Friday, January 1, 2016

Tuhan Membuka Pintu Kesempatan

Ev. Susan Maqdalena Kwok

Maz 90:12  Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Pendahuluan

                Hidup yang berarti adalah bila hidup kita bebas dari dosa. Tetapi apakah kita bisa menjalani hidup sehari-hari tanpa berbuat dosa? Kita bisa tidak berbuat dosa, namun kadang kala kita jatuh dalam dosa walaupun kita tidak harus berbuat dosa. Maz 90:11 mengatakan Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? Nabi Musa mengatakan bahwa Allah itu adalah Allah yang bisa membinasakan, memperlihatkan kegeramanNya dan menindas. Ia melakukan itu bukan karena Allah jahat, namun karena manusia hidup sehari-hari dalam kubangan dosa. Hidup dalam dosa itu yang membuat Allah menindas manusia agar manusia tidak berbuat dosa. Mazmur 90 merupakan ayat berupa doa dari Nabi Musa (bukan oleh Raja Daud seperti pada banyak ayat dalam kitab Mazmur). Memang tidak jelas dalam konteks apa Nabi Musa berdoa seperti ini. Tetapi banyak kata-kata indah dan pengajaran yang baik yang diajarkan Musa pada ujung hidupnya (saat  usianya tidak lagi muda) di antaranya yang menjadi tema pada hari ini.

Tuhan Membuka Pintu Kesempatan

Saya mengenal dua orang teman yang sangat dekat. Kami bersama-sama mengikuti persekutuan Sekolah Minggu, remaja, pemuda lalu berpencar karena masing-masing punya arah jalan sendiri. Teman yang pertama sama-sama masuk ke sekolah teologia sesuai panggilan. Sedangkan teman yang kedua tidak jadi masuk sekolah teologia, padahal di antara kami bertiga, dialah yang paling dulu menyatakan keinginannya untuk menjadi hamba Tuhan karena usianya paling besar. Ia menceritakan hal itu kepada kami sebagai adik rohani tetapi akhirnya ia yang tidak menjadi hamba Tuhan. Memang tidak salah tidak menjadi hamba Tuhan, yang salah kalau seseorang sudah memiliki panggilan jelas sebagai seorang hamba Tuhan tetapi lari dari panggilan itu. Tidak semua orang dipanggil menjadi hamba Tuhan. Saat Tuhan membuka pintu seseorang untuk menjadi hamba Tuhan, tetapi orang itu yang menutup pintunya maka besar kemungkinan pintu itu tidak akan terbuka lagi (walau mungkin saja, Tuhan membukanya kembali). Sahabat saya yang satu ini bekerja, menikah duluan dan punya anak. Ia menikah dengan orang yang latar belakang kehidupannya tidak jelas. Waktu pertama kali diperkenalkan saya merasa heran. Suaminya memiliki rambut yang gondrong, kumis tebal, bertato dan memakai kaos tanpa lengan. Dalam hati saya bertanya-tanya, “Mengapa ia menikah dengan orang seperti ini yang menyeramkan?” Setelah bertahun-tahun lewat ,suatu kali ia pernah menyatakan ke teman yang satu lagi bahwa ia menyesal mengapa dulu tidak masuk sekolah teologia dan melayani Tuhan. Saya tidak jelas seberapa dalam penyesalannya. Sampai hari ini usia kami tidak muda lagi. Saya merasa pintu kesempatan untuknya masih belum terbuka. Kalaupun nanti terbuka, ia harus meminta ijin ke suami dan anak-anaknya kalau ia mau menjadi hamba Tuhan.
Contoh kedua. Ada seorang pemuda yang diberi kesempatan untuk mendapat pekerjaan yang luar biasa oleh Tuhan, walaupun pendidikan akademisnya biasa saja. Ia seorang pekerja ulet dan akhirnya masuk ke sebuah bank. Di sana kedudukan dan karirnya merayap perlahan-lahan. 3-4 tahun kemudian ia mencapai kedudukan yang sangat baik. Ia seorang pemuda yang tampan dan memiliki posisi dalam pekerjaan yang baik, wanita mana yang tidak mau? Sayangnya pintu kesempatan yang diberikan Tuhan tidak dipelihara malah ia metutupi sendiri. Ternyata walaupun sudah punya kedudukan yang tinggi dan bergaji besar, ia tidak merasa puas. Dengan kelihaiannya ia mengambil uang nasabah.  Awalnya tidak ada yang tahu. Hal itu berjalan 2 tahun dan sudah banyak uang yang diambilnya. Tetapi sepandai-pandainya tupai meloncat akhirnya jatuh juga. Perbuatannya diketahui oleh pimpinannya dan ia pun harus membayar uang yang telah diambilnya dengan mencicil. Rupanya ia diam-diam suka bermain judi. Ternyata bukan itu saja perbuatannya. Surat rumah milik mama dan cicinya , ia masukkan ke bank lain sebagai jaminan untuk meminjam uang yang kemudian ia gunakan untuk berjudi. Ia tidak bisa membayar pinjaman tersebut, sehingga akhirnya ia melarikan diri dari utang dan kejaran penagih utang.  Lalu ia mencoba bekerja apa adanya. Ia mulai jadi penjaga air gallon isi ulang. Setahun dua tahun kemudian, ia mau berusaha sendiri tetapi  tidak punya modal. Lalu dengan modal seadanya ia belajar membuat donat walaupun sebelumnya tidak pernah masak. Ia menitip donut tersebut di kampong dan warung kecil. Uang yang dihasilkan sedikit dan pekerjaannya melelahkan, namun mau tidak mau harus ia lakukan. Sekarang sudah tahun ke-17 sejak ketahuan dan kondisinya tidak pernah pulih Belum ada kesempatan untuk mendapat pekerjaan yang baik.
Tuhan seringkali membuka pintu tapi banyak orang yang menutupnya. Kalau hal ini terjadi, jangan memaksa Tuhan untuk membukanya kembali. Proses hidupnya kemudian dijalani tanpa arti. Hidupnya dijalani dengan sembrono dan tidak berhati-hati. Ada yang hidupnya terlalu kuatir sampai menutup mata imannya. Hidup dijalani dan menganggap kesempatan selalu ada. Ia tidak menghargai apa yang ada di depan mata. Kesempatan hari ini ditinggalkan padahal kita tidak tahu apa masih ada kesempatan lagi. Pada Mazmur 90:12 Musa berdoa, Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Ajaran Hidup yang Berharga

Pada Maz 90:12 Nabi Musa berdoa agar Tuhan mengajarinya. Nabi Musa memposisikan diri seperti murid yang tidak tahu apa-apa. Ia sangat rendah hati. Ketika ia dijahati lewat persekongkolan oleh Harun dan Miryam (kakak-kakaknya) yang iri hati dengan kedudukannya, ia tidak membalas. Ia sangat lembut. Saat itu, tidak ada orang Israel yang tidak mengenal Musa. Tetapi dalam kedudukan yang demikian, ia mengajak umat Israel untuk memposisikan diri dalam posisi yang rendah dan berkata,”Guru ajarlah kami” yang berarti Guru tunjukkanlah kami, perlihatkanlah kepada kami, arahkan jalan kami dalam konteks firman Tuhan. Hal ini bertujuan seperti yang tertulis pada Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.  Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Amsal 13:13   Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. Celakalah orang yang meremehkan firman Tuhan. Dalam perjalanan hidupnya sampai akhirnya, Nabi Musa tahu fungsi firman Tuhan. Ia tahu apa artinya firman Tuhan sehingga ia ingin terus diajar oleh firman Tuhan. Hari ini banyak orang Kristen meremehkan firman Tuhan.
Seharusnya sebagai orang Kristen kita berkata, “Ajarlah kami dengan firmanMu” atau “Tunjukkan kepada saya, apa isi hatiMu” atau “Perlihatkanlah pada saya apa mauMu, ya Tuhan”. Mungkin pada tahun 2015 kita jarang belajar atau kita memimpin diri sendiri dan tidak meminta Tuhan untuk mengarahkan. Mungkin kita bisa melewati tahun 2015, tetapi apakah kita melewati dengan kualitas ala kadarnya? Apakah kita melewatinya penuh dengan semangat juang atau melewatinya dengan banyak keluhan dan frustasi? Apakah kita melewati tahun 2015 dengan negative thinking dan curiga satu dengan lain?

