Tuesday, April 14, 2015

TRANSFORMASI TOMAS


Pdt. Djie S. Mahoni

Yohanes 20 : 24-29
24  Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
25  Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
26   Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
27  Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
28  Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
29  Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Pendahuluan

                Setiap orang memiliki pola berpikir yang berbeda. Orang yang sederhana berpikir secara sederhana juga namun seringkali imannya lebih besar dibandingkan dengan  orang yang pintar. Pada zaman dulu ada banyak orang yang meragukan Tuhan dan saat ini jumlahnya semakin banyak termasuk ada pendeta yang ragu apakah Yesus pernah ada atau tidak. Bahkan ada pendeta yang mengklaim dirinya sebagai seorang ateis. Misal : seorang ‘pendeta’ dari gereja Metodist di Inggris mengklaim diri sebagai orang ateis. Saat dilarang untuk memberi khotbah di gereja, ia mengajukan tuntutan di pengadilan dan menang! Sehingga akhirnya ia tetap diberi kesempatan untuk berkhotbah di gereja. Di Amerika, ada komunitas ‘pendeta’ ateis. Masyarakat Kristen dikagetkan saat diadakan sebuah seminar besar , seorang dosen mengklaim dirinya sebagai seorang ateis setelah anaknya pindah sekolah. Juga saat para dosen seminari dikumpulkan pada suatu acara di Puncak, seorang pendeta senior  yang diundang sebagai penceramah mengatakan bahwa ia tidak percaya Tuhan! Kalau ia seorang ateis, lalu apa yang akan ia ajarkan di kelas?. Pada zaman dulu orang begitu sederhana pola pikirnya berbeda dengan sekarang di mana orang menjadi semakin pintar , ironisnya otak manusia telah membunuh imannya.

Rasio  vs Iman

                Sejak 2.000 tahun lalu, orang yang bersama dengan Yesus bahkan murid-murid  Yesus pun meragukan bahwa Yesus telah bangkit! Ketika Yesus mati , kita tidak punya kesan sedikit pun bahwa para murid menantikan kebangkitan Yesus. Padahal Yesus sudah mengatakan bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga. Justru musuh Yesus ingat akan perkataan Yesus tersebut, dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.  Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." (Matius 27:63-64). Berbeda dengan murid-muridNya yang  tidak terkesan menantikan Guru mereka bangkit, bahkan ketika Guru mereka bangkit, mereka tidak percaya!

                Semakin kemari, semakin banyak orang yang skeptis. Anak-anak yang pintar dan otaknya encer, dengan ilmu yang banyak , mungkin suatu saat mereka terjebak oleh logika mereka sendiri. Manusia tidak menyadari bahwa manusia adalah mahluk natural  sedangkan Tuhan adalah supra natural. Untuk manusia memahamiNya dengan tuntas tidak mungkin, karena ada lompatan yang tak terseberangi antara yang natural ke supra natural. Bahkan banyak hal yang natural yang tidak diketahui manusia. Dikatakan bahwa dokter saja hanya mengetahui 25% dari tubuh manusia, bagaimana mau berbicara tentang Tuhan? Hanya karena Tuhan mengirimkan wahyuNya sehingga apa yang tadinya tertutup , kemudian manusia bisa mengerti.

                Ukuran otak manusia hanya sebesar genggaman tangan manusia. Ada ilmuwan yang berkata, manusia umumnya baru menggunakan kapasitas otaknya sebanyak 4-5%, sedangkan Albert Einstein (1879-1955) menggunakan 15% dari kapasitas otaknya sehingga ia menjadi orang yang jenius. Walaupun kita bisa menggunakan otak kita 100% , maka otak kita tidak mungkin memahami Tuhan dengan tuntas. Bila Tuhan bisa dipahami seutuhnya , hal ini  berarti yang lebih besar adalah otak manusia yang seukuran kepalan tangan. Otak manusia tidak mungkin lebih hebat dari Allah. Kalau Allah tidak ada sesuatu yang tersembunyi itu adalah allah dalam filsafat. Tetapi Allah kita juga bukan Allah yang tidak masuk akal. Allah kita mengetahui otak kita walau kita tidak bisa memahami Tuhan dengan tuntas.  Berapa besar ukuran bulan? Ukuran bulan sebesar piring saat terlihat dari jauh, padahal ukuran bulan sebenarnya jauh lebih besar dibanding piring walau lebih kecil dari bumi. Bulan sepertinya kecil tapi bulan bisa berjuta kali dari ukuran yang dilihat mata mansuia. Mata kita dirancang untuk melihat dengan kapasitas seperti itu. Otak kita dirancang terbatas. Jadi jangan berusaha memikirkan Tuhan sampai tuntas.

                Seorang rabi  (guru dalam masyarakat Yahudi) bernama Kutcher anaknya lahir cacat dan ia berusaha mengerti Tuhan. Pada Yesaya 55:8 dikatakan, Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Setelah beberpa waktu dalam pergumulan, Kutcher tidak bisa menerimanya dan akhirnya ia berkata, “Tuhan memang baik, tetapi sayangnya Tuhan tidak maha kuasa. Karena kalau Dia maha kuasa, maka Dia tidak akan menciptakan anak saya yang cacat.” Rabi Kutcher tidak memahami rancangan Tuhan. Demikian pula dengan murid-murid Yesus yang percaya setelah melihat Yesus muncul di tengah-tengah mereka setelah kebangkitanNya. Tomas yang diberi tahu oleh murid-murid yang lain menolak. Tomas bersikeras tidak percaya. Hal ini sama seperti saat ini, ada orang-orang yang begitu skeptis. Namun Allah kita memberi jawaban pada orang-orang seperti Tomas. Kita harus memahami Alkitab melalui 2 jalur yaitu otak dan iman dan keduanya harus seimbang.  Ada orang yang memahami melalui satu jalur saja yaitu ada yang memahami iman tanpa otak dan ada juga orang-orang liberal mendekati Alkitab dengan rasio (otak) tanpa iman. Sehingga iman dibunuh oleh rasio. Maka ada ekstrim  kiri dan  ekstrim kanan. Seharusnya ada gabungan otak dan iman. Iman yang diajarkan Alkitab tidak membabi buta namun iman yang mempunyai alasan dan argumentasi yang membuat kita percaya.  

                Di dalam Alkitab terdapat banyak tulisan yang memuat argumentasi. Misalnya dari Perjanjian Lama kita belajar tentang bumi yang bulat. Sebelumnya kalau tidak belajar ilmu pengetahuan, saat ditanya apakah bumi bulat atau datar maka akan dijawab datar. Hal ini saya alami sendiri. Sewaktu kecil saya ke rumah kakek di Singkawang. Di sana saya berenang di laut namun saya takut berenang sampai ke ujung karena  takut jatuh di ujungnya karena berpikir bumi itu bentuknya datar. Di samping itu dalam benak saya, langit bentuknya seperti kuali bulat yang menudungi bumi dan suatu saat akan jatuh menimpa saya. Pikiran saya sebagai anak kecil masih kuno dan tidak ilmiah. Padahal sekitar sekitar 2.700 tahun lalu Yesaya  bericara tentang bumi yang bulat (Yesaya 40:22a Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang). Manusia baru mengetahui hal ini beberapa ratus lalu. Kalau dahulu Nabi Yesaya menggunakan logika, maka ia tidak mengatakan hal itu. Karena semua orang akan berkata, “Mana bulatan bola dunia? Semuanya datar” karena kekeliruan ini baru diperbaiki 2.000 tahun kemudian. Nabi Yesaya sudah ada 700 sebelum Yesus lahir, jadi 2.700 lalu ia sudah mengatakan hal itu. Sedangkan Christopher Columbus (1451-1506) baru membuktikan bahwa bumi ini bulat pada abad ke-15.

                Alkitab juga berbicara tentang rotasi bumi di mana yang bergerak adalah  bumi (bukan matahari). Bagi orang yang tidak mengerti tentang bumi, orang yang mengatakan “bumi  yang berputar” dikatakan sebagai orang bodoh karena baginya bumi tempatnya berpijak tidak dirasakan berputar. Padahal apa yang kita amati dan rasakan, belum tentu mewakili esensinya. Kalau kita membayangkan bola sebesar gedung gereja, lalu kita berdiri di atasnya, maka saat diputar kita akan pusing jadi kalau bumi berputar maka kita akan pusing karena rotasi, padahal saya tidak merasa bumi bergerak. Inilah masalah bagi orang yang tidak memahami pengetahuan. Di kitab Ayub banyak menggambarkan ilmu pengetahuan seperti rotasi. Misalnya : saat membuat tempayan, ada papan yang bisa berputar, lalu ada objek tanah liat yang dibuat berputar dan bumi digambarkan seperti itu dan hal Itu mirip dengan teori rotasi. Ternyata perputaran bumi itu benar adanya. Pada 19 Januari 1616, Galileo Galilei membuat dua pernyataan bahwa  matahari adalah pusat galaksi (heliocentric) dan bumi bukanlah pusat tata surya. Kita membicarakan hukum termodinamika 1 dan 2, siklus air dan arus laut yang baru ditemukan kemudian dan para ahli setuju Alkitab bukan omong kosong, karena Allah yang memberitahukan hal itu.

                Beberapa bulan lalu, saya membahas hal ini di majalah Standard, bukan saja ilmu pengetahuan tapi ilmu medis. Di Alkitab dikatakan bayi disunat pada hari ke delapan. Mengapa hari ke delapan? Hal ini disebabkan kandungan vitamin K prothrombin paling tinggi yakni  110 % dari normalnya. Kalau bayi disunat sebelum hari ke delapan, maka ia harus disuntik vitamin K terlebih dahulu karena vitamin K prothrombin berperan dalam pembekuan darah. Setelah hari ke delapan, jumlah vitamin K sudah menurun kembali. Alkitab (pada zaman Musa) juga sudah membicarakan  tentang karantina. Saat seseorang menderita kusta maka ia harus tinggal di suatu tempat yang dikhususkan (dikarantina) Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya (Imamat 13:46). Pembasuhan tangan juga sudah dibicarakan di Alkitab. Ada dokter kandungan di Rumah Sakit di Eropa dulu yang heran menemukan fakta banyak ibu-ibu yang setelah melahirkan meninggal dunia. Awalnya ia menduga  penyebabnya adalah pastor yang masuk ke rumah sakit  dengan membunyikan lonceng sehingga membuat terkejut ibu-ibu yang sedang menantikan kelahiran sehingga membuatnya meninggal. Lalu pastor tersebut diminta datang ke rumah sakit tanpa lonceng. Ternyata ibu-ibu yang meninggal tetap tinggi. Lalu ia terus menyelidikinya. Rupanya para dokter setelah melakukan operasi kelahiran bayi, berpindah-pindah dari satu operasi ke operasi lain karena banyak bayi yang lahir tanpa mencuci tangan sehingga darah ibu-ibu bercampur. Bila mencuci darah di baskom pun tanpa mengganti airnya yang kotor. Sehingga ditemukan penyebabnya. Padahal di zaman Musa sudah disampaikan tentang cuci tangan dengan air mengalir dan pembasuhan dengan hisop. Baru sekarang ada hari mencuci tangan international. Tentang larangan makan lemak (Imamat 7). Dilarang di Alkitab. 3.000 tahun lalu Alkitab berbicara. Ilmu pengetahuan baru menemukan kejelekkan bila memakan lemak. Di Alkitab juga disinggung tentang larangan untuk memakan binatang yang haram (Imamat 11). Riset kemudian mendukung kebenaran perkataan di Alkitab.

