Wednesday, October 24, 2012

Hidup yang Egosentris



Pdt Johanes Lie


Mat 16:21-26,
16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."
16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Kita akan belajar dari apa yang dialami Petrus seperti yang terdapat pada Mat 16:21-26.  Petrus adalah murid ang luar biasa. Ketika ia pertama kali mengenal Tuhan Yesus, ia adalah seorang nelayan. Yesus naik perahunya dan mengajar. Ketika hari sudah siang , ia minta Petrus berlayar dan mencari ikan. Waktu itu petrus berkata, tidak mungkin ada ikan. Tetapi karena Engkau yang mengatakan aku taburkan juga. Ketika ia taburkan dan tarik begitu banyak ikan. Sehingga bergkata Tuhan pergi daripadaku karena aku orang berdosa. Akhirnya Tuhan katakan, Aku akan menjadikan engkau penjala manusia. Hal luar biasa terjadi pertama kali bertemu Yesus. Yesus begitu berkuasa dan akhirnya ia ikut Yesus. Dalam perikop kita jumpai Yesus yang luar biasa. Waktu itu Yesus bertanya menurut murid atau semua orang, siapakah Ia? Menurut kamu siapa Aku? Waktu itu Simon berkata, Engkau Mesias anak Allah yang hidup. Pasal 17, berbahagialah engkau Simon bin Yunus karena bukan engkau yang mengatakan tetapi Bapa di Sorga. Artinya Bapa di Sorga  beri tahu kepada Petrus dan memampukan Petrus berkata, Engkau Mesias. Begitu luar biasa, apa yang dimiliki Petrus saat itu. Tetapi kali ini , Tuhan Yesus berkata yang sebaliknya. Ia berkata, enyahlah engkau iblis, engkau satu batu sandungan. Baru saja Bapa beritahukan hal itu kepadamu, hari ini Tuhan katakan enyah kau iblis. Petrus ikut Bapa atau iblis? Atau bisakah kita berkata, mengikut Tuhan salah-salah kita ikut Iblis. Petrus kalau ditanya ikut siapa, ia berkata ikut Tuhan Yesus. Kenyataannya Yesus lihat Petrus tidak ikut Yesus tapi ikut Iblis. Hal ini berarti kita mulai berpikir, jangan-jangan kita bukan ikut Tuhan tetapi engkau bukan ikut Yesus. Apa yang salah saat itu dengan Petrus? Ia ikut Tuhan sudah lama dan dipuji, lalu hari itu ia buat kesalahan. Kesalahan itu dinyatakan Yesus dalam kalimat selanjutnya. Sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan mansia. Di sini kita sadari ada hal yang sangat berbeda antara apa yang dipikirkan Allah dengan yang dipikirkan manusia. Dengan begitu saat kita ikut Tuhan, kita memikirkan apa yang dipikirkan Allah bukan manusia. Hal ini peru kita sadari, apa yang dikatakan yang dipikirkan manusia yang keliru. Apa yang membuat Petrus menarik Allah dan berkata, Tuhan kiranya hal tersebut tidak akan terjadi dengan engkau. Yesus berkata, jangan sampai terjadi apa yang terjadi dalam pikirannya. Saya pikir pertama, Petrus murid yang baik. Murid yang perhatikan apa yang dikatakan gurunya. Sehingga bila guru menderita, kasihan dong. Kalau murid seperti ini, guru tentu senang. Hari ini saya jadi guru, saya merasakan halyang berbeda. Banyak guru berkata, banyak anak yang jadi murid tidak ingat lagi guru. Itu biasa, anak yang tidak ingat orang tua juga banyak. Jangankan guru, orang tua saja tidak diingat. Mengapa kita minta diperhatikan. Tapi kalau ada seorang murid yang perhatika nguru, guru senang sekali. Jadi murid, perhatikanlah guru baik-baik. Kalau Tuhan katakan, engkau perhatikan mereka yang mengajar kepadamu, bahkan memberikan penghormatan dua kali lipat kepadamu. Berarti umat harus perhatikan mereka yang mengajar di gereja. Sekali-kali jangan sampai terjadi hal itu kepada guru, kata Petrus. Kenapa Yesus justru marah?