Menghitung Hari

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian berarti mengajar kami menghitung hari-hari kami dengan teliti. Apa maksudnya menghitung hari? Hal ini tentu bukan sekedar merobek kalender seperti dilakukan pada zaman dulu. Menghitung hari artinya mengevaluasi seluruh yang sudah dilakukan, yang sedang dan bahkan yang akan dilakukan. Serta mengintropeksi ke dalam hati , “Motivasi dan pikiran saya ini seperti apa?” Yang sudah baik, mari kita lakukan dengan semakin baik. Jangan seperti keledai yang jatuh ke lubang yang sama berkali-kali karena tidak pandai menghitung hari. Sudah tahu kesalahan, kegagalan dan kekurangannya tetapi tetap dilakukan atau tidak mau berubah. Orang yang menghitung hari selalu menghitung apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan. Bila dalam melaksanakan sesuatu belum dengan yang terbaik, kurang sabar dan kurang hikmat dari Tuhan maa semua kekurangan di 2015 perlu diteliti dan diperhatikan. Kita seringkali pintar menghitung uang tetapi gagal menghitung hari. Kita bisa menghitung pekerjaan, keluarga dan pelayanan orang lain tetapi gagal menghitung diri sendiri. Pada tahun 2016 seharusnya mimpinya melakukan dengan lebih baik. Mimpi tinggal mimpi kalau kita gagal menghitung hari. Mari melihat mengapa kita gagal? Banyak hal yang bisa kita lakukan.
Saat booming batu akik, seorang saudara saya memperkirakan bahwa orang bisa kaya karena batu akik. Setelah 1-2 minggu, ia pun beralih ke batu akik. Awalnya saya pikir itu hanya sekedar hobi. Namun mereka berdua suami-istri tergiur dengan usaha batu akik sehingga mereka mengundurkan diri dari pekerjaan dan menggeluti batu akik. Tetapi bisnis batu akik hanya meledak sebentar. Akibatnya terlalu banyak uang yang diinvestasikan dalam batu akik. Anak-anaknya ada 4 orang yang masih harus dihidupi dan semuanya butuh dana padahal dananya sudah menjadi batu akik. Ini kegagalan di tahun 2015 karena tidak pandai menghitung hari. Pikiran bodoh saya, “Mengapa keduanya keluar dari pekerjaan? Mereka kan punya keluarga dan anak.” Mereka tidak pandai menghitung hari. Hidup mereka boros, pergi jalan ke sana ke mari untuk menikmati pemandangan dan makan enak  setelah itu tidak ada apa-apanya. Hidup seperti itu tidak menghitung hari. Kalau usaha baru mulai , kalau perlu makan nasi dengan lauk sederhana. Jangan tiap hari makan steak karena anggaran rumah tangga akan ‘jebol’ kalau tidak menghitung hari. Nabi Musa mengajar kita untuk menghitung hari. Pdt Andar Ismail (penulis buku berseri “Selamat”) menulis tentang Musa. Selama 40 tahun pertama ia hidup dalam kemewahan orang Mesir dan menempuh pendidikan orang Mesir yang tinggi. Ia memiliki segalanya. Ia tenar , kaya dan pintar. Drama 40 tahun pertama kehidupan Nabi Musa dikatakan “Aku Bisa”  karena ia punya uang, kedudukan dan backing yang tinggi. Dengan banyak uang, orang merasa bisa melakukan banyak hal dan mencoba mengatasi dengan cara sendiri. Ia membunuh orang Mesir dan menyembunyikan mayatnya. Ia berpikir bahwa ia bisa karena ia adalah seorang anak angkat raja. Namun ternyata tidak bisa dan ia pun diburu oleh bangsa Mesir. Sampai pada 40 tahun kedua , ia dibawa ke padang gurun dan menjadi peternak. Ia hidup sederhana. 40 tahun tersebut, ia seperti orang yang tidak pandai bicara. Karena Tuhan mengutusnya balik ke Mesir ia berkata, “Tuhan ajarlah aku.” Tuhan membentuk Musa dari orang yang bisa bicara menjadi tidak bisa bicara, orang yang punya harta menjadi tidak berharta. Ia berkata, “Aku tidak bisa Tuhan” dan “Aku takut, Tuhan”. Dulu Musa tidak pernah takut dan sekarang ia menjadi takut. Tetapi 40 tahun berikutnya sesudah ia memimpin bangsa Israel. Ternyata bisa! Jadi pertama kali (40 tahun pertama) ia berkata,”Aku bisa. Aku bisa memimpin dan mengelola” Saat diproses, ia harus mengakui “Aku tidak bisa”. Kalau kita mengaku selalu bisa maka kita tidak bisa melihat Tuhan.
Kadang-kala Dia mengijinkan kita untuk mengalami putus asa. Seorang pengusaha Indonesia suatu kali pergi ke India. Ia kagum melihat di sana serat talinya ternyata sangat erat. Akhirnya ia membeli tanah yang luas dan menanaminya. Saat panen diolah menjadi tali serat lalu dipakai untuk mengikat, tetapi ia mendapati sesuatu yang luar biasa : tali seratnya tidak kuat alias gampang putus. Ia coba mengolahnya lagi tetapi tetap rapuh. Akhirnya ia balik ke Indonesia dan mencoba mencari tahu apa penyebabnya. Dari proses menanam, penguasaha ini akhirnya tahu penyebab tali seratnya rapuh. Rupanya tanah tempat tumbuhnya “enak” untuk bertumbuh. Tanahnya digemburkan dan diberi pupuk sehingga “enak’ untuk tanaman bertumbuh. Seharusnya dibiarkan agar tanaman itu berjuang terus untuk menancapkan akarnya sehingga berguna untuk menjalankan tugas yang berat. Kadang kita menolak hal yang berat dalam kehidupan. Kita ingin dijauhkan dari hidup yang berat. Tetapi Nabi Musa “digodok” 40 tahun sehingga ia tidak mencaci maki Tuhan saat membawa keluar orang Israel dari Mesir walaupun ia tidak bisa masuk ke tanah perjanjian. Hal itu karena Tuhan sudah membentuknya. Kita pun bisa memperoleh hati yang bijaksana seperti yang tertulis pada Mat 7:24-27. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." Orang yang punya hati bijaksana adalah orang yang mendengarkan dan menjalankan firman Tuhan. Orang yang bodoh mendengar tapi tidak melakukan. Mendengar firman Tuhan baik di gereja, KKR, radio, televisi ataupun media social lainnya. Bedanya terletak pada “melakukannya atau tidak”. Bagaimana dengan kita di tahun 2015 sebagai pribadi yang harus bertanggung jawab pada Tuhan? Apakah kita sudah melakukan pekerjaan dan pelayanan dengan baik sebagai majelis , siswa atau apa pun. Biarlah kita selalu minta diajar Tuhan dan firmanNya, menghitung hati yang bijaksana dan melakukan firman Tuhan. Jangan hidup disia-siakan. Tetiti dan hati-hati dalam menjalani hidup ini supaya tidak menyesal.
Kesaksian Pdt. Paulus Daun yang menceritakan kisah dari salah satu anggota jemaatnya. Beberapa kali ia meminta jemaat tersebut untuk melayani, tetapi selalu ditampik dengan berbagai alasan. Setelah lewat bertahun-tahun, ia pun terkena penyakit parah dan hampir stroke. Setelah itu ia baru berkata, “Sekarang saya ingin melayani”. Pendeta Paulus berkata, “Kamu tidak bisa berbicara dan berjalan dengan baik. Kesehatan, penglihatan dan pendengaran sudah menurun. Lalu sekarang masih melakukan apa? Sekarang engkau mau pelayanan apa?” Akhirnya Pdt. Paulus berkata, “Pulanglah, kau bisa pelayanan.” Pdt. Paulus berharap orang ini bersyukur diberi kesempatan melayani dengan doa. Jangan ada orang yang meremehkan pelayanan ini dan berkata kurang keren dan tidak terlihat (kalau berdoa di belakang layar tidak ada yang memujinya).

                

Saturday, December 26, 2015

Yesus : Allah Sejati Manusia Sejati


Ev. Helen Sung

Yohanes 1:1-3, 13-14
1   Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
2  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
3  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
13  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh  kasih karunia dan kebenaran.

Pendahuluan

                Keempat kitab Injil mencatat Yesus dengan sudut pandang yang berbeda. Matius mengatakan Yesus adalah raja, Markus mengatakan Yesus adalah hamba, Lukas mengatakan Yesus adalah manusia dan Yohanes mengatakan Yesus adalah Tuhan. Sehingga setelah membaca Firman Tuhan secara lengkap, kita sampai pada kesimpulan bahwa Yesus adalah Allah sejati dan manusia sejati. Kebenaran ini melampaui daya pikiran manusia sehingga banyak orang awam yang tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan. Mereka menerima Yesus hanya sebagai manusia, guru yang maha agung , nabi dan lainnya.
                Saat berjalan-jalan, saya bertemu dengan seorang Yahudi. Mengetahui akan pergi ke Israel, ia mentertawakannya. “Kalian datang ke Israel untuk melihat Yesus? Yesus adalah saudaraku.” Sampai saat ini banyak orang Israel tidak mengakui Yesus sebagai Allah. Tidak sampai 1.000 orang Israel yang percaya kepada Yesus (malah orang Aram dan Mesir lebih banyak yang percaya kepada Yesus). Mereka menanti-nantikan kedatangan Mesias. Padahal 700 tahun sebelum Yesus lahir, Nabi Yesaya sudah bernubuat tentang kelahiran Yesus. Saat melihat Yesus melakukan mujizat, mereka berkata "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?   Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia  (Markus 5:2b-3). Mereka mengenal Yesus adalah manusia.
                Kitab Injil dengan jelas mengatakan, Yesus bukan saja manusia tetapi juga Tuhan. Ketika Yesus menyembuhkan orang lumpuh, orang Yahudi memarahi Yesus, “Mengapa engkau menganggap dirimu sebagai Rasul Tuhan?” Kalau Yesus hanyalah manusia, kita juga tidak percaya kepadaNya karena sebagai manusia, suatu hari Dia akan mati dan tidak akan bangkit. Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan. Mari kita merenungkan apakah Yesus adalah juga manusia. Apakah di dunia pernah ada Yesus? Sejarah tidak menyangkal keberadaan Tuhan Yesus. Maka setiap Desember, kita memperingati kelahiran Tuhan Yesus. Memang Tuhan Yesus pernah hidup di dunia selama 33 tahun. Melalui Rahim Maria, Yesus dilahirkan dan Yesus dilahirkan bukan dari darah dan daging, tetapi Roh Kudus. Di Alkitab tidak dicatat tanggal kelahiran Yesus. Ini tidak perlu, karena Dia adalah Tuhan yang tidak terbatas. Maka ada yang merayakan Natal pada bulan Januari atau bulan lainnya. Bahkan ada orang Kristen yang tidak merayakan kelahiran Tuhan Yesus. Manusia saja merayakan hari ulang tahunnya, mengapa kelahiran Tuhan Yesus tidak kita rayakan?

