Sunday, December 23, 2012

Damai Sejahtera

Ev Amelia

Luk 2:8-14
8   Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Yes 9:5-6
5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Kita baru saja menyanyikan lagu yang kata-katanya menggambarkan dengan tepat kondisi kita.
Sekarang ini , surga itu tetap terbuka, pujian malaikat masih terdengar. Letih-lesu lenyap. Malaikat membuka sayapnya menilik, melihat, memperhatikan satu per satu duka dunia ini.
Di atas kekacauan dunia ini terdengar suara malaikat. Dunia ini adalah dunia yang kacau.
Manusia penuh sengsara tertindas oleh beban dosa. Selalu ada banyak rintangan.

Lagu ini mengatakan dalam dunia ini ada keletihan dan kelesuan. Malaikat datang mempedulikan satu per satu duka dunia ini. Bagaikan pegunungan yang merintangi. Inilah kondisi kita. Kita hidup dalam dunia yang penuh beban dan masalah. Kenapa kita bisa hidup dalam dunia seperti itu? Mengapa begitu banyak kesukaran yang merintangi? Tabrak sana sini. Apakah Allah menciptakan dunia seperti ini? Allah tidak menciptakan dunia seperti ini. Dunia menjadi seperti ini karena ada kuasa jahat yang berada di belakangnya. Alkitab mengatakan bahwa ada penguasa kerajaan angkasa yang harus kita perangi dalam hidup kita. Di balik segala aktivitas yang terasa normal , ada si jahat. Mengapa si jahat dapat memegang kendala hidup manusia? Karena manusia telah meletakkan dirinya dalam tangan si jahat. Dimulai dari ketika Adam-Hawa mendengar bujukan iblis itu. Pada saat itu dikatakan manusia jatuh. Sejak saat itu yang menjadi keinginan dalam hati manusia, melakukan kejahatan dan melawan Allah. Kadang kita bisa berpikir, mengapa Tuhan tidak muncul saja di depan orang? Kalau TUhan muncul dan memberikan perintahNya, bukankah orang tidak berani melakukan kejahatan? Benarkah bila Allah sungguh nyata dalam kehidupan ini, manusia akan takut melakukan kejahatan? Ternyata tidak. Dalam sejarah yang dicatat Alkitab, Allah hadir dalam kehidupan. Khususnya kehidupan umatNya. Bukankah Allah begitu hebat menyatakan kuasaNya dalam kehidupan bangsa Israel? Allah membelah air laut dua kali. Dia memberikan roti (manna) dari sorga. Ia hadir dalam wujud api dan awan. Bukankah Allah begitu nyata, hadir dalam kehidupan? Tetapi itu tidak membuat umat Allah menjadi takut kepada Tuhan. Kalau Allah menghukum, mereka ketakutan dan bertobat. Dalam Alkitab Perjanjian Lama , sejarah pemberontakan manusia terhadap Allah dicatat. Inilah sebabnya  kita hidup menderita dan penuh kesukaran dalam dunia ini. Karena kita hidup di antara orang yang jahat, dan kita sendiri punya nafsu kejahatan dalam diri kita. Orang lain jahat, kita juga punya kejahatan dalam hati. Apakah orang Kristen , orang yang suci? Banyak orang Kristen melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan orang lain. Mengapa dunia ini penuh keruwetan ? Satu jawabannya : kejahatan manusia! Kenapa banyak penyakit yang semakin hari semakin canggih? Itu semua karena ulah manusia sendiri. Kejahatan menghasilkan masalah. Berbagai masalah saat ini, makin kompleks tidak seperti dulu. Semakin banyak pengetahuan, semakin banyak akal dalam melakukan kejahatan. Maka banyak orang kaya juga banyak orang miskin, banyak orang yang hidup dengan kebanggaan dan banyak yang dengan hina. Karena yang kuat memakan yang lemah. Yang kuat memeras yang lemah. 

