Wednesday, May 18, 2016

Dunia Roh (Sesi Tanya Jawab dengan Pdt. Ketut Gana) Bag 3/3 (Kelas Tiranus VI)

Sambungan dari Bag 2/3

Sesi Tanya Jawab

1.    Bagaimana orang yang tidak percaya kerasukan, roh jahatnya bisa  diusir oleh dukun? Bukankah dukun ini adalah orang yang belum percaya Tuhan juga?
Iblis kalau lawan iblis hancur sendiri. Kalau orang tidak percaya kerasukan , lalu roh jahatnya bisa diusir oleh dukun berarti iblis hancur sendiri. Kalau kita mau melayani orang yang tidak percaya Tuhan yang kerasukan, yang paling penting melayani dia untuk terima Tuhan. Kalau ia mau menerima Tuhan Yesus, maka ia akan bebas. Yang mengusir itu adalah kuasa Tuhan Yesus. Kalau ia sembuh karena dukun atau kuasa gelap, ia bisa sembuh tapi tidak bisa menerima kesembuhan yang benar. Malah kemungkinan dimasuki ilmu dan kekuatan yang lebih besar dan menjadi sasaran dukun itu selanjutnya. Anak Tuhan yang melayani orang yang kesurupan seperti itu agar sabar. Tujuannya adalah keselamatan bukan kesembuhan.

2.    Meangapa ada anak Tuhan yang bisa membedakan (merasakan) kehadiran roh-roh di sekitarnya dan ada juga yang tidak?
Ada tingkatan-tingkatan iman kita. Sehingga tidak semua sama. Ada iman yang bayi, remaja , dewasa bahkan ada ucapan Tuhan Yesus yang memuji iman yang luar biasa bahkan tidak ada di antara orang Yahudi yaitu iman seorang perwira. Ia bisa saja tidak peduli dengan budaknya, tetapi ia peduli sampai mau mencari Tuhan Yesus. Itu iman yang luar biasa. Bagi kita yang mampu ada roh di sekitar kita, itu adalah kepekaan kita. Kalau kita menerima Tuhan Yesus, kepekaan itu ada. Kita bisa merasakan. Ada 4 manisfestasi : bulu kuduk bediri, bau-bau-an, suara-suara  atau sosok-sosok. Itu adalah ketidakmampuan iblis menyembunyikan diri (okul = rahasia). Apakah orang itu imannya sudah mampu? Kalau imannya masih bayi, ia tidak mampu, kalau ditunjukkan roh maka ia bisa pingsan. Jadi tidak ada yang terlalu istimewa bagi yang diberi kemampuan tersebut. Dulu saya sering ditunjukkan, tapi saya tidak mau karena bisa tidak enak tidur karena jadi terbayang-bayang. Saya percaya meskipun tidak melihat. Tetapi kepekaan kita ada.

3.    Apakah di gereja bisa ada roh (penghuni) nya?
Tergantung dari kesiapan suatu tempat termasuk gereja, gedung, pabrik,rumah. Selalu bisa ada kemungkinan ada roh-nya. Roh itu ada tujuan kalau hadir di suatu tempat. Antara lain : saya sudah mendoakan 2 gereja di Jakarta yang ditempati oleh roh-roh penunggu.  Di gereja, ada organ besar yang menggantung. Setiap malam bunyi sendiri tapi kalau dilihat tidak ada orang yang memainkannya. Ada juga beberapa kali majelis marah-marah karena ada bazar tapi tidak diundang. Padahal gereja gelap gulita. Itu ia tanyakan kepada saya waktu ikut kursus di sekolah Alkitab malam. Jadi dia tanyakan, “apakah di gereja bisa ada roh?” Hal ini tergantung dari kondisi : apakah pernah tidak kita bersihkan? Cara membersihkan rumah, pabrik atau gereja, karena roh ada di situ. Jadi kalau buat rumah, pabrik, gereja atau restoran, kita adakan seremoni. Yang ada di gereja, memasuki rumah dengan ucapan syukur. Ini umum. Saya buat paket : yang pertama ucapan syukur yaitu Tuhan ikut hadir , kita tahu berterima kasih pada Tuhan. Ia senang kita bersyukur dan Ia senang memberi. Kedua : menyucikan rumahnya. Karena setiap rumah  ada penunggunya. Sebelum membangun, mungkin sudah ada penunggunya. Iblis penguasa udara di dunia. Setiap jengkal tanah ia sudah punya. Sehingga tukang yang tidak percaya Tuhan Yesus saat membangun rumah, ia tidak berani kalau yang punya rumah tidak kasih sesajen. Ini mengerikan karena beri makanan yang menunggu. Kalau dikasih makan, akan datang teman-temannya yang lain tinggal di sana sehingga malah akan semakin angker. Jadi setelah bersyukur, membersihkan rumah dari roh-roh penunggu. Caranya. Tadi ada 5 hal yang sudah diberitahukan dan itu berlaku untuk , membersihkan orang atau hak rohnya dicabut ,dibeli , dilepaskan oleh Tuhan, kutukan dibersihkan , roh di dalam diusir keluar. Sudah bersih, langkah ketiga : Tuhan ingin memberkati. Maka adakan doa berkat. Yang berhak memberkati adalah Tuhan. Sehingga kita mengundang Tuhan masuk ke bangunan itu. Wahyu 3:20. Kalau kita undang Ia masuk, maka Ia akan masuk. Kalau Tuhan hadir itu berkat luar biasa. Sejak itu roh-roh itu tidak bisa masuk. Dalam Ayub 1:10, roh itu komplain. Bukankah Engkau yang bikin pagar di rumahnya sehingga kami tidak bisa masuk? Pertama, saat undang Tuhan, Ia masuk, Ia membuat pagar yang tidak bisa dimasukin roh. Yang kedua, Ia membuat pengawalan, perintahkan malaikat untuk menjaganya.

4.    Apakah benar alat modern bisa mendeteksi kehadiran setan / hantu?
Saya tidak menyangkal seperti infra merah dan segalanya. Di ruko dan mal, banyak yang pasang CCTV. Ada toko sepatu yang saya datangi karena pemiliknya takut ada roh di situ. Ada SPG yang naik tangga terjepit dan tidak bisa apa-apa padahal tidak mungkin ada yang merobohkan rak sepatu tersebut. Hal ini tampak di kameranya. Saya katakan, jangan biarkan terus. Diadakan pembersihan. Setelah dibersihkan tidak ada lagi.

Infra merah bisa meihat. Apa benar kita punya indra keenam untuk melihat?
Istilah indra keenam bukan istilah kita. Kita punya kepekaan dan bahkan karunia. Kepekaan adalah sesuatu yang diberikan Tuhan kepada kita yang tidak tahu apa-apa. Seperti saya, seringkali dalam keadaan terjepit, Tuhan memberikan sesuatu tetapi bukan indra keenam. Di Afrika, saya pernah menjadi misionaris dari orang-orang yang tinggal di hutan. Saya tidur di kamar yang diindungi beberapa macam kaca dan jaring untuk melindungi dari semut, nyamuk dll karena bahaya sekali. Waktu mau tidur karena kecapaian, saya berdoa. Tapi saya peka mendengar suara “Jangan tidur di sini.” Suara itu membuat saya mengerti itu suara Tuhan. Padahal oleh misionaris diminta tidur di sana. Suara itu begitu kuat sehingga saya tidur di luar. Waktu bangun, ternyata tempat tidur yang disediakan untuk saya ditiduri oleh ular yang besar sekali dan ular yang menelan korbannya. Ini bukan indra keenam tetapi kita diberi kepekaan. Tuhan memberi tahu kepada kita.

5.    Apakah setan bisa bernegosiasi dengan Tuhan?
Setan tidak punya peraturan , ia akan melakukan apa saja yang ia mau. Pernah Tuhan Yesus mengusir setan dan bertanya siapa kamu yang dijawab ”Aku Legion”. Lalu Legion minta agar jangan dikirim ke jurang maut, bagian yang paling dalam (sheol) . Roh itu seperti tawar menawar dan anehnya Tuhan Yesus kasih dan mereka masuk ke babi-babi. Ada kemungkinan-kemungkinan terjadi. Ada yang melayani orang kerasukan macam-macam, ada yang dengan dialog dan diskusi. Tapi anehnya saat mengusir setan ada yang bertanya, “Nomor nalo / lote yang keluar nomor berapa?”

6.    Pada kisah Saul tentang pemanggilan roh Samuel. Apakah itu setan atau benar-benar roh Samuel?
Ini banyak tafsiran. Tetapi kalau kita baca Alkitab. Kita yakin, roh Samuel tidak mungkin dipanggil dukun. Kecuali Tuhan yang panggil, seperti Tuhan memanggil roh Elia dan Musa. Apalagi pemunculan Samuel itu dari bawah dan memakai sorban , itu bukan ciri dia. Itu jawaban yang paling cocok bagi saya.

7.    Roh gentayangan hanya terjadi pada orang yang mati di luar Kristus? Bukankah semua orang mati kembali kepada Tuhan, baik yang percaya maupun yang tidak percaya?
Yang tidak percaya, tidak akan kembali ke Tuhan. Tuhan sangat disiplin. Kalau sudah menjadi hak roh, Tuhan tidak akan mau. Ada budak / utusan / kaki tangan iblis dan mereka akan akan diadili Tuhan. Sudah jelas sekali di dalam Dia sudah pasti, di luar Dia tidak ada kepastian. Roh jahat bisa memanfaatkan seenaknya. Maka sekali jatuh ke tangan iblis, maka masa depannya sangat berbahaya. Tadi sudah disampaikan bahwa ada roh dunia yang membuat orang kaya raya, pintar, hebat. Kalau dia mati, kepintaran dan kehebatannya akan kemana? Yang saya tahu, Tuhan tidak ambil yang bukan hakNya, maka satu-satunya jatuh ke kuasa kegelapan. Itu sebabnya kalau ada orang yang hebat secara roh dunia hebat (roh dunia sifatnya netral), sebelum meninggal usahakan kita layani dia meskipun hanya beberapa menit. Kasihan ia sudah berkorban, tidak ada melayani sehingga terpaksa diambil iblis. Kalau sudah dilayani, Tuhan akan selamatkan dia. Berapa detik ia sadar, maka Tuhan jamin.
Melayani orang sakit dan koma. Orang koma adalah orang yang sebenarnya dikasihi Tuhan, Tetapi ia dalam keadaan tidak sadar, sehingga Tuhan perpanjang waktunya. Jadi kita bisikan di telinganya,”Pak, Tuhan mau menyelamatkan Bapak. Maukah? Kalau mau buka mata.” Kalau mau ia bisa buka mata. Itu pengalaman yang sukses. Banyak orang yang tidak bisa bicara, tapi saat itu bisa bicara. Ada orang tua yang tidak mati-mati dan dilayani sehingga diselamatkan. Bahkan saya saksikan, ada yang koma 6 bulan, setelah dilayani berubah. Tadinya mukanya buruk luar biasa, setelah dilayani berubah wajahnya indah sekali. Orang mati di dalam Tuhan, lebih cantik dari yang tidak percaya. Karena yang menjemput adalah Tuhan sehingga ia tersenyum. Kalau yang jemput iblis, maka mengerikan.

8.    Bagaimana dengan ada orang yang mampu berjalan di atas air, menembus tembok, lempar kartu lewat kaca?
Ada kuasa gelap dan ada juga yang namanya kecepatan. Ada pesulap besar yang membuka diri karena takut membohongi masyarakat. Mereka main trik, kecepatan dan teknologi yang dimanfaatkan. Itu semua bohong. Itu permainan. Jadi pemain kawakan membuat pengakuan di internet karena  mereka takut juga. Itu permainan. Tapi ada juga yang memakai kekuatan seperti hipnotis dan mereka juga bisa punya kekuatan itu. Orang yang minta, yang satu dikasih. Ada juga orang bisa terbang karena diberi bekal ‘ilmu’. Murid saya yang sudah tamat, dulunya perwira AU bisa terbang ke Gunung Merapi. Waktu belum Kristen, Ia ditawarkan penghuni gunung merapi, “Kalau kamu jadi murid saya maka kamu akan jadi hebat”. Ia berkata, “Kalau bapak bisa tunjukkan jalan ke sorga saya mau jadi murid Bapak.” Penghuni gunung tersebut menjawab, “Tidak mungkin”. Kalau tidak mungkin, ia tidak mau. Jadi ia turun dari gunung ke Surabaya hanya dengan beberapa detik, itu kemampuan roh jahat. Lalu ia cari di Surabaya yang bisa memberi jalan ke surga. Dan ia diberitahu, “Kamu bisa tahu jalan ke sorga kalau pindah ke Jakarta.: Jadi ia pindah ke Jakarta. Ada teman-temannya (6 perwira) yang sudah sekitar pensiun ikuti kursus saya. Mereka bilang,”Kamu ikut saja, agar bisa dilayani.” Jadi ada beberapa hamba Tuhan yang melayani yang mendorongnya. Waktu itu saya beri kesempatan belajar dulu. Jangan dari awal dibersihkan. Jadi caranya melalui revolusi atau pelan-pelan. Kalau pelan-pelan seperti gelas berisi air kotor lalu diisi air jernih sehingga tidak terasa jadi bersih. Setelah belajar ia bersih, sehingga tidak bisa menggunakan ilmunya dan tidak bisa  lagi melakukan sesuatu seperti terbang dll. Jadi hebat sekali iblis mau beri pemberian tapi tidak akan bisa melebihi kekuatan Tuhan.

