Sunday, December 22, 2013

Karya Allah dalam Kehidupan Kita




Pdt. Arthur Lim

Gal 4:4-5 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
Luk 2:1-7
1  Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.
2  Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.
3  Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem,  —  karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud  — 
5  supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
6  Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Kitab Lukas pasal 2 berbicara mengenai karya Allah (tidak hanya berbicara mengenai waktu Allah). Ada 5 hal yang ditekankan pada Lukas pasal 2, yakni:

1.     Karya Allah tidak selalu dapat dipahami saat kita mengalaminya. Saat Kaisar Agustus memerintahkan supaya dilakukan sensus, dia tidak menyadari rencana Allah. Demikian juga dengan Yusuf, waktu diberitahu malaikat bahwa tunangannya sedang mengandung dari Roh Kudus, tidak tahu bahwa ia harus kembali ke Betlehem untuk menggenapkan rencana Allah. Yusuf hanya dikasih tahu bahwa Maria sedang mengandung anak dari Roh Kudus. Karena Yusuf orang yang baik, ia tetap meminta Maria untuk berada di sisinya. Ia tidak tahu bahwa sensus penduduk diadakan untuk menggenapkan rencana Allah. Ratusan tahun lalu ada seorang nabi bernama Mikha yang menulis nubuatan yang terkait dengan peristiwa ini, Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel (Mikha 5:1-2).  Karya Allah tidak selalu dapat dipahami saat dialami. Saya pernah marah dengan Tuhan dan itu dosa. Mama saya suka mengabarkan Injil. Suatu kali ia mengabarkan Injil ke pemilik restoran empek-empek sampai mama saya diusir (jangan makan di sana lagi) karena setiap kali makan di sana selalu ia bercerita tentang Yesus. Mama saya diingatkan hanya boleh makan empek-empek tetapi jangan menyanyikan lagu-lagu rohani dan berbicara tentang Tuhan Yesus terus. Suatu kali 15 tahun kemudian, seseorang datang ke rumah kami di Sunter dan mengetuk pintu. Rupanya ia adalah tukang jual empek-empek yang dulunya sering diceritakan Yesus oleh mama saya. Ia memberitahu bahwa ia telah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Katanya kepada mama saya, “Walaupun dulu kamu saya usir tapi saya ingat perkataanmu belasan tahun lalu dan sekarang saya sudah menjadi orang percaya”. Saya senang mendengarnya. Sekitar 6 tahun lalu mama saya didiagnosa terkena kanker payudara. Saya bertanya kepada Tuhan mengapa mama saya menderita penyakit mematikan tersebut. Saya berdoa meminta agar Tuhan menyembuhkannya. Saya juga meminta bantuan para jemaat , kenalan dan saudara untuk mendoakan kesembuhannya. Ternyata tidak sembuh juga. Kemudian saya ajak mama saya ke Taiwan untuk dioperasi. Saya balik ke Taiwan dengan pertanyaan dan kepahitan kepada Tuhan. Tuhan, Engkau tahu ia senang melayaniMu, mengapa Engkau membiarkannya susah seperti ini? Setelah menjalani operasi payudara, setiap tahun ia diperiksa kembali. Waktu dicek, ketahuan bahwa ia terkena kanker hati! Saya bertanya, “Mengapa Tuhan? Bukankah dia mau berbakti dan melayani Tuhan? Mengapa Tuhan memberikan penyakit seperti ini?” Setelah dioperasi, dokter di Taiwan itu memegang hati mama saya dan menyerahkannya ke saya. Ternyata 65% hatinya harus dibuang dan itu yang diberikan ke saya. Itu cukup berat. Dokter berkata, “Kamu harus bersyukur pada Tuhan atas kejadian ini”. Dalam hati saya berkata,” Tidak salah dokter? Saya mau marah dengan Tuhan, mengapa dokter berbicara seperti itu?” Rupanya kanker hati satu-satunya kanker yang tidak bisa dideteksi oleh dokter manapun sampai organ hatinya sudah mengeras dan tinggal beberapa hari lagi hidup biasanya baru ketahuan seseorang terkena kanker hati. Dokter melanjutkan, “Mamamu terkena kanker payudara tahun lalu. Itu adalah kanker yang dikeluarkan dengan operasi kecil. Tujuannya Allah ingin memberi tahu bahwa ia punya kanker yang lebih berat yang tidak kalian deteksi.  Supaya bisa dioperasi sebelum mamamu pergi.  Kalau tidak umur mamamu tinggal 3 bulan lagi!”. Hari ini mama saya sedang berbulan madu dengan papa di Korea. Waktu mendengar perkataan dokter,  saya seperti dilanda tamparan keras di kepala saya. Betapa Tuhan sangat mengasihi keluarga saya, tetapi saya justru memberontak kepada Tuhan dan bertanya, “Mengapa Tuhan?” Seolah-olah saya lebih tahu dari Tuhan. Karya Tuhan seringkali tidak dapat kita mengerti. Padahal Allah itu baik dan Dia selalu baik kepada anak-anakNya.

