Tuesday, December 17, 2013

Meneruskan Misi Allah



Pdt. Karyanto Gunawan

Yoh 17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
Yoh 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

Pendahuluan
Sejak November lalu, lagu dan dekorasi sudah banyak dipasang untuk menyambut perayaan natal. Banyak orang yang ingin merayakan kelahiran Tuhan Yesus tapi hanya sedikit yang mematahui perintahNya. Saat ini kita memasuki minggu advent yang seharusnya masa untuk mempersiapkan hati kita dalam menyambut kelahiran Yesus tapi kenyataannya kebanyakan kita sibuk mempersiapkan dekorasi rumah, membeli hadiah, membuat kue, berlatih paduan suara dan banyak kegiatan lainnya. Itu semua tidak salah. Yang salah adalah kalau kita hanya terpaku pada kegiatan tersebut dan kehilangan kesempatan dalam menyiapkan hati. Seharusnya kita memfokuskan kehidupan rohani kita pada hal yang penting yaitu Meneruskan Misi Allah. Seperti juga syair lagu “Bila Jiwaku DipanggilNya” (Must I Go and Empty Handed) yang digubah oleh George C. Stebbins dan syairnya ditulis oleh Charles C. Luther
Syair lagu ini ditulis oleh Charles C. Luther didasarkan pada kisah penginjilan pada seorang pasien yang setelah mendengarkan penginjilan lalu menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Si pasien merasa sukacita, karena dirinya sudan beroleh selamat, hanya saja penyakitnya semakin parah. Sebelum meninggal, dia menangis begitu rupa, Pendeta yang mendampinginya bertanya: mengapa kamu menangis? Dia terus menangis. Sampai saat dia tidak menangis lagi, Pendeta bertanya "Bukankah kamu sudah selamat, akan masuk ke sorga, berjumpa dengan Yesus, Juruselamat yang mengasihimu, mengapa kamu menangis?" "Saya tahu, saya sudah selamat dan saya bersyukur untuk itu, tapi waktu saya menghadap Tuhan nanti, haruskah saya pulang dengan tangan hampa? Kalimat itulah yang dijadikan lagu Bila jiwaku dipanggilNya, layakkah 'ku nampak sriNya. B'lum seorang yang kubawa,rahmat Hu tersia sialah.Belum selesai kerjaku,'ku tak layak nampak Hu. B'lum seorang yang kubawa,tangan hampa pulangkah? S'karang pulang kutak sesal,kar'na jiwaku t'lah s'lamat. Hanya hatiku sedih b'rat, kerjaanku b'lum berbuah.Kini kus'rahkan raga, jiwa, serta giat bekerja. Malam segera tibalah,kesempatan habislah

Natal merupakan Misi Allah
Banyak manusia dari lahir sampai dengan meninggal berputar-putar di 7C
1.     College (pendidikan). Orang tua mengumpulkan uang mati-matianagar anaknya bisa bersekolah. Dengan pendidikan yang baik berharap mendapatkan C yang kedua yaitu Career.
2.     Career (pekerjaan). Setelah ada pendidikan & pekerjaan yang baik mengharapkan dapat C yang ketiga (Card)
3.     Card (kartu = uang). Kita hidup di jaman uang plastik
4.     Car (mobil). Setelah ada uang yang lebih banyak lalu ganti mobil
5.     Condominium (rumah). Harga apartemen sekarang mahal, ada yang lebih dari Rp 25 juta/m2.
6.     Couple (pasangan hidup). Yang laki-laki mencari pasangan hidup dengan  kriteria 3B (beauty-cantik, behaviour-perilaku, brain-otak). Yang perempuan mencari laki-laki dengan criteria 3B (bibit, bobot, bebet). Setelah itu
7.     Children (anak-anak). Orang tua biasanya yang sibuk bila anaknya menempuh pendidikan.
Kalau orang Kristen juga berputar-putar pada 7C sangat memprihatinkan.
Kaisar Alexander Agung (33 tahun) dikenal sebagai pemimpin militer yang paling kuat dan penakluk dunia zaman kuno. Sebelum ia berusia 30 tahun ia telah menaklukkan kerajaan yang membentang lebih dari 3.000 mil dari Yunani ke India. Ia dilahirkan pada 356 SM di Makedonia, yang dikenal hari ini sebagai Yunani bagian utara. Pada detik detik terakhir hidupnya sebelum maut menjemputnya di atas tempat tidurnya, Alexander Agung berwasiat kepada jenderal perangnya yang terpercaya “Setelah kematian saya, ketika Anda membaringkan tubuh saya di peti mati, biarkan lengan saya menggantung di tepi mati dengan telapak tanganku terbuka lebar, sehingga masyarakat dapat melihat bahwa tangan saya kosong ketika saya meninggalkan dunia ini.” Kitab Talmud (kitab orang Yahudi) mengatakan, “Seorang bayi lahir ke tengah dunia dengan tangan yang menggenggam, namun ketika meninggalkan dunia tangan seorang manusia terbuka lebar”. Maksudnya manusia lahir ke dunia dengan nafsu ingin meraih segala sesuatu , namun waktu mati ia tidak membawanya serta. Seorang Kristen tahu waktu lahir dengan telanjang, dan sewaktu mati tidak membawa apapun juga. Hidup orang Kristen bukan hanya 7C saja. Hanya sedikit orang yang bisa hidup bebas dari 7C. Kalau orang dunia bisa, maka seharusnya orang Kristen juga bisa hidup bebas dari sekedar menguber 7C. Orang Kristen harus mengabarkan Injil (menyampaikan berita sukacita) seperti yang diperintahkan Tuhan di tengah-tengah lingkungan kita. Misi Kristen bukan dimulai oleh orang Kristen, yayasan atau gereja tapi oleh Allah sendiri. Kalau Allah tidak punya misi untuk umat manusia maka manusia akan terhilang.