Mengapa Tuhan mau menjelma menjadi manusia ?
1. Manusia berdosa dan tidak dapat menyelamatkan diri, maka  Yesus datang ke dunia untuk menggantikan manusia.
2.  Karena Tuhan adalah Tuhan yang suci dan tidak bisa kompromi dengan dosa. Yang berdosa harus dihukum. Ini adalah keadilan Tuhan. Maka Yesus datang ke dunia ini untuk menggantikan kita. Ibrani 10:4-5 Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki -- tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku --. 9:22 22  Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Dalam zaman perjanjian lama, domba dan lembu digunakan sebagai persembahan untuk menghapus dosa. Padahal tidak mungkin domba dan lembu jantan menghapus dosa manusia. Dikatakan pada Ibrani 10: 5 "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki  —  tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku  — . Mengapa Yesus perlu memiliki tubuh seperti manusia? Karena ia tidak berdosa, tapi kudus. Ia tidak membawa dosa seperti manusia. Mengapa Tuhan Yesus punya tubuh? Ibrani 9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Kalau tidak mengalirkan darah, dosa tidak dapat diampuni. Maka Tuhan memberikan Yesus tubuh yang harus naik ke kayu salib untuk mengalirkan darah dan menyelamatkan manusia. Tanpa tubuh fisik dan hanya tubuh roh saja, bagaimana bisa mengeluarkan darah? Melalui darah yang kudus, dosa kita diampuni. Sebagai manusia, Yesus bisa merasa lapar dan lelah, menangis, tertawa dan perlu tidur. Hal ini membuktikan bahwa Yesus adalah manusia sejati.

Bagaimana membuktikan Yesus adalah Tuhan?

Yoh 3:13 13  Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Yesus adalah manusia. Tidak ada manusia yang pernah naik ke sorga selain Yesus Kristus dan ini membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Ia bukan hamba dosa. Hal ini berbeda dengan manusia yang berdosa. Setiap kita harus percaya kepada Tuhan Yesus, karena kita adalah orang-orang berdosa. Contoh : walaupun tidak diajarkan, tapi bayi bisa marah. Kita tidak dapat menyangkal bahwa kita adalah orang berdosa walau kita tidak membunuh dan mengambil harta orang lain, namun dosa bukan hal-hal itu saja. Dari zaman Adam dan Hawa sampai hari ini kita disebut orang berdosa. Dari Perjanjian Lama, Tuhan sudah mencari Abraham, Ishak, Yakub dan terus mencari dari zaman ke zaman, namun tidak menemukan seorang yang suci sehingga menjadi Juruselamat dunia ini. Setiap orang berbuat salah, termasuk Nuh dan Daud. Karena tidak menemukan orang tanpa dosa, maka Tuhan mengutus anakNya yang tunggal untuk menjadi penyelamat Manusia. Hanya Yesus yang berbeda, karena Ia tidak berdosa sehingga bisa menyelamatkan manusia berdosa. Dialah manusia dan Tuhan, sehingga Dia layak. Selama di dunia, Dia terus menyembuhkan penyakit,  namun sasaranNya  datang ke dunia bukan untuk melakukan mujizat tapi Dia datang untuk mengampuni dosa manusia. Kalau tidak diampuni, tidak mungkin manusia pergi ke sorga.
                Ada yang bilang Kristen adalah agama yang egois karena menyatakan bahwa hanya Kristus yang bisa membawa manusia ke surga. Namun ini adalah kebenaran. Dengan percaya kepada Tuhan Yesus, manusia bisa ke sorga. Dari mujiat yang dilakukan Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan!
-          Orang yang tadinya lumpuh disembuhkan. Kalau Yesus bukan Tuhan bagaimana bisa menyembuhkan orang ini? Yesus menyembuhkan orang yang lumpuh karena mereka beriman. Ketika Yesus berkhotbah dan mengajar di rumah yang kecil, mereka tidak bisa masuk. Lalu mereka membongkar dan menurunkan orang sakit dari atas atap dan akhirnya Yesus menyembuhkan dia yang sakit.
-          Yesus juga mencelikkan orang yang buta. Dalam Injil, dicatat Yesus menyembuhkan banyak orang buta, bahkan ada yang buta sejak lahir. Ini membuktikan Yesus adalah Tuhan.
-          Menyembuhkan sakit kusta. Di dalam firman Tuhan dikatakan banyak orang yang terkena kusta dan mereka pun disembuhkan. Kalau Dia bukan Tuhan bagaimana Ia bisa menyembuhkan?
-          Meredakan angin ribut. Yesus sedang tidur dengan nyenyak dalam keadaan ombak begitu besar. Waktu itu murid-muridNya sangat ketakutan dan akhirnya Yesus meredakan angin ribut tersebut. Kalau Yesus bukanlah Tuhan, bagaimana Dia meredakannya? Kalau kita menghadapi ‘gelombang’ kehidupan , beranikah berkata (berdoa) untuk minta pertolongan Yesus?
-          Yesus melakukan mujizat 5 roti dan 2 ikan.  Bagaimana dengan 5 roti dan dua ikan, Yesus memberi makan 5.000 orang laki-laki dewasa beserta keluarganya? Ini adalah kejadian yang ajaib.  Kalau bukan Tuhan, bagaimana Dia melakukannya?
-          Membangkitkan Lazarus setelah mati 4 hari.  Walau sudah berbau, tapi Yesus membangkitkan Lazarus. Kalau Yesus bukan Tuhan bagaimana Ia membangkitkan Lazarus?
-          Natanael. Ketika Filipus berkata kepada Natanael, “Kami sudah bertemu dengan Yesus dari Nazaret (sebuah kota yang kecil sekali)’, Natanael tidak percaya. Namun ketika Natanael mendengar perkataan Yesus tentang dirinya yang berada di bawah pohon ara, Natanael pun menjadi pengikutNya. Yesus adalah Tuhan , kalau bukan, mengapa Dia tahu lokasi Natanael yang begitu jauh dariNya?
-          Tomas yang tidak percaya kepada kebangkitan Yesus walau sudah diceritakan oleh murid-murid yang lain. Setelah Yesus menampakkan diri kepadanya, akhirnya Tomas percaya. Kalau Yesus bukan Tuhan tidak mungkin ia mengetahui isi hati Tomas.
-          Wanita Samaria yang bertemu Yesus saat Yesus duduk di samping sumur. Yesus mengetahui kekosongan hatinya dan berkata, “Kalau engkau minum air sumur, engkau akan haus lagi. Kalau engkau minum air hidup yang Kuberikan kepadamu, maka engkau tidak akan haus lagi.” Setelah percakapan dengan Yesus, perempuan Samaria itu langsung mengenal Yesus adalah Mesias padahal orang Israel yang sudah lama mendengarnya, tidak mengakuinya.

Penutup

Mari kita mengundang sanak keluarga untuk datang pada 24-25 Desember  untuk merayakan Natal dan mendengar kabar baik tentang Yesus Kristus (Injil). Kiranya kita bisa seperti perempuan Samaria yang memanggil orang-orang lain untuk dating mendengar perkataan Yesus Kristus. Pada Yohanes 21:25 Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu , maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulisnya. Kalau hal-hal yang dilakukan Yesus semuanya dicatat maka bukunya menjadi sangat tebal. Kita menyembah Allah Tritunggal dan  melalui Tuhan Yesus yang telah menjadi daging. Tuhan yang kita percaya dan sembah adalah Tuhan yang nyata. Filipi 1:10-11 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,  penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.  Tuhan Yesus adalah manusia dan juga Tuhan. Maka hari ini kita merayakan kelahiran Yesus yang sangat berarti.
               



Yang Mandul Beroleh Anak


Ev. Susana Heng

Lukas 1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
Lukas 1:57-58. Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Kemandulan

                Tema “Yang Mandul Beroleh Anak” menunjukkan keajaiban. Adik saya setelah menikah bertahun-tahun belum memperoleh anak. Waktu itu anak-anak kami sendiri masih kecil. Dalam penantian, ia selalu minta tolong didoakan oleh keluarga saya termasuk oleh anak-anak saya. Jadi saat doa-keluarga , kami pasti teringat untuk mendoakannya. Ia terus berharap dan menantikan. Ini tidak mudah. Di Indonesia, ia sudah mencari dokter ke mana-mana. Kemudian ia pergi ke Australia untuk mengikuti program pembuahan dengan teknik bayi tabung (fertilisasi in vitro) dan ternyata gagal. Akhirnya ia bertekad untuk mengikuti program bayi tabung di Singapura pada tahun berikutnya. Namun di Indonesia pun, ia terus  mencari dokter ahli kandungan terkenal. Ia rela menunggu sampai malam di tempat praktek dokter karena ia begitu ingin punya anak. Hari itu sewaktu mau ke dokter, ia sangat kecapaian dan ketiduran sehingga ia batal ke dokter tersebut. Akibatnya, ia harus ikut antrian lagi dari awal yang panjang dan jadwalnya masih lama. Namun anehnya dalam masa penantian tersebut, ia tiba-tiba punya keinginan untuk mencoba lagi dan kemudian melakukan test kehamilan. Hasilnya ia hamil! Program bayi tabung dan inseminasi gagal, tetapi pada waktunya Tuhan memberikan anak kepadanya. Ia menyadari bahwa Tuhan sungguh-sungguh memberinya seorang anak! Setelah menikah selama 7 tahun, barulah ia mendapatkannya. Kalau di zaman ini begitu susah untuk mendapatkan anak, pada zaman dulu di mana tidak ada dokter, pandangan masyarakat terhadap kemandulan lebih negatif sehingga kita bisa memahami apa yang dicatat di Alkitab tentang kemandulan.

