Sunday, October 23, 2016

Tunaikan Tugas Pelayananmu

Pdt. Karyanto Gunawan

2 Kor 5:14-15
14  Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.
15  Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Pendahuluan

                Ada satu istilah yang sangat populer khususnya di kalangan aktifis gereja yaitu pelayanan. Ada istri majelis yang bertanya kepada suaminya,”Mau ke mana Pak?” Dijawab,”Mau pelayanan”. Ada juga teman kerja yang bertanya, “Mau apa ke Pontianak?” Yang kemudian dijawab,  “Mau pelayanan.” Bermain piano dan pergi membesuk merupakan salah satu bentuk pelayanan. Pelayanan merupakan kata yang indah sekali dan memiliki konotasi yang baik dilihat secara kerohanian. Seperti juga kata “kebaktian” yang sekarang seringkali digantikan dengan kata ibadah raya. Padahal asal kata “kebaktian” adalah “bakti” dan berarti setiap minggu kita berbakti pada Tuhan kita. Dalam bahasa Inggrisnya , kebaktian pagi disebut morning service. Istilah service berarti melayani. Jadi kalau mau datang kebaktian jangan berpikir kita mau dilayani dan disambut melainkan sebaliknya kita melayani khususnya melayani Tuhan.

Terdapat beberapa kata terkait dengan melayani dalam Alkitab yakni :
-        Kis 6:1-7 terdapat beberapa ayat yang mencatat tentang melayani “meja”, doa dan firman. Perikop ini dimulai dari timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
-        Lukas 8:3b dikatakan Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.
-        Kisah 9:36 Dorkas (Tabita) melayani dengan memberi perhatian kepada sesama. Saat ini mungkin ada orang-orang yang walaupun bukan pengurus tetapi memperhatikan sesamanya. Misalnya : dia memperhatikan ada jemaat yang pada minggu pertama, kedua dan ketiga tidak hadir lalu tanpa diperintah , ia pergi membesuk dan menemukan bahwa ternyata orang tersebut sakit. 
-        1 Taw 25:1-7. Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN  —  mereka sekalian adalah ahli seni  —  ada dua ratus delapan puluh delapan orang (ayat 7). Jadi terdapat 288 orang dipilih unuk menyanyi dan bermain musik di bait Allah. Di Perjanjian Lama fokus ibadah adalah di bait Allah.
-        Bilangan 3:1-8 Tuhan memilih dari suku Lewi untuk melayani di bait Allah.
-        1 Tes 2:1-12 Rasul Paulus melayani pemberitaan Injil.
Dari data di Alkitab yang hanya sebagian dikutip, pelayanan itu sangat luas konteksnya. Apalagi di zaman modern ini, ada yang melayani di paduan suara, usher, pelawatan, berkhotbah, sound system, bidang IT dll. Ada gereja yang maju IT-nya dan sound system-nya luar biasa sekali.

Pengertian Pelayanan

Sebagai anak Tuhan kita harus memahami bahwa :

1.     Pelayanan bukan sekedar aktivitas. Orang yang sibuk dalam kegiatan gerejawi belum tentu dia sudah melayani Tuhan, mungkin dia sedang melayani dirinya sendiri atau orang-orang tertentu. Tetapi orang yang mau melayani maka mau tidak mau ia terlibat dalam kegiatan. Ada bentuk dan ekspresinya bagi orang yang melayani. Misal : sebagai pendoa syafaat di kamar, maka ia akan berdoa bagi hamba Tuhan dan apa saja untuk Allah.

2.     Pelayanan bukan untuk mengisi waktu kosong. Ada seorang ibu yang mengisi waktu kosongnya dengan mengikuti tim perkunjungan daripada tidak ada kegiatan apapun. Di sini ia bisa mendengar gosip. Berarti motifnya keliru dari awal yakni daripada saya nganggur. Hal ini berbeda dengan Musa , Gideon dan para rasul. Musa dipanggil Tuhan untuk bertemu dengan Firaun dan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Saat dipanggil, apakah Musa sedang malas-malasan? Tidak! Waktu itu Musa sedang menggembalakan kawanan domba dan ternak yang  berarti ia sedang bekerja. Gideon dipilih dan dipanggil saat ia berada di kebun (ladangnya). Para rasul dipanggil untuk menjadi rasul Tuhan saat mereka sedang bekerja. Mereka semua tidak sedang menganggur. Tuhan tidak memakai orang yang menganggur melainkan orang-orang yang  masih aktif. Ini prinsip yang perlu dipahami. Kalau sudah lama menjadi jemaat dan diminta menjadi majelis di gereja, jangan berkata tidak bisa karena sedang sibuk. Alkitab berkata bahwa orang yang dipakai Tuhan adalah orang yang sedang giat bekerja di bidang masing-masing (bukan sedang menganggur). Prinsip firman Tuhan, Tuhan memilih orang yang sedang giat bekerja dengan sungguh-sungguh.

Apa beda Tuhan dengan Iblis? Iblis mencari orang yang sedang menganggur atau kerjanya hanya bermain SMS lalu ia masuk ke dalam pikirannya sehingga orang ini mulai melihat, berpikir dan melakukan macam-macam yang jahat. Sasaran iblis adalah orang yang menganggur. Sedangkan Tuhan mencari orang-orang yang sedang giat. Apa yang membedakan pelayanan orang Kristen dengan pelayanan yang lain? Saat Tsunami di Aceh, yang datang  ke Aceh untuk memberi bantuan bukan hanya orang Kristen, tetapi juga dari agama dan lembaga lainnya. Juga saat Tsunami di Jepang, musibah banjir bandang di Garut, yang datang bukan saja orang gereja tapi juga orang non gereja. Apa yang membedakan pelayanan orang Kristen dan non Kristen? Yang membedakan adalah motivasi yaitu alasan untuk melakukan sesuatu (apa yang menjadi penggerak / penyebab saat melakukan sesuatu). Ini yang membedakan pelayanan anak-anak Tuhan dengan orang tidak percaya. Perselisihan Tuhan Yesus dengan ahli Taurat menyangkut motivasi. Tuhan Yesus mengkritik orang Farisi karena mereka melayani , memberi sedekah dan berpuasa ‘supaya....’ (ini motivasinya). Itu yang membedakan kita dengan orang yang belum percaya.

Prinsip Pelayanan bagi Orang Kristen

1.     Kita melayani sebagai ungkapan rasa syukur, karena hidup kita sekarang milik Tuhan dan untuk Tuhan.

Jangan melayani untuk diberkati dan menganggap kalau saya melayani Tuhan dan memberi persembahan, maka Tuhan akan membekati saya. Seharusnya kita melayaniNya karena Tuhan sudah memberkati kita. Jadi bukan supaya Tuhan memberkati kita lagi. Dia sudah memberkati secara penuh, kontan dan lunas. Berkat yang paling istimewa untuk orang Kristen adalah berkat keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Apa beda orang Kristen dengan non Kristen? Baik orang non Kristen maupun Kristen sama-sama bisa terkena sakit kanker.  Banyak anak Tuhan yang menderita sakit kanker dan mengalami stroke. Baik orang Kristen dan non Kristen ada yang sukses dan mencapai pendidikan tertinggi, dan ada juga yang gagal dan bangkrut. Satu-satunya keunikan adalah berkat Allah dalam Yesus Kristus (Yoh 3:16). Yang lain sama. Yang unik dari iman Kristen adalah kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus. Orang Kristen dan non Kristen sama-sama beribadah. Bedanya motivasi dan alasan. Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Kita beribadah bukan untuk mendapatkan berkat Allah tetapi demi kemurahan Allah kita dipanggil untuk melayani Allah. Dasarnya : 1 Kor 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! Apakah kita yakin bahwa kita sudah dibayar lunas? Kalau yakin, maka gunakanlah tubuh kita untuk melayani Tuhan dan sesama. Rasul Paulus mengatakan bahwa dulu kamu menggunakan senjata tubuhmu (tangan , kaki, mata dll) untuk melakukan kelaliman dan sekarang gunakanlah anggota tubuh untuk melayani Tuhan. Apakah pelayanan hanya ikut paduan suara? Bukan! Kita melayani dalam profesi kita sehari-hari. Sebagai dokter , jadi hamba Tuhan yang dokter. Demikian juga yang berprofesi sebagai dosen, petani, ibu rumah tangga, bankir, insinyur. Kita dipanggil untuk melayani Tuhan. Saya lebih suka menggunakan istilah rohaniawan, karena kita semua adalah hamba Tuhan.
Charles Spurgeon (19 Juni 1834 - 31 Januari 1892, pengkhotbah) berkata,”Hidupku, nafasku, detak jantungku, aliran darahku, talentaku , cita-citaku semuanya kepunyaan Tuhan, berasal dari Tuhan dan aku kembalikan bagi kemuliaan Tuhan.” Kita harus menyadari bahwa dahulu hidup kita ada di lembah dosa dan nista, tetapi karena anugerah Tuhan, maka saya sekarang hidup sebagai anak-anak Allah. Kalau kita hayati maka hidup dan orientasi kita berubah. Kita mengerti hidup kita yang berbeda dengan orang yang tidak mengerti dirinya sendiri.
2 Kor 5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

