Monday, April 29, 2019

Kebangkitan Kristus Menguatkan Iman Murid-Murid

Ev. Putra Waruwu

Yohanes 20:24-29
24  Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
25  Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
27  Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
28  Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
29  Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Pendahuluan

              Bagaimana kebangkitan Kristus menguatkan iman murid-muridNya? Kalau minggu-minggu sebelumnya kita belajar garis besar apa yang telah Allah lakukan, tanpa memandang kepada semua manusia yang berdosa. Itu berlaku bagi setiap kita yang mau merespon akan anugerah penyelamatan Allah. Tetapi pagi ini kita diajak melihat bahwa kebangkitan itu menguatkan iman murid-muridNya. Murid yang dimaksudkan adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan, jadi bukan untuk orang kafir (orang luar). Tetapi saya dan bapak-ibu yang sudah ada di dalam Kristus disebut murid. Firman pagi ini memang khusus untuk kita yang sudah ada di dalam Kristus. Sudahkah kebangkitan itu menguatkan iman kita atau malah sebaliknya melemahkan iman kita?
              Ada lirik dari pujian “Dalam Yesus” (Edward Chen) yang  berbunyi , “Ajaib kau Tuhan penuh kuasa. Sanggup pulihkan keadaanku.” Ajaibnya Tuhan memulihkan hidup kita. Pertanyaannya : apakah ajaibnya Tuhan sanggup menguatkan iman kita? Untuk memulai khotbah ini ijinkan saya mengajukan pertanyaan sederhana :
1.       Kapan terakhir kali kita merasa paling sedih?
2.       Kapan terakhir kali kita merasa paling bahagia (senang)?
3.       Kapan terakhir kali kita merasa semuanya biasa-biasa saja.

Sebelum datang ke gereja hari ini bagaimana perasaan kita? Ada sukacita atau banyak beban atau biasa saja? Sekedar ibadah, menyanyi , mendengar firman lalu pulang? Ini situasi perasaan kita. Setiap mansuia dianugerahkan perasaan, dan perasaan tidak selalu sama. Adakalanya kita berjuang dengan kesedihan, kegirangan adakalanya kita merasa semuanya biasa-biasa saja (tidak ada sesuatu yang baru).
              Murid-murid adalah mereka yang merasa sedih ketika Yesus disalibkan, tercerai-berai saat Yesus ditangkap. Tidak ada murid yang mengaku menjadi murid Yesus saat ditangkap. Semua menyelamatkan diri. Murid-murid Yesus adalah murid-murid yang bertanya-tanya ketika melihat kubur Yesus kosong, memikirkan bahwa jasad Yesus dicuri orang, bersukacita ketika melihat Yesus yang hidup kembali, ketika mereka semua biasa-biasa saja. Hari ini sebutan murid-murid itu berlaku untuk kita.

Uniknya Kebangkitan Yesus Kristus

              Sedikit saya mengulas dari apa yang dipelajari beberapa minggu lalu tentang kematian dan kebangkitan Kristus. Adalah penting untuk memahami bahwa kebangkitan Kristus adalah unik, berbeda bila dibanding dengan kebangkitan orang sebelum dan sesudah zaman Yesus. Disebut unik karena beberapa alasan yakni :
1.   Kebangkitan Yesus Kristus berkaitan dengan salib, penderitaan, penganiayaan dan pengorbanan
2.   Tuduhan yang disampaikan kepada Yesus sebelum Ia disalib adalah salah. Sebab apa yang disampaikan / dituduhkan Imam Besar ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.
3.   Yesus tidak dibangkitkan oleh manusia.
Lazarus dibangkitkan oleh Yesus. Beberapa tokoh Perjanjian Lama dibangkitan oleh nabi. Tetapi Yesus bukan manusia yang membangkitkanNya. Karena Ia adalah Allah sendiri  yang membangkitkan dari antara orang mati.
4.     Pernyataan kepada kita bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamat yang hidup. Pilatus bertanya,”Engkaukah raja orang  Yahudi itu?” dan dijawab oleh Yesus, “Engkau sendiri yang mengatakannya”. Ini sebuah pernyataan yang disampaikan melalui pertanyaan. Pertanyaan yang menimbukan pernyataan. Adalah benar kalau percaya kepada Yesus, maka kita tidak salah memilih Juruselamat, karena kita memang ada dalam kebenaran itu.

Untuk melihat kebangkitan itu menguatakan iman para murid, ada beberapa yang bisa direnungkan :

1.     Kebangkitan Kristus membawa pembebasan yang besar bagi murid-murid baik kali itu, saat ini dan di masa mendatang.
Membawa pembebasan karena ada 2 keadaan yang berbeda sebelum dan sesudah kebangkitan Kristus. Sebelum Yesus bangkit, murid-muridNya ketakutan sehingga mereka berkumpul dalam satu rumah. Karena bisa saja dituduh mereka menculik dan menyembunyikan mayat Yesus. Sehingga takut adalah hal yang lumrah. Itu kenyataan saat itu. Mereka bersekutu dengan situasi yang tidak nyaman. Tetapi setelah bangkit, Yesus memberikan mereka damai sejahtera. Saat menampakkan diri, Yesus berkata, “Damai sejahtera bagi kamu”. Itu peneguhan sukacita dan pernyataan pengharapan yang diberikan kepada murid-muridNya yakni damai sejahtera (suatu sukacita, keadaan hati yang boleh tenang bersama dengan Tuhan). Murid-murid dipulihkan dari takut menjadi tidak takut, dari yang tidak berani menjadi berani, dari yang menutup diri menjadi berani membuka diri. Inilah pembebasan yang Yesus berikan kepada murid saat itu. KebangkitanNya menyatakan kuasa yang Ia miliki.
Ada 1 murid Yesus yang tidak percaya yaitu Tomas. Sehingga ada ungkapan bagi orang yang tidak percaya disebut, “Dasar lu Tomas!”. Tomas berkata, “Aku baru percaya setelah melihat” tetapi di akhir kisah , ia tidak memegang Yesus. Yesus hanya memperlihatkan dan ia sudah menjadi percaya. Inilah pembebasan yang Tuhan berikan. Dari yang tidak percaya menjadi yakin, bahwa Yesus sudah bangkit. Seberapa kita yakin bahwa Yesus benar-benar bangkit? Sekarang banyak pengajaran yang mengatakan bahwa Yesus tidak bangkit. Momen kebangkitan Yesus semakin menguatkan atau malah melemahkan iman kita? Kebangkitan Yesus membuat orang-orang percaya , murid-murid saat itu memiliki kerohanian yang hidup di hadapan Tuhan. Mereka memiliki iman, pengharapan dan kasih karena Kristus ada bersama dengan mereka. Mereka bertambah sukacita saat Yesus menampakkan diri. Ketika Yesus datang, Ia ikut makan. Yesus meminta roti dan ikan (goreng) untuk membuktikan bahwa Ia benar-benar hidup. Mungkin ini sederhana tetapi itu bukti bahwa Yesus adalah nyata dan benar. Terlebih lagi Ia berkata, “Damai sejahtera bagi kamu”. Inilah suatu janji dan peneguhan yang diberikan Tuhan.
Saat perayaan Paskah Sekolah minggu lalu dibagi 2 kelas untuk firman, yakni kelas besar dan kelas kecil. Untuk kelas yang besar berupa KKR dan saat itu ada formulir  yang harus diisi para anak sekolah minggu. Dari 49 formulir yang diisi ada 1 anak yang cukup membuat saya terharu dan memberi perhatian kepadanya. Di dalam doanya ia menulis, “Tuhan terima kasih karena Tuhan sudah mengampuni saya. Tetapi saya punya satu permintaan. Tuhan tolong sembuhkan penyakit autis parah saya!” Ia tahu bahwa ia menderita sakit autis. Ketika membacanya, saya merenungkan sebentar apakah saya akan seperti anak ini yang meminta pembebasan dari Tuhan? Ia bukan dari kelas sekolah Minggu di sini namun saya mengenalnya. Ia jujur di hadapan Tuhan. Ia meminta pembebasan dan hanya Tuhan yang mampu membebaskannya. Sekalipun kita kuat, pintar dan melakukan segala sesuatu, namun tanpa Tuhan semuanya sia-sia. Bersama Tuhan kita menjadi kuat dan mampu. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah dibebaskan dan dikuatkan dengan berita kebangkitan Kristus?

