Sunday, August 28, 2016

Waspadai "Perubahan"


Ev. Charlotte

1 Yoh 2:15-17
15  Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
16  Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
17  Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Pendahuluan

Pada tanggal 15 Juli 2016 saat berada di pesawat saya membaca surat kabar Kompas. Terdapat paling tidak 3 topik berita besar karena menjadi headlines news (berita di halaman pertama) yaitu :
1.     Ke manapun Pokemon pergi tetap akan kucari.
2.     Seorang anak berusia 15 tahun memutuskan mengakhiri hidupnya. Menurut berita ia frustasi karena orang tuanya tidak memberikannya kesempatan untuk bermain games. Saluran internetnya  dimatikan sehingga ia gantung diri. Mungkin kejadiannya tidak sederhana itu juga, tetapi kian hari kian banyak orang yang bunuh diri.
3.     Arya Permana , anak berusia 10 tahun, beratnya 192 kg. Tentu saja tidak tiba-tiba ia menjadi obesitas. Sewaktu usia 1 tahun beratnya masih normal. Namun saat usia 4-5 tahun beratnya 60 kg. Setiap hari ia menghabiskan 20 kotak minuman kemas dan makan dengan  porsi ganda. Kalau tidak diberi, ia akan marah sehingga papanya memberikannya.
Zaman ini betul-betul rusak dan kita gentar melihatnya. Jadi waspadailah perubahan.

Pdt. Stephen Tong, mengatakan,”Barang siapa tidak mengenal zaman akan dilibas zaman” maka kita harus melihat tanda-tanda zaman.” Hal ini berarti kita harus melihat perubahan yang terjadi. 1 Yoh 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.  Jadi manusia tidak bisa mendapatkan kedua-duanya. Hal ini dikatakan karena yang ada di dunia ini adalah keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup yang akan lenyap. Yang tidak lenyap adalah orang yang melakukan kehendak Tuhan.

3 Pintu dosa

Kej 3:4-6 menceritakan kisah manusia pertama kali jatuh dalam dosa. Tuhan Allah berkata, "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Namun Hawa digoda iblis yang berkata,” "Sekali-kali kamu tidak akan mati. tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Jadi iblis memberikan informasi yang berbeda dan membingungkan. Hawa digoda untuk menjadi seperti Allah dan ini adalah keangkuhan hidup karena manusia tidak mau bergantung pada Tuhan. Bandingkan dengan Mat 4:1-11 ketika Tuhan Yesus dicobai. Percobaan pertama "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Percobaan kedua "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Percobaan ketiga, "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Dari kedua bagian Alkitab ini, kita melihat ada 3 pintu dosa yakni : keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup.

1.    Keinginan daging (hedonisme)

Diambil dari Bahasa Yunani hēdonismos dari akar kata hēdonē, artinya "kesenangan“. Kesenangan atau kenikmatan hidup merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia, konsumtif.
Manusia mencari kesenanganan. Kenikmatan hidup menjadi tujuan hidup manusia. Ada siswa yang bertanya kepada saya, “Bu, kuliah apa yang gampang , lulusnya cepat dan duitnya banyak?” Jadi bukan apa yang Tuhan mau saya lakukan. Sebagian besar orang Tionghoa pada saat saya kuliah mengambil jurusan ekonomi, kedokteran dan teknik karena mudah mencari uang sesudah lulus. Sedangkan saya yang Tionghoa dan Kristen mengambil jurusan keguruan (IKIP) yang jarang orang Tionghoa ambil. Teman saya ada yang mengeri saya orang Menado saat tahu saya orang Tionghoa, ada pemuda yang menggeser tempat duduknya. Ada apa dengan Tionghoa? Kalau mau menjadi guru jangan berharap untuk menjadi kaya. Tidak ada siswa yang mau mengambil jurusan antropologi, geologi, kriminologi. Mereka bertanya, “Ilmu apa itu?”, “Kamu untuk apa susah-susah kuliah?”, “Mau jadi apa nanti?”,  “Menghasilkan banyak uang tidak?” dan lain-lain.  Zaman sekarang banyak pekerjaan  yang menawarkan kepada kita, “Mau tidak setiap Selasa kamu tenang-tenang bisa pergi berenang dan berbelanja? Hari Kamis kamu tidak bekerja? Nanti uang yang bekerja untuk kamu. Jadi setelah bekerja, kamu tidak usah bekerja. Setelah itu dua tahun uang kamu akan bertambah banyak” Dunia mengejar kesenangan seperti itu.

