Monday, June 3, 2013

Mencari atau Mencuri Kemuliaan Allah

Pdt Liem Ie Liong

Yoh 11:1-4
1  Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
2  Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.
3  Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."
4  Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
Matius  5:16 16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
1 Korintus 10:31  Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Roma 1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
Yes 43:7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Orang Kristen yang telah menerima anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus, pasti hidupnya tidak bisa diam. Hal ini berarti dia mau hidup bagi Kristus dan sesuai  dengan tujuan Allah agar dapat memuliakan Allah. Pertanyaannya: Di tengah dunia yang penuh dosa, dapatkah hidup orang Kristen memuliakan Allah?

1.       Manusia Berdosa tidak mungkin hidup memuliakan Allah.
Dalam Roma 1:21, meskipun orang berdosa mengenal Allah, tapi mereka tidak memuliakan Allah sebagai Allah. Semua manusia telah berbuat dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Maka tidak mungkin orang berdosa di dalam hidupnya dapat memuliakan Allah. Tujuan Allah yang semula menciptakan manusia segambar dengan Dia, agar manusia dapat memuliakan Allah (Yesaya 43:7).
Perjumpaan orang berdosa dengan Kristus merupakan pengalaman rohani yang tidak terlupakan , di mana ia telah memperolah pengampunan  dosa, ketika percaya dan menerima Kristus sebagai pribadi, menjadi ciptaan yang baru (2 Kor.5:17). Maka sekarang ia menjadi milik Kristus dan Kristus menjadi miliknya. Maka motivasi dan tujuan hidup orang Kristen adalah untuk memuliakan Allah. Pertumbuhan rohaninya  dalam Kristus, pelayanannya bagi Kristus dan seluruh hidupnya bagi Kristus untuk kemulian Kristus. Itulah orang Kristen yang di dalam kehidupannya hanya mencari kemuliaan bagi Allah (Roma 11:36).
Ada satu keluarga suami-istri yang tinggal serumah tapi tidak bicara. Suaminya dibaptis belakangan. Suami-istri ini selalu ribut. Kalau ribut, suaminya diam, tidak mau ribut. Bertahun-tahun, berpuluh tahun, istrinya mengikut Tuhan tetapi dalam kehidupannya, tidak ada perubahan. Setelah beberapa lama dibaptis, ia tidak lagi datang ke gereja. Ia mengatakan, “Bagaimana saya bisa melihat istri saya yang melayani di gereja tapi di rumah selalu marah.” Sampai suaminya meninggal, mereka masih hidup masing-masing.  Ada tukang sayur mengatakan, “Kasihan bapak ini. Beli sayur , masak dan makan sendiri. Bahkan pernah tidak pernah uang, saya kasih sayur.” Suami-istri Kristen ini walau sudah jadi Kristen hidupnya tidak berubah, sama seperti sebelum jadi Kristen. Bagaimana bisa hidup memuliakan Tuhan?
 Ketika berada di dunia,  Yesus memuliakan Allah Bapa, Yesus menyatakan kemuliaan Allah dengan menggenapi apa yang dikehendaki Allah bagiNya (Yoh. 17:4). Jadi Ia berdoa kepada  BapaNya pada akhir dari kehidupanNya: “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya. Pekerjaan itu termasuk banyak mujizat semasa hidupNya dan pekerjaan penebusanNya yang final dan agung ketika Ia mati (sudah selesai) dan bangkit kembali. KematianNya dan KebangkitanNya yang  ajaib menunjukkan kemuliaan Allah.

