Thursday, July 7, 2016

Transformational Mind-Set menuju Gereja Sehat ; Pemimpin Sehat ; Jemaat Sehat. Retreat Sesi 5 (KPR2) , Kamis 7 Juli 2016


Pdt. Joseph Theo

Gereja yang Sehat

                Gereja yang sehat seperti apa? Jemaat yang sehat seperti apa? Pemimpin yang sehat seperti apa? Gerja yang sehat diawali oleh pemimpin yang sehat. Keluarga yang sehat harus diawali dari papa-mama yang sehat. Kalau gereja pemimpin , aktifis, panatua dan diakennya  tidak sehat maka jemaat juga tidak sehat. Terlalu banyak gereja pemimpinnya sakit. Kalau pemimpin ribut jemaat ribut. Kalau pemimpin tidak sehat, jemaat tidak sehat. Pemimpin yang sehat, gereja yang sehat, jemaat yang sehat harus diubah dulu mind-set nya. Jangan bilang tidak bisa berubah dari dulu. Sifat saya begini dari dulu, tidak bisa berubah dulu sekarang dan selamanya. Siapa bilang tidak bisa berubah? Kalau mau, kita bisa banyak berubah. Orang Kristen sehat harus berubah sifat dan karakternya. Dengan pelayanan dan membaca Alkitab belum menjadikan kita  orang Kristen yang sehat. Kalau membaca Alkitab tapi tidak berubah karakternya seperti  perlakuan ke pasangan (suami atau istri) tidak berubah berarti omong kosong. Kalau karakternya berubah, pasti baca Alkitab. Banyak orang melayani tidak berubah karakternya, tapi kalau berubah karakternya pasti melayani Tuhan. Banyak orang pelit kepada Tuhan, tapi minta emas perak dicurahkan dari langit. Jadi ingin memberi persembahan yang terkecil dari penerimaan berkat yang terbesar. Minta yang banyak kasih yang sedikit. Ini yang terkecil dari yang terbesar.

Di dalam bukunya 9 Tanda Gereja yang Sehat, Rev. Mark E. Dever, Ph.D. memaparkan 9 tanda yang membuat sebuah gereja itu disebut sebagai gereja yang sehat yaitu :
5 tanda pertama berkaitan dengan pemberitaan dan pengertian firman disusul dengan 4 aplikasinya. Kesembilan tanda tersebut meliputi:
1.       Khotbah Eksposisional. 
2.       Theologi Alkitabiah
3.       Injil. 
4.       Pemahaman alkitabiah tentang konversi.
5.       Pemahaman alkitabiah tentang Penginjilan.
6.       Pemahaman Alkitabiah tentang keanggotaan gereja.
7.       Disiplin Gereja yang Alkitabiah
8.       Perhatian terhadap pemuridan dan pertumbuhan
9.       Kepemimpinan gereja yang Alkitabiah
Kesembilan prinsip ini akhirnya ditutup dengan saran Dr. Mark Dever tentang bagaimana memimpin gereja ke arah yang sehat dan juga ciri-ciri lain dari gereja yang sehat melalui referensi buku-buku tentang pertumbuhan gereja. Namun hal ini tidak bisa terjadi tanpa perubahan pola pikir (mind-set).

Transformational Mind-Set (perubahan pola pikir) mencakup 5 hal yakni :
1.       Keteladanan
2.       Inspirasi
3.       Kepedulian
4.       Relasi
5.       Pemberdayaan.

1.    Keteladanan

Matius 4:1-11. Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.   Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.   Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."   Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."   Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,   lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."   Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"   Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,   dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."  Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"  Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Kisah Matius 4:1-11 tentang apa? Pencobaan Yesus di padang gurun sebanyak 3 kali. Pencobaan pertama : batu menjadi roti. Pencobaan kedua : jatuhkan diri ke bawah karena ada malaikat yang akan menatangNya. Pencobaan ketiga : akan kasih seluruh dunia kalau menyembah iblis. Dalam Matius 4 ini ada 3 pencobaan. Tapi itulah keteladanan Yesus. Sebelum melayani, Dia diuji terlebih dahulu. Apakah kita berani seperti ini : sebelum melayani, uji saya terlebih dahulu Tuhan. Apa hal yang mengerikan dari negara Indonesia , gereja dan keluarga? Tidak ada teladan! Siapa yang menjadi teladan dalam hidup kita? Ada anak yang berkata,”Papa tidak bisa menjadi teladan dalam hidup saya” atau “Mama tidak bisa jadi teladan”. Pergi ke gereja, tapi di gereja juga tidak ada teladan yang bisa dijadikan contoh. Anggota DPR tidak ada yang bisa dijadikan teladan. Bung Karno berkata, “Yang dibutuhkan Indonesia bukanlah nation-building, tetapi character-building. Bangsa ini butuh karakter. Kalau bangsa ini tidak punya karakter maka bangsa ini akan kalah dengan bangsa terkecil di dunia yang punya karakter. Bung Karno menjadi penyambung lidah bangsa Indonesia. Sekarang terbukti Indonesia sudah kalah dari Singapore. Penduduk Singapore tidak sampai 5 juta jiwa sedangkan  Indonesia 250 juta jiwa. Singapore adalah bangsa yang kecil yang jauhnya hanya 1 jam dari Jakarta. Indonesia kalah disiplin , kebersihan dan ketertibannya. Saya datang ke vila 3 G lewat tol dengan perasaan kesal luar biasa. Bukan karena macet tapi karena orang buang sampah seenaknya di tol padahal naik mobil mewah. Untung bukan musim panas, karena buang puntung rokok bisa menimbulkan kebakaran. Buang tisue, kertas kacang dsbnya. Apa yang dibutuhkan dari gereja dan orang Kristen? Karakter! Itu sebabnya Yesus Kristus diuji terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam pelayanan. Apa yang menjadi teladannya?

Artis yang ditangkap karena pelecahan homoseksual, Syaiful Jamil, saat diborgol tertawa terkekeh-kekeh. Fans klub-nya menghadiri sidang , berfoto selfie dan tertawa-tawa. Saat divonis pengadilan, semuanya menangis. Saya tidak menganjurkan untuk melempar batu dan menghujatnya. Kita sudah salah mengidolakan orang. Itu Indonesia. Orang yang benar, lurus, jujur, punya karakter paling dibenci dan mau dimusnakkan. Orang yang tulus dan benar yang paling sering disingkirkan di Indonesia dan di gereja. Saat penyanyi Ariel Peterpan ditangkap dan ditahan di Polda Metro Jaya puluhan remaja membawa bunga. Melihatnya saya merinding. Kita salah mengidolakan dan itu krisis negara ini dan krisis gereja.

Gereja yang mengundang artis ramai luar biasa. Suatu kali seorang artis diundang di suatu KKR Surabaya. Dia baru menikah lagi setelah bercerai dan menginap di JW Mariot sedangkan saya menginap di pastori gereja. Saya dibayar RP 700.000 sedangkan dia Rp 5 juta untuk kesaksian selama 5 menit dan saya tidak tahu apa kesaksiannya. Lalu dia minta tampil duluan sebelum khotbah. 10 menit dia omong apa saya tidak tahu. Lalu hidupnya cerai dan kawin lagi. Setelah kesaksian , ia ingin meninggalkan tempat dan pulang. Saya minta dia duduk mendengarkan saya khotbah karena  diundang satu paket. Kita kehilangan keteladaan. Ada anak yang berkata, “Papa mama tidak bisa jadi teladan, tetapi saya senang dengan kakek-nenek yang bisa menjadi teladan”.

-          Teladan dalam menggunakan dan membatasi kekuasaan.

Yesus tahu pemimpin adalah pelayan dan oleh sebab itu Dia tahu kapan, kepada siapa dan sejauh mana kekuasaan itu harus digunakan. Kalau mau tahu karakter orang yang sebenarnya, kasih ia jabatan. Ada yang setelah menjadi ketua sinode lalu pakai kekuasaan. Yesus kadang pakai kekuasaan , kadang tidak pakai dan merendahkan diri.

-          Bijak dalam melihat dan memenuhi kebutuhan.

Kebutuhan pribadi atau kebutuhan yang dilayani (bekerja – bergereja – berkeluarga).

·         Yesus melihat kebutuhan orang lain bukan sebagai alat manipulasi orang lain tetapi sebagai panggilan (pengabdian).

Kalau melayani Tuhan kebutuhan yang dilayani adalah kebutuhan keluarga. Kalau berkeluarga kebutuhan yang dipenuhi adalah kebutuhan keluarga. Ada yang berkata menikah untuk memenuhi kebutuhan seksual berarti ia pasangan yang egois. Kalau kita bekerja seolah untuk memenuhi kebutuhan diri, tapi sebenarnya sedang memenuhi kebutuhan keluarga (istri dan anak) dan menyayangi mereka. Ada orang yang belum menikah ditanya apa kriteria orang yang mau menjadi istrinya menjawab,” Saya mau dia menyiapkan pakaian, makanan, kalau saya capai dia harus pijat” Kalau seperti itu cari saja pembantu rumah tangga (karena dimulai dari saya). Begitu kebutuhannya tidak dipenuhi, maka saya tinggalkan dia dan mencari yang bisa memenuhi kebutuhan saya.

Istri saya tidak bisa masak padahal berasal dari keluarga yang memiliki restoran ternama. Saya menikah kamu karena ingin berbuat sesuatu baginya. Akhirnya ia bisa masak. Dia berkata ke mamanya, “Ma saya mau belajar masak.” Mamanya heran dan berkata,”Wah surga mau datang.” Awalnya dia belajar masak sayur asam. Saya tidak tahu rasanya seperti apa. Waktu istri bertanya bagaimana rasanya, saya menjawab,“Sebetulnya enak tapi lebih enak kalau engkau tidak masak. Tapi saya tidak peduli rasanya, karena bagi saya masakan yang terenak adalah yang dimasak dengan cinta kasih. Rasa tidak penting.” Saya menikah karena ingin berbuat sesuatu buatnya.

Saya bertanya, “Kalau jemaat ke GKKK Mabes, karena apa? Siapa yang ingin ditemui? Apakah karena enak pujiannya ? Enak khotbahnya? Enak karena diperhatikan? Enak karena dijemput? Enak karena diberkati? Tetapi kalau orang Kristen yang sehat berkata, “Saya datang ke sini karena Tuhan menggerakan saya untuk datang ke sini.” Terlalu banyak orang Kristen yang menjadi parasit bagi gereja yang hanya menghisap dan menyedot tapi harusnya jadi pemberi sumbangsih bagi gereja. Teologi kemakmuran, itu sebenarnya orang Kristen parasit. Mana yang benar : orang Kristen harus diberkati atau memberkati terlebih dahulu? Apa yang kau ingin orang lain lakukan, maka kau lakukanlah dulu. Bukan Tuhan berkati saya dulu baru saya mampu memberkati. Tetapi memberkati dulu baru engkau diberkati. Orang kristen berkata, “Saya tidak punya duit buat persembahan.” Pertanyaannya : punya uang berapa dulu untuk bisa memberi persembahan? Saya diberi perhatian dulu baru memperhatikan. Itu salah. Jadi jangan tunggu perhatian dulu baru memperhatikan. Jangan bergerak karena ada contoh. Bergeraklah maka engkau akan menjadi contoh. Jangan tunggu contoh baru bergerak. Jadi yang benar memberkati dan engkau akan diberkati.

Ingat persembahan janda miskin. Sebenarnya ia tidak memberi persembahan juga tidak apa. Tapi dengan persembahannya, ia akan diberkati luar biasa. Pola mind-set harus diubah. Kau memberi maka kau akan diberi. Engkau melayani maka engkau dilayani. Engkau mendoakan maka engkau akan didoakan. Nenek dari istri saya selalu mendoakan orang walau tidak ada yang mendoakan dia. Pagi pk 4 dia bangun dan dia mendoakan orang lain satu per satu. Ia mendoakan gereja walau gereja tidak memberikan apa – apa buatnya. Banyak orang yang tidak setia di satu gereja karena menganggap gereja tidak bisa memberi apa-apa.

·         Yesus melihat kebutuhan diri sendiri juga bukan alat manipulasi Firman Tuhan tetapi sebagai penundukan diri

Lukas 7:8   Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."; 17:10   Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." -> Perbedaan Obey and Submit).
Yesus melihat kebutuhan Yesus sendiri untuk menundukkan diri. Mat 4:1-11 luar biasa. Yesus butuh makan dan Dia bisa mengubah batu menjadi roti. Kebutuhan sendiri tidak dipakai untuk manipulasi firman Tuhan, tapi justru untuk menundukkan diri. Apa beda obey (taat) dengan submit (menundukkan diri)? Obey berarti taat tetapi seringkali ketaatan itu kalau menyukakan saya, kalau tidak suka saya tidak taat. Sedangkan ‘submit’ adalah ketaatan yang suka atau tidak suka harus taat. Jadi submit lebih berat.