2.     Kita melayani sebagai ungkapan kasih sebagai ungkapan kasih kepada Tuhan dan sesama, karena digerakkan / dikuasai kasih Kristus.

Tidak mungkin bila seseorang ingin menyumbang beras kalau dia tidak mempunyai stok beras. Demikian juga dengan kasih. Tidak mungkin seseorang mengasihi orang lain kalau ia tidak mempunyai ‘stok’ kasih dalam dirinya. Saya rindu, agar kita jangan mengerti secara teori saja bahwa Allah mengasihi kita tetapi kita benar-benar orang yang mengalami kasih Tuhan secara pribadi. Dengan kasih itulah kita melayani Tuhan dan sesama kita. Dahulu di lampu merah dekat Puri ada pengemis yang memakai anting bermacam-amcam (sekarang sudah tidak ada lagi). Orangnya masih muda dan raut wajahnya mengerikan sekali. Membayangkan orang ini datang dan mengetuk mobil , saya takut juga karena ia bisa mencungkil  kaca spion atau menggores badan mobil. Kadang-kadang saya mengasih uang sekitar Rp 500-1.000 agar dia bisa segera pergi. Dengan demikian kita bisa memberi kepada orang lain, tetapi motifnya bukan kasih melainkan agar jangan mengganggu saya. Tetapi kalau mempunyai kasih, kita akan mencari berbagai cara untuk memberi dan menolong. Saya bukan orang kaya raya namun berkecukupan. Saya sering menjadi saluran berkat antara yang membutuhkan dengan orang yang mempunyai. Bila saya mempunyai beban dan kasih, maka saya akan mencari cara untuk memenuhi kebutuhan seseorang walau bukan dari pribadi.
Kita bisa memberi tanpa kasih, tetapi orang yang mempunyai kasih tidak mungkin tidak memberi. Bagi seorang ibu kasih terhadap anaknya itu merupakan motivasi yang kuat sekali. Saya dan istri memiliki 2 orang anak. Setelah anak kami lahir, irama hidup mereka berbeda dengan kami. Waktu kami mau tidur, malah sang anak bangun. Terkadang saya berkata ke istri bahwa  saya tidak mampu bangun karena kepala saya berat. Istri saya walau juga capai, ia bisa bangun walau pk 2 malam atau 4 subuh. Ia bisa bangun karena cinta kasihnya (anak adalah darah daging saya yang saya kandung selama 9 bulan). Itulah kasih yang mendorong seseorang walaupun letih untuk melakukan sesuatu. Kita melayani Tuhan dan sesama kita sebagai ungkapan kasih kita kepada Tuhan yang terlebih dahulu mengasihi kita. Kita mengasihi sebagai pribadi yang dikasihi Tuhan terlebih dahulu, karena tanpa itu motivasi kita lain. Banyak orang yang setelah menghayati bahwa dia adalah pribadi yang dikasihi Tuhan , baru ia bisa melayani Tuhan dan sesama dengan kasih.
Yoh 21:15-19 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."  Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."
2 Kor 5:14 14  Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Kasih Kristus yang menggerakan kami sehingga kami tidak mempunyai pilihan lain kecuali melayani. Dalam terjemahan lama dikatakan Karena kasih Kristus itu menggerakkan hati kami, sebab kami yakin, bahwa Seorang telah mati karena orang sekalian, itulah sebabnya sekaliannya telah mati. Berarti keegoisan kita telah mati. Sehingga yang menjadi dokter atau pengacara melayani Tuhan Yesus  sebagai dokter atau pengacara Kristen. Demikian pula dengan profesi lainnya termasuk ibu rumah tangga. Banyak yang beranggapan peranan ibu rumah tangga tidak ada artinya. Siapa bilang? Mereka bangun pk 5 pagi untuk mengurus anak dan suami. Mau diberi gaji berapa kepada mereka? Ibu-ibu rumah tangga juga harus diberi pengertian bahwa mereka juga hamba-hamba Tuhan, mereka melayani rumah tangga sama artinya dengan melayani Tuhan.

3.     Sadar dan mengerti bahwa manusia membutuhkan Injil Kristus.

Pada Roma 1:16a dikatakan Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil. Kalau saya tidak mempunyai keyakinan terhadap Injil, saya tidak perlu berkhotbah lagi karena sia-sia. Kalau saya yakin Injil itu adalah buatan manusia semata (tidak diilhami Allah) maka percuma. Kalau melayani sebagai pianis, pemimpin liturgi, penyambut dll, kita harus punya keyaknian bahwa manusia membutuhkan Injil. Itulah yang memotivasi kita (menjadi penggerak kita saat kita melayani).
Saya punya kenalan seorang dokter anak lulusan Universitas Airlangga. Waktu ia menjalani PTT (praktek), ia tinggal di sebuah desa yang terpencil. Selesai tugas dan akan kembali, penduduk satu desa yang dilayaninya menangis. Padahal ia seorang Tionghoa Kristen. Saat mengantarkan sang dokter, mereka harus melintasi sebuah sungai. Penduduk di desa itu tidak mengizinkan dokter menginjak air sungai tetapi ditandu. Mereka menangis. Dokter itu memang seorang dokter teladan sehingga orang Kristen menjadi berkat bagi orang lain.
Ilustrasi lain : sebagai dokter satu-satunya di sebuah desa terpencil, pada pk 3 subuh saat hampir tertidur kelelahan, tiba-tiba terdengar pintu rumah diketuk. Sayu-sayup terdengar suara anak kecil menangis seraya memanggil-manggil. “Dokter tolong mama saya sakit perutnya”.  Mendengar hal ini, apa yang akan dilakukan dokter tersebut? Apakah ia akan berteriak dari kamar, “Nak pulang dulu! Besok pagi pk 6 baru saya ke rumahmu.”? Walau dokter ini ateis ia pasti bangun lalu mengikuti anak itu dan melayani mamanya, apalagi kalau dokternya Kristen.  Seorang dokter hanya menangani hal yang sementara. Mungkin pasiennya sembuh dari sakitnya, tetapi suatu saat ia akan meninggal juga. Dari hidup yang sementara sekitar 70-80 tahun kita akan meninggalkan dunia sementara dan memasuki hidup yang kekal. Firman Tuhan berkata,”Orang-orang di luar Kristus akan mati binasa.” Kalau di dunia ini, ada orang yang berusaha mengangkat ekonomi masyarakat, memberi beasiswa, membantu secara medis, tetapi panggilan gereja bukan sekedar untuk hidup sementara di dunia, melainkan kehidupan yang kekal. Sehingga Rasul Paulus berkata Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil.


