  aplikasi Facebook beberapa hari yang lalu. Di suatu negara kulit hitam (Nigeria) ada budaya 2 hari bebas (free day), di mana mereka boleh bebas melakukan apa saja. Hari itu ditayangkan bebas untuk mengekspresikan kebebasan dari perbudakan (waktu itu mereka dijajah bangsa kulit putih). Mereka ekspresikan kebebasan dengan antara lain melalui pakaian yang paling sexy dan melakukan tarian yang paling sexy dan mereka boleh melakukannya di muka umum selama 2 hari dan 2 malam berturut-turut (Senin dan Selasa). Jadi konsepnya dalam rangkaian kebebasan manusia dari dosa yang dibuktikan melalui Yesus Kristus bangkit dari kubur, kebebasan (kemerdekaan) itu diawali dengan kebebasan mereka dari perbudakan pada hari Senin dan Selasa. Mereka melakukan hura-hura (bebas sebebasnya). Mereka memakai baju seadanya. Apakah kebebasan bentuknya seperti itu? Apakah Allah menciptakan segala sesuatu di dalam dunia itu seperti itu? Bagaimana dengan orang lain? Saya pernah membuka Youtube Mariah Carey saat mencari lagu natal (O Holy Night). Dalam bayangan kita, secara normal (wajar) lagu ini menggambarkan malam yang agung, hikmat. Penyanyinya pun kalau perempuan dia memakai dress panjang yang putih atau hitam. Kalau lelaki akan bagus sekali kalau memakai jas. Tetapi yang dikenakan dengan Mariah Carey hampir mirip dengan budaya orang hitam tadi (hanya dengan menggunakan baju bikini). Pakaian yang dikenakan dari atas sampai bawah seperti pakaian orang sedang pergi ke pantai, lalu ia menyanyi O Holy Night di auditorium yang besar. Semua orang kemudian bertepuk tangan. Saya tidak bicara modern atau tidak. Karena segala sesuatu harus berada dalam firman Tuhan. Bagaimana kita sendiri dengan hal-hal yang ada di sekitar kita? Apakah alam ini membuat kita jadi mendekat kepada Tuhan sebagaimana dikehendaki Allah agar alam menjadi pendukung relasi manusia dengan Allah ataukah sebaliknya.

Bagaimana dengan handphone? Apakah kita menguasai atau dikuasai Handphone? Sekarang anak sakit lalu ditulis di status “Anak saya sedang sakit dan hati saya sedih sekali. Tolong bantu doa ya” (digambarkan dengan emoticon). Tidak tahu apakah statusnya benar atau tidak. Status yang dibuat bisa saja untuk sharing. Tetapi bagi seorang mama yang anaknya sakit keras maka umumnya ia tidak punya waktu untuk membuat status. Kita coba membuat perbandingan relasi antar manusia dan relasi dengan Tuhan? Coba kita cermati hal tersebut agar jangan sampai terjebak. Anak muda bisa mengubah status 30 kali dalam sehari. Bagaimana orang ini bisa melakukannya? Dari HP-nya ia mengubah status. Ini orang hanya main HP saja, kalau jadi direktur orang ini bisa saya pecat (tidak perlu tunggu laporan hingga akhir bulan). Dari statusnya kita bisa mengetahui orang itu sedang melakukan apa. Saat sarapan saya terkadang menyampaikan status orang lain kepada mu shi. Mu shi sendiri jarang periksa status. Mungkin setengah tahun sekali baru ubah status.  Ada yang menulis status,”Pagi hari  saat bangun pagi, hati saya senang sekali. Saya sudah ingin sarapan yang enak. Tetapi pembantu saya membuat telornya menjadi gosong, saya menjadi sebal dengan pembantu-pembantu ini.” Dari statusnya, saya merangkainya. Mu shi hanya berkomentar,”Oh begitu ya? Jangan lihat besok lagi karena kamu sama saja dengan orang itu.” Intinya, orang ini tidak ada pekerjaan. Membuat status saja kerjanya. Apakah ia punya waktu dengan temannya? Kalau  temannya sedang sedih adakah waktu? Kalau istrinya sedang marah , apakah ia ada waktu untuk bertanya ? Pesan ditulis lewat WA lalu suruh orang lain membacanya. Misalnya suammi tulis pesan WA, “Kamu dari pagi begini-begitu” dan istrinya kemudian membalas. Tetapi saat bertemu berdua tidak bicara. Tidak ada komunikasi yang terjadi, semua diganti dengan alat-alat seperti itu. Untung saja mertua saya agak gaptek, tidak bisa curhat panjang lebar di WA. Yang dilihat kalimat pertama dan terakhir sehingga akhirnya kita harus bicara juga. Mama saya daripada capai baca SMS,  memakai  telpon saja berbeda dengan kita yang ingin cari yang murah meriah. Orang tua tidak peduli tapi dengan telpon sehingga pulsa habis. Hal ini bagus juga, karena mau tidak mau bicara langsung. Tujuan! Allah berdaulat dalam cara dan tujuan. Itu pasti ada sesuatu di balik itu untuk kita tetapi kadangkala kita meyalahgunakan.