Sekarang ini anak sedang “diasuh” oleh games. Berikut plesetan dari Maz 23:1-4 : “games adalah gembalaku, takkan kengangguran aku, remote control adalah “tongkat”ku , sekalipun aku berjalan dalam lembah online aku tidak takut sebab wifi besertaku”. Begitu sampai di tempa retreat , ada anak yang ikut bertanya ke resepsionis : “passwordnya apa?” Mereka tidak peduli minum kopi mahal atau makan di restoran mahal yang penting wifi gratis. Ini kondisinya anak sekarang. Pada surat kabar 2 minggu lalu diberitakan di Thailand adalah kuburan penjara untuk memperingati pembantaian 15.000 orang oleh Khmer Merah. Seharusnya orang yang berkunjung ke situ dengan hikmat, namun yang terjadi pemerintah di sana marah-marah karena turis mencari Pokemon. Di Taiwan ada 1.000 supir yang ditahan karena sambil menyetir mencari Pokemon. Ada juga yang sambil naik motor mencari Pokemon.  Padahal Pokemon tidak cari juga tidak apa-apa. Anak saya berkata , “Ma, ada ayah yang ikut bermain Pokemon Go sehingga hubungan anak dan ayah menjadi baik.” Pertanyaannya : “Apakah Tuhan Yesus akan turut main Pokemon Go pada zaman sekarang?” Apakah kesenangan kita menjadi kesenangan Tuhan? Santo Agustinus bertanya, “What do I like when I love my God?” (Apa yang saya suka ketika mencintai Tuhan?).
Saya bertanya kepada anak saya, “Kalau Tuhan meminta untuk melepaskan “mainan itu”, karena Aku mau bercakap-cakap saat engkau membaca Alkitab.” Anak saya berkata,”Tapi Tuhan mau kita menikmati hidup.” Saya berkata ,”Hidup seperti apa yang kita nikmati?”

Agustinus (354 – 430) dalam buku otobiografinya “Confessions” (Pengakuan-Pengakuan) yang ditulisnya antara tahun 397-398 berkata, Apa yang saya cintai ketika saya mencintai Tuhan? Bukan keindahan tubuh dan bukan kemuliaan sementara. Bukan cahaya bersinar terang. Bukan melodi manis sebuah lagu. Bukan bau lembut bunga, parfum dan rempah-rempah. Bukan manna dan madu. Bukan rangkulan. Bukan ini yang saya suka ketika aku mencintai Tuhan. Ketika dia mencintai Tuhan, lewat pendengaran, penglihatan, perabaan, pencecapan, Agustinus berkata, Namun ketika saya mengasihi Tuhan saya : Ketika jiwaku bermandikan cahaya yang tidak terikat oleh ruang , Ketika mendengar suara yang tidak pernah akan lenyap, Ketika mencium aroma yang tidak hilang ditiup angin, Ketika merasakan makanan yang tidak lagi membuat lapar. Ketika melekat berada dalam pelukan. Artinya Agustisnus mengatakan, “Tidak ada yang saya cinta lebih dari Tuhan.” Lagu “Kucinta Yesus” yang baru pertama kali saya dengar, namun waktu saya nyanyikan tanpa terasa air mata keluar. Apakah saya bisa mencinta Yesus daripada apapun dan saya membenci dosa lebih daripada apa pun? Ketika Agustinus katakan, “What does love look like?” Seperti apa cinta itu? Cinta seperti tangan yang selalu ingin menolong, seperti kaki yang bergegas untuk pergi  ke orang miskin yang membutuhkan. Mata yang mampu melihat penderitaan dan mampu melihat kebutuhan. Dan telinga yang mau mendengar keluhan dan penderitaan manusia. Itulah cinta. Seperti itulah kasih.