2.       Terang orang kristen bercahaya di depan orang supaya mereka memuliakan Bapamu di Surga.
       Tuntutan agar terang kita bercahaya dalam dunia, bertujuan agar orang memuliakan Bapa kita yang di sorga. Akhirnya, tuntutannya adalah agar kita memuliakan Allah melalui terang kita yang bercahaya yaitu dengan perbuatan baik kita.
Tidak ada apapun dalam alam semesta ini yang lebih berharga daripada kemuliaan Allah. Kemuliaan Allah adalah sinar yang cemerlang dari nilai yang tak terhingga dari Allah. Ini adalah keindahan moralNya.
Mujizat semasa hidupNya dan pekerjaan penebusanNya yang final dan agung ketika Ia mati (diatas kayu salib Yesus berkata sudah selesai) dan Ia bangkit  pada hari ketiga.
Dan ketika dengan cara demikian Bapa dimuliakan di dalam Anak, maka Allah juga memuliakan Anak di dalam kematianNya dan KebangkitanNya yang ajaib. Bapa dan Anak saling memuliakan satu sama lain di dalam tindakan PENYELAMATAN  bagi manusia berdosa. John Piper berkata: “Tidak ada KASIH yang lebih besar dari pada Kasih Allah yang mempermuliakan diriNya di dalam Yesus demi  kita orang berdosa.
Kita disealamtkan bukan karena kita berbuat baik, tetapi oleh iman kepada Tuhan Yesus Kristus dan keselamatan itu kita terima karena anugerah Allah. Ada orang yang salah mengerti, kalau jadi orang Kristen yang baik supaya menerima keselamatan. Ada pemuda yang belum dibaptis mengatakan, “Tunggu dulu, saya belum mau dibaptis. Kalau saya sudah baik dan tidak berbuat dosa, baru saya mau dibaptis.” Pengertian pemuda ini salah. Dengan berbuat baik supaya bisa menerima keselamatan dan dbaptis. Supaya diselamatkan, Tuhan memanggil kita supaya berbuat baik. Tetapi perbuatan baik, bukan untuk memampukan saya masuk surga. Ukuran perbuatan baik harus sesuai dengan firman Tuhan.

3.       Bagaimana kita dapat hidup yang  memuliakan Allah?
       Hiduplah sedemikian rupa agar orang melihat kehidupanmu dan memuliakan Allah. Terang seperti apa yang dilihat orang lain? Yaitu  Perbuatan baik kita. Bukan perbuatan baik saja, Rasul Paulus berkata: “ Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. (1 Korintus 10:31).

       Ketika perbuatan baik kita mendapat citarasa dari garam dan cahaya dari terang itu, dunia akan disadarkan untuk  mengecap sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya dan melihat sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, yaitu kemuliaan Allah di dalam YESUS. Tuhan Yesus mengatakan: sasaran kita melakukan perbuatan baik kepada orang lain ialah agar mereka memuliakan Allah.  Pertanyaannya: apakah perbuatan baik yang kita lakukan terhadap sesama,  sungguh untuk memuliakan Allah atau memuliakan diri sendiri (pujian dari manusia bahwa engkau orang  baik). Jadi perbuatan baik kita bukan untuk kemuliaan Allah tetapi kita mencuri kemuliaan Allah , untuk kita dipuji/dihormati. Itu berarti kita telah mencuri kemuliaan Allah, Ketika perbuatan baik kita berfokus kepada diri sendiri, bukan berfokus kepada Allah. Demikian juga ketika kita melayani pekerjaan Tuhan yaitu untuk memuliakan Allah.  Ketika kita melayani Tuhan berfokus pada diri sendiri dan bukan berfokus untuk Tuhan, maka kita telah mencuri kemuliaan Allah.   Mari dalam seluruh hidup kita , sejak kita bertobat dan percaya Tuhan Yesus sampai akhir hidup kita  untuk  memuliakan Allah. Maukah saudara, dalam hidupmu  selalu mencari (motivasi dan tujuan) hanya untuk memuliakan Allah?


Saturday, May 25, 2013

Keluarga Yang Sehati Melayani Allah

Ev Juliwaty

Kej 5:28-29
28   Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,
29 dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN."
Kej 6:9-12
9  Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
10  Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
11  Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
12  Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
Ibr 11:7 Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.
2 Pet 2:5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik;