B.    ALLAH BERDAULAT MEMAKAI ALAM SEBAGAI INSTRUMEN

Yesaya 13:13 Sebab itu Aku akan membuat langit gemetar, dan bumipun akan bergoncang dari tempatnya, pada waktu amarah TUHAN semesta alam, dan pada hari murka-Nya yang menyala-nyala.

1.     Tiang Awan & Tiang Api bagi Israel di padang gurung Sinai 40 tahun (api yang menghanguskan Sodom Gomora)
Yesaya 13:13 menceritakan nabi Yesaya berkata bahwa Allah akan membuat langit bergetar dan bumi bergoncang waktu Allah marah , murka Dia membuat alam ini takut terhadap kemahakuasaan Allah. Contoh : dalam perjalanan bangsa Israel ketika kelura dari tanah Mesir, Allah membuat alam menjadi instrument. Dia membuat nya menjadi alat yang baik dan indah supaya perjalanan berhasil, tiang awan dan tiang api. Di dalam Keluaran 13:21-22 dikatakan kalau siang Allah hadir dalam bentuk tiang awam meneduhkan hari yang terik di padang gurun sehingga mereka bisa berjalan dengan kekuatan demi kekuatan. Kalau malam Allah hadir dalam bentuk tiang api. Supaya gelap gulita di tengah padang gurun di mana bintang tidak bisa membuatnya sirna, Allah hadir dalam bentuk tiang api. Sehingga orang Israel tinggal melihat kemana tiang api berjalan, mereka akan berjalan ke mana. Tiang api ke kanan mereka berjalan ke kanan dan sebaliknya. Kalau tiang api berhenti mereka berhenti dan berkemah. Semua itu diapaki Tuhan. Siapa yang sanggup memakai awan? Tidak ada. Hanya Tuhan yang sanggup memakai ciptaanNya, untuk membantu ciptaan yang lain khususnya manusia. Tetapi Allah juga bisa memakai tiang awan dan tiang api untuk menjadi instrument yang menghanguskan Sodom dan Gomora . Ketika dosa tidak bisa lagi ditolerir oleh Allah. Allah itu Panjang sabar atas dosa yang dilakukan manusia. Kalau kita buat salah hari ini, Dia masih memaafkan. Kalau anak kita melakukan kesalahan 1-3 kali saya jewer, 4-6 saya gaplok, 7-9 kamu jangan ada di sini ,keluar. Tetapi Allah berapa kali kita buat salah, kita masih memberi kesempatan sampai kita berubah. Tetapi ada saatnya, ketika Allah tidak lagi tolerir lagi dengan dosa , dia memakain alam untuk menghanguskan ciptaan yang lain. ALkitab sudah memberitahukan kita pada Keluaran 19:24-29 Allah memusnahkan Sodom Gomora tanpa rasa sayang oleh karena dosa mereka.