2.       Kebangkitan Kristus memberi kepastian iman dan tujuan hidup

Yesus berkata, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup.” Suatu janji, pengharapan, bukan saja impian, tetapi suatu pandangan di masa mendatang, setelah selesai di dunia ini kita akan jelas dan pasti akan kemana. Yesus menjanjikan itu. Kita juga akan mengalami kebangkitan. Maka dalam Pengakuan Iman Rasuli ada kalimat, “Kebangkitan orang mati”. (digunakan istilah “kebangkitan tubuh” atau dalam vesi yang lama dikatakan”kebangkitan daging”). Itu adalah kebangkitan orang mati. Kita akan dibangkitkan, dijemput dan disongsong. Tetapi yang sulung dari yang dibangkitkan adalah Kristus. Yesus mengawali kebangkitan itu. Setelah Ia bangkit mengalahkan maut, maka kita pun turut dibangkitkan nanti. Kita yang sudah memiliki kepastian iman di dalam Krsitus harus tetap berpegang di dalam kepastian itu. Kepastian itu harus mampu mengubah kehidupan kita. Kepastian itu harus bisa membawa diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Sebelum dan sesudah mengenal Yesus harus ada perubahan yang nyata, walaupun kita berada di tengah-tengah krisis iman yang meyulitkan.
Tomas ketika Yesus menampakan diri kepada murid-muridNya, tidak ada. Ada penafsir Alkitab yang mengatakan bahwa Tomas sengaja menjauhkan diri dari kumpulan para murid (mungkin malu). Sehingga ketika Yesus muncul, ia tidak ada. Murid-murid Yesus yang lain berkata, “Ya, Yesus bangkit!” Ketika Tomas masuk disampaikan bahwa benar Yesus bangkit ia menentangkannya dengan alasan yang ia sampaikan. Terkadang dalam hidup , kita menuntut bukti yang nyata dan bisa dipegang, dilihat dan menyakinkan kita bahwa hal itu benar. Misal untuk memastikan uang kertas denominasi Rp 100.000 itu asli atau tidak, kita harus melihat, menerawang dan merabanya. Kalau Sdr. Aldin yang tidak bisa melihat dengan meraba saja dia bisa tahu. Sebelum khotbah, saya bertanya kepadanya,”Bagi kamu apa makna kebangkitan Kristus?” Ia menjawab,”Tuhan memulihkan hidup saya”. Saya bertanya lagi,”Seperti apa?” Dia menjawab lagi,”Saya bisa memberi pengampunan kepada orang-orang di sekitar saya”. “Mengapa kamu harus memberi pengampunan?” “Karena saya bergumul dengan perasaan dan dendam yang saya miliki”. Itulah kepastian di dalam Tuhan .
Hidup kita harus diubahkan. Kalau orang berkata dan mengingatkan , jangan buru-buru menolak mentah-mentah, tetapi terima dan dengarkan dahulu. Mungkin Rasul Tomas seperti itu, sewaktu yang lain menjelaskan ia menolak percaya. Dengarkan dulu menjadi pendengar yang yang baik. Sebelum berespon, pikirkan terlebih dulu. Jangan sampai kita malu karena salah. Rasul Tomas pernah berada di posisi demikian. Mungkin di antara kita ada yang seperti demikian. Kita belajar mengoreksi hati di hadapan Tuhan. Akibatnya apa? Tomas tidak mengalami sukacita kebangkitan Tuhan seperti murid-murid lain karena penolakan diri. Tetapi ketika Yesus menampakkan diri kepadanya, baru ia berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Maka Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang tidak melihat tapi percaya” yaitu kita. Kita tidak melihat kebangkitan Tuhan Yesus, kita modalnya percaya. Dan percaya itu hanya Tuhan yang bisa memberikannya. Terlepas ketika kita belajar dan membaca (semua kita tahu) tetapi kalau nurani tidak disentuh dan hati tidak diubahkan maka semuanya akan sia-sia. Tuhan yang membuat kita berani berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku” sama seperti Tomas.
Dalam persiapan Jumat Agung dan Paskah kemarin, saya  bersama Sdri. Ervina dan Sdr. Jackson diminta untuk menjadi panita. Ada 2 ibadah besar yaitu Jumat Agung dan Paskah. Saya pilih orang-orang yang akan melayani dan mereka bersedia. Latihan sudah jelas. Tapi Tuhan mengijinkan saya bertemu dengan suatu situasi. Saya dan laoshi Irene memikirkan siapa yang akan dilibatkan. Kalau pada ibadah Jumat Agung semuanya pemuda, sedangkan pada ibadah Paskah saya teringat Sdri. Santi, Sdri. Feli, Sdr. Santo dan Sdr. Kevin. Semua dihubungi dan semuanya bersedia jadi singer. Tetapi setelah itu terbentur dengan waktu. Selanjutnya susah mencari waktu latihan yang sesuai. Setelah itu bergumul dengan lagu-lagunya yang dikatakan sulit. Nada lagunya tinggi-tinggi. Jadi saya berkonsultasi dengan pemusik, “Bagaimana kalau nadanya diturunkan?”  Tapi dikomentari,”Tidak enak”. Jadi yang lain harus mengikuti (belajar). Minggu depannya ada lagi pergumulan lain. Ada penatalay yang minta dieliminasi dalam waktu yang sudah singkat. Saya minta tolong ,”Jangan. Jangan. Kita sudah latihan” sehingga akhirnya ia tetap latihan. Minggu depannya lagi ada yang satunya lagi juga minta dieliminasi. Sehingga akhirnya saya berkata,”Kalau ada  yang mengundurkan diri, maka saya tidak akan minta digantikan.” Saya tidak tahu keberanian mengatakan hal itu dari mana. Akhirnya ia berkata, “Ya saya akan coba” sehingga pada akhirnya semua pelayanan berjalan dengan baik. Sampai saat ini, saya bergumul tentang hal ini, saya berkata, “Tuhan Kau sungguh luar biasa!” Kalau Tuhan yang memampukan dan memberikan kekuatan maka kita bisa. Ada kemampuan yang diberikan, namun kita tidak peka dengan kemampuan itu. Kita lemah tapi jangan biarkan dengan kelemahan yang dimiliki tapi pandanglah Yesus. Ketika ia berkata, “Pandanglah Yesus” Ia memampukan kita untuk melayani. Inilah kepastian yang Tuhan berikan.”