Ada seorang hamba Tuhan mengatakan, mengapa banyak orang kaya? Itu karena banyak orang miskin. Banyak orang menjadi kaya karena memakai orang miskin. Orang miskin semakin miskin dan orang kaya semakin kaya karena orang miskin ini. Kita juga mengalami, mereka yang lebih kuat mengabaikan yang lebih lemah. Berapa orang berteriak, memberontak sehingga keadaan menjadi semakin kacau. Karena pemberontakan, tidak membuat penindas semakin sadar. Tetapi sebaiknya mereka semakin keras. Situasi dunia kacau. Setiap hari kita hidup dalam keadaan ini. Di Jakarta, di dunia pekerjaan, di perumahan tempat kita tinggal, di rumah kita, apakah ada ketenangan? Bukankah setiap hari kita berhadapan dengan konflik? Juga di gereja. Atasan-bawahan. Suami-istri. Anak-ortu. Kita berada di bawah ancaman. Siapa yang berani berkata, saya selalu aman hidup saya? Dunia saat ini tidak memberi keamanan yang lebih baik. Di mana-mana terjadi bencana alam. Sekarang di Indonesia banyak terjadi angin badai. Siapa yang membayangkan tsunami akan menimpa Aceh? Kalau orang tahu, akan kabur duluan. Banyak gempa bumi, banjir, badai yang menghancurkan rumah-rumah.  Siapa yang menjamin hidup ini aman? Kita berada di tengah kekalutan dunia yang telah jatuh di dalam dosa.  Maka di tengah kondisi itu, para malaikat datang kepada para gembala. Para gembala adalah kelompok yang mewakili dengan tepat kondisi yang paling buruk dalam masyarakat.  Dalam agama, mereka dianggap sebagai orang yang sangat berdosa. Secara perekonomian, mereka sangat miskin. Mereka orang yang tersingkir dari masyarakat. Mereka ditindas, dihina, tidak dianggap sebagai bagian dari masyarakat. Mereka adalah orang yang dianggap sampah masyarakat. Sampah adalah sesuatu yang sudah dibuang. Tidak punya harga. Tidak dianggap. Miskin, terhina, pendosa. Tetapi, paduan suara surgawi tidak pernah kita lihat. Pertunjukan-pertunjukan yang sangat agung di dunia tidak bisa ada yang dibandingkan dengan pertunjukan saat itu di hadapan orang yang lemah. Allah datang kepada mereka. Berita natal pertama-tama tidak diberikan kepada pembesar kerajaan. Bukan pada para pemuka agama yang menganggap diri bersih. Bukan pada orang kaya yang banyak memberi persembahan. Tetapi kepada orang miskin dan terhina ini. Yesus Kristus datang ke dalam dunia. Untuk semua kita yang berduka. Untuk kita yang merasakan kehidupan yang melelahkan. Untuk semua yang merasa tertekan hidupnya. Kepada yang letih-lesu-berbeban berat, Juruselamat datang. Untuk menebus dari keberdosaan ini. Untuk menempatkan kita ke negeri yang penuh damai sejahtera. Keselamatan dimaksudkan kehidupan yang penuh damai sejahtera kepada orang yang memiliki dan menerima Yesus dalam kehidupan. Apakah anda sudah mengijinkan Yesus menjadi Juruselamat? Alkitab mengatakan damai sejahtera di atas bumi. Di antara orang-orang yang berkenan kepadaNya. Orang yang berkenan adalah orang yang telah ditebus oleh darah Yesus. Orang Kristen yang telah menyerahkan hidup kepada Tuhan. Kepada kita diberikan damai sejahtera. Sekarang kita belum berada dalam dunia yang damai sejahtera.

Hari kiamat adalah hari dimana bumi yang ada sekarang dihancurkan. Orang-orang di luar Kristus, mendapat penghakiman. Bumi dihancurkan untuk diperbarui menjadi ciptaan yang baru dan mulia. Di sini umat tebusan akan hidup dalam damai sejahtera. Alkitab menggambarkan bumi itu sebagai tempat di mana serigala hidup dan tidur bersama domba. Itu menggambarkan tidak ada konflik, permusuhan di antara manusia. Semua orang hidup dalam kebenaran, orang hidup saling mengasihi. Rasul Paulus mengatakan, iman dan pengharapan akan berlalu , tetapi kasih akan tinggal tetap dalam dunia itu. Di situ manusia menerima damai sejahtera tinggal bersama sesamanya secara damai sejahtera. Semua orang hidup damai tentram. Tidak ada air mata. Tidak ada orang yang menyakiti orang lain. Lagu mengatakan, ayat per ayat bahwa dunia ini setelah Yesus datang banyak orang Kristen untuk menantikan Tuhan Yesus. Orang Kristen saat itu menanti-nantikan kiamat. Saat Kristus datang dan membuat perubahan total, ada damai sejahtera secara sempurna. Saat ini kita hidup merasa kuatir, gelisah, kita tetap berada di bawah ancaman kecelakaan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Tidak ada jaminan bahwa kita pasti lolos dari masalah atau pasti kaya. Allah tidak menjanjikan kekayaan. Allah tidak menjanjikan kehidupan yang bebas bencana saat ini. Allah tidak menjanjikan kehidupan tanpa kesukaran. Yang Allah ingin berikan adalah damai sejahtera. Walau kita hidup dalam dunia , tidak ada damai sejahtera, tetapi Tuhan memberikan berkat, mencicipi damai sejahtera di dunia.