Keluarga Nabi Nuh
Nabi Nuh membawa keluarganya diselamatkan. Dengan sehati mereka sekeluarga melayani dan menyembah Tuhan. Karena iman, Nabi Nuh mengikuti petunjuk Allah tentang sesuatu yang tidak jelas dilihat. Nuh taat membuat bahtera mempersiapkan keluarganya berjumlah 8 orang diselamatkan.
Nabi Nuh dipanggil Tuhan. Dia giat membangun bahtera sesuai petunjuk Allah. Ia harus menjadi seorang pemberita kebenaran. Allah akan menghukum dunia yang bobrok saat itu. Nabi Nuh tidak melalaikan untuk mengajarkan anak-anaknya. Zaman yang bobrok, membuat anak dan orang tuanya membangun bahtera. Saat air bah melanda, Nabi Nuh dan keluarganya 8 orang diselamatkan.
Perjalanan hidup nabi Nuh panjang, tapi sederhana sekali. Istrinya melahirkan 3 anak (Sem, Ham dan Yafet) dan punya 3 menantu. Mereka semua ikut bahtera. Bukan hal yang mudah membuat anak-anaknya bersabar. 1 tahun lamanya mereka tinggal dengan ternak / binatang. Baunya luar biasa. Keluarga ini tinggal bersama 1 tahun. Baru setelah itu mereka keluar dari bahtera. Lalu yang dilakukan pertama kali , Nabi Nuh membuat mezbah untuk Yahweh. Ia persembahkan korban bakaran yang berkenan dan Allah berjanji tidak akan menghukum dunia lagi dengan air bah. Nabi Nuh punya keluarga yang beribadah kepada Allah sehingga Allah berkenan kepedaNya.
Di zaman yang sangat jahat, nabi Nuh, istri, anaknya tidak terpengaruh dengan jaman yang jahat. Zaman itu membuat orang-orang menjadi bobrok.
Nabi Nuh adalah seorang yang benar. Sebagai ayah, ia bisa mempengaruhi keluarganya untuk datang kepada Tuhan.
Kej 5:28-29, sebelum nabi Nuh dipanggil Tuhan, ia seorang yang berbakti kepada orang tuanya. Lamekh memperoleh anak, Nuh. Sehingga orang tuanya sangat terhibur. Berbeda dengan zaman yang sangat jahat yang membuat Roh Kudus berduka, tetapi nabi Nuh tidak. Ia memenangkan kuasa dosa dan berjalan bersama Tuhan . Ia berbakti kepada orang tuanya yang cinta kepada Allah.Kej 6:9-12. Nabi Nuh orang yang tulus.  Tidak munfaik. Dasar dari iman Nabi Nuh adalah kata-kata Tuhan. Untuk Nabi Nuh, iman sebagai dasar perbuatan. Iman tanpa perbuatan mati. Nabi Nuh punya iman yang hidup.
Di zaman yang jahat ia percaya Tuhan. Bukan berarti kehidupannya tidak bermasalah. Ia bisa melampaui keadaan, lingkungan. Ia bisa mempertahankan kepribadiannya yang sempurna dalam moral. Kita harus bertahan supaya benar. Itu menjadi tujuan kita.

Ketiga , ia bergaul dengan Allah. Ia melawan arus. Ikan yang ikuti arus, ikan mati. Nabi Nuh selalu mementingkan pikiran Tuhan . Tidak diatur nafsu duniawi. Bergaul dengan Tuhan melalui firman TUhan, berbuah, kita akan dbierikan kemampuan untuk bertahan. Nabi Nuh sanggup. Ia bersaksi, kepada keluarganya. Menunjukkan kebenaran.Di zaman bobrok, keluarga bisa hancur. Ia menjadi imam keluarga. Keindahan, kekuatan, pekerjaan Allah diberitahukan kepada anak, menantunya. Supaya anak-anak mengerti untuk bersandar kepada Tuhan. Suatu hari sebagai orang tua, kita tinggalkan apa kepada keluarga? Iman kita, harus ditinggalkan kepada keturunanmu. Supaya mereka mengerti, supaya mereka bersandar kepada Allah. Kalau pakai jalan pintas, habislah. Ia berikan korban bakaran dan dirikan mezbah keluarga. Ia ajak keluarganya untuk berterima kasih kepada Tuhan.  Mezbah keuarga penting.. Dunia merongrong keluarga, kita harus lindungi dengan firman Tuhan.

Iman nabi Nuh begitu hidup memberikan pengaruh besar kepada keluarganya.  Iman nabi Nuh memenangkan keluarganya. Ia menjadi contoh di dalam keluarganya. Dengan iman untuk memenangkan : di dunia bobrok, ia tetap mempertahankan keluarga yang harmonis, antara suami-istri. 1 suami 1 istri. Padahal zaman itu banyak yang tawarkan.  Ia tidak ikuti nafsu duniawi, ia buat keluarganya kudus.
Kemenangan dari iman nabi Nuh , sepanjang masa, seorang diri di zaman yang jahat tidak bercampur baur dengan dunia. 120 tahun Nabi Nuh bisa bertahan. Lingkungan bagaimana pun, ia sanggup mengatasi kejahatan. Nabi Nuh tetap menang. Ia hanya mendengar kata-kata Tuhan. Waktu ambil keputusan dengar suara Tuhan.
Kita harus pandai menantikan waktu Tuhan. Nabi Nuh menunggu waktu Tuhan genap. Allah tidak pernah berbohong. Ia membawa keluarganya  diselamatkan. Tuhan sudah tunjukkan, ukuran tidak boleh melenceng, bahannya juga. Ia buat bahtera di atas gunung. Seringkali kita tidak mengerti, baru nanti akan mengerti.