2.     Saat mengalami karya Allah dalam kehidupan, seringkali kita merasa sesak dan menderita. Maria pergi ke Betlehem bersama Yusuf. Ia tidak merasa nyaman dan enak saat mengalaminya.  Saya menyelediki perjalanannya dari Nazaret ke Betlehem. Maria saat itu sedang mengandung tua. Hal ini diketahui bahwa setelah beberapa hari perjalanan kemudian Tuhan Yesus lahir. Jarak dari Nazaret ke Betlehem sejauh 133 km bila ditarik garis lurus berarti jaraknya antara Jakarta ke Purwakarta. Tidak terlalu jauh tetapi daerah yang dilalui ketinggiannya berbeda-beda yakni dari 231 m di bawah permukaan laut sampai 50 m di atas permukaan laut. Jadi naik turun jalannya sangat rumit sekali. Saat itu belum ada kendaraan bermotor, hanya ada keledai. Kemungkinan Yusuf membawa Maria dengan menggunakan keledai. Karena keledai jalannya pelan maka perjalanannya dari Nazaret ke Betlehem mungkin memakan waktu antara 5-7 hari. Dengan ketinggian berbeda-beda , tentu perjalanannya sangat tidak nyaman, khususnya bagi wanita yang sedang hamil tua. Saat Maria-Yusuf menjalani kehendak Allah, mereka merasa tidak nyaman. Banyak orang mengatakan bahwa mengikut Tuhan Yesus itu enak, semuanya akan lancar, semua penyakit disembuhkan, hutang yang ada akan  dibayar Tuhan Yesus. Namun Alkitab tidak mengatakan demikian. Seringkali timbul hal yang tidak mengenakkan dalam menggenapkan kehendak Allah. Ada jemaat yang bertanya, “Mengapa setelah mengikut Tuhan banyak sekali masalah? Setelah satu masalah selesai, timbul masalah yang lain.” Saya jawab, “Nanti di surga, kalau kita akan bertemu dengan tokoh Alkitab, saya akan bertanya kepada Sadrakh Mesakh dan Abednego (SMA). Kapan merasa Tuhan paling menolong kamu? Saya percaya , mereka akan menjawab : saat perapian dinyalakan 7 kali lipat panasnya sehingga orang yang mengangkat mereka mati terbakar. Mereka berada di tengah api yang hebat sekali panasnya, di sana pertolongan Tuhan paling nyata. Saat bertemu Daniel saya bertanya : kapan pertolongan Tuhan paling nyata? Dia pasti menjawab : saat di gua singa yang kelaparan, saya merasa penyertaan Tuhan paling nyata. Kalau pertanyaan yang sama ditanya ke Daud, dia akan menjawab : dalam lembah kekelaman aku tidak takut bahaya karena Dia tidak pernah meninggalkan aku.” Banyak orang memanipulasi Injil dengan mengatakan Injil membebaskan manusia dari penderitaan dan persoalan. Yang benar, ketika engkau menerima Yesus, engkau dibebaskan dari dosa dan dosa tidak menguasai kita lagi, tetapi ada Tuhan yang menyertai kita, yang tidak meninggalkan kita saat mengalami kesulitan.