Alkitab Tidak Pernah Keliru


Ev. Vera Agnes

2 Tim 3:14-17
14  Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
15  Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
16  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
17  Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Pendahuluan

                Tema hari ini adalah “Alkitab Tidak Mungkin Keliru”. Ketika berkata bahwa “Alkitab tidak mungkin keliru” berarti kita sedang berbicara tentang esensi, manfaat dan nilai dari Alkitab itu.  Jadi di sini kita tidak berbicara tentang kata per kata, huruf atau kalimat, karena mungkin saja terjemahan manusia bisa meleset. Tapi kita mau merenungkan bahwa Alkitab sungguh-sunguh tidak pernah salah karena manfaat dan nilainya sangat penting. Alkitab menjadi syarat mutlak bagi orang percaya. Alkitab dalam ketepatan penulisannya sudah terukur dalam kurun waktu yang panjang termasuk melalui nubuatan para nabi yang sudah digenapi. Dari sekitar 40 orang yang menulis buku-buku dalam Alkitab, dalam ilham Roh Kudus mereka telah melalui perjalanan panjang dalam menuliskannya. Dengan pertolongan Roh Kudus kitab-kitab ini bisa dirangkai dalam Alkitab yang mempunyai kuasa di dalamnya. Jadi Alkitab ini tidak tergantung dari manusia yang berkata bahwa Alkitab ini sungguh-sungguh benar. Tetapi otoritas Alkitab itu sendiri mengatakan bahwa ia adalah firman Allah. Itulah sebabnya kita patut bersyukur pada Tuhan karena kita mengalami Roh Kudus bekerja dalam diri kita sehingga kita menerima Alkitab ini sebagai firman Tuhan. Melalui Alkitab ini kita bisa mengenal kasih Allah yang begitu besar dalam diri kita. Kita mempercayai bahwa Alkitab adalah firman Allah. Maka nenek Lois dan  mama Eunike mempercayai Alkitab ini warisan paling berharga bagi cucu dan anaknya. Nenek (Lois) mengajarkan pada mama (Eunike) yang mengajarkannya pada anak (Timotius). Baik nenek maupun mama merasakan pentingnya Alkitab bahwa kitab suci itu harus diajarkan kepada anak-anak sejak kecil. Keluarga ini percaya bahwa Alkitab tidak pernah keliru. Luar biasa sampai saat ini Alkitab sudah diterjemahkan dalam  2.500 lebih  bahasa di dunia. Hari ini kita akan merenungkan manfaat dan kuasa dari Alkitab.

Hikmat dan Kuasa dari Alkitab (Firman Tuhan)

                Pada ayat 15 dikatakan Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Nilai tidak hanya memberi hikmat, tetapi melalui hikmat tersebut, orang dituntun supaya mengenal Kristus. Dengan kata lain, kuasa firman Tuhan itu dapat menuntun orang untuk bertobat. Maka kalau kita sudah berulang kali membaca Alkitab dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu, intinya adalah agar manusia yang berdosa mau bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus. Roh Kudus memakai para penulis Alkitab untuk menuliskan Allah yang mengasihi manusia dan tidak ingin manusia binasa. Allah bekerja begitu nyata pada manusia dari masa penciptaan manusia sampai dengan perlawanan manusia kepada Allah namun tetap dikasihiNya. Dalam kesabaranNya, Allah menuntun manusia bahwa nanti akan datang Juruselamat yang akan menyelamatkan manusia. Alkitab bekerja nyata. Kebenarannya mengubah hati manusia. Kebenarannya menobatkan semua orang percaya, mulai dari anak-anak sampai orang tua, orang sederhana sampai yang berpendidikan tinggi, mereka yang berada di pinggir jalan dan di gedung mewah, mereka yang pintar dan yang bodoh. Bahkan orang yang tadinya berkata bahwa ia tidak percaya Tuhan , namun firman Tuhan dapat menyentuh hatinya hingga menjadi percaya. Rasul Paulus pernah mengalami kuasa Allah ini. Sekalipun ia pintar dan menguasai hukum Taurat namun hatinya masih dibutakan. Tapi karena kuasa Firman Tuhan bekerja Saulus (nama sebelumnya) pun bertobat. Sehingga Rasul Paulus mengingatkan,”Hai Timotius engkau sudah punya hal yang terpenting dalam hidupmu. Itulah kitab suci yang diawariskan nenek dan mamamu! Jangan lupa melayani Tuhan. Peganglah firman Tuhan. Ketika mengalami kesuitan dalam pelayanan ingatlah ada firman Tuhan!” Firman yang berkuasa inilah yang terus meneguhkan iman orang percaya dari masa ke masa. Begitu pentingnya firman Tuhan ini hingga ada orang yang mau mati untuknya.

Kesaksian kuasa firman Tuhan bekerja di tengah orang-orang Korea.

Banyak orang sering bertanya mengapa orang Kristen di Korea Selatan begitu luar biasa? Kemajuannya begitu nampak. Bukan hanya 1 gereja tapi banyak gereja yang bertumbuh pesat. Awalnya jumlah jemaatnya puluhan orang lalu bisa berkembang sehingga berjumlah ratusan ribu orang. Mengapa bisa seperti itu? Masyarakat Kristen Korea tidak akan melupakan sejarah bagaimana seorang misionaris membawa Alkitab ke Korea. Dialah Robert Jermain  Thomas (1839-1866). Dia misionaris dari Inggris namun melayani di Tiongkok di penghujung dinasti Qing. Melalui pelayanannya di Tiongkok akhirnya banyak Alkitab dicetak di Tiongkok. Selama melayani di Tiongkok ia mendengar suara panggilan yang begitu kuat, “Korea...Korea....”. Pada waktu itu Korea termasuk negara yang paling miskin. Untuk apa ia harus pergi ke Korea? Tidak menarik bukan? Tetapi Robert J. Thomas ini selalu mengingat panggilan itu “Korea..Korea..”. Sehingga pada tahun 1865 ia berangkat ke Korea. Ia ingin mengenal Korea sehingga ia belajar bahasa Korea. Dia menemukan bahwa masyarakat Korea sangat membutuhkan Alkitab. Mereka sangat membutuhkan firman Tuhan. Maka ia berpikir, “Saya akan pulang dan membagi Alkitab di negeri Korea ini.”

Waktu ia pulang ke Tiongkok pada tahun 1864, istrinya (Caroline Thomas) meninggal. Namun ia tidak mengalami hambatan untuk berangkat lagi ke Korea. Pada tahun 1866 , Thomas bersama sebuah kapal dagang Amerika (General Sherman) berangkat menuju Korea. Ia mendapat informasi bahwa awak kapal ini ingin membangun hubungan bisnis dengan Korea. Karena bisa berbahasa Korea ia menawarkan diri menjadi penterjemah. Maka ia berangkat bersama kapal itu menyusuri sungai sampai ke sungai Taedong dekat Pyongyang. Misionaris ini membawa banyak traktat. Niatnya untuk membagikan firman ke rakyat Korea begitu besar. Ketika kapal menepi sungai , ia melempar traktat itu. Tentara Korea berjaga-jaga di sekitarnya. Pemerintah Korea sangat marah bila ada orang asing masuk ke Korea. Mereka tidak ingin rakyat Korea dirusak oleh orang asing. Tentara Korea mengatakan kapal ini harus pergi dari Korea. Tetapi kapal ini tidak memperdulikannya dan terus berlayar. Sampai akhirnya kapal ini kandas. Tentara pun langsung menyerbu mereka dan membakar kapal itu. Awak-awak kapal berlarian ke darat termasuk Thomas. Ia melompat dari kapal yang terbakar dan saat itu tidak mungkin membawa semua Alkitab.