Firman Tuhan berkta, bukan itu yan g dipikirkan Petrus. Petrus pikirkan apa yang dipikrkan manusa. Lalu apa yang ada di pikiran Petrus. Ia sudah lama bersama Yesus dan mujizat yang dilakukan Yesus. Ia sering merasakan dan mengalami Yesus membuat mujizat yang membuat orang tertolong. Pada waktu Yesus memecahkan 5 ketul roti buat 5.000 orang lebih, orang berkata kalau punya raja seperti ini, luar biasa enaknya. Petrus berpikir, kalau Yesus sampai meninggal, lalu mana mujizat yang bisa diberikan kepada saya. Sehingga ia berkata, jangan sampai terjadi karena kalau sampai terjadi, saya yang rugi. Pikiran yang dipikirakan Petrus, pikiran yang beerpusat pada diri sendir. Pikiran yang pertama, apa yang saya dapatkan. Kalau saya ikut Tuhan yang begitu berkuasa dan mendapatkan segala sesuatu yang begitu enak. Tapi kalau Ia tidak ada, saya merasa rugi. Itu sebabnya ia tarik dan berkata jangan sampai terjadi kalau terjadi saya yang rugi. Pikiran seperti ini banyak dalam pikiran anak-anak Tuhan. Seringkali kita tidak menjadikan Ia sebagai Allah tapi diri kitalah yang menjadikan sebagai tuan. Kita berkata Allah berkuasa dan mampu lakukan segala sesuatu, tetapi Engkaulah yang ikuti apa yang say amau. Sehingga kita berdoa, kita minta ini dan Engkau lakukan untuk saya. Engkau lakukan mujizat untuk keuntungan saya. Bukankah banyak yang bicara tentang mujizat dan pertolongan untuk saya? Sebetulnya, bukan saya mengikut Tuhan,tapi menjadi Tuhan pengikut kita. Ia bukan lagi jadi tuan tetapi kita jadi Tuan yang memerintah Ia. Seorang yang bernama Dalas Wira berkata begini, kejahatan terbesar dari manusai adalah menempati tempat Allah dan menyingkirkannya jauh-jauh dan menjadikan dirinya sebagai Allah. Itulah yang dilakukan oleh Petrus. Sehingga Tuhan Yesus katakan Enyah engkau iblis. Karena salah satu yang diinginkan iblis adalah memberontak dan menjadi yang utama. Hari ini banyak anak Tuhan berkata, Tuhan tetapi sebenarnya dirinya yang jadi tuan. Sehingga kita berkata biarlah dengan kekuatan dan kuasaMu Engkau melakukan apa yang saya mau. Ada seorang pendeta yang disukai banyak jemaat dan ia disukai karena memberikan janji yang begitu banyak. Ia katakan, kamu semua yang punya hutang maju semua saya doakan kamu. Saya kana doakan supaya orang yang menghutangi kamu lupa. Semua yang punya hutang maju semua. Ia berkata, pada masa Elia,Tuhan bisa membuatakn mata musuhnya sehingga mereka tidak bisa lihat Elia, hari ini Tuhan akan membutakan mata orang yang menghutangimu. Luar biasa. Tetapi luar biasa ngawur. Pernah satu kali, seorang ibu datang kepadanya dengan satu kesulitan. Ibu itu berkata, Pak Pendeta saya bersusah hari ini. Pendeta tanya, kenpaa? Saya baru tahu hari ini saya hamil. Sebetulnya anak ketiga sudah kesalahan apalagi ini anak yang keempat. Pendeta, tenang. Ssaya mau panggil  si A untuk duduk di sebelahmu. Ia mau punya anak sampai saat ini belum punya anak. Saya mau doa supaya anakmu pindah ke A. Ini model kekristenan apalagi. Tetapi orang yang seperti ini disukai banyak orang. Karena ia mengetahui apa yang disukai manusia. Manusia suka mendapatkan segalanya bagi dirinya. Maka ia mau memperkenalkan Allah yang bsia lakukan segalanya