2.    Keinginan mata (materialisme)

Harga diri dan ukuran keberhasilan dari hal-hal yang bersifat materi, kemewahan, pencapaian yang dikejar manusia, kompetitif vs kooperatif.
Murid-murid saya sekarang ketika dijemput tidak bertanya, “Siapa yang menjemput” tetapi “Kamu dijemput mobil apa?”.  Manusia dinilai dari materi apa yang dipunyai. Harusnya kalau kita turun dari Alphard dan APV (Aphald Primitvie Version) jalannya harus sama. Jangan sampai benda itu memberi nilai pada kita. Tetapi kita bernilai karena Kristus telah mati untuk kita. Kita senilai darah Kristus di kayu salib. Kita bernilai dari apa yang dipakai. Ada teman saya yang memakai jam tangan yang mirip Rolex tetapi tulisannya Polex. Dari jauh mirip Rolex. Saya bertanya,”Mengapa harus Rolex?” Dia menjawab, “Kalau pakai Rolex jalannya lain.” Jangan sampai benda memberi nilai kepada kita seperti dunia menghargai kita kalau memakai sesuatu. Beberapa kali saya ke Mal Central Park. Saat naik Kijang, pintu mobil dibuka dan diperiksa. Suatu kali saya diantar teman naik Mercy dan pintu mobil tidak dibuka untuk diperiksa. Saya berkata kepada petugas sekuriti, “Pak, saya orangnya sama dengan yang kemarin.” Kita menghargai orang dengan apa yang dipakainya. Demikian pula dengan perlakuan pemilik toko terhadap calon pembeli yang mobil mewah berbeda dengan yang naik beca. Padahal yang naik mobil mungkin hanya betanya-tanya lalu pergi melihat ke toko sebelah, sedangkan yang naik beca tidak pergi karena merasa mahal kalau pindah-pindah toko. Ini masalah ketamakan.

Lukas 12:15,17-19. Ayat 15  Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Ini tentang orang kaya yang bodoh, padahal orang bisa menjadi kaya karena ia pintar. Ini paradox. Berarti ia bodoh bukan secara kognitif, tapi kerohaninya. Ayat 17  Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18  Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Orang kaya ini pintar dan membuat rencana, strategi dengan membesarkan lumbung sehingga barang yang disimpan tambah banyak. 19  Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Di sini bodohnya, karena dia tidak tahu bahwa dia sewaktu-waktu bisa dipanggil Tuhan. Janganlah hidup untuk makan, minum dan bersenang-senang karena semua akan lenyap.

Andrew Jackson Whittaker Jr. Pada 26 Des 2002 menang lotere sebesar 314.960.000 dolar (sekitar Rp 4 triliun).
2003 dia menjadi pemabuk berat. 2004 bisnisnya bermasalah. September 2004 cucunya meninggal karena over dosis, 6 minggu kemudian istrinya minta cerai. Januari 2007 rekening banknya dibobol pencuri. Juli 2009, putrinya Ginger Whittaker meninggal karena overdosis. Apa yang dia katakan? “Seandainya aku robek saja (tidak saya uangkan) tiket lotere itu, mungkin semua ini tidak akan terjadi.” Itulah ketamakan! Mengerikan bukan? Tetapi mereka yang ingin kaya, terjatuh ke dalam pencobaan , jerat dan ke dalam berbagai nafsu yang hampa yang mencelakakan dan menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
1 Tim 6:10-11 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.  Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bukan soal uang, tetapi cinta uang. Masalahnya kita harus pilih yang mana.