Di darat, ia bertemu dengan seorang prajurit yang ingin membunuhnya . Ia pun berteriak “Yesus..Yesus.” Prajurit itu berhenti sejenak dan Thomas berkata, “Saya ingin memberikan Alkitab ini kepadamu. Sebelum kamu membunuh saya, ijinkan saya berdoa.” Ia pun berdoa, “Tuhan tolonglah supaya semua orang Korea yang meminum air sungai ini ,karena darahku akan mengalir di sungai ini, menjadi percaya pada Tuhan.” Setelah berdoa kemudian prajurit itu membunuhnya. Darahnya mengalir ke sungai. Prajurit itu mengambil. Namun ia merobek Alkitab itu dan menempelnya  di dinding rumahnya. Sewaktu mau tidur , satu per satu halaman Alkitab itu dibacanya sampai pada ayat Yoh 3:16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Dia terkejut. Firman itu berbicara padanya. Dia kaget dan merasa ada kuasa yang mengalir dalam dirinya. Ia memanggil orang untuk melihat dan membacanya juga dan saat itulah Injil diberitakan ke negeri Korea ini. Thomas kemudian menjadi misionaris yang dihormati di Korea dan diabadikan di sebuah museum martir. Ada orang membuat sebuah lukisan besar tentang penderitaan Thomas saat akan dibunuh dan memberikan Alkitab pada prajurit. Sehingga setiap orang datang ke museum itu akan mendengar cerita tentang Thomas yang rela mati . Namun lewat Alkitab itu banyak jiwa dimenangkan dan banyak orang Korea bertobat. Sejak itu pertumbuhan Injil begitu hebat. Setiap anak Kristen akan dibawa ke museum itu untuk mendengar kisahnya. Apa artinya? Supaya dari generasi ke generasi menyaksikan bahwa Tuhan mengasihi orang Korea dan mengutus Thomas yang rela mati membawa Alkitab ke Korea. Sehingga suasana ibadah gereja di Korea sangat bersemangat sekali. Mulai dari anak-anak sekolah minggu sampai para orang dewasa setiap hari berbondong-bondong berdoa. Firman Allah selalu mereka rindukan. Mereka selalu haus mendengar firman Tuhan dan membacanya setiap hari. Mereka membentuk kelompok kecil-kelompok kecil sehingga diketahui siapa yang belum mengenal firman Tuhan dan kemudian orang itu akan dibimbing. Berbeda dengan di Indonesia yang maunya ada banyak orang dalam satu kelompok dan merasa kalau sedikit tidak enak. Itu sebabnya, pembahasan Alkitab sangat singkat sehingga tidak bisa menyentuh anggota kelompok satu demi satu. 

                Saya rindu melalui kesaksian ini kita menyadari bahwa firman Allah itu berkuasa menobatkan dan mengembalikan kita pada kehidupan kekal. Terlalu banyak orang Kristen saat ini yang meremehkan firman Tuhan dan membiarkan Alkitab tergeletak tanpa disentuh. Bahkan saat mendengar firman Tuhan merasa biasa saja dan tidak berdampak. Suatu kali seorang dokter datang ke sebuah kebaktian. Ia merasa statusnya sebagai dokter adalah hebat karena prestasi akademisnya luar biasa. Ia tahu pembicaranya adalah seorang yang sangat sederhana dan tidak bergelar sarjana. Dia adalah seorang penginjl terkenal yaitu Dwight L Moody (1837-1899). Saat Moody berkhotbah , dokter ini melihat Moody memegang Alkitab di tangannya dan mengkhotbahkan firman Tuhan yang hidup dan berkuasa. Ia memperkenalkan Kristus yang rela mati bagi manusia yang berdosa , selalu melawan Allah,  terlalu sombong karena ilmu pengetahuan yang dimiliki dan merasa terlalu banyak pengalaman dalam hidupnya. Firman Tuhan yang disampaikan Moody menusuk hati sang dokter. Ia merasakan seperti ada peluru yang menembus hatinya. Saat itu ia bertobat dan berterima kasih pada firman Tuhan. Firman Tuhan sungguh-sungguh berkuasa. DL Moody tidak berhenti berkhotbah sampai ada sekitar 4.000 khotbahnya tentang firman Tuhan yang berkuasa sehingga banyak orang bertobat.

Alkitab adalah buku yang menyatukan kita dengan Allah.

Alkitab adalah buku yang menyatakan hikmat kebenaran Allah yang membawa kita menyatu dengan Allah. Artinya kalau melihat Alkitab, kita selalu ingin menyaksikan bahwa itulah kuasa firman Tuhan. Jika kita melihat Alkitab sebagai buku lain yang tidak punya pengaruh bagi kita, maka bisa saja kita meremehkannya. Tapi saya percaya bagi jemaat GKKK Mabes yang sudah sekian tahun selalu suka firman Tuhan, kita sudah mengalami betapa Alkitab itu sungguh kita rindukan. Alkitab adalah firman yang hidup di mana di dalamnya terdapat firman Allah. Oleh sebab itu sebagai orang percaya , saya rindu akan firman Allah supaya kita semua hidup sesuai firman Allah. Kehidupan Allah ada di dalam firmanNya. Firman yang hidup dan berkuasa. Firman menjadi cermin setiap hari dalam kehidupan kita di hadapan Allah. Karena firman ini dapat berkata tentang siapa kita. Darimana kita mengetahui bahwa kita orang berdosa? Dari firman Tuhan. Firman inilah yang harus ditanamkan dalam diri kita. Dan firman itu akan semakin hidup dan bertumbuh menjadi sesuatu yang semakin bernilai dalam diri kita. Hidup yang diberikan kepada kita adalah hidup yang penuh berkat.

Penutup

                Berikut kesaksian dari seorang pria yang berusia cukup tua saat datang mengikuti kebaktian untuk pertama kalinya. Sayangnya ia agak ‘terlambat’ baru ikut ke gereja. Istrinya seorang anak Tuhan yang baik, selalu mengikuti kegiatan ibadah dan rindu membaca firman Tuhan. Sang istri selalu mendoakan suaminya dan akhirnya suaminya datang ke gereja. Saat mengikuti kebaktian, ia mengalami kuasa firman Tuhan sehingga ia bertobat. Ia menyadari dirinya yang berdosa. Ia menyesali masa hidupnya yang telah disia-siakannya. Kesadaran itulah yang membuatnya semakin rajin beribadah. Dia ingin menebus waktu yang sudah lama terbuang. Ia semakin rajin datang kepada Tuhan. Ia rajin membaca Alkitab. Ia begitu mencintai Alkitab yang sungguh-sungguh berkuasa dalam hidupnya  memberi pengharapan dan kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan. Melihat hal itu, istrinya berbahagia sekali. Ia seorang suami yang rajin membaca Alkitab, bahkan saat pergi ke kantor pun ia membaca Alkitab. Begitu besar pengaruh Alkitab dalam dirinya. Suatu saat , ia sakit dan meninggal. Pendeta dan istrinya tidak terkejut , malah mereka bersyukur Bapak ini sudah percaya pada Tuhan. Ketika pada malam penghiburan, sang  Pendeta datang dan melihat di dalam peti terbaring seorang bapak yang tidur nyenyak dan penuh damai. Di tangannya memegang sebuah Alkitab yang diletakkan di atas dada. Sang Pendeta kagum dan berkata,”Saya belum pernah melihat mayat yang memegang Alkitab seperti ini.” Kemudian istrinya menjawab,”Saya rindu sampai akhir hidupnya Alkitab menjadi firman yang berkuasa dan tidak pernah salah (keliru) ini sudah mengubah hidupnya. Itulah yang membuat ia dengan tenang pulang ke sorga.