Mungkin tidak iblis membaca Alkitab?
Di Jakarta, ada Pdt. Paul Yonggi Cho datang dan membuat tema khotbah Yesus berkata, “Akulah Jalan dan kebenaran dan hidup, tidak seorang pun datang kepada Bapa tanpa melalui Aku”. Jadi itu yang membuat ia masuk jadi Kristen. Lalu ia disuruh khotbah. Dan khotbahnya bagus sekali. Orang-orang datang dan berkata,Khotbah Bapak bagus sekali seperti Bapak sudah lama menjadi Pendeta.” Tapi bukan bapa yang ngomong, di belakangnya ada orang tua. Dia yang ngomong. Itu ilmunya. Orang tuanya  itu dukun.
Waktu diminta ke Jakarta, kuasanya hilang kalau lewat laut. Juga kalau dipelet, supaya hilang dibawa keluar melewati lautan. Tetapi hal ini tidak berlaku bagi roh yang internasional. Tapi dalam Tuhan tidak mungkin kena.

9.    Apakah Setan bisa merasuki orang Kristen?
Kristen tidak sama dengan orang beriman. Kristen itu banyak. Dalam dunia misi internasional, ada 3 kelompok orang Kristen :
- born again : ini yang benar, punya persekutuan dengan Kristus yang benar. Ini punya kepekaan.Hanya sepertiga dari orang Kristen di dunia.
- Kristen KTP bahkan dikatakan napas (natal dan paskah). Bisa diserang kuasa gelap. Serangan kepada lubang bukan iman kita. Kalau ada lubang ia masuk. Jadi dalam Firman Tuhan, kalau hati kita kosong, maka masuklah roh-roh itu. Maka jangan ikuti nasehat orang-orang cari ‘ilmu’ yang mengosongkan diri. Tetapi orang Kristen tidak boleh mengosongkan diri tetapi harus selalu penuh dengan Roh Kudus sehingga tidak ada celah. Begitu ada kekosongan bisa membuat masuk 7 roh yang lain. Harus diisi dengan kepadatan hubungan dengan Tuhan.

10. Di Matius ada anak-anak Skewa yang tidak punya kuasa mengusir roh-roh jahat. Di samping itu ada saputangan yang punya kuasa sehingga bisa dipakai menyembuhkan. Bagaimana tanggapannya?
Terkait dengan hidup lama, untuk dapat kuasa Kristus juga banyak. Ada juga yang mau beli. Sehingga dikatakan binasalah uangmu. Orang yang bisa adalah orang yang Tuhan kehendaki. Misal : minta kuasa kesembuhan. Dulu waktu jadi jemaat di Bali saya undang KKR yang diadakan di lapangan besar. Ada pendeta yang menyembuhkan semua orang yang angkat tangan. Dari Bali ia mau buat di Jember dan saya ikuti ke sana. Di Jember tidak ada yang sembuh. Ternyata yang menyembuhkan dan panitia serta yang mengurus-urus ribut mengenai biayanya (untungnya berapa, saya dapat berapa?). Karena ribut karunia Tuhan tidak ada lagi. Itu masalah kita. Dimana-mana kalau sudah ribut tidak diperkenan oleh Tuhan, tidak dikasih karunia (gift) lagi.

11. Kenapa waktu zaman dulu banyak orang kita menganut okultisme kenapa tidak menggunakan untuk melawan penjajah?
Penjajahnya orang Kristen sehingga tidak mempan.

12. Hu/jimat waktu kecil diberikan hu/jimat supaya sehat. Sekarang tidak dipakai, namun masih disimpan oleh orang tua.
Semua orang ingin tujuannya bagus, sehat dan berhasil tapi caranya tidak mengerti. Kalau cara Kristen harusnya berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan dan bertekun. Tapi kemudian diambil cara mudah dengan jimat. Ada yang punya banyak jimat. Ada artis yang ingin cantik, tujuannya benar tapi caranya salah. Akhirnya caranya diluruskan. Tuhan benci dengan kuasa kegelapan. Kita melawan Tuhan bila kita terus berteman dengan dukun / iblis. Yeh 13 : Tuhan marah kepada nabi, karena nabi tidak melarang umatnya main dukun.
Di daerah transmigrasi Palu yang gerejanya besar-besar : saat saya baru berdoa agar Tuhan Hadir, banyak orang kesurupan. Saya analisa. Rupanya di sana tidak ada rumah sakit di transmigrasi dan tidak ada obat namun orang sakit banyak. Sehingga mereka lari ke dukun dan pendetanya ijinkan. Sehingga waktu Firman disampaikan , roh itu gelisah sehingga mereka manifest. Jadi saya latih dulu orang setempat, lalu saya berikan seminar dua kali melalui sinode, untuk dilengkapi plaing sedikit agar jangan bilang ke umatnya untuk ke dukun. Karena bila sudah diikat iblis, jadi mangsa dan tumbal iblis.
Iblis bisa mengambil jiwa kita tapi terbatas. Dulu Iblis pegang kunci maut sehingga bisa ambil jiwa seenaknya. Tapi setelah kematian Tuhan Yesus, Yesus turun ke alam maut yang tidak bisa menahannya, dia ambil semua kunci alam maut. Sehingga sekarang kita bersukacita karena Yesus yang memegang kunci maut. Kalau orang sakit, Tuhan sayang dengan dia maka Dia akan sembuhkan. Jadi iblis tidak berhak sekarang, tetapi Tuhan bisa mengijinkan iblis untuk kuasai tubuh tapi tidak jiwa. Jadi bila tetap percaya Tuhan akan tetap selamat. Kunci pada Yesus, kalau Tuhan tidak ijinkan, iblis tidak bisa merebut.

13. Bagaimana dengan fenomena kesurupan ramai-ramai pada suatu sekolah?
Itu tuntutnan roh penunggu yang membutuhkan makanan dan sesajen. Ada juga roh penunggu yang membutuhkan korban dan darah. Sehingga orang keserupan dan bisa ada yang meninggal baru selesai. Itu permainan iblis dan kita tidak bisa campur tangan karena ia mengklaim haknya dan yang kena klaim itu adalah orang-orang yang di bawah kuasa iblis. Tetapi orang yang percaya Yesus, tidak bisa diklaim.

Di kompleks istri saya, ada seorang ibu yang sudah lama diinjili, tetapi ia tolak. Begitu mati, ternyata ia mati suri. Saat itu ia melihat cahaya dan ia tafsirkan bahwa itu Tuhan yang menolongnya. Waktu itu ia janji kalau hidup akan percaya dan melayani Tuhan. Ia bisa lihat jasadnya sendiri.
Peristiwa ini cukup banyak. Ada orang yang sudah pernah mengasihi Tuhan , lalu mengalami suatu masalah yang sebetulnya bukan salah Tuhan tetapi Ia menyalahkani Tuhan padahal orang lain yang salah. Sebetulnya ia cukup menyalahkan orang yang berbuat salah dan mengampuni. Tetapi karena wilayah Tuhan, Ia masih layak ditolong sehingga ia diijinkan mati suri dan koma. Jadi Tuhan mengasihi. Bisa jadi mujizat diberikan Tuhan, jadi ia bisa lihat sendiri sehingga ia bisa sadar. Kalau tidak sadar, maka ia akan hilang.

Yudas Iskariot naik ke pohon yang rantingnya tipis sekali. Kalau bergantungan pasti jatuh.
Tetapi ada yang berkata, “Kalau tidak ada Yudas, Yesus tidak mati.”

14. Apakah orang yang sudah meninggal langsung dihakimi Tuhan atau menunggu (misal : jadi setan)?
Saat rapture  (pengangkatan) orang hidup seketika berubah. Jadi banyak teolog yang berpendapat bahwa orang mati langsung diterima Tuhan tetapi punya tempat penantian. Ada pengadilan terakhir, baru yang mati dan hidup akan masuk ke tempat yang sudah disiapkan. Yang pasti, itu yang disebutkan yang terakhir.  Kepada penjahat yang disalibkan di samping Yesus,” hari itu kamu bersama Saya” itu menunjukkan gambaran saja bahwa tidak mungkin ada celaka lagi. Sudah aman.

15. Ada seorang hamba Tuhan yang mendengar jemaatnya kecelakaan di laut, lalu ia atau orang yang dikirimnya mendoakan supaya roh jemaatnya tidak menetap di sana dan kembali ke Tuhan.
Tidak ada cara seperti itu. Hanya keinginannya baik.
Kalau kita mengerti, roh tidak tinggal di sana.
Ada pendeta, doktor yang studi di AS anaknya tenggelam di laut. Hampir setiap hari ia menangis karena mengira anaknya di situ. Saya bilang jangan begitu, Allah kuasa. Kalau sudah percaya, tidak ada di sana.
Ada seroang ibu yang beragama Budha anaknya Kristen, anaknya dimaki-maka “Jadi Kristen kenapa tidak hormati ayahnya yang sudah meninggal.” Karena anaknya bisa menjelaskan ibunya jadi marah.  Ributnya bukan main. Saya kemudian bertanya kepada sang ibu“Ibu waktu kematian bapak, buat upacara. Apakah saat itu sudah diterima Tuhan? Kalau sudah diterima ya sudah tidak di sana.” Hal ini sederhana tapi perlu penjelasan.

16. Ada orang yang terkenal seperti Michael Jackson dan Madonna yang waktu merilis album, ada yang memercik darah di kaset kalau dibalik ternyata ada penghujatan.
Ada pemuda yang mendengar kaset seperti itu. Di tengah malam ia dibawa roh yang ada di musik itu berjalan kaki keluar. Sesudah siang hari, papa mamanya bingung kemana anaknya. Saya diminta datang dan ditanya, “Kemana anaknya?” Saya jawab ,”Tidak tahu”. Lalu kita berdoa, “Anak ini kemana? Kalau dibawa pergi roh, pulihkan kesadarannya dan bawa kembali.” Malamnya ia pulang ke rumah, sepatunya sudah robek. Rupanya ia keluar malam-malam loncat jendela setelah mendengar suara untuk mengikutinya. Ternyata saat putar kaset ada kekuatan jahat. Sesudah itu waktu kami berdoa, detik itu ia sadar. Jadi permohonan kita agar ia sadar. Saat sadar ia ada di tempat yang jauh. Lalu ia naik taxi dan ia pikir akan membayarnya di rumah. Tetapi supir taxi bertanya, apakah ia punya uang atau tidak. Dijawabnya tidak sehingga ia disuruh turun dan sepatunya dibuka untuk membayar. Sejak itu semua kaset dan CD nya dibakar dalam nama Tuhan Yesus. Ia sudah dipengaruhi cukup lama. Ada juga yang seperti itu dan tidak mempan diganggu.

17. Pernah ada anak remaja di sini yang pindah ke gereja lain lalu bercerita bahwa gereja tersebut ada suatu pola dari hamba Tuhan gereja tersebut. Polanya : setiap orang yang tidak bisa melihat setan dibuat bisa melihat. Lalu hamba Tuhan ini terus menawarkan. Suatu kali ia pulang kuliah, ia bisa melihat di depan pohon ada penunggu. Waktu itu ia menghubungi kita dan ditanya Pdt. Sung. Ternyata ada jimat dan lalu dibakar. Bagaimana pengaruhnya?
Hamba Tuhan yang memperalat firman Tuhan harus dibongkar. Apa yang terjadi di AS bisa terjadi di sini. Bahkan ada gereja yang meniru yang ada di tempat lain. Bahkan ada gereja yang mabuk-mabukan. Jadi pendetanya mabuk dulu. Bahkan sekarang ada diresmikian gereja Lucifer. Lucifer diperdebatkan sangat keras. Karena Alkitab King James dan NIV ada sedikit perbedaan. NIV dikatakan tidak pas. Karena istilah anak / putra fajar berlaku untuk Lucifer dan Jesus. Jadi dikatakan Jesus adalah Lucifer. Ini sedang diperdebatkan. Dari gereja Katolik, lebih banyak yang dikuasai dengan penjelasan Lucifer adalah Tuhan Yesus. Bahkan ada proyek-proyek Lucifer besar sekali. Ini masih diperdebatkan. Pegangan kita adalah firman Tuhan. Kalau ada penyimpangan-penyimpangan kita diskusikan dengan pimpinan gereja kita. Kita sudah dibimbing oleh Tuhan. Tuhan memberikan kita pemberita injil, nabi, guru dlsbnya supaya kita jangan disesatkan dengan cara-cara baru karena bosan dengan cara-cara lama.

