Monday, February 4, 2013

Sehati Melakukan KehendakNya


Pdt. Liem Ie Liong

Filipi 2:2
karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
Markus 2:1-12
1  Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2  Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
3  ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
4  Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
5  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
6  Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
7  "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
8  Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
9  Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
10  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu —:
11  "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
12  Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."
Efesus 6:6-7
jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,
7  dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.
Fil 1:27
Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,
Fil 2:5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Pendahuluan

Tuhan mau kita melakukan kehendakNya, ketika kita masih dalam dosa, kita tidak mau taat melakukan perintahNya, sekarang setelah saya menjadi anak-anakNya, kita mau taat melakukan perintahNya atau kehendakNYa.  Tuhan mau kita melakukan kehendaknya dengan segenap hati , Tuhan meminta sikap hati kita. Dalam Efesus 6:6-7, Rasul Paulus mengingatkan kita sebagai hamba-hamba  Kristus yang dengan segenap hati  melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela (sukarela) menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.  Rasul Paulus di sini membicarakan dalam hubungan pekerjaan kita sehari-hari, apalagi kita sebagai pelayan-pelayan Tuhan seharusnya melayani Tuhan dengan segenap hati. Kita mempunyai  Allah Bapa Surgawi yang begitu mengasihi kita, dan rela mengorbankan AnakNya bagi kita, Bagaimana mungkin kita tidak memberikan yang terbaik bagi Tuhan? Tuhan mau kita melayani dengan segenap hati.

Tahun ini gereja kita mengambil tema ” Sepikir dan sehati Membangun Tubuh Kristus”. Rasul Paulus dalam  suratnya kepada jemaat di Filipi (Filipi 2:2) mengatakan, “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku  dengan ini: Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu  kasih, satu jiwa, satu tujuan.”  Dalam suatu gereja terdapat kumpulan jemaat yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, temperamen,  pekerjaan , sifat/karakter, karunia, keluarga, suku bangsa, latar belakang gereja. Hal ini membuat jemaat sehati di dalam melakukan pelayanan pekerjaan Tuhan yaitu memberitakan Injil. Padahal Rasul Paulus karena memberitakan Injil dimasukkan  ke dalam penjara. Di dalam penjara , Rasul Paulus menulis surat untuk jemaat di Kota Filipi, bahwa Rasul Paulus akan memiliki sukacita (sempurnakanlah)  dan ia memerintahkan jemaat Filipi untuk sehati sepikir (hendaklah).

Pengertian Sehati 
Dalam kamus  Bahasa Indonesia,  artinya “Bersatu hati” atau “ seia sekata”. Dalam terjemahan  bahasa Yunani, Filipi 2:2 berbunyi demikian:” Hendaklah kamu mempunyai pikiran yang sama, kasih punyailah, yang sehati-hanya satu (tujuan) pikirkanlah”.
Allah kita sehati. Allah Tritunggal memiliki kesehatian Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, dalam melakukan karya keselamatan bagi manusia berdosa; dalam penciptaan dan pemeliharaan akan dunia ini, beserta isinya, termasuk ketika Allah menciptakan manusia.  Dalam Kejadian 1: 26 dikatakan, “Berfirmanlah Allah: Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa  Kita”
Dalam Markus 2:1-12 ada seorang lumpuh yang dibawa oleh 4 orang sahabatnya dengan tandu untuk meminta pertolongan dari Tuhan Yesus, agar Dia menyembuhkan sakit lumpuhnya. Suatu hari Tuhan Yesus ada di sebuah rumah, di mana ketika Dia mengajar begitu banyak orang  sehingga pintu dan jendela sesak dengan orang banyak yang mau mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus. Lalu apa yang dilakukan ke 4 orang sahabat si lumpuh ini?  Mereka memanjat , membuka atap dan barulah bisa menurunkan tilam si lumpuh sampai ke hadapan Tuhan Yesus.  Ketika  Tuhan Yesus  melihat iman mereka, berkatalah Dia kepada  orang lumpuh itu, “Hai anakKu, dosamu sudah diampuni”.

