Sunday, January 6, 2013

Bersama Yesus Selalu Ada Harapan

Pdt Liem Ie Liong

Matius 8:23-27
23   Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
24  Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
25  Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
26  Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
27  Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
1 Pet 1:3 
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
Yer 17:7
7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Roma 15:13
13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Kita mengakhiri tahun 2012 dengan rasa bersyukur kepada Tuhan. Tuhan telah memberkati dan memelihara kita sepanjang 2012. Kita berharap kepada Tuhan seperti yang tercatat pada Yer 17:7 (Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!).  Sebagai anak Tuhan, kita harus mengandalkan Tuhan dalam kehidupan. Melalui iman dan pengharapan kita kepada Yesus Kristus, kita boleh merasakan bagaimana Tuhan memimpin dan memelihara kita. Memasuki tahun 2013, ada yang ingin memasuki tahun ini dengan optimis dan ada yang ingin memiliki semangat dan harapan yang baru.

Optimis dan harapan memiliki perbedaan. Optimis adalah angan-angan ke depan, tetapi tidak dijamin oleh Allah. Sebagai orang Kristen selain harus optimis, lebih jauh lagi , kita memiliki harapan. Dengan harapan di dalam Kristus, ada kepastian yang dijamin oleh Allah sendiri. Pada Roma 15:13 tertulis, “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.” Dengan percaya Kristus kita memiliki sukacita dan damai sejahtera. Dengan kekuatan Allah Roh Kudus, kita diberikan pengharapan yang berlimpah-limpah. Kekuatan bukan dari dalam atau luar diri kita, tetapi dari kekuatan Roh Kudus. Ibarat menuangkan air dalam gelas kosong, setelah terisi separuh lalu dituang terus sampai airnya melimpah keluar. Itu gambaran melimpah.

Harapan Orang Kristen

1.       Pengharapan Kristen berdasarkan iman. Abraham diperintahkan Tuhan pergi keluar, jauh dari sanak keluarganya ke daerah yang belum diketahuinya. Tetapi dengan iman, Abraham mentaati perintah Tuhan sehingga  Tuhan memberkatinya dan melaluinya seluruh bangsa diperlengkapi. Dengan iman juga, ia menanti janji Tuhan dan pergi ke negeri yang ia tidak tahu, namun Tuhan memimpin Abraham. Abraham punya iman, bahkan dikatakan Abraham adalah Bapa orang beriman. Allah membenarkannya karena imannya. Contoh lain : Tomas. Pada waktu Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada murid-muridNya, dia tidak hadir. Murid-murid lainnya menceritakan kepada Tomas bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit. Tetapi ia tidak mempercayainya. Kemudian Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Tomas sehingga ia percaya. Sehingga Tuhan Yesus berkata, “Tomas karena kamu melihat, kamu percaya. Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya.” Tomas yang tadinya tidak percaya , boleh memiliki pengharapan. Ia percaya Allahnya, Tuhannya. Rasul Paulus mengatakan, “Hidup kami bukan hanya melihat lalu  percaya.” Percaya Tuhan Yesus berdasarkan iman. Percayakah kita bahwa Tuhan Yesus adalah pengharapan satu-satunya (termasuk saat sakit)? Kalau percaya Tuhan Yesus, maka kita memiliki hidup yang penuh pengharapan. Biarlah dalam kehidupan, kita boleh belajar dan bertanya. 1. Apakah kita memerlukan pengharapan? Jawabannya : Ya. 2. Bolehkah orang Kristen berharap? Jawabannya Ya.  3. Apakah ada kemungkinan kita berada di luar harapan? Jawabannya : Tidak. 4. Apakah besarnya harapan kita, sesuai dengan anugerah Allah? Atau pengharapan kita yang besar kurang dari anugerah Allah? Jawabannya : Ya. Karena anugerah Allah diberikan kepada kita sehingga kita memiliki harapan yang besar.