Kenapa orang Katolik lebih rentan?
Karena sistem dan organisasi Katolik di mana bawahan ikut atasan. Tetapi sekarang ada Katolik liberal dan karismatik yang lebih banyak membahas Alkitab.

Dulu ada produk yang dilaunching dikaitkan dengan iman Kristen. Kenapa kekristenan itu banyak dipalsukan? Karena yang sudah palsu tidak perlu dipalsukan lagi.

18. Ada beberapa tipe orang Kristen, yang pertama ‘born again’ lalu Kristen KTP. Yang born again, Roh Kudus sudah tinggal dalam dirinya. Apakah orang Kristen yang lain, Roh Kudus ada dalam diri mereka? Apakah orang Kristen yang sudah ada Roh Kudus bisa dirasuki? Apakah ada roh iblis yang bisa menetap walau sudah ada Roh Kudus?
Orang Kristen yang born again sudah aman. Orang Kristen KTP artinya maju mundur. Bahkan ada orang Kristen yang ketiga yang disebut anonkristen. Yang kejahatannya lebih jahat dari orang Kristen. Itu yang membuat kekristenan jadi lemah. Orang melihat kelemahan lebih banyak dari kebaikan orang Kristen sehingga banyak orang jadi ragu untuk menjadi Kristen. Tapi jangan khawatir karena pertobatan orang jadi Kristen, sekarang makin banyak. Luar biasa. Seperti di Afrika di internet ada 780.000 orang terima Yesus luar biasa. Dari negeri yang benci Kristen, dijamah oleh Tuhan. Yang sakit disembuhkan. Jadi kuasa Tuhan berjalan luar baisa. Tuhan sendiri yang merencanakan.

19. Hipnotis adalah ilmu atau kuasa gelap? Apakah sakit jiwa dikuasai kuasa gelap atau bisa dijelaskan dengan ilmu psikologi?
Hipnotis bisa dilihat dari segi kuasa gelap . Itu jahat. Tetapi hipnotis juga digunakan untuk pengobatan untuk mengatasi masalah kejiwaan seseorang. Cara ini bukan termasuk okultisme. Jadi jangan pukul rata. Contoh lain : kebudayaan yang banyak di Indonesia karena terdiri dari banyak suku. Orang pukul rata, semua kebudayaan adalah kuasa gelap. Itu salah. Kebudayaan itu sesuatu yang bisa bersifat okultisme, tapi ada juga budi dan daya. Holy Land, itu bagus sekali relief yang masih sisa. Di dalam mengajarkan membersihkan dan membakar jimat, tidak semua dibakar. Dianalisa. Kalau pegang jimat belum tentu jimat. Ada juga benda-benda kuno yang disebut jimat, oleh karena itu dianalisa yang dihancurkan pada Kis 15 adalah benda iblis. Benda seni tidak dihancurkan sehingga orang tidak benci kepada kita karena membersihkan kuasa gelap. Ada gereja Bekasi, yang menghancurkan semua sehingga gerejanya dibakar. Memang ada benda yang budi daya. Itu baik dirawat, asal dibersihkan. Kalau punya jimat cincin, dilihat darimana asalnya. Apakah tiba-tiba datang dengan terbang ? Atau beli ditoko lalu diisi kekuatan. Orang yang mendapat dari gaib dihancurkan. Tetapi benda yang dibawa ke dukun lalu diisi, bisa dibersihkan. Rohnya dihilangkan. Jadi yang paling dulu dibersihkan , mungkin kita karena kita bekas dikuasai iblis. Tapi setelah Yesus bersihkan , kita yang seharusnya dibakar tetapi diselamatkan. Karena kesalahan membakar jimat maka orang yang tadinya mau masuk Kristen tidak jadi. Yang terkait okul, pasti dibersihkan tetapi kalau ada kaitan dengan pengobatan, bisa dipakai. Jadi orang KrIsten yang banyak pakai.
Sakit jiwa mungkin jiwanya sakit atau diserang kuasa gelap, atau salah medis. Itu harus dicari tahu dulu, tidak bisa langsung. Orang yang salah makan diusir maka salah perlakuan. Kalau diusir maka bisa meninggal. Untuk menganalisa memakan waktu. Analisa butuh waktu untuk menentukan ini jimat atau bukan, ini iblis atau bukan.
Saya menolong bapak yang melayani keponakannya. Saat keponakannya kesurupan, ia merasa haus dan minta kopi. Lalu dikasih kopi secangkir yang kemudian cangkirnya dibanting. Bapak itu marah. Setelah roh itu diam dan keluar sehingga keponakannya sadar. Keponakannya itu kemudian minta kopi lagi. Bapak itu berkata, “Tidak ada kopi untuk setan” padahal orangnya sudah sadar. Jadi orang sadar dibilang tidak sadar. Saya menyelesaikan masalahnya karena itu kurang analisa. Yang pertama roh yang minta tetapi tidak diketahui. Jadi dalam pelayanan harus analisa dengan kuat. Seperti dokter harus kuat analisanya.

20. Apakah ada yang pernah punya jimat?
Karena dalam analisa, satu jimat saja maka ada mata rantai yang bisa membahayakan masa depan. Jadi kalau ada jimat, kita bisa berdoa minta ampun. Jadi jangan lagi digunakan dan jangan ada lagi bekasnya.

Dulu waktu kecil saya dikasih minum Hu, bagaimana?
Itu keterlibatan pasif, bukan kita yang berbuat tapi orang lain. Itu kita minta ke Tuhan agar supaya tidak berbekas, tidak tersimpan agar tidak bisa mengganggu kita. Saya juga waktu mengajar diingatkan bila ada yang belum bersih, saya berhenti dulu lalu dibersihkan.
Misal : waktu melayani orang yang punya jimat berupa batu hitam tiga buah dan kemudian waktu dilayani bermanifestasi. Waktu ikut pelajaran, seperti air keruh dimasukkan air bersih lama-lama bersih sendiri.  Tetapi ini seperti air keruh dikocok sehingga kakinya naik di atas. Sesudah dicari ketemu jimatnya. Lalu saya sadar saya punya jimat waktu belum jadi Kristen. Saya punya jimat ikat pinggang untuk menggembalakan sapi. Lalu saya mundur dan minta dibersihkan dulu serta mempersilahkan tim saya yang menghadapi orang tersebut. Setelah dibersihkan baru hadapi lagi.



Tuesday, May 17, 2016

Dunia Roh (Kesaksian Pdt. Ketut Gana) Bag 1/3 (Kelas Tiranus VI)


DUNIA ROH
(Kelas Tiranus VI)

Pdt. Ketut Gana

Pendahuluan (Kesaksian)

Topik “Dunia Roh” sangat luas dan tidak mungkin dalam waktu beberapa jam dibahas hingga tuntas. Saya pribadi pernah dipakai roh jahat, karena dulu saya tidak percaya Yesus. Saya bahkan dipakai roh jahat untuk membenci Yesus. Saya berasal dari Bali dan keluarga non Kristen. Saya pernah disuruh oleh bisikan-bisikan suara untuk melemparkan batu ke gereja, rumah pendeta, rumah sakit Kristen dan sekolah Kristen sehingga para siswa tidak bisa belajar. Saya awalnya dipakai iblis. Walaupun saya tidak dididik oleh keluarga dan masyarakat untuk mengganggu gereja tetapi kenyataannya saya hampir selama 2 tahun terus mengganggu sekolah-sekolah Kristen. Tahun 1961 saat saya mengganggu sekolah kristen, sehingga para murid dan guru-nya keluar dari gedung sekolah. Di salah satu ruangan  sekolah itu yang luasnya mungkin sebesar ruang Agape, ada Alkitab yang tertinggal di bangku. Saya mengambil dan membaca karena saya heran orang Kristen Alkitabnya besar sekali. Sedangkan kitab suci agama saya ukurannya kecil dari ditulis di atas  daun lontar. Saya pun membolak-balik halaman Alkitab tersebut dan sampai di kitab Yahya 1 (Tahun 1961 masih digunakan Yahya sekarang namanya Yohanes). Sampai di ayat 12, ayat itu seperti berkedip. Yoh 1:12 terbaca saya walau saya tidak sengaja membaca. Ayat itu tidak bisa lepas dari saya. Isinya : Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya . Saat membacanya Tuhan memberi artinya. Saya heran saya diberi arti. Kalau kamu mau menerima Yesus akan diangkat jadi anak Allah.
Pada usia 17 tahun saya mengalami kebingungan menghadapi kenyataan bahwa saya tidak mungkin masuk sorga. Hal ini disebabkan untuk masuk sorga , orang harus membuat upacara lengkap dan hal itu pasti memerlukan  biaya yang besar dan itu tidak mungkin di keluarga saya kecuali menjadi anak angkat dari orang tua yang berada. Di kampung saya, ada yang diangkat sebagai anak oleh sebuah keluarga Australia sehingga hidupnya menjadi mewah dan bagus. Berdasarkan keyakinan tersebut, saya tidak mungkin selamat. Jadi sewaktu membaca ayat tersebut, tiba-tiba saya berteriak, “Ya.. saya mau!” Tidak menunggu lama, saya sudah berubah. Saya menjadi senang sekali melihat Alkitab, gereja, artikel Kristen dan menerima Kristus dengan satu kata, “Ya saya mau”. Hal itu terjadi  tahun 1961, saya membaca Alkitab anak-anak sekolah dan saya berkata “ya”. Saya begitu bersukacita, namun ada ancaman dari roh-roh. Saya kemudian tidak bisa berdiam diri. Saya bilang ke ibu saya , “Saya terima Yesus!” dengan resiko, saya akan  kehilangan semuanya. Ternyata benar. Saya tidak boleh lagi tinggal di rumah orang tua. Saya  tidak lagi diakui sebagai anak atau saudara dan tidak akan mendapat warisan. Sejak 1961 saya pun meninggalkan rumah dan tidak tahu mau tidur di mana. Tetapi saya tahu, “Saya anak angkat Allah.” Itu iman dan keyakinan saya sampai sekarang. Tidak berubah dan membuat saya harus bertahan.
                Sesudah menjadi Kristen saya curi-curi datang ke gereja, mengikuti KKR dan masuk menerima undangan (altar call) yang diadakan oleh seorang pembicara , dosen dari Batu Malang. Dia melakukan pemanggilan dari mimbar,”Siapa yang mau menyerahkan diri melayani Tuhan?” Saya pun menjawab tantangan ini dan menyerahkan diri. Dari Bali saya ke Batu Malang. Saya ikut mendaftar di I3 dan kemudian saya dipanggil. Saat itu saya dikira sudah membawa surat dan dokumen lain yang diperlukan. Saya diminta menjelaskan tentang surat rekomendasi dari gereja. Saya bingung. Saya belum pernah bergabung dengan gereja manapun. Saya hanya bisa berkata, “Gerejanya Tuhan Yesus.” Saya tidak punya siapa-siapa selain Tuhan Yesus. Akhirnya saya disuruh pulang karena dianggap gagal. Karena tidak punya siapa-siapa dan tidak punya tempat tinggal, akhirnya saya diijinkan tinggal di kampus. Jadi saya tidur di sini. Lalu saya membuat kebun di halaman belakang I3 untuk memenuhi kebutuhan sayur-sayuran di dapur. Beberapa bulan kemudian saya dipanggil dan disampaikan, “Kamu boleh kuliah.” Saya hanya bisa berkata,”Puji Tuhan.” Dikatakan juga, “Kamu dapat sponsor dari satu keluarga yang sudah menstranfer pembayaran untuk 5 tahun kuliahmu dan tiap bulan kamu akan dikasih uang saku sehingga kamu bisa kuliah di sini.” Gembiranya hati saya. Jadi saya kuliah di I3 tahun 1963. Sampai sekarang saya tidak tahu siapa yang telah membiayai kuliah saya, karena orang tersebut tidak mau disebut namanya  dan tidak mau dikenalkan. Mereka benar-benar dipakai Tuhan Yesus. Itu yang menguatkan saya terus-menerus sampai sekarang. Waktu mulai kuliah, saya mulai diberikan pelajaran yang bagi saya sangat penting yaitu pembersihan diri dari kuasa-kuasa kegelapan. Ternyata saya penuh dengan penyembahan berhala karena dulu saya sebetulnya calon pemegang jabatan penting di Pura, tempat sembahyang. Tapi Tuhan sudah ambil saya sebelum itu sehingga saya kuliah di Batu.
Tahun pertama kuliah, saya sudah dibersihkan total dari keterlibatan saya dari kuasa kegelapan. Saya menyadari apa yang telah saya perbuat kepada gereja sebelumnya itu adalah aktifitas roh jahat yang menguasai, menyuruh dan memperalat saya. Saya jadi membencinya sehingga sebagai gantinya saya tidak pernah melepaskan mata kuliah tentang okultisme di dalam pelajaran di sekolah Alkitab termasuk sekolah Alkitab malam. Kemudian saya mendirikan satu pusat di Batu namanya Taman Pemulihan dan menerima rekan-rekan sepelayanan yang masih merasa perlu menambah pengetahuan walau sudah belajar lama di sekolah teologia di bidang okultime sehingga memiliki pengetahuan di bidang pelepasan roh-roh jahat dan pelayanan yang menyeluruh (holistic ministry). Saya memegang mata kuliah : pembersihan diri dari tipu daya si jahat. Yang membuat kita tidak bisa masuk ke tempat Tuhan (langit dan bumi baru) adalah kuasa kegelapan.  Saya minta kepada siapa pun, jemaat dan  pendeta untuk membaca, Wahyu 21:8   Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."  dan 20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.  Yang terlibat dalam okultisme , kuasa kegelapan , hipnotis tidak boleh masuk ke langit dan bumi baru. Saya merasa sangat penting sekali dan menekankan hal itu terus-menerus. Saya bersyukur saya bertobat bukan karena diajak oleh pendeta atau diinjili oleh orang Kristen tetapi saya bertobat karena firman Tuhan. Sehingga dasar pelayanan lain adalah firman Tuhan. Karena kalau berdasarkan dasar lain seperti aliran , suku, agama dan sebagaimana kita akan bingung, karena berbeda dengan konsep firman Tuhan.