                Bagaimana sikap kita terhadap Alkitab? Apakah Alkitab masih menjadi buku yang penting dalam hidup kita? Masih adakah rasa rindu dalam diri kita untuk secara rutin membaca Alkitab atau kita sering melewatkan waktu tanpa firman Tuhan dalam hidup kita? Jangan sampai kesibukan pekerjaan dan urusan rumah tangga merampas waktu kita untuk membaca Alkitab. Ingatlah dan selalu memperhatikan bahwa firman Tuhan yang hidup ini selalu mau menyatu dengan kita melalui cara kita membaca dan merenungkannya dalam hidup kita sehari-hari. Kiranya anak-anak selalu melihat orang tua yang selalu setia membaca Alkitab baik saat pagi, siang dan malam hari. Sekarang aplikasi Alkitab ada di handphone. Kemana saja pergi kita bisa membaca Alkitab, tetapi sayangnya hanya saat kebaktian saja kita membukanya setelah itu banyak yang tergoda membuka aplikasi-aplikasi yang lain. Kalau khotbah dianggap tidak menarik, maka banyak yang berprinsip lebih baik mencari hal yang lain dalam handphone-nya. Baik Alkitab dalam bentuk buku ataupun handphone, mari kita menghargainya sebagai firman Tuhan yang tidak pernah keliru agar hidup kita terpelihara sampai Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya. Banyak pertanyaan-pertanyaan iman  yang begitu berat dan banyak yang tidak sanggup mencari jawabannya, maka melalui firman Tuhan kita mendapatkan jawabannya. Kiranya Tuhan menolong kita untuk semakin mencintai firman Tuhan. Amin. 

FirmanMu Kesukaanku

Ev. L. Vera Sitorus

Maz 1:1-6
1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Roma 1:18-32
18  Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
20  Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
28  Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
29  penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
30  Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,
31  tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.
32  Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Firman Tuhan adalah pelita dan terang

                Tema hari ini FirmanMu Kesukaanku. Firman adalah kata-kata Tuhan. Kalau kita mendengar Allah berfirman berarti Allah berkata-kata. Mengapa firman Tuhan menjadi kesukaanku? Karena kata-kataNya absolut, mutlak, benar-benar dan sungguh benar dan pasti akan terjadi sehingga Firman Tuhan itu menjadi satu-satunya kesukaan kita. Kita memiliki banyak kesukaan. Ada yang suka makanan, benda-benda tertentu, rumah, pakaian dan bahkan di antara orang-orang yang kita cintai ada yang menjadi kesukaan kita. Misalnya : biarpun kita menyayangi semua cucu atau anak kita, tetapi di antara mereka pasti ada yang paling menyukakan hati kita. Namun semua kesukaan kita itu tidak abadi. Sekarang suka belum tentu besok tetap suka. Jika kita menyukai sesuatu lalu kita mendapatkannya, setelah itu beberapa lama kemudian kita berubah menjadi tidak suka. Tetapi kata-kata Tuhan harus menjadi kesukaan kita. Mengapa? Pada Maz 119:105 dikatakan Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Perkataan Tuhan itu ibarat pelita. Ketika berjalan, kaki kita tidak terantuk karena kita akan melihat terang dalam perjalanan hidup kita. Walaupun di pagi hari matahari terbit, tetapi belum tentu pikiran kita menjadi terang. Mengapa? Karena kita berpikir dari dalam diri sendiri. Kalau ada kata-kata orang lain yang mempengaruhi pikiran kita, belum tentu perkataan orang lain itu adalah suatu kebenaran mutlak sekalipun tampaknya benar (kalau dilihat dari segi yang lain akan ada yang tidak benar). Sehingga kata-kata Tuhan itu harus menjadi kesukaan kita. Jika tidak, kata-kata dunia ini akan membodohi kita. Contoh : Taat Pribadi yang menjadi pembina pada Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo (Jawa Timur) sangat berpengaruh kata-katanya sehingga orang berpikir dia benar-benar dapat melipatgandakan uang. Namun akhirnya polisi menangkapnya dan menjadikannya tersangka dalam kasus pembunuhan dan penipuan di awal Oktober 2016. Jika bukan karena firman Tuhan yang mempengaruhi pikiran kita, semua kata-kata dalam dunia ini dapat kita percayai padahal belum tentu benar.

Firman Tuhan adalah perintahNya

Hanya firman Tuhan yang bisa menerangi jalan hidup kita baik kita berjalan pada pagi hari, siang hari, sore hari atau malam hari. Pikiran kita terang benderang karena dalam segala yang kita lakukan , firman Tuhan akan mempengaruhinya. Mengapa kita datang ke gereja? Karena firman Tuhan. Mengapa kita memberikan persembahan? Karena firman Tuhan berkata kalau datang ke rumah Tuhan jangan dengan tangan kosong tetapi harus memberikan persembahan. Jadi firman Tuhan adalah perintah Tuhan. Ketika kita memberikan perpuluhan, itupun karena firman Tuhan. Perpuluhan itu wajib hukumnya. Tetapi ada orang Kristen yang ketika penghasilannya bertambah besar menjadi enggan memberi perpuluhan dengan benar. Contohnya : ketika penghasilannya mencapai Rp 9 miliar, saat akan memberikan perpuluhan yang besarnya Rp 900 juta ia merasa sayang. Pikirannya,”Nanti gereja akan kaya kalau saya berikan semuanya. Rp 100 juta saja sudah besar.” Begitulah kalau Tuhan memberikan banyak berkat tetapi kesukaannya bukan firman Tuhan. Karena baginya, semua itu berkat usahanya semata (saya yang mengerjakan semunya). Perusahaannya memperoleh keuntungan karena kepandaiannya. Padahal firman Tuhan tidak seperti itu. Memberi persembahan dan perpuluhan adalah firman Tuhan.
Ketika liturgis berkata,”Mari kita berdoa mengakui dosa-dosa kita” itu bukan semata-mata perkataan liturgis. Karena memang manusia tidak luput dari dosa. Manusia selalu melakukan dosa. Supaya tidak lagi memberatkan maka akuilah dosa kita sehingga Allah akan mengampuni kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh 1:9). Saat berdoa yang harus dilakukan adalah mengaku dosa dan kesalahan kita. Hal ini dilakukan bukan sekedar karena liturgis mengatakannya. Kalau kita mengatakan bahwa kita tidak berdosa maka kita adalah pembohong besar. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita (1 Yoh 1:10). Kita mohon ampun di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus sangat menghargai permohonan kita. Tuhan Yesus mendengar kata-kata kita. Coba kalau anak atau cucu kita melakukan kesalahan, misal  memecahkan gelas lalu kita bertanya, “Mengapa kamu memecahkannya?” Kemudian dengan wajah polos ia menjawab, “Saya bersalah. Saya minta maaf.” Maka dengan senang hati kita menerima permintaan maaf itu. Demikian juga firman Allah berkata, “Jika kita mengaku dosa kita, Dia akan mengampuni dosa kita.”

Firman Tuhan bukanlah Kesukaan Orang Fasik

Semua yang kita lakukan dalam hidup sehari-hari adalah sesuai perintah Tuhan. Kita melakukannya bukan semau atau sesukaku, tetapi harus sesuai dengan kata-kata Tuhan.  Sehingga jika kesukaan kita bukan firman Tuhan, kita menjadi seperti apa? Pemazmur mengatakan, kita adalah orang fasik dan kita melakukan  apa yang dilakukan oleh orang fasik. Rasul Paulus selain menguasai hukum Taurat dia juga melihat hukum kasih Allah sehingga ia menuliskannya dalam Roma 1:18-32. Di sini digambarkan tabiat dan prinsip orang fasik. Bagaimana kita bisa melepaskan hal ini? Hanya dengan satu hal saja yaitu kuasa Tuhan Yesus melalui kata-kataNya.   Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya (Roma 1:32).
Tentunya dalam hidup, kita tidak mau untuk melakukan tabiat orang fasik. Supaya suatu hari kita sanggup melakukan kebenaran maka kesukaannya haruslah firman Tuhan. Firman Tuhan bukan hanya dibaca pada hari Minggu saja, karena kalau demikian maka dapat dipastikan iman kita adalah iman pengkhotbah dan bukan iman pribadi kepada Yesus Kristus. Sehingga sewaktu pengkhotbah melakukan kesalahan maka orang akan pergi dari gereja dan meninggalkan gereja karena sakit hati dengan gereja. Orang Kristen bukan seperti itu. Kesukaan orang Kristen seharusnya firman Tuhan dan merenungkannya siang malam. Harus dari dalam diri sendiri yang mengambil keputusan untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan kemudian melakukannya untuk Tuhan (bukan untuk pengkhotbah).

