Sunday, February 16, 2014

Hosea 3








Pdt Hery Kwok

Hosea 3
1  Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis."
2  Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai.
3  Aku berkata kepadanya: "Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau."
4  Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim.
5  Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

Pendahuluan

                Sewaktu mempersiapkan khotbah dengan tema Hosea 3 , saya membaca buku tentang keluarga karangan Dr. Gary & Barb Rosberg.  Keduanya adalah penulis buku , pembawa acara radio dan pembicara tentang pernikahan untuk memperlengkapi para pasangan agar memiliki pernikahan yang terus bertumbuh sampai selamanya dan mendedikasikan diri mereka untuk menolong  pernikahan Kristen yang sedang mengalami kehancuran. Mereka menulis buku yang berjudul  The 5 Love Needs of Men and Women yakni 5 Kebutuhan Wanita yang perlu dipahami oleh setiap pria dan 5 Kebutuhan Pria yang perlu dipahami oleh setiap wanita. Buku ini diawali dengan sebuah kisah nyata sebagai berikut :

Phil menelpon kantor konseling saya (Gary) dan bertanya apakah dia dan istrinya dapat membuat janji. Saya melihat agenda saya yang teramat padat dan menjawab, “Waktu saya sangat ketat dan baru bisa membuat janji beberapa minggu lagi.”
“Tidak bisa menunggu beberapa minggu lagi”, katanya. “Harus hari ini” Kemudian dia melanjutkan, “Saya tidak akan meminta kalau masalahnya tidak mendesak”.
Saya tidak begitu mengenal Phil, namun saya mengenali rasa panik saat ia menelpon. Saya pun berkata,“Jika kamu memang sangat perlu untuk datang, kamu dapat singgah pk 5 sore ini”.
“Kami akan datang” katanya.
Sepanjang hari itu saya terus memikirkan telpon Phil tersebut dan mendoakan Phil dan istrinya. Nada suaranya yang sangat mendesak merupakan lampu merah yakni tanda peringatan  bahwa kami akan menghadapi sebuah pertempuran. Pertempuran bagi kehidupan keluarganya.
Beberapa jam kemudian, kekhawatiran terburuk saya menjadi kenyataan saat saya menyalami Phil dan Susan, istrinya, di ruang tunggu kantor saya. Susan menangis dan matanya menatap lantai. Phil seperti seorang pria yang baru saja mengalami mimpi terburuknya.
Setelah mereka berada di kantor saya, saya bertanya apa yang mereka perlu sampaikan.
“Saya ingin membawa anak-anak ke taman siang ini” kata Phil. “Saat ingin berangkat, saya bermaksud mengganti popok bayi Annie.  Karena tidak menemukan lap, saya meminta salah satu anak yang lebih tua untuk menjaga Annie saat saya mencari lap tersebut. Kemudian saya teringat, Susan pernah membawa sekotak lap di tas pantainya yang disimpan di kamar lemari pakaian anak perempuan kami. Saat  mencari di tas tersebut, saya menemukan sebuah surat cinta untuk Susan. Masalahnya……. Surat itu bukan dari saya! “
Phil melirik ke arah Susan lalu kembali berpaling ke saya.