Seorang saudara berkata saat kerusuhan 1998 terjadi. Dalam keadaan itu, semua orang gelisah. Bapak-bapak berkumpul untuk mempertahankan kampungnya. Seorang berkata pada seorang anak Tuhan (orang Kristen). “Kamu pasti ornag Kristen ya?” Yang dijawabnya,”Kok tahu?” Yang segera disambungnya,”Karena kamu lain. Kamu lebih tenang.”  Jika kita memiliki Kristus, kita bisa lebih tenang. Kepada Yusuf, malaikat berkata, “Jangan takut dan ragu mengambil Maria sebagai istri dan akan melahirkan anak yang akan dinamakan Imanuel.” Kedatangan, dan kelahiran Tuhan Yesus adalah penyertaan Allah dalam hidup orang percaya. Kita tidak pernah sendirian. Lihat atau tidak lihat , selama tetap berjalan dalam jalan Tuhan, rasa atau tidak : Dia tetap Allah Immanuel. Dia tetap hadir dalam diri kita. Untuk memberikan pertolongan, penghiburan, kekuatan pada kita. Di malam hari di langit , bila cerah terlihat bintang-bintang. Bintang hadir seperti saat ada bintang yang sangat besar menuju Betlehem. Bintang-bintang di langit memperlihatkan kepada kita, bahwa Allah selalu hadir dalam hidup kita, menuntun hidup kita. Terkadang kita tidak bisa melihat bintang karena ada awan gelap. Namun tidak berarti bintang itu tidak ada. Bintang tetap ada, tetapi sinarnya tertutup awan gelap. Mungkin kita tidak bisa melihat Tuhan, karena yang terlihat hanya awan gelap yang tebal. Tetapi sesungguhnya Allah ada di sana. Allah selalu hadir di dalam hidup kita, seperti bintang di langit. Itulah sebabnya kita dapat tetap merasakan damai dalam hidup. Apap pun terjadi di sekitar kita, seperti angin ribut yang menderu. Seperti badai gelombang yang menerpa. Tetapi kalau kita tetap berjalan bersama Tuhan Yesus, hidup dalam kebenaranNya, maka kita dapat tetap berjalan dengan hati yang penuh damai sejahtera. Suatu kondisi batin yang tenang. Itu bukan kondisi hati yang tidak ada perasaaan. Ada ajaran yang mengatakan, dunia penuh penderitaan. Karena itu kita harus bisa mengosongkan emosi kita sehingga tidak ada takut dan gelisah. Tetapi damai sejahtera itu berbeda. Dalam damai sejahtera ada ketenangan. Dalam ketenangan , kita tetap merasa. Rasa yang indah dan nyaman. Perasaaan puas, adem, bahagia. Sukacita di dalam ketenangan.