                Sejak tahun 1963 dibersihkan, timbul keinginan untuk menolong sesama  yang lain. Jadi sejak itu saya berhadapan dengan bermacam roh yang masuk dan mengganggu orang. Tidak sedikit yang harus saya mengerti bahwa roh-roh jahat begitu mudah menipu orang-orang termasuk orang Kristen, memalsukan roh-roh orang mati, orang hidup, nabi dan bahkan Tuhan Yesus sendiri. Sehingga kita harus benar-benar bersyukur karena dalam iman kita kepada Yesus, Dia memberikan satu hal yang luar biasa : kita dibiarkan mengerti apa yang tidak pernah kita mengerti , mendengar dan tidak pernah kita tahu. Sudah 50 tahun lebih saya memegang Alkitab. Pernah saya membuat buku dasar tentang pelepasan kuasa kegelapan (buku tentang okultisme). Satu buku yang saya bawa ini akan saya tinggalkan dan boleh dicopi karena cetakannya sudah habis. Sisanya masih ada di ruang pemulihan di Batu. Di buku ini ada beberapa hal antara lain tema tentang roh-roh. Tetapi tidak akan kita bicarakan semuanya, melainkan hal-hal baru yang belum saya tulis di buku, itu yang akan dibicarakan. Ada banyak sekali peristiwa yang aneh, salah satu tentang orang mati di kolam.

Saya akan ambil 1 langkah sederhana yang dipakai oleh orang-orang Ibrani, bahwa mereka  tahu ada roh. Roh ini roh apa saja? Saya tidak pakai pola-pola agama dunia, kelompok agama lain, tetapi kembali ke Alkitab, apa yang Alkitab katakan.

Bersambung ke bagian 2/3


Lapar dan Haus akan Firman


Pdt. Alex Nanlohy

Kis 2:1-4,41-42
1    Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2  Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
3  dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
4  Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
41  Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
42  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Yoh 16:12-15
12  Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
13  Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
14  Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.
15  Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

Pendahuluan

                Pentakosta (dari bahasa Yunani Pentēkostē [hēmera]  yang berarti ke lima-puluh) atau Minggu Putih adalah hari raya yang memperingati peristiwa dicurahkannya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem, yang terjadi 50 hari setelah kebangkitan Yesus Kristus. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan yang dijanjikan Yesus sesudah kenaikanNya ke surga. Menurut Alkitab, murid-murid Yesus berhasil mempertobatkan tiga ribu jiwa pada hari tersebut dan hal inilah yang disebut dengan lahirnya gereja mula-mula (Kisah Para Rasul pasal 2). Sebelumnya Pentakosta adalah hari raya besar orang Yahudi yang kemudian diadopsi oleh gereja Barat dan gereja Timur. Di luar hari raya Pentakosta, ada 2 hal lagi yang dirayakan oleh orang Yahudi yaitu pemberian 10 hukum Allah dan  hari raya panen (sehingga ada dekorasi berlatar hasil panen).  Kisal Rasul pasal 2 mencatat bagaimana Roh Kudus turun ke atas para rasul. Mereka menerima karunia bahasa-bahasa lain. Tujuan karunia itu adalah menyaksikan berita tentang Yesus. Itu terjadi setelah khotbah Petrus pada Kis 2:14-41 sehingga kehadiran Roh Kudus memampukan kita bersaksi. Kita tidak menolak karunia roh, tetapi kita tidak hanya menekankan karunia apalagi menjadi sombong sehingga berkata,“Saya bisa ini kamu tidak bisa.” Yang terjadi pada ayat 41-42, orang-orang yang menerima khotbah Petrus memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira 3.000 jiwa.

Ciri Gereja yang dipenuhi oleh Roh Kudus

Apa ciri utama dari gereja yang dipenuhi oleh Roh Kudus dan mengalami kuasa Allah? John Stott (1921-2011, pengkhotbah, penginjil, dan penulis asal Inggris) mengatakan, “Ciri pertama dan utama gereja yang dipenuhi Roh Kudus : mereka bertekun dalam pengajaran para rasul.” Kata ‘bertekun’ (dalam bahasa Inggris : devoted) yang muncul bukan kata sembarangan. Ia bermakna ‘mengkhususkan dan memfokuskan hidup pada pengajaran’. Dalam bahasa kini : orang yang lapar dan haus akan firman. Ini ciri gereja yang mengalami kuasa Pentakosta. Itu terjadi 2.000 tahun lalu. Roh yang sama tinggal dalam hati orang yang percaya pada Yesus Kristus dan yang dikumpulkan menjadi satu jemaat gereja. Mereka bertekun pada pengajaran para rasul. Dikaitkan dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam Efesus 2:19-20 dikatakan “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru”. Ini merupakan hal yang penting. Berapa banyak gereja yang setia pada kebenaran? Pentakosta bukan hanya dikaitkan dengan karunia roh. Tuhan mengaruniakan roh, tetapi tujuannya supaya jemaat bisa menikmati kekayaan Firman Tuhan. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran untuk menolong kita memiliki kerinduan yang dalam. Lapar dan haus adalah bahasa figuratif. Orang lapar ingin sekali makan , orang haus ingin sekali minum. Sikap hati ini berarti ingin bergantung penuh padaNya, dengan sikap hati yang benar untuk meminta pertolongan Tuhan dan muncul dalam perilaku dan kebiasaan kita.

Roh Kudus dijanjikan Yesus di dalam Yoh 14:16-17 dan itu digenapi pada Kis 2 yang turun atas para murid dan gereja Tuhan dan dikatakan sebagai Roh Keberanan yang memimpin kita dalam kebenaran. Yoh 14:16-17a Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.  Saat Roh Allah diam dalam kita, Dia akan  memberikan kita rasa lapar dan haus akan Firman Tuhan. Tapi bagi orang yang mati dalam dosa tidak punya kerinduan dan rasa haus dan lapar akan Firman Tuhan. Mari hargai Roh Allah dalam hidup kita, yang memimpin hidup kita menuju kebenaran. Ia akan memimpin hidup kita dalam dan kepada kebenaran. Bagaimana gereja punya waktu dan kesempatan untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan? Dalam tradisi gereja reformasi, pusat ibadah adalah pemberitaan Firman Tuhan. Martin Luther (1483 – 1546, Bapa Reformasi Gereja dengan 95 dalilnya) mengembalikan pusat ibadah pada pemberitaan Firman Tuhan sehingga mimbar berada di tengah. Sedangkan pada gereja Katolik dari tata bentuk ruang ibadah saja sudah menunjukkan pusat ibadah. Pusat ibadah (disebut misa) yang berada di posisi tengah gereja adalah altar sedangkan mimbar ada di samping. Saya tidak memperdebatkan , tetapi mengingatkan Roh Allah diberikan untuk memimpin kita agar makin menikmati dan mencintai Firman Tuhan.

Bagaimana Meresponinya Firman Tuhan?

                Gereja banyak melakukan pembinaan dan pengajaran akan Firman Tuhan tetapi apakah jemaat gereja merasakan lapar dan haus? Kalau kita merasa firman Tuhan itu penting bagi hidup kita, maka kita akan menyediakan banyak waktu. Suatu kali saya berbicara dengan seorang teman yang sulit melakukan saat teduh. Setelah digali ternyata ia memiliki filosofi hidup  ‘Saat teduh tidak penting’. Hal ini membuatnya sulit ber-saat teduh.  Padahal apa yang dianggap penting, akan dilakukan karena masuk dalam priortias hidup kita. Hal yang penting akan mendapat prioritas waktu. Apakah Firman Tuhan menjadi prioritas? Kalau betul Firman Tuhan menjadi kebenaran yang menolong kita bertumbuh dalam Tuhan, apakah kita punya kelaparan dan kehausan akan Firman Tuhan?

                Saudara kita yang tidak seiman, ada yang pagi bersekolah dan sore mengikuti pengajian. Mereka ingin anaknya khatam Alquran yang artinya selesai baca Alquran. Ada yang khatamnya kelas 3 SMP. Suatu waktu saya datang ke sekolah Kristen dan bertanya kepada para siswa SMA, “Siapa yang dari kecil sudah menjadi Kristen?”. Semua siswa mengangkat tangan. Lalu saya bertanya lagi, “Berapa banyak yang pernah baca Alkitab dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu?” Ternyata yang mengangkat tangan tinggal 3 anak. Saya jadi bertanya dalam hati,”Apa yang menjadi kebanggaan orang tua Kristen?”  Kalau punya anak , kita ingin agar dia bisa berbahasa Inggris sehingga dimasukan ke kursus bahasa Inggris. Kalau lapar dan haus akan firman Tuhan apa buktinya? Ada orang tua yang memberi kursus Alkitab pada anaknya? Kebanyakan hanya memasukkan anaknya ke Sekolah Minggu. Ada orang tua yang berkata,”Sudahlah. Ia sudah capai sekolah dari hari Senin sampai hari  Jumat.” Jadi kalau hari Minggu jangan dibangunkan pagi-pagi. Mungkin ada orang tua yang mendorong anak-anaknya ikut Sekolah Minggu? Jarang. Mungkin hal ini disebabkan pergi ke Sekolah Minggu tidak bayar. Coba kalau masuk Sekolah Minggu bayar, pasti orang tua berteriak dengan kerasnya bila sang anak tidak masuk Sekolah Minggu. Mungkin perlu juga Sekolah Minggu dipungut bayaran supaya orang tua mendorong anak-anak Sekolah Minggu bersekolah setiap Minggu. Ada orang tua yang kalau anaknya tidak ikut kursus , teriakannya bisa didengar oleh orang-orang satu gang dengan rumahnya. Tapi kalau untuk pergi ke Sekolah Minggu orang tuanya berkata, “Kasihan.. capai..” jadi akhirnya dilewati (tidak pergi). Tentu ini hanya salah satu survei dan bukan satu-satunya. Kapan pengunjung gereja paling banyak datang : saat  pengajaran atau makan-makan? Makan-makan. Tetapi kalau belajar Alkitab? Di dalam gereja banyak jemaat yang sudah belajar sampai sarjana (S1-S3) tetapi dalam pengetahuan Alkitab banyak yang tetap TK. Lapar dan haus apa buktinya? Apakah kita meresponsi pemberitaan Firman Tuhan? Kalau saat bernyanyi ‘Aku Mengasih Engkau’ banyak yang menyanyi dengan keras.
Aku mengasihi Engkau Yesus dengan segenap hatiku. Aku mengasihi Engkau Yesus dengan segenap jiwaku.
Kurenungkan firmanMu siang dan malam, kupegang printahMu dan kulakukan.
Engkau tahu ya Tuhan tujuan hidupku, hanyalah untuk menyenangkan hatiMu.
Tetapi kalau direnungi kebanyakan kita munafik. Apakah kita benar-benar mengasihi Yesus dengan segenap hati? Yoh 14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Bukti kasih kepada Yesus bukan kalau ada gambar besar Yesus di kamar, di dinding handphone atau di dompet. Tetapi orang yang mengasihi Yesus kalau ia mentaati FirmanNya seperti lagu di atas Aku mengasihi Engkau Yesus dengan segenap hatiku. Aku mengasihi Engkau Yesus dengan segenap jiwaku. Kurenungkan firmanMu siang dan malam.  Banyak yang saat menyanyikan lagu tersebut dengan penuh penghayatan dan menutup mata, tetapi apakah pernah di lakukan? Hanyalah untuk menyenangkan hatiMu dan hatiku. Apakah  kita mencintai Dia dan semakin taat? Apakah kita makin hidup kudus? Jangan sekedar berjubah Kristen tetapi firman tidak mengubah hidup kita dan masih maunya sendiri : “Gua memang pemarah. Memang gua orangnya begini. Mau apa?” Itu berarti kita tahu Firman Tuhan, tapi tidak berubah dan hal ini mirip dengan orang Farisi. Kalau bilang cinta Tuhan buktikan! Baca Firman Tuhan setiap hari! Bersyukur di sekolah Kristen ada ibadah singkat di pagi hari di mana siswa diminta untuk membaca Alkitab. Tetapi sayangnya banyak yang ingin cepat-cepat selesai karena mau ulangan, sehingga sekolah Kristen lebih tidak menghormati Firman Tuhan.