3.     Semua karya yang Allah rangkai selalu tepat waktunya. Gal 4:4  Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Rasul Paulus menjelaskan, saat waktunya tiba, Yesus Kristus lahir untuk menyelamatkan manusia supaya orang percaya dapat diterima oleh Allah, dibebaskan dari dosa. Setelah dimerdekakan, lalu bisa melayani dengan bebas. Ketika surat kepada jemaat di Galatia ditulis oleh Rasul Paulus, Galatia sedang mengalami masalah dengan adanya penyesat yang mengatakan bahwa untuk mendapat keselamatan tidak cukup hanya dengan menerima Yesus tetapi juga harus disunat. Tanpa disunat, tidak akan selamat. Tapi Rasul Paulus mengatakan disunat atau tidak bukan merupakan hal yang penting. Tetapi bila Yesus berada dalam hidupmu, maka orang percaya dibebaskan dari dosa dan bisa mengatakan tidak bagi dosa. Agustinus, seorang bapak gereja, mengilustrasikan hal ini dengan baik. Ia mengatakan sebelum kita memiliki Yesus dalam hati, tidak bisa tidak berada dalam kondisi berdosa. Semakin ingin tidak berdosa, malah semakin berdosa. Itu sifat manusia sebelum ada Yesus dalam hati. Ketika Tuhan Yesus masuk ke dalam hati, kita bisa tidak berdosa. Kita bisa berdosa tapi kita punya kemampuan mengatakan tidak kepada dosa. Karena kita sudah dimerdekakan dan menggunakannya untuk melayani satu dengan yang lain

4.     Rencana dan karya Allah tidak dapat digagalkan (pasti terjadi) karena ketidakmampuan kita mengasihi Tuhan. Manusia seringkali berkata, Tuhan kalau tidak ada aku, Engkau bisa apa? Ada orang mengatakan, kalau tidak ada aku, gerejanya tidak akan dibangun (gereja tidak ada). Ada atau tidak ada, rencana Allah pasti terjadi. Kalau kita mau mengikuti rencana Allah (sesuai rencana Allah) dan  menjadi bagian dari kekekalan Allah maka kita akan menjadi sangat berbahagia. Walau kita bilang tidak mau, kehendak Tuhan pasti terjadi (bisa lewat kita, bisa juga tidak). Kalau kita mengatakan, saya tidak mau ikut dalam pelayanan natal, perayaan natal tetap terjadi. Bila saya tidak mau berkhotbah, firman Tuhan tetap terus diberitakan. Siapapun yang merasa dirinya sangat penting sehingga seolah-olah Allah sangat membutuhkan dia, padahal sebenarnya tanpa dia, Allah tetap melaksanakan rencanaNya.

5.     Karya Allah adalah untuk kebaikan bagi kita semua. Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Dalam bahasa Yunani, dipakai kata pánta (segala sesuatu). Yang dimaksud dengan “orang yang terpanggil sesuai rencana Allah” adalah orang yang mengasihi Allah , yaitu orang yang melakukan segala sesuatu untuk kebaikanNya. Termasuk dalam pengertian “segala sesuatu”, naik motor jatuh ke got, BB dicopet dll. Allah merencanakan sedemikian rinci untuk kebaikan kita. Kita tidak mengerti rencana Allah, kita bisa mengalami kepahitan, kesesakan dalam hidup kita terkadang ada kebaikan, damai sejahtera , tetapi dalam semuanya itu Allah berkarya sehingga dalam keseluruhan gambar tidak hanya warna “hitam”, “biru” atau “merah” saja. Melainkan sewaktu dirangkai menjadi satu (gambar yang indah yang paling cocok untuk setiap kita). Kalau saudara mengalami apa yang saya alami , saudara tidak tahan. Kalau saya mengalami penderitaan yang saudara alami, saya juga tidak tahan. Setiap kita mengalami sesuatu yang spesifik dengan hasil yang terbaik bagi setiap kita yang mengasihi Allah. Saya menderita MBA (makin botak aja) , apa baiknya? Saya bilang saya tidak tahu, mungkin bapak sendiri lebih tahu dari saya. Istrinya senyum-senyum, kemudian berkomentar ,”Dia suka godain cewe,”  Sekarang tidak ada yang mau. Allah rancangkan demi kebaikan kita. Mungkin istri kita cerewet bangat, atau suami bawel. Mengapa bisa medapatkan seperti ini? Kalau ada Tuhan Yesus dalam hatimu, segala sesuatu yang terjadi dalam hatimu, adalah kebaikan Nya yang tidak terkatakan. Pasti itu yang terbaik yang Allah rancangkan dalam hidupmu.

Kesimpulan
Seringkali manusia (orang percaya) tidak mengerti karya Allah. Saat mengalami karya Allah dalam hidupnya, manusia juga acapkali merasa sesak dan menderita.  Namun semua karya yang Allah rangkai selalu tepat waktunya. Rencana Allah tidak dapat digagalkan karena ketidakmampuan manusia mengasihi Tuhan.  Karya dan rencana Allah itu demi kebaikan manusia (orang percaya).  Kebaikannya berupa agar hidup orang percaya semakin serupa dengan Yesus Kristus. Kalau semakin menyerupai Yesus Kristus, berarti kita berada dalam rencana Allah. Kalau ada rencana yang tidak terjadi (misal : gagal dalam mengikuti tender) dan bila ada Yesus Kristus dalam hati, tujuannya agar kita (orang percaya) menjadi serupa Yesus. Mungkin ada sesuatu yang Tuhan mau karyakan lewat hidup kita.  Yang pasti karya Allah dari kekekalan ke kekekalan selalu tepat terlaksana dan baik.