Yesus tidak menekankan obey tetapi submit. Suka tidak suka menundukkan diri. Mana yang lebih susah : tidak marah karena tidak bisa marah atau tidak boleh marah? Tidak boleh marah. Tidak makan karena tidak bisa makan atau tidak boleh makan? Yang lebih berat kalau tidak boleh makan. Di dalam kekristenan , Yesus mengosongkan diri. Kalau boleh aku mau pergi, tapi kalau Tuhan suruh tetap harus submit. Suami-istri  yang telah menikah 30 tahun lebih banyak menyenangkan atau menjengkelkan? Istri saya lebih banyak menjengkelkan daripada menyenangkan saya. Saya berkata kepadanya,”Sayang , hanya satu wanita sepertimu. Sudah langka karena produksi 1967 jadi saya harus merawatnya. Tetapi walaupun engkau menjengkelkan tapi saya tetap merawatmu.” Tahun ini kami sudah menikah selama 25 tahun.

·         Dalam menilai dan menghargai hakekat manusia.
Yesus melihat manusia sebagai mahluk mulia yang punya nilai intrinsik untuk menggambarkan karakter ilahi -Subjek & Objek--Pelayanan bukan penyaluran hobby atau isi waktu-

Gereja yang sehat adalah adalah gereja yang diisi oleh para pemimpin yang telah mengalami transformasi pola pikir kita sehingga melihat pelayanan, kekuasaan dan gereja sebagai alat untuk mengabdi, menundukkan diri dan menjadi teladan dalam perubahan. Apakah kita demikian? Tidak boleh ada krisis keteladanan.

2.    Inspirasi

-          Visi

Markus 1:16-20 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.  Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.   Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Ada 2 macam visi yaitu :
·         Visi “Memberi” yang mencari kebahagiaan dengan cara membahagiakan orang lain.
·         Visi “Memiliki” yang mencari kebahagiaan dengan cara mengorbankan orang lain.

Tuhan punya visi. Visi Allah -? Visi reproduksi
Kejadian 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (reproduksi fisik) dibandingkan Mat 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (reproduksi rohani)

Kejadian 1:28                                                                         Matius 28:19-20
1.       Beranak cuculah                                                            1. Pergilah – Beritakanlah
2.       Penuhilah bumi                                                              2. Jadikan muridKu
3.       Berkuasalah                                                                    3. Ajarkan
4.       Taklukanlah                                                                     4. Baptiskan

Longman Dictionary: Visionary = ‘Someone who has clear ideas and strong feelings about the way something should be in the future’.  Seorang yang visioner akan mampu memberikan inspirasi bagi pengikutnya
George Barna, Leaders on Leadership,  VISI adalah ”Sebuah gambaran masa depan yang sangat jelas yang Allah komunikasikan kepada para pemimpin dan pelayanNya berdasarkan pengenalan yang akurat tentang Allah, diri sendiri dan lingkungan’
The leader is a man who has a desire (ambisi);  a vision (target) , a dream (harapan/ekspektasi)  and an action (strategi).
John Stott:  Visi adalah “ketidakpuasan yang mendalam tentang fakta masa kini, yang membangkitkan pandangan tentang masa depan yang seharusnya terjadi sebagai suatu kemungkinan di masa kini.”
Pemimpin yang mampu memberikan inspirasi adalah para “pemimpi” yang percaya bahwa kita bisa membangun sebuah dunia (keluarga, gereja, negara) yang lebih baik.

Gerakan LGBT ingin menghancurkan reproduksi fisik sehingga tidak ada lagi reproduksi rohani. Gerakan LGBT untuk menghancurkan visi Allah. Hidup kalau tidak punya tujuan dan visi untuk apa hidup?

-          Kerja keras

Markus 1:35-39 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.  Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;   waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."   Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."   Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
Ikut retreat karena taat atau menundukkan diri? Bangun pagi pk berapa? Retreat adalah latihan menundukkan diri kita. Bayar tetapi semua diatur. Suatu kali saya ikut camp, ada satu keluarga marah dan pulang. Dia benci karena semua acara diatur. Gereja harus bekerja keras. Pelayanan di Indonesia lebih enak dibanding di Singapore. Karena di akhir tahun ada yang namanya appraisal bonus (appraisal berarti dinilai kerja kita). Ada KPI. Pertama pendeta harus masuk kantor dari pk 9 - 17.30 kecuali Senin. Kedua dia harus mengikuti semua kegiatan. Ketiga, ia harus khotbah sebulan 2 kali. Ia boleh cuti meninggalkan minggu 2 kali setahun jadi selebihnya selama 50 minggu harus ada. Setiap tahun pertambahan jemaat 2-3%. Kalau tidak tercapai akan mengurangi bonus kita. Pelayanan di gereja seperti bekerja di kantor. Saya merasa tidak sejahtera kalau dinilai seperti itu. Saya seorang pekerja keras, tapi bukan karena mencari bonus. Tanpa bonus saya sudah begitu. Tapi saya melihatnya positif, bagus. Mau tidak mau memacu saya bekerja keras. Untuk menjadi guru SM harus buat kurikulum untuk  kelas kecil dan kelas besar. Anak SM kelas kecil untuk lulus naik kelas harus bisa berdoa di depan kelas, naik kelas berikutnya bisa hapal 2 ayat, naik lagi kalau bisa membawa teman. Kita harus membangun spiritualitas kerohanian. Tidak bisa begini-begini terus. Tahun ini apa, tahun depan apa.

Pemimpin yang berani bermimpi harus berani pula menjadi pemikir, perencana, dan pekerja keras agar mimpinya bisa menjadi kenyataan. -> Man of vision -> Man of perspiration.
Thomas Alva Edison: “Genius is 1% inspiration and 99% perspiration” (genius 1 %, keringat(kerja keras) 99%)
Musa: bermimpi tentang tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madunya, dan untuk itu ia harus mengorganisir Israel, memimpin mereka melewati bahaya dan kesulitan dan mengalami masa-masa yang penuh masalah dan tantangan.

Stott: “Without the dream the campaign loses its direction and its fire; but without hard work and practical projects the dream vanishes into thin air” (Tanpa mimpi kampanye kehilangan arah dan semangat; tetapi tanpa kerja keras dan berani mencoba, maka mimpi akan hilang menguap)
Yesus bermimpi akan penjala manusia dan Ia mendoakan, memilih, memberi inspirasi, mengajar, mengutus dan memberikan otoritas kepada murid-muridNya.

-          Ketekunan

Markus 4:30-32 Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?  Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.  Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."

God’s purpose -> God’s way -> God’s time
Bermimpi akan sebuah VISI, perlu melahirkan sebuah AKSI.  Namun setiap MIMPI dan AKSI membutuhkan KETEKUNAN karena berbagai tantangan pasti akan datang menghadang.
Tanpa ketekunan seseorang atau satu institusi tidak akan bertahan sampai kepada kesudahannya.

John Mott: “We have to turn stumbling-blocks into stepping stones”  (kita harus mengubah batu sandungan menjadi batu loncatan)

Yesus bertekun menghadapi murid-muridnya yang lambat mengerti, mengandalkan kekuasaan dan mengharapkan jabatan dan kekuasaan politik.

Rasul Paulus: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2Tim 4:7)

Kejujuran dan Kegigihan Akhirnya Berbuah
Pada umur 21 tahun, bisnisnya gagal.
Pada umur 22 tahun, ia kalah dalam pemilihan Dewan  Legislatif Negara Bagian.
Pada umur 23 tahun, bisnis keduanya gagal.
Pada umur 25 tahun, kekasihnya meninggal.
Pada umur 26 tahun, ia menderita depresi hebat.
Pada umur 28 tahun, ia kalah dalam pemilihan anggota Kongres.
Pada umur 30 tahun, ia kalah dalam pemilihan lain.
Pada umur 33 tahun, ia kalah lagi dalam pemilihan lain.
Pada umur 38 tahun, ia kalah dalam pemilihan anggota Kongres.
Pada umur 45 tahun, ia kalah dalam pemilihan anggota Senat.
Pada umur 46 tahun, ia kalah dalam pemilihan wakil presiden.
Pada umur 49 tahun, ia kalah dalam pemilihan anggota Senat.
Pada umur 51 tahun, ia terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.
Jika sedang menjalani berbagai kesulitan dalam kehidupan, Anda tengah dipersiapkan untuk satu tujuan penting dan besar. (Abraham Lincoln, 1809-1865; Presiden AS ke 16, 1860-1865)

Di Singapore paling tidak enak karena harus banyak membesuk orang sakit. Saya pernah membesuk seorang ibu yang sakit dan dirawat di NUS Hospital. Dulu waktu saya pernah membesuk orang sakit di Medistra dan bertanya, “Mau didoakan apa?” dijawab,”Saya baru operasi. Saya minta didoakan agar cepat kentut.” Sedangkan Ibu ini di NUS kena kanker payudara stadium akhir. Saya bertanya,”Minta didoakan apa?” Ia hanya berkata, “Pak pendeta doakan agar jangan saya menyangkal Yesus kalau saya tidak bisa sembuh.” Saya menangis. Saya mendoakan sambil memeluknya. Dia duduk di ranjang. Biasanya yang minta doakan : pekerjaan lancar dll. Saya pikir itu contoh yang baik dari ketekunan.

Gereja yang sehat diawali dengan Pemimpin yang sehat; jemaat yang sehat yang menginspirasi melalui visinya; kerja kerasnya dan ketekunannya dalam pekerjaan, keluarga dan pelayanan. (Gereja yang memiliki desire; vision; dream dan action)

3.     Kepedulian

Matius 14:13-21  Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.  Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.  Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."   Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."   Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."  Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."  Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.  Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Melihat – memperhatikan – bertindak.

·       Kepedulian rohani
Matius 23:37, “Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya dibawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”
·       Kepedulian batin
Yesus melihat kebutuhan orang lain bukan sebagai alat manipulasi tetapi sebagai panggilan
Matius 9:16, “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”
·       Kepedulian jasmani
Mat 14:16, “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”

Gereja yang sehat jemaatnya tidak menuntut dipedulikan tapi yang saling mempedulikan. Kepedulan apa?

Nodding (2002), “Ketika kita peduli dengan orang lain, maka kita akan merespon positif apa yang dibutuhkan oleh orang lain dan mengekspresikannya menjadi sebuah tindakan.”

May (dalam Leininger 1981), “Dedication, Mattering and Concern adalah elemen penting dari kepedulian.”

Henri Nouwen, “Banyak gereja hanya bicara tentang Kristus tetapi tidak tentang dunia. Sebaliknya banyak pula gereja bicara hanya melulu tentang dunia tetapi tidak tentang Kristus.”

Albert Schweitzer (14 Jan 1875-04 Sept 1965)
Albert adalah seorang teolog sekaligus dokter yang menerima hadiah nobel karena pengabdiannya kepada kemanusiaan. Kehadiran Albert di Afrika membuat orang-orang bersyukur sebab selain penyakit jasmani mereka terobati, iman mereka kepada Yesus bertumbuh oleh pelayanan Albert. Di Afrika, Albert dan isterinya tidak hanya berkutat selama 1-2 tahun saja, tetapi selama berpuluh-puluh tahun. Hasilnya, setelah 41 tahun mengabdi di Afrika dan meninggalkan keramaian dan kesenangan hidup, dunia mengetahui karya sucinya.

Gereja yang sehat adalah tempat orang saling menunjukkan kepedulian dan bukan tempat dimana orang selalu minta dipedulikan?
Ada jemaat yang menuntut diperhatikan tetapi tidak memperhatikan. Jadi mind set harus diubah. Gereja yang sehat jemaatnya saling mempedulikan. Biasanya kalau ada orang kaya yang meninggal dunia, banyak orang telepon ke gereja dan pendetanya mencari tahu rumah dukanya dimana? kebaktian jam berapa? Semua orang bertanya sehingga pendeta tidak perlu telpon. Tapi begitu orang miskin yang meninggal, pendeta sibuk menelpon karena orang tersebut tidak dikenal. Orang kaya meninggal , saat dikuburkan ada 200 mobil yang mengiringi. Sedangkan orang miskin? Saya pernah pimpin kebaktian di Pondok Rangon. Hanya ada 2 mobil yang mengiringi yaitu mobil jenazah dan mobil saya. Saya berlima dengan anak istri. Sewaktu tiba, tidak bisa dimakamkan karena makam di sebelahnya ada ratusan orang. Saya grogi. Itu ratusan orang banding 5 orang. Mereka selesai kebaktian, baru saya pimpin dan  peti pun diturunkan dari mobil. Karena sepi dikira sedang buat film. Akhirnya ada pemuda-pemuda di belakang saya ikut nyanyi. Mungkin mereka merasa kasihan. Jadi kalau orang miskin meninggal, kalau ditelepon, jemaat tidak ada yang kenal. Makanya akhirnya di GKI Jatinegara , dibentuk tim Lazarus. Saat ada yang meninggal,  tim itu harus datang . Saat tim itu ditelepon. Halo : Yes? Ada yang meninggal? Siap! Karena seringkali saat kedukaan seperti itu tidak ada yang datang. Mereka datang untuk memberi kekuatan bagi keluarga yang ditingalkan. Jadi seharusnya jemaat saling memperhatikan dan mempedulikan.

