Sunday, February 16, 2014

Hosea 3









Ev. Lisiani Helena (Helen Sung)

Hosea 3
1  Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis."
2  Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai.
3  Aku berkata kepadanya: "Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau."
4  Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim.
5  Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

Dalam kitab Hosea pasal 1, Tuhan menyuruh Hosea mengawini perempuan sundal. Saat mendengarnya, kita merasa terkejut. Apalagi saat masuk ke pasal 3, Tuhan sekali lagi menyuruhnya mencintai perempuan sundal. Terkadang kita heran dengan perintah Tuhan. Tuhan dalam dunia ini, mau memilih satu bangsa (Israel) menjadi anak-anak Tuhan. Tuhan memiliki satu negara yang menyembah Tuhan. Tuhan memulainya dari Abraham. Tuhan memanggil Abraham, “Tinggalkan bangsamu”. Karena tempat di mana Abraham tinggal adalah tempat penyembahan berhala. Tuhan memanggil Abraham meninggalkan tempat penyembahan berhala ke tempat yang diperintahkan. Tujuannya agar Israel mengenal Tuhan. Tapi bangsa Israel tidak menghargai Wahyu Tuhan. Mereka meninggalkan Tuhan dan beribadah pada ilah lain, sehingga Tuhan menghajar mereka. Mereka ditawan di Babel selama 70 tahun. Babel adalah negera penyembah berhala. Karena bangsa Israel menyembah berhala maka mereka dibawa ke negara penyembah berhala. Tuhan mengijinkan bangsa lain merusak kota suci sehingga kerajaan Israel hancur berantakan. Banyak orang Israel ditawan. Tetapi rencana Allah untuk menyelamatkan manusia tidak akan gagal. Melalui AnakNya terkasih yang diutus untuk menyelesaikan dosa manusia. Melalui gereja untuk menggenapi pekerjaan yang tidak dapat dilakukan bangsa Isarel. Membawa seluruh bangsa Israel kembali kepada Tuhan. Hosea adalah nabi yang mewakili Tuhan. Perempuan sundal (Gomer) melambangkan orang Israel. Orang Israel tidak mengenal dan menyembah Tuhan yang benar. Mereka disebut sebagai perempuan sundal karena mereka tidak setia kepada Tuhan. Kalau kita percaya Tuhan Yesus, lalu beberapa lama kemudian kita mencurigai Tuhan dan menganggap Tuhan Yesus tidak lagi manjur sehingga pergi ke kelenteng dan menyembah. Inilah yang disebut sebagai perempuan sundal. Kalau kita tidak setia kita disebut sebagai perempuan sundal. Orang Isarel melawan dan menyimpang dari Tuhan. Mereka suka menyembah berhala tetapi Tuhan tetap mengasihi mereka.

Neh 9:16-17
16  Tetapi mereka, nenek moyang kami itu, bertindak angkuh dan bersitegang leher dan tidak patuh kepada perintah-perintah-Mu.
17  Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersitegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka.