Tuesday, December 17, 2013

Meneruskan Misi Allah



Pdt. Karyanto Gunawan

Yoh 17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
Yoh 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

Pendahuluan
Sejak November lalu, lagu dan dekorasi sudah banyak dipasang untuk menyambut perayaan natal. Banyak orang yang ingin merayakan kelahiran Tuhan Yesus tapi hanya sedikit yang mematahui perintahNya. Saat ini kita memasuki minggu advent yang seharusnya masa untuk mempersiapkan hati kita dalam menyambut kelahiran Yesus tapi kenyataannya kebanyakan kita sibuk mempersiapkan dekorasi rumah, membeli hadiah, membuat kue, berlatih paduan suara dan banyak kegiatan lainnya. Itu semua tidak salah. Yang salah adalah kalau kita hanya terpaku pada kegiatan tersebut dan kehilangan kesempatan dalam menyiapkan hati. Seharusnya kita memfokuskan kehidupan rohani kita pada hal yang penting yaitu Meneruskan Misi Allah. Seperti juga syair lagu “Bila Jiwaku DipanggilNya” (Must I Go and Empty Handed) yang digubah oleh George C. Stebbins dan syairnya ditulis oleh Charles C. Luther
Syair lagu ini ditulis oleh Charles C. Luther didasarkan pada kisah penginjilan pada seorang pasien yang setelah mendengarkan penginjilan lalu menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Si pasien merasa sukacita, karena dirinya sudan beroleh selamat, hanya saja penyakitnya semakin parah. Sebelum meninggal, dia menangis begitu rupa, Pendeta yang mendampinginya bertanya: mengapa kamu menangis? Dia terus menangis. Sampai saat dia tidak menangis lagi, Pendeta bertanya "Bukankah kamu sudah selamat, akan masuk ke sorga, berjumpa dengan Yesus, Juruselamat yang mengasihimu, mengapa kamu menangis?" "Saya tahu, saya sudah selamat dan saya bersyukur untuk itu, tapi waktu saya menghadap Tuhan nanti, haruskah saya pulang dengan tangan hampa? Kalimat itulah yang dijadikan lagu Bila jiwaku dipanggilNya, layakkah 'ku nampak sriNya. B'lum seorang yang kubawa,rahmat Hu tersia sialah.Belum selesai kerjaku,'ku tak layak nampak Hu. B'lum seorang yang kubawa,tangan hampa pulangkah? S'karang pulang kutak sesal,kar'na jiwaku t'lah s'lamat. Hanya hatiku sedih b'rat, kerjaanku b'lum berbuah.Kini kus'rahkan raga, jiwa, serta giat bekerja. Malam segera tibalah,kesempatan habislah