“Surat itu dari pria lain. Dia menuangkan cintanya kepada istri saya. Dia menulis tentang saat-saat kebersamaan mereka. Sampai di sana saya mulai melihat seluruh hidup saya terkoyak. Saya tidak percaya! Dia bercerita tentang parfum yang dipakai istri saya…. Tentang pakaian istri saya yang menjadi kesukaannya. Pakaian yang saya beli untuk Susan. Dia bercerita tentang kenang-kenangan di hotel-hotel dan makan siang-makan siang rahasianya. Saya tidak dapat mempercayainya! Inilah istri saya. Ibu anak-anak saya yang sedang ia bicarakan. Namun saya pikir yang membuat saya lebih terperosok adalah bahwa mereka pernah melakukannya di kamar tidur kami.  Selama ini saya tugas ke luar kota untuk mencari nafkah untuknya dan anak-anak kami dan dia melakukannya di kamar kami dengan pria itu! Yang bisa saya lakukan hanyalah menatap surat itu.”
“Apa yang kau lakukan selanjutnya?” tanya saya kepada Phil.
“Saya terduduk di lantai dalam ruang pakaian itu dan tidak henti-hentinya membaca surat itu. Saya tidak bisa menghentikannya.” Katanya. “Saya tahu kalau saya melangkah ke luar kamar lemari pakaian, saya akan menghadapi rasa sakit yang lebih dari yang dapat saya bayangkan. Saya tahu hidup saya tidak pernah sama lagi. Saya mendengar anak-anak berlarian di dalam rumah, tidak menyadari bahwa dunia mereka akan berubah. Akhirnya saya mengumpulkan segenap tenaga untuk berdiri. Saya mendengar Susan sedang menelpon di kamar tidur kami dan saya pun melangkah menyusuri gang rumah kami menuju ke tempat Susan berada. Saat melakukannya, saya melewati foto-foto keluarga yang menggambarkan berbagai peristiwa . Foto-foto liburan. Foto saat sedang menyusuri sungai dengan rakit, reuni keluarga…. Langkah itu merupakan langkah terpanjang dalam hidup saya. Saat masuk ke dalam kamar, punggung Susan membelakangi saya. Kemudian ia menutup telepon dan berpaling kepada saya. Saat dia melakukannya, saya menatap matanya dan semua hal yang dapat saya katakan hanyalah 3 kata, ‘Susan, saya tahu.’ Bersama dengan kata itu, dia terjatuh ke ranjang dan mulai terisak. Kemudian saya tahu secara pasti bahwa itu bukanlah sekedar mimpi buruk , tapi hal itu benar-benar terjadi. Istri saya punya affair . Rasa sakit melingkupi seluruh tubuh saya dan mengiris jiwa saya yang terdalam. Kemudian kami berdua jadi berantakan.”
“Oh Tuhan. Jangan ada keluarga lainnya….” Tanpa sadar saya berdoa. “Jangan pasangan ini…  anak-anak kecil mereka. Bapa, berikan saya kata-kata. Berikan saya hikmat.”
“Apa yang terjadi dengan kami, Gary?” air mata membayang di mata Phil saat dia memandang saya.
“Kami memulai pernikahan kami dengan luapan cinta kasih di antara kami dengan harapan luar biasa untuk kehidupan masa depan bersama-sama. Kami yakin memiliki pernikahan berpusatkan Kristus yang teguh. Tapi apa yang terjadi?”