Kej 6:22 Nuh lalu berbuat demikian, begitu caranya persis ia jalankan. Ayat 41. Kumpulkan bintang , ternak sepasang, ia menurut. Harimau, singa, kucing, bebek dikumpulkan. Hebat. Semua sepasang. Susah.
Setelah semua binantang masuk bahtera, tidak langsung turun hujan. 7 hari kemudian baru turun hujan.  Kalau tidak sabaran, keluar saja. Kesetiaan nabi Nuh. Nabi Nuh teliti. Tidak ceroboh, tidak asal-asalan. Ia punya kesabaran, menunggu. Keluar bahtera juga tunggu. Airnya belum kering.  Iman Nabi Nuh memenangi, keluarganya diselamatkan.

Nabi Nuh mempunyai pengaruh yang berhasil sekali. Ia seperti tiang di arus yang deras, tetap bertahan. Tidak membiarkan keluarganya dipengaruh ketidakpercayaan orang-orang zaman itu. Karena percaya, ia juga dapatkan bantuan keluarganya. Mereka bersehati, diam-diam membuat bahtera. Ini membuat pengaruh yang kuat. Tidak melepaskan Tuhan dan berjalan dengan setia. Orang yang memegang perintah Tuhan akan mendapat berkat Tuhan.

Bahtera melambangkan Kristus. Menyelamatkan keluarga Nuh. Orang yang percaya akan diselamatkan dan luput dari penghukuman Allah. Bergaul dengan Allah, menjadi anak yang tidak bercacat, bagaikan terang bintang bercahaya di zaman ini. Setelah percaya Tuhan, sungguhsungguh perhatikan keselamatakn keluargamu. Di sini banyak kursi kosong. Ceritakan. Orang yang sungguh-sungguh dengarkan, bisa ceritakan lagi. Mendengarkan firman Tuhan, setelah khotbah bisa dilupakan, namun tidak sia-sia. Bagai tiap hari makan, tetap ada vitaminnya. Ceritakan pada orang lain. Kalau kita punya contoh di depan keluarga, akan menolong. Tuhan akan turunkan berkat. Menyelamatkan sekeluarga. Supaya iman diturunkan kepada keluarga. Dirikan mezbah keluarga. Memenangkan keluarga. Melayani Tuhan.

Sunday, May 19, 2013

Keluarga Ishak

Ev . Debora Fu

Ef 6:4   Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Kej 27
1   Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah kabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya: "Anakku." Sahut Esau: "Ya, bapa."
2  Berkatalah Ishak: "Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku.
3  Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang;
4  olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati."
5  Tetapi Ribka mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada ayahnya,
6   berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya: "Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu:
7  Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum aku mati.
8  Maka sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu.
9  Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang digemarinya.
10  Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau, sebelum ia mati."
11  Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: "Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin.
12  Mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti ia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk atas diriku dan bukan berkat."
13  Tetapi ibunya berkata kepadanya: "Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu."
14  Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya; sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang digemari ayahnya.
15  Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.
16  Dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu.
17  Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya.
18  Demikianlah Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata: "Bapa!" Sahut ayahnya: "Ya, anakku; siapakah engkau?"
19  Kata Yakub kepada ayahnya: "Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging buruan masakanku ini, agar bapa memberkati aku."
20  Lalu Ishak berkata kepada anaknya itu: "Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!" Jawabnya: "Karena TUHAN, Allahmu, membuat aku mencapai tujuanku."
21  Lalu kata Ishak kepada Yakub: "Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan."
22  Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: "Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau."
23  Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia,
24  tetapi ia masih bertanya: "Benarkah engkau ini anakku Esau?" Jawabnya: "Ya!"
25  Lalu berkatalah Ishak: "Dekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anakku, agar aku memberkati engkau." Jadi didekatkannyalah makanan itu kepada ayahnya, lalu ia makan, dibawanya juga anggur kepadanya, lalu ia minum.
26  Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: "Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku."
27  Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.
28  Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.
29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."
30  Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu.
31  Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu membawanya kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: "Bapa, bangunlah dan makan daging buruan masakan anakmu, agar engkau memberkati aku."
32  Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: "Siapakah engkau ini?" Sahutnya: "Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau."
33  Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati."
34  Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya bapa!"
35  Jawab ayahnya: "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu."
36  Kata Esau: "Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku." Lalu katanya: "Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?"
37  Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: "Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?"
38  Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau.
39  Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas.
40  Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu."
41   Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh."
42  Ketika diberitahukan perkataan Esau, anak sulungnya itu kepada Ribka, maka disuruhnyalah memanggil Yakub, anak bungsunya, lalu berkata kepadanya: "Esau, kakakmu, bermaksud membalas dendam membunuh engkau.
43  Jadi sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku, bersiaplah engkau dan larilah kepada Laban, saudaraku, ke Haran,
44  dan tinggallah padanya beberapa waktu lamanya, sampai kegeraman
45  dan kemarahan kakakmu itu surut dari padamu, dan ia lupa apa yang telah engkau perbuat kepadanya; kemudian aku akan menyuruh orang menjemput engkau dari situ. Mengapa aku akan kehilangan kamu berdua pada satu hari juga?"
46  Kemudian Ribka berkata kepada Ishak: "Aku telah jemu hidup karena perempuan-perempuan Het itu; jikalau Yakub juga mengambil seorang isteri dari antara perempuan negeri ini, semacam perempuan Het itu, apa gunanya aku hidup lagi?"