Berbahagialah Orang yang Kesukaannya adalah firman Tuhan.

                Terdapat banyak keuntungan dan kebahagiaan yang absolut melalui firman Tuhan. Ketika berhadapan dengan orang lain, saya adalah orang berdosa demikian juga dengan status orang tersebut. Saya adalah orang berdosa tetapi sudah dikuduskan oleh Tuhan Yesus, tetapi tabiat dosa dan sengatnya mempengaruhi kita. Misalnya ketika dikoreksi oleh orang lain, kita langsung patah hati. Kita terus ngambek dan marah, tidak bisa menerimanya. Padahal firman Tuhan mengatakan apa? Tidak apa-apa orang menghina kita. Tetapi jangan pernah Tuhan menghina kita. Karena pikira-pikiran Tuhan itu tidak seorang pun manusia bisa mengoreksinya. Itulah sebabnya kesukaan kita adalah firman Tuhan ini. Sehingga kalau kita sebagai pengusaha yang baik akan puas kalau memakai firman Tuhan. Demikian juga jika kita seorang pegawai maka kita akan puas melakukan pekerjaan kita. Jika kita adalah seorang yang tidak mempunyai apa-apa firman Tuhan ini akan mengangkat harga diri kita. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat 5:3).  Kitab suci ini memuaskan hati kita sehingga  kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki.
                Saat saya melayani di GKY Palembang, gereja melakukan aksi sosial dengan sasaran untuk sekitar 1.000 orang. Tidak mudah mengurus banyak orang. Contoh : di surat kabar, saat pembagian bingkisan oleh orang-orang kaya menjelang hari raya kita melihat terjadi kekacauan. Ada yang menangis, terinjak bahkan tergeletak. Kalau hal ini dilakukan oleh orang Kristen, maka sangat cepat sekali disorot. Jadi saat ada yang bertanya, “Ev. Vera apakah kita akan berhasil melakukan aksi sosial ini atau tidak?” Saya menjawab , “Pasti berhasil. Kita gunakan strategi Allah. Kita tidak boleh langsung membagikan pada 1.000 orang.” Jadi kami bekerjasama dengan lurah setempat. Lalu diatur waktu untuk tiap-tiap kelurahan sehingga 1.000 orang itu bisa dengan tertib dilayani sampai selesai. Ada konsultasi kesehatan gratis. Ada obat gratis. Ada pemeriksaan gigi gratis. Semua berjalan lancar karena kita mengenakan kasih yang Tuhan berikan untuk mengasihi orang. Kami memberi bukan karena kelebihan tapi karena kasih yang dalam. Jadi jangan supaya orang melihat gedung yang megah tetapi supaya orang melihat hati orang yang di dalamnya juga megah. Yaitu hati yang mau berbagi, mau mengasihi, sehingga kekristenan itu nampak di hadapan orang-orang yang belum mengenal Allah.
                Segala sesuatu yang saya sebutkan ada di Alkitab. Tetapi Tuhan mengatakan, “Jangan kamu seperti pencemooh!” Sudah keluar masuk gereja berpuluh kali, tetapi pola pikirnya tidak selaras dengan kata-kata Tuhan. Kesukaannya bukan kata-kata Tuhan, mendengar dan mentaati kata-kata Tuhan. Saya mempersiapkan khotbah ini selama 2 minggu. Apakah boleh saya khotbahkan dalam waktu 5 jam? Tidak! Hanya bisa 30 menit lebih. Apakah bisa meyampaikan isi Alkitab dalam waktu 30 menit? Tidak. Mungkin setelah usai kebaktian dan keluar dari gedung gereja, jemaat sudah lupa. Mari kiranya firman Tuhan menjadi kesukaan kita, menjadi kerinduan kita, menjadi jatuh cinta kita untuk bertemu Tuhan yang begitu jauh dalam pandangan mata kita, tetapi dia dekat karena kata-kataNya. Mau berkat? Jika ada orang yang terus-menerus mau berkat maka perlu dipertanyakan. Berkat Tuhan itu ada di depan mata kita. Sudah Tuhan sediakan. Coba kita melihat non Kristen banyak yang kaya. Lalu kita bagaimana? Ulangan 28:1-2 mengatakan demikian, "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:” Jangan selalu curiga pada Tuhan. Kalau lagi susah, jangan kita katakan, “Ah Tuhan tidak baik pada saya.” Atau  “Ah pendeta itu hanya omong di atas mimbar. Sedangkan yang bergulat dengan kesakitan dan yang merasa sakit itu saya sendiri bukan hamba Tuhan. Kamu kan hanya khotbah saja sedangkan yang menderita saya lho (apalagi sakitnya kanker).” Kalau dibesuk, terpaksa menerima dengan sopan santun. Tetapi dia tidak tahu Tuhan bisa mengutus orang. Tuhan itu maha tahu. “Apakah kau suka akan FirmanKu? Apakah menjadi kesukaanmu kata-kataKu?” Sehingga apa pun yang terjadi dalam hidupmu, Tuhan sudah menangkap dan menggendongmu. Kita hanya mengalami sebagian kecil saja dari kesulitan-kesulitan yang ada di dunia. Jika kita mau menjadikan firman Tuhan kesukaan, Amsal 16:20 mengatakan Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN. Pada Mazmur 1, kata pertama yang keluar adalah berbahagialah. Orang yang berbahagia adalah orang yang merenungkan taurat Tuhan. Ia akan menghindari tabiat yang Tuhan tidak suka. Tuhan akan mempengaruhi pikirannya untuk melakukan hal yang benar.

Keuntungan Melakukan Firman Tuhan

Keuntungan orang yang melakukan firman Tuhan adalah di Mazmur 1:3 3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.  Saat kita datang beribadah setiap minggu berarti Tuhan sedang menggendong kita terus-menerus. Seakan-akan Dia berkata,”Dengarkan Aku baik-baik , apa yang harus kamu lakukan, maka semua kebahagian itu akan kamu terima.” Sekalipun dunia ini tidak menjadi baik untuk kita karena akan selalu silih berganti tetapi sekarang kita bisa tersenyum walau saat pulang kita mungkin menangis. Sekarang kita bisa sehat. Kita tidak tahu nantinya yang terjadi dengan kita. Tapi Tuhan sudah menjawab semua kebutuhan kita dan membuat kita bahagia. Dan kata-kata Tuhan itu dapat dipercaya. Kalau kita mau menikmati Tuhan, mari jadikan kesukaan kita adalah firman Tuhan. Karena orang fasik pasti binasa. Baik di bumi ini, maupun setelah meninggal dunia.

                Seperti perkataan Agatha Christie,”Tidak ada kejahatan yang sempurna.” Serapat apapun tabiat kita tutupi di hadapan orang, jika firman Tuhan mengoreksi kita dan kita tetap berada di dalamnya, maka Tuhan akan mempermalukan, baik waktu hidup ini maupun yang akan datang. Sebab itu, Tuhan Yesus menyatakan begitu besar kasihNya melalui kematianNya di kayu salib. Mulai dari Dia lahir dunia ini menyembuhkan orang sakit, memberikan orang makan, memberikan kasihNya, Ia dihina, dicambuki, disesah, diludahi, disalibkan , lambungNya ditombak, darahNya tercurah, semuanya menunjukkan kasihNya yang begitu besar. Hal ini hanya ditulis dalam kitab suci. Betapa mahal harga di atas salib itu, tidak bisa kita membayarnya. Ini hanya kita dapati di dalam firman Tuhan.  Amsal 13:13 Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. Sekarang jemaat silahkan mengambil keputusan, suka akan firman Tuhan atau tidak? Keputusan itu adalah keputusan diri sendiri. Dan yang melakukan adalah sendiri. Dan kita sendiri yang akan menikmatinya. 