Allah menghendaki kita untuk sehati
1.       Filipi 1:27. “Hanya,  Hendaklah hidupmu berpadanan  dengan Injil Kristus” Hendaklah merupakan suatu perintah untuk apa? “Teguh berdiri dalam satu roh dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari berita Injil”. Allah mau kita sehati, memelihara iman dan menumbuhkan iman.
2.       Filipi 2:5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, Bukan saja menghendaki kita untuk memiliki hati dan pikiran yang sama dengan Kristus, tetapi juga mencontoh/meneladani hidup dan karakter  Kristus dalam kehidupan jemaat sebagai tubuh Kristus yang terus bertumbuh serupa Kristus.
Dalam bukunya  “Memilih Hidup Serupa Yesus” ,Bill Hull menulis bagaimana seorang Kristen bisa mengalami transformasi iman melalui pemuridan, menjadi seorang murid yang mau taat di dalam kehendakNya. Tujuan  pemuridan adalah  untuk mengenal Tuhan lebih dalam dan dibentuk menjadi serupa dengan gambar Kristus, karena karakter dibentuk dalam komunitas.
Bagaimana jemaat dapat bersehati? Filipi 2:3-4
1.    Ada kerendahan hati.
2.    Tidak egois/mementingkan  diri sendiri.
3.    Tidak mempertahankan status/kedudukan.
4.    Tidak mencari kepentingan sendiri, tapi mengutamakan kepentingan  orang lain.
5.    Taat – rela berkorban.
Kristus Yesus sudah memberikan teladan yang agung dalam penggenapan karya kesalamatan bagi manusia berdosa. Marilah kita meneladani atau mencontoh hidup dan karakter Kristus Yesus, Tuhan kita di dalam kehidupan   berjemaat sebagai tubuh Kristus.
3.       Sehati Melakukan KehendakNya (Filipi 2:2) 
-      Satu kasih,  sehati melayani dengn kasih dan saling mengasihi.
-      Satu jiwa/pikiran, sehati memiliki pikiran yang sama meskipun ada pendapat/pandangan yang berbeda.
-      Satu tujuan- sehati  melakukan pekerjaan  Tuhan untuk mencapai suatu tujuan atau keberhasilan sesuai  yang  dikehendakiNya  bagi  gereja/tubuh Kristus.

Allah menghendaki tubuh kristus sehati. Sehati untuk  melakukan kehendakNya. Agar tubuh Kristus dapat bersehati,  anak-anak Tuhan harus memiliki karakter Kristus. Marilah sehati melakukan kehendakNya yaitu membangun tubuh Kristus. Allah yang menumbuhkan gerejaNya, dan jemaat mau dipakai sebagai alat-alat di dalam tanganNya, menggenapi pekerjaanNya / kehendakNya bagi gerejaNya.

Sunday, January 27, 2013

KETIKA JALAN TUHAN TAK TERPAHAMI

Ev Danny Gamadhi

Kej 50:20  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Yesaya 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Adakalanya di dalam hidup kita, terjadi hal-hal yang baik. Misalnya saat makan kerang yang harganya Rp 30.000, di dalamnya ditemukan mutiara yang harganya jutaan. Saat itu kita katakan, “Jalan Tuhan luar biasa”. Tetapi jalan Tuhan ada yang tidak menyenangkan. Contoh : ada seorang ibu yang sudah lama tidak hamil tapi akhirnya hamil dan melahirkan seorang anak yang cacat mental.