Natal merupakan Misi Allah
Banyak manusia dari lahir sampai dengan meninggal berputar-putar di 7C
1.     College (pendidikan). Orang tua mengumpulkan uang mati-matianagar anaknya bisa bersekolah. Dengan pendidikan yang baik berharap mendapatkan C yang kedua yaitu Career.
2.     Career (pekerjaan). Setelah ada pendidikan & pekerjaan yang baik mengharapkan dapat C yang ketiga (Card)
3.     Card (kartu = uang). Kita hidup di jaman uang plastik
4.     Car (mobil). Setelah ada uang yang lebih banyak lalu ganti mobil
5.     Condominium (rumah). Harga apartemen sekarang mahal, ada yang lebih dari Rp 25 juta/m2.
6.     Couple (pasangan hidup). Yang laki-laki mencari pasangan hidup dengan  kriteria 3B (beauty-cantik, behaviour-perilaku, brain-otak). Yang perempuan mencari laki-laki dengan criteria 3B (bibit, bobot, bebet). Setelah itu
7.     Children (anak-anak). Orang tua biasanya yang sibuk bila anaknya menempuh pendidikan.
Kalau orang Kristen juga berputar-putar pada 7C sangat memprihatinkan.
Kaisar Alexander Agung (33 tahun) dikenal sebagai pemimpin militer yang paling kuat dan penakluk dunia zaman kuno. Sebelum ia berusia 30 tahun ia telah menaklukkan kerajaan yang membentang lebih dari 3.000 mil dari Yunani ke India. Ia dilahirkan pada 356 SM di Makedonia, yang dikenal hari ini sebagai Yunani bagian utara. Pada detik detik terakhir hidupnya sebelum maut menjemputnya di atas tempat tidurnya, Alexander Agung berwasiat kepada jenderal perangnya yang terpercaya “Setelah kematian saya, ketika Anda membaringkan tubuh saya di peti mati, biarkan lengan saya menggantung di tepi mati dengan telapak tanganku terbuka lebar, sehingga masyarakat dapat melihat bahwa tangan saya kosong ketika saya meninggalkan dunia ini.” Kitab Talmud (kitab orang Yahudi) mengatakan, “Seorang bayi lahir ke tengah dunia dengan tangan yang menggenggam, namun ketika meninggalkan dunia tangan seorang manusia terbuka lebar”. Maksudnya manusia lahir ke dunia dengan nafsu ingin meraih segala sesuatu , namun waktu mati ia tidak membawanya serta. Seorang Kristen tahu waktu lahir dengan telanjang, dan sewaktu mati tidak membawa apapun juga. Hidup orang Kristen bukan hanya 7C saja. Hanya sedikit orang yang bisa hidup bebas dari 7C. Kalau orang dunia bisa, maka seharusnya orang Kristen juga bisa hidup bebas dari sekedar menguber 7C. Orang Kristen harus mengabarkan Injil (menyampaikan berita sukacita) seperti yang diperintahkan Tuhan di tengah-tengah lingkungan kita. Misi Kristen bukan dimulai oleh orang Kristen, yayasan atau gereja tapi oleh Allah sendiri. Kalau Allah tidak punya misi untuk umat manusia maka manusia akan terhilang.

Allah terus bekerja melalui nabi-nabi dan tidak pernah putus asa (menegur, menguatkan dan mengingatkan) memanggil manusia untuk kembali kepada Allah, namun nabi-nabiNya ditolak. Sampai pada puncaknya, Allah mengutus anakNya (mengaruniakan putra tunggalNya) untuk lahir di dunia. Inilah yang diperingati saat natal. Allah yang memulai dan kemudian memakai orang percaya untuk melanjutkan misiNya di dunia ini. Allah memulai dengan orang-orang yang sederhana (kedua belas murid Yesus). Awalnya mereka adalah orang yang tidak diperhitungkan , namun setelah menyerahkan dirinya menjadi pengikuti Tuhan, mereka menjadi orang-orang yang luar biasa. Melalui orang-orang sederhana seperti mereka, kuasa Allah bekerja. Bisa diibaratkan orang Kristen itu seperti pengemis yang menemukan gudang penuh makanan, lalu memberitahukan kepada pengemis-pengemis lainnya. Dia tidak tinggal diam tapi memberitahukan kepada yang lain.

Penginjilan
Penginjilan adalah suatu proses yang melibatkan kehidupan seutuhnya dalam membagikan injil Tuhan Yesus Kristus dengan kasih Allah, dalam pimpinan dan kuasa Roh Kudus dan mempercayakan hasil-hasilnya kepada Allah. Ada orang yang baru percaya pada saat akan meninggal dunia. Namun itu adalah proses yang panjang. Mungkin orang tua, anak-anaknya, orang-orang di lingkungannya telah berdoa begitu lama agar ia menjadi orang percaya. Kita mengabarkan Injil melalui perkataan dan kehidupan kita secara keseluruhan.
Friedrich Nietzsche (1844-1900) adalah anak seorang pendeta. Dalam seluruh hidupnya dia adalah pengkrititk orang-orang Kristen di (gereja-gereja) Eropa khususnya di Jerman. Suatu hari dia menderita sifilis, gangguan jiwa dan meninggal di rumah sakit , tapi tulisan-tulisannya pedas mengkritik orang-orang Kristen dan gereja sehingga disebut pembunuh Tuhan. Hal ini karena hidup banyak orang Kristen rusak. Ada yang mabuk-mabukan, berzina , berjudi dan lain-lain. Di rumah sebagai orang tua atau anak-anak, di tempat kerja sebagai rekan bisnis atau pemimpin atau bawahan, di kampus sebagai pelajar seharusnya sebagai orang Kristen memperlihatkan kehidupan yang benar dan sesuai dengan ajaran Yesus Kristus. Nietzshce mengatakan, “Orang Kristen harus memperlihatkan kepada saya bahwa mereka telah ditebus, baru saya bisa percaya kepada Penebus mereka” (Christians must show me they are redeemed, before I will believe in their Redeemer) artinya menjadi orang Kristen harus berani hidup berbeda dengan lingkungannya yang rusak.