bagi manusia. Saya ingat, jin di lampu ajaib. Ketika keluar ia berkata, tuan mau apa? Aladin berkata, saya mau makanan. Langsung jadi. Lalu sekarang , Tuhan kita disamakan dengan Aladin ini. Lalu kita berkata, Tuhan Engkau mampu lakukan segala sesuatu, tidak ada yang mustahil bagimu. Kalau gitu, apa yang saya mau harus terjadi. Ini seperti Petrus berkata, celaka kalau Yesus mati, jadi jangan sampai Yesus mati. Sehingga Yesus tegur Petrus dengan keras, enyah kau Iblis. Apalagi di dalma pikiran Petrus? Petrus sama dengan murid lainnya. Kalau lihat kisah tentangn murid Yesus sampai Yesus hamir naik kayu salib, murid-murid bertengkar dan bertanya siapa terbesar. Bahkan Yohanes dan Yakobus melalui mamanya untuk duduk disebalah Yesus. Kenapa mereka minta? Karena mereka berpikir, yang namanya Mesias akan jadi Raja. Kalau ia jadi Raja yang duduk di sebelah kanan kirinya adalah menteri-menterinya. Kalau jadi menteri, dapat enaknya. Bukankah orang yang punya kedudukan tinggi memdapatkan semua yang nikmat. Hal ini kalau kita baca koran, berapa banyak yang jadi pendapatan anggota DPR dan menteri. Sehingga banyak yang ingin jadi anggota DPR. Sehingga tidak heran banyak yang mau jadi anggoat DPR karena enak, sehingga banyak yang berebut kursi itu. Karena pada dasarnya manusia suka yang enak. Kita kalau disuruh pilih makanan, mau yang enak. Kalau c ari warung, pilih yang ramai karena kita pikir yang ramai pasti enak. Karena pada dasarnya kita mau segala sesuatu yang enak. Sehingga makanan harus diberi bumbu supaya enak. Seorang teman yang karena sakit, tidak boleh asin dan MSG, tidak boleh digoreng. Segala sesuatu hanya boleh direbus. Kalau masih ada rasa mending tapi ini tawar. Ini menyusahkan. Ada seorang anggota jemaat yang kena pian sui karena tekanan darah tinggi, dia diajak makan temannya makan sate kambing. Temannya bilang, sedikit tidak apa. Karena Tuhan punya hukum ke11 buat anak Tuhan yaitu jangan ketahuan. Itu sebabnya ia berpikir, tidak apa-apa kalau istri tidak tahu. Setelah itu ia sikat gigi jangan sampai ketahuan istrinya. Habis itu , anaknya mengajak ia pergi. Lalu mereka pergi, ternyata anaknya minta durian. Papanya ternyata suka durian. Sang istri tidak tahu kalau ia baru makan kambing. Istri bilang, sudah lama kamu tidak makan durian, bolehlah satu-dua. Setelah itu it tergeletak. Yang enak itu berbahaya. Tapi manusia suka enak walau bahaya. Memang iblis tahu manusia suka yang enak. Itu sebabnya semua pencobaan yang diberikan iblis yang enak. Entah itu kedudukan, harta benda, wanita (bagi pria). Karena itu merupakan hal yang tanpa kita sadari kita cari. Sehingga kalau kita tidur, tempatnya keras tidak nyaman. Kita cari tempat / kasur yang lebih enak. Setelah itu melihat pemandangan tidak enak, rumah dibongkar. Itulah manusia, suka yang enak-enak. Ada seorang dokter di suatu tempat yang diceritakan seorang teman. Dokter itu punya TV baru. TV yang lama hitam putih yang baru berwarna. Apa anehnya. Ernyata yang dimaksud TV adalah wanita. Istri yang lama, ibarat TV hitam putih. Sedang yang baru adalah yang lain. Itulah manusia. Waktu Petrus tarik Yesus dan katakan , jangan sampai terjadi, karena ia berpikir kalau Yesus mati