2.       Harapan Kristen didasarkan pada janji Allah. 1 Kor 10:13. Ada orang Kristen mengalami kesusahan dan pencobaannya yang begitu berat dan bertanya, “Mengapa Tuhan memberikan pencobaan yang berat?” Di dalam 1 Kor 10:13 dikatakan, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Entah kesulitan dalam pekerjaan dan keluarga, mengalami sakit penyakit, pencobaan itu sebagai ujian yang diterima. Pencobaan yang ada tidak melampaui kekuatan kita. Tuhan tahu batas kemampuan kita. Kita bersyukur karena  Allah kita adalah Allah yang setia, dia menggenapi janjiNya. Ada jalan keluar untuk pencobaan sehinga kita dapat menanggungnya. Itulah janji Tuhan. Tuhan tidak akan meninggalkan kita dalam menghadapi masalah kehidupan. Ia mau bersama dengan kita. Apakah kita mau berpegang pada janji Allah? Ada banyak janji Allah. Untuk mengetahui, memiliki dan memegangnya, sudahkah kita membaca Alkitab? Dari Alkitab, kita mengetahui janii-janji Allah. Kita hanya berpegang pada janji Allah. Itulah pengharapan orang percaya (orang Kristen). Dengan memiliki harapan, maka ke depan kita memiliki kepastian dari penggenapan janji Allah. Menurut J. Packer, “Harapan orang Kristen adalah iman yang berharap ke depan terhadap pemenuhan janji-janji Allah.” Kita tidak tahu hari esok, tetapi kita memiliki pengharapan ke depan. Ada janji Allah yang sungguh nyata.

3.       Bersama Kristus selalu ada harapan. Pada Mat 8:23-27 ditulis bahwa pada suatu hari Tuhan Yesus berada di atas perahu di danau Galilea bersama murid-muridNya. Angin begitu besar dan membuat gelombang di danau. Air masuk ke dalam perahu dan perahu terombang-ambing. Murid-murid Tuhan Yesus ketakutan. Ada 2 hal yang membuat murid jadi takut : 1. Dari luar mereka, yakni angin yang begitu kencang dan gelombang yang hebat sehingga wajar mereka jadi takut. 2. Dari dalam diri mereka. Kata Tuhan Yesus, kamu takut karena dalam hatimu. Kalau bertemu murid yang tidak naik kelas, kita tidak mengatakan, “kamu bodoh” tetapi mungkin kita katakan “kamu kurang pandai”. Murid-murid tidak mempunyai iman dan kurang percaya.  Tuhan Yesus mengatakan,”Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya.” Percaya bukan persoalan besar atau kecil. Murid-muridNya takut karena kurang percaya. Ketika itu mereka bersama-sama dengan Yesus dan membangunkan Yesus. Murid-murid bersama dengan Tuhan Yesus, tetapi mereka takut karena mereka kehilangan harapan , iman dan janji penyertaan Tuhan. Bersama Kristus, kita percaya selalu ada harapan. Kita bersyukur dalam Kristus ada harapan. Di luar Kristus, kita dapat berbuah apa-apa.  Tetapi dalam Kristus, kita akan kuat. Dalam kehidupan, kita harus selalu dekat dengan Tuhan. Hanya dalam Yesus kita memiliki pengharapan. Harapan kita didasarkan pada iman kepada Yesus satu-satunya. Jangan dialihkan ke yang lain. Kita percaya Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Dia sudah mati sehingga kita punya pengharapan. Janji Tuhan pasti. Itulah janji dan pengharapan. Yesus Kristus adalah Immanuel, Allah bersama dengan kita. Tuhan menyertai. sehingga ada harapan,


Tuesday, January 1, 2013

Kebaktian Tahun Baru 1 Jan 2013

Pdt. Francis Lay

Fil 3:12-14
12  Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
13  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
14  dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Kita bersyukur untuk anugerah Tuhan sehingga kita bisa memasuki tahun yang baru. Karena banyak laporan yang Tuhan tidak inginkan memasuki tahun 2013. Tentu banyak hal yang kita alami di tahun 2012. Kadangkala kita mengalami sukacita, kadang dukacita, berkelimpahan dan kekurangan, keberuntungan dan kerugian. Tentu banyak pasang surut di tahun 2012. Kalau Tuhan hari ini mengijinkan kita memasuki 2013, pasti ada maksud Tuhan pada diri kita. Bagaimana kita bisa melangkah di tahun 2013? Banyak orang yang mengatakan, tahun 2013 akan lebih buruk dari 2012. Namun kita percaya , dalam Tuhan , tidak ada yang mustahil, kalau kita mau melangkah dan berjalan bersama Tuhan. Hari  ini, tanggal 1 Jan, pada hari pertama kita mau beribadah pada Tuhan.

