Monday, May 29, 2017

Pudarnya Semangat Menginjili


(Fokus pada Amanat Agung yang Tidak Dikerjakan)

Ev. Lien Vera Sitorus

Matius 28:16-20
16  Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
17  Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
18  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Roma 1:16-17
16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Penyebab Pudarnya Semangat Penginjilan

                Mengapa semangat penginjilan bisa pudar? Ada beberapa  hal yang bisa menyebabkan pudarnya semangat menginjili  :

1.    Belum lahir baru.

Orang yang ada di gereja , suka mengikuti kegiatan di gereja atau ikut melayani (aktifis) belum tentu sudah lahir baru. Hanya orang yang telah lahir baru akan memiliki semangat menginjili. Hanya orang yang telah lahir baru akan menjadi terang dan garam dunia. Matius 5: 13-16 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." Oang yang telah lahir baru, buahnya akan kelihatan. Hal ini bisa dilihat pada Matius 7:16-23 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.  Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.  Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Mat 7:16-23 merupakan perikop tentang pohon yang menghasilkan buah yang baik. Dari buahnya orang akan mengenal mereka. Kepada orang yang belum lahir baru, tentu tidak berkaitan dengan pudarnya semangat penginjilan  karena ia belum mengerti tentang Injil. Jadi pastikan hari ini kita telah menjadi orang Kristen.

2.     Sudah lahir baru tapi tidak bertumbuh.

Mengapa tidak (belum) bertumbuh?

a.        Benih ditaburkan di pinggir jalan (mendengar tapi tidak mengerti)

Matius 13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Orang menerima firman Tuhan tapi tidak pernah mau mengerti tentang firman Tuhan.

b.       Penindasan dan penganiayaan

Mat 13:20-21  Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Pudarnya semangat penginjilan karena ia tidak berakar disebabkan penindasan dan penganiayaan.

c.        Kekuatiran dan tipu daya kekayaan
Mat 13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Apakah benih kita ini ditabur di pinggir jalan, tanah berbatu, semak duri atau di tempat yang subur? Kalau yang di pinggir jalan, berbatu-batu dan semak duri, tentunya pasti pudar semangat penginjilannya. Itulah sebabnya sebelum Tuhan Yesus naik ke surga dikatakan, “Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka (Mat 28:16)”.  Satu ayat ini apa faedahnya (untung atau maknanya)? Apa manfaatnya bila nanti ketemu di Galilea? Matius 26:32 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea." Matius 28 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." Galilea adalah tempat yang dijanjikan. Apakah mereka percaya? Kitab suci mengatakan, sebagian ada yang ragu-ragu.

Sebagian dari orang-orang Kristen ada yang suka hasil yang instan. Bila Tuhan Yesus ada dalam diriku maka anak sehat, kerja lancar, orang tua sehat , itu yang menjadi hal utama dalam diri orang Kristen saat ini. Hidup harus enak, dihargai dan dihormati. Bila hidup tidak memuaskan, maka akan saya pertanyakan di mana Tuhan? Ketika gubernur DKI diputuskan masuk penjara selama 2 tahun, pertanyaannya ,”Mengapa Tuhan?” Itu pertanyaan menunjukkan keraguan, “Apakah Tuhan ada?”, “Haruskah A Hok mengalami penderitaan itu ?” Mendengar berita tersebut, saya langsung berdoa saat itu, “Tuhan di mana Engkau ? Tidakkah engkau menghentikannya? Mengapa begitu Tuhan?” Ternyata menjadi orang Kristen, tidak mudah. Saya minta maaf terlebih dahulu sebelum mengajukan pertanyaan, “Jikalau sesaat lagi kita mendapat berita bahwa anak atau orang tua atau istri atau suami meninggal dunia , apa yang bergejolak dalam hati? Apakah kita baik-baik saja?” Apalagi ada yang berjanji untuk bertemu namun tidak kesampaian. Contoh : seminggu sebelum memasuki Jumat Agung dan Paskah saya berdoa, “Tuhan mohon pelihara dan jaga mama dr. Kim Tju yang sedang lemah tubuhnya.” Kemudian di suatu pagi terdengar bunyi telepon di pastori. Biasanya kalau ada telpon di bawah pk 5 pagi merupakan pertanda adanya sesuatu. Waktu itu yang teringat di kepala saya , “Aduh Tuhan tidak menjawab doa saya.” Fokus pikiran saya kepada mama dr. Kim Tju. Tetapi saat saya terima teleponnya ternyata berita tentang meninggalnya mama Pdt. Hery Kwok. Pdt. Hery berkata,”Saya berjanji mau bertemu dengannya hari Selasa.” Biasanya hari Minggu Pdt Hery pulang ke rumah. Tetapi karena kesibukannya maka  dari Jumat  hingga Senin belum bertemu dan ternyata pada pk 5 hari Selasa mama Pdt Hery sudah tidak bisa bicara lagi dengan anak-anaknya karena sudah tiada. Pdt Hery hanya mendengar berita dan semua diurus dengan baik, tetapi tidak lagi bisa berbicara dengannya.