Pedang Bermata Dua


Pdt. Gideon Ang

Yakobus 1:19-27
19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Ibrani 4:12-13
12  Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
13  Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Pendahuluan

                Ada sebuah cuplikan kisah yang dikutip dari sebuah buku hasil karya Lutan (?, penulis riwayat hidup - biografer Yunani dan seorang filsul). Bukunya yang keempat (Morals) diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris di abad 17 oleh Robert Weekley. Di dalam  pembukaan dari buku tersebut ditanyakan, “Mengapa orang-orang  bijaksana berhenti (tidak lagi) memberikan jawaban?” Dalam buku ini orang dibagi menjadi 5 macam :
1.     Orang tidak bertanya lagi mengenai pertanyaan-pertanyaan  mendasar dalam kehidupan ini sehingga tidak ada lagi jawaban. Padahal saat merenungkan firman yang didengarnya atau mengikuti ceramah biasanya timbul pertanyaan. Francis Schaeffer , seorang penulis Kristen, mengatakan “Berikan jawaban yang jujur atas pertanyaan yang jujur.”  Jika ada pertanyaan sebaiknya dicatat dahulu dan pada saat yang tepat ajukanlah pertanyaan itu (misalnya setelah kebaktian selesai).
2.  Orang yang tidak sabar. Ada beberapa orang yang tidak sabar menunggu jawaban. Kadangkala menjawab pertanyaan tidak mudah. Saya suka menghadapi pertanyaan yang tidak bisa saya jawab, sehingga ada PR untuk mencari jawabannya.
3.   Orang yang tidak mau mendengarkan jawaban. Setelah dijawab, ternyata pertanyaannya tidak jujur (hanya pertanyaan coba-coba saja)
4.   Ada yang motifnya kacau.
5.   Orang yang punya pendapat yang salah. Sehingga di zaman itu ada tempat yang dikenal semacam ampiteater (tempat berkumpul orang-orang untuk  bertanya jawab). Karena sudah lama tidak ada yang bertanya jawab, sehingga tidak ada lagi orang yang berkumpul. Lama-lama berkembang suatu legenda bahwa di situ tempatnya seram dan ada naga yang tinggal.
Buku ini ingin mengatakan bahwa banyak kali kita tidak bisa mendapatkan sesuatu karena tidak pernah mengajukan pertanyaan yang jujur dan sewaktu mendapat jawaban yang jujur , kita tidak mendengarkannya baik-baik.

Bagaimana Mengalami Karya Pedang Bermata Dua (Firman Tuhan)

Firman Tuhan bisa begitu masuk ke dalam hati kita. Kita akan belajar dari kitab Yakobus (kitab tentang iman dan perbuatan). Kita seringkali tidak mau mendengar jawaban yang baik sehingga tidak ada lagi proses belajar yang baik sehingga yang dilegendakan singa atau naga yang ada di situ. Paul Hidayat mengatakan, “Jika kita mempelajari kebenaran dan kita tidak juga berubah maka hanya 2 kemungkinan yaitu yang pertama kita belum sungguh-sungguh belajar atau yang kedua yang kita pelajari bukan kebenaran.

Bagaimana kebenaran bisa membukakan hati kita? Ada 4 hal yang kita pelajari :

1.    Dengarlah firman Tuhan

Dengarlah ada firman Tuhan yang dapat mengubah engkau, menyelamatkan jiwamu dan  memerdekakanmu secara sempurna. Yak 1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; Yak 1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Yak 1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Maukah kita mengalami karya firman yang merupakan pedang yang bermata dua ini  untuk mengubah hidup kita? Yang petama : dengar dan ingatlah ada firman yang dapat mengubahkan dan menyelamatkan hidup kita. Firman yang merupakan hukum yang sempurna yang memerdekakan kita. Sudahkah jiwamu diselamatkan? Sudahkan anda mengalami hukum yang memerdekakan anda? Seorang yang bernama Emerton , suka menyelidiki gereja dari sudut pandang sosiology Kristen. Dia mengatakan bahwa ada 13 kualitas dari gereja yang bertumbuh. Dari ke-13 itu yang pertama adalah pengetahuan Alkitab. Yang kedua dan berikutnya :  kehidupan rohani pribadi, ibadah, bersaksi, pelayanan awam, misi, persembahan, persekutuan (fellowship, komunitas di sekitar), kelakuan hidup, sikap terhadap agama, pelayanan sosial, perbumbuhan kuantitaf anggota dan keadilan sosial. Dari 13 tolok ukur gereja yang bertumbuh kualitas yang pertama adalah firman Tuhan. Sudahkah kita mengalami firman yang menyelamatkan jiwa dan memerdekakan kita? Gereja injili ada 4 hal yang utama yaitu biblisystem (berpusatkan Alkitab), pertobatan (lahir baru), menjalankan firman Tuhan (activism) dan  berpusatkan kayu salib (crucifycenterism). Selalu Alkitab yang utama yang perlu dialami lalu ciri kedua : lahir baru. Firman  yang menyelamatkan jiwa dan memerdekakan engkau. Dalam istilah teologia ada istilah once saved, save forever (sekali selamat, selamat selama-lamanya). Saya lebih suka mengatakan ,”Once to be generated, save forever (sekali lahir baru selamat selama-lamanya)”. Kenapa hal ini penting? Karena ada teologia yang dikembangkan “sekali selamat dapat tiket ke sorga” ini tidak bisa. Sudah mengalami firman yang bermata dua, yang pertama harus melahirbarukan hidup kita. Hidup baru apa? Hidup baru yang diterima dari Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus Kristus melalui iman percaya karena pekerjaan Roh Kudus pada saat firman Tuhan diberitakan. Hidup baru disebut keselamatan, hidup kekal, benih ilahi, kodrat ilahi. Ini penting sekali. Ada lagu natal yang sangat saya berkesan yakni pada lirik lagu O Holy Night : fall on your knees (berlutut / bersujudlah) itu adalah kalimat Martin Luther (minggu depan pada tanggal 31 Oktober kita merayakan reformasi dan tahun depan kita akan merayakan 500 tahun reformasi yang berawal di tahun 1517). Martin Luther mengatakan, “Percaya kepada Allah adalah berlutut di depanNya, merendahkan hatimu dan dirimu. Sudahkah engkau mengalami firman yang membukakan kebenaran sehingga engkau berlutut, melihat dan mengenal Tuhan Yesus serta keindahan karya keselamatanNya? Yang indah dari lagu O Holy Night, lirik terakhirnya oh night oh night divine (O malam.. malam kudus). Kalau malam itu anda mendapat kodrat dan benih ilahi yang mengubahkan hidupmu seperti yang disaksikan oleh Stefanus (mahasiswa STT Iman asal Pos Pelayanan GKKK di Bekasi). Bagaimana untuk masuk Sekolah Alkitab? Orang harus sungguh-sungguh lahir baru dan panggilannya jelas, baru bicara biaya. STT Iman tidak ingin sekedar memperbanyak murid, walau rindu orang  menjadi hamba Tuhan. Sehingga waktu ditempa , harus siap menjadi orang yang mementingkan komitmen, karakter dan kompetensi. Seorang siswa teologi harus punya komitmen untuk dibentuk karakternya dan baru kemudian kompetensi (karena talenta setiap orang berbeda-beda. Ada yang 3 , ada yang 5 dan sebagainya). Tahun ini STT Iman bersyukur mendapat 21 orang siswa baru (16 siswa S1 dan 5 siswa S2). Di antara mereka ada 4 orang berlatar juara umum, peringkat 1 atau 2. Tapi itu bukan yang utama. Saya ingin mereka betul menjadi hamba Tuhan. Demikian juga dengan anggota paduan suara. Sewaktu mereka bernyanyi, seharusnya suara yang keluar dari hati, sehingga jemaat yang mendengar menjadi tersentuh.

2.    Terimalah firman Tuhan

Bila tidak menerima firman, maka kita tidak akan mengalami operasi dari pedang bermata dua (firman) Yak 1:21b terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Terimalah dengan lemah lembut  firman yang tertanam dalam hatimu. Apakah di hatimu ada firman Tuhan? Kalau tidak, maka kita bisa sering membaca firman, tapi firman tidak pernah mengubah hati kita dan mengalami pedang bermata dua yang mengubahkan hidup kita.