Kej 24:16-20
16  Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik.
17  Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: "Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu."
18  Jawabnya: "Minumlah, tuan," maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum.
19  Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: "Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum."
20  Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah untuk semua unta orang itu.

Sangat disayangkan ada keluarga Kristen yang tidak memuliakan Tuhan sehingga tidak bisa memberi kesaksian. Pada Perjanjian Lama ada kisah tentang keluarga Ishak yang penuh air mata , kebohongan, kebencian , dendam dan balas dendam. Mengapa keluarga Kristen berantakan dan tidak baik?
Ishak adalah anak Abraham. Ia anak yang baik dan rela dipersembahkan kepada Tuhan. Ia anak yang penurut. Ia mau mengalah dalam segala hal. Ia adalah orang yang sangat lemah lembut. Kalau ia membuat suatu sumur dan ada orang yang merebutnya, maka ia  akan dikasih. Kalau ada orang yang mengusirnya, maka ia akan pergi. Ia mengalah sehingga tidak punya musuh. Ia sangat baik sehingga Tuhan sangat memberkatinya. Saat orang-orang lain kelaparan, Tuhan memberkatinya. Ia mendapat hasil yang berlipat ganda. Tetapi bila tidak dibenahi, maka ia akan menjadi orang yang lemah. Saat ia harus berbicara ia tidak berbicara. Saat ia harus berdiri , ia tidak berdiri. Suatu kali, ada orang mau merebut istrinya, ia bersembunyi. Betapa lemahnya, bahkan ia mau memberikan istrinya kepada orang lain. Dalam kehidupan pernikahannya, saat ia menghadapi masalah, ia bersembunyi. Ia seorang kepala keluarga, ia seorang suami. Seharusnya ia berperan sebagai suami, untuk menunjukkan kuasa sebagai seorang suami. Harus dengan segala kuasa menjaga keluarganya. Tetapi ia tidak melakukannya. Saat mendapat anak kembar, ia tidak mengasihi secara sama. Sehingga ada 2 kubu dalam keluarga. Ada kubu ayah dan kubu ibu. Ishak menyayangi Esau karena Esau sangat pandai berburu. Setelah berburu, Esau memasak yang enak untuk ayahnya, karena Ishak orang yang suka makan. Saat istrinya bertengkar dengan menantunya, ia bersembunyi di dapur, makan banyak dan tidak akan bersuara sama sekali. Ia tidak mau ikut campur antara mertua dan menantu. Akan tetapi seharusnya sebagai kepala keluarga, ia harus berbicara, istrinya tidak boleh berlaku tidak adil kepada menantunya dan tidak membolehkan menantunya bertengkar dengan mertuanya. Sedangkan Yakub anak pendiam , kebanyakan waktu di rumah dan banyak bicara dengan mamanya. Ia menjadi kesayangan Ribka. Sehingga suami istri mempunyai anak kesayangan masing-masing. Mereka tidak bersehati. Tidak bisa berdiskusi. Saat tua, Ishak mengira ia akan meninggal, sehingga ia memanggil Esau untuk memberkatinya. Ia menyuruh Esau berburu, memasak dan akan memberkatinya. Di dalam keluarga orang Israel, memberkati anak sulung adalah sangat mulia. Seharusnya ia bicara dengan istrinya, Ribka. Tetapi hal ini tidak dilakukan Ishak. Ribka mendengarnya secara tidak langsung dan ia menentang. Sebab itu ia menyuruh Yakub membohongi ayahnya. Saat Esau berburu dan akhirnya tahu Yakub merebut hak sulungnya, Esau sangat marah dan bersumpah kalau ayahnya meninggal ia akan membunuh Yakub. Karena suami istri tidak sekata, menimbulkan hal yang tidak baik. Sebagai orang tua (suami istri) harus sehati. Terus terang dalam keuangan, pekerjaan, pendidikan anak. Harus sehati , jujur dan memutuskannya dengan baik. Keluarga seperti ini baru akan kokoh. Saat di Bogor, saya melayani keluarga dengan 3 anak. Tahun 60-an banyak orang TIonghoa Indonesia pulang ke Tiongkok. Saat itu, suami istri membawa 3 anak pulang ke Tiongkok dan mengatakan bahwa mereka piknik, jalan-jalan. Sebetulnya, papanya bermaksud untuk memindahkan anaknya ke Tiongkok. Setelah semua dokumen selesai diurus, baru ia bicara ke istrinya. Istrinya baru tahu saat mau berangkat ke Tiongkok. Jadi rencananya ketiga anak di Tiongkok, sedangkan di Indonesia hanya suami-istri tersebut. Ketigas anaknya masih kecil berumur 10, 8 dan 6 tahun. Saat akan ditinggalkan di Tiongkok, anaknya berkata, “Mama jangan tinggalkan saya”. Tetapi KA sudah berangkat. Suaminya memberikan 3 anak ke orang tua angkat dan menarik istrinya naik ke atas KA dan meninggalkan Tiongkok kembali ke Indonesia. Setelah itu istrinya sakit, tidak mau makan dan tidak bisa tidur. Saat itu hubungan Indonesia-Tiongkok terputus. Mama ini menderita tekanan jiwa, sakit jiwa. Setiap hari , ia berjalan ke sana kemari mencari anaknya. Selama 30 tahun, ia hidup seperti orang tidak berguna, tidak bisa mandi dan merawat diri sendiri. Kemudian hubungan diplomatik Indonesia – Tiongkok membaik. Istrinya dibawa ke Tiongkok bertemu anak-anaknya. Anaknya tidak mengenal orang tuanya dan sudah berkeluarga. Istrinya tidak mengakui mereka sebagai anak-anaknya. Ia tidak menerima kenyataan tersebut, karena saat ditinggalkan anaknya masih berusia 10,8 dan 6 tahun. Selama istrinya sakit, suaminya punya simpanan. Betapa egois dan tidak punya belas kasihannya sang suami. Anak-anaknya sejak kecil kehilangan kasih sayang orang tua, dan yang lebih celaka istrinya menjadi orang yang tidak berguna. Sama juga keluarga Ishak seperti ini.  Sewaktu mau memberkati anaknya yang sulung, ia tidak mau berdiskusi dengan istrinya. Inilah kelemahan.