Pudarnya semangat menginjili, karena 3 hal tadi. Yakni saat mendengar firman Tuhan, tidak mau mengerti seperti orang bebal, firman Tuhan ditabur di tanah berbatu-batu (begitu ada penganiayaan dan  penderitaan langsung redup imannya) dan firman jatuh di semak duri (harta kekayaan dunia ini menghimpitnya). Itu yang membuat seseorang pudar semangatnya dalam  memberitakan Injil. Pengabaran injil bukan hanya tugas hamba Tuhan atau orang-orang yang sudah belajar di sekolah Alkitab, tetapi merupakan tugas semua orang yang mengatakan dan mempercayakan diri kepada Tuhan Yesus.

3.     Pemahaman keliru atas Amanat Agung

Amanat Agung pada Matius 28:19-20  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Siapa yang memberikan tugas ini? Tuhan Yesus. Kalau pemahaman atas Amanat Agung ini hanya sekedar tulisan belaka maka semangat kita memberitakan Injil akan pudar karena menganggap si Penyuruh itu adalah pesuruhku sehingga aku tidak mau mendengarNya. Sama dengan tidak mau taat (tidak ada ketaatan di dalamnya). Apakah kita yang berada di tempat ini berani melawan roh yang tidak mau taat kepadaNya? Berani? Pasti tidak berani! Padahal ini penguasa dunia yang berbicara. Dia mengatakan ,”Pergilah dan jadikanlah” tetapi kita tidak taat. “Hebat” kan? Kita bisa menyanyi, berdoa kepadaNya tapi kita tidak taat akan perintahNya padahal yang menyuruh kita adalah Raja di atas segala raja, Bosnya bos. Tentu saja hal ini membuat pudar semangat penginjilan. Penyebabnya adalah cara padang yang menganggap Yesus adalah “keset” yang memenuhi kebutuhan saya, pundi-pundi uang, kecukupan (jalan-jalan ke luar negeri, makan-minum cukup dan semuanya dicukupkan Tuhan). Kalau kekristenan hanya sebatas itu, tentu akan pudar semangat penginjilannya, bahkan akan mati karena desakan dunia .

Roma 1;16-17 dikatakan Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."  Dikatakan, “sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh”, lalu di mana keyakinan yang kokoh itu? Di dalam Injil! Karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya. Adakah kekuatan kita hidup dalam dunia ini? Semua kita punya kelemahan. Kita semua akan mengalami kesengsaraan, penderitaan dan akan meninggal dunia. Tidak ada yang abadi di dunia itu , baik barang maupun manusia. Karena tidak abadi, pasti muncul ketakutan dalam diri manusia. Padahal Yesus Kristus itu sudah mengatakan, “Segala kuasa sudah diberikan padaKu.” Segala sesuatu berada di dalam kuasa Yesus Kristus. Tuhan Yesus sudah menyembuhkan orang lumpuh, perempuan yang sakit pendarahan, mencelikkan mata orang buta , jadi kurang apa lagi kesaksian Tuhan Yesus? Bahkan Tuhan Yesus juga telah mengusir setan-setan. Setan tidak takut dengan manusia melainkan setan hanya takut sama Tuhan Yesus. Setan hanya tunduk pada Tuhan Yesus!