Bagaimana sikap kita dalam tahun 2013? Dalam Fil 3:12-14, perkataan Rasul Paulus sangat luar biasa tentang bagaimana kita mau berjalan dan melangkah bersama Tuhan. Ada 3 hal yang dikatakan Rasul Paulus yang menjadi satu dorongan bagi kita untuk mencapai hidup yang berkemenangan :

1.       Lupakanlah apa yang ada di belakangmu (ayat 13a). Melupakan apa yang di belakang kita. Pada masa lalu, banyak hal yang telah kita alami. Yang harus dilupakan adalah kekecewaan, kesedihan ,kegagalan yang kita alami di masa lampau. Kalau melihat waktu yang dilewati, tentu banyak hal yang telah terjadi yang begitu menyedihkan, mengecewakan, yang tidak pernah kita harapkan sebelumnya. Dalam kondisi sekarang ini, banyak musibah yang kita lihat. Begitu juga dalam kehidupan pribadi kita. Tentu banyak kekecewaan dan kesedihan yang kita alami. Mungkin kita merasa sedih, ada sanak saudara yang meninggalkan kita selama-lamanya. Mungkin kita merasa kecewa terhadap suami atau isteri yang mengkhianati  kita. Padahal waktu kenalan dan berpacaran, begitu mengasihi kita. Tetapi setelah berjalan dan menikah, kasih itu tidak ada lagi. Kita merasa kecewa dan mungkin putus asa terhadap anak yang tidak lagi menghormati kita. Kita merasa cape hati terhadap anak yang selalu memberontak. Mungkin kita kecewa terhadap orang tua atau pekerjaan. Kita sudah berusaha dan berjuang tapi kita merasa gagal dan gagal. Mungkin kita merasa sakit hati dan terpukul atas perkataan sahabat kita. Inilah bagian yang merupakan kehidupan kita. Kekecewaan dan kesedihan merupakan bagian kekecewaan dalam hidup kita. Siapa yang tidak pernah mengalaminya? Semuanya pernah mengalami termasuk saya. Se mu merasa sepi dan tidak ada teman untuk diajak bicara setelah Pdt. Sung tiada lagi di dunia ini. Demikian juga dengan saya. Ketika saya datang ke GKKK Mabes, saya merasa ada yang kurang karena tidak ada Pdt. Sung. Ada suatu kehilangan. Banyak hal dalam dunia ini yang bisa membuat kita sedih , kecewa dsbnya. Kekecewaan, kesedihan dan kegagalan yang tidak bisa ditangani akan membuat patah hati, hidup jadi frustasi dan dapat menyebabkan orang bunuh diri. Ada orang yang mengakhiri hidupnya, karena tidak kuat lagi menjalani hidup di penjara. Ada seorang pemuda 21 tahun yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari dari parkiran mobilnya di mal. Mengapa banyak orang yang mengambil tindakan demikian? Karena hidupnya merasa kosong dan frustasi. Orang bunuh diri karena ada dalam tekanan hidup yang berat. Tiak ada orang yang bunuh diri dalam keadaan sukacita. Misal : baru dapat proyek, lalu lompat dari gedung tinggi. Tidak! Dalam keadaan tekanan / depresi yang begitu berat, di masa-masa lampau kita dapat menghancurkan hidup orang. Dapat menghalangi langkah di masa mendatang, sehingga Rasul Paulus mengatakan lupakanlah kegagalan kita. Karena tidak  ada gunanya, tidak membuat kita maju! Mungkin kita merasa sakit hati, karena orang menghancurkan hidup kita sehingga tidak bisa tidur karena terikat dalam kepahitan hidupnya. Lupakanlah masa lalu. Apakah kita mengalami kekecewaan, kesedihan di masa lalu? Angkatlah hatimu dan lupakan apa yang di belakangmu! Bersama Tuhan yang menyertai, kita akan berhasil di masa mendatang. Jangan sampai, mau bekerja tidak semangat dan melayani tidak ada sukacita. Lupakanlah kegagalan dan kesedihan yang mengikat kita. Bukan saja mengalami kegagalan, tapi di dalamnya juga ada keberhasilan. Orang yang sukses merasa gembira. Tetapi kesuksesan dapat juga membuat kita sombong. Kita menjadi tinggi hati , lupa akan anugerah Tuhan, tidak berpegang pada tangan Tuhan. Maka Rasul Paulus berkata,, “lupakahnlah apa yang dibelakang kita”. Jangan sampai kesukesaan membuat kita tinggi hati. Sangat berbahaya sekali kalau memandang keberhasilan adalah perjuangan dan pekerjaan kita sendiri. Pada 2 Taw 26, ada kisah tetang Raja Uzia. Diceritakan , Raja Uzia berhasil membina keamanan negeri. Ia juga berhasil di bidang pertahanan , juga bidang militer dan peperangan. Tapi pada ayat 16 dikatakan, setelah kerajaannya kuat, ia menjadi tinggi hati. Ini berbahaya sekali secara rohani. Karena itu sukses adalah saat berjalan dengan Tuhan. Tidak ada yang mengganggu kerohanian dan kehidupan kita. Inilah yang Rasul Paulus katakan. Jadi kita harus syukuri.