                Juga terdapat hal yang menarik tentang nubuat. Di dalam Aklitab terdapat lebih dari 216 nubuat tentang Yesus. Ada seorang ahli statistik di Amerika yang menghitung kemungkinan digenapinya  nubuatan. Untuk menggenapi 8 buah nubuatan kemungkinannya adalah 1 berbanding 10 pangkat 17 alias luar biasa kecil kemungkinannya. Sebagai ilustrasi digunakan daerah Texas (negara bagian terbesar kedua di AS dengan luas 696.200 km2) yang dipenuhi oleh koin. Texas luasnya 5 kali dari luas pulau Jawa (138.794 km2). Texas kemudian ditutup koin setinggi 2 kaki (sekitar 60 cm). Dengan demikian jumlah koin yang digunakan untuk menutupi luas kota Texas sungguh banyak sekali. Setelah seluruh Texas ditutup koin, lalu diambil 1 buah koin yang kemudian diberi-tanda dan selanjutnya koin tersebut diaduk dan dicampur dengan koin-koin lainnya. Lalu diundang seseorang yang tertutup matanya untuk mengambil koin yang satu itu. Itu artinya 1 berbanding 10^17. Itu baru kemungkinan penggenapan 8 nubuatan saja, padahal di dalam Alkitab terjadi penggenapan yang luar biasa. Untuk menggenapkan 48 nubuat maka kemungkinannya terjadi pada 1 orang adalah sebanyak 1 berbanding 10 pangkat 157! Di sini kita tidak bisa menggunakan koin lagi. Maka untuk mengilustrasikannya digunakan electron (1 inci elektron = 2,5 cm). Bila diasumsikan dalam waktu 1 menit bisa dihitung 250 hitungan maka untuk menghitung jumlah elektron dalam 1 inci digunakan waktu 19 juta tahun!. Tapi sekarang yang dihitung bukan 1 inci melainkan, 1 meter kubik sehingga waktu yang digunakan 19 juta x 19 juta  x 19 juta tahun. Sangat banyak sekali. Lalu elektron diaduk dan diambil sekali saja sehingga kemungkinannya 1 berbanding 10 pangkat 157. Ini sudah absolute mustahil. Tetapi di Alkitab bukan hanya terdapat 48 nubuatan!

Yesus Benar-Benar Bangkit!

                Alkitab memberikan hal-hal yang luar biasa memuaskan. Alkitab bukan omong kosong. Beriman pada Yesus bukan isapan jempol atau iman yang membabi buta. Bagi yang termasuk kelompok skeptis janganlah ragu! Bukan kita tidak lebih pintar dari orang lain. Beberapa puluh tahun lalu ada seorang wartawan bernama Albert Henry Ross (1881 – 14 September 1950 dengan nama samaran Frank Morison) dan seorang ahli hukum. Ia  mendapatkan tugas untuk menulis buku tentang kebangkitan Yesus adalah omong kosong dan isapan jempol. Frank Morison mengadakan riset dan akhirnya ia menulis buku Who moved the stone? (1930). Ia berakata bahwa  ini adalah buku yang saya tidak mau tulis karena justru dalam risetnya ia berkesimpulan bahwa Yesus telah bangkit! Frank Morison membaca buku Lee Strobel (63, seorang ahli hukum, mantan ateis, jurnalis, yang memang dilatih untuk melakukan riset). Kebangkitan Yesus adalah sentral dari kekristenan, dan Lee Strobel ingin membantahnya. Ia kemudian melakukan riset panjang lebar dan akhirnya ia berkesimpulan, bahwa Yesus memang benar-benar bangkit! Demikian pula dengan Simon Greenleaf (December 5, 1783 – October 6, 1853) yang bukunya sangat mendunia. Ia seorang professor Yahudi, ahli pembuktian yang sangat terkenal. Simon Greenleaf juga seorang pengacara terbaik dan mengalahkan semua pengacara di Eropa. Simon Greenleaf menganggap bahwa kebangkitan Yesus omong kosong sampai ia ditantang mahasiswanya. Dalam risetnya akhirnya Simon Greenleaf yang skeptis dan ateis menjadi Kristen! Karena melalui risetnya ia  sampai pada kesimpulan bahwa Yesus bangkit!.

Yoh 20:27-29  Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"  Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."


Saya awalnya berpikir bahwa setelah  orang yang diyakinkan maka ia akan menjadi orang percaya, ternyata tidak. Orang yang yakin Yesus bangkit ternyata belum tentu percaya! Berbeda dengan kita yang bisa percaya! Berbahagialah orang percaya walau tidak melihat. 

Monday, April 6, 2015

Tinggikan Dia!


Pdt. Arganita Saragih

Lukas 3:10-20
10   Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?"
11  Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."
12  Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?"
13  Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."
14  Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."
15  Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
16  Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
17  Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."
18  Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.
19 Akan tetapi setelah ia menegor raja wilayah Herodes karena peristiwa Herodias, isteri saudaranya, dan karena segala kejahatan lain yang dilakukannya,
20  raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara.
               
Pendahuluan

                Mengapa tema “Tinggikan Dia” menjadi sangat penting? Karena natur manusia berdosa sehingga manusia ingin ditinggikan (tidak ada yang mau direndahkan). Penyakit psikis pemimpin dan orang masa kini adalah harga diri. Harga diri penting karena begitu harga dirinya tersinggung maka eksistensi diri dan pengakuan terhadap dirinya tercabik dan merasa direndahkan. Sehingga orang berlomba-lomba ingin menjadi sukses, berada, punya banyak gelar dan jabatan yang tinggi agar ia menjadi orang yang dihargai dan ditinggikan oleh orang lain (diakui keberadaannya oleh orang lain). Kejatuhan Adam dalam Taman Eden karena ia ingin meninggikan diri seperti Allah. Keberdosaan Adam diturunkan  kepada manusia yang lahir di dunia sehingga manusia lahir dalam keberdosaaan. Namun  Yesus sudah bangkit  agar orang yang sudah diselamatkan berbeda dengan orang dunia yang ingin dirinya ditinggikan, Kita sebagai orang percaya kita harus mawas diri agar kita jangan memiliki keinginan untuk ditinggikan.
                Saat tokoh Yesus dalam drama yang dipentaskan tadi keluar dari goa, saya merasa merinding. Melihat Yesus bangkit membawa kunci kerajaan Allah, saya bergumul saat menyampaikan firman Tuhan. Ada kegentaran luar biasa saat naik  mimbar. Saya berpikir apakah sebabnya Yohanes Pembantis pada Yohanes 3:28 diberi mandat untuk membuka jalan sebelum Yesus melayani? Yohanes Pembaptis yang merupakan nabi terakhir dari Perjanjian Lama mengatakan, "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” (Markus 1:7). Ia mengetahui keberadaannya, walau ia dipakai oleh kerajaan Allah (Yohanes Pembaptis dipakai luar biasa dengan banyak pengikut sehingga banyak orang yang bertobat. Ia menegur pemuka agama,”Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati “(Mat 12:34  ). Ia menyadari bahwa kuasanya bukan berasal dari dirinya, tapi berasal dari surga, yaitu Allah Bapa. Sehingga ia mengatakan “membuka tali kasutNyapun aku tidak layak”. Ketika pengikutnya pergi mengikut Yesus Yohanes Pembaptis tidak marah! Semuanya bukan karena kuat kuasa diri tetapi karena anugerah Allah. Kita seringkali lupa saat memiliki kekuasaan dan karisma yang besar, punya  banyak harta  untuk mengontrol orang lain, memiliki jabatan tertentu sehingga mampu menguasai banyak hal. Kita lupa yang memberikannya adalah Allah yang menang atas kuasa maut.

Prinsip Meninggikan Allah

1.     Orang yang meninggikan Allah adalah orang yang memiliki belas kasihan. Allah yang turun menjadi manusia, merendahkan diriNya karena Dia memiliki belas kasihan agar  manusia tidak bisa masuk ke kesengsaraan kekal yang tidak ada ujungnya dan, mati mengalami penderitaan luar biasa tanpa akhir. Itulah neraka yang seharusnya kita disana. Alkitab mengatakan neraka adalah lautan api dan belerang. Di sana ada kertak gigi dan kegelapan tiada akhir (Mat 8:12  sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.") ,tetapi Allah turun menjadi manusia, karena dosa harus ditebus oleh kematian. Allah kita tidak bisa mati. Sangat salah seorang filsuf mengatakan Allah orang Kristen adalah Allah yang bisa mati. Karena Dia tidak bisa mati maka Dia menjelma menjadi manusia agar bisa menebus dosa manusia. Tanpa belas kasihan tidak ada karya keselamatan Kristus di kayu salib. Kalau Kristus hanya mati dan tidak bangkit maka kematiaanNya sama seperti kematian manusia lain. Ketika bangkit, belas kasihanNya mengalahkan iblis sehingga manusia bisa masuk ke dalam kerajaan sorga nan kekal. Orang yang meninggikan Allah adalah orang yang memilik belas kasihan seperti yang dikatakan pada Lukas 3:10-11. Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?"   Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?"  Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."