Kemandulan Elisabet dan Kebimbangan Zakharia

                Menjelang natal, ada peristiwa Elisabet dan Zakharia, Pada Lukas 1:5-7 dikisahkan tentang Elisabet yang mandul dan sudah tua. Menurut tradisi , yang disebut usia lanjut adalah orang yang berusia di atas 60 tahun. Pada zaman itu, orang yang tidak punya anak di masyarakat dianggap sebagai orang yang menanggung aib. Sebenarnya di luar pandangan masyarakat tersebut, Elisabet sendiri rindu punya anak. Elisabet dan suaminya, Zakharia, berdoa kepada Tuhan agar dikaruniai anak. Sehingga pada Lukas 1:13-14 Allah sendiri mengutus malaikatNya menjawab doa mereka. Malaikat Gabriel berkata, "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. ngkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Mendengar perkataan ini, Zakharia bimbang seperti yang dikatakan pada Lukas 1:18 "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Karena kebimbangannya, malaikat Gabriel pun berkata kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya    engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." (Lukas 1:19-20). Kita bersyukur kepada Tuhan karena Allah kita adalah Allah yang mengetahui dan peduli pada apa yang kita alami. Orang yang punya anak tentu tidak merasakan pergumulan orang yang ingin punya anak. Zakharia dan Elisabet berdoa meminta anak kepada Tuhan. Allah kita adalah Allah yang mendengarkan doa dan peduli kepada mereka.  Pada zaman dahulu Allah peduli dan hari ini Allah juga peduli. Kadang waktu orang sharing, saya sangat prihatin tapi saya tidak bisa menolong apa-apa kecuali mendoakannya.  Tetapi ketika Allah mendengarkan doa kita, tidak ada satu hal pun yang mustahil yang Allah tidak bisa kerjakan.

Bagi Allah Tidak Ada yang Mustahil!

Saya mengenal baik seseorang yang telah berusia hampir 40 dan telah lama menikah namun belum punya anak. Ia terus mencoba hingga waktu berusia 40 tahun lebih ia mau mencobanya di Penang. Ia pun mengambil cuti panjang untuk melakukan program bayi tabung. Usianya sudah tua dan ini terakhir kalinya ia berusaha. Kalau sekali ini gagal, ia berkata, “Saya dan suami tahu bahwa Tuhan menginginkan mereka hidup berdua saja. Sehingga mereka tidak punya penyesalan dan tahu ini adalah kehendak Tuhan.” Saya terus mendoakan mereka agar mereka berhasil mendapat anak. Tetapi kemudian ia pulang dan ternyata hasilnya gagal. Ia sudah pasrah. Ia dapat menerimanya dan malah ia menguatkan saya. Saya bersyukur Tuhan sudah memimpin hidup mereka. Tetapi ajaib, setengah tahun kemudian, ia berkata bahwa ia hamil! Saya benar-benar merasa kaget dan bersyukur. Beberapa tahun lalu saya bertemu dengannya dan anak perempuannya!
                Di sini kita melihat tidak ada satu hal pun yang mustahil di hadapan Tuhan. Itu sebabnya malaikat Tuhan menegur Zakharia, “Mengapa engkau tidak percaya?” Sehingga Zakharia menjadi bisu. Bukankah sebagai orang Kristen seringkali kita berdoa seperti Zakharia? Kita mempertanyakan dan tidak percaya. Di dalam Tuhan tidak ada satu hal pun yang mustahil. Di dalam kehidupan kita mengalami pergumulan baik tentang masa depan, karir (pekerjaan), kesehatan, keluarga, ekonomi keluarga atau lainnya. Tetapi Allah tahu, peduli dan setia kepada setiap kita. Seperti pada Zakharia dan Elisabet ia pun peduli pada kita. Allah yang peduli adalah Allah yang mampu melakukannya. Itu sebabnya kepada Tuhan kita punya harapan. Di dalam kesulitan, apakah pernah kita ingin meminta bantuan orang lain?  Kadang kita berpikir bahwa “A” bisa dan pasti membantu. Tetapi setelah ia tidak membantu, kita pun kecewa. Berapa persen orang yang pernah kecewa? Seharusnya dalam kesulitan, kita datang mencari Tuhan. Saat ada orang lain punya kesulitan dan kita mau menolong pun tidak bisa, tetapi di dalam Tuhan ada pengharapan.
Sekarang kalau ada kesulitan, saya langsung duduk berdoa. Kemarin saya melayani perayaan natal anak TK di Sekolah Methodis.  Untuk melayani anak TK, kita perlu menggunakan banyak gambar. Saya pun menyiapkan gambar-gambar tersebut 2 minggu sebelumnya. Karena cari di internet tidak ada, maka saya menggambar , memindai (scan) dan membuat presentasi dalam power point. Semuanya sudah saya persiapkan pada Jumat malam untuk disampaikan pada Sabtu pagi. Saya perlihatkan kepada suami yang menjabat sebagai pendeta (mu shi). Mu-shi menyarankan untuk membuat cadangan (back-up) dan kemudian ia pun membuat back-up nya di laptop yang ada di rumah. Saya pun merasa tenang, karena bahan sudah ada di flash disk dan sudah saya coba juga. Besoknya sesampai di gereja, sudah terdapat banyak anak TK dan orang tua mereka.  Saya memberi flash-disk untuk dimasukkan ke computer di gereja.  Ternyata computer terserang virus sehingga begitu flash disk dicolok, semua data di dalamnya hilang! Saya pun bertanya, “Mengapa tidak ada gambar satu pun?” Saya berkata bahwa saya sudah menyiapkan semuanya di sana, karena tidak mungkin saya bercerita tanpa gambar. Ada gambar saja, menghadapi anak kecil yang begitu banyak tidak mudah. Karena hilang, tidak mungkin saya scan lagi.  Akhirnya mu shi pulang untuk mengambil laptop di rumah. Namun saat mu-shi di tengah jalan, belum ada seorang ahli computer yang datang. Begitu mendengarnya saya merasa khawatir. Saya berdoa terus. Ternyata di sekolah juga mengalami masalah. Karena bukan saya saja yang kehilangan data, tetapi pihak sekolah pun mengalami hal yang sama. Sehingga liturgis semuanya kacau. Jadi saya mencari bangku , duduk dan langsung berdoa. Saya terus berdoa mohon kepada Tuhan. Saya tahu tidak mungkin mendadak orang menolong saya. Lalu saya sampaikan ke liturgis bahwa , “Sebelum mu-shi balik , saya belum mulai cerita.” Namun tiba-tiba seorang ahli computer datang, dan tiba-tiba juga datanya sudah ada lagi!  Saya sampai bertanya 2 kali untuk meyakinkan. “Maafkan shi-mu , apakah benar data saya sudah ada? Maaf saya bertanya 2 kali.” Lalu saya minta datanya diperlihatkan ke saya. Ternyata benar! Semuanya itu hanya diberikan oleh Tuhan Yesus dan saya sungguh bersyukur padaNya. Sewaktu berkhotbah, ada beberapa anak yang biasa suka berjalan kian ke mari, pada saat itu mereka duduk mendengarkan dengan baik. Malam itu koordinator acara berkata, “Terima kasih shi-mu. Saya tidak menyangka semua anak bisa duduk dengan baik walau semua guru sudah stand-by semua.” Saya tahu itu adalah pertolongan Tuhan. Tuhan kita adalah sumber pertolongan dalam segala waktu. Kalau kita mengharapkan orang lain, ia belum secanggih itu dan kalau ada pun ia bisa saja datang terlambat. Tapi kalau kita duduk berdoa , Tuhan bisa menolong tepat pada waktunya.  Saya kira itu yang dirasakan oleh ELisabet yang bertahun-tahun berdoa,, dan Tuhan menjawab doa mereka dan mujizat itu pun terjadi!

Di dalam Tuhan Ada Pengharapan

Tuhan kita adalah Tuhan yang peduli pada kita. Tuhan kita mampu melakukanNya karena tidak ada satu hal pun yang mustahil di hadapanNya. Itu sebabnya Dialah pengharapan kita. Natal membawa pengharapan baru bagi setiap umat manusia karena Tuhan membawa sinar terang dan pengharapan dalam hidup kita. Kalau merasa hidup kita kelam, gelap dan tidak ada pengaharapan, saya ingin menyampaikan bahwa di dalam Kristus ada harapan! Sehingga sewaktu semua orang melihat Elisabet hamil dan punya anak, mereka pun bersuka cita dengan dia. Hal ini tercatat pada Lukas 1:57-58. Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Di dalam Tuhan ada pengharapan, dan ketika melihat pengharapan Tuhan bukan saja kita bersukacita , tetapi semua kita bersukacita karena Tuhan Yesus. Kalau kita sekarang berada dalam kegelapan, belum memiliki pengharapan dalam Kristus atau belum memiliki sukacita. maka saya ingin sampaikan bahwa ada Tuhan Yesus yang merupakan pengharapan kita. Namun kalau sudah mempunyai harapan, kita bertanggung jawab untuk menyampaikan kasih Tuhan Yesus sehingga semua orang bersukacita. Tuhan Yesus adalah pertolongan kita dalam segala waktu dan setiap saat dia menyertai kita karena Dia adalah Allah Immanuel (Allah Beserta Kita). Di dalam Tuhan tidak ada satu hal pun yang mustahil. Karena Tuhan datang membawa perubahan sehingga kita yang berdosa diselamatkan. Kita melihat Elisabet yang mandul memperoleh anak. Siapa yang saat itu berkata, “Wanita tua yang mandul bisa punya anak?” Hanya Tuhan yang bisa melakukannya! Karena di dalam Tuhan tidak ada yang mustahil dan Tuhan menjadikan dukacita menjadi sukacita. Biarlah kita memiliki sukacita natal dalam hati kita. Kalau saudara dalam kegelapan dan pergumulan berat, ingat ada pengharapan di dalam Yesus. Dan tidak ada satu hal pun yang mustahil di hadapan Tuhan. Amin. 