Dr. Gary memperhatikan kejadian yang menimpa Phil dengan lukanya yang dalam karena disakiti luar biasa. Ams 6:34 mengatakan .”Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam”; Laki-laki yang disakiti hatinya  seperti beruang yang sedang marah. Saat marah, beruang bisa mencabik dan menjadi buas sekali. Itulah yang coba dipahami Dr. Gary saat hati nurani Phil disakiti istrinya. Di salah satu blog yang membahas tentang “hati yang disakiti” ada yang menulis, “kalau dikhianati istri saya, saya bisa menangis 4 hari 4 malam”, ada juga yang menulis, “Saya bisa tidak makan 4 hari”. Tetapi semuanya menggambarkan, seandainya mengalaminya belum tentu kita melakukan hal itu karena ini berkaitan dengan  perasaan orang yang dikhianati.

Cinta Allah : Cinta yang “Kendatipun”

Hosea 3 terdiri dari 5 ayat yang menggambarkan kasih setia Allah yang tidak berwujud dan berpangkal yang diwujudkan pada kasih kepada Gomer. Pada Hosea 1, perintah Allah kepada nabi Hosea "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal” (Hosea 1:2)  sepertinya tidak masuk ke dalam pikiran. Bagaimana seorang nabi menikah seorang sundal? Tetapi hal ini menunjukkan betapa ekstrim dosa orang Israel sehingga Allah memberi contoh yang ekstrim untuk memberi pelajaran kepada orang Israel. Sedangkan Hosea pasal 2 berisi kemarahan hati Allah, karena orang Israel sangat jahat sekali. Ia pantas marah. Walau orang berpikir kenapa Allah marah, karena seringkali dalam persepsi orang, Allah tidak boleh marah. Itu membuat orang Kristen “lembek”. Yang tidak boleh adalah pemarah. Waktu perlu marah, maka marahlah. Saya kemarin diundang di GKR Gedong untuk menjadi narasumber. Dalam pengantar MC nya berkata, “Kasih itu sabar, tidak boleh marah” sehingga orang Kristen punya image seperti itu. Padahal jelas sekali bagaimana Allah marah. Karena itu sesungguhnya  lahir dari kasih setiaNya yang hebat. Pada Hosea 3:1 dikatakan Pergilah lagi.  Ini indikasi kemungkinan besar Gomer sering berbagi cinta dengan laki-laki lain sebagai seorang pelacur. Sehingga waktu dikatakan pergilah lagi, di sinilah sesungguhnya Allah sedang memberi penegasan ke Israel bahwa engkaulah perempuan sundal (Gomer)  itu. Dan Aku mencoba kembali mencintaimu.

Kemarin di acara pasutri dengan topik “Ada Apa dengan Cinta” yang dibawakan oleh Pdt Sugiharto disampaikan bahwa  ada 3 karakter cinta yaitu :
1.     Cinta yang “karena”. Saya cinta karena kamu ganteng atau cantik. Faktornya “karena”. Kalau faktor “karena” tidak ada lagi, maka cinta bisa runtuh. Pada saat mengucapkan janji nikah, dikatakan akan mencintai sehidup semati dan dalam susah-senang. Kenyataannya  waktu hidup bersama dan istri menjadi gemuk, maka cintanya hilang dan ia mencari yang lain. Faktor “karena” merupakan cinta yang sangat dangkal.
2.     Cinta yang “supaya”. Saya cinta kamu supaya ….. Kata “supaya” banyak dalam bercinta. Saya mencintainya karena ia bisa merawat keluarga atau menolong saya. Ada pamrih dalam kata cinta. Dan banyak orang mencinta seperti itu. Saya mencinta supaya saya menikmati kekayaan, pertolongan dll Waktu “supaya” tidak ada lagi, maka tidak ada lagi cinta itu.
3.     Cinta yang “kendatipun” atau “sekalipun”. Saya mencintai kendalipun (sekalipun)… Ini cinta yang luar biasa. Ini yang digambarkan oleh Allah dalam cinta kepada Gomer walaupun Gomer berpaling kepada allah lain. Dalam bahasa aslinya, Hosea diterjemahkan sebagai “Allah menyelamatkan” sedangkan Gomer artinya “kue kismis”. Kata “kue kismis” ini diungkapkan dalam Hosea 3:1 : “menyukai kue kismis” karena orang Israel menyembah Baal dan Asytoret. Orang Kanaan beribadah kepada Baal dan Asytoret dan kehidupan mereka makmur. Mereka beribadah karena Baal memberi mereka kemakmuran. Orang Israel ingin seperti bangsa Kanaan dengan menyembah Baal dan Asytoret. Sehingga dikatakan, “kamu mencari allah lain karena…”, Itu cinta karena diberkati. Waktu Allah tidak seperti itu, maka dianggap Allah tidak mencintai.