2.       Mengarahkan diri pada apa yang di hadapanku (ayat 13b). Ini merupakan sikap yang luar biasa. Mengarahkan pandangan hidup kita ke depan Ini mudah diucapkan. Bagi orang yang punya uang, mudah mengatakanya. Berbeda bila yang mengucapkan adalah orang di dalam penjara. Saat Rasul Paulus menulis surat ke jemaat di Filipi, Rasul Paulus ada di penjara Roma! Murid-murid dan teman-temannya tidak bisa mengunjunginya. Beda dengan kondisi penjara sekarang ini, di mana ada yang bisa membawa telpon, laptop dll. Ada yang bilang, penjara bisa dibeli kamarnya. Ada yang sehari Rp 500.000 atau Rp 1 juta seperti sewa kamar hotel. Tapi di zaman Rasul Paulus, penjara adalah penjara. Paulus tetap mengarahkan pandangan ke depan untuk menilihat. Imannya menembusi tembok-tembok penjara. Walaupun dibelenggu tapi Rasul Paulus penuh sukacita. Ada 16 kali kata “sukacita” walaupun ia berada di dalam penjara. Sukacita tidak dibatasi belenggu dan dinding penjara. Rasul Paulus mempunyai Allah yang hadir. Allah yang menyertai dia. Kita juga memerlukannya. Allah yang selalu menyertai kita dan selalu setia. Biarlah tahun 2013 kita tetap mengarahkan pandangan hidup pada kekekalan. .Jangan di belenggu kegaggalan kita. Kita harus tetap semangat. Bila ada orang yang melukai hati kita, kita tetap semangat. Arahkan pandangan hidup kita ke depan.

3.       Dan berlari kepada tujuan (ayat 14). Kebulatan tekad pada sikap untuk melangkah bersama Tuhan. Di dalam ayat 12, aku bukan saja berlari-lari tetapi juga mengejarnya dan menangkapnya. Orang Yunani memakai gambaran seekor binatang buas yang menerkamnya . Kita sebagai anak-anak Tuhan di dalam menghadapi hidup ini biarlah kia terus berjuang. Kalau terlena , kita sulit maju, itu tidak ada gunannya. Lupakan masa lalu. Kalau hari ini ada yang di dalam hidup, kita merasa luka hati kepada keluarga, suami atau isteri, lupakanlah. Mungkin juga luka hati karena sahabat dekat, lupakanlah karena Tuhan tidak akan pernah melupakan kita. Dia mengangkat kita.

Rasul Paulus berkata “Lupakan apa yang di belakang kita, arahkan padangan kita, bertekad bulat berlari-lari berjuang.” Manusia berharap hari ini lebih baik dari kemarin. Di tengah  kesulitan, kita mau setia di hadapan Tuhan. Kita menjalani rutinitas, sebagai usahawan, karyawan dan sebagainya tetapi tetaplah berpegang pada tangan Tuhan! Kita tetap percaya Tuhan menyertai kita.

Sunday, December 30, 2012

Menyambut Tahun Baru (Ibadah Raya)

Pdt. Ridwan Hutabarat

Mat 1:1-17
1   Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
2  Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
3  Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
4  Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
5  Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
6  Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
7  Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
8  Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
9  Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
10  Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
11  Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
12  Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
13  Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
14  Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
15  Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
17  Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

Dalam pembacaan nats di atas, secara jujur kita mengatakan membosankan. Mungkin juga ada yang baru pertama kali membacanya. Tetapi maukah kita mendengarkan firman ini (firman TUhan)?. Adakah firman Tuhan yang salah? Adakah yang ditulis dengan tidak sengaja atau secara usil (iseng) ? Tentu tidak! Kalau diperhatikan dengan cermat dan kita bandingkan dengan budaya Yahudi, ada sesuatu yang aneh? Dalam budaya suku tertentu, termasuk orang Batak dan kebanyakan orang Tionghoa, laki-laki lebih bernilai dari wanita, padahal di hadapan Tuhan, sama saja. Dalam suatu budaya, nilai seseorang dilihat dari keturunannya. Kalau ia jelas keturunannya sampai jauh, biasanya ia berasal dari keluarga terpandang. Mungkin keluarga kerajaan atau keluarga bangsawan / darah biru. Biasanya silsilah itu ditulis laki-laki semuanya. Bukan perempuan. Apalagi di kalangan orang Yahudi. Seorang istri di kalangan Yahudi, memanggil suaminya dengan sebutan “Tuanku”. Kita tahu keturunan Yakub ada 12 orang, padahal sebenarnya 13 orang. Ada anak wanitanya yang bernama Dina. Tetapi itu tidak disinggung-singgung. Bahkan sampai sekarang tidak ada keturunan suku Dina. Keturunan Yehuda, Lewi, Zebulon dan saudara-saudara laki-laki lainnya ada.

