Monday, October 22, 2012

Terlambat

Ong Po Han




Tidak mudah mencari artikel rohani tentang lambat, terlambat atau keterlambatan. Penulis sendiri masih belum menemukan artikel yang khusus membahas tentangnya. Saat mengetik kata kunci “artikel rohani tentang lambat, terlambat atau keterlambatan” di mesin pencari google, tidak ada artikel yang benar-benar sesuai. Namun dari permasalahan yang sering terjadi di persekutuan komsel , keterlambatan menjadi salah satu masalah yang menduduki peringkat teratas. Cukup banyak persekutuan komsel dimulai lewat dari waktu yang ditentukan (definisi KBBI,red) atau terlambat alias ngaret. Terkadang keterlambatannya sangat keterlaluan (bisa lebih dari ½ jam). Sebenarnya bukan hanya di persekutuan komsel, juga pada persekutuan atau kebaktian di gereja hal yang sama juga terjadi. Namun dalam konteks dunia pekerjaan, keterlambatan menjadi topik masalah yang cukup banyak dibahas. Dalam pekerjaan, bila kita terlambat memenuhi janji atau tenggat waktu, maka ini akan membuat kinerja kita dinilai kurang atau perusahaan kita dikatakan tidak bonafid. Demikian pula dengan keterlambatan karyawan masuk kerja. Untuk mengatasinya ada perusahaan yang menerapkan sanksi bila karyawan datang terlambat yakni dengan memotong uang hariannya. Apakah ini menjadi fenomena sehingga banyak orang yang takut terlambat memenuhi janji bisnis atau terlambat masuk kerja, dibanding takut terlambat datang ke persekutuan atau kebaktian di gereja karena dalam konteks rohani tidak ada sanksi yang didapat orang yang terlambat? Benarkah demikian?

Yang menarik saat ini dalam dunia sekuler, ada seorang Dahlan Iskan, menteri BUMN. Ia memiliki etos kerja yang baik dan tidak ingin terlambat. Ia juga menuntut agar anak buahnya tidak terlambat. Untuk itu ia memberikan contoh dengan datang tepat waktu, bahkan kalau perlu naik ojeg untuk mencapai tempat rapat sekalipun ia seorang menteri.  Bahkan ia sudah terbiasa untuk berangkat jauh sebelum acara rapat dimulai. TIdak heran, seringkali ia sudah datang sementara bawahan atau panitia suatu acara , baru sedikit yang datang! Sehingga rapat bukan diundur, malah dimajukan waktunya. Sebelumnya, ia menjabat sebagai direkter utama PLN, perusahaan Negara terbesar kedua. Pertama kali rapat, ia hanya rapat dengan 2 dari sekian banyak direksi. Penyebabnya, sebagian besar direksi terlambat hadir karena rapatnya digelar pk 6.30. Karena terlambat, pintu ruang rapat dikunci dan mereka pun tidak bisa masuk mengikuti rapat. Setelah rapat usai, topic rapat tidak dibahas lagi, namun para direksi yang hadir diminta untuk melaksanakan hasil rapat. Bagaimana jadinya, bila ketepatan waktu model Dahlan Iskan ini diterapkan di gereja?

Kembali dengan terlambat dalam perspektif rohani. Bila kita mencari di Alkitab, ayat-ayat yang terkait dengan kata lambat atau terlambat akan muncul 11 kali, ringkasannya sebagai berikut :
1.       Saat Tuhan hendak menyelamatkan Lot dan keluarganya dari pemusnahan Sodom-Gomora, ternyata Lot dan keluarganya berlambat-lambat. Sehingga kedua malaikat yang diutus Tuhan memegang tangan mereka dan menuntunnya ke luar kota tersebut (Kej 19:6)
2.       Keterlambatan Yakub (Israel) mengijinkan Benyamin dibawa ke Mesir bersama anak-anaknya yang lain mengakibatkan anak-anak Yakub terlambat membeli bahan makanan yang dibutuhkan mereka. (Kej 43:10)
3.       Bangsa Israel diusir dari tanah Mesir tanpa berlambat-lambat serta tidak diberikan bekal oleh bangsa Mesir (Kel 12:39).
4.       Terkadang Tuhan sengaja membuat alam (seperti matahari) untuk terlambat (terbenam). Namun itu untuk memenuhi kehendak / rencana Tuhan (Yos 10:13).
5.       Hakim Ehud berhasil meloloskan diri setelah membunuh raja Moab (Eglon) tanpa tertangkap karena hamba-hamba Eglon lambat dalam bertindak (Hak 3:26)
6.       Nabi Elisa meminta seorang nabi muda untuk mengurapi Yehu menjadi raja Israel saat Yoram telah menggantikan Ahab, ayahnya, sebagai raja Israel lalu menyuruhnya segera berlari tanpa berlambat-lambat karena resiko yang dihadapinya sangat besar (2 Raj 9:3).
7.       Pemazmur (Raja Daud) meminta agar Tuhan tidak terlambat datang menolongnya (Maz 70:6) dan ia sendiri berkomitmen untuk tidak berlambat-lambat dalam memegang perintah-perintahNya (Maz 119:60).
8.       Penglihatan (nubuatan) yang diterima nabi Habakuk pasti akan terjadi tanpa berlambat-lambat (Hab 2:3).
9.       Yakobus memberi nasehat agar setiap orang cepat untuk mendengar namun lambat untuk berkata-kata dan marah (Yak 1:19).
10.    Rasul Paulus sudah menulis surat terlebih dahulu kepada Timotius untuk mengantisipasi apabila ia terlambat datang mengunjunginya (1 Tim 3:15).

