Wednesday, October 24, 2012

Bebas dari Dosa




Ev Suwandi

Yohanes 8:31-36  Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.  Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."
Galatia 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Dua hari lagi bangsa Indoensia akan merayakan HUT RI ke 65. Bangsa Indo dijajah Belanda 365 tahun, Jepang 3,5 tahun. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarna mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Sejak itu bangsa Indo merdeka dan berhak mengurus segala di negara Indonisa. Kemerdekaan sangat diidam-idamkan setiap bangsa. Setiap bangsa berjuang mati-matian untuk kemerdekaan. Banyak korban yang terjadi untuk memperebutkan kemerdekaan. Kalau kita melihat saat ini, hampir seluruh negara di dunia sudah merdeka. Walau hampir seluruh negara sudah merdeka tapi manusia tidak menyadari bahwa manusia sering jadi budak dosa. Yoh 8, Yesus mengajarkan bahwa Tuhan Yesus mengajarkan kemerdekaan sejati. Yoh 8, saat Yesus menyakan kemerdekaan sejati, diprotes Yahudi : tidak pernah jadi budak siapapun, sungguh2 orang merdeka. Yesus : kalau Yesus tidak memerdekakan mereka, mereka adalah budak dosa. Yahudi tidak sadar dibelenggu dosa. Orang sering merasa bebas dan berkuasa atas diri sendiri , bisa lakukan apa saja , sesuai keinginan sendiri. Mereka bisa lakukan keputusan sendiri tapi dibelunggu dosa tanpa disadari. Saat di kayu salib, Yesus berkata, Bapa ampuni mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang dilakukan. Mereka dikuasai dosa, sehingga tidak tahu Yesus adalah Mesiasa. Dosa mengakibatkan mereka menyalibkan Yesus. Tetapi banyak orang yang tidak mau mengakui dirinya dibelenggu dosa. Akibatnya, saat orang bilang bebas melakukan apa saja, datang kebebasan yang membelenggu. Orang bilang , bebas untuk merokok, minum keras. Tanpa disadari mereka bebas tapi terikat dosa. Dosa minuman, judi dll, tetapi merasa dirinya bebas. Banyak orang hidup dalam perbudakan dosa tapi tidak merasa. Dunia ini dikuasai oleh dosa. Paulus mengatakan, celakalah aku, karena aku manusia celaka siapa dapat membebaskan aku. Syukur kepada Tuhan Yesus yang telah datang. Yesus mengatakan di kayu salib : sudah selesai. Artinya Tuhan Yesus datang membebaskan manusia yang berdosa. Kematian di atas kayu salib hanya  sekali untuk selamanya. Bukan karena kita berbuat sesuatu.
Suatu kali seorang kaya mentertawakan orang miskin. Kamu bagaimana bisa bebas? Orang miskin : saya dibebaskan YK secara Cuma-Cuma. Tuhan Yesus mati di kayu salib karena manusia berbuat baik / berjasa. Tapi dimerdekakan hanya karena anugerah. Siapa percaya sudah dibebaskan dosa. Pada waktu percaya / datang pada Tuhan, kita sudah dimerdekakan / bebas, tetapi pada waktu dibebaskan, banyak orang yang tidak bisa mempertahankan kemerdekaan itu. Iblis tidak tinggal diam tapi menjatuhkan manusia supaya kembali pada dosa. Oleh karena itu kita mengalami godaan  / pencobaan supaya jatuh dalam dosa. Iblis seperti singa yang mengaum dan berusaha mencari orang yang akan ditelannya. Walau Yesus sudah memerdekakan, iblis berusaha mengikat kita kembali. Gal 5, Paulus mengatakan, kita harus berdiri teguh. Kita jangan lagi kembali diperdaya oleh Kristus. Kita harus berdiri teguh. Dalam mempertahankan kebebasan dari dosa, kita melihat perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus. Ada 2 orang yang membangun rumah : yang satu dibangun diatas batu karang yang lain di atas pasir. Saat datang hujan, angin badai meniup rumahnya tidak rubuh karena di atas batu karang. Yaitu orang kristen yang berdiri teguh , tak tergoyahkan. Orang kristen yang tidak teguh sepertu menderikan rumah di atas pasir, roboh saat cobaan datang. Karena itu banyak orang kristen yang dulunya begitu aktif melayani tapi meninggalkan Tuhan. Orang yang begitu saleh tapi jatuh dalam dosa. Orang yang berdiri teguh karena mendengar FT dan melakukannya. Tapi orang yang bisa berdiri teguh mendengar FT tapi tidak mau melakukannya. Iblis pintar dan tahu cara menjatuhkan kita. Krn itu kita harus berdiri teguh.
Kita lihat dalam kehidupan orang kristen. Orang kristen tahu FT, tapi yang penting bukan tahu FT, tapi diinginkan Tuhan adalha melakukannya. Seringkali , kita tidak melakukannya. Beberapa hari lalu, terjadi hal yang mengherankan saya. Ada seorang yang ingin pergi ke Makao untuk berjudi. Pada waktu seorang temannya berkata, kamu mau berjudi, saya titip uang. Dalam pikiran orang kristen : titip uang untuk berjudi. Saya pikir dalam pikirannya, yang berjudi bukan saya. Ia tahu FT tapi tidak mau melakukannya. Bileam dalam Alkitab adalah seorang nabi kalau memberkati orang, orang akan diberkati dan sebaliknya. Suatu kali orang Israel keluar dari Mesir, Balak ketakutan dan pikirkan cara mengalahkan bangsa Israel dan minta Bileam tolong kutuk bangsa Israel supaya kalah. Tapi setelah tanya Tuhan, Balak tidak mengutuki. Lalu kedua kalinya ia tanya, bolehkan kutuki bangsa Isarel. Ia tahu tidak boleh tapi akhirnya T ijinkan ia pergi dan hampir mati. Kita sering mengerti FT tapi tidak mau melakukannya. Kadang kita bosan mendengar FT, kita sudah tahu.  Kadang dalam hidup kita, FT untuk isi pengetahuan, sesuatu yang baru yang belum kita lakukan, tapi untuk pikiran kita. Kita tidak lakukan, hanya simpan dalam pikiran. Sehingga tidak bisa berdiri teguh, akhirnya jatuh. Sehingga banyak yang kecewa terhadap orang kristen. Omong FT bagus tapi perbuatannya tidak. Orang demikian dikatakan di Alkitab, sudah dimerdekakan, tapi kembali diikat dosa, belum sungguh2 merdeka. Di Galatia dikatakan harus benar2 berdiri, kita lakukan apa yang dikatakan di Alkitab. Kita jangan jadi batu sandungan bagi orang lain.
Saat ajar murid SMA, diceritakan. Ada yang bilang, saya tidak mau ke gereja karena ada yang menjadi batu sandungannya. Kamu suka mengkritik orang lain, tapi bagaimana dirimu sendiri. Apakah dalam kehidupanmu, kamu melakukannya? Sering orang kristen , beribadah, mendengar FT sudah cukup lupa praktekkan. Saat mengalami sedikit hal saja, kita sudah jatuh di bawah kuasa dosa. Karena itu kita berdiri teguh. Kita melakukan FT. Dalam kehidupan sekarang , dosa merajalela dan banyak orang kristen menganggap dosa sebagai hal yang biasa. Hal yang berbahaya : kebiasaan. Dosa yang dilakukan banyak orang , dianggap sesuatu yang biasa. Dianggap bukan dosa lagi. Saya teringat di tempat saya. Orang suka beli lotere. Karena hampir semua orang beli ada 4 angka , 2 angka. Karena semua orang beli, jadi hal yang biasa. Kita tahu FT tidak boleh berjudi, tapi karena orang lakukan, orang melakukannya. Sebab itu Gal 5:1 Paulus mengatakan , jangan kembali lagi. Kita sudah dimerdekakan Kristeus. Kita jangan dibelenggu dosa. Di saat kemerdekaan ini, merupakan hal yang begitu indah. Saya ikut T begitu lama. Apakah saya sudah sungguh2 merdeka? Apakah saya masih di bawah kuasa dosa/ dibelenggunya? Dalam kehidupan sehari-hari, banyak cobaan yang ingin menjatuhkan. Tetapi seringkali cobaan yang tidak apa-apa , tidak punya keinginan untuk bangkit kembali. Membiarkan dosa membelenggu kita. Banyak kesaksian, orang melihat dari luar begitu baik / suci, tapi menyimpan yang namanya dosa. Karena itu di pagi ini, apakah kita sudah benar-benar merdeka? Apakah ada dosa yang disimpan? Dosa bahaya , saat pertama dilakukan, kita merasa takut. Kita merasa was-was, karena semakin lama dilakukan maka dosa dianggap sebagai sesuatu yang biasa, tidak ada rasa takut lagi. Kita melakukan ini, karena .. untuk membenarkan diri. Karena itu Gal 5:1 Paulus : kita sudah merdeka, jangan kembali lagi kepada dosa, dibelenggu dosa.