Apakah gereja kita tempat dimana orang menunjukkan kepedulian atau tempat dimana orang minta dipedulikan?

4.     Relasi yang sehat.

Gereja yang sehat dibangun di atas hubungan yang sehat.

7 relasi antara manusia zaman kini.

-          Orang yang hidup di atas orang lain. Orang ini mendominasi , memanfaatkan, mengontrol, menekan dan meremahkan. Kalau satu kelompok, ia yang berbicara terus, tidak bisa dihentikan. Seolah-olah ia paling tahu dan hebat, paling kaya. Paling ini-itu. Punya istri yang seperti ini tidak enak juga. Sebaliknya ada istri yang digoblokin suami. Saya omong 1 patah kata dia omong 100 kata. Tidak enak hubungan seperti ini. Talking maniac. Talking too much. Tidak enak aura orang seperti ini. Ia cenderung mendominasi, seolah paling tahu. Ada orang seperti ini?

-          Hidup melawan orang lain.  Berkompetisi, iri hati, melukai, segala cara ingin menang sendiri -> antagonis. Tidak hidup di atas orang lain seperti tipe pertama, tapi melihat orang lain sebagai kompetitor. Saingan. Kalau beda maka ia akan irihati dan dengki. Irihati  adalah apa yang orang lain punya saya harus punya. Dia punya rumah, saya punya rumah. Dia punya TV 30 inch saya 40 inch. Dia punya istri 1, saya 2 . Tetapi dengki lebih jahat. Apa yang saya tidak punya, orang lain tidak boleh punya. Ada pemuda yang diputus cinta oleh pacarnya, maka pacarnya dibunuh karena kalau saya tidak mendapatkan dia, maka orang lain tidak boleh mendapatkannya. Yesus mengutuk orang Farisi, kalau kamu tidak masuk sorga , jangan halangi orang lain masuk sorga.

-          Hidup terpisah dari orang lain : isolasi diri, cukupkan diri, menarik diri, pisahkan diri -> kosong diri. Ia merasa tidak ada gunanya ikut ini-itu. Kalau ada orang seperti ini perlu ditemani.

-          Hidup masa bodoh : cuek, pura-pura tidak tahu, bukan urusaku, semua dilakukan jika ada untungnya -> egocentris. Gereja yang banyak orang kristen yang cuek adalah gereja yang sakit. Gereja mau hancur atau tidak, dia cuek. Sebaliknya ketika gereja kurang sesuatu jemaatnya iuran. Itu terjadi pada gereja di kota kecil. Waktu diumumkan butuh keyboard, satu kelompok sel lalu berdoa dan mengumpulkan uang untuk membelinya. Orang yang sehat adalah orang yang peduli. Apakah kita berdoa untuk gereja, pendeta dan majelis? Kalau berdoa untuk diri sendiri, itu terlalu egois.

-          Hidup di dalam orang lain : in fusion, menjadi parasit,  manfaatkan sesama, kehilangan identitas. Jadi kalau orang diajak pindah gereja maka ia akan pindah. Habis kebaktian dikasih RP 100.000, dikasih makanan, dikasih bungkus plastik. Jangan jadi orang kristen parasit. Jangan pesan ke anak, kalau cari mantu yang kaya, karena itu salah. Kalau cari mantu : yang rajin bekerja dan Kristen. Kalau rajin kerja, kerja keras dan mau kerja apa saja dan jujur itu hebat. Carilah mantu yang satu iman, yang rajin dan kerja keras.

-          Hidup di bawah orang lain : mengalah, idolakan orang lain, digunakan orang lain -> dapat muncul stres – kebencian. Orang yang selalu mengalah tidak terlalu baik juga.

-          Hidup dengan bersama orang lain : dalam kebenaran dan kasih, saling memberi dan melengkapi , setara , sebagai rekan, kepenuhan dan bertumbuh dalam kristus. It is not tolive over agaist, from, despite, inside, under the other, but to live with the other. Bukan menganggap jemaat yang duduk di sebelah sebagai kompetitor, orang bodoh tetapi sebagai sesama kita yang harus dihormati.  Ini relasi yang terbaik.

Mazmur 133:1 Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Sungguh alangkah buruknya dan rusaknya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan ribut

Pertanyaan  Refleksi:
-          Dari pengamatan pribadi, dengan cara apakah seringkali seseorang merasa tertolak dalam satu komunitasnya?
-          Penghalang terbesar apakah yang menyebabkan setiap pribadi tidak dapat menjadi syalom bagi komunitasnya?

Gereja yang sehat : Adalah gereja yang memiliki pola relasi yang sehat (to live WITH the other)
-          Apakah gereja kita bicara tentang Kristus dan melengkapi jemaat untuk bagaimana hidup di dunia?
-          Apakah gereja kita saling rukun?

5.    Pemberdayaan (empowerment)

Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

Pengertian pertama: Memberi kekuasaan, mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas ke pihak lain. (Lih: Kisah 1:8)

Pengertian kedua:  Upaya untuk memberikan kemampuan atau keberdayaan kepada orang lain (Lih: Yohanes 14:12, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu..”

Kartasasmita (1996): “Setiap manusia memiliki potensi yang dapat dikembangkan, sehingga pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya itu dengan mendorong, memberikan motivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki serta untuk mengembangkannya  (pengkapasitasan dan pendayaan)

Pemberdayaan adalah sebuah “proses menjadi” bukan sebuah “proses instan”. (Wrihatnolo & Dwidjowijoto, 2007):
KUNCI UTAMA: Manusia bukan OBJEK tetapi SUBJEK.

Problem umum pelayanan di gereja :

1.     Misuse (salah pakai). Seorang pemimpin paduan suara ingin membentuk paduan suara dan mengumumkan, “Siapa yang mau daftar silahkan”. Akhirnya ada 1 enci yang mendaftar. Pemimpin padus itu senang. Tetapi suaranya parah karena tidak ada pitch control dan nyanyinya fals. Setelah terbentuk, tidak ada yang mau nyanyi di sebelahnya karena bisa jadi  jelek. Suara enci ini fals dan keras sekali. Akhirnya pemimpin padus berkata, “Ci, kalau nyanyi tidak usah bersuara (lip sync)”  karena suaranya fals. Yang suaranya bagus tidak mau melayani, sebaliknya yang suaranya tidak bagus malah mau melayani. Itu misuse. Tidak ada yang mau jadi guru Sekolah Minggu. Yang ada orang yang streng (preman) jadi pengajar. Begitu selesai, anak SM tidak mau ke gereja lagi. Suaranya membuat jantungan. Tapi orang yang bagus melayani jadi guru tidak ada yang mau menjadi guru Sekolah Minggu.

2.     Disuse (tidak terpakai). Tidak terpakai, padahal bertalenta.

3.     Abuse (terlalu dipakai). Begitu mau pelayanan, semua bidang dikasih (seabreg-abreg). Seperti menjadi panitia natal, Paskah, pembanguan gereja, guru sekolah minggu, tukang parkir dan koster. Jadi kesannya 4 L (lo lagi lo lagi). Itu bukan gereja yang sehat. Yang sehat gereja yang memberi kepercayaan kepada anak muda dengan mendampingi sehingga terjadi alih generasi. Gereja yang sehat, orang yang lupa berdiri saat duduk. Saat berdiri lupa duduk.

Pemberdayaan adalah proses:
1.     Mempercayakan (Matius  25:14-30)
“Demikianlah hendaknya orang memandang kami; sebagai hamba-hamba Kristus yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.” (1 Korintus 4:1)
2.     Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi seseorang berkembang (enabling).
- “Aku menyertai kami sampai kepada akhir jaman”       (Matius 28:20)
- “Aku tidak meninggalkan kamu sebagai yatim piatu, Aku datang kembali kepadamu.” (Yohanes 14:15)
3.     Memperkuat  potensi atau daya yang dimiliki oleh seseorang (empowering)
“…diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu…” (Matius 16:18)
4.     Melindungi  (Protecting)
“Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka daripada yang jahat.” (Yohanes 17:15)

Gereja yang sehata adalah Adalah Gereja yang memberdayakan sehingga terjadi proses alih generasi yang sehat.
-      Menemukan dipercaya?
-      Merasakan dihargai?
-      Merasakan menjadi manusia sebenarnya bukan manusia materi; manusia angka; manusia posisi.

GKKK Mabes punya prospek yang bagus karena ada semua generasi dan saling melengkapi satu dengan lain. Gereja sehat, pemimin  sehat dan jemaat sehat dimulai dari transormational mind-set : mari kita jadi teladan, inspirasi bagi ofang lain. Kalau tidak ada, setidaknya anak dan suami mengidolakan kita. Ada seorang pemuda di GKI Jatinegara berkata,”Kalau cari pacar, saya mau mencari yang seperti mama.” Berarti mamanya menginspirasi dia. Ada juga mau cari pacar tetapi tidak mau seperti mama karena bisa hancur dunia ini katanya. Ada yang berkata, “Kalau saya mau cari agama tidak mau jadi orang Kristen”. Ini menyedihkan. Mari kita peduli. Saling peduli satu dengan lain, peduli dengan gereja. Di gereja Singapore saya berkata ,”Hai jemaat. Pelit kepada pendeta tidak apa-apa tapi jangan pelit kepada gereja dan Tuhan”. Gereja yang sehat adalah gereja yang relasinya bagus, satu dengan lain tidak bermusuhan, tidak berantem, tidak saling iri. Saling memberdayakan satu dengan lain.

Sesi Api Unggun
-        Apakah kita pribadi yang sehat yang telah mengalam transformasi pola pikir sehingga pelayanan, pekerjaan dan keluarga kita menjadi teladan?
-        Apakah hidup kita menginspirasi melalui visi; kerja keras dan ketekunan dalam pekerjaan, keluarga dan pelayanan?
-        Apakah kita menunjukkan kepedulian dan bukan selalu minta dipedulikan?
-        Apakah kita memiliki pola relasi yang sehat (to live WITH the other)
-        Apakah kita memberdayakan orang lain sehingga terjadi proses alih generasi yang sehat.            

Api Unggun (Refleksi Diri) Pdt. Joseph Theo Retreat 7 Juli 2016


Pdt. Joseph Theo

Malam ini,

Pertama-tama, di dalam diam mari pikirkan apakah hidup kita selama ini menjadi kemuliaan bagi Tuhan? Apakah hidup kita selama ini berubah sehingga kekristenan kita tidak menarik dan menjadi inspirasi bagi yang lain? Kita berdiam diri.

Yang kedua, dalam diam dan tenang jangan pikirkan orang lain, pikirkan diri sendiri. Apa tujuan hidupmu? Apa tujuan ke gereja? Apakah tujuan pelayanan kepada Tuhan? Sungguhkah punya motivasi yang beres dan benar? Atau selama ini ada tujuan yang salah yang kau pikir bisa dapat sesuatu? Bila ada yang salah, biarlah kita mengalami pertobatan. Kita berdiam diri.

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Saudara mempersembahkan uang, waktu dan talenta untuk Tuhan tetapi selama ini belum mempersembahkan hidup. Sehingga hidup dalam kemunafikan dan melayani Tuhan dalam dosa. Di gereja bisa tertib dan sopan, tetapi di luar gereja mengikuti dunia ini, tidak bisa mengikuti iman kristen. Tetapi hari ini kita ambil tekad untuk mempersembahkan hidup kita. Katakan bahwa saya mau berubah, tidak lagi menjadi budak dosa. Tetapi menjadi hamba Tuhan dan mengikuti kehendak Tuhan.

Dengan sikap doa katakan kepada Tuhan, “Jadikan aku indah Tuhan, yang Kau pandang mulia seturut karyaMu di dalam hidupku, ajarku berharap hanya kepadaMu. Taat dan setia kepadaMu Tuhan.”
Refrain lagu ini menjadi doa pada saat ini. Jadikan aku indah.

Ajarku Tuhan hanya berhadap padaMu dalam menghadapi kesulitan, pergumulan dan tantangan. Saya mau taat menaklukkan diri, submission dan setia kepadamu Tuhan. Tuhan tolong kami satu per satu. Minta Tuhan memberi kekuatan kepada kami. Tuhan tahu banyak pegumulan kita.  Di antara kita banyak pergumulan, sakit hati , luka batin, pengalaman-pengalaman yang melukai dan menyakitkan kita, bermusuhan dan tidak berdamai, malas melayani Tuhan. Hari ini kau bisa berkata, “Saya ingin hidup saya indah. Saya mau taat dan setia sampai selama-lamanya.” Berdoalah seperti itu.