Orang-orang Israel benar-benar orang yang bersitegang leher sampai saat ini. Yang percaya kepada Tuhan Yesus tidak sampai 1.000 orang. Bahkan orang Arab yang percaya Tuhan Yesus lebih banyak dari mereka. Ada teman-teman yang pergi ke Israel. Orang Israel mentertawakan mereka dan mengatakan,”Kapan kau jadi saudaraku. Tuhan Yesus barulah saudaraku.” Mereka mentertawakan orang Kristen. “Mengapa mau percaya Yesus. Yesus hanya manusia saja.” Ini kurang ajar. Mereka tidak mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita. Orang Israel benar-benar sangat sombong dank eras kepala, tetapi Tuhan tetap mengasihi mereka. Dalam
Perjanjian Lama, Tuhan membawa orang Isarel meninggalkan tanah Mesir dan membawa mereka ke tanah Kanaan , tanah perjanjian yang indah sekali, banyak susu dan madu. Dalam perjalanan itu, mereka terus bersungut dan marah kepada Tuhan. Ketika mereka tidak air untuk minum, mereka menyalahkan Tuhan mengapa membawa mereka ke gurun pasir padahal tidak ada air di sini. Saat tidak ada makanan, mereka bersungut dan berkata,”Di sini bisa mati kelaparan”. Mereka tidak mengetahui Tuhan begitu mengasihi mereka dan membawa mereka ke tempat terindah yaitu tanah Kanaan.
Pada ayat 4 dikatakan Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim. Bila tidak ada raja dan pemimpin, maka negara akan kacau balau. Waktu itu Negara Israel juga demikian. 400 tahun mereka dalam kegelapan. Yaitu setelah zaman Maleakhi sampai Perjanjian Baru, Tuhan tidak lagi berbicara kepada mereka. Tuhan tidak memberi wahyu kepada mereka. Tetapi Tuhan tidak meninggalkan mereka (Tuhan tetap mengasihi mereka). Setelah 400 tahun, Tuhan mengutus AnakNya Tuhan Yesus untuk menyelamatkan kita.

Kasih Tuhan, Kasih yang Bagaimana?

1.     Kasih yang tidak berubah. Dengan menjadi orang percaya, Kasih Tuhan telah menyelamatkan kita. Sekarang ini kita telah menjadi anak-anak Tuhan. Ketika belum lama menerima dan percaya Tuhan, kita melihat segalanya serba lancar. Ketika kita berdoa, Tuhan mendengarnya. Saat sakit , kita berdoa dan Tuhan “langsung” menyembuhkan kita. Seakan-akan ada persepsi bahwa dengan percaya kepada Tuhan Yesus, maka berkat Tuhan begitu banyak. Tetapi setelah bertahun-tahun kemudian, sepertinya kondisinya sudah berubah. Seakan-akan Tuhan tidak seperti dahulu. Dahulu kala ketika saya mau sesuatu, saya sampaikan ke Tuhan melalui doa dan Tuhan pun memberikannya. Tetapi sekarang sudah lain . Bangsa Israel juga demikian. Ada yang baru percaya Tuhan selama setahun, namun usahanya semakin lama semakin tidak baik. Kita terkadang mendengar ada orang yang mengatakan, “Dulu waktu saya belum percaya, bisnis saya maju. Namun setelah percaya, mengapa bisnis saya jadi melorot?” Kalau bisnis surut apakah kita menyalahkan Tuhan? Apakah kita pernah demikian? Hidup di dunia ini banyak permasalahan. Baik yang tidak percaya maupun yang percaya kepada Tuhan Yesus menghadapi banyak permasalahan. Lalu mengapa kita harus percaya kepada Tuhan Yesus? Kalau kita beranggapan bahwa Tuhan hanyalah Tuhan yang memberi berkat, kita sudah salah total. Bedanya dahulu kita menyembah berhala, sekarang percaya Tuhan Yesus. Sehingga sepertinya tidak ada perubahan setelah percaya Tuhan Yesus. Kita harus kembali merenungkan waktu lalu saat kita menerima Tuhan Yesus. Sampai hari ini, mungkin di tengah kita ada yang sudah percaya Yesus selama 10-20 tahun dan dalam perjalanan hidupnya menemui hal yang sulit. Setelah punya Tuhan Yesus, ada  perbedaan. Kita mempunyai tempat bersandar dan penghiburan. Kasih Tuhan tidak berubah. Sejak umur 9 tahun saya sudah percaya Yesus. Kasih Tuhan menyelamatkan saya. Sampai berusia 71 tahun hari ini, Tuhan tetap memelihara saya. Seperti yang Pdt. Kwok sampaikan bahwa, saya harus melayani Tuhan sampai dipanggilNya.  Bila hal itu terjadi, hal itu menjadi berkat dan kebahagiaan yang luar bisa. Saya  tidak tahu hari esok, apakah saya masih mampu melayani Tuhan lagi. Karena Tuhan telah memilih saya maka saya melayani Dia. Kasih Tuhan tidak berubah juga baik untuk saya maupun untuk  kamu.