Tuhan Yesus vs Raja-Raja Dunia


Pdt. Hery Kwok

2 Taw 26:16  Setelah ia (Uzia) menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran
2 Taw 32:26  Tetapi ia sadar akan keangkuhannya itu dan merendahkan diri bersama-sama dengan penduduk Yerusalem, sehingga murka TUHAN tidak menimpa mereka pada zaman Hizkia.
2 Taw 35:22 Tetapi Yosia tidak berpaling dari padanya, melainkan menyamar untuk berperang melawan dia. Ia tidak mengindahkan kata-kata Nekho, yang merupakan pesan Allah, lalu berperang di lembah Megido.
Lukas 4:6-7 Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.  Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."

Pendahuluan

Pada kitab Tawarikh (Perjanjian Lama) di antaranya dicatat tentang 3 raja Yehuda yakni :
1.    Raja Uzia adalah raja yang baik dan pada awalnya karirnya bagus sekali di mana ia melakukan pembaruan-pembaruan. Namun setelah menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati dan melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada Tuhan dan memasuki bait Tuhan untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran (2 Taw 26:16).
2.    Raja Hizkia adalah raja yang hebat yang melakukan pembaruan namun kemudian menjadi angkuh dan melupakan kebaikan Tuhan (2 Taw 32:26).
3.    Raja Yosia tidak mau mendengar Nekho dan merasa diri hebat (2 Taw 35:22).

Ketiga raja tersebut berbeda dengan Yesus Kristus , Raja Diraja, yang bisa dibaca pada Mat 4:8-9 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,  dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Sedangkan Lukas mencatatnya sebagai berikut : Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.  Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."  (Lukas 4:6-7)

Mengandalkan Kekuasaan

                Ada sebuah lelucon tentang kejatuhan Adam dan Hawa. Dalam lelucon tersebut dikatakan, seandainya Adam & Hawa adalah orang Tionghoa, namanya pasti akan menjadi “A Thiam & A Hwa”.
Manusia pasti tidak akan jatuh dalam dosa karena otak bisnis orang Tionghoa. Begitu melihat buah apel pasti tidak akan dimakan tetapi djual di pasar (lumayan dapat untung). Ularnya pun tidak sempat menggoda karena begitu muncul pasti akan ditangkap lalu dimasak ular-cah-fumak. Yang pasti , mereka takkan menelantarkan Taman Eden kosong karena dibangun ruko atau perumahan (Taman Eden Residence).
                Pada kisah Adam dan Hawa, iblis menawarkan untuk manusia mengatur diri sendiri  supaya manusia bisa melakukannya tanpa Tuhan. Itu yang dikenal sebagai kesombongan. Yang ditawarkan oleh si jahat (iblis) : kuasa kalau memiliki. Iblis berusaha menjebak Adam kedua yaitu Yesus Kristus. Adam pertama jatuh karena berpikir dengan kuasa mengatur, memerintah dan melakukannya sendiri. Di dalam kekuasaan itulah , manusia bisa melakukan berbagai hal dalam hidup. Kekuasaan membuat kita bisa melakukan segala sesuatu seperti mengeruk harta. Sehingga kekuasaan sangat menarik untuk dicari dan direbut.
                Sekitar 18 tahun lalu, seorang dosen mengatakan, “Kita dari kecil sudah salah diajarkan oleh orang tua. Mental dan kognitif kita belum matang tapi sudah diberikan kuasa sehingga kacau balau. Contoh : saat pembantu salah, sang anak memarahinya. Dia menunjukkan diri sebagai orang yang berkuasa. Sebagai anak dari majikan (yaitu papa dan mama-nya), ia berkuasa menegor dan memarahi pembantu. Di sini terjadi kehancuran sudut pandang sang anak dalam melihat kekuasaan. Demikian pula yang terjadi di Amerika . Anak-anak diajar bahwa setelah mencapai umur tertentu mereka  bisa mengatur diri sendiri sehingga dunia Barat mengalami krisis di mana anak-anak mereka menjadi liar dan mengerikan karena berusaha memimpin hidup sendiri dengan kekuasaannya.
                Orang percaya harus melihat hidup seperti pada zaman Musa. Saat itu apa yang dikatakan Musa diikuti. Apa yang rusak dibenarkan, apa yang diarahkan Tuhan diikuti. Dengan taat mereka mengikuti segala perintah Allah. Saat diminta untuk berjalan lurus, mereka berjalan lurus. Demikian pula saat diminta untuk belok ke kiri atau ke kanan. Musa berkata, “Tuhan, kalau Engkau tidak memberi perintah aku tidak akan berjalan.” Musa meletakkan kembali sumber kejatuhan manusia yaitu kekuasaan pada tempat yang seharusnya.

Ciri-ciri Raja Dunia

1.    Mengandalkan kekuasaan.

Di dalam kitab Raja-Raja (yang menceritakan sepak-terjang raja-raja ) dan Tawarikh (yang lebih menekankan dari sisi kerohanian raja-raja), umumnya anak raja  menggantikan papanya karena meninggal, mati dibunuh atau lainnya. Mereka menunggu sampai kuat baru mereka melakukan apa yang sudah direncanakan. Kekuasaan adalah andalan dari raja-raja dunia. Kalau mau mencari uang maka carilah kekuasaan. Sehingga iblis menawarkan, “Bila kamu menerima kekuasaan dariku maka kamu bisa melakukan apa saja.” Karena dengan kuasa, seseorang bisa menunjukkan siapa dirinya.
          Saya dibekali majelis saya waktu mau masuk ke gereja Tionghoa yang menganut sistem  kemajelisan (presbiterian sinodal). Ia berkata, “Pak Hery akan masuk ke gereja Tionghoa dan menjadi gembala sidang (orang nomor satu). Kalau nomor satu , apa-apa ke kamu.” Saya tidak percaya.  Ternyata benar. Bahkan untuk urusan ganti kunci saja ke saya. Itu sesuatu yang sangat penting dalam gereja Tionghoa. Saya baru 14 tahun jadi pendeta dan saya tidak pernah mengejar untuk menjadi pendeta. Kalau menjadi pendeta untuk berkuasa lebih baik jangan menjadi hamba Tuhan. Sistem gereja kita sistem kemajelisan. Tidak ada keputusan yang diubah kecuali dalam keadaan darurat. Bila mengandalkan kekuasaan, maka bisa membuat pemimpin  menjadi one-man show, dan hal ini berbahaya. Kekuasaan menjadi power nomor satu menurut orang dunia. Sehingga ada orang yang merangkak karirnya dalam perusahaan lalu terjebak dalam kuasa. Kalau mau lihat siapa seseorang maka  lihatlah responsnya terhadap kekuasaan dan uang. Kekuasaan bagi dia bisa lebih hebat dari uang. Sehingga politisi pun bermain kekuasaan. Itu mengerikan! Pegawai rendahan yang belum punya  status merasa nothing begitu ia punya kuasa menjadi something. Dalam perusahaan sendiri, waktu belum besar saat menjadi bos bisa jadi terlena. Perusahaan yang sudah  dirintis dengan susah payah hancur karena salah menggunakan kekuasaan.

2.    Mengejar kekuasaan dengan cara-cara licik (menghalalkan segala cara).

Cara apapun dilakukan untuk menjadi pemimpin. Di dalam kerajaan lingkungannya terbatas (ibarat di dalam kotak). Di dalam kotak tersebut banyak orang jahat yang menggunakan berbagai cara untuk menarik hati kaisar. Begitu kaisar tertarik, maka jabatannya dinaikkan. Ia menjadi orang penting dan kemudian berubah menjadi orang jahat. Orang berusaha sebaik-baiknya untuk mencapai kekuasaan. Ini juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Di kantor banyak orang yang suka menjilat atasan. Ada kepala sekolah yang suka datang terlambat. Guru-guru di bawahnya tidak berani menegurnya karena bisa dikeluarkan.  Kalau pun dinasehati untuk datang tepat waktu agar para siswa dan guru tidak kesulitan mencarinya, dia hanya memberi respons,”Saya tahu.” Begitu diingatkan untuk datang tepat waktu dan bila datang telat terus akan dilaporkan ke atasan, baru ia merasa takut. Namun ia membenci orang yang mengingatkannya. Mengejar kekuasaan dengan cara licik juga dilakukan oleh orang Kristen. Ini sudah diturunkan dari raja-raja dunia  dan ini menjadi cara yang dilakukan sampai hari ini.

3.    Menjalankan kekuasaan dengan keji / kejam.

Pada Matius 20, Ibu Yakobus dan Yohanes datang untuk meminta agar kelak kedua anaknya bisa duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus Kristus. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.   Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,  dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;  sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." Di hari  Natal ada kisah tentang raja legendaris Herodes. Ia mendengar kabar akan kelahiran Raja Diraja dari orang Majus dan kemudian mencariNya. Tapi Raja Herodes tidak dapat menemukanNya karena Allah melindungiNya. Lalu ia menyuruh untuk membunuh semua anak berusia 2 tahun ke bawah. Kejadiannya sangat memilukan karena banyak orang tua menangisi anak-anaknya. Anak yang sedang lucu-lucunya, tiba-tiba harus dibunuh. Penghiburan tidak mempan. Peristiwa ini memalukan sekaligus memilukan, karena Herodes dengan cara yang keji mempertahankan kekuasaannya.