Sekarang taruh tangan kanan di dadamu sebagai sebuah janji komitmen kita. Dengan menutup mata, engkau boleh menengadahkan kepala ke langit sebagai tanda pertobatan kita. Tutup mata dengan sikap berdoa dan katakan, “Jadikan aku indah. Susah senang kita tetap mau setia ikut Tuhan dan Yesus.” Katakan dengan lebih sungguh lagi, “Jadikan aku indah. Jadikan aku indah dalam berkeluarga, pelayanan, pekerjaan , dimanapun aku berada, sehingga semua orang bisa melihat Kristus dalam hidup kita.”

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (I Kor 15:58).  

Banyak dari kita yang mungkin tidak bediri teguh dan melayani hanya sesaat dan ‘sukarela’ (kalau suka melayani , tetapi kalau tidak suka tidak melayani dan meninggalkan gereja). Inilah GKKK Mabes. Inilah rumah rohanimu. Baik atau buruk. Aku setia membangun iman kerohanianku di GKKK Mabes. Giat selalu dalam pekerjaan Tuhan, bukan hanya semusim saja tapi selama-lamanya. Jerih payahmu tidak sia-sia. Ingat jerih payah kita tidak sia-sia. Mari berdoa untuk rumah rohanimu. Berkati GKKK Mabes. BerkatMu turun ataas GKKK Mabes. BerkatMu memberi kemajuan sehingga GKKK Mabes mengalami perubahan jemaatnya dan menjadi gereja y ang sehat dan bertumbuh dan berlipat ganda. Gereja yang menjadi teladan, gereja yang menginspirasi dan mempunyai visi dan punya kerja keras dan ketekunan, jemaatnya berelasi secara sehat tidak bermusuhan , gereja yang bertumbuh dari tahun ke tahun. Setiap orang mengucapkan hal seperti itu untuk GKKK Mabes. Silahkan berdoa.

Ya Tuhan kami berdoa spesial untuk GKKK Mabes. Ini rumah rohani kami. Kami ingin bangun komitmen di GKKK Mabes. Berkati gereja ini menjadi gereja yang teladan , menginspirasi , berkati dengan visi dan kerja keras dan ketekunan, punya relasi yang bagus, jemaat punya relasi satu dengan lain, jemaat kompak tekun dan tidak goyah. Setelah pulang dari retreat semua jemaat berdedikasi lewat GKKK Mabes. Berkati gereja ini terus, menjadi gereja yang teguh berdiri tidak pernah goyah. Yang lansia berkati dengan kesehatan dan tekun berdoa untuk gereja, hamba Tuhan dan para majelis. Untuk yang bekerja di kantor bisa sukses karena kerja keras. Berkati yang sedang bersekolah. Kami percaya anak SM diberkati, Berkati Pdt. Hery Kwok , Ev. Susan , para hamba Tuhan serta majelis. Berkati para hambamu mempunyai dampak besar untuk pertumbuhan gereja dan membawa perubahan. Dan kami pulang dengan penuh semangat. Inilah pujian kami. Kami angkat tangan Tuhan. Dan kami berkata sama-sama, Haleluyah... Haleluyah... (Haleluyah 12 x).


Allah Bapak, Putera dan Roh Kudus berkati GKKK Mabes dengan kemajuan. Dengan perubahan , berkati gereja ini menjadi teladan, menginspiriasi , visi,  kerja keras dan ketekunan, punya relasi pertumbuhan yang luar biasa, pertumbuhan jemaatnya. Berkati saudara di GKKK Mabes satu per satu. Allah memegang tangan  saudara, tidak pernah meninggalkan, Allah memberkati sekolah, bisnis, pekerjaan, GKKK Mabes. Allah memberkati satu per satu dari sekarang ini sampai selama-lamanya. Amin. 

Santapan Rohani Retreat Sesi 4 Kapita Selekta Umum 7 Juli 2016


Pdt. Hendra G. Mulia

Lukas 18:9-14
9   Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
10  "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
11  Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
12  aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
13  Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
14  Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Pendahuluan

Mana yang paling berbahaya dan brengsek :
-          orang yang kelihatannya jahat tetapi hatinya baik,
-          orang yang kelihatannya baik tetapi hatinya jahat,
-          orang yang kelihatannya jahat memang hatinya jahat,
-          orang yang kelihatannya baik memang hatinya baik. 
Orang yang kelihatannya baik tetapi hatinya jahat adalah orang yang paling berbahaya.
Jadi di gereja kalau ada orang yang kelihatannya jahat jangan dimusuhi siapa tahu hatinya baik.

Dulu sewaktu saya mengajar di sekolah, seorang rekan memberi tips (petunjuk) : “Kalau mengajar anak-anak di sekolah jangan dikasih hati karena kalau dikasih hati maunya jantung. Menghadapi anak-anak kita harus tegas. Jadi perlu disiplin.”

Pertama kali mencoba mendiamkan kelas yang ribut, saya berkata, “Tolong diam ya, saya mau absen.” Namun dampaknya dapat diduga : murid-murid tidak bisa diam. Saya coba meningkatkan mengeraskan suara, “Coba ya diam! Saya mau absen!” Ternyata kelas belum bisa diam juga. Akhirnya dengan muka geram saya menghajar meja guru sehingga para murid terkejut dan tiba-tiba semuanya terdiam. Saya tertawa dalam hati,”Dari tadi disuruh diam tidak mau. Sekarang baru terkejut.”

Saya pun menjadi guru agama yang paling terkenal di seluruh sekolah. Guru paling dibenci satu sekolah. Guru agama yang paling dibenci. Kalau guru agama dibenci apalagi Yesusnya! Lama kelamaan, saya belajar mendekatkan diri dengan para siswa. Ada siswa yang brengsek sekali. Setiap masuk kelas dia sengaja membuat keributan. Begitu saya masuk, dia asyik berbicara dengan teman sebangkunya. Saya pelototi , dia tidak peduli. Dia terus mengobrol. Suatu kali saya tidak tahan. Saya tunjuk dan minta teman sebangkunya keluar. Maka keluarlah dia. Anak yang menjadi teman ngobrolnya saya keluarkan. Ternyata berhasil. Setelah itu tidak ada satu pun siswa yang mau duduk dengannya. Waktu saya minta keluar temannya protes, “Bukan saya yang mengajak ngomong.” Dalam hati mungkin dia berkata, “Sial dia yang mengajak omong malah saya yang disuruh keluar.” Akhirnya anak biang ribut itu duduk di bangku paling depan dan tak ada yang mau duduk dengannya.

Namun ulahnya tidak berhenti dengan duduk paling depan. Dengan sengaja , ia memainkan pena-nya untuk mengetuk-ngetuk meja. Ia pura-pura duduk suci , lalu pena-nya  dijatuhkan. Dengan perlahan-lahan ia pun keluar dari bangku-nya untuk mengambil pena yang jatuh tersebut sambil melihat ke arah saya. Rasanya mau saya tampar. Kalau tidak ada larangan, ingin saya menghajarnya.  Saya pun mulai mendoakan anak itu dan terakhir dia bertobat juga. Waktu saya ke Amerika kami tidak bertemu lagi. Setelah saya kembali dia sudah tidak ada di gereja karena tidak ada yang memperhatikan dia. Suatu waktu saya khotbah di Jakarta. Dia datang menghampiri saya. “Pak masih ingat saya?” tanyanya. Tentu saja yang mengenalnya dan menjawab, “Oh kamu gereja di sini?!” Lalu ia pun bercerita. “Pak saya akhirnya bertobat. Tetapi setelah itu saya jadi nakal lagi dan pergi ke Melbuorne lalu balik lagi.” Saya berkata, “Dulu kamu brengsek! Dulu kalau lihat kamu saya mau tampar.” Dia menanggapi, “Iya Pak. Kalau saya lihat foto saat muka saya masih muda memang menyebalkan sekali.” Sebenarnya hatinya baik. Anak itu mukanya menyebalkan sekali. Saat itu saya baru pindah dari Bandung ke Jakarta. Dia bertanya, “Pak sudah punya ranjang?” Saya pun membalas,”Kamu mau kasih?” Ia pun berkata,”Iya, saya kerja di perusahaan ranjang. Saya hanya kasih ranjang.” Jadi saya pun membeli kasurnya, namun ranjang yang dijanjikan tidak juga datang. Setelah beberapa lama , akhirnya dikirim juga ranjangnya. Ranjangnya terbuat dari kayu jati walau bukan yang bagus. Sekarang mebel kayu jati sudah jarang. Sekarang saya tinggal di apartemen yang kecil dan saya mengirim ranjang pemberiannya ke Bandung dan menaruhnya di rumah anak saya. Saya ingin menyimpannya sebagai kenangan dari murid yang dulu menyebalkan tapi hatinya baik. Orang yang hatinya baik gampang kita hadapi. Yang berbahaya adalah orang yang mukanya baik tapi hatinya jahat. Di gereja yang mukanya menyebalkan tidak ada karena tidak ada yang mau menemani ia jadi sudah keluar dari gereja atau mencari gereja yang bisa menerimanya.

Orang Farisi

                Orang Farisi maunya mencari kesalahan Tuhan Yesus. Dari kecil kita sudah dikisahkan tentang orang Farisi dan merasa sebal dengan orang Farisi. Terkadang kita menyebut teman kita sebagai orang Farisi. Kalau dibilang orang Farisi, itu berarti kita munafik dan kita tidak suka. Orang Farisi sebenarnya orang baik. Ceritanya gerakan Farisi punya cita-cita bagus sesuai dengan Firman Tuhan. Banyak orang yang tidak mengikuti firman Tuhan dan menjalani hidup sesuai dengan firman Tuhan. Sebenarnya gerakan Farisi bagus. Ada cerita yang saya karang sendiri. Ada seorang Farisi jalan-jalan ke mal. Saat itu orang jualan seminggu sekali di depan pintu gerbang. Orang Farisi setiap Kamis datang walau tidak berbelanja. Mereka melakukan window shopping, hanya lihat-lihat dan pegang-pegang saja. Jadi ia pun berjalan-jalan. Lalu orang Farisi ini melihat seorang perempuan. “Astaga cantik sekali”, gumamnya dalam hati. Begitu mungil. Senyumnya membuat jantung Sang Farisi berdebar-debar. Lalu ia membandingkan dengan istrinya. Kalau wanita itu langsing, istri saya langsung. Kalau dia tertawa ada lesung di pipinya sedangkan kalau istrinya tertawa menyebalkan sehingga ingin ditonjoknya. Pikirannya berubah menjadi jahat. Aduh perempuan ini anak siapa? Saya nikahi saja. Sang Farisi pun berangan-angan mengajak istrinya naik ke gunung lalu ingin mendorongnya ke jurang agar meninggal sehingga ia pun bisa menikahi gadis itu. Tiba-tiba ia sadar dan berpikir “Ini dosa!” jadi ia pun pulang agar tidak berdosa.

Suatu kali ia datang ke tempat orang-orang Farisi suka berkumpul dan sharing firman Tuhan. Lalu ditanya,”Ada yang mau sharing?” Sang Farisi pun sharing, “Saya kemarin ke mal.” Rekannya berkata,”Oh, saya juga pergi ke sana. Mengapa saya tidak melihat kamu ya?” Sang Farisi berkata terbata-bata, “Saya hanya ke sana sebentar saja.” “Oh hanya sebentar. Jadi kamu ngapain ke sana?” Sang Farisi menjawab,”Hanya lihat-lihat saja sebentar.” Rekannya jadi penasaran dan terus bertanya,”Lalu bagaimana?” Sang Farisi hanya berkata,”Saya pergi ke mal.” Rekannya kesal,”Iya saya sudah tahu.” Sang Farisi berkata,”Saya malu menceritakannya.” Rekannya pun mendesaknya,”Hayo cepat ceritakan. Kalau mau cerita cepat cerita. Kalau tidak mau ya tidak usah.” Sang Farisi pun terpaksa berkata,’Waduh malu. Kemarin saya ke mal. Lalu saya lihat seorang perempuan.” Rekannya menanggapi,”Kan memang banyak perempuan di mal.” “Tapi yang ini cantik sekali.” Imbuh Sang Farisi. Rekannya penasaran,”Lalu bagaimana?” Sang Farisi bertanya,”Saya pikir, mengapa istri saya jelek amat.” “Terus?” rekannya menanti kelanjutannya. “Saya mau ajak istri saya ke gunung dan setelah di jurang saya mau dorong agar jatuh.” Akhirnya Sang Farisi mengungkapkan pikirannya. Rekannya berkomentar,”Oh begitu? Jahat amat ya.” Tapi ternyata rekannya juga begitu. Temannya berkata, “Saya juga berpikir seperti itu. Gadisnya seperti ini kan?” Rupanya gadis yang sama yang diceritakan Sang Farisi. Rupanya semua Farisi itu punya pikiran jorok.