                Apa beda “sisa” dan “sisih”? Kalau ada makanan dalam piring besar, lalu kita makan sehingga tertinggal sedikit. Itu namanya sisa. Kalau “sisih” dari awal sebelum kita makan telah dilakukan (makanannya dipisahkan). Lebih terhormat makanan disisihkan dulu dibandingkaan dikasih sisa? Waktu yang kita berikan sisa atau sisih? Ada siswa yang menjawab, “Sisa sih...” artinya  membaca Alkitab kalau ada waktu. Juga berdoa dilakukan sewaktu-waktu, padahal sudah diajar lagu “Baca Kitab Suci” di Sekolah Minggu : baca Kitab Suci, doa tiap hari, kalau mau tumbuh 3x Glory haleluya… Baca KItab Suci doa tiap hari Kalau mau tumbuh.. Evaluasi dari lagu itu saja. Pagi ini kita tidak sedang bicara teori. Saya rindu kita pulang mempraktekannya sehingga sesuai dengan tema kita. Jangan hanya di kepala, tetapi kita mau jadikan di hidup kita. Ada seorang pendeta mengunjungi rumah jemaatnya. Yang ada hanya ibu karena bapaknya sedang bekerja. Pendeta berbincang-bincang. “Bagaimana, rajin baca Alkitab?” Dijawab sang ibu,”Oh rajin”. Akhirnya sebelum pulang pendeta tersebut berkata,”Ibu sebelum pulang kita baca Alkitab dan berdoa.” Lalu sang ibu meminta pembantunya untuk membawakan Akkitab yang terletak di atas lemari. Waktu diminta membaca Maz 23, sang ibu membuka Alkitabnya dan tiba-tiba ada kacamata jatuh. Ibu itu lalu berkata, “Ya ampun ini kacamata dicari-cari selama 3 tahun.” Jadi kalau barang hilang coba cari di Alkitab, siapa tahu terselip. Roh Kudus turun maka gereja lapar dan haus membaca kitab suci. Ada kerinduan. Ada ada family altar. Anggota keluarga semua duduk , membaca Alkitab, setiap hari baca 3 pasal. Bagi kepala rumah tangga yang tidak bisa “khotbah” dapat dilakukan dengan membaca Alkitab saja. Sehingga anak-anak tidak asing dengan Firman Tuhan. Kiranya ini jadi kerinduan kita bersama. Kalau kita haus dan lapar, kita berdoa agar kiranya Tuhan menolong saya.

                Penginjil Robert Summer dalam bukunya yang berjudul, “The Wonder of the Word of God” menceritakan tentang seorang warga Kansas, korban ledakan. Pemuda tersebut berusia 20 an akhir. Waktu itu sang pemuda sedang bekerja di suatu pabrik dan tiba-tiba ada kebakaran besar dan terjadi ledakan. Ia berada paling dekat dengan sumber api dan ledakan sehingga bagian tubuhnya banyak yang terkena. Kebakaran yang melanda tubuh dan wajahnya cukup parah. Seluruh mukanya harus  direkonstruksi  ulang, matanya buta dan kedua telapak tangan diamputasi. Setelah sembuh, sang pemuda ditanya, “Apa yang paling kau sesali setelah peristiwa ini?” Ia menjawab,”Saya sangat menyesal karena tidak bisa lagi membaca Alkitab.” Rupanya ia belum lama jadi orang Kristen, dan sedang senang-senangnya membaca Alkitab. Setelah itu ia mencari informasi agar dapat membaca Alkitab walau tidak punya mata dan tangan. Saat itu belum ada Alkitab versi audio. Karena tidak punya mata ia tidak bisa membaca. Mau pakai tangan untuk membaca huruf Braille tidak bisa karena tangannya sudah tidak ada. Ternyata ada wanita yang kondisinya seperti dia yakni tidak punya telapak tangan dan buta dan wanita ini bisa membaca dengan bibir! Dia pun ingin belajar membaca dengan bibir dan meminta Alkitab huruf Braille. Lalu ia coba membaca dengan bibirya. Ternyata akibat kecelakaan itu bibirnya tidak bisa digunakan untuk membaca karena sarafnya rusak. Namun tanpa sengaja lidahnya terjulur dan ia bisa membaca dengan lidah! Mulailah ia membaca. Ketika Robert Summer menulis bukunya, sang pemuda sudah membaca habis dari kitab Kejadian sampai Wahyu sebanyak 3 kali. Apakah kita punya hati yang lapar dan haus akan kebenaran? Kiranya Roh Kudus memimpin hidup kita dan gereja untuk mencintai Firman Tuhan. Amin


Tuesday, May 10, 2016

Gampang Diucapkan dan Sulit Dilakukan


Ev. Lie Wei Tjen

Yoh 13:12-17
12  Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
13  Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
14  Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
15  sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
16  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
17  Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Markus 4:14-20
14  Penabur itu menaburkan firman.
15  Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
16  Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
17  tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
18  Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
19  lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
20  Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."

Pendahuluan

                Firman Tuhan tidak sesuai dengan natur manusia yang berdosa. Seringkali firman Tuhan berbanding terbalik dengan apa yang diajarkan dunia ini kepada kita. Ada 2 aspek firman Tuhan yang besar yakni dilihat dari :

1.       Pemberita (orang yang memberitakan, menulis, mengucapkan)
2.       Pendengar (orang yang mendengar, membaca dan menerima firman Tuhan)

Pemberita (orang yang menulis dan memberitakan firman Tuhan)

Yoh 13:12-17. Dalam beberapa ayat ini Tuhan Yesus sedang menunjukkan sesuatu kepada murid-muridNya. Sebenarnya Tuhan Yesus sedang memberikan tantangan kepada dunia. Ia sedang memberitakan firman dan kehendak Tuhan kepada dunia ini. Di dalam pelayananNya selama 3,5 tahun, Ia secara intensif mengajarkan kehendak Tuhan kepada manusia. Manusia dalam hal ini diwakili oleh 12 orang yang menjadi murid-muridNya. Waktu Tuhan Yesus memberitakan kebenaran Injil , Ia ingin murid-muridNya mengikuti apa yang Dia ucapkan. Namun firman Tuhan bukan sekedar omongan biasa, melainkan kata-kata yang bila diikuti sulit sekali karena manusia adalah berdosa. Kita lebih mudah melakukan dosa daripada melakukan yang tidak berdosa. Jemaat sekarang banyak yang sudah punya anak dan bahkan cucu. Seringkali kita mengatakan kepada diri kita dan orang lain, “Betapa susahnya mendidik anak.” Pernahkah berpikir, “Heran ya anak-anak tidak pernah diajari yang jahat. Tidak pernah diajari mencuri, berdusta, menjadi licik, memukul adik dan berbuat jahat pada adiknya. Tetapi itu semua dilakukan oleh anak meskipun kita tidak mengajarinya. Kita mengajari dia untuk berbicara jujur, menjadi anak yang sopan, anak yang taat pada orang tua, menghormati papa-mamanya, mengasihi Tuhan dan rajin ke gereja, bersekolah baik-baik dan belajar rajin-rajin, tetapi untuk semua hal yang baik, kita harus bekerja keras dan melawannya.” Teman saya mengatakan, “Setiap hari saya marah dan ribut dengan anak saya. Makan saja susah. Suruh mandi saja bilangnya nanti. Apalagi disuruh saat teduh. Ia akan mengatakan, ‘Sudah.. Sudah.. 5 menit lagi.’” Bagaimana mungkin mengajarkan firman Allah dan melakukannya sendiri? Karena di dalam diri manusia sudah ada dosa yang sifatnya memberontak kepada Tuhan.  Kita pilih yang baik tapi yang kita lakukan yang tidak baik. Kita mau sekali ikut kehendak Tuhan, tetapi kelakuan kita ujung-ujungnya tidak cocok denganNya.

Bagaimana Tuhan Yesus mengatakan kehendakNya kepada murid-muridNya? Yesus melakukan terlebih dahulu. Dia memberikan pendidikan kepada murid-muridNya lewat hidupNya. Waktu Ia ingin murid-muridNya merendahkan diri satu dengan lain, ia membasuh kaki murid-muridNya. Ketika ia ingin murid-muridNya mengasihi orang lain, maka Ia mati di atas kayu salib bagi manusia. Ia melakukan lebih dahulu, melakukan teladan di hadapan manusia seperti yang Allah mau. Tetapi Ia memang Allah dan kita manusia, bagaimana mungkin kita melakukannya? Meskipun begitu dalam seluruh sejarah gereja, ada orang-orang yang sungguh-sungguh melakukanNya. Di dalam Kisah Para Rasul, murid-murid Kristus melakukan apa yang diminta Kristus. Ketika Tuhan mengubah hati mereka, mereka hidup dan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Mereka berani menerima resiko untuk disiksa hanya untuk mengatakan bahwa Yesus sungguh-sungguh hidup. Itu sebabnya murid-murid Tuhan hari ini harus melakukan hal yang sama. Kita manusia berdosa tidak mungkin melakukan yang sempurna. Dalam hidup, kita terus bergumul untuk melakukan kehendak Tuhan. Bukan semata-mata untuk diri kita, tetapi menjadi satu teladan di mana kita menunjukkan kepada orang lain bahwa kita melakukan kehendak Tuhan. Sehingga melalui jalan itu ketika memberitakan Injil dan yang mendengarnya akan melakukannya juga. Maka harus hati-hati waktu memberitakan dan membagikan firman Tuhan. Saat menghibur orang lain, apakah mereka tahu kita melakukannya? Ketika kita mengatakan Tuhan baik saat menghibur teman kita, apakah teman kita yang menerima berita itu mengatakan amin? Misalnya karena ia tahu, kita pernah bangkrut dan tetap melakukan kehendak Tuhan. Atau ia mengatakan, “Enak saja. Omong saja gampang! Coba kamu yang alami kebangkrutan dan di-PHK.” Dalam masa sulit, apakah kita akan mengatakan, “Sungguh kita akan menyimpan firman Tuhan dalam hati kita?”