Sewaktu di Rumah Duka, ada kamar yang berada di ruang belakang dekat peti jenazah ternyata keluarga takut masuk ke sana. Yang berani ke kamar tersebut hanya Ibu Lince dan Ibu Henny. Hal ini terjadi karena seringkali di pola pikir kita telah tertanam anggapan bahwa orang yang meninggal dunia seolah-olah masih berkeliaran. Itu tidak benar! Alkibat mencatat, saat Lazarus (saudara Maria dan Marta) meninggal , ia sudah tidak lagi berada di dunia orang hidup. Maka setelah 4 hari dikubur, Lazarus  tidak mungkin hidup lagi. Lazarus adalah orang miskin dan saat meninggal ia berada di pangkuan Abraham sedangkan orang kaya setelah mati berada di tempat penderitaan dan dia tidak bisa lagi menginjili keluarganya. Dia tidak bisa lagi menyapa keluarganya. Karena orang yang sudah mati hanya ada di 2 tempat yaitu di sorga bersama Yesus Kristus atau di neraka. Jadi orang mati tidak bisa lagi berkeliaran. Namun, Lucifer ,setan-setan , roh-roh jahat, Legion adalah malaikat Tuhan yang memberontak kepada Tuhan masih berkeliaran di dunia ini. Jangan pikir mereka suka berada di pohon besar atau menetap di rumah, tetapi setan suka orang Kristen yang rajin membaca , mendengar firman Tuhan dan datang ke gereja. Jikalau kita tidak bersama dengan Kristus, bagaimana kita hidup menghadapinya? Saya pinjam perkataan Ev. Merni, “Kalau kita ada saat ini seperti saat ini, kita dijaga rapat dari penderitaan karena Iblis. Kita dijaga sedemikan rupa sehingga tidak akan Tuhan ijinkan setan menyentuh hidup kita. Penderitaan Ayub yang dicatat dalam kitab suci terjadi karena diijinkan oleh Allah. Seharusnya kita bersemangat memberitakan karena kita akan melawan roh-roh jahat dan roh-roh jahat hanya tunduk pada nama Tuhan Yesus. Kalau kita berada dalam Yesus Kristus, Ia akan menjaga rapat hidup kita. Kalau pun terjadi sesuatu dari kuasa kegelapan itu sudah Tuhan ijinkan. Terimalah Injil itu dan beritakanlah dengan semangat pada orang lain. Karena setan hanya tunduk pada Tuhan Yesus.

Yang terakhir, Tuhan Yesus katakan, segala kuasa sudah diberikan padaKu! Tidak ada keraguan dalam diri Yesus Kristus. Tidak ada lagi pertanyaan benar atau tidak? Kita ditunjukkan kepada kebenaran iman karena orang benar akan hidup oleh iman. Iman mutlak diperlukan untuk orang-orang percaya. Supaya seluruh hidupnya dipimpin pada kesucian hidup dan kebenaran. Tidak ada dosa yang mengintimidasi hidup kita. Peranan iman itu menjadi mutlak di dalam hidup orang-orang percaya jikalau tidak maka kita tidak akan bersemangat memberitakan Injil. Itulah yang dicatat dalam Kitab Suci.

Penutup

Bagaimana dengan kita? Bagaimana kondisi kita saat ini? Adakah kita masih belum percaya dan beriman kepada Tuhan? Hari ini yakinkan diri kita di hadapan Allah. Kalau kita saat ini sulit mengerti firman Tuhan, penuh dengan kekhawatiran dan takut dianiaya, bukalah Kitab Suci dan dapatkan iman percaya di dalamnya. Tuhan Yesus berjanji akan menghantarkan kita bertemu muka dengan muka denganNya apapun yang terjadi. Mari kita serahkan segalanya dan  beriman kepadaNya.
               



No comments:

Post a Comment