Fokus kepada Allah dan Kembali kepadaNya

Apa yang membuat kita tidak setia? Mungkin allah lain, walau bukan berwujud paranormal, dukun atau orang yang bisa meramal nasib. “Allah” yang dimaksud mungkin tidak seperti Baal atau Asytoret, allah bangsa Kanaan yang kemudian disembah orang Israel, tetapi berupa “tidak berfokus pada Allah”  atau focus ke hal yang lain. Seorang pendeta diberikan anak lalu kemudian anak itu jadi allah karena membuatnya tidak berkonsentrasi lagi pada Allah yang sejati. Bisa saja allah itu berupa anak, istri, pekerjaannya yang semuanya membuat fokus kepada hal itu melebihi fokus kepada Allah. itu membuat orang Israel membagi cintanya kepada Allah. Padahal Allah telah membelinya dengan lunas. Jadi kecemburuanNya adalah benar karena tidak mau cinta kepadaNya dibagi. Kita juga tidak bisa menerima menerimanya. Cinta kita sesungguhnya cinta kepada Allah yang membuat focus kita hanya kepada Dia. Saat saya ditempatkan di sekolah, ada seorang orang tua bertanya, “Pak, kenapa banyak ulangan di tempat ini, sehingga saya tidak bisa ke gereja? Saya menjawab, “Jadi tidak mau ulangan? Juga ulangan umum? Hanya mau diberikan nilai 6 di rapor?” Orang tua tersebut menjawab, “Bukan begitu. Kalau banyak ulangan, saya harus mengajari anak, sehingga saya sulit kegereja.” Saya bertanya, “Dengan tidak ke gereja selama 2 jam, apakah anak bisa belajar dengan hebat?” Jangan sampai anak menjadi allah dalam diri kita. Juga hobimu. Ada orang yang hobi memancing, sehingga ia menghadapi kesukaran . Dalam allah itu mereka menikmati “kue kisimis” (kesenangan). Betapa manisnya “kue kismis” sehingga Allah dilupakan. Ada orang yang rajin berdoa. Begitu doanya dikabulkan dia tidak lagi berdoa. Pekerjaan juga bisa menjadi “kue kismis”nya. Itu sebabnya Hosea menikahi Gomer. , Ia pergi ke Gomer. Nabi Hosea mencintai Gomer (kue kisimis). Kehebatan cinta Allah bisa dilihat pada ayat 2 (Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai). 1,5 homer jelai nilainya sama dengan 15 syikal perak. Jadi bila dijumlahkan, totalnya menjadi 30 syikal perak. Tuhan Yesus waktu dijual seharga 30 keping perak. Sama persis! Itu harga yang terlalu murah. Itu harga seorang budak, orang yang dianggap tidak berharga.
Gomer juga tidak berharga, namun Allah mengambilnya dan mencintainya lagi. Itulah Allah yang luar biasa. Mari kita evaluasi cinta kita kepada Allah. Apakah cinta kita begitu menggebu-gebu seperti saat bertemu pertama kali? Mengapa cinta tidak mengebu lagi? Seperti lirik lagu yang digubah oleh Pdt. Stephen Tong. Banyak yang cintanya makin lama makin hilang. Jangan seperti orang Israel, sehingga mereka harus dididik dengan mahal yakni dengan dibuang selama 70 tahun di negeri Babel. Seperti yang ditulis pada Hosea 3:4   Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim. Baru di sana mereka mencari Allah dengan gemetar. Allah tidak mau kita datang dengan kasus seperti ini, tetapi orang Isarel yang membuat dirinya begitu. Allah rindu orang datang kepadaNya seperti orang sedang kehausan dan melayani Dia dengan kesadaran. Suatu kali saya memutar khotbah Pdt. Stephen Tong di mobil untuk penyegaran. Sepanjang jalan, saya mendengarkannya dan waktu lewat Kemayoran saya berhenti. Pdt. Stephen Tong berkata  dengan keras tentang cinta yang sudah krisis dan mulai hilang. Saya menangis. Karena Allah mengingatkan saya kembali melalui kebenaran firman Tuhan. Kalau hati tersentuh dengan kasih Allah, maka tidak akan bisa melupakan kasih Allah yang begitu hebat.

Dalam buku karangan Dr. Gary di atas, saat dipulihkan, istrinya mengasihi dan menghormati suaminya kembali. Apakah kita mengenal kasih itu yang membuat kita beribadah, datang melayani Dia ,membuat kita suka hidup dalam aturanNya? Hosea 3 mengingatkan siapa kita. Kitalah Gomer, tapi Dia mencintai kita, ingin kita kembali kepada kasih setiaNya.

No comments:

Post a Comment