Lima wanita
Dalam pembacaan nats dari Mat 1 : 1-17, ada 5 nama wanita yang ditulis. Yang pertama, Tamar (ayat 3). Yang kedua dan tiga, Rahab dan Rut (ayat 5). Yang keempat istri Uria (ayat 6). Yang kelima Maria (ayat 16). Timbul pertanyaan dalam diri kita, mengapa pada ayat 2, tidak ditulis Abraham memperanakkan Ishak dari Sara? Padahal Sara adalah salah seorang tokoh. Juga tidak ditulis Ishak memperanakkan Yakub dari Ribka atau Yakub memperanakan Yehuda dari Lea. Padahal Abraham , Ishak , Yakub adalah nenek moyang bangsa Yahudi.  Kenapa tIdak ditulis? Apakah ada kesalahan? Apakah waktu ditulis Matius lupa? Tidak! Kelima wanita ini dikategorikan tanpa harapan. Bahkan kelimanya cocok dihukum mati. Tetapi kita mendapat pelajaran yang luar biasa dari kelimanya. Nama mereka sampai sekarang pun masih dikumandangkan. Bukan karena kekayaan mereka. Bukan latar belakang atau kepintaran mereka. Melainkan satu nama, yakni nama Yesus Kristus. Mereka ini menurunkan Juruselamat ke dunia secara silsilah. Tentu kita bangga kalau anak kita walikota Jakarta Pusat misalnya. Apalagi kalau dijelaskan wakil gubernur itu anak saya atau SBY, presiden , anak saya. Bukankah itu memberikan nilai? Yesus Kristus itu Juruselamat dunia. Walikota itu tidak ada apa-apanya. Wagub termasuk presiden tidak ada apa-apanya. Ini tentang Tuhan Yesus Kristus. Maka ayat-ayatnya dimulai (ayat 1) dan diakhiri (ayat 16) dengan Tuhan Yesus Kristus!

Mereka adalah perempuan yang awalnya tanpa pengharapan, namun kemudian menjadi penuh pengharapan. Saya berharap kita semua , bila mendengarkan berita ini, jangan pernah melihat masalah itu lebih kuat (besar) dari kasih Kristus. Sehingga penghidupan kita seolah-olah tanpa pengharapan. Jangan konflik rumah tangga membuat kita buntu. Seakan tidak ada pengharapan melanjutkan perkawinan. Jangan sampai vonis dokter tentang penyakitmu  membuat seolah-olah diri kita tidak punya pengharapan lagi. Apapun masalahmu. Yesus Kristus tetap memberikan pengharapan. Ini perlu kita catat dalam hati kita.

1.       Tamar
Yehuda memperanakan Perez dan Zerah dari Tamar, seolah-olah Tamar istri Yehuda, padahal Tamar adalah menantu Yehuda. Anak sulungnya bernama Er, menikah dengan Tamar. Tidak lama kemudian Er meninggal. Menjadi kebiasaan budaya Yahudi, adiknya Er harus mengambil istri kakaknya untuk melanjutkan keturunan baginya. Maka Yehuda berkata kepada Onan untuk menikah dengan Tamar. Onan tidak suka. Kenapa saya yang punya anak, tapi kakaknya yang punya nama? Maka setiap kali Onan berhubungan dengan Tamar sebagai suami istri, maka Onan selalu membuang spermanya terus menerus. Sehingga nama Onan menjadi akar kata dari onani. Dan itu jahat di mata Tuhan. Maka Onan mati. Dengan meninggalnya dua anaknya, membuat Yehuda berpikir bahwa  Tamar adalah wanita pembawa sial. Maka kalau anaknya yang ketiga diberi ke Tamar, maka akan mati jugalah dia dan habislah keturunannya! Anaknya ketiga masih remaja namanya Shela. Maka Yehuda berkata kepada Tamar,”Tamar pulanglah ke kampungmu.  Nanti kalau anakku sudah besar, saya berikan kepadamu.” Tetapi itu akal-akalan Yehuda. Ia sudah bertekad tidak memberikan anaknya Shela, karena Tamar dianggap perempuan sial. Setelah Shela besar, tidak dikasih ke Tamar. Tak lama kemudian, istri Yehuda (Syua) meninggal. Maka status Yehuda, dugem (duda gemerlap). Duda yang kaya. Suatu kali Yehuda akan menggunting bulu dombanya di kota tempat kediaman Tamar. Tamar diberitahu bahwa mertuanya akan menggunting bulu domba. Maka Tamar menyamar jadi pelacur, ia menutup mukanya dan duduk di pinggir jalan. Yehuda yang cukup lama tidak berhubungan suami istri. Saat melihat pelacur di pinggir jalan, ia pun mengajaknya untuk berhubungan. Tamar menjebak mertuanya. Jahat. Saat akan membayar, baru disadari bahwa Yehuda lupa bawa dompet. Maka Tamar meminta cap meterai, kalung dan tongkat sebagai jaminan. Lalu beberapa waktu kemudian, Yehuda menyuruh sahabatnya, orang Adulam, membawa anak kambing sebagai gantinya. Tapi Tamar tidak diketemukan. Beberapa bulan kemudian, ada laporan bahwa menantunya hamil. Ia marah besar, Tamar dipanggil untuk dibakar karena dosanya cocok untuk dibunuh. Tidak punya pengharapan lagi. Tapi begitu Tamar sampai dan dinterogasi, tentang siapa yang membuatnya hamil, Tamar dengan tenang mengeluarkan cap meterai. “Orang yang mempunyai cap inilah yang membuat saya hamil.” Kagetlah Yahuda. Sebenarnya nama Tamar ini tidak perlu ditulis , apalagi dalam Alkitab. Tapi mau tidak mau, suka tidak suka, nama Tamar tertulis dalam Alkitab. Tahun ini saya 31 tahun jadi hamba Tuhan setelah usia 25 lulus sekolah teologia. Walau saya berdoa puasa dan ngotot agar nama saya tercantum di Alkitab, tetap tidak bisa. Sedangkan nama Tamar tetap ada. Walau awalnya dia tidak punya harapan , dalam nama Yesus dia diangkat jadi mulia!