Tahun lalu saya membesuk jemaat yang suaminya sedang menderita kanker hati di rumah sakit. Umurnya baru 57 tahun. Kalau lihat fotonya ganteng dan kulitnya putih tapi saat dibesuk kulitnya hitam dan kurus. Saya sudah membesuk 2 kali. Pertama kali ia masih bisa bicara sedikit. Yang kedua ia hanya bisa mengangguk dan menggeleng. Itu menjadi pembesukan yang terakhir. Di malam itu, saya diminta mendoakan dan berbicara dengan bapak ini. Malam itu kondisinya semakin melemah. Saya bertanya, “Pak, kalau nanti meninggal takut tidak?” Dia menggelengkan kepala. Saya bertanya kembali, “Bapak yakin kalau Tuhan memanggil, Bapak akan masuk surga?” Ia pun mengangguk. Saya mendoakannya, supaya saat Tuhan memanggilnya , ia bisa pergi dengan tenang dan damai. Istri dan anaknya berada dalam posisi yang bersebrangan. Saya mempersiapkan agar bapak ini bisa pergi dengan tenang, tapi istri dan anaknya ingin supaya ia sembuh dan mujijat terjadi. Waktu saya berkata, “Pak, kalau Tuhan Yesus menjemput , pegang tangan Tuhan. Tapi kalau yang lain jangan!” Tapi istrinya berdoa hal yang lain di telinga suaminya,“Kalau Tuhan Yesus menjemput, minta agar menambah umurmu 15 tahun seperti Raja Hizkia.” Saya berkata,”Pak, kalau Bapak pergi , maka hari  ini juga Bapak berada bersama Allah di Firdaus.” Tetapi istrinya berkata,”Tidak, saya masih memerlukanmu.” Pk 23 pupil matanya membesar. Kalau membesarnya 4-5 mm masih normal, di atas itu sudah koma. PK 1 malam, jantung hanya bergetar lemah (tidak berdegup). Mereka masih berdoa , bernyanyi, minta mujijat Tuhan. Pk 5 pagi akhirnya sang suami sudah tiada. Kita minta mujijat, tapi kehendak Tuhan lain. Bapak ini kembali pada Penciptanya. Kenapa jalan Tuhan seperti ini? Bukankah banyak kali dalam hidup, kita bertanya :”Kok seperti ini?” Itulah proses kita mengenal Tuhan dalam menjalani hidup.

Ada tokoh dalam Alkitab yang hidupnya naik-turun dengan hebatnya. Dialah Yusuf. Ia merupakan kesayangan papanya dan diberi jubah mahal, Saat kakaknya pergi bekerja, dia diam di rumah. Ia bermimpi hal-hal yang luar biasa, sehingga kakak-kakaknya iri. Kemudian hidupnya berubah dari orang kaya menjadi budak, karena ia dijual oleh kakak-kakaknya ke saudagar Ismael yang berdagang budak. Turunnya luar biasa. Tapi di rumah Potifar, karirnya naik. Dia dipercaya memegang seluruh rumah Potifar. Tapi ia digoda oleh istri Potifar dan akhirnya ia difitnah mau memperkosanya. Posisinya jatuh lagi. Sekarang lebih rendah. Jadi narapidana! Di penjara ia bisa mengartikan mimpi juru minuman dan juru roti. Saat juru minuman dibebaskan, ia berpesan agar tidak melupakannya. Ternyata dia lupa dan Yusuf terus mendekam di penjara. Suatu kali Firaun bermimpi dan tidak ada yang bisa mengartikan mimpinya. Juru minuman mengingat Yusuf. Yusuf pun diberi pakaian bagus dan menghadap Firaun. Karirnya naik lagi sampai tertinggi yakni  menjadi orang kedua terpenting di seluruh Mesir. Ia punya baju yang halus, kalung emas dan cincin Firaun. Waktu ada kelaparan, orang-orang pergi ke Mesir untuk membeli makanan termasuk kakak-kakanya. Sewaktu ke Mesir untuk membeli gandum, mereka tidak mengenali Yusuf. AKhirnya Yusuf bercerita bahwa ialah yang dijual ke Mesir. Lalu keluarganya pindah ke Mesir dan hidup lebih baik. Akhirnya ayahnya, orang yang mempersatukan keluarga, meninggal dunia. Kakak-kakaknya takut Yusuf akan membalas dendam. Mereka kemudian menghadap Yusuf, minta ampun. Tapi Yusuf berkata, “Kamu mereka-rekakan kejahatan tetapi Tuhan mereka-rekakannya untuk kebaikan. Itu akhir kitab Kejadian. Tuhan memulai dengan baik dan mengakhiri dengan baik.