3.       Kebangkitan Kristus mengubah kehidupan kita.

Tuhan Yesus dengan penuh kasih Tomas untuk mencucukkan tangannya. Tapi Tomas tidak melakukannya. Ia hanya berkata,”Ya Tuhan dan Allahku”. Ini bukti, Yesus tetap mengasihi Tomas  yang ragu-ragu dengan imannya. Ia tetap mempedulikan Tomas sekalipun dengan ketidakpercayaannya. Tuhan Yesus tetap mau merangkul Tomas walaupun ia berkata, “Kalau aku tidak melihatNya, maka aku tidak percaya” seakan-akan sedang menentang Tuhan. Tuhan Yesus tetap mengasihi Tomas. Kapan iman kita bisa turun naik di dalam hidup  kita? Kapan keyakinan kita boleh tetap percaya kepada Tuhan tanpa ragu? Kapan iman kita bisa turun dan mungkin sedang meragukan Tuhan di dalam hidup kita? Kita adalah manusia dan kita harus jujur akan Allah. Kristus yang telah bangkit menampakkan diri pada murid-muridNya dan menguatakan iman mereka, memperbarui hidup mereka, mengubah pola pikir mereka dan mempersiapkan mereka untuk pergi menjadi saksi-saksinya di seluruh dunia. Itu tugas yang Tuhan berikan ketika Ia berkata, “Damai sejahtera bagi kamu”. Ada tanggung jawab lebih dan tugas. Pernyataan damai itu kekuatan bagi para murid. Yang diubahkan adalah semua murid. Rasul Petrus  yang pernah menyangkal Yesus diubahkan menjadi pengkhotbah yang besar dalam dalam sekali waktu pernah berkhotbah ia menobatkan 3.0000 orang. Berubah hidupnya. Tomas dan juga murid-muridNya yang lain, kecuali Yudas Iskariot karena sudah mengakhiri hidupnya. Tetapi murid yang lainnya menjadi martir karena mati dengan iman mereka bersama dengan Tuhan. Saulus diubah menjadi Paulus. Dalam surat Paulus banyak bicara tentang anugerah dan anugerah semata. Itu artinya anugerah yang mengubahkan hidupnya.
Seberapa lama kita sudah menjadi Kristen? Berapa lama kita sudah menjadi percaya? Adakah iman kita turun naik, stabil atau sama sekali kita tidak beriman ? Hanya sebatas beragama saja. Para murid Yesus yang menyaksikan Yesus telah bangkit, mendapati iman mereka semakin kuat dan diteguhkan (dikokohkan). Setelah itu mereka berani keluar dan mulai menceritakan Yesus  yang telah bangkit, walaupun mereka harus berjuang dengan tantangan yang datang dari pemerintah Romawi. Setelah Yesus bangkit, murid-murid berkata, “Yesus adalah anak Allah”. Saat itu yang disebut Anak Allah atau anak dewa hanyalah mereka yang menjabat sebagai kaisar Romawi saat itu. Itu artinya bertentangan  ketika para murid keluar dan berkata,”Yesus adalah Anak Allah”. Tetapi kebangkitan itu mengubah mereka. Bagaimana dengan kehidupaan kita? Kristus yang sulung dibangkitkan dari antara orang mati. Perubahan yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Artinya kita harus bisa meng-upgrade diri kita seperti aplikasi dari handphone yang harus di-upgrade. Kalau belum di-upgrade akan diberi notifikasi Setrelah itu berarti aplikasi tambah baik. Kehidupan kita juga harus di-upgrade menjadi lebih baik, itu yang Tuhan tuntut dalam kehidupan kita.
Bagaimana hidup kita bisa berubah? Salah satunya dengan belajar Firman, mendengar firman Tuhan, hati yang memang mau berubah. Kalau keras hati kita akan sulit berubah. Kalau kita keraskan hati, maka Tuhan akan mengubahkan dengan cara yang lebih sulit juga sehingga kita merasa kesakitan ketika diubahkan oleh Tuhan. Tetapi murid-murid saat itu mau diubahkan oleh Tuhan dengan lembut.