Orang kristen sudah dibebaskan dosa, tapi sudahkah kita sudah sungguh2 peroleh kemerdekaan sejati? Jangan lagi kita dikenakan kuk perhambaan. Hamba dosa karena sifat lama lagi. Dulu saya punya pandangan, sifat kita tidak bisa diubah. Tetapi dalam K , kita bisa diubahkan. Banyak yang dibelenggu oleh sifat lama kita misal : sombong, sifat lainnya. Orang Kristen yang bilang : dari dulu saya begini. Tetapi Tuhan Yesus sudah merdekakakan kita. Seharusnya kita bebas dan tidak dikuasai sifat lama kita. Pada pagi hari ini, kita merenungkan diri, apakah kita benar2 sudah bebas, apakah kita berdiri teguh membiarkan diri dikendalikan dosa. Kalau kita merasa dikuasai dosa, kita kembali pada Tuhan, T sendiri menolong kita untuk menjadi orang kristen yang sungguh merdeka. Paulus katakan saya mengabarkan injil, jangan2 saya sendiri ditolak. Suatu hal yang ironis. Jangan seperti orang Farisi yang menganggap diri mereka pasti masuk di sorga (satu kaki mereka melangkah di sorga). Tapi Tuhan Yesus menegur mereka, pintu surga tidak ada bagian pada mereka. Jangan anggap diri kita di surga, dekat dengan pintu surga padahal jauh.

No comments:

Post a Comment