Ada 2 orang mengadakan perjalanan bersama-sama. 1 orang percaya Tuhan dan 1 orang yang tidak percaya Tuhan (ateis). Mereka membawa keledai untuk mengangkut barang, obor dan seekor ayam. Kemudian orang yang percaya Tuhan berkata, “Mari kita jalan bersama. Saya yakin TUhan itu baik.” “Ya kita lihat sajalah,” kata si ateis. Kemudian mereka jalan dan hari mulai senja. Mereka masuk ke desa mencari penginapan. Tapi semuanya penuh. Kemudian mereka keluar lagi dan bermalam di bawah pohon yang besar. Si ateis berkata, “Kata kamu Tuhan baik. Kenapa kita tidak mendapat tempat mengingap? Orang yang percaya berkata, “Oh, justru inilah tempat terbaik buat kita malam ini!” Baru saja mereka menyalakan obor , tiba-tiba terdengar suara berisik sekitar 5 meter dari mereka. Ternyata seekor harimau menerkam keledai yang diikat. Mereka langsung memanjat pohon untuk menyelamatkan diri membawa serta ayam yang dibawa. Sang ateis berkata, “Kamu bilang Tuhan baik, tetapi kita mau dimakan harimau.” Sang percaya berkata, “Oh, Tuhan itu baik. Coba kalau tidak ada keledai, kita yang diterkam.” Tiba-tiba terdengar suara berisik , ternyata ayam yang ditaruh di  pohon , dimakan ular. “Nah lihat, ayam kita dimakan ular.”sang ateis kembali memojokkannya. Sang percaya membalas,”Justru, Tuhan itu baik. Kalau ular tidak makan ayam, ia bisa memakan kamu.” TIba-tiba waktu mau tidur, angin berhembus dan obor mati. “He, kayaknya kebaikan Tuhan bekerja sepanjang hari ini.” Ejek si ateis.  Sang percaya kali ini diam saja. Keesokan harinya, waktu mereka masuk desa, ternyata desa itu sudah porak poranda. Rupanya, sekumpulan perampok masuk menjarah desa itu semalamam. Mereka membunuh, membakar dan merampok desa itu. Kemudian , si orang percaya berkata, “Oh sekarang jelas. Tuhan memang sangat baik. Kalau kita bermalam di desa , kita juga dirampok. Kalau obor kita menyala, mereka melihat kita dan tentu kita dibunuh juga. Tuhan memang sangat baik!”

Rasul Paulus juga mengatakan hal yang sama, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.” Jadi tidak terbatas pada hal yang nyaman saja, tetapi juga pada kebangkrutan, sakit dan kegagalan juga. Ada hal yang bisa kita pahami, dan kita bersyukur saat melihat jalan Tuhan. Tetapi ada hal yang tidak bisa kita mengerti. Kita bisa melihat satu hal yakni rancangan Tuhan tujuannya satu yaitu menyelamatkan. Tetapi kadang kita melihat jalan Tuhan berbeda dengan jalanku. Ada seorang ibu yang menangis di rumah duka tanpa henti karena anak laki-laki yang berumur 25 tahun dan baru pulang belajar di Beijing meinggal karena ditabrak motor kemudian dilindas mobil. Mamanya berkata,”Mengapa bukan aku saja?” Anak ini masih muda dan baru merintis karir. Waktu kecelakaan, ia baru pulang dari persiapan sekolah minggu di gereja. Mengapa? Firman Tuhan berkata “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yes 55:8-9). Banyak hal kita tidak mengerti mengapa? Contoh : Ayub menderita sedemikian rupa. Ia orang kaya tetapi anak-anaknya mati semua, ternak dirampas, rumah hancur. Yang ia punya tinggal 2 yaitu istri dan dirinya sendiri. Kemudian istrinya meninggalkannya, tubuhnya hancur kena sampar sehingga ia harus menggaruknya dengan beling. Teman-temannya berkata,”Barangkali kamu ada dosa. Barangkali kamu lupa memberi persembahan kepada Allah.” Tidak! Sampai akhir kitab Ayub, Ayub tidak mengerti mengapa ia menderita penderitaan itu. Meskipun kekayaannya dikembalikan 2 kali lipat dan dikaruniai, anak-anak lagi, dia tidak mengerti mengapa ia mengalami semua itu. Jalan Tuhan memang tidak bisa ditebak.