Ciri-Ciri Yesus Kristus (Lukas 4:6-7)

1.    Kekuasaan milik Allah maka kembalikan dan serahkan kepada Allah.

Tuhan Yesus dengan tepat mengajarkan bagaimana cara melihat kekuasaan. Bagi Kristus, Dia berhak mengatur kita seperti yang Dia mau sehingga Dia mengajarkan doa yang agung, Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga (Matius 6:9-10).  Karena yang punya kuasa hanya Allah. Dia yang berkuasa memberi makanan, minuman dan pakaian sehingga kita harus taat kepadaNya, termasuk saat mencari jodoh. 2 hari lalu saya pelayanan di salah satu komsel GKKK Kosambi Baru dan pulangnya beli bakmi di jembatan lima.  Sang enci yang menjual, melayani sendiri tidak dibantu oleh suaminya. Sang enci mengatakan, “Waktu pacaran saja, ia rajin dan mau membantu. Sekarang dia tidur di rumah.” Seharusnya waktu pacaran kita bertanya, apakah imannya sama dengan saya atau tidak. Demikian pula waktu mau menyekolahkan anak. Biasanya orang tua hanya memikirkan sekolah atau kuliah yang bisa cepat mendatangkan uang tanpa memperhatikan kemampuan dan passion sang anak. Pandangan kekuasaan milik Allah diperlihatkan oleh Yesus. Ikutlah Allah karena Dia yang punya kuasa.

2.    Yesus tidak mengejar kekuasaan.

Kekuasaan yang ada pada Yesus lahir dari ketaatan pada Allah (Allah yang memberi kekuasaan). Pada Filipi 2:5-11 Rasul Paulus mencatat Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,   melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,  dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! Tuhan Yesus melakukan apa yang diperintahkan Allah.  Demikian pula dengan Daniel. Ia tidak mencari kekuasaan tapi Raja Babel memberinya kekuasaan. Daniel hanya taat kepada Allah. Jangan pernah berambisi untuk mencari kekuasaan, karena Allahlah yang akan menunjukkan langkah-langkah kita.

3.       Tuhan Yesus menjalankan kekuasaanNya dengan kasih.

Dalam menggunakan kekuasaan, kita jangan mengikuti raja-raja dunia. Kalau mau jadi pemimpin, jadilah seorang hamba. Kita belum tentu mau menjadi hamba karena tidak enak. Kalau jadi pembantu, saat majikan minta ke kiri atau ke kanan harus ia ikuti dan hal ini tidak mudah dilakukan. Sedang Yesus menjalankan kekuasaanNya dengan kasih.

Penutup

Orang percaya harus berhati-hati dalam menggunakan kekuasaan, karena kekuasaan merupakan hal yang menggiurkan dalam hidup manusia. Mari kita mempersiapkan diri dalam menyambut natal dengan mengikuti teladanNya.


Born to Love


Rev. Traugott Boeker

Lukas 2:8-11,14
8   Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
14  "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (dalam terjemahan lain “di antara umat manusia yang dicintai Tuhan”)

Pendahuluan

                Saat ini kita tinggal di ibukota Indonesia , namun sifat keibuan seringkali tidak kelihatan malahan yang lebih sering terlihat adalah setan kota. Semalam selepas khotbah di Tanjung Priok, saya berdua istri pulang naik taxi. Di dahi sang Pengemudi ada plester sehingga kami pun bertanya kenapa? Ternyata Minggu lalu ia membawa penumpang dari Tangerang ke Bekasi. Di tengah jalan, ia ditodong oleh penumpangnya yang berjumlah 3 orang. Saat salah seorang penumpang menodongkan pisau, ia mengelak sehingga terkena dahinya. Malam itu uangnya yang dirampas berjumlah Rp 500.000 yakni sebesar uang setoran untuk sehari. Karena iba, akhirnya kami pun membantunya dan ia menerima dengan senang hati.

Born to Love (Dilahirkan untuk Mengasihi)

                Tidak ada orang yang lahir untuk mengasihi. Manusia lahir untuk dikasihi dan minta dikasihi. Hanya 1 orang yang lahir untuk mengasihi yaitu Yesus Kristus dan orang Kristen yang dilahirkan kembali melalui Roh Kudus. Di luar itu, manusia punya kebutuhan dasar untuk dikasihi. Ada ungkapan yang terkenal, A baby is born with  a need to be loved and never outgrows (Seorang anak lahir dan butuh dikasihi dan tidak akan berubah sampai tua terus minta dikasihi) - Frank A Clark.  Hal ini berlaku baik pada orang muda dan tua, di Barat dan Timur, tidak terbatas pada bangsa tertentu. Seorang anak kalau tidak dikabulkan permintaannya oleh orang tuanya, maka ia akan berteriak sampai dikabulkan permintaannya. Jadi manusia lahir untuk dikasihi. Sejak kecil manusia sangat egois (terpusat pada diri sendiri) dan hal ini tIdak berbeda pada bangsa A atau B. Ada sebuah lagu dalam sebuah film yang liriknya berkata, I was born to love you, but the moment you were gone, all faded (Saya lahir untuk mengasihimu, tapi saat kau hilang, semuanya memudar). Ada yang berkata, “Aku lebih baik mati daripada hidup tanpamu”. Itu bukan Born to Love tapi “aku mau dicintai” melainkan manipulasi karena kalau ditinggalkan lalu mengancam untuk bunuh diri. Dunia tidak mengerti born to love. Kasih itu memberi dan bagaimana hal itu mungkin terjadi bila tidak dipenuhi oleh Roh Kudus? Beberapa ayat tetang kasih yakni :
-          Lukas 2:8-11,14. Di sini ada 3 kata penting yakni kata “lahir di bumi” , “umat manusia” dan “dicintaiNya”.
-          Fil 2:4  dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. ( Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri).
-          1 Kor 13.

Arti Born to Love (lahir untuk mengasihi)

1.       Yesus Kristus – Lahir untuk mengasihi. Kalimat ini sangat sederhana. Sudah bertahun-tahun kita mengikuti kebaktian natal dan banyak renungan natal yang sering kita dengarkan.
a.        Lahir. Lahir itu ciri manusia. Tidak ada Allah yang lahir. Tidak ada Allah yang punya tanggal lahir. Dari awal sampai akhir, dari kekal sampai kekal. Lahir adalah kebalikan dari hakekat Allah. Saat lahir, bayi masih lemah, tidak bisa apa-apa, tergantung orang lain, popok diganti, tidak bisa jalan dan bicara. Ia harus tumbuh dan belajar segalanya. Itu artinya Yesus lahir! Kalau kita mengaku dan percaya, Yesus Kristus lahir berarti Dia juga mengalami semuanya itu dan bukan hanya itu saja. Alkitab mengatakan , sebelum Yesus lahir ada riwayatnya. 9 bulan sebelumnya, seorang remaja yang waktu itu bertunangan dan perawan dikunjungi malaikat yang berkata, “Kamu akan melahirkan seorang anak.” Maria pun, sang remaja putri tersebut, gemetaran. Ia dan tunangannya berada di desa yang kecil dan begitu orang di desa tahu perutnya membesar tanda kehamilan maka mereka akan membicarakannya. TIdak terbayangkan Allah yang hidup lahir di bumi. Waktu telur dalam rahim Maria lalu dibuahi Roh Kudus, tidak bisa terlihat. Begitu kecil. Itu artinya lahir. Lalu telur itu terbelah, terbelah lagi sampai berbentuk fetus, bertumbuh selnya menjadi embrio, menjadi anak yang bergerak dalam rahimnya sampai menjelang hari kelahiran (sampai 9 bulan). Akal gagal untuk memikirkan semua, terlalu ajaib dan luar biasa. Kata “lahir” membuat saya hanya bisa bertekuk letut dan menyembah Allah yang mau lahir. Fil 2 :5-7 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
b.       Lahir untuk mengasihi. Kalau Tuhan Allah hanya mau menunjukkan perhatian dan peduli, maka bukan dengan cara lahir sebagai bayi. Hal ini pernah dilakukanNya pada zaman Perjanjian Lama. Waktu itu Allah membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan tampil di gunung Sinai dalam segala kemulianNya, lalu bangsa Israel berkata, “Jangan pernah lakukan itu lagi”. Ada kilat, gunung gemetar, ada awan asap dsbnya. Allah kita adalah Allah yang dahsyat! Seluruh dunia akan tersungkur dan rebah di hadapan Tuhan. Getas kemulianNya! Jangan lupa!. Mereka minta Tuhan jangan lagi seperti ini. Maka Tuhan lahir. Karena ia ingin mendekatkan diri dengan kita, dan kita dekat denganNya. Philip Yancey pernah menceritakan pengalamannya saat memelihara ikan dalam aquarium air asin. Dia merawatnya dengan teliti dengan rutin mengganti air dan memberinya makan 3 kali sehari. Namun sang ikan tidak mengucapkan terima kasih. Setiap kali ia menghampiri aquarium untuk memberi makan, ikan itu bersembunyi di antara kerang-kerang. Bagi sang ikan, Philip itu seperti dewa yang terlalu besar bagi mereka.  Kehadirannya sebagai ancaman bagi ikan. Untuk mengubah pandangan ini, ia harus menjadi ikan agar bisa menjelaskan kepada mereka. Kalau manusia menjadi ikan, tidak apa-apa , karena masih tetap ciptaanNya. Hal ini berbeda dengan Allah yang menjadi ciptaanNya yang terbatas. Tapi itu telah terjadi dan Dia melakukannya dengan segala konsekuensi. Dia tIdak cukup dengan menjadi mansuia saja, melainkan ia lahir! (tidak tiba-tiba menampakkan diri lalu lahir). Sewaktu Yesus dikunjungi gembala, umurnya baru beberapa jam dan Yesus mulai melayani umur 30 tahun. Tiap tahun 12 bulan, tiap bulan ada 30-31 hari , 1 hari 24 jam, Tuhan Yesus bertumbuh menjadi anak, menjadi remaja lalu pemuda dan Dia alami semuanya itu dalam  keluarga yang serba kekurangan (karena Yusuf – Maria miskin. Mereka hanya bisa memberikan persembahan berupa 2 burung merpati yang merupakan persembahan untuk orang miskin). Tuhan Allah ingin merasakannya dan ini menunjukkan kita  punya imam yang besar dan dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Bahkan ia sama dengan kita. Ibrani 4:15 15  Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Itulah cara Tuhan mengasihi. Bagaimana cara kita mengasihi? Kita seringkali dalam mengasihi bertitik tolak pada diri sendiri. Kita menganggap “apa yang kita senangi” maka “orang juga senangi”. Ada seorang dermawan di Eropa yang mendengar kebutuhan peralatan rumah sakit di NTT. Sang dermawan ingin memperhatikan dan melakukan tindakan nyata. Akhirnya ia datang dengan misi. Ia membawa alat ronten , alat operasi dan peralatan dapur. Tapi waktu memasangnya,  alat ronsen yang baru perlu aliran listrik yang lebih kuat disbanding peralatan yang lama sedangkan sewaktu mau menaikkan daya listrik, ternyata instalasinya sudah tua dan keropos dan tidak tahan dengan aliran listrik yang tinggi. Teknisi yang memasangnya geleng-geleng kepala. Waktu mereka mau pulang kembali ke negaranya, tukang masak mau memasak dan ternyata hanya ada 1 tabung gas. Kalau mau beli, maka perlu didatangkan dari Jawa. Mereka akhirnya menggunakan minyak tanah. Bila seluruh biaya peralatan itu dihitung, maka para pasien di sana tidak sanggup membayar. Rumah sakitnya terletak di lereng gunung dan tidak mungkin tempat tidur di geser. Berbeda dengan Tuhan. Sebelum menyelamatkan kita dan mati di kayu salib, Dia mempelajari kehidupan manusia bagaimana. Saat berusia 12 tahun , Dia berada di Bait Allah (di Yerusalem) dan Ia duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka (Lukas 2:46). Waktu ditanya ia menjawab dan mendengarkan. Allah kita luar biasa. Banyak orang yang pintar untuk bicara namun kurang pintar untuk mendengarkan. Ia lahir untuk mengasihi, persiapannya sangat dalam dan indah. Ia mengasihi sampai mengorbankan diriNya. Yohanes 15:13  Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
c.        Yesus lahir untuk dunia. Tuhan betul-betul turun ke bawa. KasihNya bukan saja untuk umat Tuhan tapi untuk seluruh dunia. Malaikat berkata : "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Lukas 2:10). Yesus lahir dan besar di Israel tapi untuk seluruh dunia. Dia lahir di Antara umat manusia yang dicintaiNya. Pada tanggal 27 Des 1999 saat menghadiri perayaan Natal bersama, Gud Dur mengatakan “Mestinya yang merayakan hari natal, bukan hanya umat Kristen, melainkan juga umat islam dan umat beragama lain. Bahkan seluruh umat manusia. Sebab Yesus Kristus atau Isa Almasih adalah Juruselamat seluruh umat manusia, bukan Juruselamat umat Kristen saja.” Waktu kami berlibur di pulau Lombok, ada kapal orang asing yang tengelam di antara Selat Bali dan Lombok. Ada tim penyelamat yang mencari dan menyelamatkan mereka. Waktu itu kami berbicara dengan supir taxi di Lombok dan saya bicara tentang keselamatan padanya,”Tanpa Juruselamat tidak mungkin orang selamat” dan ia berkata, “Di agama saya tidak ada juruselamat.”  Kapan terakhir kali kita menceritakan ke umat Tuhan tentang Yesus Kristus yang Juruselamat? Tadi pagi dalam taxi ke GKKK Mabes saya bertanya,”Bapak mengerti tentang natal?” Lalu saya ceritakan tentang Yesus Kristus dan ia senang menerima traktat. Natal bagus sekali untuk menceritakan tentang Natal. Apakah kita memiliki dorongan untuk menceritakan tentang Yesus dan memperhatiakan mereka yang perlu Yesus? Jangan sampai firman Tuhan hanya untuk kita saja.  Yoh 5:42  Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.  Ikut kebaktian setiap minggu, tetapi di dalam hati tidak ada kasih Allah. Hal ini bisa terjadi. Kalau Tuhan Yesus belum dilahirkan di dalam hati kita. Seorang hamba Tuhan pernah mengatakan, “2.000 tahun lalu Yesus lahir di Betlehem tapi bila tidak lahir dalam dirimu, engkau akan binasa!” Seperti perkataan Yesus kepada Nikodemus, kalau engkau tidak lahir kembali engkau akan binasa. Ada kekuatan untuk mengasihi Roma 5:9  Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