2.     Orang yang percaya Kristus harus mengetahui bahwa dirinya harus merendahkan diri terlebih dahulu untuk ditinggikan Allah. Yesus , Allah yang turun ke dunia merendahkan diri sama seperti kita dan memiliki kekurangan oleh kedagingan manusia, tapi Dia rela merendahkan diri. Ini merendahkan diri yang luar biasa! Berbeda dengan Lucifer (Bintang Timur, putera Fajar, Yesaya 14:12) yang ingin meninggikan diri (menjadi seperti Allah).  Bagaimana cara agar dapat merendahkan diri? Hal ini sangat sulit dimiliki, karena hanya bisa didapat dari anugerah Allah. Kita harus memintanya kepada Allah. Manusia sulit untuk bisa rendah hati. Bila dipuji sedikit, membuatnya tinggi hati dan menganggapnya itu yang terpenting. Sehingga bila orang tersebut dipuji maka semua yang diinginkan darinya akan diberi. Itu namanya senang dijilat. Sekarang banyak orang dijilat orang lain dan hal ini tidak terkecuali masuk dalam gereja. Saya sangat takut dengan orang seperti ini. Saya memiliki tipe temperamen sanguin yakni tipe orang yang mudah sombong, fasih lidah dan bisa memukau orang sehingga banyak orang menyukai. Saya berdoa agar Tuhan menolong saya agar saya semakin kecil dan Yesus semakin besar. Seorang dosen saya berkata, kita akan jatuh dalam dosa kesombangan bila kita meninggikan diri. Ada hamba Tuhan yang awalnya memiliki pelayanan yang luar biasa bagus, tapi 25-30 tahun kemudian hancur karena jika Tuhan tidak ditinggikan maka pelayanan pun akan dihancurkan. Karena Tuhan tidak ingin orang atau pelayanan yang meninggikan diri. Saya melakukan pelayanan di sekolah-sekolah Kristen yang hampir bangkrut (rusak). Terlepas dari salah kelola namun hal ini terjadi karena Tuhan tidak ditinggikan di situ. Hidup kita akan hancur karena Tuhan tidak ditinggikan namun  kalau kita hancur bersyukurlah karena Tuhan ingin menginginkan agar kita kembali ke natur semula untuk meninggikan Allah. Manusia tidak pernah diciptakan untuk meninggikan diri sendiri, nenek moyang atau gerejanya tetapi manusia diciptakan untuk meninggikan Allah. Ketika hari ini kita mungkin mengalami kesulitan, keterpurukan , tugas yang begitu berat, evaluasilah apakah karena kita tidak meninggikan Tuhan? Uni Soviet (1922-1991) merupakan negara adidaya namun akhirnya hancur pada tahun 1991. Di bandara internasionalnya pernah dipasang tulisan, “Tuhan tidak ada di sini”. Mereka merasa seakan kuat tanpa Allah sehingga Tuhan menghancurkannya sehingga menjadi negara yang terpecah-pecah. Hati-hati menjadi tinggi-hati. Rendah hati adalah modal untuk hidup dalam Tuhan. Kalau kita bisa melayani itu karena anugerah Tuhan semata. Orang rendah hati tidak takut direndahkan. Karena kita adalah hamba Tuhan , maka kita tidak mudah patah hati dan tidak merasa sakit hati, karena harga dirinya sudah diserahkan kepada Allah. Orang inilah yang akan ditinggikan Tuhan. Ketika dimaki tidak membalas, dia tidak mudah menangis karena direndahkan orang, maka ia akan ditinggikan Yesus. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Matius 23:12). Dialah Allah yang patut ditinggikan.

Pada Tahun 2002, Cahaya Bagi Negeri (CBN), production house yang memproduksi program TV di antaranya yang paling dikenal adalah Solusi, tayang sejak tahun 1999). Bagi pemirsa yang ingin didoakan atau berkonsultasi tentang permasalahan hidup dapat menghubungi layanan Counselling Center CBN 24 jam melalui telepon, SMS, chatting dan email. CBN meminta saya bergabung untuk menyampaikan khotbah yang diambil gambarnya untuk ditayangkan. Kalau saya menerimanya maka saya akan menjadi orang terkenal. Saya bergumul, “Tuhan Engkau tahu kelemahanku”, akhirnya dengan kekuatan dari surga saya berhasil menolak karena tidak ingin keterkenalan dan uang membuat saya takut kalau Tuhan tidak ditinggikan dan  Roh Kudus tidak bekerja. Sebelum saya naik ke mimbar, Tuhan bekerja luar biasa. Itu pun dirasakan oleh jemaat yang hadir. Hanya karena Kristus, gereja ini akan tetap ada sampai saat ini dan sampai Tuhan Yesus datang kedua kali. Tidak boleh kita yang ditinggikan melainkan hanya Yesus yang ditinggikan. Yohanes Pembaptis tetap meninggikan Allah walau akhirnya dipenggal karena pemberitaan Injil.


Mulai sekarang kita lepaskan keinginan daging agar dilihat orang dan membuat kita sombong karena apa yang kita miliki semata hanya anugerah Allah. Hari ini kita memiliki kefasihan dan kemampuan yang dimliliki karena anugerah Allah. Jangan sampai hal-hal yang kita miliki menjadi berhala dalam kehidupan kita. Tadi pagi saya memimpin KKR Paskah. Saya berdoa agar jemaat sungguh-sungguh diubahkan dalam Tuhan. Dari 223 orang yang datang, yang maju ke depan sebanyak lebih dari 100 orang. Ketika orang bertobat dari kelakuannya yang jahat, saya menangis di atas mimbar. Siapa saya Tuhan yang bisa membawa orang bertobat?  Saya menangis melihat kuasa Tuhan, sedangkan saya tidak ada apa-apanya! Seperti Yohanes Pembaptis mengatakan “membuka tali kasutNyapun saya tidak layak!” saya berkata, “Siapa saya Tuhan sehingga Tuhan pakai?” Saya melayani di SKKK Makasar belum setahun sudah berkembang. Siapa saya Tuhan? Semata-mata Tuhan yang memberi hikmat sehingga satu per satu bisa diselesaikan. Orang yang tadinya curhat bisa dibenarkan. Iblis dikalahkan di sana, karena kuasa Tuhan bukan karena aku. Tidak ada orang yang mampu melakukan pekerjaan walauapun “kecil” kalau bukan dari Tuhan! Kalau bukan kerendahan hati! Saya bersyukur GKKK terutama di Bandung, ketika pelayanan dipegang oleh Pdt. Philip Andrew dalam waktu 5 tahun ribuan orang datang. Saya berdoa agar GKKK Mangga Besar juga memperoleh hal yang sama. Tuhan akan memulihkan sehingga lingkungan di sekitar gereja ini dibongkar ke kiri dan ke kanan untuk dibesarkan menjadi lahan gereja karena untuk menampung banyak orang yang bertobat! Tinggikan dia tidak ada yang lain! Yesus Kristus ditinggikan Bapa, kebangkitanNya karena Dia mau merendahkan diri. Jika ada yang merasa cukup dalam melayani Tuhan, maka kembalilah kepada Tuhan! Paskah seharusnya membawa pemahaaman diri untuk kembali kepada natur kita. Paskah membawa kita kembali kepada keberadaan kita yang nothing (tidak ada apa-apanya). Kita jadi apa-apa karena salib Kristus. Jiwa kita diselamatkan sehingga kita menjadi warga negara surge juga  karena salib Kristus! Kita  mampu melakukan pelayanan kita karena salib Kristus. Sebagai orang percaya dan hamba Tuhan, kita memang sudah dalam posisi rendah, sehingga jangan sakit hati, karena kita seharusnya direndahkan karena Krisuts ditinggikan. Kita tidak layak bahkan untuk membuka tali kasutNya pun!

Saturday, April 4, 2015

Allah Peduli


Pdt. Hery Guo

Roma 8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Roma 5:1-11
1   Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
2  Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
3  Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
4  dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5  Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
6   Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
7  Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar  —  tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati  — .
8  Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
9  Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
10  Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
11  Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Pendahuluan

                Apa dasar keyakinin Rasul Paulus bahwa penderitaan yang dialaminya saat hidup tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan diterimanya? Untuk menjawabnya dapat dilihat pada perikop Roma 5:1-11. Suatu kali ada seorang guru berbicara kepada seorang siswi SMA-nya. Ia bertanya kepadanya, “Beberapa waktu ini saya melihat kamu bermusuhan dengan kawan karibmu. Biasanya kamu selalu bersama-sama dengannya. Kamu berdua bersama-sama ke kantin, ke perpusatakaan dan berolahraga bersama. Mengapa sekarang kamu tidak bersama lagi? Sang siswi menjawab, “Pak, sekarang saya benci dengan dia. Dulu memang dia kawan karib saya.” Sang guru bertanya lagi,”Mengapa persahabatanmu menjadi rusak?” Sang siswi menjawab, “Karena ia tidak pernah peduli terhadap saya!”. “Apa yang membuat kamu merasa begitu?” tanya Sang Guru lagi. “Karena ia tidak mau lagi melakukan apa yang saya minta, saya inginkan serta permohonan saya. Jadi bagi saya ,dia bukan kawan saya, karena ia tidak pernah peduli akan apa yang saya mau!”

                Ukuran apa yang bisa dipakai untuk mengukur dia peduli saya? Apakah berdasarkan kriteria untuk mengukur kepedulian Allah? Gambaran bahwa ia bukan teman saya karena ia tidak peduli dengan saya karena tidak mau memenuhi apa yang saya inginkan dan saya saya mohonkan? Pada waktu kita melihat dan menilai Allah, apakah Dia peduli benar-benar memperhatikan saya (diukur dari saya ke Allah)?. Itu sebabnya waktu kita menemukan kesulitan dan pergumulan, kita menilai Dia tidak memperhatikan dan menolong saya dan kita berkata Dia tidak peduli saya.