2.       Rahab
Salmon memperanakkan Boas dari Rahab. Mengapa orang Yahudi mau menikah dengan Rahab? Di kitab Yosua, Rahab berulang-ulang disebut sebagai perempuan sundal. Ia juga orang kafir (ia berasal dari Yerikho). Ada kesan di suku Tionghoa dan Batak tidak boleh  menikah dengan suku lain. Padahal istri saya keturunan Tionghoa. Kalau ada orang TIonghoa, anaknya laki-laki dikenalin dengan perempuan suku lain sebagai pacar maka  maminya pasti kaget, apalagi pekerjaan pelacur. Maka tidak bisa. Tapi Rahab yang tanpa harapan, suka tidak suka, tercatat dalam Alkitab berkenaan dengan Yesus Kristus. Apa pun problemmu dan bagaimana pun rusak moralnya, tetapi di dalam Yesus tidak ada jalan buntu. Dalam Yesus ada harapan!

3.       Rut
Rut juga dikategorikan tanpa harapan karena keluarganya yang Yahudi pergi ke tanah asing (Moab) saat tanah Israel mengalami kekeringan berkepanjangan. Mereka seharusnya berserah kepada Tuhan, karena kesulitan diperkenankan agar tingkat penyerahan kita lebih lagi. Naomi dan kedua anak lakinya menyelamatkan diri ke Moab. Orang Yahudi marah kepada mereka.  Lebih baik hujan batu di negara sendiri daripada hujan uang di negara lain. Bagi Naomi yang penting suami dan anak-anaknya selamat. Apakah jadinya selamat? Waktu sampai di sana, kedua anaknya menikah dengan orang Moab. Nama menantunya Orpa dan Rut. Tapi tak lama kemudian , suami dan kedua anaknya meninggal. Tanpa keturunan, Naomi kalau pulang ke Israel riwayatnya selesai. Pasti dikutuki. Mereka akan berkata, “Kau bilang kau pergi ke negeri lain supaya selamat keluargamu. Namun yang terjadi mati konyol. Sebaiknya jangan masuk ke Israel. Tidak ada gunanya kamu datang.” Tetapi Naomi datang dengan Rut. Naomi sudah menghalangi Rut supaya tidak usah ikut. Katanya, “Biar aku sendiri mengalami kepahitan ini.” Tetapi Rut tetap mengotot, bertahan ingin ikut. “Ibu Naomi engkaulah mamaku, Tuhanmu adalah Tuhanku” katanya. Padahal dengan membawa Rut, lebih sulit lagi Naomi. Orang akan marah melihat Naomi dan lebih marah lagi melihat Rut karena Rut berasal dari bangsa Moab. Bangsa Moab membuat keluarga Naomi mati. Maka di hadapan orang Israel , Rut pun harus dimatikan. Tetapi kenyataannya, nama Rut menjadi bernilai. Dia salah satu nama yang disebut dalam silsilah Yesus Kristus. Jadi apapun masalah hidup kita, tidak ada yang terlalu berat yang Tuhan tidak sanggup menyelesaikannya.