Tokoh yang kedua Ribka. Kej 24:16-20.  Ribka sangat cantik. Hatinya juga bagus. Ia sangat rajin. Mempunyai kasih dan perhatian. Abraham menyuruh hambanya pergi ke desanya mencari menantu. Setelah menjalani perjalanan jauh, sampai suatu sumur mau minum. Ribka melihatnya, dan memberi minum. Juga semua untanya diberi air. Ia melakukan segala sesuatunya dengan seksama dan serius. Alkitab mengatakan dengan cepat. Ia berlari. Semua kata kerja mendeskripsikan kata sifatnya. Saat dikatakan hamba Abraham untuk meminangnya untuk anak tuannya, Ribka tidak berdisikusi dengan orang tuanya, tetapi ia memutuskan sendiri. Padahal ia tidak tahu dan kenal bagaimana parasnya. Ribka mau kawin dengan laki-laki yang tidak dikenalnya. Pergi ke daerah yang begitu jauh. Tetapi Ribka punya pendirian. Dengan berani putuskan. Ini sifatnya. Setiap kita mempunyai sifat. Kita akan dipengaruhi oleh sifat kita. Orang punya sifat seperti apa akan mengeluarkan perkataan seperti apa. Seringkali kita tidak mau serahkan sifat, hanya bersandar diri sendiri. Berdasarkan keputusan sendiri. Hal ini tidak baik. Ribka, sangat kokoh, kuat. Ia tidak akan turut suami. Saat ia masuk ke dalam keluarga Ishak, mertuanya sudah tidak ada. Masalah apapun dalam keluarga ia putuskan. Jika sifat-sifat tersebut, tidak diatur oleh Tuhan akan menjadi masalah. Sifat apapun akan dipakai oleh TUhan. Tuhan bisa memakai orang yang berbakat seperti Samson untuk melakukan berbagai hal. Tuhan memakai Gideon melakukan perkara besar. Sifat apapun yang kuat dan lemah harus diserahkan ke tangan Tuhan. Menurut kehendak Tuhan dan bisa dipakai Tuhan. Tuhan melalui menantu Ribka untuk menentangnya. Tetapi Ribka tidak menyadarinya. Ia adalah wanita yang punya pendirian yang sangat keras. Tetapi istri Esau menentangnya. Sehingga Ribka akhirnya gagal. Kej 27:46  Kemudian Ribka berkata kepada Ishak: "Aku telah jemu hidup karena perempuan-perempuan Het itu; jikalau Yakub juga mengambil seorang isteri dari antara perempuan negeri ini, semacam perempuan Het itu, apa gunanya aku hidup lagi?". Ribka kalah di bawah tangan dari menantu. Dia sangat galak, tetapi Tuhan memakai menantunya yang lebih galak. Ia begitu marahnya dan tidak mau hidup lagi. Ia membenci menantunya dan tidak mau menyebut namanya. Akan tetapi Ribka tidak mau berpaling. Kita melihat tokoh ini bukan kebetulan. Apa yang tercantum dalam Alkitab bukanlah sekedar sejarah tetapi Tuhan mau bicara kepada kita. Kita tinggal di daerah ini, mungkin melalui lingkungan, Tuhan akan membentuk kita. Kita mempunyai suami, mertua, anak , menantu, kita harus melihat melalui orang-orang ini, Tuhan ingin membentuk dan mengubah kita. Kita melihat tangan Tuhan. Jika kita tidak mau menyerahkan keegosian kita ke dalam tangan Tuhan, kita akan rugi. Jika kita mau menyerahkan ke Tuhan, Tuhan memimpin kita masuk untuk mendapatkan berkat yang berkelimpahan. Seringkali kita