                Ada kesaksian dari buku “Ketika Allah Meratap” (When God Weeps) dari seorang yang mengalami sakit yang luar biasa (karangan Joni Eareckson Tada dan Steven Estes ). Buku itu sangat menggugah hati dan padangan saya dalam menilai Allah. Kata “meratap” adalah kata yang kuat yang menggambarkan betapa Allah sedang sedih, menangis dan meraung-raung seperti kehilangan orang yang dikasihNya terhadap ciptaan yang menilaiNya. Dalam buku tersebuat dikisahkan tentang seorang wanita bernama Karla Larson. Karla bukanlah seorang Kristen yang beribadah hanya pada waktu ia mau atau senang, tetapi ia adalah seorang Kristen yang setia. Usia 40 tahun sebenarnya bukanlah usia yang tua. Filosofi di Amerika mengatakan bahwa perjalanan manusia mulai di usia 40 tahun. Karla menderita diabetes akut. Agar tetap hidup dokter berkata kedua kakinya harus diptong. Maka kedua kakinya diamputasi sehingga ia tidak mempunyai kaki lagi. Kemudian ia pun menggunakan kaki palsu, Dalam buku tersebut dikisahkan juga  dalam perjalanan hidupnya di kemudian hari anggota tubuhnya juga lepas seperti jarinya, hal ini disebabkan tingkat diabetesnya tinggi sekali. Ia mengalami serangan jantung yang parah sehingga terasa sakit sekali. Dia juga punya penyakit gagal ginjal sehingga harus dicangkok. Ia mengalami pembengkakan yang parah dan menuju kebutaan pada matanya. Pergumulan Karla sangat berat, jarang ditemukan pergumulan seperti yang dialaminya. Apakah ada di antara kita yang lebih menderita darinya? Biasanya pergumulan siswa adalah saat mendapat nilai jelek , pergumulan pemuda adalah kesulitan dalam meraih jenjang karir yang tinggi dan jodoh yang dirasa sulit (diputus kekasih), permasalahan perusahaan yang sedang mengalami kesulitan menentukan patokan harga atau dalam tahap kehancuran sehingga akhirnya berkata “sepertinya Allah tidak peduli saya”. Mengapa Tuhan tidak menolong saya? Banyak pergumulan yang sepertinya Tuhan tidak pedulikan dan tidak memberikan jalan keluar. Namun dibandingkan penderitaan Karla apakah sebanding? Seorang kawan saya punya perusahaan yang berdiri lama sekali dan sedang dalam kesulitan. Apakah kita sedang bergumul dalam rumah tangga, tragedi antara suami–istri-anak-mertua, pergumulan yang tidak mudah dalam perjalanan, sehingga kita berkata, “Mengapa Tuhan tidak memberikan perhatian kepada saya?”

                Saat bergumul dan merenung tentang kepeduliaan Allah, kita seringkali jatuh dalam kesalahan karena dari kitalah kita menilai Allah dan mencoba melihat Allah berdasarkan perasaaan dan kesulitan yang kita hadapi. Kesulitan seringkali membuat kita tidak melihat Allah peduli. Padahal kitab Suci mengatakan Allah hadir dalam dunia , merasakan pergumulan-pergumulan yang dialami oleh manusia. Dia meneteskan air mata, merasakan kesunyian dan dicampakkan (dalam film The Passion of The Christ, 2004, Mel Gibson mengangkat kesunyianNya yang luar biasa. Ia ditinggal oleh murid-muridNya). Yang paling mengerikan, kesunyian ditambah penderitaan menjadi ramuan yang paling berbahaya dan bisa mematikan manusia. Saat merasa sunyi tanpa seorang pun mendampingi, yang ada keputusasaan dan hidup sebentar lagi. Yesus merasakan itu semua.
               
Melalui tulisan Rasuli Paulus kita melihat betapa Allah peduli.
Roma 5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Ayat 11: Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Kita hidup dalam damai sejahtera karena kita sudah menerima pendamaian itu. Yesus yang mati 2.000 tahun lalu mengorbankan nyawaNya supaya kita mempunyai damai sejahtera hidup dengan enak dengan Tuhan karena Kristus mati untuk saya. Kita tidak bisa hidup tanpa pendamaian Allah..

                Saat SMP saya tinggal di Matraman dan bersekolah di SMP Budhaya. Ada perkampungan orang Ambon di sebelah sekolah yang anak-anaknya berasal dari keluarga yang ekonominya sulit sehingga menjadi berandalan. Mereka minta uang dari anak-anak sekolah termasuk saya. Setiap hari saya dipalak Jadi kalau dimintai uang, saya tidak mampu jajan. Setiap kali bangun tidur dan berangkat ke sekolah saya ketakutan dengan orang yang minta uang. Bila dibilang tidak ada, maka mereka marah dan saya ditendang. Mereka akan meneror secara fisik. Saya menganggap mereka sebagai musuh, kalau boleh saya tidak ingin bertemu mereka. Saya mengalami rasa takut dan tertekan bertemu musuh. Kalau Kristus tidak memberikan diriNya maka selamanya kita akan bermusuhan dengan Allah. Kita yang memusuhi dan membenci Allah, Dosa Adam menyebabkan manusia berdosa dengan Allah. Allah maha dahsyat dan suci dan bisa menghancurkan manusia dengan hembusan nafasnya. Saat menghadapi orang suci , kita mengalami ketakutan tidak ada damai sejahatera. Adam-Hawa bersembunyi di belakang pohon karena Allah yang bisa menghanguskan mereka. Umat Israel juga ketakutan berhadapan dengan Allah sehingga meminta Musa untuk berbicara “Karena kalau kami berhadapan dengan Dia, kami akan mati!”.
Ayat 1 dan 11 ayat yang luar biasa. Allah mendamaikan kita dengan diriNya. Hal ini demikian luar biasa.  Bagi saya pernyataan ini sungguh ajaib sekali sehingga kita tidak mengalami ketakutan , kegentaran, kegelisahan tentang hidup ini. Saya bwberapa kali melayani orang yang akan meninggal dunia, reaksi nya macam-macam. Ada orang Kristen yang takut mati. Waktu diminta untuk tenang saja, mungkin mereka berkata, “Pak pendeta tidak mengalami sendiri. Kalau mengalami baru rasa takut!” Waktu kita diperdamaikan dengan Allah maka sesungguhnya kita hidup dalam damai sejahtera yang tidak bisa diambil. Bangkrut, putusnya kekasih, pencarian pekerjaan yang sulit tidak akan mengambil damai sejahtera itu. Allah sangat luar baisa kepedulianNya dalam konteks Jumat Agung. Rasul Paulus ingin memberikan inti (hal yang utama dari rencana Allah) bahwa Dia sangat peduli dalam perkara keselamatan manusia.

Inti (Utama) dari rencana Allah buat manusia
Allah peduli terhadap:
       Kepedihan kita
       Kemiskinan kita
       Hati kita yang remuk
Namun fokus Utama ALLAH adalah menyelamatkan kita
Ay.6: Kristus mati utk kita orang-orang durhaka
Ay.8: Kristus telah mati utk kita ketika kita masih berdosa

                Mari kita lihat cara kerja dan fokus Allah. Bukan Allah tidak peduli kepedihan, kemisikinan, kesulitan ekonomi kita sehingga tidak bisa makan. Papa saya yang cacat sehingga sulit untuk dapat mencari makan untuk besok. Kami sekeluarga hanya dapat 2 bakut untuk makan beramai-rama atau mama masak telur dengan tim sehingga anak bisa makan dengan banyak. Dia peduli dengan itu. Pada Yohanes 8, dikisahkan ada seorang perempuan yang kedapatan berzina. Seharusnya dalam kasus perzinahan ada 2 orang yang terlibat, namun laki-lakinya tidak ditangkap dan mungkin sang lelaki ada di antara orang banyak yang ingin menghukum perempuan itu. Waktu sang perempuan disudutkan sendiri karena tidak ada laki yang telah tidur dengannya yang mau bertanggungjawab, maka hatinya sangat sedih sekali. Padahal sewaktu ia menyerahkan tubuhnya, ia juga menyerahkan hatinya. Kalau laki-laki tidak mau mengakuinya, masalah sang perempuan menjadi sangat berat. Ada perempuan yang mau bunuh duri, karena mangandung lalu ditinggalkan sang kekasih. Hatinya hancur, karena luar biasa pedih. Rasul Yohanes mencatat bahwa Allah peduli. Dia bahkan menjadi pagar bagi perempuan ini. Allah sangat fokus dalam perkara yang paling bahaya yakni perkara dosa kita, yang caranya melalui kematianNya. Untuk menebus dosa yang membuat kita rusak dan menderita itulah yang dikerjakan Allah melalui anakNya di kayu salib. Ayat 6 dan 8 Yesus mati untuk kita orang durhaka. Orang Tionghoa kalau anaknya jahat, maka dikatakan anaknya durhaka. Kalimat yang memedihkan hati  bagi anak yang dikutuk.

                Dalam hikayat Malin Kundang (Padang), sang anak durhaka karena ia tidak mau mengakui orang tuanya yang miskin sehingga dikutuk. Kata “durhaka” lebih dari kurang ajar dan patut untuk dihukum dan dikutuk. Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Saat kita masih berjudi atau  omong kotor, Kristus telah mati buat kita. Artinya Kristus berbicara tentang kepeduliaan tentang dosa yang membuat tubuh kita lemah dan menderita. Penderitaan itu untuk mengenal betapa kejinya dosa. Ketika ia anugerahkan kesalamatan, ia mau kita berbalik dari dosa. Betapa kejinya dosa namun Dia mau menanggungnya. Itu membuktikan Allah kita benar-benar peduli, meskipun teriakan doa tidak didengar dan penyakit tidak diangkat tapi DIa sudah menyelesaikan penyakit utama yaitu dosa!

Mengenal Allah dengan baik dan benar


                Dengan mengenal Allah secara baik dan benar, akan membuat kita dapat menerima  kesengsaraan yg kita alami (ayat 3). Karla dalam buku “Ketika Allah Meratap” sampai matinya ia tetap sakit. Ia banyak memberi keteladanan rohani. Perawat yang awalnya tidak percaya menjadi percaya karena melihatnya demikian teguh dengan Tuhan. Allah begitu setia dengannya. Ia ditemui oleh Johni perempuan yang batang lehernya patah. Ia membaca Alkitab dengan yakin dan hidup dalam ibadah yang baik. Johni yang batang lehernya patah dan lumpuh serta hidup dalam kursi roda, bisa mengalami dan mengerti Allah. Kalau kita mengenal Allah dengan baik, hidupmu kendatipun punya tantangan, tidak akan berpaling dari iman. Setia beribadah membuat kita antusias karena Dia benar-benar sangat baik. Fil 1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, Allah menggunakan penderitaan untuk mengenalNya dengan baik. Mengenal Allah dengan baik membuat kita sadar hidup dalam penderitaan dalam Kristus membuat kita bisa berkata, “Allah Engkau baik”. Dalam keterpurukan , Engkau tidak meninggalkan saya. Engkau melihat saya menangis, tidak bisa tidur dalam pergumulan yang berat, tidak bisa makan atau menelan kepahitan. Allah di sana bersama kita dan Dia tidak pernah mencampakkan anak-anakNya. Mari kita tingkatkan komitmen dengan baik dalam persekutuan pribadi denganNyak. Bacalah kitab suci dan rajin dalam ibadah dan pelayanan. 