4.       Istri Uria
Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria. Kenapa tidak ditulis namanya Batsyeba? Matius seolah-olah kurang berhikmat karena ia mengorek-orek nenek moyang Daud, orang Israel. Mengorek aib Daud yang mencuri istri orang. Setiap kali saya ke Israel dan bertanya kepada beberapa rabi, salah satu yang dibenci rabi adalah ayat ini. Karena Daud sangat ditokohkan. Kenapa ditulis istri Uria, istri orang lain? “Benar Daud pernah salah, tetapi jangan ditulis lagi,” begitu pendapat mereka. Tetapi suka tidak suka itu yang ditulis. Padahal Daud sangat dikagumi semua kalangan. Jauh sebelum Daud menjadi raja, orang Isarel membuat nyanyian, “Saul mengalahkan beribu musuh, tetapi Daud berlaksa.” Jangankan rakyat biasa, raja pun sangat mengagumi Daud. Misalnya : Raja Hizkia takut akan Tuhan tetapi tidak sesaleh Daud. Juga Yosia sangat saleh tetapi tidak sesaleh nenek moyangnya Daud. Selalu mengacu ke Daud. Jangankan rakyat atau raja, bahkan Tuhan Yahwe mengakui Daud. Ayat 1, inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Kenapa anak Daud dulu bukan anak Abraham. Kenapa nyanyian kita “Kristus anak Daud, Kristus anak Daud,”?  Ia sangat dihormati, kalau ke Israel salah satu kuburan kramat adalah kuburan Daud. Sampai sekarang lambang negara Israel adalah bintang Daud. Apakah Matius usil menulisnya? Kalau didramatisir sedikit, Matius menulis Batsyeba, tetapi dengan kontrol Roh Kudus ia harus menulis Uria. Setiap penulis Alkitab tidak hilang kehendak bebasnya untuk menulis. Sehingga Injil Matius, Markus dan Lukas ada perbedaan. Tetapi tetap dalam penerangan kuasa Roh Kudus. Tulisan ini bukan kebetulan. Ini menunjukkan aib, biar bagaimanapun kotornya kita, dalam Yesus bisa dibersihkan.

5.       Maria
Ini lebih berat lagi. Maria mendapat berita natal, seperti mendapat berita kiamat! Masalah yang sangat berat bagi dia. Malaikat berkata, “Salam hai Maria, engkau sangat diberkati oleh Tuhan,” Siapakah Maria yang dilawat oleh Tuhan? Maria mendapat berita natal yang luar biasa. Bukan berita mendapat apartemen atau mobil baru seri yang termahal. Tidak! Tetapi malaikat berakta, “Maria engkau akan hamil” Tanggapannya tidak bertanya,”Oh ya? Kapan saya hamil? Setelah berapa lama menikah dengan Yusuf?” Itu berita yang berat bagi Maria. Maria memberi respons, “Bagaimana mungkin aku mengandung karena aku belum punya suami?” Itu sama saja menerima berita kematian, dirajam karena hamil di luar nikah. Maria terkenal sebagai perempuan rohani, seorang aktifis. Juga Yusuf. Maria kemudian mendatangi Yusuf untuk mengabarkan kehamilannya. Hal ini akan menimbulkan pertanyaan bagi Yusuf,”Hamil? Kenapa?” Bukankah mereka berdua terkenal menjaga kekudusuan? Maka Yusuf yang tulus hatinya berfikir secara sederhana. Dia diam-diam hendak menceraikan Maria. Namun tiba-tiba datang malaikat., “Stop! Kamu harus menikahi Maria.” Yusuf kira-kira menjawab,”Siapa kamu menyuruh saya menikahi Maria?” Malaikat berkata, “Maria hamil. Maria hamil bukan karena cowo lain tetapi karena Tuhan!” Yusuf kaget. Tetapi ketika kembali kepada Maria, Yusuf sudah mengerti bahwa Maria hamil karena pekerjaan Roh Kudus dan ia berkata,”Maria jangan galau.” Akhirnya mereka menikah. Mungkin juga sulit untuk menjelaskan kepada orang tua Maria. Berita  natal membuat Maria seolah-olah tanpa harapan. Mungkin orang tuanya berpikir itu juga bidat. Dari satu aspek saja, Maria hamil bukan karena Yusuf bisa dihukum mati. Apalagi bila diucapkan, “Aku hamil karena Tuhan.” Waktu itu Maria menerimanya sangat berat dan sulit. Tetapi sampai sekarang , Maria telah menjadi salah satu wanita terkenal di dunia.