Penutup

Pada hari Jumat lalu dalam persekutuan usia indah, para ayi membuat tulisan dengan menggunakan kuas, “Yesu ai wo” atau “wo ai Yesu”. Ada seorang ayi yang menepuk lengan saya dan meminta saya duduk. Lalu ia membuka tasnya dan mengeluarkan dompet kecil serta mengeluarkan kertas kecil putih. Ia langsung memberikan kepada saya  dan meminta saya membacanya. Saya pun membacanya dan ternyata itu adalah pertanyaan teologis. Saya bertanya ,”Darimana pertanyaan ini?” Ayi ini kemudian menjawab,”Saya belajar, membaca dan menulis apa yang tidak saya mengerti.” Saya terharu mendengar ucapannya. “Cuang dao tolong saya untuk mengerti pertanyaan-pertanyaan ini. Pertama, bagaimana engkau bisa mengenal kehendak Tuhan dalam kehidupan anda? Bagaimana sikap anda ketika banyak hal terjadi dalam hidup anda? Apa karakteristik yang paling menonjol dari Yesus?” Setelah itu saya berdiskusi, bercerita akhirnya saya bertanya apakah ia mengerti dan  ia pun mengangguk dan berkata bahwa ia mengerti.
Dari beliau saya belajar salah satu yang dapat membuat kita berubah adalah dengan belajar dan dengan membaca. Apa yang kita dapatkan , kita pertanyakan kalau kita mengerti. Apa yang kurang kita yakini kita tanyakan agar iman kita makin jelas. Iman makin jelas dan terang, kepercayaan kita makin diteguhkan. Kita harus diubahkan hidupnya supaya serupa dengan Allah. Tentunya di dunia ini, kita banyak mengahadapi tantangan seperti ketidakadilan. KIta harus berjuang dengan orang-orang yang curang di sekitar kita. Mungkin di tempat pekerjaan ada orang-orang yang memanipulasi banyak hal atau kita sendiri yang melakukan kecurangan tersebut. Kita harus berjuang dengan ketidakadilan dan budaya. Apakah kita bisa membangun budaya kekristenan dalam pekerjaan kita? Apakah kita bisa memikirkan satu hal dengan konsep pemikiran kerajaan Allah? Dalam ibadah pasutri Jumat kemarin, kita diajar mengatur keuangan di dalam keluarga. Kesaksian pembicaranya sangat memberkati. Semua harus diatur dengan konsep kerajaan Allah bukan kerajaanku. Inilah perenungan dari bagian ini. Segala sesuatu yang harus dipikirkan harus dipikirkan berdasarkan kebenaran Allah. Kalau memang Kristus bangkit dan menguatkan iman kita, kita berani harus berkata, “tidak” untuk hal-hal yang Tuhan tidak senangi. Ketiga, kita harus berjuang dengan  penginjilan sama seperti para murid. Mereka harus keluar dan bertemu banyak budaya, dengan kultur , Tuhan memampukan mereka.
Hari ini kita ditantang dengan hal demikian. Mari bersama menikmati anugerah kebangkitan Kristus yang memampukan kita. Bukan hanya pada pengajaran Kristus kita berharap, bukan hanya pada mujizat Kristus kita percaya, bukan hanya pada apa yang Yesus karyakan kita bisa meyakini bahwa Ia adalah Juruselamat, tetapi yang paling penting adalah yang membuat kita percaya adalah Dia yang adalah Tuhan. Semua yang Ia karyakan hanyalah pembuktian bahwa Ia adalah Allah. Tetapi yang lebih dari itu, Dia-nya y ang harus kita percayai. Karena Dia yang menciptakan kehidupan kita. Apakah kebangkitan Kristus telah menjadi penghiburan bagi kita? Apakah yang masih sangat membebani hidup kita sampai saat ini? Apakah yang mungkin menjadi pergumulan, isi hati , doa , pengharapan yang mungkin belum dijawab sampai hari ini? Mungkin ada yang tengah bergumul di kehidupan keluarga, berjuang dengan kehidupan ekonomi atau relasi, tetapi janji pembebasan dari Tuhan menjadi bagian dari iman kita. Ada sebuah lagu himne “Hai Bangkit Bagi Yesus” (Stand Up, Stand Up for Jesus, George James Webb, 1837) yang liriknya berbunyi, “Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji Raja dan jangan menyerah” sebab kita masih ada di dunia. Sukacita kebangkitan itu akan selalu memampukan kita untuk hidup menjadi lebih baru. Kalau Kristus mau mentransformasi kehidupan kita maka kita harus siap ditransformasi. Kalau Kristus mau mengubah hidup kita, maka kita harus mau diubahkan sesuai dengan cara dan stragegi Tuhan. Sebagai keluarga di tempat ini, kita boleh berjalan bersama dalam iman, kepercayaan kita kepada Tuhan. Jangan hanya saat Paskah dan Jumat Agung tiap tahun hanya sebatas perayaan saja, tetapi ambillah setiap pesan dan makna  dari apa yang sampaikan kepada kita. Amin.

Saturday, April 20, 2019

Must The Savior Die?