Tuesday, March 31, 2015

Surga & Neraka - 2


Kelas Tiranus 15 Feb 2015

Surga & Neraka

Pdt. Gunar Sahari

SORGA

Lukas 16:19-26
19  "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
20  Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
21  dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
22  Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
23  Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24  Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
25  Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
26  Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
27  Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
28  sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
29  Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
30  Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
31  Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

                Kisah ini sangat padat dan lengkap karena bicara tentang orang kaya dan orang miskin, kehidupan dan kematian, pesta pora dan kelaparan, neraka dan sorga, kenyamanan dan penderitaan, kesejukan dan panas api yang membara. Ayat demi ayat lengkap luar biasa. Beberapa tahun lalu, katanya ada orang yang suka turun naik ke surga.  Sekitar 10-12 tahun lalu, saat Nias saya ikut kebaktian tanggal 27 Maret bertepatan dengan HUT saya , saya diminta menyampaikan khotbah di sebuah gereja. Kebetulan ada seorang teman yang mengetahui HUT saya. Selesai kebaktian, saya diajak makan. Hari minggu banyak restoran yang ramai sehingga kami menunggu terlebih dahlu. Sementara menunggu, Gembala Sidang gereja tersebut menceritakan bahwa dalam sebuah buku dikisahkan ada orang yang telah 27 kali turun naik ke surga. Saya tidak percaya dan tidak suka dengan buku itu. Bukan saya tidak percaya, tapi aneh saja apa misinya turun naik ke surga. Tuhan Yesus saja hanya satu kali turun dari surga. Saya akhirnya membaca buku-buku berkaitan dengan surga dan neraka. Kesimpulan buku lain yang saya baca, tidak banyak di Alkitab orang yang diangkat ke sorga. Yang di angkat ke sorga adalah Henokh (yang pertama). setelah diangkat ke surga tidak turun-turun. Ada pribadi yang kedua namanya Nabi Elia. Dia diangkat dengan keretanya. Memang ada yang turun yaitu jubahnya yang lalu jatuh dan ditangkap Nabi Elisa sebagai simbol estafet kepemimpinan. Lalu Tuhan Yesus Kristus 2000 tahun lalu. Ia sampaikan bahwa Ia akan datang kembali dan sampai tahun 2015 Tuhan Yesus belum datang. Jadi kalau ada pendeta yang turun naik surga, hebat sekali.

                Kenapa Henokh tidak turun? Ada legenda yang mencatat mengapa Henokh tidak turun dari surga. Katanya orang yang suci dan saleh dipercaya selalu dikasih bonus oleh Allah bukan berupa rumah atau gaji tapi malaikat yang menyertai perjalanan hidupnya. Enak sekali. Karena ia dekat dan diskusi dengan malaikat. Suatu  kali ia berkata ke malaikat, “Tolonglah saya. Bunuhlah saya. Tetapi bawa aku ke neraka!”. Malaikat bingung. “Sudahlah supaya aku bisa cerita , neraka itu seperti apa.” Singkat cerita ia dimatikan dan dibawa ke neraka. Tetapi sebelum sampai , ia berteriak minta diambil lagi ke dunia karena kepanasan. Jadi jangan coba-coba pergi ke neraka. Beberapa bulan kemudian, dipanggil lagi malaikatnya untuk membunuhnya agar dibawa ke surga supaya bisa cerita ke umatnya seperti apa surge dengan janji nanti akan dibawa lagi. Tetapi setelah ditunggu oleh sang malaikat ternyata tidak muncul-muncul padahal janjian akan kembali ke dunia. Lalu dicari , ternyata ia sedang santai di surga, ia tidak  mau kembali ke dunia. Kalau pendeta dibawa ke surga, ia akan berkata, “Ia tidak akan kembali ke dunia!” Tangan Tuhan cukup kuat untuk memberkati istri dan keluarganya. Kalau mau diajak turun kembali , orangnya kurang kerjaan! Tapi gereja yang pendetanya seperti itu jemaatnya lebih banyak, karena banyak yang disesatkan. Ada yang bersaksi seperti itu, jangan datang kembali. Karena secara an sich salah.

                Manusia diciptakan dalam kekekalan. Memang kita hidup sementara tetapi perjalanan hidup kita kekal. Setelah itu kita akan memasuki 2 tempat : surga atau neraka yang dalam kekekalan.  Hanya ada 2 tempat perhentian dalam kekekalanan, tidak ada tempat di tengah-tengah. Hanya 2 pilihan itu saja. Tidak ada tempat ke 3. Ini masalah serius untuk dipikirkan.  Surga memang tempat yang paling indah. Saya punya teman yang setiap liburan sekolah (2 kali setahun) selalu pergi rekreasi ke mana saja yang diceritakannya sebaga tempat yang paling indah. Suatu saat  saya tanya, “Mana tempat yang paling indah?” Katanya Swiss, memang indah apalagi dengan salju yang meleleh.. Indah sekali. “Tempat mana yang membuat kita paling wah?” Saya pernah ke Bali, Sumatra, Prambanan, Borobudur dan beberapa tempat, namun tempat yang paling indah adalah di Bromo sewaktu menyambut matahari terbit. Itu pengalaman yang tidak pernah saya lupakan. Saya pernah melihat matahari terbti di Grand Canyon, indah luar biasa, tapi di bromo tidak pernah saya lupa. Pagi hari saya berjalan dan sampai di puncaknya ada api yang menyala. Waktu matahari mulai muncul seperti ada sinar yang terbit. Semua yang melihatnya bertepuk tangan. Itulah “surge” karena kita tepuk tangan terus menerus karena indah sekali. Bicara surga, kalau bagi saya adalah Bromo pada saat matahari terbit tempat paling indah, namun surga lebih indah dari Bromo dan Swis. Di mana pun juga, bila kita berada tempat yang indah, tetapi di surga tempat itu lebih indah.

Saya dibesarkan dalam keluarga muslim dan belajar alibata dstnya dan diajar surga dan neraka versi muslim. Di surge katanya  ada banyak bidadari, diberi susu, saya tidak tahu tetapi ada satu kalimat yang dijamin kebenarannya, “Surga lebih indah dan nyaman dari apa yang pernah kita bayangkan”. Tempat itu indah luar biasa. Di Alkitab juga dicatat Firdaus, kerajaan Allah. Dari semua sebutan itu , “surga adalah rumah Bapaku” adalah sebutan yang paling indah. Sebagai rumah Bapaku kita bukanlah tamu yang sedang berkunjung ke rumah seseorang. Siapapun kita akan masuk ke rumah tanpa ada keragu-raguan. Tidak takut ada yang menyambut tidak. Surga adalah rumah Bapaku. Indah luar biasa. Bukan hanya indah, di rumah Bapakku banyak tempat tinggal “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.  Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yoh 14:2-3). Bukan hanya tempat tapi kondisinya indah luar biasa. Karena Yesus ada di sana bersama kita terus-menerus.

Karakterisitik
                Diciptakan oleh Allah. (Kejadian 1:1; Wahyu 10:6); Kekal dan abadi. (Mazmur 89:30; 2 Korintus 5:1); Tidak terukur. (Yeremia 31:37); Tinggi. (Mazmur 103:11; Yesaya 57:15); Kudus. (Ulangan 26:15; Mazmur 20:7; Yesaya 57:15); Tempat kediaman Allah. (1 Raja-raja 8:30; Matius 6:9); Takhta Allah. (Yesaya 66:1; Kisah 7:49); Malaikat-Malaikat diam di dalam sorga. (Matius 18:10; 24:36); Nama orang-orang kudus terdaftar di dalam sorga. (Lukas 10:20; Ibrani 12:23); Orang-orang kudus mendapat upah di dalam sorga. (Matius 5:12; 1 Petrus 1:4); Kebahagiaan di sorga dijelaskan. (Wahyu 7:16-17)
Semuanya susah untuk dibayangkan. Satu tempat yang begitu indah. Kalau semua presiden kumpul di situ menambah kesakralan tempat itu. Saya pernah jalan-jalan ke London. Ada telapak kaki Lady Diana. Semua orang berkata, “Saya pernah menginjak kaki Diana”. Padahal di sana hanya diberi tanda saja! Tempat itu menjadi lebih bermakna, bukan karena an sich pada tempatnya,  tetapi siapa yang tinggal di sana. Sorga adalah tempatnya para malaikat, takhta Allah, tempat tinggal Yesus Kristus, tempatnya nabi-nabi besar di dunia, Abraham, Daud, rasul-rasul. Betapa mulianya tempat itu! Sehingga waktu saya menjelaskannya semua terdorong untuk pergi ke sana. Karena tempat itu indah luar biasa.

Yang bisa masuk ke surga

                Maz 15:1-5 Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?  Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,  yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;   yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;   yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya. Tuhan, siapakah yang boleh menumpang dalam kemahMu? Dijawab , yaitu dia yang berlaku tidak bercela. Siapa di antara kita tidak bercela dan berdosa? Maka mustahil orang bisa masuk ke surga, karena hanya orang kudus dan tak berdosa yang bisa masuk ke surga. Pergumulan ini dijawab Tuhan, betul orang masuk surga harus kudus, suci, tanpa cacat. Tuhan Yesus membuat kita tidak bercacat dan tidak bercela. Hanya Yesus yang bisa membawa kita ke surg1. Ada kalimat plesetan “Ada banyak jalan menuju neraka dan anda tidak akan kesasar lewat manapun juga pasti ke neraka tapi hanya ada satu jalan untuk menuju surga yaitu lewat (percaya) kepada Tuhan Yesus dan anda tidak akan tersasar!” Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)

Neraka

                Ada banyak orang berpendapat “neraka tidak sejahat yang dipikirkan atau semenderita yang dipikirkan”. Ada sebuah legenda. Pada suatu hari spesial, surga dan neraka dibuka. Hari ini spesial karena malaikat mengumumkan  semua orang boleh ke surga dan  neraka lalu memutuskan mau masuk yang mana. Setelah mengamati, menikmati lalu semua orang harus mengambil keputusan. Singkat cerita ada seseorang yang dibawa ke surga dan saat masuk ia hanya mendengar lagu-lagu klasik. Suaranya sangat indah. Tapi kenapa lagunya hanya seperti itu? Minumannya juga ada tapi hanya air putih saja tidak berwarna-warni. Setelah selesai jalan ke surga , ia pindah ke neraka. Di sini ia  disambut “welcome my brother” dan terdengar suara music rock yang menurutnya sangat indah sekali. Makanan dan minumannya beraneka dan banyak sekali. Lalu ia melihat banyak artis sehinga membuatnya senang. Setelah selesai, ia dipanggil malaikat untuk memilih. Ia pun diingatkan sekali pilih tidak bisa kembali lagi. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya ia memilih ke neraka. Karena tadi ia bisa merasakan suasana saat penyambutannya. Malaikat kemudian bertanya ulang, “Mau neraka atau surge?” Tapi ia tetap memutuskan ke neraka sehingga ia dibawa lagi ke neraka. Begitu pintu neraka dikunci lalu ia ditendang oleh iblis ke api yang menyala dengan sangat panas sehingga ia merasa kesakitan dan meminta tolong. Kemudian dia melaporkan hal ini ke Lucifer, “Mengapa suasananya berbeda dengan saat ia datang sebelumnya?” Lucifer menjawabnya, “Itu baru promosi grand opening. Semuanya enak!”