“Jadi bagaimana nantinya?” mereka sudah merasa berdosa dan ingin mencoba mengatasinya. Jadi mereka berkumpul dan berkata,”Kita orang Farisi berdosa terus.” Untuk mengatasinya lalu diusulkan peraturan, “Semua perempuan kalau berpergian harus metutup mukanya sehingga hanya terlihat matanya.” Alasannya waktu perempuan berjalan dan kita melihatnya jadi tidak naksir. Masa melihat jempol kaki atau matanya saja  bisa naksir? Tapi ada yang membantah,”Tetapi kalau begitu kita kan repot. Anak dan istri kan harus dikerudungi. Cara begitu kan mahal. Jadi bagaimana?” Akhirnya diusulkan cara lainnya, “Kita tutup saja mata kita.” Namun tidak disetujui,”Masa sudah dikasih mata malah ditutup?” Akhirnya ada lagi yang mengusulkan,”Kalau begitu kita janjian saja begini. Kalau jalan, kita harus menunduk sehingga tidak bisa melihat wajah orang. Kalau perlu pakai kacamata kuda. Waktu jalan kita hanya melihat kaki perempuan. Jadi dengan demikian kita tidak bisa menaksir. Setuju?” Usul ini pun disetujui. Setelah itu semua orang Farisi kalau berjalan semuanya menunduk.

Kota Israel jalanannya sempit. Ada pintu yang sempit supaya susah kalau ada musuh yang mau masuk. Orang Farisi karena jalannya menunduk, maka menabrak pintu itu. Sehingga kepalanya selain benjol juga berdarah. Jadi waktu zaman Tuhan Yesus dikenal orang Farisi yang kepalanya berdarah. Agar jangan berdosa, mereka lebih rela menabrak tembok. Mereka benjol tapi tidak berdosa. Ini Bagus. Cita-citanya bagus. Daripada berdosa lebih baik benjol. Orang Farisi seperti itu. Tetapi zaman Tuhan Yesus, semua tidak mencintai Tuhan segenap hati, jadi hanya mengikuti aturan (harus begini begitu).

Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini (Lukas 18:11).  Doanya sombong bukan lain. Seharusnya Humanity is the basic of spirituality. (Kerendahhati adalah dasar untuk kerohanian). Orang Farisi ini mengucap syukur karena tidak sama dengan orang lain. Dia merasa dirinya paling baik. “Aku berdoa dan berpuasa 2 kali seminggu.” Orang Yahudi yang baik biasanya berpuasa seminggu sekali . Sedangkan orang Israel biasanya berpuasa 1 tahun sekali saat Yom-Kippur (Hari Pendamaian atau hari grafirat) dalah hari yang dianggap paling suci dalam agama Yahudi). Jadi kalau ia berpuasa 2 kali seminggu berarti dua kali lipat dari kebiasaan. Ia memberikan 1/10 dari segala penghasilannya. Jadi ia membanggakan diri. Orang Farisi melihat dirinya sebagai orang baik (saya mentaati agama).

Tapi jangan salah, orang yang taat agama, tidak baik. Sebab ia hanya taat pada agama. Sehingga agama menjadi mengerikan. Kenapa ada bom bunuh diri? Puji Tuhan, setelah Doktor Azahari bin Husin (lahir di Melaka, 14 September 1957) mati pada tahun 2005, tidak ada lagi ahli bom di Indonesia. Setelah bom di Thamrin (14 Januari 2016), pos polisi di persimpangan jalan MH Thamrin hancur dan  yang membawa bom juga mati. Orang di luar negeri kagum dengan orang Indonesia yang menonton tembak-tembakan antara polisi dengan teroris. Juga bom yang meledak di Mapolresta Solo tanggal 5 Juli 2016. Puji Tuhan bomnya berdaya ledak kecil. Di Bali, korban bom yang  meledak tanggal 12 Oktober 2002 sebanyak 202 orang meninggal. Teroris punya agama dan sangat taat karena ingin dirikan negera Islam agar kita semua mengikuti syariat Islam. Justru agama seperti itu yang bahaya. Dia pikir ia benar. Mengapa mereka berani bunuh diri? Padahal kita sumbang darah saja takut ditusuk jarum. Pembom bunuh diri mati dengan usus keluar. Ia berani karena yakin kalau mereka lakukan itu, kalau mati maka ia akan memperoleh hadiah 70 wanita cantik yang tidak pernah disentuh baik oleh manusia maupun jin. Berbahaya karena berbahaya. Dalam agamanya itu, ia pikir “Saya benar”.

Orang Farisi memberikan 1/10 dari segala penghasilan. Saya bukan perampok atau penjinak. Bukan ini itu. Jadi dia apa? Kita bisa berdosa seperti orang Farisi. Kita bukan perampok dan pemungut cukai. Namun kita pendendam dan pembenci. Saya tidak taat pada orang tua. Saya bukan ini-itu, tetapi tidak bilang dia siapa. Maka di hadapan Tuhan ia tidak berani bilang siapa dirinya sebenarnya.

Agama yang benar

                Dijelaskan tentang pemungut cukai  yang dibenci karena menekan dan memberatkan rakyat dengan cara yang kejam dan tidak adil. Mereka menarik pajak lebih dari seharusnya. Di Israel mereka sangat dibenci. Waktu ia datang, ia tidak berani masuk ke bait Allah. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini (Lukas 18:13). Bangunan Bait Allah dibagi 2 yaitu ruang maha kudus (Holy of Holies , kodesh hakodashim, dulu ada tabut perjanjian). Setelah pembuangan orang Israel ke Babel ruang maha kudus ini tidak ada isinya. Hanya imam besar yang boleh setahun sekali masuk. Lalu ada ruang kudus. Kalau perempaun berdoa harus diluar. Orang Farisi berdoa dari ruang kudus. Pemungut cukai berdiri mengangkat tangan dan kepala diangkat ke atas. Tapi orang Yahudi tidak boleh mengangkat tangan.  Pemungut cukai, “Tangan saya kotor. Menerima uang yang kotor. Tuhan kasihanilah aku, aku orang berdosa.” Berbeda dengan orang Farisi yang berkata, “Aku bukan ini dan itu”. Pemungut cukai menunjukkan bahwa “Saya orang berdosa”. Lalu Tuhan Katakan, orang ini yang pulang dibenarkan.  Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Lukas 18:14).

Dari kecil, saya diajarkan lagu “Baca Kitab Suci”.
Baca Kitab Suci doa tiap hari, doa tiap hari, doa tiap hari
Baca Kitab Suci doa tiap hari,
Kalau mau tumbuh, Kalau mau tumbuh, kalau mau tumbuh
Glori Haleluya
Baca Kitab suci doa tiap hari, kalau mau tumbuh

Kalau persembahan hanya memberi jumlah sekedarnya, padahal kalau menyanyi lagu Lebih Dalam Lagi.
Lebih dalam lagi ku rindu Kau Tuhan, lebih dari segala yang ada
Lebih dalam lagi ku cinta Kau Yesus, Ku mengasihi Mu
Jadi antara perbuatan dan perkataan tidak sesuai alias bohong.

Petrus adalah murid Tuhan. Dibanding orang Farisi , yang lebih banyak membaca Kitab Taurat adalah orang Farisi. Orang Farisi berdoa tiga kali sehari. Agama itu bukan agama yang dilakukan dan dikerjakan. Agama bukan agama seperti yang dianut oleh para teroris dan orang Farisi. Agama itu agama hati. Tuhan akan melihat hati. Bukan usia yang dilihat. Orang yang punya penghasilan Rp 500.000 dan mau memberi Rp 10.000. Hatinya tetap mau memberi walau hanya sedikit memiliki dan Tuhan tahu. Kekristenan bukan agama syariah. Jadi bukan sekedar baca kitab suci doa tiap hari. Tuhan akan jijik mendengar doanya. Kalau berdoa ia berkata, “Berkatilah  yang kita makan?” karena bukan sesuatu yang keluar dari hati. Ada seorang anak perempuan berumur 3 tahun dapat menghafal doa Bapa Kami dalam bahasa Inggris. Inggrisnya seperti anak Singapore. Kalau punya anak atau cucu seperti itu tentu kita bangga. Tidak salah sedikit pun hafalannya. Banyak Guru Sekolah Minggu yang tidak mengajarkan anak berdoa seperti yang seharusnya tetapi mengajar anak sekolah minggu untuk menghafal doa. Jadi dia tidak berdoa, melainkan hanya menghapal doa. Lihat makanan langsung berdoa. Baik makan tahu, es krim, atau pun nasi langsung berdoa. Otomatis. Suatu kali ada keluarga yang terdiri dari papa, mama dan anaknya yang mau makan. Lalu sang papa meminta anaknya berdoa. Anaknya menjawab tidak mau. Papanya meminta lagi, “Giliran kamu berdoa”. Dijawab sang anak,”Tapi saya malu. Saya kan bicara dengan Tuhan” tetapi akhirnya ia berdoa juga, “Tuhan Yesus terima kasih, kami mau makan, amin!” Ia berdoa dari hati. Daripada berdoa Bapa Kami yang dihafal. Doanya hanya,”Tuhan Yesus ini kami mau makan.” Bukan berapa lama kamu berdoa tiap hari, tetapi apakah kamu mencintai Tuhan?


Gereja : Keluarga Allah - Retreat Sesi 3 Kapita Selekta Umum - 7 Juli 2016



Pdt. Hendra G. Mulia

Markus 1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.

Injil : Kabar Baik tentang Kedatangan Tuhan Yesus untuk Membebaskan Manusia dari Dosa.

                Inilah permulaan Injil (bahasa Yunani: ευαγγέλιον/euangelion). Injil artinya kabar baik. Jadi dengan kata lain dikatakan “Inilah permulaan kabar baik”. Kabar baik tentang Tuhan Yesus yang datang sebagai Juruselamat. Manusia  telah mati karena dosa , tetapi  Dia datang untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Begitulah kabar baik versi orang Injili. Sedangkan orang liberal mengatakan bahwa Yesus Kristus Juruselamat dan menyelamatkan manusia dari dosa. Sampai di sini pernyataannya masih sama dengan kaum injili. Namun begitu ditanya, “Apa itu dosa?” Jawabannya : dosalah yang membuat manusia terpisah dari Allah. Sebelum Adam bertemu Hawa, ia berkata, “Inilah daging dari dagingku dan tulang dari tulangku.” Namun setelah itu saat Adam ditanya, “Mengapa kamu makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat?”. Adam berkata, “Karena dialah saya makan buah” sambil menunjuk kepada Hawa. Jadi Adam menyalahkan istrinya sehingga hubungan sesama rusak. Yesus Kristus menyelamatkan kita dari dosa kebencian kepada manusia sehingga kita harus saling mengasihi dan tidak boleh menindas sesama manusia. Kabar baiknya : orang-orang dibebaskan dari penindasan manusia terhadap manusia lainnya. Bagi kita yang sudah tua mungkin memiliki pengalaman dengan Presdien pertama Indonesia, Soekarno, karena  waktu kecil ada pada zaman Soekarno. Kalau Soekarno pidato, pidatonya mirip dengan teologi pembebasan itu. Misalnya Soekarno mengatakan “l'exploitation de l'home par 'ihomme“ (Kita harus membebaskan orang Indonesia dari penindasan manusia).  Soekarno (1901 – 1970) hebat karena ia bisa berbahasa Belanda dan Perancis. Sebenarnya gereja liberal seperti itu. Sedangkan pada kaum Injili : Tuhan Yesus datang untuk membebaskan manusia dari dosa.  Sebagai orang Injili , maka akhirnya yang penting ada 3 hal yang disingkat sebagai A-B-C yaitu :

A. Accept Jesus Christ (Terima Yesus Kristus).
B. Believe He died for you (Percaya Dia mati untukmu)
C. Commit your life to Him (berikan hidupmu untuk Dia)

Atau

A. Accept Jesus Christ (menerima Yesus Kristus)
B. Bible (membaca Alkitab)
C. Church  (pergi ke gereja)

Percaya lalu Apa?

Kaum Injili menekankan firman Tuhan Yesus sehingga gereja melakukan penginjilan (ayo injili orang untuk terima Tuhan Yesus). Jadi sebagai kaum Injili, kita  seharusnya suka menginjili. Kita menekankan accept Jesus Chirst (terima Tuhan Yesus). Tidak salah karena dengan injil diberitakan di mana-mana, orang berdosa menerima Yesus sehingga selamat dan banyak orang menjadi Kristen. Dalam KKR biasanya banyak orang menerima Tuhan Yesus menjadi Juruselamat dan diselamatkan. Inilah Injil tentang Tuhan Yesus. Yesus menyelamatkan kita. Apa salahnya? Tuhan tetap pakai penginjilan sehingga banyak orang bertobat. Setelah kamu menerima Tuhan Yesus lalu meninggal, masuk ke surga atau neraka? Apakah yakin masuk ke surga? Ayatnya di mana? Yoh 3:16   Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Setelah kamu menerima Tuhan Yesus, namun hidupmu  brengesek : ke gereja telat, tidak ikut persekutuan doa , pelit memberi persembahan, tidak kenal sesama , tidak mau pelayanan, tidak sempat membaca Alkitab, kalau  mati ke mana? Diajarkan untuk memberi persembahan. Lalu kalau ada yang memberi persembahan yang banyak misal Rp 10 juta dan ada juga yang memberi sedikit persembahan misal RP 10.000, lalu mati masuk ke surga? Kalau persembahan Rp 10.000 dan  Rp 10 juta sama-sama masuk surga, jadi kalau beri persembahan Rp 10.000 saja? Setelah menerima Tuhan Yesus, membaca Alkitab, pergi ke gereja dan memberi persembahan Rp 10.000 lalu masuk ke surga. Apa jeleknya? Sebenarnya yang dikatakan adalah Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Jadi tidak dikatakan “Inilah Injil” alias itu baru permulaan dari Injil. Menerima Tuhan Yesus bukanlah akhir, namun baru permulaan.

