Monday, January 23, 2017

Muda Sukses, Tua Kaya, Mati Masuk Surga ???


Ev. Helen Sung

Kejadian 1

Pendahuluan

                Apakah arti dari  tiga frase yang menjadi motto dan diangkat menjadi tema hari ini “Muda Sukses, Tua Kaya, Mati Masuk Surga?” (perhatikan tanda tanya yang tertera di bagian belakang). Apakah berarti bila saat masih muda kita mengejar kesuksesan  dengan bekerja mati-matian, punya banyak uang, menjadi kaya lalu setelah meninggal otomatis bisa masuk surga? Apakah benar orang kaya akan masuk surga? Apakah benar orang yang sukses akan masuk surga? Apa yang dimaksud dengan sukses? Kejadian 1:27-28  Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Setelah Allah menciptakan langit-bumi dan segala isinya, lalu Allah memberkati mereka. Setelah manusia jatuh dalam dosa, tidak ada satu orang pun yang bisa “sukses” dan masuk surga. Setelah menciptakan manusia, Tuhan memintanya untuk memenuhi bumi. Sekarang bumi telah dipenuhi oleh manusia. Selain memenuhi bumi, apa yang Tuhan perintahkan agar manusia perbuat? Untuk menaklukkannya. Namun sekarang ini, manusia masih tidak bisa menguasai bumi. Buktinya gunung es yang ada di kutub utara dan kutub selatan sudah mencair akibat pemanasan global yang terjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga mengakibatkan banjir. Mengapa? Karena pepohonan di gunung-gunung dan hutan-hutan telah ditebangi secara serampangan lalu dijual. Hal itu menunjukkan keegoisan manusia. Banyak yang tidak memikirkan eksistensi bumi ini. 40 tahun kemudian minyak bumi diperkirakan akan habis. Air pun sulit didapat. Cuaca akan semakin panas. Bagaimana nanti manusia bisa hidup dengan lebih nyaman? Beberapa hari lalu cuaca terasa sangat panas seperti terbakar api. Ini semua adalah tanggung jawab manusia. Manusia harus mengurus bumi dengan baik.

Apa Itu Sukses?

                Banyak yang beranggapan bahwa manusia dianggap berhasil bila usaha dan karir-nya meningkat pesat, punya banyak uang , memiliki rumah mewah untuk ditinggali serta kendaraan untuk digunakan. Apakah orang kaya disebut sebagai orang yang berhasil? Walaupun banyak uang dan punya banyak istri, belum tentu orang kaya termasuk orang yang berhasil. Banyak orang kaya harta tetapi keluarganya berantakan. Ada orang yang memiliki uang yang berlimpah tapi belum tentu dikatakan sukses. Malah terdapat banyak orang kaya yang bunuh diri seperti :

-        Chung Mong-Hun, Presiden Direktur perusahaan konglomerasi Korea Selatan, Hyundai Asan Co. tewas bunuh diri setelah terjun dari lantai 12 gedung kantornya di Seoul tanggal 4 Agustus 2003. Dia adalah seorang yang sangat kaya sekali.

-        Georhe Eastman , pendiri Eastman Kodak Company dan penemu kamera roll , adalah salah seorang yang paling berpengaruh di dunia fotografi.. Berkat dia ada banyak orang yang mulai memiliki hobi fotografi. Sayangnya ketika dia sudah sukses, Eastman menderita masalah jantung, diabetes, dan penyakit tulang belakang membuatnya merasa tersiksa dengan kondisi yang kritis itu. Kemudian tanggal 14 Maret 1932, dia ditemukan tewas dengan menembak dirinya sendiri.

-        Seorang pemain bulutangkis termasyur dari Denmark, Svend Pri, mengakhiri hidupnya sendiri di usia 38 tahun pada tahun 1983. Dia pernah meraih sukses dengan mengalahkan legenda bulutangkis dari Indonesia, Rudy Hartono. Ia bunuh diri karena merasakan hidup di dunia ini tidak ada artinya. Dia bunuh diri karena tidak ada Tuhan Yesus dalam hatinya.