                Kalau hari ini Yesus mengajak kita ke neraka maka ikutilah! Karena neraka akan diubah menjadi surga. Tapi bila iblis mengajak kita ke surga dengan bisikan manis, maka tolaklah dia! Karena saat mengikut dia maka surga akan menjadi neraka. Akan salah besar, neraka dikatakan tempat yang biasa-biasa saja. Neraka tempat yang sangat mengerikan. Orang seringkali mengatakan, di AS orang percaya surga berjumlah 60%, tapi waktu ditanya percaya ada neraka hanya 6%. Sama seperti kebenaran akan adanya surga juga ada neraka! Betapa indahnya surga juga betapa mengerikan neraka itu. Lazarus menikmati sukacita luar biasa di pangkuan Abraham. Sedangkan sebaliknya. Kalau tempat neraka itu mengerikan, keberadaannya sangat mengerikan. Saya tidak punya bahan untuk menjelaskannya. Tempat yang paling indah bagi saya adalah Gunung Bromo. Di sana langit sangat indah seperti pancaran sinar laser waktu munculnya sinar matahari. Indah sekali. Tentang keindahan surga itu saya bisa berikan gambaran, namun kalau neraka saya tidak bisa gambarkan. Penderitaan dan kesengsaraan di neraka itu lebih lagi. Kemuliaan yang kita alami sekarang belum apa-apa dibanding di surga, penderitaan yang dialami akan lebih lagi saat masuk ke neraka. Neraka itu sesuatu yang sangat mengerikan. Saya mencatat beberapa pengertian, orang enggan mengakui neraka. “Bagaimana mungkin Allah yang Maha Kudus dan Suci menciptakan neraka?” Ada artikel kecil yang saya baca. Sebetulnya neraka bukan untuk kita tetapi untuk iblis dan para pengikutnya. Sehingga bisa mudah dilacak, orang yang menyembah Lucifer akan mudah ketahuan kemana perginya. Orang yang menyembah Yesus mudah dilacak kemana perginya. Sama seperti waktu mengajukan visa ke London, keberadaan kita di sana bisa dilacak. Dengan melihat “Percaya kepada siapakah kita, maka keberadaan kita akan bisa dilacak”. Kalau percaya Yesus, akhirnya ke surga, kalau menyembah iblis (setan) maka berakhirnya ke neraka.

                Kalau Yesus mengajak kita termasuk ke neraka sekalipun ikutlah karena Ia sanggup mengubah neraka menajdi surga. Sebaliknya dengan iblis  Ibilis tidak mungkin menjanjikan itu. Neraka adalah tempat yang benar-benar ada (bukan fiktif). Yang menarik adalah Yesus berbicara tentang neraka cukup banyak dan sering. Itu membuktikan betapa absahnya keberadaaan neraka. Karena yang cerita Yesus, maka dapat dipercaya. Fakta kedua, neraka adalah tempat penghukuman terakhir. Ada reportase, gereja tidak percaya dengan intermediate tempat. Yang kaya itu mati langsung ke neraka dan mengalami kematian, siksaan api dan seterusnya. Neraka adalah akhir dari hukuman orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan dan tidak pernah berakhir. Hukuman dari orang-orang yang tidak percaya (menolak Tuhan) tidak pernah berakhir. Orang Islam berkata, “Masuk neraka, digebukin lalu dikumpulkan kembali setelah itu baru masuk surge”. Salah besar! Sekali masuk surga tetap di surga. Sekali masuk neraka akan ke neraka. Gambaran ini agar jangan sampai salah. Ada orang yang menghadiri pesta pernikahan dan tidak membawa kado. Waktu masuk di depan  ditulis, keluarga pria ke kiri dan keluarga wanita ke kakan. Karena dari keluarga pria ia mengambil jalur ke kiri. Lalu diujung ada tulisan kalau tidak bawa ang pao ke kanan sedangkan yang bawa ang pao ke kiri. Karena ia tidak membawa angpao ia mengambil jalur ke kanan. Lalu ada petunjuk yang tidak bawa apa-apa ke kanan. Dia pikir bagus sekali dan ia pergi ke kanan, begitu dibuka langsung masuk ke tempat parkir. Jangan salah arah! Kita perlu petunjuk yang dapat membimbing kita.  Jangan sampai berpikir bahwa kita sudah aman tapi di akhir perjalanan kita masuk ke tempat yang tidak menyenangkan.

                Neraka bersifat kekal (abadi). Neraka tempat siksaan dan penderitaan. Dahulu kala ada kepercayaan, bahwa orang mati yang ditanya dan tidak bisa menjawab siapa nama Allahmu , maka akan dihajar luar biasa. Tapi di Alkitab gambarannya lebih ngeri lagi. Neraka adalah tempat orang disiksa terus-menerus, ada penderitaan terus menerus. Neraka adalah  tempat tertutup yang tidak ada jalan keluarnya. Sekali masuk tidak bisa keluar. Ada jurang pemisah antara surga dan neraka. Di dunia ini kalau tidak tahan, bisa pindah ke tempat lain, bahkan ada planet yang bisa ditinggali. Nanti planet bisa diklaim dan  kita bisa pergi ke mana saja. Sekali ke neraka tidak akan ada pilihan lagi, sangat menyedihkan dan mengerikan. Gambaran keadaan neraka : ada api yang menyala-nyala. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.(Mat 5:22).

                Saya pernah bekerja di perusahaan plywood, saat berangkat ke kantor ada mess yang terbakar. Saat itu apinya masih kecil. Semua karyawan berusaha untuk memadamkannya. Sepertinya apinya sudah mati tapi kemudian ada ledakan. Apinya sangat besar dan kita yang ada di sekitar sana tidak tahan panasnya. Padahal jaraknya masih 10 meter. Orang berdosa tidak ditempatkan di pinggir neraka. Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas (Daniel 3:22). Pada kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego, raja meminta perapian dipanaskan sampai algojonya mati. Neraka sangat panas dan lebih panah dibanding perapian pada kisah di atas. Ada film tentang Hiroshima dan Nagasaki, panasnya bom nuklir mengerikan luar biasa sehingga tubuh habis terbakar. Hidung dan mata hilang. Manusia berjalan dan jatuh lalu mati. Panasnya neraka lebih panas dari bom itu. Di rumah saya ribut dengan istri masalah AC. Saya suka dingin sedangkan isttri tidak suka. AC yang sedang menyala suhunya dinaikkan atau AC-nya dimatikan istri sehingga ribut. Kalau kita mau udaranya dingin atau panas , suhu AC tinggal disesuaikan. Di neraka suhunya tidak bisa disesuaikan. Neraka panasnya menyala-nyala. Mengerikan luar biasa! Ada ulat-ulat, padahal banyak yang jijik dengan ulat. Ulat itu begitu banyak dan tidak pernah mati. Ulat itu menggerogoti tubuh kita, betapa mengerikan! Neraka adalah tempat penyiksaan yang tidak ada henti-hentinya. Maka jangan pergi ke sana! Ada ribuan jalan ke neraka dan jangan pilih salah satunya. Pilihlah surga!

Gambaran betapa enaknya surga.


Semua orang yang pergi ke surga diberi kesempatan utnuk meminta apa saja. Ada satu orang yang waktu tinggal di dunia suka sekali dengan motor besar Harley Davidson, maka ia bicara ke Petrus, “Bolehkah saya minta motor Harley Davidson?” Akhirnya didatangkanlah motor itu. Waktu dilihat sungguh luar biasa. Sebagai pengagum motor tersebut, hal tersebut luar biasa. Waktu ia sedang berkendaraan, ia didekati Petrus yang berkata, “Motor boleh menjadi milik tapi ada larangan, ‘tidak boleh mengendarai motor lebih dari 100 km/jam’”. Dia setuju. Lalu sebelum motor dijalankan, tiba-tiba ada motor lain yang berlalu dengan kecepatan 200-300 km/jam. Dia protes kenapa ada yang lebih cepat? Petrus bilang “Itu tadi Tuhan Yesus!”  Tuhan bisa memberi lebih banyak kesempatan dan melakukan lebih. Tidak ada peraturan yang membatasi di sana. Tuhan kasih sesuatu yang lebih dari yang diminta. Saat berada di neraka lebih mengerikan dibanding apa yang bisa dibayangkan. Surga lebih membahagiakan lebih dari yang dibayangkan.

Monday, March 30, 2015

Surga & Neraka


Pdt. Gunar Sahari

Manusia itu kekal, tidak dapat musnah, artinya sekali manusia dilahirkan maka manusia akan tetap ada, entah itu hidup kekal di SORGA atau disiksa selamanya di dalam api NERAKA yang menyala-nyala. Hanya ada 2 tempat perhentian bagi manusia setelah mati. Tidak ada tempat ke 3 yang dapat dipilih. Seperti dahulu manusia telah diberikan kehendak bebas oleh Allah untuk memilih makan buah pohon kehidupan atau buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat maka sekarang manusia harus memilih antara SORGA atau NERAKA! (Kisah Henokh)

A.    SORGA

Apakah Sorga itu? Salah satu Definisi Sorga atau Kerajaan Sorga adalah kehidupan kekal yang dijanjikan Yesus kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Istilah "sorga" dipakai oleh penulis Alkitab menunjuk pada tempat yang kudus di mana Allah saat ini berada. Kehidupan kekal, ciptaan yang sempurna, tempat dimana Allah menghendaki untuk tinggal secara permanen dengan umat-Nya (Wahyu 21:3). Tidak akan ada lagi pemisahan antara Allah dan manusia. Orang-orang beriman sendiri akan hidup dengan kemuliaan, dibangkitkan dengan tubuh yang baru; tidak akan ada penyakit, tidak ada kematian dan tidak ada air mata.