2.       Anda – dilahirkan kembali untuk mengasihi.
a.        Dilahirkan kembali?! Dia lahir bukan sebagai raja, kalau kita percaya kepadaNya, kasih Allah yang tidak terbatas, berkorban, menyangkal diri, kasih itu ada dan ada dalam dorongan hati kita. Kita tidak bisa membendungnya. Kasih itu tidak dibuat-buat. Sebelum itu manusia perlu dilahirkan kembali.
b.       Dilahirkan kembali untuk mengaishi manusia  yang belum mengenal Kristus. Ibukota membutuhkan Kristus, demikian juga dengan negara kita.
Dari 750 suku di Indonesia  terdapat 128 suku UPGS (Unreached People Groups atau suku yang terabaikan – STA yang populasinya >10.0000 dan orang yang percaya Injil <1 1.000="" 128="" 19="" 30.000="" 34="" 61.000="" ada="" adalah="" anak-anak="" antaranya="" apakah="" atau="" bangsa="" banyak="" begitu="" belum="" berarti="" berita="" berkorban="" bertemu="" bertindak.="" bertindak="" betul-betul="" buku="" da="" dalam="" dan="" dari="" data="" dengan="" di="" diasumsikan="" dihargai="" dikasih="" dilayani="" doakan="" gembala="" gereja="" groups="" ila="" indonesia="" injil.="" injil="" injili="" injl="" jalan="" juga="" jumlah="" karena="" kasih="" kasihi="" kecil="" kelahiran="" kepada="" keselamatan="" kita="" lahir="" langsung="" lokal="" memberkati="" mendengar="" mengasihi="" mengucapkan="" merasakan="" mereka.="" mereka="" misi="" nbsp="" nengaged="" o:p="" oa="" orang="" pada="" pagi="" para="" pemberita="" pemberitaan="" pengunjung="" people="" percaya="" pergi="" perlu="" pernah="" presiden="" saat="" saku="" sama="" satu-satunya="" sby="" sebuah="" sedangkan="" sehingga="" sekali="" sekarang="" selamat="" senyuman.="" separuh="" seperti="" setiap="" suku="" supir="" telinga="" tentang="" tersenyum="" tertutup="" tidak="" toko="" tuhan.="" tuhan="" tunjukkan="" unreached="" untouched="" untuk="" uupgs="" uuupgs="" yakni="" yang="" yesus="">
Di India, banyak suku yang terbaikan dan tidak pernah diberitakan Injil. Banyak Hindu tapi banyak juga yang beragama muslim. Bahkan ada yang persentasenya paling tinggi. Yakni Utar Pradesh ada 60 juta muslim. Tidak ada yang memberitakan Injil kepada mereka walaupun sebenarnya itu ladang yang menguning. Ada orang Kristen di India di selatan. Di utara hanya ada sedikit orang Kristen (hanya 0,5%). Sedangkan di Indonesia, orang Kristen paling tidak ada sekitar 10-20% dari penduduk Indonesia. Sedangkan di India Utara hanya ada 0,5%! Padahal dulu kita sudah menerima banyak hal  dari India dan sekarang mereka butuh. Saat ini ada 3 orang pertama yang akan berangkat ke India seperti Elisabeth Latuputi yang diutus oleh GKKK Bandung yang berangkat pada bulan Februari 2016 untuk melayani penderita narkoba. Ada juga yang diutus GKKK Malang. Mengutus tidak berarti meanggung seluruh biaya. Gereja agar bergandeng tangan untuk misi itu. Saya harap di GKKK Mabes juga ada. Dahulu saat saya berangkat ke Indonesia dari Jerman, air mata ibu menggenang, tapi ia berkata, “Jangan lihat itu. Suatu keindahkan kalau kamu pergi.”  
Ada juga orang-orang Kurdi di Irak. Ada hamba Tuhan dari Indonesia yakni Ibu Yenny di Irak Utara. Ia tiba pada hari pertama salju turun tahun 2015. Ia seorang perawat dan psikiatri dan ia melayani di sana bagi anak-anak pengungsi Kurdi yang telah menyaksikan kejahatan yang mengerikan sehingga mereka memperoleh mengalami sukacita Natal. Gereja butuh informasi tempat yang membutuhkan pelayan pemberita Injil. Saya memberikan 3 jilid buku keterangan lengkap tentang negara-negara di dunia. Di sana ada Negara mana yang belum ada terjemahan Alkitab. Saya berikan buku ini sebagai bahan bakar untuk doa.

Penutup

Lahir untuk mengasihi. Tuhan Yesus lahir untuk mengasihi dan mengorbankan diri, mengenal kita. untuk betul-betul bisa melayani kita. Untuk melayani orang lain kita perlu belajar tentang itu. Bagaimana suku lain bisa dilayani supaya sukacita dan kasih natal bisa terpancar keluar dan supaya orang lain boleh bersukacita karena diberkati melalui gereja ini .