mempunyai sifat yang begitu keras, apa yang diputuskan semua harus mendengarnya. Dalam gereja, semua harus saya yang putuskan. Jika demikian, gereja ini akan mengalami masalah. Dalam pekerjaan atau kantor, jika semuanya harus kita yang memutuskan , kita akan bermasalah. Jika dalam keluarga, semua harus dengar perintah  saya, keluarga seperti ini pasti bermasalah. Kita tidak boleh menentukan sendiri. Bukan kita putuskan sendiri. Kita harus bertanya apakah ini yang dikehendaki Tuhan. Kalau bukan kehendak Tuhan pasti bermasalah. Kita harus belajar seumur hidup kita, Tuhan berkuasa. Apa yang dikatakan Tuhan yang paling tepat. Kita punya kedudukan dan pendirian. Akan tetapi jika pendirian kita , kita tidak membiarkan Roh Kudus memimpin kita. Roh Kudus akan tinggal dalam hati kita dan memimpin kita. Roh Kudus akan memimpin pekerjaan, gereja dan kehidupan kita. Kita harus menyerahkan pendirian kita kepada TUhan. Kesalahan terbesar Ribka, ia seorang ibu yang begitu berani dan keras, tetapi ia kehilangan anak yang disayangi. Saat Ishak tua, ia mau memberkati anak sulungnya setelah makan yang enak. Tetapi ditipu oleh Yakub. Ribka membuat Yakub melakukannya terlebih dahulu. Ia masuk dan menyuruh Yakub membawanya ke Ishak. Kita melihat tipu muslihat Ribka. Kej 27:5-8. Ribka menyuruh Yakub membawa kambing ke Ishak untuk mendapat berkat. Kita melihat seorang ibu yang tidak menciptakan kedamaian di antara kedua anaknya. Ia menjalankan muslihat menipu ayah mereka. Ishak makan sampai lupa daratan. Ia berkata,”Ini adalah tubuh dari Esau, tetapi suaranya Yakub.” Dia tidak mau pikir panjang dan bertanya. Ia mencium bau masakan yang enak dan tidak memikirkan apa lagi dan makan. TIpu muslihat ini berasal dari Ribka. Begitu beraninya Ribka. Ia mengajarkan ke Yakub hal yang tidak baik. Tubuh Yakub licin, Esau penuh bulu. Dengan liciknya Ribka  mengambil jubah domba untuk menutupi tubuh Yakub dan memakaikan baju Esau. Dia mengatakan , “Pokoknya kamu ikut apa yang kukatakan, dengar apa yang kukatakan. Saya akan menanggung segalanya. Seorang wanita yang begitu berani, tidak takut suami  dan Tuhan. Menyebabkan perpecahan keluarganya. Ia kehilangan anak yang begitu dikasihi. Kemudian anak tersebut, Esau mau membunuh Yakub. Hidup di dalam kebencian dan balas dendam. Tetapi Yakub, ia harus pergi dari keluarganya. Untuk menghindar. Menjadi anak yang kehilangan keluarga. Tetapi mamanya, kehilangan anak yang dikasihinya, Yakub. Setelah meninggalkan rumah, Yakub tidak kembali. Karena saat Yakub kembali ke rumah Ribka sudah meninggal. Ia berumur pendek, karena kehilangan Yakub yang sangat dia kasihi. Ia tinggal dengan Esau yang dendam dengan mamanya, belum lagi pertentangan dengan menantunya, sehingga Ribka umurnya sangat pendek. Ibu ini sangat mengasihi anaknya, tetapi tidak bijaksana dalam mengasihi anaknya. Hal tersebut mengingatkan,  sebagai orang tua kita