Sorga adalah tempat Allah bersemayam, tempat Allah bertahta, dan rumah tempat tinggal bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Tempat orang-orang percaya akan menikmati hidup yang kekal bersama-sama dengan Allah. Sorga adalah tempat perhentian orang-orang percaya bersama-sama dengan Allah, dimana manusia selalu dapat merasakan hadirat Allah yang indah. (Jika ada tempat yang indah di dunia ini, sorga jauh lebih indah dari semua yang indah)

Istilah lain tentang Sorga?

Firdaus. (2 Korintus 12:2,4); Kerajaan Kristus dan Allah. (Efesus 5:5); Tempat Perhentian. (Ibrani 4:9); Rumah Bapa. (Yohanes 14:2); Tanah air sorgawi. (Ibrani 11:16)

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Yohanes 14:2-3

Karakteristik Sorga?

Diciptakan oleh Allah. (Kejadian 1:1; Wahyu 10:6); Kekal dan abadi. (Mazmur 89:30; 2 Korintus 5:1); Tidak terukur. (Yeremia 31:37); Tinggi. (Mazmur 103:11; Yesaya 57:15); Kudus. (Ulangan 26:15; Mazmur 20:7; Yesaya 57:15); Tempat kediaman Allah. (1 Raja-raja 8:30; Matius 6:9); Takhta Allah. (Yesaya 66:1; Kisah 7:49); Malaikat-Malaikat diam di dalam sorga. (Matius 18:10; 24:36); Nama orang-orang kudus terdaftar di dalam sorga. (Lukas 10:20; Ibrani 12:23); Orang-orang kudus mendapat upah di dalam sorga. (Matius 5:12; 1 Petrus 1:4); Kebahagiaan di sorga dijelaskan. (Wahyu 7:16-17)
 
Siapakah yang akan masuk sorga?

TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, ...    Mazmur 15:1-5
Melalui Alkitab Perjanjian Baru kita tahu orang yang demikian adalah orang yang percaya kepada Yesus Kristus, yang mengasihi Dia dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi sehingga mampu melakukan kehendak-Nya untuk mengasihi sesama manusia.
Kita tidak dapat membayangkan kebahagian, sukacita, dan kemuliaan yang telah disediakan Allah bagi kita anak-anak-Nya, cukuplah kita tahu bahwa:
"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (I Korintus 2:9)
          Biarlah kita senantiasa mengingat janji Allah ini sehingga selalu menjadi satu pengharapan yang membuat kita semua semakin bersungguh-sungguh lagi untuk melayani Dia dan melakukan kehendak-Nya!

Bagaimana caranya masuk ke Sorga?

Pertanyaan ini menarik untuk kita jadikan bahan diskusi. Kisah Thomas dan Tuhan Yesus? Pastikan anda percaya kepada Yesus, karena Dia satu satunya Jalan untuk menuju ke Sorga. Banyak jalan menuju Neraka tetapi hanya ada satu jalan menuju Sorga.


B.    NERAKA

Benarkah Neraka itu ada?Survey di Amerika pada tahun 1990 menunjukkan bahwa 62% orang percaya adanya Sorga dan hanya 6 % yang percaya adanya Neraka.Munculnya keraguan dan ketidakpercayaan tentang adanya neraka disebabkan oleh berbagai faktor.

Pertama, tidak adanya cukup bukti yang mendukung adanya tempat yang disebut dengan “neraka”. Tidak seorang pun dari manusia pernah mengalami mati, pergi ke neraka dan kemudian hidup lagi dan menulis tentang pengalaman tersebut. Pemahaman seperti ini tentu saja merupakan pemahaman yang berbeda dari apa yang dikatakan oleh Alkitab, yang dengan jelas menunjukkan adanya neraka.

Kedua, pengaruh abad pencerahan dan pasca pencerahan. Anthony Hoekema menjelaskan bahwa “doktrin tentang penghukuman kekal bagi orang fasik telah diajarkan dalam gereja dari sejak semula. Harry Buis, dalam Doctrine of Eternal Punisment, mengutip tulisan sejumlah bapa-bapa gereja awal untuk menunjukkan bahwa doktrin ini telah diajarkan kepada mereka. Buis menujukkan bahwa teolog-teolog abad pertengahan maupun reformasi juga percaya dan mengajarkan tentang penghukuman kekal bagi orang-orang fasik. Namun demikian, menurut Buis, sejak abad delapan belas sejumlah teolog Kristen mulai menolak doktrin penghukuman kekal. Penolakan terhadap doktrin penghukuman kekal tersebut lebih dipertegas lagi pada abad sembilan belas dan terus berlanjut hingga hari ini”.

Ketiga, kesalahan dalam memahami natur (sifat) Allah yang maha pengasih dan mahabaik. Orang-orang ini berkata “jika Tuhan itu pengasih dan baik, Ia tidak akan menciptakan neraka untuk menghukum manusia”. Tampaknya, ini sangat rasional dan logis menurut pemikiran orang-orang skeptis. Hal ini disebabkan ketidaktahuan tentang satu-satunya Allah yang benar itu.

BERBAGAI PANDANGAN TENTANG NERAKA

Banyak pertanyaan mengenai keberadaan Sorga:  “Bagaimana mungkin Tuhan penuh kasih mengirim seseorang ke neraka? Jika Tuhan itu baik, bagaimana mungkin Dia bisa begitu kejamnya menyiksa manusia di neraka? Bagaimana mungkin Tuhan yang kasih dan baik itu membuat neraka yang mengerikan itu? Tuhan tidak adil apabila menghukum dosa yang sementara itu dengan hukuman kekal?” Inilah empat pertanyaan dari banyak pertanyaan yang telah mengusik banyak orang untuk memberi tanggapan.

Apa kata Alkitab tentang Neraka?

Upah Dosa adalah Maut (Roma 6:23). Hukuman terakhir yang akan diberikan kepada orang yang tidak selamat yang mengalami kematian pertama adalah kematian kedua (Wahyu 20:14). Pelaksanaan hukuman bagi orang yang tidak percaya sebagai hasil penghakiman di tahta Putih adalah dilemparkannya mereka ke dalam lautan api atau neraka (Wahyu 20:11-15). Lamanya hukuman itu akan selama-lamanya (kekal).

PEMIKIRAN DASAR MENGENAI NERAKA

Sebelum lebih jauh membahas perspektif Alkitab tentang neraka, perlu diperhatikan pemikiran-pemikiran mendasar sebagai berikut:

Pertama, neraka dapat didefinisikan sebagai tempat orang-orang yang hidup tanpa Tuhan dan yang matinya terpisah dari Tuhan untuk selama-lamanya.

Kedua, neraka bukanlah sebuah ilusi melainkan suatu tempat yang nyata. Walaupun tidak ada yang tahu persis letak neraka, hal ini tidak menjadikan neraka sebagai sesuatu yang abstrak, tidak nyata, atau khayalan belaka.

Ketiga, satu-satunya sumber informasi yang benar tentang neraka adalah Tuhan sendiri. Karena Ia adalah satu-satunya Pribadi yang benar secara absolut dan dapat dipercaya. Ia telah menyatakannya melalui Alkitab, dan dengan demikian Alkitab dipandang sebagai kebenaran yang mutlak (absolut). Alkitab memberikan pandangan Tuhan tentang neraka, walau pun Ia tidak memberikan deskripsinya secara lengkap, tetapi fakta-fakta yang ada di Alkitab sudah cukup bagi kita untuk mengerti betapa mengerikannya neraka.

Keempat, pada waktu Tuhan mencipta, semua yang diciptakannya itu baik, bahkan sungguh amat baik (Kejadian 1:12, Kejadian 18,Kejadian 21, Kejadian 25, Kejadian 31). Tidak ada dosa, tidak ada kejahatan, tidak ada rasa sakit, tidak ada kematian, dan tidak ada neraka. Salah satu hal baik yang diciptakan Tuhan adalah bahwa mahkluk ciptaan-Nya memiliki kebebasan untuk memilih yang baik. Agar mereka benar-benar memiliki pilihan, Allah harus mengijinkan sesuatu yang berbeda dengan yang baik supaya bisa ada pilihan. Karena itu Tuhan mengijinkan para malaikat dan manusia untuk memilih yang baik atau yang tidak baik (jahat). Manusia dan malaikat yang jatuh menggunakan pilihan bebas yang diberikan Allah itu untuk memberontak terhadap Tuhan dan menginginkah hidup yang terpisah dari Tuhan. Dan, satu-satunya tempat yang sudah Tuhan sediakan untuk terpisah dari Dia selama-lamanya adalah neraka.

FAKTA TENTANG NERAKA?

Fakta 1. Neraka adalah suatu tempat yang benar-benar ada. Neraka bukanlah sebuah ilusi melainkan suatu tempat yang nyata. Walaupun tidak ada yang tahu persis letak neraka, hal ini tidak menjadikan neraka sebagai sesuatu yang abstrak, tidak nyata, atau khayalan belaka. Dua bukti yang mendukung fakta adanya neraka adalah: Pertama, Yesus berbicara dan mengajar tentang neraka. Tony Evans mengatakan, “bahkan Yesus sendiri lebih banyak berbicara tentang neraka ketimbang sorga atau kasih”. Sebelas dari dua belas kali kata gehenna (neraka) diucapkan oleh Yesus dan dicatat dalam Perjanjian Baru. Bahwa Kristus berbicara lebih banyak tentang neraka lebih dari semua tokoh lainnya dalam Alkitab menunjukkan kepada kita betapa penting dan seriusnya hal neraka ini. Kedua, adanya kematian manusia menunjukkan bahwa neraka itu ada. Penulis kitab Ibrani mengatakan “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27). Kematian ada sebagai akibat dari dosa (Roma 6:23). Upah yang pantas bagi manusia yang berdosa adalah neraka. Kematian itu nyata, dan setiap orang pasti mati. Tony Evans meringkaskan “kematian jasmani yang dapat dilihat dan bersifat sementara itu adalah suatu kesaksian bagi kita mengenai hal-hal yang tak terlihat kenyataan kekal dari apa yang Alkitab sebut sebagai kematian kedua (Wahyu 20:14), atau neraka”.