Waktu orang Israel ada dalam pembuangan di Babel, mereka berdoa minta pemulihan yakni agar bisa pulang ke Yerusalem dan hubungan mereka dengan Allah dipulihkan. Pikiran orang Israel : untuk pulang ke Israel mereka harus memberontak kepada raja. Tapi jalan Tuhan tidak terduga. Tuhan memakai Raja Koresh (Ezra 1:1-2), orang kafir, untuk mengijinkan orang Israel pulang kampung. Orang yang menindas bangsa Israel dipakai TUhan agar bangsa Israel bisa pulang kampung. Tidak masuk akal! Bangsa Israel rindu agar hubungan mereka dengan Allah dipulihkan. Caranya, mereka harus membangun Bait Suci, memanggil imam, mempersembahkan dan memotong domba yang paling gemuk, lalu meminta ampun. Maka dosa mereka akan diampuni. Tetapi jalan Tuhan lain. Tuhan mengirim anakNya. Tidak gemuk, menderita, menjadi domba tersembelih untuk mengampuni dosa. Tak terduga. raja kafir menolong mereka, dan anak Allah sendiri menjadi kurban. Oleh karena itu dikatakan “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu”

Ada seorang anak kecil yang sedang bermain dekat mamanya. Ia kemudian menengok ke atas melihat mamanya. “Ma , itu lagi buat apa?” tanyanya. Dijawab,”Mama sedang membuat lukisan di atas sehelai kain.” Anaknya berkata lagi, “Tetapi dari bawah benangnya kusut dan warnanya juga jelek.” Mamanya berkata,”Nak, kamu lanjutkan dulu main di sana, nanti kalau sudah selesai, kamu mama panggil.” Beberapa saat kemudian, mamanya memanggil. Ketika anak itu didudukkan di atas pangkuan mamanya, ia melihat dan terkejut. Di atasnya ada gambar bunga warna-warni dengan matahari yang terbit. Dia hampir tidak percaya, karena dari bawah ia melihat benang-benang kusut. Mamanya berkata, “Anakku dari bawah memang tampaknya ruwet. Tapi sebenarnya mama sedang menyulam gambar yang indah. Sekarang dari atas baru kelihatan.” Bertahun-tahun kita juga menengok ke atas, “Tuhan apa yang sedang kau lakukan dengan hidup saya?” Tuhan menjawab,”Nak, aku sedang menyulam.” “Tetapi Tuhan, dari sini kelihatan begitu ruwet dan gelap.” Tuhan berkata,”Nak, kamu lanjutkan hidupmu di bumi. Nanti kamu akan dipanggil kembali. Kamu akan dipangku. Dan dipangkuanKu baru engkau melihat gambar sulam yang indah.” Tuhan berkata Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11). Kita bertanya,”Tuhan mengapa dari bawah kelihatannya ruwet?” Karena kita belum bisa melihat bentuk akhirnya. Yang pasti Tuhan punya gambar yang indah untuk setiap kita. Apakah kita percaya Tuhan punya rencana hidup yang indah buat kita? Tuhan bisa mengontrol hidup kita? Tidak ada kecelakaan terjadi diluar pengetahuan Tuhan? Apa kita berpikir bahwa Tuhan tidak begitu berkuasa? Mungkinkah ada pemudi yang hamil 3 bulan berdoa, “Tuhan terima kasih , saya boleh mengandung. Tolong berkati kandungan ini supaya sehat, bertumbuh dengan normal. Nantinya saya bisa melahirkan anak yang sehat. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.” lalu Tuhan berkata, “Beres anakKu.” Berbulan-bulan kemudian , Tuhan sibuk karena ada miliaran orang berdoa, sehingga Tuhan bingung yang mana nih?  Setelah berbulan-bulan berlalu, Tuhan kemudian memanggil malaikat, “Kamu masih ingat ada pemudi yang mengandung dan berdoa kepada saya? “Ya, betul Tuhan, ada.”jawab sang malaikat. “Bagaimana? Anaknya sehat?” Tuhan bertanya. “Tidak Tuhan. Anaknya lahir cacat mental.” Sang malaikat menjawab. Tuhan kemudian bilang, “Aduh, lupa…. Aduh saya sibuk. Lupa ….lupa. Ya cacat deh anaknya. Lain kali ingatin saya.” Apakah Tuhan kita seperti itu? Apa Tuhan kita bisa seperti itu? Tidak! Tuhan kita mengontrol kita, hidup kita seperti jari dalam tangan Tuhan. Sejauh perginya jari kita hanya sejauh tangan Tuhan. Kita tidak pernah lepas dari pandangan Tuhan yang penuh kasih. Pemazmur dengan jelas sekali berkata, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?   Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.  Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,  juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.” (Mazmur 139:7-10) Buat Tuhan kita ada di sana, Dan Firman Tuhan berkata, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,” Meskipun yang terjadi hal yang jelek dan celaka, tetapi Tuhan jauh lebih berkuasa , karena jalannya tidak tertebak.

