Monday, October 22, 2012

Kita Adalah Rekan Kerja Allah



Pdt Martus Maleachi.


1 Kor 4:1-5  Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Ada sebuah buku yang berjudul “Dapatkah Hamba Tuhan Melakukan Semuanya Sendiri?” Buku ini menggambarkan bahwa hamba Tuhan (pendeta) adalah orang yang terbatas sedangkan pelayanan di gereja sangat banyak. Sebab itu pendeta perlu rekan yakni rekan sekerja dalam pekerjaan Tuhan. Siapakah rekan sekerja itu? Adalah setiap kita yang terbeban (ikut dalam pelayanan). Setiap bidang itu, perlu orang yang mengasihi Tuhan. Itu berarti setiap kita apapun yang kita kerjakan itulah rekan kerja Tuhan.

1 Kor 4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.   Kata “dipercaya” dikaitkan dengan hamba, budak yang menduduki tempat yang tinggi di rumah dan memiliki tanggung jawab besar dalam rumah tuannya. Seperti di PL Yusuf dijual ke Mesir dan bekerja di rumah Potifar. Ia menjadi kepala dari rumah tangga Potifar. Ia mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga di rumah Potifar. Potifar tidak perlu tahu lagi, siapa yang membersihkan rumahnya dan menyediakan makanan karena Yusuf yang mengatur semuanya dan bertanggungjawab. Itulah seorang yang dipercaya. Kita adalah orang yang dipercayakan rahasia Allah. Pada 1 Kor 2: yang dimaksud rahasia Allah adalah Injil Allah yang diberitakan dan dinyatakan dalam setiap kehidupan kita.

Efesus 2:8-10 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Itu berarti waktu kita diselamatkan, Tuhan ingin kita melakukan pekerjaan baik yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Itu berarti kita harus kembali menjadi wakil Allah yang telah diperbarui dalam Yesus Kristus. Sehingga kita dikatakan sebagai garam dan terang dunia. Itu berarti dalam kehidupan kita, kita menjadi wakil Allah. Bagaimana kita mengerti kasih Allah? Melalui kasih yang kita sampaikan, orang mengerti kasih Allah. Kalau ada orang yang bertanya, bagaimana pertolongan Allah? Seringkali Allah memakai kita menjadi perpanjangan tangan untuk menolong orang. Kita ditebus untuk melaksanakan tugas ini. Ini disebut sebagai prinsip penatalayan (stewardship, pertanggungjawaban kita kepada Tuhan). Di manapun kita, tetap menjadi wakil Allah.