Raja Daud dalam sepanjang hidupnya, bergumul keras dalam menerapkan firman Tuhan. Saat membaca Mazmur kita menemukan bahwa Daud seringkali berkata, “Tenanglah jiwaku! Diamlah!” Apakah karena jiwanya tenang saat mengatakan itu? Apakah karena ada damai dalam dirinya sehingga ia mengatakan hal itu? Tidak! Dia mengatakan hal itu sewaktu hatinya goyang dan gelisah luar biasa. Dalam keadaan sangat takut, ia mengatakan, “Tenanglah jiwaku! Diamlah!” Saat seperti ini, ia mengatakan, “Aku akan memegang kepercayaanku padaMu.” Daud mengalaminya. Daud dikejar-kejar oleh Raja Saul, mau dibunuh. Dia pernah menitipkan jiwanya dan para pengikutnya pada raja-raja lain, bangsa kafir. Dan dia harus berpikir keras supaya nyawanya dan pengikutnya selamat. Apakah Daud tidak ingat bahwa Nabi Samuel pernah mengurapi dia dan mengatakan,”Engkau akan menjadi raja menggantikan Saul.” Dia tidak lupa. Tetapi hari itu ia berada dalam kondisi paling gelap. Jiwanya menjadi taruhannya. Jiwa pengikutnya menjadi taruhannya. Tiap hari ia merasa khawatir. Oleh sebab itu ia mengatakan, “Hai jiwaku tenanglah! Diam! Percayalah kepada Tuhan!” Kita sama manusianya seperti Daud. Ada masa dalam hidup, kita goyang luar biasa. Kadang-kadang melihat kenyataan pada hari ini tidak ada masa depan. Tetapi ingatlah Tuhan Yesus telah memberikan teladanNya terlebih dahulu kepada kita. Itu sebabnya kita jangan menaruh kepercayaan kita pada orang-orang yang mungkin bisa menolong kita, tetapi taruhlah kepercayaan kita kepada Tuhan. Ingatlah bahwa Ia telah melakukan terlebih dahulu firman Tuhan sehingga kita dalam pergumulan kita bisa melakukannya. Dan ketika kita bisa melakukannya , orang-orang lain melihat itu menjadi teladan dalam kehidupan mereka. Sehingga ketika kita mengeluarkan nasihat dalam hidup kita, mereka akan mengatakan amin.

Pendengar Berita

Markus 4:14-20 perumpamaan tentang penabur. Ini adalah perumpamaan biasa dan seringkali kita dengar. Ketika seorang mendengar dan ingin melaksanakan firman Tuhan ternyata lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya. Karena memang itulah manusia berdosa dan kelemahan kita. Tetapi ada hal khusus yang ditunjukkan Yesus dalam perumpamaan ini. Ketika orang mendengar firman Tuhan seringkali tidak bisa menangkap apa yang menjadi intisari firman. Ada orang yang pergi ke gereja seminggu sekali. Ada juga orang yang pergi ke gereja beberapa kali dalam seminggu. Ada orang yang membaca firman Tuhan setiap hari dengan setia. Ada juga orang yang kalau ingat baru membacanya (kalau ada waktu baru membaca firman Tuhan). Tetapi apapun manusia itu, ia tidak bisa menangkap apa yang firman Tuhan inginkan. Contoh yang paling mudah, saat pergi ke gereja ketika pembawa firman Tuhan tidak menyenangkan kita menjadi  ngantuk. Namun kadangkala firman Tuhan yang dikatakan enak di telinga, enak juga untuk tidur. Kadangkala kita mendengar dan mengatakan “Bosan sudah tahu! Lebih baik memikirkan habis ini mau makan di mana, bakmi mana yang enak.” Waktu kita sedang memikirkan hal tersebut, firman Tuhan sudah lewat dan kita tidak tahu lagi apa yang sudah disampaikan pembicara. Ada juga yang menerima firman Tuhan dan mengatakan “Wah firman Tuhan itu bagus sekali.” Waktu ditanyakan isinya, ia bisa bercerita dari A-Z artinya ia bisa mengerti dan menangkap semua firman Tuhan yang disampaikan. Tetapi belum tentu firman Tuhan yang didengarnya tersebut membawa dampak dalam hidupnya. Kenapa? Karena mungkin ia terancam “sesuatu” dan hidupnya tertindas kalau ia melakukan firman Tuhan. Barangkali kita mendengar saat melakukan bisnis kita harus melakukannya dengan jujur karena kita adalah orang-orang Kristen. Tetapi berapa banyak teman kita berkata, “Pengusaha kalau mau jujur maka akan jadi miskin.“ Kita terdesak oleh konsep yang berbeda dengan konsep yang Alkitab katakan kepada kita. Memang dosa itu mengatakan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Kalau firman Tuhan mengatakan untuk sabar, tetapi dunia mengajarkan ‘kamu sabar maka kamu akan ditinggalkan’. Alkitab mengatakan kamu harus rendah hati kalau ingin menjadi besar, tetapi dunia mengatakan ‘kamu merendahkan diri maka kamu akan dihina orang’ dan kalau mau ‘hebat’ harus meninggikan diri. Itu menjadi ancaman sendiri dalam hidup kita saat melakukan firman Tuhan dan itu memupuskan apa yang tadi dikatakan bagus.

Yang lain kesenangan dunia ini. Dunia mengajarkan sejak kita kecil bahwa kekayaan membawa kebahagiaan. Dunia juga mengatakan kita harus mengontrol masa depan kita : “Kamu harus terus mengumpulkan harta agar kamu terus hidup.” Alkitab mengajarkan hal yang terbalik. Manusia tidak hanya hidup dari roti tetapi dari firman Tuhan. Alkitab mengajarkan jangan kuatir. Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan g  oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Mat 6:26). Tetapi dalam kenyataannya, kita menjadi khawatir. Kalau kita hanya cukup hari ini, nanti saat tidak bisa bekerja, apakah kita akan menjadi cukup? Karena itu saya harus bekerja dan mengorbankan hubungan dengan anak dan istri, sehingga saya bisa mengontrol masa depan saya. Kita merasa kalau kita kaya, banyak orang yang akan menghormati kita. Kita lupa, Tuhan sudah mengatakan bahwa setiap kita sudah memiliki bagiannya sendiri. Kalau Tuhan mau mengatakan kita dapat ‘segelas’ maka walaupun kita kerja mati-matian tidak akan mendapat satu ember. Karena Tuhan lebih tahu bahwa satu gelas cukup untuk kita. Tetapi kalau kita bekerja mati-matian untuk satu ember maka mungkin kita akan kehilangan orang yang didekat kita. Mungkin kalau dapat seember maka akan tumpah sehingga akhirnya hanya mendapat segelas. Maka seringkali karena kekhawatiran, kita kehilangan firman Tuhan. Jemaat sebagai pendengar mungkin berkata tentang pembicara (pengkhotbah) di mimbar, “Kamu hanya berbicara saja tetapi tidak mendengarkan. Apakah kamu memberikan teladan kepada orang-orang lain?” Untuk itu saya akan berbagi cerita tentang apa yang saya alami bersama suami saya (Ev. Yulimin). Namun cerita ini bukan untuk membesarkan nama kami berdua, melainkan agar jemaat dapat mendengarkan dan percaya kepada firman dan kehendakNya.


                Bulan Juli 2015, suami saya divonis oleh dokter mengalami gagal ginjal. Dokter mengatakan bahwa hanya ada 1 jalan keluar untuk menangani penyakit tersebut yaitu melalui cuci darah. Kami mencoba untuk tidak melakukannya dan kami bertanya kepada dokter-dokter lain di Jakarta tetapi semua dokter mengatakan hal yang sama yaitu harus cuci darah. Kami berdoa dan agak kebingungan karena cuci darah tidak murah dan tidak mudah (walau memang tidak seperti zaman dulu yang menyakitkan dan membuat sengsara). Meskipun begitu pilihan ini mau tidak mau kami ambil. Setelah beberapa kali cuci darah dan dokter di sini mengatakan harus cuci sampai mati, kemudian salah satu teman kami mengusulkan untuk mencoba mencari opini kedua di Singapura. Kami tidak terlalu mau, karena waktu dihitung-hitung kami tidak punya dana yang cukup karena pengobatan di Singapura mahal sekali, sedangkan cuci darah di sini pun sudah menggunakan fasilitas yang disediakan oleh BPJS. Tetapi teman saya mendesak untuk pergi ke Singapura dan periksa sekali saja. Ternyata Tuhan menyediakan dananya sehingga saya berkata ke Yulimin, “Saya sudah menghitung dan dananya cukup. Tidak baik kalau tidak pergi karena dananya sudah disediakan Tuhan dengan cukup.” Akhirnya kami pergi ke Singapura.  Di sana kami bertemu dengan 2 dokter. Dokter pertama mengatakan,”Betul harus cuci darah. Selama ini kamu berapa kali cuci darahnya?” yang dijawab,”1 minggu dua kali.” Ia pun memberikan advis,”Kalau bisa 1 minggu 3 kali.” Sekarang cuci darah dilakukan setiap Senin dan Jumat. Setiap kali cuci darah, waktunya panjang (berjam-jam). Kami berunding dan berkata,”Ya sudah. Berarti sama dengan dokter di Indonesia.” Lalu kami pergi ke dokter lain. Waktu dokter itu melihat Yulimin ia mengatakan,”Kenapa kamu sudah cuci darah baru kemari?” Dalam hati saya berkata, “Kan kami baru kenal kamu sekarang.” Lalu dia mengatakan tidak perlu cuci darah. Saya dan suami saling pandang. Semua dokter mengatakan harus cuci darah kecuali dokter yang satu ini. Dokter itu berkata lebih lanjut,”Saya jamin kamu tidak apa-apa kalau tidak cuci darah. Tetapi kamu harus berani untuk tidak cuci darah. Minggu depan datang lagi.” Pulang dari dokter itu saya berkata ke Yulimin, “Pilihan di tangan kamu. Kalau kamu mau cuci darah, saya akan antarkan. Tetapi kalau kamu tidak mau saya juga akan mendukung kamu untuk itu. Resiko ada di tangan kita berdua. Tetapi yang penting, diri kamu lebih pilih yang mana? Pilih cuci darah atau tidak?” Dia menjawab, “Buat saya, saya lebih senang untuk tidak cuci darah.” Saya berkata,”Oke. Kalau begitu mulai hari ini kita tidak cuci darah dan lihat perkembangannya.” Kami kemudian mendoakannya terus menerus. Minggu depannya waktu cek kembali, sang dokter berkata, “Kamu lihat hasil labnya kan? Dicuci darah atau tidak hasil labnya sama saja. Kenapa kamu harus cuci darah? Tidak usah. Nanti 2 minggu lagi datang.” Artinya kami tidak bisa tidak ke Singapura karena hanya dia yang bilang tidak usah cuci darah. Sampai hari ini kondisi suami saya tetap stabil. Waktu kami menaruh kepercayaan kami kepada Tuhan, Ia memberikan wewenangNya kepada kami. Saya tidak mengatakan “Kalau kita menaruh kepercayaan pada Tuhan, pasti Ia akan sembuhkan.” Saya hanya tahu Ia punya kuasa dan otoritas. Kami berdua hanya bisa berdoa dan meletakkan kepercayaan pada Tuhan. Kami juga sangat bergumul untuk menerapkan firman Tuhan dan mengatakan Tuhan adalah dokter kami. Kami juga harus seperti Daud yang mengatakan, “Diam. Tenanglah jiwaku. Serahkan hidupmu pada Tuhan” dan dari saat itu Tuhan membimbing kami. Sampai hari ini suami saya keadaannya tetap begitu. Tidak menjadi lebih baik, tetapi tidak menjadi lebih buruk. Yang kami senang, suami saya tidak perlu cuci darah dan masih hidup seperti biasa dia hidup. Bagi saya itu anugerah Tuhan yang besar. Percayalah waktu saya mengucapkan ini, saya masih melakukan pergumulan firman Tuhan dalam hidup saya. Tetapi saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat Tuhan Yesus sudah melakukan teladan terlebih dahulu. 

Thursday, May 5, 2016

Galilah Firman Allah dan Temukan Mutiara Rohani


Pdt. Hery Kwok

Mat 13:44-46
44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
45  Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
46  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Maz 119:14-16
14  Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.
15  Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.
16  Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

Pendahuluan

                Pada Mat 13:44-46 ada orang yang menemukan harta terpendam yang tidak bisa dibandingkan dengan kekayaan di hidupnya sehingga ia pun menukarnya. Ada juga seorang pedagang yang  menemukan mutiara yang sangat berharga yang sangat tinggi nilainya sehingga ia menjual seluruh miliknya dan kemudian membeli mutiara itu.
                Tahun 1997 seorang sutradara Hollywood James Cameron membuat film Titanic yang didasari latar belakangi musibah kapal Titanic pada tahun 1912. Kapal Titanic merupakan kapal yang dibuat sedemikian megah dan dinilai tidak bisa tenggelam. Saat tenggelam, kapal tersebut sedang berlayar dari London menuju ke Amerika. James Cameron membuat alur ceritanya dengan menarik dalam balutan romansa percintaan antara Jack dan Rose. Banyak yang menyukai film tersebut, bahkan  ada orang yang menontonnya berkali-kali dan mendapat inspirasi dari film tersebut. Seperti Krisdayanti yang memberi nama anaknya sesuai dengan nama dalam film tersebut. Film ini dimulai dengan tim ekpsedisi yang terdiri dari sekelompok orang yang mencari kalung bertahta berlian (Heart of the Ocean Diamond) seberat 15 karat di kapal Titanic yang tenggelam. Ekspedisi ini menggunakan teknologi robot untuk merambah laut dalam untuk melihat apa yang ada di dalam bangkai kapal itu. Rupanya ada seorang wanita (Rose) yang diberikan sebuah kalung hati bertahtakan berlian biru oleh kekasihnya. Harry Winston mendapat inspirasi dari kalung tersebut dan membuat imitasinya. Kalung imitasi tersebut kemudian dijual 20 juta dolar Amerika Serikat (dengan kurs Rp 13.200/dolar setara dengan Rp 264 miliar). Itu baru tiruannya berarti memang kalung aslinya sangat mahal sekali. Ekspedisi itu berusaha mencarinya meskipun menghabiskan biaya yang sangat besar dan mengerahkan seluruh kemampuan mereka. Untuk mendapatkannya mereka harus berjuang melawan badai, menahan rasa kantuk dan lapar mereka di lautan. Betapa berharganya kalung bertahtakan berlian tersebut. Nilainya sedemikian luar biasa mahalnya. Sehingga orang berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya karena bila berhasil maka mereka akan mendapat harta yang besar. Ada seorang pemain sinetron Indonesia yang mendapat kekayaan dengan mengeruk harta dari kapal-kapal yang tenggelam di Indonesia. Dia benar-benar mencoba melakukan ekspedisi mencari harta di kapal tersebut. Orang-orang seperti ini punya cara pandang ,betapa berharganya harta yang mereka cari.