Pada Perjanjian Lama , kitab Hakim-Hakim pasal 7, Gideon  akan berperang dengan orang Midian. Saat orang Israel dikumpulkan, ada 32.000 orang terkumpul. Tuhan berkata, “Gideon, teralu banyak pasukannya.” Lalu Gideon berkata agar prajurit yang takut untuk pulang. Dari 32.000 orang, yang pulang 22.000 orang sehingga tersisa 10.000 orang. Gideon gemetar. Bagaimana dengan 10.000 orang bisa menghadapi orang Midian yang jumlahnya puluhan ribu. Tuhan berkata bahwa jumlah tersebut masih kebanyakan. Akhirnya jumlahnya dikurangi lagi. Mereka dibawa ke sungai. Yang minum air dengan memasukkan kepalanya ke dalam air lalu menghirup air dengan lidahnya, tidak bisa ikut. Tapi yang minum dengan tangan , boleh ikut. Akhirnya Ada 300 orang yang ikut. Keesokan harinya, mereka disuruh mengelilingi kemah orang Midian, Dengan 300 orang melawan orang sekabupaten. Semua bergetar di tempat itu. Semua siap mati. Lalu ke-300 orang prajurit itu meniup terompet, memecah tempayan (buyung) dan menyalakan obor. Alkitab mencatat Allah bekerja di tengah kemah orang Midian.  Orang-orang Midian kemudian panik dan saling membunuh satu dengan lain. Semua saling membunuh sampai orang  Midian habis. 300 orang itu memandang dengan gementar. Awalnya mereka takut mati, yang kedua mereka gemetar karena Tuhan Allah di tengah mereka, bekerja utnuk mereka. Mereka diam saja, Tuhan yang dahsyat bekerja. Respon Gideon harus jadi respon kita kali ini. Waktu Tuhan berkata, terlalu banyak. Gideon taat. Hari ini kalau kita dilanda vonis dokter yang membuat kita tidak bisa tidur, usaha dan masalah keluarga berkepanjangan, saatnya mengambil komitmen seperti Gideon. Percaya Tuhan punya rancangan indah buat kita, Tuhan mengontrol hidup kita. Tuhan tidak pernah melepaskan pandangannya pada kita. Percayalah kepadaNya walaupun kelihatannya seperti mustahil. Dalam hal ini banyak hal yang buruk bisa terjadi. Tetapi Allah mempunyai rencana indah. Allah mereka-rekakan kebaikan dan masa depan penuh harapan.