Sewaktu naik pesawat dari Sorong ke Jakarta, saya duduk di sebelah haji dan istrinya. Mereka melihat tas saya yang bertuliskan PGTI. Lalu ia bertanya,”Dari gereja ya?” Setelah bercakap-cakap, mereka mau buku-buku Kristen. Lalu saya minta nomor telepon dan mengirimkan buku karya Pdt Stephen Tong dan Alkitab. Mereka mengucapkan terima kasih atas buku-buku yang saya kirim. Sewaktu ada KKR Pdt Stephen Tong, saya menelpon untuk menginformasikan ke haji tersebut untuk datang dan bila ada yang tidak dimengerti dapat bertanya. Sayangnya sang haji tidak bisa hadir karena ada acara. Itu bukanlah masalah, yang penting kita sudah melakukan perintah Tuhan dengan mengajaknya. Ada juga seorang teman yang diajak ikut KKR –nya Pdt Tong di Surabaya dan dia bertobat. Setelah lama tidak bertemu, akhirnya kami bertemu di beberapa acara KKR. Ternyata ia telah mengikuti Yesus dengan setia. Kita tidak pernah tahu hasilnya yang penting kita melakukannya.

Tuesday, December 10, 2013

Aku adalah Hamba Tuhan



Ev. Daesy Sanger

Luk 1:26-38
26  Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
34  Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
35  Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
38  Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Pendahuluan
Di kebaktian saat diminta, “Siapa di sini yang hamba Tuhan angkat tangan!”,  ternyata jarang (bahkan tidak ada) jemaat yang mengangkat tangannya. Umumnya hamba Tuhan dikonotasikan dengan penginjil atau pendeta. Padahal kalimat “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan” bukan dikeluarkan oleh seorang imam, nabi, pemimpin rumah ibadah (gereja), tetapi keluar dari mulut seorang perempuan muda biasa, yang sangat sederhana seperti kebanyakan.

Siapa yang dimaksud hamba Tuhan?
Waktu masih mengikuti kelas Sekolah Minggu, saya punya keinginan bermain drama memerankan tokoh Maria, ibu Yesus. Hal ini karena Maria digambarkan sebagai wanita cantik memakai jubah panjang, kerudung merah muda dan menggendong bayi Yesus. Sebagai seorang anak kecil, kita tidak mengerti, menjadi Maria tidak mudah, penuh dengan kesulitan. Setelah dewasa, belum tentu kita mengerti beratnya pergumulan Maria. Karena kita terpesona oleh kepopuleran Maria. Maria adalah seorang perempuan muda yang dipilih Tuhan yang dari mulutnya keluar satu kalimat, ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan.” (ayat 38a). Pada ayat 26-27  dikatakan, “Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret” kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria., Pada ayat-ayat  tersebut, jelas sekali bahwa Allah sudah memberikan sebuah petunjuk yang sangat tepat tentang waktu, tempat dan orangnya yang membuktikan bahwa ini adalah fakta sejarah. Bulan keenam yang dimaksud adalah bulan keenam dari saat Elizabeth mulai mengandung. Ini dua peristiwa yang mencengangkan yang tidak masuk akal (tidak bisa diterima oleh medis). Bagaimana mungkin seorang perempuan tua yang mandul, bisa mengandung dan punya anak? Tetapi Tuhan sudah menyediakan sebuah rencana yang begitu besar (hebat) nya , walau bagi kebanyakan orang sungguh tidak masuk akal.

