Wednesday, October 24, 2012

Hati Yang Peka akan Allah




Ev Anky

Roma 11:33-12:2
33  O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
34  Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?
35  Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?
36  Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
1   Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
2  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Saat pertama kali ditulis Alkitab tidak ada judul ayat dan perikop. Seperti saat tulis surat, tidak ada nomor 1 dstnya hanya tulis saja. Berarti kalau mau melihat seolah terputus, tapi saat pertama kali ditulis tidak dipisahkan. Sehingga kita menggalinya secara utuh 11:33-12:2.
Ayat 33 dimulai dengan O alangkah dalamnya kekayaan  hikmat dan pengetahuan Allah. Kita perlu menggalinya dari Roma 1:1. Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
Waktu Paulus tulis ke jemaat Roma, ia tahu siapa dirinya yaitu hamba Yesus Kristus. Ini penting. Waktu kita dilahirkan di dunia, siapakah kita di hadapan dunia?
Kita kenalana dengan Paulus di Kis 9. Roma 1 tulisan Paulus setelah peristiwa2 di Kis 9. Paulus waktu lahir diberi nama Saulus. Sewaktu tumbuh jadi remaja, pemuda dengan keyakinan tertentu. Saulus sementara itu berkobar-kobar hati nya mengancam dan membunuh murid Tuhan. Kalau kita ketemu Paulus di Kis 9, dan bertanya kepadanya, Siapa dirimu? Sangat besar kemungkinan, ia berkata aku dipanggil untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Bandingkan dengan kalimat di Roma 1:1. Dari Paulus, hamba Kristus Yesus. Kis 9 bila ditulis dari Paulus, musuhnya Tuhan Yesus. Di sini ia dipanggil untuk mengancam dan membunuh murid Tuhan artinya Saulus memilih menjadi musuh bagi Yesus. Tiba-tiba puluhan tahun kemudian, Paulus memperkenalkan diri bahwa ia adalah hambanya Yesus Kristus. Apa yang terjadi?
Saya lahir dari keluarga yang bukan Kristen. Orang tua mengajarkan bagaimana cari duit, apapun boleh yang penting cari duit. Lucunya saya ketemu dengan salah satu anggota paduan BUK, tempat jualan di Petojo yang jualan baju. Mama saya jualan sembako (beras dll). Sangat kebetulan salah satu penyanyi , mama dari teman saya satu sekolah. Saya dibesarkan dengan cara berpikir bahwa uang adalah segala-galanya. Tidak ada yang lebih penting selain uang. Maka kalau beras datang bertruk-truk sebelum turun ke tempat kita, saya bertugas untuk mencolok beras dan ambil 1 liter barulah karung beras masuk. Sehingga beras masuk gudang, tetapi 1 liter beras diambil dulu. Nanti yang setelah diambil itu akan dijual eceran. Tetapi waktu jualan , yang disebut 50 kg, tetap 50 kg. Kalau kita jual modal juga bisa. Kita tidak usah ambil untung karena kita pasti jual lebih murah dibanding toko sebelah. Orang bingung darimana kita dapat untung. Mencuri dengan paksa. Waktu saya belum terima Yesus, bagi saya tidak apa-apa. Kenapa? Karena dari kecil mama-papa saya bilang yang penting banyak duit. Bagaimana caranya tidak penting.  Saya dibesarkan sampai 17 tahun seperti itu. Saulus dari kecil ia sudah meyakini bahwa bunuh orang Kristen itulah yang terbaik. Saya dari kecil dilatih, banyak duit itulah yang paling penting. Tiba-tiba saya sekolah dan lulus, ambil S1 akuntansi di Untar. Saya sudah bekerja di perusahaan dengan gaji yang lumayan besar. Tiba-tiba dalam hidup saya ada 1 periode, yang saya tinggalkan saya jadi guru tahun 1997 gaji saya jadi 1/3. Anggaplah 1997 gaji Rp 600.000 jadi guru Rp 200.000. Kok mau?  Bukankah hidup duit yang paling penting? Saya temukan, 1992 saya gagal di sekolah Kristen, akhirnya terima Yesus sebagai Juruselamat saya. Satu tahun kemudian, 1993 mama saya meninggal. Sebelum meninggal Maret 1993, 8 bulan sebelumnya terkena penyakit tumor ganas diantara rahim dan ganjil. Masuk keluar RS, kirim ke Tiongkok. Pakai uang yang dicari untuk sembuh. Faktanya 8 bulan kemudian, uang tidak bisa membuat mama saya sembuh. Hari itu saya berkata, Tuhan kalau benar uang paling penting, bukankah uang bisa sembuhkan mama saya? Seakan-akan saya ingin berkata kalau dari kecil saya diajar cari uang yang banyak dan sekarang mama saya sembuh, bagaimana? Nanti saya cari duit sendiri. Semua uang dipakai untuk tukar kesembuhan mama. Puluhan juta habis. Barang ditoko dijual akhirnya barang di toko makin kurang. Tinggal 1 rumah, mama saya meninggal. Kalau gitu jual rumah untuk mama tidak meninggal, bisakah? Kalau uang paling penting, kenapa dalam hal ini tidak apa-apa? Hari itu saya menangis, pasti bukan uang paling penting. Kita perlu uang , tapi pasti uang bukan yang paling penting. Kalau begitu, apa dan bagaimana yang paling penting dalam hidup?