Allah terus bekerja melalui nabi-nabi dan tidak pernah putus asa (menegur, menguatkan dan mengingatkan) memanggil manusia untuk kembali kepada Allah, namun nabi-nabiNya ditolak. Sampai pada puncaknya, Allah mengutus anakNya (mengaruniakan putra tunggalNya) untuk lahir di dunia. Inilah yang diperingati saat natal. Allah yang memulai dan kemudian memakai orang percaya untuk melanjutkan misiNya di dunia ini. Allah memulai dengan orang-orang yang sederhana (kedua belas murid Yesus). Awalnya mereka adalah orang yang tidak diperhitungkan , namun setelah menyerahkan dirinya menjadi pengikuti Tuhan, mereka menjadi orang-orang yang luar biasa. Melalui orang-orang sederhana seperti mereka, kuasa Allah bekerja. Bisa diibaratkan orang Kristen itu seperti pengemis yang menemukan gudang penuh makanan, lalu memberitahukan kepada pengemis-pengemis lainnya. Dia tidak tinggal diam tapi memberitahukan kepada yang lain.

Penginjilan
Penginjilan adalah suatu proses yang melibatkan kehidupan seutuhnya dalam membagikan injil Tuhan Yesus Kristus dengan kasih Allah, dalam pimpinan dan kuasa Roh Kudus dan mempercayakan hasil-hasilnya kepada Allah. Ada orang yang baru percaya pada saat akan meninggal dunia. Namun itu adalah proses yang panjang. Mungkin orang tua, anak-anaknya, orang-orang di lingkungannya telah berdoa begitu lama agar ia menjadi orang percaya. Kita mengabarkan Injil melalui perkataan dan kehidupan kita secara keseluruhan.
Friedrich Nietzsche (1844-1900) adalah anak seorang pendeta. Dalam seluruh hidupnya dia adalah pengkrititk orang-orang Kristen di (gereja-gereja) Eropa khususnya di Jerman. Suatu hari dia menderita sifilis, gangguan jiwa dan meninggal di rumah sakit , tapi tulisan-tulisannya pedas mengkritik orang-orang Kristen dan gereja sehingga disebut pembunuh Tuhan. Hal ini karena hidup banyak orang Kristen rusak. Ada yang mabuk-mabukan, berzina , berjudi dan lain-lain. Di rumah sebagai orang tua atau anak-anak, di tempat kerja sebagai rekan bisnis atau pemimpin atau bawahan, di kampus sebagai pelajar seharusnya sebagai orang Kristen memperlihatkan kehidupan yang benar dan sesuai dengan ajaran Yesus Kristus. Nietzshce mengatakan, “Orang Kristen harus memperlihatkan kepada saya bahwa mereka telah ditebus, baru saya bisa percaya kepada Penebus mereka” (Christians must show me they are redeemed, before I will believe in their Redeemer) artinya menjadi orang Kristen harus berani hidup berbeda dengan lingkungannya yang rusak.

Sewaktu naik pesawat dari Sorong ke Jakarta, saya duduk di sebelah haji dan istrinya. Mereka melihat tas saya yang bertuliskan PGTI. Lalu ia bertanya,”Dari gereja ya?” Setelah bercakap-cakap, mereka mau buku-buku Kristen. Lalu saya minta nomor telepon dan mengirimkan buku karya Pdt Stephen Tong dan Alkitab. Mereka mengucapkan terima kasih atas buku-buku yang saya kirim. Sewaktu ada KKR Pdt Stephen Tong, saya menelpon untuk menginformasikan ke haji tersebut untuk datang dan bila ada yang tidak dimengerti dapat bertanya. Sayangnya sang haji tidak bisa hadir karena ada acara. Itu bukanlah masalah, yang penting kita sudah melakukan perintah Tuhan dengan mengajaknya. Ada juga seorang teman yang diajak ikut KKR –nya Pdt Tong di Surabaya dan dia bertobat. Setelah lama tidak bertemu, akhirnya kami bertemu di beberapa acara KKR. Ternyata ia telah mengikuti Yesus dengan setia. Kita tidak pernah tahu hasilnya yang penting kita melakukannya.

No comments:

Post a Comment