apa enaknya buat saya? Bukankah itu yang dilakukan Petrus dan teman-temannya waktu Yesus ditangkap. Waktu ditangkap, semua murid lari semua. Bahkan Petrus yang coba mendekat , ia cepat-cepat menyangkalnya. Sehingga sampai 3 kali ia mneyangkal dan saat ayam berkokok ia ingat iat elah sangkal Tuhan Karena dalam diri Petrus ingin dapat yang enak. Itu sebabnya Petrus gagal mengikut Tuhan Yesus. John Calvin mengatakan kalimat yang luar biasa, Sumber yang pasti dari dosa manusia adalah hati manusia. Sebab di dalam hati ini tersimpan keinginan-keinginan yang membuag orang mencari apa yang ingin dinikmati. Ketika Tuhan Yesus menghadapi Petrus seperti itu berkata, enyah engkau iblis. Sebab dalam hati dan pikiran Yesus, Ia mau taat kepada BapaNya. Ketika Yesus dinyatakan Bapa sebagai Mesias, inilah Mesias yang akan mati. Oleh karena kematian itulah ketaatan kepada Bapa menghasilkan orang-orang yang diselamatkan. Yesus pun tahu, hal itu bukan hal yang enak buat dirinya. Sehingga di Taman Getsemanai berkata, kalau cawawn ini berlalu daripadaKu, tetapi Tuhan Yesus tidak mau cari nikmat. Ia mau cari apa yang berkenan kepada Bapa. Itu sebabnya saat Petrus pikirkan yang nikmat, Ia Berkata,e gkau batu sandungan bagiku. Itu sebabnya Yesus berkata, yang mau ikut Aku harus sangkal diri. Saat diri menjadi yang utama, maka Tuhan dibelaakang. Ketika diri jadi utama, maka pikiran dipenuh I apa yang dinikmati. Mungkin kita bisa ikut Tuhan dalam arti ke gereja. Tetapi pikiran bukan pada apa yang Allah sukai tetapi apa yang kita mau. Sehingga dalam pikiran kita Allah menjadi pesuruh. Hari ini Yesus mengajak kita memikirkan kembali, apakah kita ikut Tuhan dengan benar, bukan jadikan diri yang utama tetapi Tuhan yang utama. Sehingga bila ada hal yang enak dan tidak menyenangkan, kita menjadi marah-marah. Bahkan saat kita dapatkan sesuatu yang sulit, seperti Tuhan tidak kabulkan, maka kita ngambek. Kita tidak lagi menjadi orang yang menyalahkan Tuhan . Orang yang pikirkan diri , berpikir orang lain yang salah. Itulah yang seringkal dilakukan oleh manusia. Sehingga kita sering menyalahkan Tuhan, kenapa yang seperti ini. Seperti Yunus yang ngambek tidak mau ikut Tuhan. Disuruh Tuhan malah lari tempat lain. Ssaat Tuhan berikan Anugerah, ini yang tidak saya suka. Saat ini kalau Tuhan berkata, maukan kita taat? Banyak orang masih gunakan Tuhan. Kalau kita doa, kita menggunakan Tuhan atau menjadikan Ia Tuhan.

Cerita yang menggambarkan pikiran ini. Ada anak muda, yang duduk di bus tidak berAC.  Waktu duduk di kursi yang cukup untuk bertiga. Ia duduk di tengah karena di pojok ada nenek-nenek, diseblahnya ada anak muda yang cantik. Ketika bus berjalan cukup jauh maka semua anak muda di bus ngantuk. Juga yang nenek-nenek. Lalu ia sandarkan ke anak muda itu. Pemuda ini kristen. Ia ingat doa Bapa Kami. Jauh kan daripadaku pencobaan. Lalu nenek ini bangun dan sender ke jendela. Lalu nona muda ngantuk dan sender ke pemuda. Lalu ia berdoa, jadilah kehendakMu. Kita seringkali menggunakan pikiran kita.Saat ada yang berat yang harus kita lewati , kita tidak buka mulut menyalahkan . Biarlah kekuatan Tuhan yang memanggul saya. Maukah kita?

No comments:

Post a Comment