                Hari ini ingin digali betapa berharganya firman Allah. Orang punya sukacita dan kerinduan untuk menggali firman Allah dimulai di dalam cara pandang dari mana kita melihat firman Allah. Jangan sampai kita memandang firman Tuhan sebagai sekedar buku yang berisi nasehat yang terbatas untuk mengeksploitasi keinginan kita (sesuai dengan apa yang kita mau). Jadi dalam mencari teman hidup,  jangan hanya sekedar paras atau fisiknya saja karena Alkitab mengatakan harus sepadan dan beriman. Ade Manuhutu pernah memandang Alkitab sebagai buku kuno yang diwarisi dari zaman dulu (ada jangka waktu panjang) yang tidak punya relasi dengan kehidupan zaman ini. Konsep cara pandang kita menentukan bagaimana kita mempunyai kerinduan yang dalam terhadap firman Tuhan.

Sukacita dan Kerinduan untuk Menggali Firman Allah : dimulai dari sudut pandang terhadap Firman Allah

                Dari kedua perikop Alkitab (Mat 13:44-6 dan Maz 119:14-16), Matius mencatat tentang kerajaan sorga. Kristus mengumpamakan sorga seperti harta yang terpendam di ladang yang kemudian ditemukan seseorang dan mutiara indah yang ditemukan oleh pedagang. Keduanya sangat tinggi nilainya sehingga tidak bisa dibandingkan dengan apa yang dimiliki. Ia rela melepaskan hartanya untuk mendapatnya. Sudut pandang membuat kita mempunya perilaku (sikap) yang tepat atau tidak tepat terhadap firman Allah. Kalau memandang Firman Allah sebagai bagian yang tidak terpisahkan, maka kita menemukan sesuatu yang penting. Firman Allah diibaratkan mutiara atau harta. Orang yang menemukan harta akan sangat bersukacita. Kalau saat kita sedang berjalan-jalan untuk menenangkan pikiran , lalu tiba-tiba kita menemukan cincin emas di jalan, maka reaksi kita biasanya gembira. Itu reaksi spontan dan alami yang keluar dari diri kita karena menemukan barang berharga. Yang lagi pusing hilang pusingnya. Sehingga penulis Kitab Suci berkata, “FirmanMu seperti harta atau mutiara”. Orang yang begitu melihat dan menemukannya, hal pertama yang dialami adalah sukacita yang luar biasa. Sukacita ini menjadi dasar orang mengalami kekuatan dalam hidupnya. Kalau membaca firman Tuhan, apakah kita menemukan sukacita itu? Reaksi menunjukkan sudut pandang kita. Kalau kita membaca firman dan tidak punya sukacita, kita tidak bisa menemukan firman itu seperti orang yang mendapatkan harta. Tidak bisa mendapat harta seperti yang dikatakan penulis Alkitab. FirmanMu seperti segala harta, itulah yang aku rasakan waktu aku mendapatkan firmanMu.
                Bergembirakah (enjoy) waktu firman Allah menjadi bagian yang kita baca. Kalau kita tidak merasa gembira dan mendapat kekuatan yang dalam , kita hanya sekedar formalitas atau tuntutan dari gereja untuk membacanya dari Kejadian – Wahyu. Ada tuntutan yang tidak enak (saat teduh menjadi kewajiban kita)? Berapa banyak yang membaca kitab suci sebagai kewajiban? Firman Tuhan dibaca sebagai sebuah tuntutan agar kalau ditanya , jawabannya “sudah baca”. Apakah kita dalam kondisi seperti itu? Tidak ada yang merasa mendapat mutiara.

Waktu memandang Firman Tuhan seperti segala harta maka kita akan berusaha untuk menggali dan menemukan artinya yang paling penting.

Seperti orang yang memendam harta lalu menjual miliknya untuk mendapatkannya, ada rasa lelah, tapi demi sesuatu yang berharga, ada usaha untuk mendapatkannya. Mama saya seorang petani dan pekerja keras. Pagi hari ia pergi ke ladang. Ia korbankan masa mudanya agar adik-adiknya bisa sekolah. Sehingga adik-adiknya bisa berbahasa Mandarin sedangkan ia sendiri tidak bisa. Ia harus menyangkul tanah di sawah. Waktu nyangkul di pagi hari, siang berhenti, lalu dilanjutkan sore. Kalau tanah tidak dicangkul, apa yang ditanam tidak bisa baik. Waktu mencangkul , lelah luar biasa. Waktu saya di sekolah Alkitab pernah nakal. Disuruh tidak boleh keluar jam tertentu, saya kelaparan karena tidak suka makan ikan sehingga saya mendapat nasi putih dan urap. Suatu kali saya tertangkap ke luar kampus sehingga dihukum. Saat tertangkap , saya berani mengaku salah sehingga hati jadi tenang. Sebagai hukuman, saya disuruh mencangkul dan menyabit, sehingga kulit tangan saya jadi melepuh. Padahal saya bekerja hanya beberapa jam dari pagi sampai pk 10. Itu juga saat bertani, kita boleh minum teh. Saya hanya seminggu dapat hukuman, tetapi tangan saya berdarah. Waktu mendengar mama saya jadi petani, ia harus bangun pagi, menahan rasa lelah untuk mengelola sebidang tanah untuk keluarga. Ini sesuatu yang hebat. Ini yang tidak kita lakukan.

Saya mendapat nasehat dari Pdt. Pdt. Dr. K.A.M Jusuf Roni, “Saat makan ayam , apakah kita makan tulangnya juga? Tidak! Kita hanya makan dagingnya saja. Sewaktu baca Firman Tuhan, bacalah apa  yang bisa dibaca dan dimengerti. Bagian yang tidak dimengerti jangan digigit karena nanti gigi kita rontok, tetapi catatlah dan tanya ke pendeta dan penginjil. Karena di situlah kita menggali Firman Tuhan.” Dalam menggalinya ada usaha yang dilakukan, mungkin usaha menahan rasa bosan dan mengantuk tapi karena dasarnya sukacita maka hal ini dapat menolong. Waktu pertama kali lahir baru saya membeli konkordansi Alkitab, peta Alkitab dan buku tafsiran Alkitab sederhana. Saat membaca Alkitab , saya coba melihat lokasinya di peta untuk mengetahui tempat kejadiannya. Itu usaha menggali Alkitab yang membuat saya mengalami kemajuan secara rohani.

Zaman sekarang sudah diberikan kenikmatan dunia sehingga tidak perlu mencari. Remaja sekarang maunya serba cepat termasuk makanan cepat saja sehingga menderita kolestorel dan cepat sakit. Itulah konsumsi zaman ini dan merasa tidak perlu mencari lagi. Di GK Ketapang punya ciri : KTB yang kuat karena untuk membawa firmanNya harus bertanggungjawab. Gerakan di Ketapang membuat orang muda menggali Firman. Saya diundang di pertemuan KTB yang sudah usianya tergolong senior, orang-orangnya sudah matang, di Puri. Bilangnya mulai pk 19 tapi realitanya mulai pk 21. Begitu datang makan dulu, sehingga mulainya pk 21. Waktu menjelaskan fiman Tuhan, saya masih menikmati persekutuan dengan orang-orang yang dulu merupakan jemaat saya. Mereka menggali firman Allah dan mereka punya kepemimpian dalam mengambil keputusan di perusahaan sesuai firman Allah. Ada seorang ibu terkena kanker di bonggol tangannya. Ia menceritakan penyakitnya dengan  santai sehingga yang mendengarnya tertawa. Walaupun penyakitnya kanker ia berkata, “Saya punya firman Tuhan yang membuat saya kuat walau saya sedih.” Orang seperti ini berbicara dengan ‘enjoy’ dan santai, membuat kita cekikikan. Rupanya penderita penyakit kanker punya komunitas sendiri. Dalam sehari ia bisa menerima 1.000 SMS yang macam-macam isinya. Dia bercerita tentang salah  satu anggota komunitas yang keluarganya harus makan daging agar tidak terkena kanker. Saya bertanya, “Memang kamu sakit?” Dibilang tidak, hanya ada salah satu anggota keluarganya yang sakit. Yang membuat tertawa ternyata bukan dia tetapi ada 1 anggota keluarganya yang dirawat di ICU. Tidak ada yang lebih kuat dari firman Allah. Kalau tidak menggali dan menemukan kebenaran Firman Tuhan, waktu menghadapi tantangan hidup  badai akan terlalu besar untuk dilewati. Badai itu bisa bernama penyakit, kesulitan, kehancuran rumah tangga atau apapun namanya dalam hidup.

Bagaimana Bisa Menikmati  Firman Tuhan?

Pada persekutuan doa Rabu lalu, ada seorang Ibu yang memberikan kesaksian tentang suaminya yang terkena sakit gigi. Walau sudah diperiksa dan diobati ternyata tidak sembuh-sembuh. Setelah dibiopsi ternyata ketahuan suaminya terkena kanker. Bahkan tingkat kankernya sudah parah. Rahangnya sudah hancur. Seorang penderita kanker perlu pendamping yang tugasnya tidak mudah. Sang istri mendampingi suaminya dengan setia. Istrinya harus membantu mengeluarkan dahaknya dengan susah. Pendetanya berusaha memberi kekuatan dengan berkata, “Mengucapsyukurlah senantiasa”. Ibu ini awalnya belum bisa menerima dan berkata, “Bagaimana orang yang tidak bisa makan besoknya bisa mengucap syukur?”. Pendeta tersebut berkata, “Nanti suatu saat kamu akan mengerti.” Akhirnya Ibu tersebut berkata,”Saya baru mengerti waktu suami saya mengalami kanker.” Kalau kita tidak mempunyai kekuatan dari firman Tuhan, belum tentu kita bisa melewatinya. Tanpa memiliki kekuatan, orang bisa uring-uringan dan emosi. Sewaktu papa saya menderita gagal ginjal selama 6 tahun, walaupun sudah menjadi hamba Tuhan, saya mengalami kritis emosi, pikiran dan iman. Jangan berpikir hamba Tuhan itu hebat, karena hamba Tuhan juga punya kelemahan. Waktu sang pendeta berkata, “Nanti kamu mengerti saat mengalaminya”, akhirnya ia mengerti, Tuhan tidak meninggalkan anak-anaknya sampai sekarang anak-anaknya sudah menikah. Dulu waktu suaminya masuk rumah sakit, ia bahkan berutang Rp 20 juta dan terbukti Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anakNya.
Saat membaca firman bagaimana? Bagaimana kita menggalinya? Jangan hanya menjadi orang Kristen yang maunya “senang-senang” saja, tetapi kita harus bergumul dan berjuang membaca firman Tuhan dengan baik. Waktu menggalinya, ‘mutiara’ akan keluar dalam kebenaran dan kita menikmati karena firman Tuhan adalah kekuatan seperti yang dikatakan nats Alkitab, “Aku menikmati firman Tuhan setiap hari”. Kiranya kita bisa menyediakan waktu dan menggumuli firman Tuhan dengan baik. Dengan melakukannya, maka kita akan hidup.