Saya tidak tahu kesulitan yang saudara hadapi sepanjang 2012, tetapi maukah saudara meningkatkan hubungan dengan Tuhan Yesus? Supaya jangan rancangan kita yang mengendalikan kita, melainkan Yesus yang mengendalikan kita. Karena bersama Yesus, pasti ada harapan. Dimana rahasianya? Lukas 1:38. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Ini rahasia kehidupan yang tidak putus asa. Rahasia menembus bagaimanapun tebalnya masalah. Milikilah tingkat kesadaran yang tinggi, sesungguhnya kita semua anak Tuhan. Jemaat jangan lagi lelap. Perbedaan yang sangat jelas antara Kristen dengan agama lain : Kristen adalah agama penebusan. Konsekuensi penebusan  (ditebus oleh Yesus Kristus), kita adalah doulus (hamba), Dia Kurios (Tuan). Bukan hanya pendeta yang menjadi hamba Tuhan atau penginjil dan  majelis yang merupakan hamba Tuhan tetapi kita semua hamba Tuhan. Kenapa kita membalas kejahatan dengan kebaikan? Karena diri kita bukan tuan kita. Kita harus dikehendalikan Tuhan. Karena kita hamba Tuhan. Mengapa suami tidak boleh kasar terhadap istri? Mengapa istri tunduk ke suami? Mengapa jemaat lebih suka memberi dari menerima? Mengapa kita tidak bermain dengan dosa berzina, mrerokok dan mabuk? Karena kita sesungguhnya hamba Tuhan! Tetapi kalau kita tetap berbuat dosa, kita menjadi hamba setan. Maka jangan lagi marah, berzina, berbohong, merokok atau berjudi. Firman Tuhan ya dan amin. Ada pengharapan luar biasa dalam hidupmu. Pendapat ahli atau surat kabar berbicara, tahun 2013 akan penuh kesulitan dan saya yakin itu ada benarnya, karena Alkitab mengatakan dunia ini makin lama makin jahat, tetapi dalam Yesus itu tidak pernah kita takuti. Makin tinggi tingkat kesulitannya, makin besar hadiahnya. “Jangan takut” itu berita natal. Tetapi itu kalau kita mengerti sesungguhnya kita hamba Tuhan. Jadilah kepadamu, kehendakMu Tuhan. Tuhan berkata bacalah Alkitab setiap hari! Sedih bila Tuhan melihat jemaat malas baca Alkitab. Tapi Ia lebih sedih lagi kalau sudah dengar khotbah ini tetap malas baca Alkitab juga. Itu namanya degil. Keras kepala kuadrat. Dableg. Saya pengamat musik. Sebelum saya sekolah teologi, saya dosen drama teatrikal, saya sekolah teater dan musik. Saya  amati lagu dunia terbaik itu lagu gereja. Salah satu yang terbaik adalah Joy to The World (Kesukaan bagi Dunia). Kesukaan dari surga. Dari surga ke dunia, dari nada do tinggi ke do terendah. Do tinggi memberi gambaran surga, do rendah merupakan gambaran dunia. Lagunya dimulai dengan do tinggi lalu turun. Ketika dunia mengalami joy (kesukaan), dunia diangkat ke nada do tinggi, maka notasi berikutnya “so la la si si do”. Lalu berikutnya lincah. Bagus sekali. Tetapi sayang, lagu itu hanya sampai bulan Desember. Belum habis bulan Desember, pada bulan Januari lagunya sudah ganti. Lagu Hetty Koes Endang, “Aku Masih Seperti yang Dulu”. Yang pembohong tetap pembohong. Pemarah tetap pemarah. Saya ingatkan kalau hidup seperti itu tanpa pengharapan dan akan menuai kekecewaan. Maka tinggalkan dosa dan perbuatan yang menyimpang dari firman Tuhan. Cari dulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semuanya ditambahkan kepadamu. Itu janji Tuhan. Renungkan firman Tuhan siang dan malam sehingga apa yang dikerjakannya berhasil. Orang yang berbahagia bukan orang kaya dan sehat tetapi orang yang memelihara firman Tuhan. Ini pilihan, bukan soal bisa atau tidak bisa, soal mau atau tidak mau. Maka marilah kita proklamirkan. Sesungguhnya aku ini, adalah hamba Tuhan.maka jadilah kepadaku menurut perkataanMu. Jangan lagi menurut perkataanku, tetapi apa perkataan firman Tuhan siap kulakukan. Tataplah tahun 2013, dengan pengharapan dan kebahagian yang pasti. Tuhan Yesus memberkati.