2.     Air samudra menjadi BENTENG bagi penyeberangan di laut TEBERAU
Allah berdaulat menggunakan alam menjadi instrumen ketika menggunakan air samudra sebagai benteng bagi penyeberangan orang Israel di laut Teberau. Pada Keluaran 14:21 dikatakan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Jadi bukan sekedar selama 1-2 jam Allah menghembuskan angin dan membuat laut menjadi terbelah menjadi benteng, sehingga di atas tanah kering di antaranya orang Israel boleh berjalan sampai tujuan dengan selamat. Tetapi ketika Allah tidak berkenan orang Mesir menikmati apa yang Allah buat maka laut Teberau menjadi kuburan bagi orang Mesir. Allah tidak berkenan orang Mesir untuk mengejar orang Israel. Allah melindungi orang Israel dengan menggunakan kekuatan alam. Jadi Allah bisa juga menghancurkan dengan kekuatan. Tidak ada alam yang bisa berkata tidak kalau Allah sudah menghendaki. Ombak yang ganas dan angin juga tunduk ketika Yesus memerintahkan supaya diam. Memang ada kejadian spektakuler di mana ada hamba Tuhan tertentu dipakai Tuhan di dalam kondisi tertentu untuk bisa menghentikan hujan sebelum mereka melakukan KKR. Pdt. Stephen Tong pernah memberikan kesaksian tentang hal ini. Juga Alm. Pdt. Petrus Oktavianus pernah. Sebelum Pdt. Stephen Tong terkenal membangun GRII, di Indonesia Timur puluhan tahun lalu, yang banyak datang penginjilan adalah kelompok Pdt. Dr. Petrus Oktavianus. Pdt. Stephen Tong memberikan kesaksian ketika hujan dan angina ketika akan memulai KKR, dia berdiri dan berdoa sehingga berhenti. Hujan berhenti. Hari itu banyak orang Ambon dan orang di sekitar  yang bertobat. Juga banyak hamba Tuhan yang lain dan Tuhan bisa memakainya.

3.     Ombak ganas dan angin tunduk saat Yesus memerintah ( Tsunami sebagai bencana dunia kita )
Sewaktu Yesus berdiri di atas perahu dan berkata, “Hai ombak tenanglah! Diamlah!” Maka kitab Markus mencatat, ombak dan laut pun menjadi tenang. Siapa yang bisa mengatakan ke alam untuk tenang dan diam? Tidak ada! Ketika Allah memakai alam untuk mendidik dan mengajar , kita hanya bisa pasrah dan terima. 26 Desember 2004, ketika Tsunami melanda, itu seperti kiamat kecil. Tidak ada yang bisa menahan kekuatan alam, kecuali sang pencipta Alam.

C.   ALLAH BERDAULAT UNTUK MENGHANCURKAN DAN MEMBENTUK ULANG ALAM
Wahyu 21 : 1-8
1   Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.
2  Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
3  Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
4  Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
5  Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
6  Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
7  Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
8  Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Allah berdaulat untuk menghancurkan dan membentuk ulang alam. Wahyu 21:1-8 (kitab terakhir) bicara tentang kedatangan Yesus kedua kali. Saat datang kedua kali, apa yang terjadi? Aku melihat langit dan bumi yang baru. Langit dan bumi yang lama sudah tidak ada lagi.