Suatu hari, saya sangat tertekan. Dari kepala sampai ke badan rasanya berat.  Saya sadar, saya sedang stress. Lalu saya berdoa. Sesuatu terjadi. Itulah tangan Allah yang menjamah saya. Mendadak saya merasakan suatu sensasi perasaan yang luar biasa. Bukan sesuatu yang meledak-ledak. Otot-otot yang tegang menjadi kendur. Bukan itu saja, tetapi dalam hati saya merasakaan ketenangan yang luar biasa. Suatu perasaan yang sangat nyaman. Seperti laut yang menggemuruh dan kemudian jadi tenang. Itu perasaaan yang sangat nyaman, ingin diam terus dan merasakan. Saya bersyukur untuk hal ini. Saya tahu dalam hidup kita , dalam keadaan tertekan kita memiliki damai sejahtera. Walau sukar dan masa depan tidak pasti, tetapi kalau yakin dengan penyertaan Allah, kita akan hidup dengan damai sejahtera. Jika Yesus menjadi raja dalam hidup kita, mencari kehendakNya yang terutama dalam hidup kita, mengikuti firman Tuhan seperti orang majus mengikuti bintang, maka hidup kita pasti dipenuhi damai sejahtera. 

Saat perang dunia lalu, ada seorang pemimpin negara yang kejam , Hitler. Kekejamannya yang utama, dia menangkap orang Yahudi lalu dimasukkan ke camp untuk diintimidasi, disiksa dan dibunuh. Mereka dikumpulkan dalam oven dan dibakar hidup-hidup. Sangat kejam. Di antara orang yang ditangkap , ada gadis muda bernama Esti (?). Dalam kondisi seperti itu, ia memperlihatan damai sejahtera. Di tengah ancaman yang begitu hebat, ia menulis, “Kadang-kadang ketika aku berdiri di sudut camp, kakiku terbenam di dalam bumiMu. Mataku terangkat ke surga. Artinya ia merasakan persekutuan yang dalam dengan Tuhan. Airmata terkadang menetes di wajahku. Air mata dari emosi yang dalam dan rasa syukur. Bukan air mata keluhan , tetapi air mata syukur yang sangat mendalam. Sesungguhnya ia menyadari kengerian yang ada di sana. Ia berkata, “Dan aku berada di sana, tepat di tengah-tengah apa yang disebut orang sebagai kengerian.” Dan masih dapat berkata,”Hidup ini indah. Aku berbaring di sini, di sebuah sudut, berbaring dan demam dan tidak mampu melakukan apa pun. Namun aku juga memiliki melati dan sepotong langit di luar jendelaku.” Bagi dia melati dan langit adalah berkat karena kehadiran Allah.  Lalu ia menyimpulkan, “Sekali kau berjalan dengan Allah, kau hanya perlu terus berjalan dengan Allah.” Seluruh kehidupan menjadi acara jalan-jalan yang panjang. Suatu perjalanan yang luar biasa.  Ia sungguh-sungguh merasakan damai sejahtera.

Monday, December 17, 2012

Experiencing Christmas (Mengalami Natal) - Natal PP Duta Garden

Pdt Benyamin Uriel (GKJ)

Lukas 2:8-20
8   Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
15  Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
16  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
17  Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
18  Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
19  Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20  Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Bulan Desember adalah bulan Natal yakni bulan untuk memperingati kelahiran Tuhan Yesus. Namun ironisnya, tidak banyak orang yang sungguh-sungguh menghayati makna natal yang sebenarnya. Sehingga perayaan natal hanya bertujuan untuk mengisi acara secara rutin, acara pesta pora, memberi sesuatu pada orang lain dstnya. Berbeda dengan gembala-gembala. Para gembala adalah orang istimewa karena mereka yang pertama kali bejumpa dengan Yesus dan karena mereka memahami dan mengalami natal itu sendiri. Mereka sungguh-sungguh mendapatkan hidup yang berarti dalam kehidupan mereka pribadi. Namun di Alkitab tidak dijelaskan siapa nama para gembala tersebut? Berapa jumlahnya? Hal ini tidak dapat diketahui secara akurat. Mereka bekerja sebagai penjaga kawanan ternak. Mereka mendapat kasih karunia Allah, karena malaikat datang kepada mereka dan berseru mengabarkan kabar baik kepada mereka. Saat itu malaikat datang dan berseru, mereka terkejut. Waktu saya ke Israel , ada gambar yang memperlihatkan gambaran gembala-gembala ketakutan luar biasa melihat malaikat sehingga malakat berkata “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” Untuk pertama kali mereka mengalami natal sesungguhnya. Malam ini kiranya kita juga mengalami natal sungguh-sungguh secara pribadi. Para gembala bisa mengalami makna itu sesungguhnya. Mereka mendapat kehidupan kekal (surga) karena mereka mendapatkan Bayi itu. Untuk mengalamai natal seperti mereka, kita perlu belajar prosesnya seperti yang terdapat pada Lukas pasal 2.