Pada tahun 1975, seorang bernama William Wilberforce berusia 25 tahun Pada saat itu ia bertobat, lalu berpikir untuk menjadi seorang pendeta. Ia merasa urusan rohani lebih penting dari urusan yang lain. Tetapi kemudian ia berbincang dengan John Newton, seorang pedagang budak yang bertobat dan membuat lagu Amazing Grace. Yang menarik John Newton mengatakan ke William , kamu jangan jadi pendeta. Karena kamu harus tetap terjun di dunia politik. Lalu William berpikir, bergumul dan akhirnya tetap jadi seorang politikus. 3 tahun setelah itu ia menuliskan kalimat,”Urusan saya berada di dalam dunia dan saya harus berbaur dengan manusia. Atau saya meninggalkan posisi yang ditugaskan kepada saya oleh Allah. " (My business is in the world, and I must mix in the assemblies of men or quit the post which Providence seems to have assigned me). Dengan kata lain, dalam dunia politik, Allah ingin orang Kristen ada di sana. William berjuang terus, Baru 50 tahun kemudian ia bisa melihat hasilnya yaitu penghapusan perdagangan budak. TIdak mudah perjuangannya karena banyak orang tidak suka kepadanya. Ia mengalami fitnah, secara fisik ia diserang 2 kali. Banyak orang yang mengingini kematiannya. Tetapi ia tetap yakin Tuhan akan pakai dia di dunia politik. Ia membawa perubahan dalam dunia. Kalau kita lihat tidak ada perbudakan, itu hasil dari William W tersebut. Itu menunjukkan tidak semua dipanggil jadi pendeta (hamba TUhan). Setiap orang punya tugas masing-masing. Ladang Tuhan begitu luas, kita rekan kerja Allah dalam kehidupan kita masing-masing. Allah dapat memakai kemampuan dan talenta kita. Semalam saya bercakap-cakap dengan sebuah keluarga. Rupanya anak keluarga ini menyerahkan diri jadi hamba Tuhan. Kemudian, ia diperkenalkan kepada saya. Dalam diskusi ini timbul pemikiran, apakah ia harus menyelesaikan atau masuk ke universitas (S1) dahulu atau langsung ke sekolah teologia. Kalau mau ke sekolah teologia, apakah lebih baik ambil kuliah bahasa Inggris dahulu karena banyak buku berbahasa Inggris. Mungkin diperlukan bahasa Mandarin. Karena sekarang banyak dibutuhkan hamba Tuhan yang bisa berbahasa Mandarin. Atau mungkin diperlukan psikologi untuk menolong orang. Lalu saya berpikir, saat orang menggumuli apa yang dilakukannya, sebetulnya tergantung dari apanya. Apakah tergantung dari orang di sekitarnya, minatnya, talentanya. Karena setiap latar belakang yang diberikan Tuhan kita tidak sia-sia dan bukan kebetulan. Orang yang menjadi insinyur dan kemudian jadi hamba Tuhan bisa dipakai Tuhan. Ada daerah misi yang tidak bisa masuk hamba Tuhan, tetapi mereka bisa masuk sebagai tenaga ahli. Tuhan menyediakannya jauh sebelum menciptakannya. Jadi apa yang kita kerjakan itu adalah rencana Tuhan.

Beberapa waktu lalu, saya dan Pdt John Liem (pernah jadi dosen di SAAT) berbicara tentang masalah lingkungan hidup. Pak John Liem sedang bergerak dalam lembaga masyarakat  Altruis yang memperhatikan lingkungan hidup. Kami pikirkan cadangan air di kota Malang. Air yang kita miliki bila disedot terus bisa habis. Apa yang harus dilakukan? Untuk itu perlu tanam pohon di sekitar kampus. Tetapi bukan hanya itu. Untuk memelihara cadangan air, perlu foto satelit. Dari satelit, air dari tempat ini bersumber dari mana? Kita harus menanam pohon disekitarnya, supaya air tanah bisa masuk. Tetapi yang lebih penting, sumber air ada di gunung apa? Kemudian kita menjaga, memelihara pohon-pohon supaya air bisa masuk ke dalam tanah dan menjadi mata air di sana. Bagaimana bisa tahu? Hamba Tuhan mungkin tidak menguasai hal ini, kita perlu ahli. Jadi kita bicara dengan doctor yang ahli tentang air dan ada orang lain yang ahli tanah (geologi) Mereka adalah orang Kristen yang diberi hati untuk perhatikan lingkungan hidup Pekerjaan ini perlu kerjasama dengan pihak-pihak lain. Kita melihat bahwa sebetulnya itulah kesaksian orang Kristen di tengah dunia. Kita dapat mengerjakan sesuatu bagi dunia untuk memelihara dunia. Setiap orang dapat dipakai oleh Tuhan. Tuhan memakai dokter Kristen yang baik. Tuhan memakai guru Kristen yang baik Tuhan memakai ibu-ibu rumah tangga yang baik. Apapun yang kita kerjakan, Tuhan sedang memakai saudara dan saya Kalau saudara punya toko, TUhan menempatkan orang Kristen di sana. Jadilah orang Kristen yang baik.

Rekan kerja Allah berarti kita dipercaya untuk melakukan pekerjaan Allah. Yang kedua orang yang harus bekerja / bertanggung jawab. 2 Kor 4:2 yang dituntut dari pelayan-pelayan adalah dapat dipercaya. Dari kehidupan yang panjang di dunia ini, Tuhan ingin kita melakukan satu hal. Apakah kita dapat dipercaya? Apakah kita dapat setia melaksanakannya. Ayat 3, Ia mengatakan yang penting bukan pengadilan manusia tetapi pengadilan Allah. Ayat 4-5. Inilah yang Tuhan ingin kita lakukan yakni mengerjakan bagian yang dipercayakan bagi kita. Tuhan menuntut anaknya melakukan tugas yang dipercayakan. Setiap orang berbeda taleta, pekerjaan, tetapi setiap kita adalah rekan kerja di mana saudara ditempatkan di GKKK Mabes.