Pdt. Djinarko Andrew

Pendahuluan

              Seluruh dunia saat ini memperingati Jumat Agung. Berkenaan dengan hal ini ,di Israel juga dirayakan Paskah. Dari dahulu saat Paskah di sana terjadi penyaliban Kristus. Kita tahu bahwa Kristus datang ke dunia untuk menggenapi seluruh hukum Yahudi karena hukum Yahudi tidak mampu dilakukan oleh manusia. Seluruh hukum Taurat tidak mampu menyelamatkan manusia. Kalau kita melihat beberapa kejadian penting pada Kejadian 3: 15 Tuhan Allah berkata kepada ular, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Itulah karya di atas kayu salib. Salib bukanlah kebetulan. Kalau kita mempelajari tentang salib, saya pernah ditanya seorang anak muda. “Om saya ingin bertanya, ‘mengapa orang Kristen itu disimbolkan dengan tanda salib?’ Apakah karena Kristus mati di kayu salib?” “Betul”, jawab saya. Lalu ia bertanya lagi,”Kalau Yesus mati diclurit apakah berarti lambangnya jadi clurit?” Itu pertanyaan yang membuat saya belajar apa maksudnya.
Saya sudah membaca bahwa salib adalah hukuman bangsa Romawi yang paling kejam di antara hukuman yang ada. Kalau pernah mempelajari ada hukuman gantung, maka itu termasuk enak. Karena begitu digantung maka beberapa menit kemudian orang yang digantung akan langsung mati.  Hukuman pancung juga enak karena orang yang dipancung cepat matinya. Hukuman listrik bahkan lebih cepat lagi. Sedangkan hukuman Garibaldi agak jahat karena satu  cm demi satu cm masuk ke dalam leher. Tetapi hukum salib, sangat kejam sekali. Setiap kaisar memberikan cara hukuman yang berbeda-beda. Salib tidak selalu seperti ini (huruf T), ada yang berbentuk huruf X dan ada yang terbalik.
              Mazmur 103 : 11-13 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;  sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.   Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Di atas kayu salib dikatakan ‘berciuman’ antara keadilan Allah, kasih Allah dan hukuman Allah. Salib itu merupakan tanda dan lambang kebangganan sekarang. Dulu salib merupakan lambang hukuman yang berat. Dulu tentara Romawi menghukum orang berdosa dengan menggunakan cambuk yang memiliki jumbai-jumbai sejumlah 20-25 dari kulit onta yang dipilin dengan ujungnya berupa mata kait, tulang binatang dan besi. Ketika Yesus dihajar seperti itu dengan 39 kali cambukan, lalu ditarik maka akibatnya mengerikan. Beberapa waktu viral di Tiongkok , ada yang jatuh di kendang singa sehingga disobek-sobek  sampai terlihat tulangnya. Kalau melihat hal itu kita berpikir,”Siapakah aku ini sesungguhnya? Aku tidak layak!  Tetapi Dia melayakkan aku!”
              Fragmen yang dilihat tadi menggambarkan seorang bapak dunia saja mengasihi anaknya dengan berani berkorban memberikan matanya agar anaknya bisa hidup dan melanjutkan kehidupannya. Tuhan terlebih lagi. Yoh 3:16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ayat itu harus kita perhatikan dan kaji. Kasih Allah diberikan kepada  dunia yang sudah bobrok ini. Tidak mungkin manusia dikasihi seperti itu karena manusia sudah bobrok. Kenapa Yesus perlu datang, bukankah cukup dengan selamatkan saja? Memang bisa, tetapi tidak bisa karena status dari Tuhan dengan karakterNya yang kasih dan suci. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Kalau dengan kasih diselamatkan maka  Dia tidak adil. Kalau semua dihukum maka Ia tidak adil. Antara kasih dan keadilan, harus berjalan seimbang. Kasih dan suci tidak bisa dipisahkan tetapi harus berjalan seimbang. Bagaimana manusia yang semuanya sudah berdosa? Maz 51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Sejak dari kandungan, kita sudah di dalam dosa. Akibatnya tidak ada seorang pun bisa diselamatkan karena kita semua sudah berdosa. Tetapi Allah mengutus Kristus untuk datang menggantikan kita. Ketika Yesus mati di kayu salib itulah dikatakan proses penggantian untuk kita yang percaya agar bisa diselamatkan. Ketika kita percaya maka kita berjumpa dengan kasih Allah . Ketika kita menolak maka kita akan berjumpa dengan kesucian dan keadilan Allah harus menghukum. Kalau kita menerima keadilan Allah, kita harus diselamatkan.
              Perkara ini tidak mudah. Orang tidak bisa mencernanya. Karena manusia berpikir bahwa agama bisa menyelamatkan. Manusia berpikir bahwa perbuatan baik bisa menyelamatkan, padahal perbuatan baik menurut ukuran agama Kristen tidak bisa menyelamatkan manusia. Maka kalau menjadi Kristen , jangan hanya beragama Kristen karena kalau tidak menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka kita belum diselamatkan. Agama tidak bisa menyelamatkan. Agama supaya tidak kacau, hanya mengikuti ritual-ritual. Matahari bisa membuat mati, maka menyembah dewa matahari. Ada air yang membuat banjir, maka ia menyembah dewa air. Ada matahari yang terus panas, sehingga manusia menyembah dewa matahari. Itulah agama. Bila ‘sesuatu’ mencari Allah maka tidak akan bertemu. Manusia di dalam dosa, agama itu hanya membawa orang kira-kira begini-begitu. Tuhan yang maha suci tidak akan bisa berjumpa dengan dosa. Itulah agama.