Dua Proses untuk Mengalami Natal
Ada 2 proses yang harus dilewati yang bila tidak melewatinya, kita belum mengalami natal yang sesungguhnya  walau sudah percaya Yesus selama bertahun-tahun. Semalam saat menyampaikan firman Tuhan di acara KKR natal di Cikarang, ada ketua RT dan beberapa tokoh masyarakat yang hadir. Setelah kebenaran firman Tuhan disampaikan, diberikan sesi untuk respon dari jemaat (altar call). Hadirin diberi tantangan. Ternyata ketua RT ikut berdiri dan menerima Yesus. Selesai acara, saya mendekati dan berbincang-bincang dengan sang ketua RT. Ternyata ia sudah dibaptis, namun setelah hampir 20 tahun menjadi orang Kristen, ia belum pernah mengalami natal yang sebenarnya. Saya berkata, “Bapak sudah diselamatkan. Bapak sudah mengalami natal yang sesungguhnya.” Proses (syarat) berikut inilah yang membuat kita mengalami natal yang sesungguhnya.

1.       Percaya dan Menerima Yesus
Ayat 15, Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Ini yang pertama. Para gembala bolehmengalami natal yang sesungguhnya karena mereka percaya dan menerima berita itu yaitu Yesus sudah lahir. Mereka sungguh-sungguh percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Walau tidak ditulis secara rinci bagaimana para gembala menerima Yesus, tapi hal ini bisa dipelajari dari sikap gembala. Mereka tidak menolak. Kalau menolak mereka tidak mungkin berkata, “Marilah kita pergi ke Betlehem”. Ini membuktikan mereka sungguh-sungguh percaya Yesus sebagai Sang Juruselamat. Mereka orang sederhana, orang berdosa, menanti-nantikan Juruselamat yang sudah dinubuatkan para nabi zaman dulu yang digenapi pada saat itu. Mereka orang yang sangat membutuhkan pertolongan TUhan.
Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa mmbuat manusia menemui kebinasaan. Meninggal tanpa percaya Yesus adalah sia-sia. Saat ini Carlos Slim Helu dari Mexico yang bergerak dalam perusahaan telekomunikasi, merupakan orang terkaya di dunia. Hartanya 69 miliar dolar AS (dengan kurs Rp 10.000 / 1 dolar AS = RP 690 triliun!). Namun orang kaya belum tentu panjang umurnya. Dengan berbuat baik bukan berarti Allah akan memberi umur panjang (tidak menjamin orang yang terpanjang umurnya). Di Tiongkok , di daerah siu chen, bapak Lie mencapai 256 tahun dengan 12 generasi. Namun semua yang dimiliki dalam dunia tanpa Yesus akan sia-sia. Apa gunya memdapat harta di dunia tapi ketika mati, kita tanpa percaya dan menerima Yesus. Itu akan menjadi sia-sia. Dosa menyebabkan semua itu. Sehingga manusia putus hubungan dengan Alah dan tidak mungkin manusia mencari Allah. Kalaupun bisa mencari Allah, yang didapat bukan allah yang sesungguhnya.
Bukan para gembala mencari Tuhan, tetapi Tuhan yang mencari gembala melalui malaikat. Saat manusia jatuh dalam dosa , Allah berseru, “Hai manusia dimanakah engkau?” Tanpa bertanya, Allah sebenarnya tahu di mana manusia karena Allah Maha Tahu. Namun kenapa Tuhan bertanya? Itu membuktikan Allah yang mencari manusia. Saat percaya , hubungan kita kembali kepada Tuhan. Bila tidak , hidupnya tidak ada damai sukacita. Manusia berusaha untuk mendapatkan surga, Allah, damai, namun Firman Tuhan menjawab bahwa usaha manusia sia-sia (Ef 2). Berbuat baik itu sangat baik. Tidak ada agama yang mengajarkan kejahatan semua ajarkan kebaikan. Ini tidak bisa dipungkiri. Apakah benar perbuatan baik bisa menyelematkan orang ? Menyelesaikan dosa manusia?