harus mengasihi anak kita, tetapi kita harus mengetahui apa yang terbaik untuk mereka. Ada seorang ayah yang sangat mengharapkan anaknya. Anaknya dari SD-SMA peringkat satu. Ayahnya ingin  anaknya jadi dokter. Saat masuk universitas dan diminta jadi dokter, anaknya tidak mau. Ia tidak tertarik jadi dokter. Papanya mengatakan, kamu harus dengar karena apa yang papa katakan pasti baik. Kalau sekolah jadi dokter yang berhasil, penghasilannya besar. Anak tersebut kecuali sekolah tidak bisa melakukan apa-apa. Setelah kuliah, sebenarnya pelajaran sangat baik. Akan tetapi saat praktek, setiap kali lihat darah pingsan. Dosen mengatakan kau tidak memiliki keberanian, ubahlah subjek kamu. Tetapi papanya berkukuh. Sebelum selesaikan kuliahnya, anak tersebut menjadi gila. Papanya yang mengatakan, “Anakku, papa begitu mengasihimu mau engkau jadi anak yang rajin” malah mencelakakan anaknya. Para orang tua, kita terhadap sekolah, pekerjaan, pernikahan anak kita, mendampinginya tetapi tidak ikut campur. Kita berdoa bagi mereka. Kiranya anak kita bisa turut kehendak Tuhan bukan menggenapi impian orang tua. Ada anggota gereja yang merupakan orang Hokcia yang sangat kolot. Ia ingin anaknya kawin dengan orang Hokcia juga. Ketiga anaknya yang pertama kawin dengan orang Hokcia. Anak kempat punya kekasih bukan orang Hokcia. Akhirnya putus. Mamanya cari jodohnya dari Jakarta, Surabaya dan Tiongkok, tetapi anaknya tetap tidak mau. Tetapi umur anaknya makin tua sehingga 38 tahun, mamanya gelisah. Ada orang yang mengenalkan gadis hok cia, tampa pacaran , sang anak menikah tanpa ada perasaan. Sama sekali tidak ada kasih sayang. Keluarga ini tidak ada komunikasi, seperti kuburan. Anak laki-laki ini sangat sengsara. Kemudian anak tersebut jadi gila, dirasuk setan dan tidak boleh punya anak. Memang akhirnya ia tidak punya anak. Hidup berpuluh  tahun, akhirnya ia berkata, “Se mu kalau bukan saya ingat nama Tuhan, saya mau bunuh diri.” Saya berkata, kalau saat ini kamu tidak dapat menanggung penderitaan, kalau kamu bunuh diri masuk neraka lebih lagi tidak bisa menanggung penderitaannya. Saat ini istrinya menderita kanker otak. Ia melayani istrinya. Ibunya sudah berumur 80an , setengah tahun sebelum meninggal ia berkata,”Se mu, saya mempunyai satu permintaan kepada Tuhan. Saya membenci keluarga saya. Saya dibuat penuh masalah oleh menantu saya.” Setelah ia mengatakan hal tersebut, ia sakit dan tidak dapat bangun. Hal-hal tersebut di depan mata kita, nyata. Baik jadi papa dan mama, kita harus mengasihi keluarga kita dan anak kita. Kita punya sifat masing-masing. Akan tetapi jangan sifat kita menjadi penguasa. Memaksa anak tunduk kepada kita. Kita akan menyengsarakan keluarga kita dan tidak dapat membereskan. Kiranya Tuhan menolong, jangan seperti keluarga Ishak –Ribka. Ini peringatan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati semua jemaat di sini.