Siapa Maria?
Alkitab mengatakan, ia seorang perawan, tunangan dari Yusuf, keturunan Daud dan tinggal di Nazaret Galilea. Jadi tidak kebetulan ia yang dipilih, karena Tuhan sudah merencanakannya. Artinya segala sesuatu yang terjadi atas Maria, ia sudah dipilih menjadi hamba Tuhan, walaupun ia bukanlah seorang imam atau pemimpin agama, tetapi ia mempunyai kerohanian yang baik. Kondisi Maria mengingatkan kita akan nubuatan Allah pada Yesaya 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Sebuah rencana Allah , jauh sebelum Maria lahir, sudah diberitahukan. Alasan Maria yang dipilih walaupun ia  bukan seorang imam atau rohaniawan :
1.     Maria dipilih karena ia telah memperoleh kasih karunia. Ini adalah kedaulatan Allah dalam memilih orang, Allah mengasihi dan memilih Maria. Seperti juga halnya Tuhan memilih kita dari orang yang berdosa, penuh kejahatan , harus dihukum mati, dan kita dipilih menjadi anak Tuhan, itu adalah kasih karunia. Maria memperoleh kasih karunia dari Allah, sama seperti Nuh pernah menerimanya. Kej 6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Jika tidak pernah merasakan kasih karunia itu, sunguh sulit untuk memahami bahwa kita dikasihi dan dipanggil menjadi hambaNya sehingga kita tidak berani berkata bahwa kita hamba Tuhan.
2.     Maria seorang yang hidup berkenan kepada Allah. Tuhan memilih dan memberi kasih karunia lalu Maria meresponinya dengan melakukan hal yang berkenan. Alkitab mencatat Maria adalah orang yang berkenan kepada Allah. 2 Tim 2:21 Jika seseorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud mulia, ia dikuduskan, ia dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan mulia. Ini merupakan nasehat Rasul Paulus kepada Timotius. Setiap orang yang dipanggil Tuhan, tidak bisa tidak melakukan apa-apa. Ini merupakan respon. Kalau kita tidak berusaha menyucikan diri dan meninggalkan perbuatan jahat, kita tidak bisa menjadi perabot rumah Tuhan serta tidak dipandang untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Maria dipilih karena kasih karunia dan berkenan di hadapan Tuhan sehingga pekerjaan yang mulia sebagai ibu Yesus di dunia diberikan kepada Maria. Bagaimana kita bisa jadi hamba Tuhan kalau tidak menyadari hal ini?  Jangan pernah berpikir bahwa dengan masuk dan belajar di sekolah Alkitab (bahkan sampai S2) sudah membawa kita kepada karakter hamba Tuhan. Tidak! Banyak hamba Tuhan bergumul dengan karakter-karakternya. Artinya untuk bisa menjadi hamba TUhan kita perlu berusaha, menerima kasih karunia, berjuang untuk berkenan di hadapan Allah seperti Maria.

Kunjungan Malaikat kepada Maria
Ayat 28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau"  (“Greeting* you who are higly favored! The Lord is with you”). Kunjungan Malaikat kepada Maria merupakan puncak (peristiwa yang sangat dahsyat). Saya kesulitan mendapat gambar yang mewakili ayat ini. Biasanya gambar di google, lengkap dengan sinar yang terang (berkilau-kilau) dan ini berbeda dengan apa yang dilukiskan Lukas. Lukas tidak mencatat bahwa Maria dikunjungi mahluk yang bersinar menakutkan dan membuat Maria merasa ngeri. Sewaktu menjadi guru Sekolah Minggu, saya membuat kesalahan menggambarkan malaikat dengan lingkaran halo di kepala dan membawa tongkat berujung bintang seperti pada kisah Pinokio. Padahal Alkitab mencatatnya begitu alami (biasa). Saat penampakan malaikat di hadapan Maria, Lukas tidak mencatat seperti apa fisik malaikat tersebut seperti Lukas mencatat di bagian lain yang menceritakan malaikat sebagai sosok yang bersinar. Seperti pada Lukas 2:9 , Lukas mencatat, Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lukas adalah penulis yang sangat detil dan akurat sehingga tidak mungkin dia lupa mencatat malaikat yang bersinar-sinar ketika bertemu Maria. Jadi bukan sinarnya yang penting tetapi salamnya yang penting, karena itu ditulis dalam Alkitab pada ayat 29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu, Maria terkejut mendengar perkataan itu (bukan terkeju dengan fisiknya malaikat) yakni Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau. Kata salam berasal dari kata khah’eero (chario yang artinya gembira / merasakan sukacita). Kata chairo sangat erat kaitannya dengan kata grace (anugerah).  Chairo merupakan sebuah perasaan gembira karena anugerah Allah. Maria terkejut karena perkataan malaikat itu. Dia merasa dia orang biasa (kebanyakan), tetapi didatangi malaikat yang berkata, “Salam (chairo /greeting)”. Dengan penuh kerendahan hati Maria mengatakan, “Siapa saya, sampai mendapat salam yang begitu memuliakannya”. Itu membuatnya terkejut. Dia tidak mengerti apa arti salam itu. Seorang hamba Tuhan begitu rendah hati. Ia menyadari dirinya orang biasa yang sebenarnya tidak layak. Tetapi Allah melayakkan. Allah memberikan chairo untuk dia, sebuah salam yang tidak biasa. Berapa banyak dari kita yang tersinggung ketika kita melayani di gereja sebagai aktivis, majelis gereja, guru sekolah minggu bahkan hamba Tuhan dan kita merasa kurang dihargai oleh orang lain. Kita perlu belajar dari Maria. Maria merasa dirinya tidak layak dapat salam itu. Bukankah kita dipilih jadi hamba Tuhan? Ini benar-benar karena Allah melayakkan kita. Bukan karena kita pintar, baik, karena Tuhan bisa pakai siapa saja yang bukan kita. Waktu Yesus masuk Yerusalem naik keledai orang banyak mengambil pohon palm mulai memulikan Allah, “Hosana..Hosana.”. Prajurit dan ahli taurat tidak suka. Mereka meminta orang banyak diam. Tetapi Yesus bilang, “kalau mereka diam batu bisa memuji”. DI surga ada sepasukan malaikat yang melayani tetapi Allah mau memakai dan menghargai kita seperti Maria yang bersedia untuk taat, hidup berkenan dan kasih hidupnya untuk Tuhan. Semuanya dikasih termasuk harga diri, masa depan dan pernikahannya.