              Agama seperti seorang perenang hebat dunia sedang berenang di tengah-tengah Samudra Pacifik karena kapalnya pecah. Ia sedang terus renang agar bisa hidup. Agama seperti ini : helikopter datang lalu mengatakan,’Berbuatlah baik. Takutlah akan Tuhan. Lakukan semua yang bisa engkau lakukan”. Lalu helikopter berjalan, apakah orang itu akan selamat di tengah-tengah gelombang yang besar? Orang itu ditinggal helikopternya berarti ia tetap mati. Usaha manusia tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Berbeda dengan kekristenan.
              Kekristenan ibaratnya seperti ini : ketika manusia berusaha berenang mengatasi gelombang helikopter datang dan berkata,”Kamu tidak bisa selamat dengan caramu sendiri. Agar kamu selamat, peganglah tali yang akan dilempar bersama pelampung” Kira-kira orang itu selamat tidak? Belum tentu! Kalau orang itu berkata,”Tidak! Saya mau berenang terus” maka ia akan mati. Itulah sebabnya Kristus datang ke dunia. Tuhan memberikan ‘pelampung’ agar kita percaya dan bila kita menangkap pelampung itu  maka kita akan diselamatkan. Karena kematian Kristus menyelesaikan perkara-perkara dosa kita, supaya kita percaya kepadaNya!. Akibatnya apa yang kita terima? Pernahkah kita kaji, kematian Tuhan itu salibnya ada berapa? Tiga! Paku ada berapa? Tiga! Dijual berapa keeping perak? Tiga puluh! Matinya pk berapa? Pk 3. Apa yang diterima, tradisi Yahudi, kematian Tuhan salibnya ada 3. Paku ada 3. Dijual 30 uang perak. Mati pk 3 sore. Berapa lama kegelapan terjadi? 3 Jam! Dalam bumi berapa hari? 3 hari. Mana bisa 3 hari? Ini penyangkalan dari orang Kristen sendiri yang mengaku dirinya mesianik. Padahal kita belajar mesianik ke Israel dikatakan bahwa kalau di dalam bumi tidak ada 3 hari. Lalu mengapa Yesus mati di hari Jumat, maka diperingati sebagai Jumat Agung. Pk 3 sore Yesus mati! Lalu bangkit pada hari Minggu pk 3 subuh! Lalu kira-kira ada tidak 3 hari? Jumat sore pk 3 lalu minggu pagi bangkit. Berati tidak ada 3 hari karena hitungannya 1 hari 24 jam.
              Tetapi pada Injil Yohanes dikatakan tentang tradisi Yahudi, Apa benar? Yoh 11:9a Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari?  Itu tradisi Yahudi sampai hari ini (1 hari bukan 24 jam). Pada jam di tangan kita, ada angka 12. Tradisi ini adalah tradisi Yahudi. Kalau 1 hari = 12 jam  berarti meninggal Jumat pk 3 sore berarti pk 3 pagi besoknya 1 hari.  Pk 3 pagi – pk 3 sore berarti 1 hari lagi. Pk 3 sore sampai minggu pk 3 pagi hari berarti 1 hari. Berarti total 3 hari. Kalau sudah ke Israel, mereka tidak berkata pernyataan Yesus salah. Bagi orang Yahudi, maka Jumat pagi pk 5 matahari tertib berarti pk 5 sore sudah masuk Sabtu (sudah dimulai). Orang bertanya-tanya pk 5 sudah masuk imsak. Berdasarkan Yoh 11:9a, dikatakan 1 hari = 12 jam.
              Di sekolah teologia tidak ditemukan hal ini. Mengapa paku 3? Mengapa 30 keping uang perak? Mengapa 3 hari dalam bumi? Yesus kegenapan hukum Taurat. Dia datang ke dunia untuk menyelesaikan segala hukum Taurat. Saat Yesus mengatakan kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." (Yoh 5:8) di kolam Betesda, ini menyelesaikan hukum sabat yang mengikat mannusia. Itu bertepatan   dengan hari raya Purim. Saat dikatakan “angkat tilammu” itu menyelesaikan hukum Taurat. Sabat untuk manusia dan bukan sebaliknya manusia untuk sabat. Ketika Yesus datang ke dunia dan disebut hari Natal untuk menyelesaikan apa? Ini juga menjadi masalah. Ada yang mengatakan Natal bukan di bulan Desember , ada yang berkata Yesus lahir bulan Juni. Ada yang berkata Natal di sana dingin. Dan bukannya sombong, saya sudah 108 kali ke Israel. Saya menemukan bulan Desember dingin hanya 3 kali. Selainnya tidak dingin (tidak selalu bulan Desember dingin dan ada salju). Lalu mengapa Bapak bisa menekankan bahwa hal itu ada kegenapan? Bulan Desember upacara di Israel, orang Yahaudi mengingat pentahiran bait Allah. Sebelum  Yesus lahir, ada 1 bait Allah yang dikotori dengan minyak dan darah babi. Lalu seorang tukang palu namanya Makabe mengajak untuk membersihkan bait Allah, sebelum Yesus lahir. Upacara pentahiran itu disebut Festival Kenisah (Hanukkah) , saat itu ada 9 lilin . Selama 8 hari ia merayakan pentahiran bait Allah. Upacara pentahiran bait Allah sendiri akhirnya digenapi Yesus. Yesus datang ke dunia bukan mentahirkan bait Allah ini. Tetapi inilah bait Allah, tubuh adalah bait Roh Suci.
              Kembali lagi angka 3 di dalam salib Kristus ini apa?. Kalau Pesach = Paskah maka bukannya dikatakan Happy Easter tetapi Happy Passover (dalam bahasa Ibrani dikatakan Hak Pesach Semeah). Pesakh artinya dilewati. Mulai dari kematian Tuhan.