Sebaliknya walau ada orang yang miskin atau  tidak memiliki banyak uang dan gajinya hanya pas-pasan walau sudah berusaha sebaik-baiknya, namun ia tetap mengucap syukur dalam hidupnya. Kalau ada Tuhan Yesus dalam hati, kita tidak akan bunuh diri. Orang yang bunuh diri sebenarnya  sangat nekat. Tetapi karena Tuhan Yesus dalam hati maka kita tidak akan bunuh diri.

                Ada seorang pria setengah baya menelepon pendetanya dan berkata,”Pendeta, saya ingin bunuh diri!” Saat Sang Pendeta mendengarnya, ia merasa lucu lalu berkata,”Engkau sedang bercanda? Apa benar perkataanmu?” Pria ini menegaskan, “Benar Pendeta. Saya ingin bunuh diri!“ Sang Pendeta pun kemudian menanggapinya dengan serius,”Mengapa kamu ingin bunuh diri?” Pria itu kemudian membuka riwayat hidupnya. Ia berasal dari keluarga yang sangat miskin. Ia merasa pahit dengan kemiskinan sejak kecil sehingga setelah dewasa ia mati-matian mencari uang agar menjadi kaya-raya. Ia kemudian tergolong sukses dalam keluarga-nya dengan seorang istri dan anak-anak. Namun setelah itu , ia menelepon pendetanya ingin bunuh diri. Saat ditanya oleh pendetanya alasannya ingin bunuh diri, ia menjawab bahwa ia merasa sangat bosan dengan hidupnya! Ada juga orang yang merasa bosan melihat istrinya terus-menerus setiap hari atau sebaliknya ada istri yang merasa bosan melihat suaminya setiap hari. Apakah ada di antara kita yang merasa bosan dengan hidup ini? Pertanyaannya : Mengapa harus bosan? Kita hidup hanya sekali. Kita harus bersyukur berapa pun umur yang diberikan kepada kita. Saya tidak mengira Pdt. Paulus Sung akan meninggal mendahului saya karena tubuhnya sangat sehat. Saya pernah berkata kepadanya,”Nanti kalau sudah meninggal, saya mengijinkanmu  menikah lagi.” Dia hanya menanggapinya dengan tertawa. Namun kematiannya membuat saya berpikir, “Mengapa saya masih diijinkan Tuhan hidup dan tinggal di dunia ini? Pasti ada rencana Tuhan!”

Di kitab Injil Matius 19:16-23 dikatakan ada seorang muda yang sangat berhasil dan kaya. Ia kemudian bertanya kepada Tuhan Yesus, "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup   yang kekal?  Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah  Allah."  Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah,  jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,  hormatilah ayahmu dan ibumu   dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  " Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"  Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna,  pergilah, juallah segala milikmu   dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin,  maka engkau akan beroleh harta di sorga,  kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Sayangnya ia tidak mau ikut Tuhan Yesus karena hartanya sangat banyak. Apakah orang kaya sangat sulit masuk surga? Banyak yang berkata, “Saya punya uang banyak dan tidak perlu ikut Tuhan Yesus.” Namun cukup banyak orang kaya di dunia ini sekarang yang taat kepada Tuhan.