Berikut kesaksian dr. W McKay. Dia meninggalkan rumah lalu mengambil kuliah kedokteran pada usia 17 tahun di kota lain. Mamanya adalah seorang Kristen yang saleh (godly christian). Waktu McKay akan pergi, mamanya memerikan sebuah Alkitab dan menuliskan nama McKay di dalamnya. Mungkin mamanya berpesan untuk membacanya setiap hari, menulis 1 ayat Alkitab dan menulis dari mamanya yang mengasihnya. Sayangnya setelah itu McKay jatuh dalam pergaulan bebas. Ia tidak membaca Alkitab atau pun bila membaca, firman itu tidak tertanam di hatinya. Ia lulus dengan pujian dari universitas, karirnya kemudian sukses dan akhirnya ia menjadi kepala rumah sakit  di kota itu. Suatu kali rumah sakitnya kedatangan seorang pasien gawat darurat yang kondisinya kritis sehingga kepala rumah sakit (McKay) harus menanganinya sendiri. McKay pun menghampiri pemuda itu dan melihat wajah pemuda itu seperti memancarkan sinar sukacita dan  ada semacam kasih. Kondisi ini mengherankan hatinya karena pemuda ini tidak lama lagi akan meninggal (tinggal tunggu mati dalam waktu 3 jam).  McKay melihat kondisi pemuda tersebut tidak dapat diselamatkan. Yang menarik pemuda ini berkata,”Dokter, tolong baringkan saya di mana saja di rumah sakit ini”. Saat itu rumah sakit sedang penuh dengan pasien.  Dia berkata, “Saya siap. Saya tidak mati. Karena iman percaya saya pada Tuhan Yesus  dan darahNya yang mulia.” Dokter kemudian mendengar pasien ini meminta suatu permintaan khusus. Dokter Mc Kay kemudian mengutus seorang suster  untuk melakukannya. Ternyata pemuda itu meminta tolong untuk melakukan 2 hal. Yang pertama, ia memintanya agar suster mengambil uang yang ada di kantongnya dan membayarkan uang kos bulan itu yang belum dibayarnya ke induk semangnya. Yang kedua ia meminta agar dibawakan buku yang ada di kamarnya. McKay masih terbayang wajah sang pemuda yang memancarkan sukacita dan kasih. Ia gelisah kemudian memanggil suster yang diutusnya tadi dan bertanya, “Pemuda itu minta apa sih?”. Suster tersebut menjawab,”Pemuda itu minta agar uang kos-nya dibayarkan dan minta bukunya dibawakan.” Buku itu diletakkan di bawah kepalanya. McKay tertarik akan permintaan tersebut dan meminta agar buku tersebut dibawa kepadanya. Akhirnya buku tersebut dibawa dan ternyata sebuah Alkitab. Sewaktu membukanya, McKay terkejut. Di halaman depannya tertulis nama dia, W McKay. Itu adalah Alkitab yang diberikan mamanya untuk dia! Rupanya pemuda itu mahasiswa yang membeli Alkitab tersebut di tukang loak (tempat jual buku bekas), lalu membacanya. Melihat itu McKay gemetar dan berlutut. Ia teringat akan mamanya dan wajah pemuda ini dan senyumnya walaupun akan meninggal. Sang pemuda telah mengalami firman (pedang bermata dua) yang mengubahkan hidupnya dan tertanam dalam hatinya. Sehingga sewaktu menjelang ajal ia masih teringat untuk membayar uang kos (orang yang akan meninggal biasanya tidak ingat untuk membayar uang kos) dan minta diambilkan Alkitab! Kisah ini terkenal dengan judul dr. McKay, the doctor’s Bible.

3.    Lakukanlah firman Tuhan.

Yak 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Lakukanlah firman Tuhan dan biarkan firman Tuhan mengoperasi hidup dan hati sehingga seluruh karakter kita semakin menyerupai Yesus Kristus.

4.     Berbahagialah karena firman Tuhan.

Yak 1:25c jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Berbahagialah karena Firman sehingga He will be belessed in what he does (mengalami berkat). Kalimat ini mirip dengan ayat Yoh 13:17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. Kalimat yang diucapkan Yesus Kristus sewaktu mengadakan perjamuan terakhir di ruang atas (upper room). Apa yang dilakukan Sang Guru, ikutilah teladanNya. Kamu akan diberkati kalau melakukan firman Tuhan.

Penutup

Sudahkah engkau mengalami ‘operasi’ dan dilahirkan baru? Yang kedua, sudahkah engkau menerima firman Tuhan dalam hatimu? Ketiga apakah engkau sudah melakukannya? Bila sudah maka  engkau akan berbahagia. Firman Tuhan mengubahkan kita. Firman Tuhan adalah pedang bermata dua. Pedang bermata dua berupa pisau yang pendek (makaira). Di dapur pisau ini digunakan untuk memotong dengan tajam. Bagaimana merenungkan firman Tuhan?  Saya pernah membimbing seorang ibu , mama dari teman kuliah istri saya di Trisakti, September tahun lalu. Ibu ini pernah dioperasi kanker otak di Singapore dan saat itu saya sempat membesuknya. Usianya waktu itu sekitar 76. Supaya tidak pikun, ia mau belajar bermain piano dan saya membantu mencarikannya. Waktu itu saya berjanji untuk membawakan buku renungan “Our Daily Bread”. Karena sangat sibuk saya lupa akan janji ini sehingga ia bertanya pada anaknya, katanya saya berjanji untuk membawakannya. Saya pun merasa bersalah. Lalu saat mengunjunginya, saya membawakan 2 buah buku renungan. Yang satu berukuran besar dalam bahasa Indonesia dan yang satu lagi lebih kecil dalam bahasa Inggris. Sewaktu mengunjunginya, ia sedang latihan main piano. Saya memberikan buku renungannya dan bertanya,”Apakah Ibu tahu bagaimana cara membacanya?” Sang Ibu tidak tahu dan saya pun menjelaskan. Cara membaca buku renungan harus diawali dengan membaca ayat referensinya terlebih dulu. Jadi jangan langsung membaca renungannya karena tidak akan mendapat berkat. Bacalah ayat referensinya paling sedikit 3 kali (kalau bisa 5 kali). Untuk menyiapkan khotbah saya membacanya 11 kali. Sebelum membaca renungan berdoa minta pimpinan Tuhan dengan hati yang lembut untuk diubahkan Tuhan. Lalu ajukan pertanyaan “Apa yang kubaca tentang Tuhan, manusia, sesama, alam sekitar dan apa yang Tuhan larang dan ingin aku lakukan?” Lalu catat apa yang didapat. Hal ini saya lakukan sehingga saya punya buku catatan. Setelah itu baru kita renungkan lalu bandingkan dengan bahan bacaannya. Dengan melakukan hal itu barulah kita ketahui kenapa penulis renungan dapat berkata seperti yang ditulisnya. Jadi jangan langsung membaca renungan. Jadi bandingkan apa yang ditulis dengan hasil renungan kita. Setelah itu kita bertekad dan berdoa, “Tuhan tolong saya untuk melakukan apa yang didapat dari renungan”. Kalau bisa hafalkan ayat referensinya. Ayat firman Tuhan sangat penting. Ruth Graham pernah jatuh, mengalami geger otak  patah tulang din 5 tempat. Dia berdoa, “Tuhan, ambilah semua yang saya punya tapi kembalikan ingatan saya akan ayat-ayat Alkitab”. Menghafal ayat itu penting sekali. Kalau lupa , jangan malu untuk menghafal lagi. Terus-menerus membacanya sehingga kita dapat mengalami keindahan firman Tuhan.


Biarlah pedang bermata dua (firman Tuhan) dialami dengan sungguh-sungguh. Caranya MAP yaitu memorize, analysise, personalize yaitu mengingat (menghafalkan), menganilisa dan menjalankan (mengalami) firman Tuhan. Barulah firman Tuhan akan mengubah hidup kita.