Uraian angka 3  

Angka 3 dalam kamus Ibrani angka 1 hurufnya ‘a’ (א , aléf), angka 2 hurufnya ‘b’ (ב , bét) dan angka 3 huruf = ‘g’ (ג , gimél , gardol, geelah). Ada 3 arti. Orang Yahudi mengatakan angka 3 adalah  angka penebusan, angka yang baik. Sehingga orang Yahudi menikah bukan hari Minggu atau Sabtu karena sabat tetapi hari Selasa. Hari Selasa adalah hari yang baik. Falsafah Yahudi bertolok ukur dari Kejadian pasal 1. Dikatakan pada hari yang ketiga, dua kali kata ‘baik’ diucapkan. Itu yang mereka ambil. Angka 3 adalah angka penebusan, tetapi Yahudi tidak mau menerima sampai hari ini kecuali Mesianik. Kita harus menghargai kematian Tuhan Yesus. Betapa Ia mati bukan dengan barang murahan. Ia berani berkorban. Kalau seorang bapak mengorbankan matanya untuk anaknya, tetapi Ia mengorbankan anakNya untuk mati untuk kita. Sebuah nyawa untuk menyelamatkan kita. Maka jangan main-main menjadi orang Kristen.

1.     Ge-elah

Huruf ‘g’ pertama geelah artinya pengampunan. Kita tidak akan bisa bertemu Bapa di sorga kalau kita tidak diampuni. Ketika Yesus mati di atas kayu salib, kata-kata terakhir sudah selesai (sudah genap, tetelestai). Pengampunan diberikan sempurna untuk kita. Maka orang Kristen ketika mau percaya ,percayalah dengan sunguh-sungguh, jangan setengah-tengah. Jangan sekedar menjadi orang Kristen tapi jadilah murid Yesus. Karena Ia mati untuk menebus kita dari dosa kita diangkat. Menebus artinya dibeli kembali untuk menjadi milik Dia. Agama tidak bisa menyelamatkan. Tradisi dari Mesir , Paskah dilakukan dengan memotong domba jantan, diambil darahnya, diolehkan pintu, lalu makan sayur pahit dan makan roti tak beragi sambil berlari. Tradisi ini dilakukan terus (potong domba terus) sampai ada bait Allah dibangun. Lalu berhenti tahun 70 setelah kaisar Titus merobohkan bait Allah. Tidak ada bait Allah maka tidak ada lagi memotong domba. Sejarah ini tidak ada di Alkitab, tetapi di dalam tradisi Yahudi ada di mana dikatakan, orang memotong domba setahun kali dibawa ke bait Allah ada 2 ekor. Domba, sapi atau yang miskin cukup burung darah. Semuanya dibawa ke dalam bait Allah. Setahun sekali, imam besar menerima darah domba yang dipotong dan ditaruh ke pasu lalu masuk ke ruang maha kudus dan memercikkan untuk minta ampun dosa setiap orang yang memberikan persembahan. Dombanya harus dua ekor. Yang satu diberi tali merah dan diberi nama dari orang dan keluarga yang dosanya minta diampuni.
Tradisi ini diambil orang Tionghoa sampai hari ini. Yang satu ditempelkan di bagian halaman bait Allah (ada nama kita di tali merah yang ditempel). Lalu setelah ditempel tali merah , domba diusir lari ke hutan. Yang satu dipotong dipercikkan darah dombanya di ruang Maha Kudus. Tali merah tidak pernah berubah menjadi putih. Tetapi ketika Yesus mati di atas kayu salib, orang Yahudi tidak menyadari hal ini, tirai bait Allah terbelah dari atas ke bawah. Yang menyobek bukan manusia tetapi Tuhan sendiri sehingga tabut sudah tidak ada kekuatan. Dulu orang melihat tabut, akan mati. Tetapi setelah Yesus mati (Aku menyerahkan nyawaKu dan Sudah Genap) , mata tabir terbelah dari atas ke bawah. Setelah itu tabut bisa dilihat dan orang yang melihatnya tidak mati. Seluruh tali merah menjadi putih. Berarti hanya Yesus yang mampu menghapus dosa kita dan mampu mengampuni segala dosa manusia yang mau percaya kepadaNya. Maka itu salib, huruf ‘g’ (pengampuman). Pengampunan sempurna diberikan. Orang Kristen yang percaya di Alkitab dikatakan dan dibaptis maka akan diselamatkan. Karena pengampunan terjadi di atas kayu salib Tuhan Yesus mengalami penderitaan. Bukan hanya itu mulai dicambuk sampai sobek semuanya,. Simon Kirene harus memikul kayunya karena Yesus sudah tidak kuat sama sekali. Jatuh beberapa kali dalam perjalanan memikul salib. Penderitaan yang sangat parah. Di dalam film The Passion hal ini digambarkan mendekati aslinya. Seperti mata kait yang besar masuk ke tubuh. Ketika ditarik, maka tubuh sobek. Pada orang yang suka mancing, lalu mata pancingnya masuk ke mulut ikan dan ditarik, maka akan robek. Saya tiap kali lewat sana selalu menangis. Tuhan aku tidak layak. Aku ini siapa Tuhan?
         Latar belakang saya adalah orang yang tidak beres, orang jalanan. Ketika umur 29 tahun saya baru berjumpa Tuhan. Adik kelas saya Ev Putra di Sekolah Teologia Alitea. Ketika itu saya tidak kenal Tuhan dan tidak takut orang dan apapun juga. Papa saya waktu itu pendeta Budha dan mama saya Kristen. Dan saya punya om. Saya keturunan Tionghoa dan Madura. Kakek saya keturunan Tionghoa daratan dan nenek saya Madura sehingga lahir papa saya. Mama saya Jawa campur Dayak. Engkong dari Tiongkok daratan (Ho Kian dan marganya Kwok). Kawin dengan Madura lahir papa saya. Mama saya Kristen dan om saya Muslim (dari nenek saya yang muslim). Ketika mereka debat agama, saya berkata, “Bohong. Agama tidak ada. Yang penting duit” Saya masih muda tetapi sudah punya Corola DX (saat itu keren seperti Baby Benz sekarang). Tapi saya tidak benar. Singkat cerita Tuhan menjamah saya. Setelah dijamah Tuhan, baru saya ketemu Tuhan. Di situ saya katakan,”Tuhan luar biasa”. Tetapi saat itu ada keraguan apa benar agama dia. Saya belajar agama papa saya dulu, lalu agama om. Terakhir saya baru belajar kekristenan. Di dalam kekristenan sejarahnya komplit. Ini history, ini true story, ini life story. His story (sejarah Dia). Tidak ada nama-nama yang tidak benar. Yerusalem ada. Yerikho ada, Betlehem ada. Tidak ada Hong Kong di sini. Ini sejarah luar baisa. True Story. Semuanya ditemukan. Dengan ditemukan berbagai hal menunjukkan Alkitab itu benar. Kematian Tuhan Yesus pun benar. Walau ada yang banyak yang mengatakan tidak benar karena bukan Yesus yang mati tetapi digantikan orang lain. Di dalam kitab mereka, dikatakan sesungguhnya Isa tidak mati disalib, tetapi digantikan oleh Yakusa (Yudas). Di Taman Getsemani, wajah Yudas diganti wajah Yesus. Dan wajah Yesus diganti dengan wajah Yudas. Kalau Yudas yang mati disalib, ketika disalib tidak seperti Yesus yang mengatakan, “Ya Bapa, ampunilah mereka. Karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Kalau Yudas akan berkata dan memaki,”Goblok! Tolol kamu ! Bego!” karena ia bukan Tuhan. Rasul Petrus sewaktu memotong telinga hamba imam besar, maka yang menempelkan kembali telinga tersebut adalah Yesus (kalau Yudas tidak mungkin menempelkan).
         Bahkan ada seorang novelis (Dan Brown) mengatakan,”Yang mati bukan Yesus tapi orang lain. Karena Yesus diangkat dan menikah dengan Maria Magdalena sampai akhirnya punya anak-cucu orang Perancis.” Itu cerita yang membuat orang tidak meyakini imannya. Hari ini saya ingin tekankan,”Jangan sia-siakan keselamatan yang sudah diperoleh hari ini. Ketika sudah percaya Tuhan, jangan sia-siakan kepercayaan yang ada. Karena pengampunan yang diberikan itu sempurna. Geelah = diampuni. Untuk apa? Hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan. Maka dikatakan,”Ketika engkau percaya Tuhan, maka engkau dijadikan benar. Kebenaran itu adalah pilar iman. Kita dibenarkan karena kita menerima yang dikatakan ‘Akulah jalan dan kebenaran’.” Kita menerima Dia maka kita dibenarkan dan bisa percaya Tuhan. Maka di dalam pujian dikatakan, “Kutelah mati.” Apa maksudnya? Terjadilah : ketika kita diampuni terjadi perubahan yang radikal dalam hidup kita. Maka orang Kristen yang tidak berubah, berarti ia belum mengalami kematian Tuhan dalam dirinya. Dia belum menerima Yesus secara pribadi. Pengorbanan Tuhan bukan barang fana, tetapi barang yang berharga yaitu nyawa.