Injil adalah Relasi dengan Tuhan dan Sesama

Di gereja ada yang 30 tahun atau bahkan 50 tahun lebih menjadi Kristen. Kalau ke gereja duduknya paling depan. Waktu kebaktian diminta berdiri , ia pun berdiri. Setelah itu duduk kembali, begitu seterusnya (berdiri duduk ,berdiri duduk). Jadi kalau ia mau tidur juga tidak bisa. Saat paling enak baginya adalah saat khotbah berlangsung karena bisa tidur dengan mulut menganga.  Orang tua memang sesuai dengan suatu artikel mudah sekali tertidur. Baru khotbah 10 menit, sudah pada tidur.  Jadi susah sekali khotbah ke orang tua. Namun sekarang saya suka khotbah di lansia karena khotbah bagus tidur, khotbah jelek tidur juga.  Kalau orang tua bisa dimaklumi, namun ada juga yang tidur karena noton bola pk 2-4 pagi (bahkan kalau adu pinalti bisa sampai pk 5 pagi!). Tidur baru pk 5.30 dan pk 6.30 harus bangun sehingga karena kurang tidur maka melanjutkan tidur di gereja. Kalau kita hanya tekankan percaya Tuhan Yesus masuk surga, maka lebih baik persembahan Rp 10.000 daripada Rp 10 juta.  Jadi ternyata ada kesalahan kalau hanya tekankan untuk percaya Tuhan Yesus karena itu hanya permulaan. Akibatnya menurut gereja Injili sudah pasti masuk surga kalau terima Tuhan Yesus.

Kita sekarang terpengaruh zaman. Injil kita tidak lagi murni dari Alkitab, tetapi  Injil kita dipengaruhi zaman modern di mana orang hidup secara individu. Di kampung bila ada sebuah rumah ambrug, maka sewaktu membangunnya lagi semua orang sekampung ikut serta. Itu namanya gotong royong. Kalau rumah kita ambruk, tetangga tidak ada yang ikut membantu. Gaya hidup individual bahkan baru dirasakan pada tahun 1998 setelah terjadi huru-hara dan diadakan siskamling. Saat itu para tetangga baru berkenalan. Kita memang hidup secara individual. Prinsip individual ini  ditekankan sehingga injilnya juga bersifat Individu.  Setelah menerima Tuhan Yesus, membaca Alkitab, pergi ke gereja selesai. Sekarang baru kita sadari, ternyata itu tidak cukup. Itu baru permulaan. Injil bukan sekedar hanya dapat tiket masuk surga. Injil mengenai kehidupan bersama dengan Tuhan Yesus. Hal ini  seperti yang dikatakan pada Yoh 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Firman menjadi manusia dan tinggal di tengah kita. Allah mau tinggal bersama-sama kita. Bayangkan kalau kita tinggal bersama pengemis yang sudah 3 tahun tidak mandi sehingga bau sekali. Kalau kita tidak mau dekat-dekat dengan orang seperti. Bahkan dekat dengan orang yang keringatnya bau, kita tidak suka. Tuhan hidup bersama  kita yang brengsek yang saat persembahan hanya mau memberikan Rp 10.000, mengapa Dia mau? Itu Injil, Tuhan mau tinggal dengan kita dan bersama dengan kita. Injil bukan sekedar percaya Yesus masuk surga. Injil mengenai kasih kepada Tuhan dan sesama. Matius 22:36-40 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"  Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.   Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Kita jangan hanya datang ke gereja, berdiri duduk berkali-kali, meram melek matanya, lalu doxology, menerima berkat dan pulang sehingga kita tidak mengenal tetangga.

                Memang tidak mudah untuk mengingat nama 10 orang yang tidak kenal. Padahal GKKK Mabes masih sedikit jumlah jemaatnya. Sekali kebaktian tidak sampai 100 orang. Namun untuk jumlah jemaat sebanyak itu, apakah satu dengan lain telah saling kenal? Berbeda dengan gereja yang sekali kebaktian dihadiri oleh 1.000 orang sehingga susah mengenali semua orang yang datang. Hari ini ingat besok lupa.  Seharusnya penting untuk mengingat teman. Jangan hanya setelah kebaktian langsung pulang. Gereja menyadari hal itu dan meminta kita untuk saling bersalaman namun hal ini tidak menolong karena seringkali kita bersalaman hanya basa-basi tanpa mengenal orang yang kita salami karena hanya disuruh liturgis. Jadi jangan sekedar menerima Tuhan Yesus lalu masuk surga, tidak peduli dengan kelakuan baik atau brengsek. Injil adalah relasi kepada allah dan sesama manusia. Kenapa Tuhan suruh kita ke gereja? Tuhan mau kita ke gereja, supaya kita bersama-sama teman kita diselamatkan (saya anak Allah dan semuanya anak Allah). Maka kita menjadi big family (keluarga besar yang terdiri dari anak-anak Allah). Hal ini yang hilang. Jadi kalau kita menerima Tuhan Yesus tetapi benci sesama berarti kita berbohong. Maka kita harus melihat Injil yang benar yaitu it’s about relation (relasi kita kepada Tuhan dan sesama). Sekarang saat kita duduk di gereja, apakah kita sudah mengenal dengan orang yang di kiri dan kanan kita. Namanya gereja keluarga Allah tetapi kita berbohong karena sebagai sesama anggota keluarga dan anak Allah tetapi kita tidak pernah berelasi. Kita jangan bicara saja. Banyak kali kita hanya bicara omong kosong. Kita menyanyi lagu “Lebih dalam lagi kucinta Kau Tuhan” tetapi hanya memberi persembahan ala kadarnya saja atau “Lebih baik satu hari di pelataranMu daripada seribu hari di tempat lain” tetapi kalau mendengar khotbah kelamaan, sudah pada melihat jam dan panitia memberi tanda  ingin cepat-cepat selesai. Katanya lebih baik satu hari di pelataranmu berarti lebih baik daripada berada luar ruang gereja untuk mengobrol. Hal ini berarti bohong. What is the Gospel about Jesus Christ. Itu mengenai relasi dengan Tuhan dan sesama yang dipulihkan melalui darah Yesus. Belajar jangan berbohong. Kenallah dengan orang-orang yang duduk di sampingnya. Tanyalah nama mereka dan apa yang mau didoakan. 

                

Wednesday, July 6, 2016

Tegar di Tengah Badai Retreat Sesi 2 KPR 1 - 6 Juli 2016


Pdt. Hendra G. Mulia

2 Kor 6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Janji Tuhan untuk Hidup di Tengah-Tengah Orang Israel dan Berjalan Bersama.

                Rasul Paulus dalam suratnya ke jemaat Korintus (2 Kor 6:16) mengutip dari Perjanjian Lama perkataan dari Tuhan sendiri bahwa "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.  Sebuah janji dan gambaran nan indah kalau Allah tinggal di tengah-tengah kita, Dia akan menjadi Allah kita dan kita menjadi umatNya.  Apalagi gambaran ini diberikan kepada orang-orang Israel saat berada di padang pasir. Saat itu orang Israel keluar dari Mesir dan berkemah di kaki gunung Sinai dan di sanalah Tuhan memberikan “10 Perintah Allah”. Di samping itu Tuhan juga memberi perintah untuk membuat sebuah kemah pertemuan (tent of meeting) atau Kemah Suci (bahasa Ibrani: Mishkan yang artinya tempat tinggal Allah) yakni suatu tempat perjumpaan sementara dari Allah dengan umat-Nya (Kel 33:7-11 : Sesudah itu Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamainya Kemah Pertemuan. Setiap orang yang mencari TUHAN, keluarlah ia pergi ke Kemah Pertemuan yang di luar perkemahan.  Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu, bangunlah seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai ia masuk ke dalam kemah.  Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana.   Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya. Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu).  Arsitektur dari kemah ini secara rinci diatur oleh Tuhan (termasuk bahan dan ukurannya). Orang Israel hanya perlu melakukan apa yang Tuhan sampaikan. Kemah ini dibagi menjadi 2 bagian yakni ruang maha kudus dan ruang kudus (tempat ditaruhnya tabut perjanjian). Orang Israel membuatnya seperti yang diperintahkan Tuhan.

Orang Israel harus berkemah masing-masing dekat panji-panjinya, menurut lambang suku-sukunya. Mereka harus berkemah di sekeliling Kemah Pertemuan, agak jauh dari padanya (Bilangan 2). Jumlah orang laki-laki Isarel (yang bisa berperang) sebanyak 603.550 orang (Bil 3:32). Tuhan itu ajaib sekali. Di dunia itu perbandingan antara penduduk laki-laki dengan perempuan adalah 1:1 (perempuan lebih banyak sedikit). Kalau semua orang berpegang pada kepercayaan bahwa 1 laki-laki boleh memiliki 4 orang istri maka 3 orang laki-laki tidak mendapat istri karena sudah diambil oleh laki-laki yang beristri 4 orang. Jumlah perempuan Israel saat itu juga sekitar 600.000 orang sehingga jumlah orang dewasa sekitar 1,2 juta orang. Bila anak-anaknya diperkirakan 800.000 orang maka jumlah orang Israel menjadi 2 juta orang. Dengan jumlah sebanyak itu, maka bila orang Israel cara berjalannya sembarangan maka bisa tragedi Mina tanggal 24 September 2015 dimana terdapat setidaknya 1.000 orang yang terinjak-injak mati (dari 1.355.000 orang jemaah haji tahun 2015).  Sumber media Arab menyatakan bahwa konvoi wakil putra mahkota Saudi sekaligus Menteri Pertahanan kerajaan itu, Muhammad bin Salman ternyata adalah penyebab kepanikan luar biasa jutaan jama’ah haji, Sehingga terjadi tabrakan , dorong-dorongan sehingga yang lemah terjatuh dan terinjak-injak hingga meninggal dunia. Sedangkan saat itu terdapat sekitar 2 juta orang Israel berjalan bersama dan tidak ada kejadian seperti di Mina karena Tuhan telah mengaturnya dengan tepat.

Tuhan mengatur bagaimana orang Israel berkemah dan berjalan. Misal di sebelah Timur ada 3 suku : Yehuda, Isakhar dan Zebulon. Di sebalah selatan ada 3 suku : Ruben, Gad dan Simeon. Sebelah Barat : Efraim, Manasye dan Benyamin (suku Efraim dan Manasye merupakan pecahan dari bani Yusuf). Lalu di sebelah Utara ada suku Dan , Asyer dan Naftali. Suku yang mengurus kemah adalah  suku Lewi (hanya imam yang diperbolehkan mengangkat tabut perjanjian). Kemah pertemuan ada di tengah (dikelilingi oleh 4 kelompok suku).  Tuhanlah yang mengatur cara berjalannya. Awalnya yang jalan adalah kelompok suku-suku di Timur, lalu Selatan, setelah itu Kemah Pertemuan di tengah diikuti oleh kelompok suku-suku di Barat dan terakhir Utara. Selalu begitu sehingga rapi karena  Tuhan yang mengaturnya. Hal ini seperti lirik lagu “Tiap Langkahku Diatur oleh Tuhan”. Allah akan berdiam di tengah-tenngah mereka. Mereka akan menjadi umatKu dan Aku menjadi Allah mereka. Itu hanya sekali. Tuhan di tengah – tengah suku Israel. Waktu mereka berkemah dan berjalan, Tuhan ada di tengah-tengah mereka. Aku akan berdiam di tengah umatKu. Itu jelas sekali waktu orang Isarel di padang pasir. Tuhan berjalan bersama mereka.