Waktu malaikat menyampaikan pesan, Maria tidak mengerti, sehingga ia bertanya lalu Allah memberikan jawabanNya. Ayat 30-33 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Allah memberitahukan Maria , seorang hamba Tuhan, tentang rencananya yang begitu agung. Kepada Maria malaikat mengatakan, “Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia adalah Yesus”. Maria tetap tidak memahami. Untuk itu ia bertanya, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Ketidakmampuan Maria untuk memahami rencana Allah tidak membuat Allah tidak memilih dia. Allah bersedia memberi jawaban. Ini membuktikan kerendahanan hati Maria. Salah satu ciri rendah hati adalah terus bertanya pada Tuhan tentang apa yang Tuhan mau saya berikan. Dan Tuhan memberikan jawaban. Kali ini malaikat berkata, "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Waktu saya menyiapkan bagian ini, saya mencoba berada pada posisi Maria. Saya membayangkan bagaimana Maria bisa menerima kondisi seperti ini? Benar-benar membutuhkan kepercayaan atas perkataan Allah karena belum kelihatan bayinya dan belum tahu siapa Yesus. Hanya mendengar dan dia percaya. Itulah hamba Tuhan. Berapa banyak yang mengaku hamba Tuhan tapi tidak bisa percaya pada Tuhan serta perkataan dan janjiNya. Maria tidak begitu. Tetapi Tuhan tetap bisa memberikan banyak peneguhan padanya. Ada peristiwa ajaib sebelum ia mengandung Yesus. Saudaranya, seorang perempuan yang sudah tua dan mandul, ternyata bisa hamil. Tuhan memakai Elizabet untuk bisa menjadi contoh (teladan) dan malaikat mengatakan,” Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.”  Tuhan mengerti pergumulan Maria. Tuhan memberikan peneguhan demi peneguhan. Memberikan orang-orang di sampingnya untuk meneguhkan Maria sehingga muncullah perkataan,”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan”. Hamba Tuhan bukan selalu orang yang masuk sekolah Alkitab tetapi orang-orang yang mengerti pilihan, kasih karunia Allah, bersedia hidup berkenan kepada Allah, memberikan dirinya pada Tuhan menjadi perabot rumah Tuhan, untuk kemuliaan Tuhan. Maria memberikan pelajaran yang berharga buat kita. Apakah kita bersedia menjadi hamba Tuhan ? Apa kita bersedia mengambil resiko? Maria mengambil resiko!, Kalimat yang diltulis Lukas tidak berhenti pada, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan” namun ada tambahannya, “; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Perkataan yang mana? Perkataan Allah yang dikatakan malaikat. Artinya Maria bersedia masuk dalam rencana Allah dengan segala resiko mungkin bisa dirajam mati karena hamil di luar nikah, kehilangan Yusuf, gagal pernikahan, dan sebagainya. Maria bersedia mengambil resiko karena ia percaya Allah, dia tahu Allah memberikan rencana hidup yang luar biasa.

Mari kita sama-sama memikirkan apakah kita bersedia menjadi hambaNya? Mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan? Dengan apa yang Tuhan sudah berikan pada kita (materi, talenta, karakter dan seluruh keberadaan kita). Biarlah kita bisa menjadi seperti Maria yang bisa berkata, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanMu.”