2.     Kasih Tuhan adalah tanpa syarat. Mengapa Tuhan memilih bangsa Israel ? Mengapa tidak bangsa Tiongkok? Atau Bangsa Indonesia? Tidak tahu. Ini adalah kasih Tuhan. Dari begitu banyak orang mengapa Tuhan memilih kita? Mengapa hari ini kita bisa menjadi anak-anak Tuhan? Tidak tahu. Itu adalah kasih Tuhan. Kita yang percaya kepada Tuhan berbahagialah! Kasih Tuhan tanpa syarat. Tuhan tidak melihat saya pintar. Bukan karena melihat engkau sangat bertalenta dan sangat kaya, maka Tuhan memilih kita. Tuhan tidak membedakan warna kulit. Apapun warna kulit seseorang, Tuhan mengasihi dia. Tuhan menginginkan orang-orang di dunia bertobat . sebab kasih Tuhan tidak bersyarat. Begitu harum, sempurna dan tidak ada cacat. Dia tidak akan menyisakan sedikitpun untuk Dia namun Dia berikan semuanya ke kita. Tuhan tidak hitung-hitungan. Dia tidak menggunakan rumus matematika (kurang, tambah, bagi, kali) untuk menghitung kasihNya. Kasih Tuhan tanpa syarat. Kasih itu tetap diberikanNya. Dari kedua orang tua kita, kita sudah belajar bahwa  kasih mereka adalah kasih yang memberi. Apakah orang tua mengharapkan balasan dari anak-anaknya? Tidak. Orang tua hanya tahu mengasihi dan memberikan kepada anak. Kasih yang tanpa syarat. Kasih yang tidak mengharapkan balasan. Walaupun kita tidak mengasihi Tuhan, Dia tetap mengasihi kita.

3.     Kasih Tuhan adalah kekal. Kasih Tuhan tidak setengah-setengah. Kasih Tuhan tidak pernah membuang dan meninggalkan kita, asalkan kita ingin kembali kepada Tuhan. Tangan Tuhan selalu terbuka bagi kita, asal kita mau kembali kepadaNya. Suatu hari, bangsa Israel akan diselamatkan padahal kita lihat banyak orang Israel yang tidak mau percaya kepada Yesus. Namun ini adalah firman dan perkataan Tuhan. Iya adalah iya dan akan digenapi. Dengan cara bagaimana orang Israel akan diselamatkan? Kita tidak tahu. Maka hari ini seluruh bangsa di dunia melihat bangsa Israel. Israel terus berubah. Kita tahu Tuhan Yesus segera datang. Ketika bangsa Israel percaya, maka kedatangan Tuhan sudah dekat. Ini adalah hikmat Tuhan. Keselamatan orang Yahudi disampaikan kepada orang-orang non Yahudi (dianggap kafir oleh orang Yahudi). Maka dari bangsa “kafir” kembali dikabarkan keselamatan ke bangsa Israel. Di sini kita melihat kasih Tuhan begitu teguh kepada orang Israel.  Pada Nehemia 1:8-9 dikatakan “Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa. Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-Ku serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana”. Orang Isarel tercerai berai dan pada tahun 1948 mereka meredeka dan mendirikan Negara Israel. Ini hal yang tidak pernah terpikirkan manusia. Hikmat dan janji Tuhan akan digenapi kepada mereka. Jika demikian, bila suatu hari kita akan meninggalkan Tuhan, maka suatu hari Tuhan akan “menangkap” kembali. Tuhan mengasihi kita terus. Ketika Tuhan mengasihi kita, apakah kita mengasihi Tuhan?

No comments:

Post a Comment