Fakta 2. Neraka adalah tempat penghukuman akhir. Sebelum menuju ke neraka atau surga orang-orang yang mati berada ditempat penampungan atau masa antara (intermediate state). Semua orang mati pada masa Perjanjian Lama, baik orang-orang percaya maupun yang tidak percaya, akan pergi ke tempat yang disebut sheol atau hades. Contohnya, Kejadian 37:35; Ayub 14:13; Ayub 17:13; Mazmur 88:4; Yesaya 38:10 menunjukk pada orang-orang percaya yang hidup di masa Perjanjian Lama yang saat mati pergi (turun) menuju hades atau sheol. Sedangkan contoh untuk orang fasik yang tidak percaya yang juga masuk ke hades atau sheol dapat dilihat dari ayat-ayat di dalam Ayub 17:13, Mazmur 31:8; Mazmur 49:15. Sheol atau hades ini bukanlah surga dan bukan juga neraka, tetapi tempat penampungan sementara orang-orang yang telah meninggal. Lokasi dari sheol atau hades ini berada di pusat atau inti bumi (Bilangan 16:33; Efesus 4:9).

Fakta 3. Neraka itu bersifat kekal. Fakta penting berikutnya tentang neraka menurut Alkitab adalah sifat neraka yang kekal atau abadi (Matius 25:26).

Fakta 4. Neraka pada mulanya disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikat yang jatuh. Neraka pada mulanya diciptakan bukan untuk manusia, tetapi merupakan tempat pembuangan dan hukuman kekal bagi Iblis dan malaikat-malaikat pengikutnya yang bergabung dalam pemberontakan terhadap Tuhan di surga. Yesaya 14:12 menyingkapkan rencana kudeta dan pemberontakan Iblis terhadap Tuhan Sang Pencipta. Iblis memilih untuk menempatkan dirinya sebagai musuh Allah dalam pemberontakannya melawan Allah.
Walau tujuan neraka diciptakan bukan untuk manusia, namun orang-orang yang memiliki pilihan yang sama dengan Iblis akan menderita hukuman yang sama. Sebagaimana kita harus memilih Kristus dan surga, orang-orang berdosa yang tidak mau bertobat juga akan masuk ke neraka atas pilihannya sendiri bukan karena kebetulan.

Fakta 5. Neraka adalah tempat siksaan dan penderitaan. Kengerian dari keberadaan neraka ini dijelasakan oleh Alkitab sebagai berikut: Pertama, di neraka akan ada kesadaran dan ingatan. Dalam Lukas 16:19-21, si orang kaya segera tahu di mana ia berada. Juga ia ingat akan identitasnya dulu sewaktu ia masih hidup di dunia, dan juga ingatan akan Lazarus, dan lima saudaranya yang lain. Kedua, bagian terburuk dari neraka adalah bahwa di sana akan ada siksaan dan penderitaan. Orang kaya itu berkata “saya menderita dalam nyala api ini” (Lukas 16:24) karena nyala api ini ia meresa dahaga hebat yang tak terpuaskan. Selanjutnya, si orang kaya ini mendeskripsikan hades sebagai “tempat siksaan ini” (Lukas 16:28; bandingkan Wahyu 14:10-11). Ketiga, bentuk kengerian lain di neraka adalah adanya ulat (belatung) yang tidak akan mati dan api yang tak terpadamkan (Matius 13:41-42; Markus 9:47-48). Keempat, di neraka akan ada kesengsaraan, amarah dan frustasi sebagaimana diungkapkan dengan kalimat “Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi” (Matius 13:42). Kelima, Alkitab mengajarkan adanya tingkat-tingkat hukuman di neraka, berdasarkan banyaknya dan sifat dosa yang mereka lakukan dan penolakan terhadap Tuhan dan karyaNya. (Matius 10:15; 11:21-23). Semua ini menggambarkan betapa ngerinya neraka!

Fakta 6. Neraka adalah tempat yang tertutup tanpa ada jalan keluar. Tidak ada yang dapat mengubah nasib seseorang setelah kematian. Tidak ada seorangpun yang bisa kabur dari neraka, dengan alasan apapun. Tidak ada purgatory, tidak ada kesempatan kedua, tidak ada keringanan hukuman karena kelakuan baik, dan tidak ada kelulusan. Seperti kata pepatah “seperti kematian menemukan kita, kekekalan menahan kita”. Neraka adalah kenyataan (kebenaran) yang terlambat dilihat. Begitu seseorang melihat dan masuk kedalamnya setelah kematian jasmani, ia tidak akan dapat kembali lagi. Alkitab mengajarkan kita kenyataan bahwa, yang terhilang tidak akan pernah pergi ke surga, dan yang selamat tidak akan pernah pergi ke neraka (Matius 25:42: Bandingkan Lukas 16:26).

Siapakah yang akan masuk neraka atau gehenna?
`       
Alkitab menyebutkan berikut ini urut-urutan mereka yang akan dilemparkan ke dalam gehenna, yaitu: Binatang dan Nabi Palsu (Wahyu 19:20); Iblis (Wahyu 20:10); Maut dan Kerajaan Maut (Wahyu 20:14); Orang-orang fasik yang namanya tidak tercatat dalam Kitab Kehidupan (Wahyu 20:15), yaitu orang berdosa dalam 8 kategori umum dalam Wahyu 21:8 “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua”.
 
SEPERTI APAKAH KEADAAN DI NERAKA?
`       
Alkitab tidak menceritakan secara detail bagaimana sebenarnya keadaan neraka, namun dalam alkitab tercatat ada 3 bentuk keadaan neraka (saya percaya banyak lagi keadaan yang tidak diungkapkan!), yaitu:
 
1. Api yang menyala-nyala
  Matius 5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Wahyu 20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
 
2. Kegelapan yang paling gelap
  Matius 25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
   
3. Ada ulat-ulat yang tidak akan mati
  Yesaya 66:23-24 Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN. Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

Markus 9:43-46 Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.] Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]
 
KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan dan diberikan saran sebagai berikut:

 Pertama, pemikiran dasar dan fakta-fakta Alkitab di atas menegaskan kepada kita bahwa sesungguhnya tidak ada alasan bagi seseorang untuk menyalahkan Tuhan sebagai pribadi yang kejam, tidak adil, apalagi jahat. Lee Strobel mengatakan ”Neraka bukanlah tempat di mana orang-orang ditempatkan karena mereka orang-orang bodoh, tetapi karena mereka tidak mau mempercayai hal-hal yang benar. Mereka ditempatkan disana karena, pertama dan terutama menentang Pencipta mereka

Kedua, Tuhan menghadapkan kepada manusia dua macam kekekalan yaitu surga atau neraka. Demikian pula ada dua pribadi yang disembah oleh manusia yaitu Yesus Kristus atau iblis. Tidak ada alternatif, tempat netral atau pilihan ketiga. Setiap orang harus memilih salah satu, Kristus atau iblis, surga atau neraka. Jikalau seseorang memilih Kristus maka pasti ia akan masuk surga, Karena Yesus berkata “Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup, tidak seorangpun sampai kepada Bapa jikalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6-7) Dan lagi “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (Markus 16:15-16). Jika seseorang memilih Iblis maka pasti ia akan masuk neraka. Setiap orang yang menolak Tuhan Yesus Kristus berarti memilih iblis, entah disadarinya atau tidak.

Ketiga, kita tidak dapat memprediksi kapan kita mati. Masalah kematian merupakan misteri yang penuh dengan berbagai teka-teki yang membingungkan. Tidak ada seorangpun yang tahu kapan kematian itu akan datang menjemputnya. Tidak ada seorang pun yang tahu pasti berapa panjang usianya di dunia ini. Statistik dunia memberitahukan kita bahwa setiap dua setengah detik, ada seorang manusia yang meninggal dunia. Sekali lagi, semua fakta memberikan kita teka-teki tentang misteri kematian, sekaligus memberikan tanda peringatan agar kita bersiap-siap menghadapi kematian bila datang menjemput. Pilihan-pilihan dalam hidup kita sekarang ini akan menentukan kemana kita akan pergi setelah kematian.

Keempat, ajaran tentang neraka ini seharusnya mendorong kita untuk lebih meyakinkan orang supaya datang kepada Kristus Sang Juruselamat untuk menerima hidup kekal. Kematian Kristus adalah untuk kebaikan umat manusia dan Allah tidak membatasi siapapun dalam penyediaan kematianNya. Merupakan belas kasih Tuhan agar semua orang diselamatkan (2 Petrus 2:9). Dalam penyediaanNya, Allah memberikan kesempatan yang sama untuk semua manusia (Yohanes 3:16; Roma 10:34; 2 Kor 5:15; 1 Timotius 2:4; Ibrani 2:9). Tuhan telah menyediakan keselamatan untuk semua orang dan Roh Kudus meyakinkan manusia agar menerima keselamatan. Walaupun demikian, Alkitab juga mengajarkan bahwa tidak semua orang akan diselamatkan. Hal ini terjadi karena penolakan dan ketidakpercayaan kepada Kristus (Yohanes 5:10; 2 Korintus 5:18-20; Titus 2:11).

Jelaslah bahwa keputusan untuk menerima atau menolak Kristus adalah tanggung jawab manusia. Menolak Kristus berarti tidak diselamatkan. Jadi apabila seseorang tidak menerima keselamatan, dalam hal ini Allah tidak dapat dipersalahkan. Persediaan keselamatan cukup untuk semua manusia. Sebagimana mana yang ditegaskan oleh Kevin J. Conner “Allah tidak meluputkan seorang pun dalam penentuan belas kasihanNya. Allah tidak ingin semua orang binasa. Tidak seorang pun akan dilemparkan ke neraka karena kristus tidak mati bagi mereka, tetapi karena mereka menolak tawaran Allah akan keselamatan di dalam Kristus”.
 
Kita  harus memilih antara SORGA atau NERAKA. Dengan tidak memilih anda telah memilih Neraka! Dengan tidak mempercayai adanya Sorga anda telah memilih Neraka! Dengan tingkah laku anda, anda telah memilih Sorga atau Neraka! Tuhan tidak dapat memaksa anda untuk memilih Sorga walaupun itu kehendak-Nya.
 
Ada banyak jalan menuju NERAKA, tapi ingatlah, hanya ada SATU JALAN menuju SORGA yaitu percaya kepada AnakNya: YESUS KRISTUS. Bagi yang telah percaya peliharalah iman sampai akhir!Ada JALAN yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. (Amsal 14:12)