Mereka lalu masuk ke tanah Kanaan dan menahlukkan berbagai penduduk dari Dan ke Bersyeba (Dari Utara sampai Selatan, ibarat dari Sabang sampai Merauke). Tabut perjanjian ditaruh di Silo pada waktu zaman Samuel (1 Samuel 4). Jadi tidak begitu terasa jauhnya karena sekarang mereka tinggal di Kanaan dan telah taklukan penduduk dari Dan sampai Bersyeba. Jarak dari Dan sampai Silo 9 hari, sedangkan dari Bersyeba ke Silo lebih dekat (mungkin 4 hari). Tuhan ada di Silo sehingga letakNya jauh di sana. Konsepnya mulai hilang. Sehingga pada waktu kerajaan terpecah menjadi kerajaan Utara dan Selatan , orang Israel yang mencari Tuhan merasa jauh sehingga mereka mulai menyembah berhala (menyembah Tuhan terlalu jauh). Raja Daud kemudian ingin memindahkan Kemah Pertemuan dari Silo ke Yerusalem. Tetapi bukan Daud yang membangun Bait Allah tetapi Salomo, anaknya. Tabut kemudian dipindahkan ke Yerusalem. Orang yang mau menyembah Tuhan harus berjalan ke Yerusalem baik dari Utara dan Selatan sehingga jauh sekali. Maka konsepnya (Tuhan tinggal di tengah-tengah mereka) hilang sehingga mereka berubah setia. Kerajaan Utara kemudian ditahlukkan oleh Suriah (zaman dulu Aysur) dan pada  tahun 722 Sebelum Masehi Kerajaan Utara sudah tidak ada lagi dan kemudian orang-orangnya menjadi orang Samaria. Orang Benyamin dan Yehuda dibawa dan dibuang ke Babel dan nantinya Nabi Ezra dan Nabi Nehemia membangun Yerusalem kembali. Nabai Nehemia membangun tembok Yerusalem dan Nabi Ezra membangun kembali bait Allah. Orang-orang tua yang sempat melihat Bait Allah zaman Salomo merasa Bait Allah yang kedua tersebut berbeda sekali. Dulu indah sekali. Raju Daud menyediakan emas sangat banyak sekali untuk Bait Allah. Kemudian Bait Allah dibangun kembali pada zaman Ezra dan nantinya diperbaiki waktu zaman Herodes yang menyalutnya lagi dengan emas  sehingga  bagus dan indah sekali. Tetapi karena mereka menyalibkan Tuhan Yesus , maka orang Israel kemudian juga dibuang. Pertama kali dibuang selama 70 tahun, setelah Tuhan Yesus disalibkan orang Israel baru bisa merdeka tahun 1948 (atau 1.878 tahun setelah pada tahun 70 dihancurkan dan negara Israel hilang  atau dibuang). Jadi setelah hilang , Israel bisa kembali menjadi sebuah negara. Berbeda dengan Kerajaan Majapahit (1293-1500 berpusat di Jawa Timur) dan Sriwijaya ( 600-1377 M, dengan ibukota di Palembang) sekarang sudah tidak ada lagi. Israel 1.878 tahun yang lalu sudah hilang , dihapuskan dan disebar orang-orangnya (dipencar ke Rusia, jerman, Afrika, Australia, sekarang banyak bercokol di Amerika). Pada tahun 1905 muncul gerakan Zionisme untuk memanggil orang Israel pulang kembali dan barulah pada tahun 1948  Israel menjadi negara merdeka.

                Bait Allah zaman Salomo hancur zaman Babel dan bait Allah zaman Ezra hancur kembali. Sekarang di tempat di mana dulu didirikan bait Allah berdiri mesjid Al Aqsa. Pernah ada East Tunnel yang digali oleh orang Israel menuju  bawah mesjid itu sehingga orang Islam marah. Maka muncul gerakan intifadah (gerakan perlawanan untuk merebut kembali tanah Palestina pra-Israel) yang mau menghancurkan tempat suci Israel. Mesjid Al Aqsa adalah tempat suci terbesar kedua setelah Mekkah. Mereka menganggap Israel mau menghancurkan Al Aqsa sehingga orang Israel terus menggali. Saat ini, kalau kita tour ke sana bayarnya mahal. Kebanyakan tour tidak mau ke sana sehingga turis harus membayar 100 dolar (Rp 1,3 juta) yang mahal. Kalau masuk di sana, ada bait Allah zaman Salomo yang di atasnya Bait Allah bekas Herodes di atasnya Al Aqsa. Mereka menyalibkan Tuhan Yesus sehingga semuanya dibuang. Kita kalau tidak setia dengan Tuhan, barangkali pada zaman cucu kita, GKKK Mabes nanti sudah dijadikan mesjid. Kalau kita tidak setia , jangan-jangan, cucu kita nanti berkata, “Itu dulu GKKK Mabes dan sekarang menjadi mesjid.” Kalau kita ke Eropa ada gereja yang kokoh, The Great Church. Namun sewaktu didekati , bangunannya telah menjadi Shop in Shop (di dalam toko ada toko). Bagian luarnya tidak boleh diubah karena cagar budaya. Tetapi di dalamnya dijadikan toko – toko yang menjual makanan. Di Inggris, ada gereja yang bagus sekali. Namun kemudian diubah menjadi night club. Bagian altar-nya  dijadikan tempat tarian telanjang. Kalau kita tidak setia dan tidak benar-benar dengan Tuhan, Tuhan ijinkan hal itu terjadi. Orang Israel gagal melihat kebenaran akan  janji Tuhan , “Aku akan diam di tengah-tengah mereka.” Di Perjanjian Baru, Tuhan Yesus datang (Matius 1) dan  Ia akan disebut Immanuel (Allah beserta kita). Matius 28:20b Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Konsep Allah berada di tengah-tengah mereka, paling indah waktu mereka berjalan di padang gurun. Allah betul-betul tinggal di tengah mereka. Waktu mereka tidur atau berjalan, Tuhan selalu di tengah mereka. Tetapi di Perjanjian Baru, Tuhan berkata, “Kamu adalah bait Allah” (1 Kor 6:19, 1 Kor 3:16) artinya di dalam setiap diri kita Tuhan selalu ada. Ia berada dalam diri kita. Dalam Perjanjian Baru Tuhan memenuhi janjinya untuk tinggal di tengah-tengah mereka. Mereka akan menjadi umatKu dan Aku menjadi Allah mereka. Kamu tinggal bersama-sama dengan Tuhan. Di dalam konsep itu apapun yang terjadi, Tuhan bersama dengan kita.     Dalam kesaksian Justin Faith (putra pertama dari penyanyi dan pengarang lagu rohani Edward Chen) mengalami kesembuhan luar biasa. Bentuk penyertaan Tuhan tidak selalu dalam bentuk mujizat, namun Tuhan selalu berada bersama kita dalam keadaan senang-susah. Apapun yang kita hadapi, kalau Tuhan berada bersama kita, maka kita akan selalu tegar. Tuhan tidak akan pernah tinggalkan kita.
Minggu lalu saya pelayanan ke Solo dan memimpin sebuah kebaktian doa di suatu gereja. Worship Leader nya memberi kesaksian. Ia mempunyai seorang anak yang masih berusia 2,5 tahun yang sangat mungil dan cantik sekali. Anaknya cukup aktif dan ceria. Suatu kali temperatur tubuhnya panas karena tidak turun-turun panasnya akhirnya dibawa ke rumah sakit. Entah bagaimana diperiksa darahnya. Mungkin mereka curiga anak itu terkena demam berdarah. Hasil pemeriksaan menunjukkan trombositnya  tinggal 9.000! Dia adalah anak kedua. Bapaknya pun pergi mencari darah dan menelepon ke gereja. Maka hamba Tuhan mencari darah yang lalu ditransfusikan. Setelah itu trombositnya naik sedikit menjadi sekitar 20.000an.. Harapannya besok trombositnya naik lagi. Lalu ia pulang dan bisa tidur. Ternyata pagi-pagi  pk 4.30 istrinya yang menjaga di rumah sakit menelpon karena ia takut setengah mati. Ternyata trombosit anaknya tinggal 6.000. Berarti darahnya terlalu cair maka muka anaknya merah-merah tanda pecah dan sekujur badannya lebam.  Anak itu mukanya hancur karena banyak pendarahan. Pagi-pagi itu bapaknya mencari darah lagi. Dokter minta disediakan 4 kantong trombosit dan 1 kantong darah segar. Harus cepat-cepat cari. Ia pun segera mengontak PMI karena kebetulan ada orang gereja yang mengenal orang PMI. Sewaktu ditanya ‘perlu berapa kantong?’ Dijawab,”Perlu 4 kantong” dan ternyata tepat 4 kantong trombosit yang tersedia karena setelah itu harus dibuat dan selesainya 6 jam lagi. Jadi trombosit pun dikerjakan dan 2 jam lagi boleh diambil. Lalu kemudian 1 kantong trombosit dimasukkan ke anak itu (istrinya sewaktu sang suami memberi kesaksian menangis). Sang bapak kemudian berlutut dan berdoa kepada Tuhan,”Tuhan tolong anak saya”. Ia sempat berpikir  yang paling buruk (barangkali tidak ketolongan). Ia bersama dengan penginjil yang kenal dekat dengannya bersama 2 orang gereja lainnya berlutut berdoa. Kemudian trombosit dari 6.000 naik sampai 230.000! Dokter sampai tidak percaya. Tidak mungkin naik begitu banyak. Setelah dicek lagi ternyata benar. Tetapi kemudian anjok lagi keesokan harinya menjadi 130.000, tetapi masih aman. Anak itu ternyata kena penyakit auto imun yang menyerang darah. Penyakit ini bisa menyerang apa saja seperti penyakit Lupus. Staf kantor kami pernah diserang hatinya, kakak kami diserang ususnya. Bisasanya yang diserang salah satu organ, tapi ini yang diserang darah. Penyakit ini juga bukan leukimia di mana darah putih menyerang darah mereah. Mereka berlutut dan berlutut. Tuhan pun melakukan mujizat dan akhirnya anak itu sembuh. Penyakit ini tidak bisa dicegah. Cukup dijaga agar auto imun jangan aktif dan menyerang kembali. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan seumur hidup. Itulah kesaksian yang diberikan bapaknya. Waktu mereka berlutut, Tuhan ada bersama mereka. Tuhan sayang anak ini. Saya serahkan anak itu kepada Tuhan. Yang terbaik untuk anak itu diserahkan ke Tuhan. Sehingga trombositnya loncat dari 6.000 menjadi 230.000. Kita rasakan Tuhan ada bersama kita, waktu kita berjalan atau pun sedang duduk.

                Tahun 2010, saya berkesempatan ke Amerika mengikuti silent retreat  karena saya ingin mengetahui mengapa Jemaat tidak berubah karakter-nya. Semakin lama mengikut Tuhan, bukannya makin cinta Tuhan tapi malah semakin brengsek.  Saya ingin belajar karena tidak bisa menjawab sehingga saya mengikuti sebuah retreat. Hari Minggu retreat dimulai dan hari Sabtu saya baru datang. Saya sewa 1 ruang asrama lalu kemudian besoknya kita retreat. Ternyata waktu kami kumpul hanya ada 7 orang dengan pembicaranya  ada 3 orang. Kami pun pergi ke tempat retreat. Lalu di depan kami diletakkan kunci-kunci kamar. Saya mengambil saja sembarang dan  saya mendapat sebuah kamar yang besar (tahun depan waktu saya ikut kembali saya mendapat kamar yang kecil). Ada 2 ranjang yang ditinggali saya sendiri. Lalu dikatakan, untuk menyamakan kondisi dulu agar tidak kacau. Makan pagi pk 7.30, makan siang pk 12, makan malam pk 18. Pk 5.15 ada kebaktian. Kemudian ditanya, “Jelas?” Lalu sisanya mau ngapain? Ternyata dari 3 orang tersebut, yang 1 tukang urus administrasi dan yang 2 adalah spiritual director. 1 hari akan bertemu dengan 1 spiritual director. Saya berharap dapat director yang laki tetapi dapat yang perempuan yang sudah tua. Umur 70 tahun lebih. Saya sudah buru-buru tapi kalah dengan 1 orang peserta lainnya. Saya maunya pk 9. Ternyata tidak bisa. Karena ada yang sudah ambil. Pk 7.30 makan baru pk 10 bertemu. Jadi sisa waktunya mau kegiatan apa? Dijawab, “Terserah.” Saya jelaskan saya berasal dari Indonesia dan masih jetlag dan minta apakah boleh tidur? Dijawab “Boleh. Mensana incorpora sano (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat)”, katanya. Bayarannya mahal 650 dolar 5 hari berarti sehari 130 dolar. Itu seharga kamar Hilton. Saya tanya lagi, “Boleh keluar?” Dijawab boleh dan dijelaskan keluar dari pintu masuk ada jalan besar, belok kiri, lalu di lampu merah ada downtown (di sana bisa berbelanja). Tetapi Tuhan takut saya ‘gila’ jadi dikasih hujan sehingga terkurung di kamar karena dingin sekali waktu Januari. Jadi mau ngapain lagi? Jadi saya pun baca Alkitab. Baca saja. Terus ngapain? Doa? Ya kalau doa , berdoalah. Ini reterat terserah, mau tidur, jungkir balik terserah. Jadi mau ngapain selama 5 hari? Padahal saya sudah terbiasa dengan jadwal ketat, sekarang terserah. Tetapi selama 5 hari, Heaven fell down. Tidak ada apa-apa . tetapi waktu berdoa saya rasakan sesuatu yang indah luar biasa. Waktu baca Alkitab, hati senang sekali. Saat itu hujan dengan angin yang kencang. Saya melihat ranting pohon bergerak seperti gerakan melambai pulang pergi. Seakan-akan dalam hujan, pohon-pohon itu juga memuji Tuhan dengan melambai tangan. Sangat indah sekali. Bersama Tuhan saat itu tidak ada mujizat. Tidak ada suara yang menyapa tetapi kita merasakan Tuhan ada. Saya diberi kutipan dari Agustinus. Late I’ve known Him, sangat terlambat saya mengenalNya. Saya berumur 58 tahun dan telah men jadi pendeta sekian tahun, melayani Tuhan 30 tahun lebih, tetapi saya tidak pernah mengalami demikian. Sehingga waktu saya membaca kutipan itu saya menangis. Aku mencari Engkau di luar , namun Engkau ada di di alam . You are there, engkau ada di sana, but I wasn’t. Tuhan berada bersamaMu tetapi engkau tidak ada bersama Tuhan. Tuhan menunggu , tetapi saya tidak Padahal saya sudah menjadi pendeta. Jadi bagi yang masih muda nikmatilah keindahan dengan hidup bersama Tuhan. Ia bersama dengan kamu dalam keadaan apapun. Kita akan dikuatkan bersama Tuhan. Itulah hidup yang indah. Agustinus menulis buku terakhirnya The Confession (Sangat terlambat mengenal Engkau, Engkau bersama saya, tetapi saya tidak). Maukah kita selanjutnya berjalan hidup bersama Tuhan? Waktu engkau bersama Tuhan, kita akan selalu tegar apapun yang terjadi dalam hidup kita. Mau tidak?
                