Dari hal-hal di atas kita dapat memetik beberapa pelajaran :
1.       Ada peristiwa yang membuat kita tidak dapat berlambat-lambat dalam bereaksi. Contoh : bangsa Israel yang diusir dari Mesir dengan segera tanpa diberi bekal. Contoh lain adalah hal yang dinasehatkan Yakobus agar setiap orang cepat mendengar.
2.       Ada hal-hal yang mengikat dan membuat kita terlambat. Contoh : Lot dan keluarganya berlambat meninggalkan rumah sehingga harus dipaksa oleh kedua malaikat karena merasa sayang meninggalkan rumah dan harta miliknya (kehidupan lamanya) dan keengganan / kemalasan hamba Eglon untuk bereaksi saat melihat ada hal yang tidak semestinya (pintu kamar raja yang terkunci).
3.       Keterlambatan membuat kehilangan kesempatan Contoh : Hakim Ehud lolos dari maut karena kelambatan aksi dari para hamba Eglon, nabi muda yang diutus Elisa lolos dari maut karena berhasil kabur tanpa berlambat-lambat setelah mengurapi Yehu jadi raja, kelambatan Yakub mengambil keputusan membuat keluarganya hilang kesempatan memperoleh bahan pangan lebih cepat
4.       Keterlambatan mungkin terjadi, namun kita perlu membuat rencana untuk mengantisipasinya. Contoh : walau Rasul Paulus ingin mengunjungi anak rohaninya, Timotius, namun untuk mengantisipasi keterlambatan Rasul Paulus menulis surat terlebih dahulu.
5.       Lambat diperlukan untuk hal-hal negatif (misal : marah yang destruktif). Maksudnya kita perlu mempertimbangkannya terlebih dahulu berkali-kali yang konsekuensinya membutuhkan waktu yang lama dan akhirnya tidak jadi kita laksanakan.
6.       Pertolongan dan nubutan (penglihatan) dari Tuhan sesuai dengan waktuNya. Bisa dibayangkan bila saat Daud berseru minta tolong dan pertolongan Tuhan terlambat datangnya, apa jadinya? Atau bila penglihatan yang diberikan ke nabi Habakuk tidak terjadi (terlambat)? Bila diperlukan,maka kuasa Tuhan akan mengatasi hukum alam (menghentikan perputaran matahari) agar rencanaNya digenapi.

Bagaimana kita sebagai orang percaya menyikapi keterlambatan? Setelah melihat manfaat dan mudaratnya, tentu kita berusaha untuk tidak terlambat. Tidak mudah dilakukan, karena bila ingin dijadikan budaya maka setiap kita perlu melatih diri. Pertama-tama kita harus memiliki sikap yang benar tentang waktu. Kita tidak dapat mengulang waktu yang sudah kita lalui, kita hanya dapat mempelajari atau menyesalinya. Setelah kita menyadari arti pentingnya waktu, maka barulah kita membiasakan diri kita untuk datang tepat waktu. Karena kondisi lalu lintas di kota megapolitan yang tidak menentu dan sering macet, maka kita perlu melatih untuk datang jauh sebelum waktu yang ditentukan. Janganlah kita menghitung waktu pas-pasan karena tidak ada lagi cadangan bila terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki.  Lalu buatlah rencana tambahan bila ternyata kita tetap terlambat yaitu dengan memberikan informasi kepada rekan-rekan yang lain tentang keterlambatan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengantisipasinya. Terakhir, apapun yang terjadi lakukanlah segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya untuk kemuliaan Tuhan. Kalau fokus kita sudah benar (god-centered) maka apa pun yang kita lakukan semuanya untukNya.

Kita berikan yang terbaik untuk Tuhan. Janganlah sampai keterlambatan kita menjadi contoh yang buruk buat rekan kita dan bahkan menjadi batu sandungan. Janganlah kita kalah dengan orang-orang duniawi yang seringkali dapat lebih menghargai waktu. Berani mencoba untuk selalu datang tepat waktu? Bagi seorang PKS (Pemimpin Kelompok Sel), kita dituntut lebih termasuk dalam hal waktu. Bila kita terbiasa terlambat, maka para anggota akan mencontohnya. Lebih baik kita datang lebih awal dan menggunakan waktu yang ada untuk berdoa bagi para anggota kita daripada kita terlambat dan mengakibatkan waktu mulai komsel menjadi molor dan waktu pulangnya lebih lama (malam). Berani bayar harga?


No comments:

Post a Comment