2.     Gardol

Bukan hanya geelah, jadi gardol (artinya diangkat). Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. Sering orang tidak mengerti. Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakan. Ada yang tidak mengerti hal ini. Bila lahir di Jakarta maka kita menjadi anak Jakarta.  Saya anak Surabaya. Apakah berarti Surabaya anak saya?  Tidak! Saya berasal dari Surabaya. Kita disebut sebagai anak-anak Allah , bukan berarti Allah memperanakkan kita, tetapi kita berasal dari Allah. Kita ditebus kembali dan diangkat menjadi anak-anak Allah, Itu kata gardol. Kita dipermuliakan Allah supaya kita bisa menjadi saluran berkat bagi orang dunia.tidak agar bisa melihat Allah dan memuliakanNya.
Seringkali orang Kristen tidak sadar bahwa dirinya adalah anak Allah. Di dalam nama kita, di belakangnya ada kata ‘bin Yesua’. Pada orang Tionghoa dikatakan marga (she).  Marga membawa kita kepada suatu identitas, dari siapa kita dilahirkan. Kita ada marga yang namanya Yesua (Yesus) di belakang nama kita. Ketika berjalan di tengah jalan pun, kalau kita orang Kristen pasti ketahuan. Karena dari caranya berbeda (misal : cara berdagang-nya berbeda). Kita berbeda. Ada yang berkata, “hidupnya lebih susah”. Sepertinya susah, padahal tidak. Ujung-ujungnya kita akan melihat sesuatu yang luar biasa. Saat  berjalan di dalam pimpinan Tuhan, kita akan diangkat terus oleh Tuhan. Diangkat untuk menjadi anak-anakNya. Kekristenan kita jangan menjadi kekristenan yang mandeg. Dalam Yohanes 1:12 itu kata-kata di sana dalam bahasa Yunani disebut brepos yang artinya bayi. Tetapi dalam Roma 8:16-17 dikatakan di sana bukan brepos tapi hulios. Apa bedanya? Ada istilah brepos (bayi) dan hulios (remaja) dikatakan seperti perempuan berumur 16 tahun. Apa maksudnya? Bila dibandingkan antara laki-laki dan perempuan yang sama-sama berusia 16 tahun maka yang lebih dewasa adalah yang perempuan. Laki-laki kadang-kadang setelah pulang makan kemudian pergi lagi. Perempuan mengerti mamanya bagaimana dan membantunya karena lebih dewasa. Artinya akil balig, hidup kekristenan tidak hanya menjadi bayi. Kita harus bertumbuh menjadi orang-orang dewasa dan mandiri dalam kehidupan kita (mengerti firman lebih dalam). Orang Kristen diangkat semakin dekat dengan Tuhan bukan berarti mati tetapi mengenal Dia lebih dalam. Kalau kekristenan, kita tidak pernah mengkaji iman, saya meragukan apakah anda sudah mengenal keselamatan atau tidak. Apakah anda sudah mengenal Kristus atau tidak? Orang yang sudah mengenal Tuhan , dia akan terus bertumbuh menjadi orang Kristen yang luar biasa.
         Kita belajar menjadi orang Kristen saat ini menjadi orang Kristen yang benar-benar mengenalNya. Sekarang di Tiongkok terjadi gerakan luar bisa. Kalau kita pergi ke Israel pada bulan apa saja, maka pasti bertemu orang Tionghoa di sana. Bisa ada 200-300 orang yang pergi ke sana. Karena mereka ingin mengenal Tuhan, mau bertumbuh dan mencari Tuhan lebih dalam lagi . Sehingga ada 3 penerbangan yakni dari kota Cheng Du, Bei Jing dan Shang Hai langsung ke Tel Avif. Dibuat suatu kontak antara Tiongkok dan Israel. Kekristenan yang bertumbuh karena ia sadar bahwa ia diangkat oleh Tuhan.

3.     Gimel

Gimel artinya onta. Onta mengangkat beban. Di Arab, yang namanya khalifah (pedagang) bila membawa onta sepuluh pasti ada 1 yang dibiarkan di belakang. Sepuluh membawa barang, yang satu terkadang tidak membawa barang. Yang satu dibiarkan. Kalau sedang berjalan di padang gurun dan tidak menemukan air, sedangkan air minuman mereka sudah habis, maka onta akan dilobangi punuknya untuk diambil airnya. Seekor onta sekali minum sebanyak 40 liter. Lalu diambil airnya untuk diminum oleh para pedagang. Ini gambaran bahwa Tuhan menjanjikan ketika percaya bahwa akan ditanggung bebanmu. Mat 11:28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.Janji Tuhan bukan bohong. Tetapi orang Kristen tidak meyakini pesan salib maka ia tidak tahu Tuhan menanggung beban kita. Pertama, pasti iblis dikalahkan karena tumitNya digigit oleh kuasa penghulu di udara yaitu dengan mati di kayu salib. Tetapi kepala ular (iblis) dihancurkan oleh Tuhan. Jangan ada orang Kristen yang takut dengan setan. Banyak orang Kristen dibohongi. Ada kelompok pengusir setan di Kelapa Gading. Sekali datang 10 orang. Setan dimasuki kresek dan mereka masuk keluar orang-orang kaya. Orang kaya tersebut ditipu seperti harus melepas seperti cincin yang dikenakan. Ini seperti dukun karena ada batu dan aura-nya. Saya tanya ,”Aura apa?”. Dikatakan,”Ya pasti aura negatif”.  Saya berkata,”Anda tidak mengerti. Anda sekolah teologi dan bergelar MTh. Saya hanya STh. Anda lebih tinggi dari saya. Tetapi anda bodoh. Setan tidak perlu media dan tempat. Bila anda usir di sini , ia pindah ke tempat lain. Lalu bila cincin ada setan lalu dibakar habis tetapi kalau rumah kenapa tidak dibakar rumahnya? Kalau orangnya dirasuki setan, kenapa orangnya tidak dibakar?” Saya tidak peduli dengan aura negatif atau positif. Banyak orang berkata, “Alam roh” dan dia tidak tahu bahwa Yesus sudah menyelesaikannya. Markus 16:17-18 dikatakan “ Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."  
Orang percaya dan sudah dibaptis mampu mengusir setan (diberi kuasa dalam nama Yesus). Tetapi kita sering ditakut-takuti dan karena kita terbeban dengan dosa kita. Lalu roh bagaimana? Roh ada di mana-mana. Beban ditanggung oleh Tuhan apapun masalahmu. Bagaimana keadaan negeri kita? Jangan takut, berdoa dengan sungguh-sungguh agar keamanan tetap di negeri ini. Banyak orang yang panik. Teman saya lari Melbourne dan membeli rumah di sana seharga Rp 5 miliar. Orang Kristen takut sehingga lari, tetapi lari-lari ke manapun tidak ada tempat yang aman kecuali di dalam Yesus. Karena Ia sudah mati di atas kayu salib memberikan jaminan bagi kita. Hari ini, jangan sia-siakan kematianNya sudah diterima. Kita sudah menjadi Kristen , jangan sepelekan kematianNya dengan tidak sungguh-sungguh dalam Tuhan. Dalam drama tadi membuat trenyuh hati kita. Itu baru manusia. Berani berkorban dengan memberikan matanya untuk anaknya. Kalau manusia bisa mengasihi seperti itu, apalagi Tuhan. Napas yang tiap hari kita hisap tidak perlu bayar. Kalau dihitung nilainya Rp 9 juta. Coba renungkan! Belum lagi , kita bisa tertawa karena endorphin yang nilainya Rp 185 juta. Itu yang  membuat kita merasa nikmat, bisa tersenyum, tertawa dan awet muda. Ketika endorphin keluar, kekebalan tubuh meningkat. Maka orang yang suka bergembira akan awet muda.