Sunday, July 3, 2016

Kristen yang Kekristen-Kristenan


Pdt. Hery Kwok

Yoh 6:22-26,60-61,65-68
22  Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
23  Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
24  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
25  Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
26  Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
60  Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
61  Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
65  Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."
66  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
67  Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"
68  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;

Pendahuluan

                Suatu kali ada seorang pemuda pulang dengan hati yang sedih. Ibunya menyambut dengan pertanyaan, “Mengapa mukamu sedih? Bukankah kamu baru saja pergi melamar pekerjaan ke perusahaan yang membutuhkan karyawan. Sang pemuda menjawab, “Saya sudah ke sana, tapi sewaktu membaca salah satu persyaratannya saya merasa tidak sanggup.” Ibunya merasa heran dan bertanya lagi,”Apa syarat yang membuat kamu merasa tidak sanggup?” Sang pemuda pun menjawab, “Syarat pertama : jujur. Untuk syarat ini, saya kira bisa karena Ibu sudah mengajarkannya kepada saya sehingga saya tidak mengambil barang orang lain. Syarat yang kedua : sanggup bekerja keras. Saya juga bisa karena dari dulu saya sudah biasa bekerja keras. Syarat yang ketiga saya tidak bisa karena di sana tertulis ‘dibutuhkan karyawan yang tahan banting’. Saya tidak tahu dibanting bagaimana? Saya rasa saya tidak kuat dibanting” Ibunya menjawab,”Nak tahan banting berarti kamu tidak boleh cepat mundur saat mengalami kesulitan, bekerja keras dan pantang menyerah. Kalau kamu menyerah berarti kamu tidak siap menghadapi tantangan.” Apakah kita benar-benar menjadi Kristen sejati atau Kristen KTP akan terbukti dalam peristiwa (pengalaman) yang dialami seperti yang tertulis pada Mat 7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." Orang yang membangun rumahnya di atas batu akan berdiri kokoh sedangkan yang membangun rumah di atas pasir akan rubuh saat ada banjir (kesulitan, masalah) datang.  Rumah akan kokoh bila pondasinya firman Tuhan. Bila saat badai datang pondasinya hancur, itu berarti Kristen yang kekristen-kristenan. Orang seperti ini sama-sama berkumpul di gereja tapi tidak punya dasar yang kokoh. Kristen yang sejati dan kokoh, waktu ada badai melanda tetap berdiri teguh. Ia tidak jatuh dan tetap hidup ibarat burung rajawali yang menghantam badai. Orang seperti ini mendengar, menyimpan dan melakukan firman Tuhan.

                Pada Yoh 6:22-24 dicatat bahwa terdapat banyak orang datang kepada mencari Yesus. Kitab Suci memberi gambaran : waktu Yesus di muka bumi banyak orang datang mencariNya. Tetapi orang banyak tersebut tidak semuanya orang Kristen yang sejati alias kristen kekristenan (kristen KTP). Di sini kita perlu mengevaluasi diri, “Apakah saya sebagai orang Kristen sama seperti orang banyak itu yang sedang mencari Yesus? Tetapi mencari Yesus yang bagaimana itu akan terbukti. Yesus tidak dapat terpancing dengan jumlah banyak yang mencarinya. Bagi Tuhan yang penting bukan kuantitas yang dibangun (melainkan kualitas). Orang banyak tidak membuatNya terbuai, justru dalam kitab suci, orang banyak datang kepada Tuhan dan bertanya,"Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

Ciri-Ciri  Orang Kristen yang Bukan Merupakan Pengikut Kristus Sejati (Kristen yang Kekristen-kristenan)

1.    Mencari Tuhan untuk tujuan makan roti.
Ayat 26 sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu. Alkitab yang ditulis pada awal abad petama telah mencatat bahwa orang banyak datang dengan alasan adanya makan. Senang ikut Tuhan kalau perutnya bisa  kenyang. Bagi seorang Kristen KTP tujuan ikut Tuhan karena makanan yang membuat perut kenyang. Orang seperti ini banyak. Zaman dahulu sudah diceritakan dengan jelas, banyak orang yang cari Yesus untuk perut dan rejeki semata. Waktu bulan natal, saya pernah khotbah di beberapa gereja dan saya suka bertemu dengan orang yang sama. Dia menghadiri ibadah natal di berbagai gereja karena waktu itu gereja biasanya memberikan makanan atau souvenir. Jadi ia datang sekedar ingin mendapatkan makanan. Banyak orang Kristen seperti ini. Di GKK saat natal, di balkon di atas, banyak orang yang wajahnya tidak kita dikenal yang disebut sebagai tim buser (orang yang datang kalau ada momentum yang menyediakan makanan). Orang Kristen KTP seperti itu, hanya datang kalau bisa kenyang. Datang kepada Yesus hanya karena berkat-berkatNya. Kalau tidak dapat, maka ia tidak datang. Di Perjanjian Lama orang Israel mengikuti dewa asing dan tidak mengikuti Allah sejati karena melihat orang-orant asing  tersebut makmur sedang orang Isarel punya banyak larangan (tidak boleh ini-itu). Kalau zaman sekarang, anak muda pacaran jangan di tempat gelap tapi di bawah cahaya terang dan tidak boleh dekat-dekat (banyak larangan di ajaran Kristen) Tipe inilah kristen KTP , kenyang perut dan berkat.

2.    Mencari Tuhan agar kenyang
kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Pengertian kenyang di sini juga berarti hanya ingin mendapat hal-hal yang mengenakkan telinga dan perasaanmu. Kalau hatinya merasa senang baru mencari Tuhan. Bila gereja tidak memberikan rasa senang di telinga dan hati, maka ia  tidak mau datang. Saya suka bertanya ke jemaat, mengapa senang ke suatu gereja dan dijawab, “Saya senang bergeraja di sana karea saya dari awal sampai akhir bisa tertawa.” Jadi ia pergi ke gereja yang bisa membuatnya happy. Kalau mendengar khotbah yang tidak membuat happy, maka ia akan susah untuk ke gereja. Orang Kristen seperti ini dibangun dalam ilusi dan berdasarkan telinga yang mendengar. Sekarang banyak gereja yang seperti itu yang hanya menyediakan yang ‘enak-enak’ di telinga dan perasaan. Jadi motivasi gereja ini adalah perasaan enak. Saat sedang menyetir saya terkadang mendengar siaran radio Sonora yang bekerjasama dengan Andrie Wongso yang pintar dan enak bicaranya sehingga banyak  perusahaan yang mengundangnya. Khotbah yang bersifat motivator banyak sehingga telinga yang mendengarnya enak. Tetapi orang Kristen yang mendengarnya seperti soda, dan akan ‘kempes’ waktu menghadapi banyak kesulitan karena ia hanya kenyang di telinga dan perasaan namun tidak dalam pertumbuan iman sehingga ini membuatnya mudah jatuh.

3.    Tidak Siap Menerima Teguran da Nasehat yang Keras
Ayat 60, Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"  Kristen KTP tidak siap menerima teguran dan nasehat yang keras (itu sesuatu yag ditolak). Beberapa waktu ada berita tentang guru-guru yang melakukan demo : “Sekolah ini hanya menerima orang tua yang mau anaknya terima ditegur dan didisiplin. Kalau tidak mau , cari sekolah lain.” Saya tertawa, karena zaman sekarang  customer dari sekolah adalah orang tua sehingga ada seorang bapak yang berkata kepada guru,”Kalau Bapak bicara keras kepada anak saya berarti Bapak sudah melakukan bully dan saya akan menuntut.” Menghadapi hal seperti ini, seorang guru harus bicara apa? Mau jadi sekolah seperti apa? Dulu kalau rambut saya panjang langsung dipotong guru. Sekarang bila hal itu terjadi, maka guru bisa di-bully dan masuk penjara. Luar biasa sekolah zaman sekarang. Ibarat pasar swalayan, customer is king, stakeholder adalah raja sehingga harus dikuti. Gereja juga sama. Saat mendapat didikan yang keras ditolak karena jemaat tidak mau mendapat nasehat yang keras. Kristen inilah yang dimaksud dalam ayat 66, Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Kalau tidak siap ‘tahan banting;, berarti kita menjadi lembek dan gampangan. Sedikit tersinggung kabur. Mencari gereja manapun tidak akan ketemu. Kalau cari gereja yang sempurna tidak ada, karena saat kita masuk ke gereja yang sempurna maka  gereja itu jadi titdak sempurna dengan kehadiran kita. Pdt. Stephen Tong berkata,”Tidak ada gereja yang sempurna “. Seharusnya kalau ditegur oleh firman Tuhan, kita bersyukur. Dulu waktu baru lahir baru, saya senang mendengar Pdt. Jusuf Roni dan Pdt. Stephen Tong. Khotbah Pdt. Jusuf Roni banyak didengarkan oleh banyak orang walau khotbahnya disampaikan secara sederhana namun mengandung teguran dan kalimat dan nasehat yang keras sekali. Juga Pdt. Stephen Tong. Tapi yang keras itu membentuk rohani saya sehingga saya tidak pernah mundur karena pengajaran yang keras membuat kita baik membuat kita hidup. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"   Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal

 Apapun yang saya alami dalam persekuan di gereja tidak membuat saya bimbang. Saya pergi kemanapun Engkau pergi. Ibadah dan pelayanan di gereja jangan melihat orang yang bisa menjadi batu sandungan. Perkataan Petrus bagus “Tidak ada yang lain selain Engkau , Engkau pusat ibadah.” Waktu kalimat itu keluar menunjukan kita percaya dan tahu siapa yang kita layani. Kami percaya dan tahu : Tidak ada lain selain kepada Engkau. Tahu artinya mengalami bersama Engkau. Andar Ismail dalam bukunya menulis, “Sewaktu engkau mengikut Yesus, engkau tidak mengikuti satu agama. Saat beribadah bukan bersifat seremoni tetapi mengenal pribadi yang sedang engkau sembah yaitu Yesus”. Itulah yang dikatakan Petrus"Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?”. Waktu mengalami Kristus, kita tidak akan menjadi Kristen KTP karena kita mengenal siapa yang disembah dan dilayani sehingga tidak pernah terpincut kepada yangl lain. Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal  (ayat 68). Perkataan Kristus yang hidup akan awet. Ciri beribadah yang sehat : lihat dan temukan perkataan hidup yang kekal yang membuat jadi hidup. Kalau keraskan hati , tidak akan ada perkataan yang hidup dan kekal yang mengenakkan telinga sehingga tidak akan menjadi kekal. Saya banyak mengenal motivator. Waktu yang mengalami kesulitan, kata-kata motivasinya tidak mempan. Orang tidak merasa kata-katanya menjadi kekuatan. Itu hanya seperti emosi yang meninabobokan. Waktu ada semak belukar, akan meninggalkan Tuhan. Firman Tuhan yang membuat kita hidup. Itu perkataan yang hidup dan kekal. Waktu dihantam badai apapun (ekonomi, keluarga yang paling hebat, kekecewaan dalam hidup dan pelayanan yang sulit) tidak aka mundur, karena tahu perkataan Itu perkataan yang hidup. Kiranya Jemaat GKKK Mabes tidak menjadi orang Kristen yang kekristen-kristenan dan mengerti mengapa melayani sampai akhir.