Beberapa bulan lalu saya berkesempatan melakukan perjalanan misi. Saya menyusur Riau untuk mengunjungi perusahaan pekerbunan kelapa sawit. Sewaktu bergabung, diceritakan sejarah pelayanan yang disediakan di buku kecil. Saya baca bagaimana pelayanan di mulai. Tahun 1976 dimulai oleh seorang auditor (akuntan). Ia bernama Daud Paramarta. Bapak Daud ditugaskan menjadi auditor diutus ke daerah Enok. Kalau diutus ke negeri indah pasti mau. Tetapi ke daerah pedalaman, apa reaksinya? Tetapi Bapak Daud bukan saja jujur, tetapi Tuhan ingin ia melakukan tugas ini. Ia pergi karena itu orang bisa dipercaya. Ia memegang teguh prinsip pengajaran Kristen sehingga ia dipercayakan tugas ini. Di sana tidak ada gereja. Lalu ia mulai berkumpul untuk mendirikan gereja. Akhirnya persekutuan berkembang lalu undang hamba Tuhan untuk melayani di sana. Bapak Daud seorang akuntan, tetapi ia memiliki hati melayani Tuhan. Ia memiliki kesaksian hidup yang baik sehingga orang–orang itu mau datang dan masuk gereja (ada 12 gereja dan 20 pos PP di daerah itu). Juga di perusahaan sawit lainnya berdiri gereja . Sampai akhirnya ia meninggal 3 Jan 1991. Di ruang ICU RS, pimpinan perusahaan Mr Thay, datang mengunjungi beliau. Ia bukan seorang Kristen. Ia seorang Budhis Tetapi sangat respek kepada Daud dan mengatakan, ‘Pak Daud saya tahu apa yang ada di dalam pikirannya. Sang Budhis ini berkata ke Daud, bapak tidak perlu kuatiir. Saya akan berikan dukungan kepada gereja di sana. Karena ada orang yang mau melayani walau bukan hamba.’ Setiap kita dipercaya Tuhan, tetapi dapatkah kita setia sampai akhir? Waktu bertemu Tuhan, pujian manusia tidak berarti banyak, yang penting pujian TUhan.

Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi ibu berusia 96 tahun. Namanya Kao Ta Cie. Ia dosen SAAT pertama kali di buka di Bandung, Ia setia melayani sampai akhir. Awal 2000 saya mengunjunginya. Ia berkata sedang beres-beres semua barangnya. Yang tidak perlu dibuang. Mau pindah rumah? Tidak. Kalau Tuhan panggil saya, saya sudah siap. Ia siap menghadap Tuhan tetapi sampai hari ini, tetapi Tuhan tetap memberikan kehidupan kepadanya karena  mungkin kita tetap membutuhkan doa-doanya. Ia sudah tidak aktif mengunjungi jemaat-jemaat. Badannya semakin lemah tetapi ia tetap berdoa. Bagaimana bisa tahu?. Setiap kali saya datang, ia tahu apa yang menjadi pergumulan saya. Ia selalu mengatakan, bagaimana tentang ini dan itu. Sekarang SAAT ada progam bahasa Mandarin tahun depan. Hampir setiap hari minggu saat mahasiswa keluar, mereka mampir ke rumahnya. Mereka memberikan pokok doanya. Semua dicatat. Ia terus mendoakan . Dalam kelemahan tubuhnya, ia tetap berdoa. Saya sering bertanya, kepada diri, dapatkah saya mengakhiri pelayaan di dunia dengan setia. Kita bukan bekerja sendiri karena Tuhan setia dan akan memimpin saksi Allah. Tuhan ingin kita setia melakukannya.

No comments:

Post a Comment