Rasul Paulus berjalan di jalan itu dan bertemu TUhan. Kis 9:3 dalam perjalanan dekat Damsyik, cahaya memancar dan mengelilingi dia.  Tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Paulus yakin yang paling baik bunuh orang Kristen. Yesus datang bertemu dia. Ayat ke 4 ia rebah ke tanah dan kedengaran suatu suara Saulus, Saulus mengapa engkau menganiaya Aku. Akulah Yesus yang kau aniaya. Saulus dalam perjalanan, cari Yesus atau pengikut Yesus? Cari pengikut. Kenapa Yesus bilang , Akulah yang kau aniaya. Apa Yesus tidak tahu? Paulus cari muridnya Tuhan. Cari pengikut Yesus. Yang datang ketemu dia adalah Yesus sendiri. Ia Tanya, siapakah kamu? Saya adalah Yesus yang kau aniaya. Saulus pernah aniaya Yesus? Tidak pernah. Kenapa Yesus bilang, Akulah yang kamu aniaya? Saulus langsung mengerti, Yesus adalah Tuhan tidak memisahkan diri dari pengikut tapi menyatu dengan pengikutNya. Yesus yang berkata, Akulah kebangkitan dan hidup menyatu dengan murid2Nya. Sehingga waktu murid2Nya dianiaya, Ia sendiri yang dianiaya. Saya langsung mengerti 19 tahun lalu, kalau mama ada di dalam Yesus maka ia menyatu dengan Yesus. Kalau pun mama saya tidak sembuh, mama saya harus meninggal, tetapi Yesus yang kebangkitan dan hidup akan membangkitkan saya. Ia akan hidup selama-lamanya. Duit tidak bisa beli. Jabatan, pekerjaan apapun tidak bisa beli. Satu2nya yang bisa beli adalah Yesus yang berkata, Akulah kebangkitan dan hidup. Secara peristiwa Yesus mati di kayu salib, di kubur. Yesus yang di dalam kubur kenapa bisa lihat Paulus setelahnya? Berarti Yesus melewati kematian, melampaui kematian, keterbatasan. Yesus adalah Yesus yang bangkit selama-lamanya. Yesus yang selama-lamanya berkata Akulah yang Kau aniaya. Siapa yang hidup bersama Yesus. Maka akan hidup bersama Yesus selama-lamanya. Saudara dan saya akan hidup selama-lamanya. Yesus berkata, Akulah yang kau aniaya. Kalau dalam cerita itu, saya pernah dipotong kuping oleh Paulus, saya adalah pengikutnya Kristus, bukan Angki yang dipotong kupingnya tetapi Yesus yang dipotong kupingnya. Kalau mama saya di dalam Tuhan saat itu, berarti bukan mama saya yang tanggung tumor itu, tetapi Yesus yang tanggung. Cari dimana ada Tuhan yang berkata, Ia kebangkitan hidup dan menyatukan diri dengan murid2Nya. Sejak saat itu 19 tahun lalu saya menyerahkan diri menjadi Kristen, saya sadar, hidup saya ada tujuan lain yang lebih penting yang lebih mulia. Hidup yang Tuhan percayakan 1 kali lebih berharga dari sekedar mengejar harta duniawi. Maka 15 menit terakhir mari gali bagian ini baik-baik. Paulus berkata, akulah Paulus, hamba Yesus Kristus. Yang dulu musuh sekarang diubah jadi hamba. Lalu ia tulis surat kepada jemaat di Roma, tulis panjang lebar semuanya. Sampai satu kesimpulan, oh alangkah dalamnya kekayaan dan hikmat Tuhan sungguh tak terselami jalan-jalanNya. Saudara dan saya sedang menjalani pengalaman hidup yang sangat menakjubkan. Jadi orang Kristen bukan saya jatuh cinta dengan Yesus saat sekolah teologia. Tapi makin lama makin jatuh cinta setelah sekolah selesai, saat saya baca FT, renungan dan jalani hidup. Ada khotbah atau tidak , saya baca FT dan renungan. Baca Alkitab saya temukan begitu banyak janji TUhan yang terjadi secara nyata dalam hidup saya. Apa yang ditulis, itu terjadi. Ini saya sebut, makin kenal, makin cinta. Makin cinta, makin kenal. Makin kenal, makin cinta. Makin jatuh cinta dengan TY, makin kenal siapa TY. Paulus mengatakan, ayat 34 siapa yang pernah jadi penasehat Tuhan? Tidak ada. Ada yang kasih Tuhan sampai T hutang, tidak ada. Segala sesuatu dari Tuhan , oleh Tuhan , bagi Tuhan, kepada Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Pasal 12:1 Hidup milik Tuhan , persembahkanlah hidupmu sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah. Hidup dari TUhan. Kasih kembali ke Tuhan.
Waktu kecil , ada permainan, ada rumah dan 3 jalan, yang mana sampai rumah. Hanya 1 yang sampai. Siapa yang pernah main ini dan cobanya dari mana? Cobanya bukan dari bawah. Caranya, dari atas lalu turun sehingga ketemu satu. Kalau dari bawah, pilih satu ternyata bisa salah. Untung 3 pilihannya, kalau 20? 100? Kalau dari atas, ketemu 1. Baru ulang dari bawah. Yang lain tidak perlu lagi. Segala sesuatu dari Tuhan, kalau sudah ketemu Tuhan untuk apalagi? Kalau semuanya punya Tuhan dan Tuhan kasih kita pakai mobil dan uang, mau apalagi? Kata Paulus, yang paling penting muliakan Tuhan. Punya mobil, muliakan dengan mobilmu. Yang dikasih istri, muliakan Tuhan dengan istri. Dikasih suami bersama suami muliakan Tuhan , jangan buat susah suami. Yang punya anak, tidak semua orang punya anak. Maafkan tidak semua orang punya anak. Kalau Tuhan kasih anak, muliakan Tuhan dengan anak ini. Tidak semua orang punya mobil 2. Ada yang hanya 1 atau hanya punya motor. Kalau Tuhan kasih, muliakan Tuhan. Maka Paulus berkata, segala sesuatu, oleh , dari dan bagi Tuhan maka persembahkan tubuh yang hidup. Bukan setelah mati cari Tuhan. Selama masih hidup, mau sehat dan sakit, kalau hidup persembahkan bagi Tuhan. Pernah lihat orang main piano 4 jari? He Ah Lee, dari Korea. Waktu HUT sekolah undang main dib alai kartini. Jarinya 4 main piano. Kita 10 jari tidak bisa. Ia 4 jari bisa, pendek orangnya. Kita sehat persembahkan diri bagi Tuhan. Bagaimana cara untuk punya hati dengan Tuhan. Persembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan sejati. Roma 12:1. Ayat 2, jangan lah kamu serupa dengan dunia ini. Roma 12:1 persembahan tubuh sebagai ibadah sejati ayat 2 janganlah kamu serupa dengan dunia. Orang dunia punya rumah untuk keegoisan sendiri. Orang dunia punya istri untuk diperalat, kepuasan sex dlsbnya. Orang dunia punya anak diperalat untuk merawat saat tua. Orang dunia cari duit banyak supaya aman pakai duit. Jangan serupa dengan dunia. Tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. Seperti ulat berubah jadi kupu2, metamorphosis. Every day, every moment, present tense.