Friday, December 25, 2015

Seeing God Through a Family


Pdt. Hery Kwok

Lukas 2:8-20
8   Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
15  Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
16  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
17  Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
18  Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
19  Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20  Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Pendahuluan

                Allah tidak dapat dilihat secara kasat mata (mata jasmani) walaupun kita memakai kacamata dengan teknologi yang bisa menembus tembok, karena Allah itu adalah Roh. Sehingga siapa yang percaya dan menyembah Dia harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran. Allah tidak bisa dilihat tapi sungguh nyata. Bagaimana ia bisa sungguh-sungguh disaksikan oleh orang-orang percaya? Ada ungkapan, “Kalau orang mau melihat Allah orang Kristen maka lihatlah pengikutnya dalam hidup keseharian mereka yang nyata”. Kita hidup dalam 2 dunia yaitu dunia gereja (rohani) di mana kita menyembah Tuhan seperti kita setengah dewa (begitu sakral, suci dan manisnya kita di gereja) dan dunia keseharian kita yang nyata (baik di keluarga dan tempat usaha / pekerjaan, sekolah). Ada yang di rumah suka membicarakan orang lain walau di gereja menyembah Tuhan..
                Suatu kali mertua dari seorang rekan saya meninggal dan  ia masih menganut kepercayaan. Ternyata kehidupan rekan saya tidak terlalu berdampak pada mertuanya. Banyak orang Kristen yang hidupnya sama dengan orang dunia yang tidak kenal Kristus sehingga orang dunia berkata,”Saya tidak menemukan sesuatu yang unik dan berbeda yang saya butuhkan agar saya percaya.” Bila hidup kita sama dengan orang dunia, bagaimana kita bisa memberikan gambaran yang utuh tentang Yesus Kristus? Saya punya seorang rekan di sekolah Alkitab. Kami pernah bertahun-tahun kuliah bersama dengan dosen-dosen yang sama dan beribadah setiap hari di chapel universitas setiap hari. Namun setelah lulus dan hidup dalam masyarakat, ia menjadi hamba Tuhan yang hidup kumpul kebo dengan istri orang lain. Melihat hidup orang Kristen seperti ini, orang tidak akan menemukan gambaran tentang Allah.
                Di Bandung ada orang Kristen yang buka bengkel. Bila ada yang membutuhkan jasa untuk memperbaiki bodi mobil, ialah tukangnya. Slogan-slogannya hebat. Dengan mudah ia mengucapkan,”Syalom” dan “Tuhan memberkati” . Suatu kali ia mendapat nasabah yang minta ditangani dengan cepat dan ia pun menyanggupi. Namun pada waktu yang ditentukan, ia hanya berkata, “Syalom. Maaf mobilnya masih dalam tahap akhir finishing,” Ia hanya berusaha menutupi ketidak-tepatan memenuhi janji dan meminta dating kembali 2 hari kemudian. Sang nasabah pun kemudian dating kembali 2 hari kemudian. Kembali ia berkata,”Syahom. Maaf belum selesai. Spare-part nya susah didapat jadi belum selesai.” Sehingga ia pun meminta sang nasabah dating kembali.  Pada kedatangan yang ketiga kali, sang nasabah berkata, “Jangan bilang shalom lagi! Yang penting mobilnya sudah selesai dikerjakan belum?” Bagaimana orang bisa melihat Tuhan dalam diri orang Kristen bila hidupnya tidak memberikan kesaksian? Bahkan ada seorang majelis yang luar bisa mesra dengan istrinya. Suatu kali, istrinya datang kepada  hamba Tuhan yang melayani di gerejanya. Istri-nya minta cerai karena suaminya selingkuh. Ini kisah nyata!

Kehidupan Kristen yang Berdampak

                Sebagai orang Kristen , kita mungkin sudah ikut merayakan natal 5-10 kali dan semakin lama kita menjadi orang Kristen, maka kita mungkin sudah banyak kali mengikuti perayaan Natal. Apakah setelah begitu lama menikmati perayaan Natal, orang lain bisa melihat gambaran Allah dalam hidupnya? Kalau sudah 20 tahun merayakan Natal tapi tidak berdampak pada orang lain dan keluarganya pun tidak bisa menerima Allah berarti orang lain tidak bisa melihat Allah dalam hidupnya. Kalau hidupnya seperti itu, maka ia harus bertanya : Mengapa? Allah mengutus anakNya datang ke dunia. Bumi hanyalah salah satu begitu banyak planet di alam semesta. Di antara seluruh galaxy, Allah hanya memilih bumi untuk menghadirkan anakNya, Yesus Kristus. Ini luar biasa. Kalau tidak punya peran yang luar biasa, dampak yang hebat, misi yang berdampak kepada dunia, untuk apa? Allah mengirimkan anakNya bukan perkara main-main. Dari sudut waktu, sebelum genap Dia tidak akan mengirimkan anakNya. Yesus Kristus, tidak sembarangan dikirim Allah ke dunia ini. Dia dikirim khusus untuk mendamaikan manusia dengan Allah. Bila hidup kita berdampak, maka pikirkan kembali hidup kita. Janganlah kita sekedar menyandang Kristen kalau hidup tidak berdampak!            Angin ribut saja bisa dihentikan Allah. Tuhan Yesus berkata, “Tenanglah!” dan angin ribut pun diam. Demikian juga sewaktu membangkitkan Lazarus yang sudah 4 hari meninggal, Yesus Kristus berkata, “Bangkitlah!” maka Lazarus pun bangkit. Tetapi mengapa orang Kristen telah  mengikut Kristus lama tapi tidak berdampak dan orang tidak melihat Allah.
                Lukas mengatakan bahwa Allah menyatakan kelahiran Yesus kepada gembala-gembala (Lukas 2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam).. Lukas mencatat kelahiran Kristus dengan baik. Ia mendahuluinya dengan catatan tentang peristiwa Elisabet yang mandul namun akhirnya melahirkan anak (Yohanes Pembaptis). Lalu ia melanjutkan dengan  Maria yang tidak berhubungan dengan laki-laki (masih perawan) tapi dia bisa mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki (Yesus Kristus). Sewaktu Yesus hadir di dunia, berita ini disampaikan kepada gembala-gembala pada malam hari oleh malaikat. Saya tertegun. Allah tidak menggunakan media besar untuk menyatakan kehadiranNya. Ia menggunakan suasana yang hening dan senyap. Dalam kondisi seperti ini Allah bisa menyatakan kemuliaanNya. Allah memberitakan kehadiranNya melalui gembala, yakni bukan orang yang berstatus sosial tinggi tapi orang yang berstatus sosial diremehkan. Gembala adalah pekerjaan bagi orang yang tidak dapat pekerjaan atau pekerjaan terakhir setelah melamar ke mana-mana dan ditolak. Pekerjaan ini tidak diminati masyarakat karena pekerjaan hina yang dilakukan oleh orang yang status sosialnya tidak dipandang oleh masyarakat. Para gembala ini adalah kelompok dari keluarga miskin di mana ada yang mencuri domba dari tuannya dan berbohong dengan mengatakan serigala atau singa datang menerkam domba padahal domba itu dicurinya untuk keluarganya. Pada kelompok orang berstatus sosial seperti ini malaikat datang mengabarkan bahwa kesukaan untuk semua bangsa. Berarti berita yang hebat ini disampaikan kepada kelompok yang tidak dipandang dunia. Justru melalui mereka, orang bisa melihat kemuliaan Allah.
                Ayat 17-18 dikatakan “Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.  Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.” . Kata heran pada ayat 18 dalam bahasa aslinya menunjukkan kekaguman. Pendengar berita ini takjub pada perkataan yang disampaikan oleh para gembala. Mereka takjub, terkagum-kagum dan menyimpannya dalam hati. Jadi ada perkataan yang berkuasa dan berdampak saat gembala menyampaikan berita tentang kelahiran Yesus. Saat kita berbicara tentang Yesus kepada keluarga dan orang lain, apakah berdampak? Atau sebaliknya saat kita berkata tentang kelahiran Tuhan Yesus, orang yang mendengarnya berkata, “Lebih baik kamu jangan bicara tentang Tuhan tapi membuat PR sehingga dapat angka pelajaran yang baik.” Atau saat istri menyampaikan tentang Tuhan Yesus kepada suami, suami malah berkata, “Lebih baik kamu mempelajari resep makanan sehingga masakannya lebih baik.” Hal ini karena tidak ada kuasa atau karena di dalamnya tidak ada pribadi yang utuh antara apa yang dipercaya dengan hidup nyata. Gembala berkata kepada pendengarnya untuk pergi ke Betlehem. Jadi apa yang didengarnya dari malaikat, mengubah hidup para gembala. Perkataan gembala ada kuasa yang dikerjakan Allah karena orang ini percaya Allah dan kepercayaannya mengubah hidup mereka. Berbeda dengan Zakharia yang meragukan kelahiran anaknya, karena merasa istrinya tua dan mandul sehingga tidak mungkin melahirkan. Padahal Zakharia adalah seorang imam tapi ia sendiri tidak percaya. Dalam bahasa sekarang, pendeta nya yang tidak percaya. Zakharia melakukan tugas keimamannya (ia orang saleh  dan taat melakukan ritual agamanya). Berbeda dengan gembala, saat Malaikat katakan untuk “pergi ke sana” ada perubahan dalam diri gembala dari apa yang didengarnya dan mereka melakukannya. Setiap firman Allah seharusnya mengubah hidup kita. Saat kita menangkap firman Tuhan, maka itu akan  mengubah karakter kita. Waktu firman Tuhan  bekerja , ia akan mengubah cara pandang kita. Waktu kita mendengar firman Tuhan sehari-hari maka akan berdampak hebat karena Allah bekerja pada orang yang percaya.

Penutup


                Sebagai orang percaya, orang Kristen belajar mengenal Allah. Bagaimana kita mengatakan Yesus adalah Tuhan? Dalam perjalanan rohani, apakah kita rajin beribadah, berdoa dan mengasihi sesame?. Apakah kita sudah melakukannya? Apakah kita mengikuti tuntunanNya? Jangan sampai firman Tuhan hanya sebatas pengetahuan. Seharusnya firman Tuhan mengubah hati dan tingkah laku kita sehingga menjadi pribadi yang sesuai. Bila hal itu terjadi berarti Tuhan ada dalam diri kita. Dan hal itu bisa dilihat  dari perkataan, hidup, keputusan dan tingkah laku kita dan hidup kita akan sungguh-sungguh berdampak bagi orang lain. Mari kita menyatakan Kristus kepada orang lain, supaya mereka diselamatkan!