Zakheus (Lukas 19:1-10) juga orang yang kaya, tetapi ketika bertemu Tuhan Yesus, ia bertobat dan menerima Tuhan sebagai Juruselamatnya. Ini adalah suatu kebahagiaan Zakheus. Ia seorang yang sangat pintar. Walau ia punya banyak uang, saat Tuhan Yesus berkata, “Ikut aku!” maka ia pun mengikutiNya dan meninggalkan harta miliknya. Orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang bodoh. Kalau hari ini kita sudah mengikut Tuhan Yesus, kita tergolong orang pintar. Hari ini kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus dan memiliki uang, itu adalah anugerah dari Tuhan. Kalau tidak punya uang , bagaimana kita akan makan? Bagaimana kita bisa membeli baju yang baru? Kalau tidak punya uang, bagaimana memiliki mobil? Uang diperlukan setiap orang termasuk hamba Tuhan. Kalau kita memilikinya, itu adalah anugerah Tuhan semata. Ada orang yang mati-matian hidup untuk mencari uang. Namun ada juga orang yang setelah tua, tidak memiliki uang yang cukup. Saya mengenal beberapa pendeta yang hidupnya  sangat sederhana dan seumur hidup mereka terus melayani Tuhan. Mereka benar-benar mempersembahkan dirinya untuk Tuhan. Anak-anaknya juga tidak menjadi orang yang beruang banyak dan hidupnya sulit. Namun yang penting, “Apakah saat hidup di dunia , engkau sudah diselamatkan? Apakah kita sudah bertobat?” Dengan percaya kepada Tuhan Yesus, sepertinya anugerah Tuhan sangat murah. Tetapi anugerah Tuhan bukan murahan. Keselamatan perlu dikobarkan dalam hidup. Kitab Ibrani mengatakan bahwa tanpa mengucurkan darahNya, dosa tidak dapat diampuni. Sehingga Tuhan Yesus harus mati di kayu salib dan mengucurkan darahNya agar dosa manusia bisa diampuni.

Sukses berarti Melakukan Kehendak Tuhan

                Apa itu sukses? Sukses adalah melakukan kehendak Tuhan. Apa itu kehendak Tuhan? Di dalam kitab Injil banyak dikatakan tentang kehendak Tuhan. Kalau kita tidak membuka dan membaca Alkitab, bagaimana kita mengetahui kehendak Tuhan? Sukses adalah melakukan kehendak Tuhan di antaranya :

1.     Mengasihi Tuhan.
Kita harus mengasihi Tuhan. Maka saya mengajari cucu saya ,Andrew, agar menyayangi Tuhan. Dari kecil kita harus mendidik agar anak kita mengasihi Tuhan. Kalau kita tidak mengasihi Tuhan, bagaimana kita bisa mengajarkan keturunan kita untuk melakukannya? Kita harus terlebih dahulu mengasihi Tuhan. Kita harus memberi contoh bagaimana kita mengasihi Tuhan. Kita mengasihi Tuhan dan juga mengasihi sesama. Inilah kehendak Tuhan. Kalau tidak bisa mengasihi orang lain, maka hati yang mengasihi Tuhan nya itu bermasalah.

2.     Menjaga kehidupan yang kudus (suci).
Saat berkata-kata, kita jangan seperti orang yang tidak percaya Tuhan Yesus yang bicaranya sembarangan. Saat amarah kita bangkit , kita harus berhati-hati. Pikiran kita harus suci. Apa yang kita tampilkan juga harus kudus (suci). Kita jangan menyakiti hati orang lain. Ini sangat penting sekali. Saat menyendiri dan merenung, terkadang saya terus mengevaluasi,”Apakah saya telah menyakiti hati orang lain?” Kita setiap hari harus menyelidiki, apa kehendak Tuhan dan harus mengabarkan Injil. Apakah seisi keluargamu sudah percaya ? Kakak, adik, papa-mama, keluarga istri dan cucu-cucumu sudah percaya Tuhan Yesus? Kita harus bertanggung jawab. Jangan biarkan keturunan kita selanjutnya hilang.

Kalau kita mentaati kehendak Tuhan, kita menjadi sukses. Setelah tua kita akan bahagia. Dengan percaya Tuhan Yesus pasti kita merasa sukacita. Seperti calon gubernur DKI petahana, Basuka Tjahaja Purnama (A Hok) yang menyaksikan kepercayaannya  dan berkata,”Kalau mati, saya pasti masuk surga.” Apakah kita memiliki kepercayaan seperti itu? Adakah kita memiliki kepastian seperti itu? Ada yang mengatakan, “Mungkin.” Tetapi sebagai orang percaya, kita harus memastikan bahwa dengan percaya kepada Tuhan Yesus, kita pasti masuk surga. Itulah pengharapan kita.


No comments:

Post a Comment