Hati Hamba yang Setia



Pdt. Hery Kwok

Mat 24:37-39,45
37  "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
38  Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
39  dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Mat 25:21   Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Pendahuluan

                Sam Pek Eng Tay adalah kisah legenda dari Tiongkok mengenai tragedi romantika antara sepasang kekasih, Sam Pek dan Eng Tay (Liang Shan Bo (梁山伯) dan Zhu Ying Tai (祝英台)). Kisah ini sering dianggap sebagai Romeo dan Juliet versi Tiongkok. Drama kolosal Sam Pek Eng Tay  juga dipentaskan oleh Teater koma sejak 1988 sampai sekarang. Alur ceritanya (lakonnya) menarik, punya kekuatan dan membuat orang terharu karena di dalam cerita itu, dikisahkan tentang Sam Pek dan Eng Tay yang jatuh cinta dan walau cinta mereka dilanda badai kesulitan namun mereka tetap setia sampai mati. Cerita-cerita  romantis seperti ini membuat kita terharu saat kisahnya mempunyai pesan tentang kesetiaan. Cerita yang memuat konten kesetiaan akan mempunyai pengaruh pada orang-orang  yang menyaksikannya. Cerita tentang romantika banyak sekali, tetapi yang membawa pesan tentang kesetiaan mempunyai kekuatan sendiri. Contoh lain : kekuatan film Titanic dimunculkan saat kedua tokohnya (Jack dan Rose) menjunjung kesetiaan sampai maut memisahkan mereka. Ternyata kesetiaan seperti itu luar biasa dipuji oleh orang-orang yang melihat filmnya. Waktu kita mempunyai kualitas kesetiaan, orang akan mengacungkan jempol.

Kesetiaan itu sesuatu yang sangat langka dan tidak semua orang bisa dan kuat melakukannya. Hal ini terbukti dari banyaknya orang yang tidak setia. Banyak suami yang tidak setia walau ada juga istri yang tidak setia. Ada orang tua yang tidak setia dengan anaknya sehingga membuang anak yang Tuhan percayakan kepadanya. Begitu anaknya lahir langsung ditaruh di kardus dan dibuang. Anak dari paman (apak) saya pernah melihat kardus yang berisi bayi yang sangat kecil yang baru dilahirkan. Orang tua bayi tersebut tidak setia  dan menolak merawatnya. Juga banyak anak yang tidak setia terhadap orang tuanya. Saat sudah mapan ia tidak mau merawat orang tuanya. Ada jemaat yang tidak setia. Kita sering mendengar jemaat yang tidak setia dalam hal imannya terhadap Tuhan. Ia menjual imannya karena seraut wajah yang tampan/cantik. Ada juga yang untuk jabatan, ia lebih baik membuang iman kepada Tuhan Yesus. Ada orang yang mengeyampingkan rohaninya saat bicara jujur karena ingin mendapat untung banyak. Ada jemaat yang karena tersinggung , bosan atau alasan lain-lainnya, meninggalkan gereja. Kesetiaan memang hal yang langka.

Hamba yang Setia

                Saya sendiri tidak berani mengatakan bahwa saya adalah hamba Tuhan yang setia karena belum mencapai akhir hidup. Namun ada 2 pesan dari tema “Hati Hamba yang Setia”. Kitab Matius pasal 24-25 diberikan dalam konteks sebuah rangkaian khotbah tentang akhir zaman yang disampaikan oleh Tuhan Yesus. Matius mencatat siapa hamba yang setia pada pasal 25. Hamba yang setia adalah hamba yang diangkat dan didapati tuannya melakukan tugas yang diberikannya. Pasal 25:21 hamba yang setia adalah hamba yang setia melakukan perkara-perkara kecil. Pesan yang ingin disampaikan melalui Mat 25:21 adalah :

1.     Terkait dengan waktu : kita tidak pernah tahu kapan kita akan diminta pertanggungjawaban atas perkara-perkara yang dipercayakan kepada kita.

Nanti Tuhan Yesus akan datang di atas awan-awan dan semua manusia bisa menyaksikannya. Itu menunjukkan keagunganNya. Semua lidah akan mengaku dan semua lutut bertelut waktu kesetiaanNya dinyatakan untuk kedua kalinya. Tidak ada mulut yang tidak mengatakan Dia adalah Tuhan. Karena itu bentuk manifestasi manusia yang melihat Tuhan yang datang ke dunia. Kita belum tahu kapan Ia akan datang. Sedangkan kedatangan Tuhan secara pribadi terjadi waktu Ia datang menjemput saat kita meninggal. Tidak ada seorang pun yang mencatat kapan kita akan mati, kecuali orang yang mau bunuh diri. Bahkan orang-orang yang sakit parah pun , masih minta didoakan untuk cepat sembuh. Sehingga biar separah apa pun sakit seseorang, saya tidak pernah berdoa agar orang tersebut cepat-cepat meninggal. Saat saya membesuk di rumah sakit setiap Sabtu minggu ketiga dan bertemu dengan pasien yang sakit kanker stadium 4, saya tidak berdoa agar Tuhan mencabut nyawanya karena kalau hal itu terjadi maka itu adalah kehendak Tuhan. Bagaimana kalau Tuhan mau orang sakit tersebut sembuh kembali?

Di dalam ketidak-tahuan waktu inilah menyebabkan  ujian terhadap kesetiaan sulit sekali dilalui. Kita perlu mempersiapkan diri mennyongsong waktu itu. Kita jangan sampai kecolongan. Ada waktu yang kita tidak tahu yakni waktu yang dipakai Tuhan untuk menajamkan kesetiaan kita terhadapNya. Karena kesetiaan itu sering hilang dan kabur seperti pada Mat 24:39. Di zaman Nabi Nuh, orang makan ,minum, dikawinkan. Perjalanan hidup manusia sehari-hari dan gemerlap hidupnya bisa membuat manusia hilang kesetiaan. Maka kita perlu waspada dan tidak semua orang bisa mengakhiri hidup dengan baik. Ini merupakan pergumulan bersama kita. Apa kita benar-benar seperti yang dikatakan Tuhan Yesus sebagai “Hai HambaKu yang setia”. Ini perkataan yang luar biasa. Raja Diraja menyambut dengan kata-kata yang luar biasa itu. Ujian waktu yang tidak pernah kita tahu kapan terjadi atas diri kita. Itulah ujian yang membuat kita terlihat setia atau tidak. Unsur-unsur dunia membuat kita ditarik untuk tidak setia. Saya dan teman-teman seangkatan digodok selama 5 tahun di sekolah Alkitab. Di sini ada pembentukan karakter yang kuat. Sekarang para mahasiswa teologia bisa lebih cepat selesai S2 karena S1-nya dari sekolah sekuler. Sehingga kekuatan dan ketahanan mentalnya belum teruji. Waktu keluar dari sekolah Alkitab, ada hamba Tuhan yang melakukan ‘macam-macam’ seperti membawa kabur istri orang dan meninggal. Ia sudah terjebak dengan pesona dunia. Dalam jebakan inilah pada saat waktu yang tidak kita ketahui datanglah kematiaan sehingga sulit mengakhiri hidup dengan setia. Di zaman dulu ada seorang pengusaha kedapatan meninggal tanpa busana dengan perempuan yang bukan istrinya. Berita ini membuat heboh. Yang mengenaskan bukan sang pengusaha melainkan istri dan anak-anaknya yang masih hidup. Mereka menanggung malu karena sang pengusaha tidak setia dalam kemewahan yang ia peroleh.

          Kita berada dalam ujian yang sama. Mari kita bersama-sama berjalan, saling menguatkan dan bergandengan tangan supaya kita hidup dalam kesetiaan terhadap Allah sampai akhir hidup kita. Waktu mengakhirinya, kita tetap setia kepada Tuhan. Masih banyak tugas saat ini yang belum selesai, sehingga kita tidak berani bertemu denganNya. Tugas kita sewaktu hidup ada dalam pelayanan di gereja , di rumah , di keluarga, pada pekerjaan, lingkungan dan lain-lain. Dalam kurun waktu itulah kita sedang menjalani ujian kesetiaan, karena tantangannya sangat kuat sekali.

2.     Mat 25:21   Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Hamba yang setia dapat dipersiapkan dalam kerajinan dan ketekunan untuk melakukan tugasnya dengan baik. Dipersiapkan artinya dilatih. Itu dimulai dari perkara yang kecil. Dalam kegiatan dan ibadah sehari-hari, banyak jemaat yang tidak mengetahui orang-orang yang melakukan perkara-perkara yang kecil (bahkan namanya tidak tercantum). Sedangkan menghadapi event besar seperti Natal dan Paskah, semakin hebat jemaat mempersiapkannya. Ada yang mengatatakan, “Coba selama 52 minggu ibadahnya  seperti ibadah natal.” Karena selebihnya ibadahnya melempem, tidak inovatif dan membuat jemaat tertidur. Ada jemaat yang memang menjadikan gereja sebagai tempat tidur yang enak dan tidak ada hamba Tuhan yang menegurnya kecuali Pdt. Stephen Tong. Padahal saat menghadapi even-even tertentu latihannya  luar biasa karena kita berpikir akan tampil dalam momentum yang agung, mulia, besar dan disaksikan orang. Itu menjadi kekuatan kita sehingga latihan-nya luar biasa. Kalau  kebaktian biasa, melihatnya juga lemas. Apakah kita hadir sedemikian rupa? Apakah kita tiba di ibadah secara tepat waktu? Kalau dihadapkan pada perkara yang kecil dan yang besar, biasanya orang memilih perkara yang besar karena akan dilihat banyak orang sedangkan perkara yang kecil tidak pernah dipandang.

Hal ini berbeda dengan kriteria Tuhan yang mengatakan bahwa  hamba yang setia bukanlah hamba yang melakukan perkara yang besar tapi melakukan perkara yang kecil. Karena ketekunan melakukan perkara yang kecil itu yang benar dan Tuhan senang akan hal tersebut.  Ujian kedua menjadi hamba yang setia adalah harus dilatih dan dipersiapkan.  Kalau dipanggil melayani sebagai MC, anggota paduan suara, petugas persembahan (kolektan), penyambut tamu (usher) di gereja, kesetiaan melakukan dan mempersiapkan diri, menunjukkan apakah kita pribadi yang setia. Karena perkara kecil kita persiapkan dengan baik. Hal ini tidak mudah. Maka kalau kita terbiasa mempersiapkan, kesetiaan itu membuat Tuhan memberikan kepercayaan. Saat kita melakukan perkara kecil, kita orang yang teguh dan setia. Karena dengan telaten dan konsisten melakukan perkara yang kecil. Ini merupakan ayat penghiburan yang luar biasa. Membereskan tempat yang kotor tidak ada yang melihat,tapi Tuhan yang melihat. Saya tidak masalah untuk membersihkan. Sepanjang Tuhan dipermuliakan , tidak usah dipikirkan. Itu menjadi kebiasaan dan karakter kita. Kesetiaan dimulai dari hal yang kecil. Seperti semen yang mencetak sebuah bentuk , disitulah kita dibentuk. Omong kosong kalau di rumah tidak rajin, di gereja menjadi rajin. Itu adalah gambar yang kecil, di gereja hanya penampakan saja. Ujian hamba yang setia, kita harus konsisten dan tekun melakukannya. Disitulah engkau akan menjadi besar. Tidak ada orang yang menjadi besar tanpa ada yang kecil , tidak ada kekuatan kalau tidak dimulai dari yang kecil. Di kitab Injil, kita menemukan kesetiaan Tuhan sangat hebat. Ia datang dari kota ke kota untuk memberitakan kabar baik dan kerjaan Allah dengan baik. Ia memberitakan sampai akhir hayatNya di bumi. Kemudian Ia akan datang kembali, itu pasti. Itu bukan sesuatu yang kira-kira. Ia akan datang dan sudah digenapi sesuai nubuatannya di kitab Kejadian. Seluruh nabi –nabi sudah membuat nubuatan yang kemudian sudah digenapi. Ia akan kembali sudah digenap. Ia akan datang kembali. Ini seharusnya mendorong kita karena pasti ia akan datang. Kira-kira kita akan mempersiapkan diri dengan setia dan melayani dia? Apakah kita setia dalam perjalanan iman kita?

Ibadah kenaikan Tuhan Yesus tidak populer, karena ia naik. Tapi kalau turun , itu akan menakjubkan sekali menyaksikan Allah turun di atas awan-awan. Kita di kutub Utara melihatnya, yang di bawah lihat di atas, yang di Timur bisa lihat di Barat dan sebaliknya. Itu Tuhan yang buat. Kalau kita diijinkan ada dan melihat, dan tidak persiapkan diri, maka kita akan malu. Kalau kita tahu kepastiannya dan mempersiapkan dengan baik, maka kita akan bahagia. Mari belajar setia. Itu barang langka. Tidak semua orang dapat melakukannya. Karena harus konsisten dan tekun.