Ayat 1-2 Parousia = Kristus datang di kedua kali (Christ's Second Coming). Ini hal yang pasti walau kita tidak tahu kapan tepatnya. Waktu Dia datang, Dia akan memusnahkan bumi dan langit lama dan membuat bumi dan langit yang baru.
Ayat 3-6 Allah yang melakukan itu semua karena Dia adalah yang awal (alfa) dan yang akhir (omega).
Ayat 7 dinikmati oleh org yang “MENANG”.    Kita saat ini sedang berlomba, bertarung,       berjuang – jangan lengah, santai,    cuek tetapi harus SIAGA. Ayat 8 Hari kecelakaan bagi yang KALAH yang tidak hidup dalam Anugrah yang Allah sediakan, menolak percaya Kristus dan Firman Nya
Ayat 7-8, membuat kita mengingat satu hal bahwa bumi yang baru dan langit yang baru dan hidup yang kekal , hanya bisa dinikmati oleh orang yang menang. Tetapi hari itu akan menjadi hari celaka dan kesesakan bagi orang yang kalah. Siapa orang yang menang dan kalah? Hidup di dunia ini seperti sedang berlomba, berjuang, bertarung dalam satu arena yang ganas. Hanya orang yang bertarung dan berjuang, maka hari kedatangan Kristus menjadi hari yang luar bisa. Tetapi bagi orang tidak berjuang, berlomba, bertarung maka hari itu menjadi hari keelakaan, hari di mana Allah memusnahkannya.

Kesimpulan

1.     Jika Allah mau memakai alam, maka terlebih lagi ia mau memakai kita. Karena kita merupakan ciptaan tertinggi di antara ciptaanNya. Kita diberikan akal budi dan segala kelebihan. Allah mau memakai kita walau kita banyak juga kekurangan dibandingan ciptaan dan hewan lain. Hewan hanya mempunyai insting. Itu semua karena Allah sudah punya tujuan. Ia memakai kita di kantor, rumah tangga kita. Kalau kita jadi politikus Dia memakai kita di partai politik kita. Kalau kita menjadi orang yang menjabat di kantor, dia akan memakai kita di manapun, termasuk di gereja. Di mana tempat Allah ingin memakai kita?
2.     Alam hanya mau tunduk kepada Sang Pencipta. Maka kita pun hanya boleh, bisa dan harus tunduk pada Pencipta kita bukan pada ciptaan yang lain tetapi kepada Sang Pencipta di atas ciptaanNya.
3.     Allah memegang alam semesta. Ketika masalah yang tidak bisa kuasai, (kita tidak bisa menguasai alam ini), masalah kita seperti ombak yang ganas yang siap membuat kita terkapar , mati dan tak berdaya, hanya Tuhan yang bisa menolong kita. Jadi kita bersyukur  mempunyai Allah yang berdaulat atas alam. Kalau Allah tidak menjaga dunia ini, maka kita semua bisa musnah.

Penutup

Kalau Allah tidak menjaga, planet bumi ini terus berputar dalam rotasi yang benar dan gaya gravitasi yang baik kita bisa membayangkan kita akan menjadi apa.
Bumi selalu berputar dalam gerakan konstan. Meski begitu, seluruh mahluk hidup tak bisa merasakan putaran tersebut. Banyak dari kita yang tidak menyadari betapa banyak kehidupan sangat bergantung pada rotasi bumi. Rotasi bumi itulah yang menimbulkan keadaan siang dan malam. Bumi berotasi dengan kecepatan 1.600 km/jam. Sejarah menunjukkan, rotasi bumi melambat 2 detik tiap 100 ribu tahun. Eksperimen ini mempercepat perlambatan itu untuk melihat efeknya pada kehidupan di bumi sebesar 1 km/jam per hari. Perlambatan hingga berhenti total dirancang memakan waktu 5 tahun. Berikut adalah hal-hal yang akan terjadi jika bumi berhenti berputar (sumber : http://www.apakabardunia.com/2014/06/hal-hal-yang-terjadi-jika-bumi-berhenti.html) :