Sunday, January 20, 2013

Pemeliharaan Allah


Ev Suwandi

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Maz 121:7-8
7  TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
8  TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Setelah Allah menciptakan dunia, apa yang dilakukanNya?
Menurut paham Deisme : setelah menciptakan dunia, Allah meninggalkannya karena semua sistem sudah diciptakan dengan baik. Mereka diberi pengetahuan oleh Tuhan. Mereka punya kemampuan dan pengetahuan untuk menghindari bahaya.
Menurut aliran fatalisme : Allah menciptakan dunia semesta ini, bintang dll, manusia dengan kemampuan sendiri sangat tergangung apa yang dilihat sehingga mereka tergantung ramalan bintang. Misal : menurut ramalan hari  ini hari jelek maka tidak boleh keluar rumah.
Sebagai orang Kristen (percaya), kita tidak percaya Deisme atau fatalisme tetapi Allah yang transenden yaitu Allah yang berkuasa. Juga Allah yang dekat dengan kita, turut campur tangan dan ingin dekat anak-anakNya. Allah yang ingin berhubungan dengan manusia melalui ciptaanNya. Allah yang memelihara hidup kita dari detik ke detik, Allah yang menjaga kita.

Allah yang Memelihara
Saat banjir ini, ada seorang anak SD yang papanya meninggal dunia. Setelah pulang membesuk ada informasi bahwa di rumah sudah tidak ada air aqua. Saya bingung mencari air aqua dan tidak bawa botol galon kosong. Airnya susah didapat. Saat itu saya berpikir tentang pemeliharaan Allah. Selama ini air untuk keperluan sehari-hari cukup dan ada saat seperti sekarang ini air sulit didapat namun Allah tetap mencukupi. Di Selat Panjang, biasanya orang memakai air yang ditampung saat hujan turun. Setelah 3 bulan , biasanya air akan habis semua. Kemudian ada seorang pendeta dari SAAT diutus ke Selat Panjang. Mendengar kondisi air yang sulit didapat , ia menjadi takut. Sehingga ia membeli banyak tong untuk menyimpan air. Ia bertanya, “Kalau 1-2 bulan tidak hujan, bagaimana bisa hidup?” Dia senantiasa takut. Saya katakan,”Tenang saja, nanti kalau air mau habis, hujan akan turun.” Selat Pajang dikelilingi laut. Tidak ada air bersih. Tetapi tahun lewat tahun , Allah terus memelihara dan memberi air. Tuhan juga memberi udara kepada kita secara gratis. Kita bisa menghirupnya dengan bebas. Namun bila kita masuk ke rumah sakit , nafas melalui tabung oksigen mahal sekali. Tuhan baik, Tuhan menyediakan semuanya untuk kita. Kita melihat Allah memelihara kita. Tuhan menciptakan siang dan malam supaya kita bisa bekerja dan beristirahat secara bergantian selama 24 jam. Tuhan berhikmat, sehingga manusia bisa bekerja dan beristirahat.
Dalam doktrin orang Kristen , ada yang dikenal sebagai providensia Allah (pro= sebelum, video artinya melihat) yang artinya Allah menjaga, memelihara. Allah sudah merencanakan segala sesuatu, namun kita tidak mengerti. Dalam hidup kita tidak ada yang namanya kebetulan. Semua sudah ada dalam pemeliharaan dan rencana Allah.

Papa saya terkena diabetes, cukup tinggi. Ia pernah masuk rumah sakit. Suatu kali ia kerja di Batam. Setelah imlek, ia pulang ke Selat Panjang lalu balik lagi ke Batam. Karena tidak ada yang menjual makanan, ia kemudian makan kue keranjang karena tinggal sendiri di pabrik. Seharusnya penderita diabetes tidak boleh makan kue keranjang yang manis. Akibatnya, ia tidak bisa bangun. Biasanya, papa saya suka jalan-jalan. 1-2 hari sekali dia pasti ke rumah paman saya. Ia bingung, kenapa papa saya tidak muncul sudah 2 hari. Ia kemudian pergi mengunjungi papa saya dan menemukannya dalam kondisi sudah tidak bisa apa-apa. Lalu papa saya dibawa pergi ke Singapore. Tuhan memelihara. Kalau tidak ada paman, papa saya sudah meninggal. Bukan kebetulan, tapi Tuhan memelihara.