Ayat 2, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik dan yang berkenan kepada Allah. Kita akan jadi peka, Tuhan maunya apa? Kalau dibalik, bagaimana cara tahu  kehendak Allah? Yakinlah bahwa semuanya punya Tuhan. Persembahkanlah tubuh , pakai hidup yang kudus, pakai tubuh untuk berkenan kepada Allah, jangan serupa dengan dunia. Berubahlah seperti ulah melalu metamorphosis sehingga dapat membedakan mana yang baik. Makin kenal, makin cinta. Makin cinta, makin peka.
Saya sudah menikah 12 tahun. Tahun petama saat ia batuk saya tidak mengerti. Sekarang batuk, banyak variasi. Hubungannya yang baik. Kalau saya jalan di mal bergandengan tangan. Kalau pencet jempol dan kelingking lain artinya. Kalau kita ngomong, orang lain tidak ngerti tapi karena kami suami istri 12 tahun kita mengerti. Bahkan nama panggilan saja bukan Angki, ada nama panggilan sayang. Orang juga tidak saya. Hubungan kita dengan Tuhan baik, Tuhan mau apa kita tahu.  TIdak usah hubungan baik saja Tuhan tahu apalagi hubungan baik. Kalau jadi papa mama, kita tahu anak kita mau sesuatu kita tidak tega, tidak akan membiarkannya saja. Apalagi Tuhan yang punya semua, apa dia tega? Jangan kuatir. Kalau pun kematian harus mengangkat kita, Yesus berkata, Akulah kebangkitan dan hidup , Aku besamamu selamanya.


No comments:

Post a Comment