3.     Keangkuhan hidup (narsisme)   

Perasaan cinta terhadap diri sendiri. Orang seperti ini  egois dan haus pujian,tidak berempati , individualis. Sewaktu saya kuliah, orang yang narsis adalah orang yang dianggap mengalami gangguan kejiwaan. Namun sekarang ada tongsis (tongkat narsis). Kalau tidak narsis dianggap tidak gaul. Lalu membuat foto diri (selfie). Anggapannya “Orang sangat peduli dengan saya. Saya harus dilihat.” Manusia sangat berorientasi pada diri sendiri. Kalau perlu mengganti foto profil setiap 10 menit. Makan siomay saja difoto dan dunia harus tahu. Saya tidak apa-apa foto di Menara Eiffel. Zaman dulu kalau mau foto di Menara Eiffel tinggal pergi ke foto studio. Tetapi sekarang orang harus tahu bahwa saya sudah pergi ke Paris. Kenapa orang harus tahu? Karena di sini : Inilah Saya.. Saya... Saya.. harus menjadi pusat perhatian. Kalau sudah begitu, maka ia tidak peduli lagi dengan orang lain. Anak sekarang tidak peduli melihat mamanya mencuci piring, mengepel atau menyapu dan hanya berkata,”Ma, untuk apa susah-susah nanti juga kotor lagi”. Jadi ia tidak mau membantu.

Tenggelamnya kapal Pesiar Titanic 15 April 1912.
Titanic berasal dari kata Titan mahluk super dewa yang punya kekuatan supra natural dalam mitologi Yunani. Kapal pesiar samudra ini meninggalkan Southampton Inggris menuju New York tanggal 10 April 1912. Fasilitas yang ada di dalamnya gimnasium, kolam renang, perpustakaan, restoran super mewah, kasino, lift, kabin kelas atas. Memiliki telegraf nirkabel mutakhir.  Memiliki kompartemen kedap air dan pintu kedap air yang bisa dioperasikan dari jarak jauh.  Didisain sedemikian rupa sehingga bila terjadi tabrakan dahsyat satu bagian kapal masih bisa mengapung di atas laut. Jadi kalau kapal pecah, masih ada bagian yang masih bisa mengambang. Yang terjadi : Titanic  menabrak gunung es pk 23:40 pada tanggal 14 April 2012 (tidak sampai 1 minggu) . Tepat sebelum pk 22.20 tanggal 15 April 1912 Titanic patah dan haluannya tenggelam bersama ribuan penumpang di dalamnya. Para penumpangnya meninggal akibat hipotermia karena air samudra yang sangat dingin (-2 derajat C). 700 penumpang selamat diangkat dari sekoci beberapa jam kemduian. 1.500 orang meninggal dalam musibah. Dalam film Titanic, ada seorang Ibu itu bertanya, “Saya dengar kapal ini tidak akan bisa tenggelam.” Dijawab, “Bahkan Tuhan sendiri tidak dapat menenggelamkan Titanic.” Ini kalimat yang sombong sekali. Tidak perlu sampai ke New York , baru hari kelima sudah tengelam dengan 1.500 orang lebih meninggal.

1 Kor 1:27-29.
Tetapi apa yang :
- bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat,
- yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
- tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

Saat Kaleb menyanyi dengan bagus sekali tadi, hati saya seperti dekat dengan Tuhan (pribadi yang mengenal diriMu tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan). Orang itu harus melihat Tuhan yang dinyatakan melalui suara sang penyanyi. Orang lemah dan tidak berarti, yang Tuhan pilih supaya melaluinya nama Tuhan dimuliakan. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16).

Waspadai Perubahan

Barang siapa tidak mengenal zaman ia akan dilibas oleh zaman. Apa yang menjadi ilah jaman ini? “I” (saya). Hedonisme, materialisme dan narsisme semuanya “saya”. Dari 10 hukum Allah, hukum pertama, “Jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu”. Begitu melanggar hukum pertama ,maka ke sembilan hukum yang lain dilanggar karena Allah kita adalah Allah pencemburu. Biarlah hati kita hanya ada 1 Allah kita yaitu Yesus Kristus. 1 Yoh 2:17 17  Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Ada 2 gambar pohon. Yang pertama, sebentar lagi rubuh. Ketika membangun di atas pohon yang daunnya uang ini , sebentar lagi tinggal batangnya digergaji lalu tumbang. Berbeda dengan pohon  yang kedua. Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil (Maz 1:2-3). Biarlah kita seperti pohon yang dikatakan itu yaitu orang yang mengandalkan Tuhan. Ketika dengan taat mengandalkan Allah maka kita akan hidup selama-lamanya. 

No comments:

Post a Comment