Mengapa Manusia Tidak Melihat Pemeliharaan Allah?
Terkadang kita melihat kembali, bagaimana Tuhan menjaga dan memelihara kita. Namun seringkali kita tidak melihatnya. Karena kita memiliki persepsi pemeliharaan Allah seperti kita memelihara binatang. Kalau binatang lapar diberi makan. Kalau haus diberi minum. Terkadang , kita menginginkan Tuhan memelihara kita seperti demikian. Tetapi pemeliharaan Tuhan bukan seperti demikian. Bukan berarti dalam hidup, apa yang kita minta pasti dikabulkan. Tetapi Tuhan senantiasa menolong kita saat dibutuhkan. Rasul Paulus menulis Roma 8:28 melalui pengalaman dia. Waktu ia mengikuti Tuhan ia mengalami banyak masalah. Ia pernah dipukul, didera, kandas kapal, masuk penjara, namun Rasul Paulus melihat Nya memelihara dan menjaganya, tidak pernah meninggalkannya.

Juga pada kisah Yusuf. Sewaktu saudara-saudara datang untuk membeli gandum, mereka takut saat melihat Yusuf. Karena mereka telah menjual Yusuf ke Mesir. Sehingga setelah Ishak, papa mereka meninggal, saudara-saudaranya datang meminta maaf kepada Yusuf. Yusuf mengatakan,”Kalian melakukan yang tidak baik kepadaku, tetapi Allah mereka-rekakan yang baik kepadaku.” Padahal ia mengalami banyak penderitaan. Pertama kali ia dijual. Lalu di Mesir ia difitbah oleh istri Potifar dan kemudian di penjara, tetapi itu rencana Tuhan. Sehingga akhirnya ia berkata “Tuhan mereka-rekakan yang baik.

Demikian juga dengan Daniel dan ketiga teman-temannya. Waktu di Babel, Tuhan memelihara mereka yang setia . Ketiga temannya dimasukkan ke dapur api, tetapi mereka tidak terbakar. Tuhan memelihara. Awalnya seakan-akan Tuhan tidak menolong mereka. Saat itu mereka mengharap Tuhan akan menolong. Tetapi seakan-akan Tuhan tidak mau campur tangan dan membiarkannya. Tetapi waktu berada di perapian menyala, akhirnya mereka melihat pemeliharaan Tuhan.
Seringkali kita juga mengalami hal yang sama. Meskipun Tuhan memelihara, tetapi kita melihat seakan-akan Tuhan tidak campur tangan. Saya dulu juga pernah meragukan. Apakah Allah itu ada? Kadang kita mulai meragukan. Kalau Allah ada, kenapa orang Kristen yang seharusnya penuh kasih tapi tidak ada kasih. Walaupun kita pikirkan Allah tidak ada, tetapi faktanya Allah tetap ada.

Mungkin seperti Yusuf yang awalnya tidak mengerti, kita mengalami seperti itu dan meragukan pemeliharaan Tuhan. Apa yang dilakukanNya  adalah apa yang direncanakan untuk mendatangkan kebaikan. Kita awalnya bertanya kenapa kita bisa mengalami hal ini tetapi akhirnya kita bisa mengerti. Juga sewaktu Maria dan Marta mengirim kabar ke Tuhan Yesus bahwa Lazarus sedang sakit. Tetapi Tuhan Yesus sengaja tidak pergi dulu. Setelah Lazarus meninggal baru Dia pergi. Maria dan Marta merasa kecewa. “Tuhan kalau Engkau ada di sini , maka adikku tidak akan mati.” Seolah-olah mereka menyalahkan Tuhan Yesus. Seharusnya Yesus ikut dengan orang yang memanggilnya. Tetapi Tuhan Yesus punya rencana, Dia ingin membangkitkan Lazarus. Seringkali terjadi hal yang sama. Pertama kita tidak mengerti, tetapi Tuhan tetap menginginkan kita tetap setia. Bukan menurut keinginan kita. Tuhan punya rencana dan kehendak sendiri. Walaupun banyak hal yang terjadi, segala yang terjadi Tuhan rencanakan. Tuhan lakukan untuk kebaikan kita di dalam hidup kita. Hal yang kita lihat baik, belum tentu baik. Hal yang jelek belum tentu jelek. Sebagai orang percaya kita harus bisa menerimanya. Kita menerima apa yang Tuhan lakukan kepada kita, Tuhan melakukan yang terbaik.