1.   Kekacauan Navigasi Pesawat
Satelit ikut berputar di atas bumi menyesuaikan dengan waktu di darat. Perlambatan rotasi bumi menyebabkan satelit keliru memposisikan pesawat, dan pesawat akan mendarat di tempat yang tidak seharusnya. Dengan kata lain, akan terjadi banyak kecelakaan pesawat terbang. Penerbangan hanya digunakan untuk yang penting-penting saja. Penumpang dipaksa mencari alternatif transportasi. Akibatnya, kereta api, kapal laut, dan bus penuh sesak.
2.   Pertambahan durasi hari
Perlambatan rotasi bumi menyebabkan perpanjangan hari. 1 hari bukan 24 jam lagi, tapi akan bertambah menjadi 28 jam setelah 5 bulan. Jam sudah tidak bisa diandalkan lagi.
3.   Bumi Menjadi Tidak Bulat Sempurna
Rotasi bumi membuat bumi tidak bulat sempurna tapi agak lebar di khatulistiwa karena putarannya. Yang melebar adalah laut yang terkumpul di khatulistiwa.
4.   Banjir dan Kekeringan
Kalau rotasi melambat, laut akan mengalir ke kedua kutub yang menyebabkan banjir di Eropa dan surut di khatulistiwa termasuk Indonesia.
5.   Naiknya Tekanan Udara
Bukan cuma laut, udara bakal mengalir ke khatulistiwa dan menyebabkan naiknya tekanan udara. Paru-paru kita di Indonesia bisa pecah menghirup udara seperti itu. Sebaliknya, di belahan bumi utara dan selatan sudah seperti tinggal di gunung, udaranya tipis. Anak-anak dan orang tua akan merasa tersiksa.
6.   Terganggunya Kehidupan Flora & Fauna
Hewan yang bermigrasi akan kebingungan dengan hari yang terus bertambah panjang dan akhirnya mati kepanasan atau kedinginan. Tanaman juga tersiksa dengan terik matahari yang lebih panjang dari pada biasanya dan juga oleh dinginnya malam yang panjang.
7.   Aktivitas Geologi Bertambah Ekstrim
Gempa bumi dan gunung meletus di lokasi yang biasanya aman. Penyebabnya adalah gesekan yang timbul oleh lapisan-lapisan bumi yang perlambatannya berbeda-beda.
8.   Melemahnya Medan Magnet Bumi
Putaran inti bumi menghasilkan medan magnet yang melindungi bumi dari radiasi matahari. Tapi kalau sudah melambat, medan magnet ini akan melemah dan radiasi matahari bebas masuk dan membuat kanker kulit pada manusia.
9.   1 Hari = 13 Hari Normal
Setelah melewati masa 4 tahun, 1 hari menjadi sama dengan 13 hari normal. Semua manusia mengalami jet lag permanen, tidak bisa tidur karena masih terang. Eropa, Amerika selatan, dan Afrika bagian selatan akhirnya tenggelam total.
10. Munculnya Benua Baru
Di khatulistiwa, muncul benua baru dari surutnya laut. Sumatera, Jawa, dan Kalimantan terhubung oleh dangkalan Sunda, sedangkan Papua dan Australia terhubung oleh dangkalan Sahul. Orang-orang berbondong-bondong pindah ke tanah baru yang tidak banjir dan masih bisa bernafas lega. Kapal laut kandas ke dasar laut yang kering.
11. Cuaca Menjadi Sangat Ekstrim.
Karena sinar matahari berlangsung lama, maka badai bisa berlangsung berminggu-minggu lamanya.
12. Satu Hari Sama Dengan Setahun
Akhirnya setelah 5 tahun, bumi berhenti total tapi masih berevolusi (mengelilingi matahari). 1 hari = tahun, terdiri dari 6 bulan siang yang bisa mencapai 50 derajat celsius dan 6 bulan malam yang suhunya sampai -50 derajat celsius (lebih dingin daripada kutub sekarang).
13. Hancurnya Populasi Manusia
Jumlah manusia yang tewas mencapai 6 miliar orang (hampir semuanya). Mungkin ada sedikit orang yang pindah ke daerah yang tidak kebanjiran dan tekanan udaranya nyaman. Kutub bakalan malam sepanjang tahun. Banyak juga tanaman dan hewan yang punah.

Itu berdasarkan ilmu pengetahuan. Tidak ada manusia yang bisa menaklukkan alam. Hanya Tuhan yang bisa dan Allah bisa memakai alam. Jadi jangan kita gantikan Allah dengan ciptaanNya.