Seorang ibu, 50 tahunan, bertanya, “Menurut Pak pendeta, apakah di luar Tuhan Yesus ada Juruselamat? Saya katakan, “Sesuai Alkitab, tidak ada.” “Kalau begitu egois dong, masa hanya Yesus?” . Lalu orang yang berbuat baik tapi tidak percaya Yesus, suka berderma pada fakir miskin, apakah tidak diselamatkan? Tanyanya lagi.  Saya menjawab, “Alkitab menjawab itu semua sia-sia!” Saya kemudian balik bertanya,”Ibu umurnya berapa?” Sang Ibu tidak enggan menjawab tapi saya taksir kira-kira 50 tahun. Saya bertanya lebih lanjut,”Ibu lebih banyak berbuat baik atau dosa? Coba ibu jawab setelah pikir.” Lalu ia menjawab dengan malu-malu, “Ya berbuat dosa.” Sudah jelas, usaha manusia tidak mungkin membawa orang mendapatkan hidup yang kekal. Dengan usaha manusia untuk mengalami natal tidak mungkin. Alkitab pun menjawab, sesuai Lukas 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Jawabannya hanya satu yaitu melalui Yesus Kristus. Tanpa membuka hati menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, tidak mungkin dapat hidup kekal.

Sebelum percaya Yesus, saya seorang penyembah berhala, penjahat yang cukup terkenal di Kalimantan (Sekura, dekat sambas). Saya punya gang (kelompok criminal) dan berapa kali masuk penjara. Mama saya menjual emas untuk menebus saya keluar dari penjara, karena saya pernah menancap musuh dengan tombak trisula. Setelah ditancap, bisa masuk tidak bisa keluar. Saya kemudian mengungsi ke Serukam, namun saya terus diburu polisi selama 3 hari. Tertangkap dan masuk penjara. Setelah ditebus mama, saya keluar dari penjara. Kemudian perbuat jahat lagi. Saya percaya pada dewa dan punya jimat 100 buah lebih. Saya kira semua itu bisa membaut saya lebih baik lagi. Suatu kali saya ingin bunuh diri karena hampa. Saya mengalami penolakan dari keluarga, koko, cici dan saudara yang lain tidak lagi menganggap saya saudara. Hanya Mama saja yang masih mengakui saya. Tetangga juga tidak mau mengakui. Gang saya menodong, merampok, mencuri di luar kota. Dulu zaman saya sulit dapat narkorba, jadi hanya minum minuman keras. Arak putih untuk 3-4 orang, saya habiskan sendiri semalaman. Suatu kali saya merasa hidup hampa sekali dan ingin bunuh diri. Waktu itu, saya ingin mengikat diri dengan batu lalu terjun ke sungai agar mati. Kalau ada gedung lantai 10 saya bisa naik bunuh diri. Tapi gedung yang ada di daerah saya hanya 2 lantai. Kalau lompat konyol. Ada juga teman yang minum baygon namun tidak mati. Ada yang minum cuka, tapi hasilnya konyol. Mati tidak hidup tidak. Karena rusak saluran makanannya, dia sangat menderita. Malam itu sewaktu saya pulang ke rumah, saya tidak lewat pasar seperti biasa, namun lewat gereja. Ada seorang teman di gereja itu yang melihat saya dan kemudian menarik saya masuk ke gereja. Karena ditarik masuk , saya masuk saja. Waktu itu sedang ada acara dari gereja yang diadakan di halaman gereja. Saya duduk di deretan belakang. Tuhan punya rencana. Waktu itu dipentaskan drama tentang surga dan neraka yang sangat hidup sekali. Seorang bapak yang berbuat baik, memberi sumbangan untuk membuat jembatan dan melakukan banyak kebaikan tapi ketika ketemu, Tuhan berkata, “Aku tidak mengenal engkau.” Iblis pun keluar, menangkapnya dan memasukannya  ke dalam neraka. Nerakanya dibuat pakai lampu sorot dan aktornya ditarik masuk  ke dalam. Lalu ada seorang wanita. Ia sering ke gereja dan sering melayani.  Sewaktu bertemu Tuhan, ia pikir akan masuk surga. Tetapi ketika ketemu, Tuhan berkata, “Aku tidak mengenal engkau”. Dan Iblis keluar dan menariknya lagi.” Kemudia seorang ibu tua keluar dan bertemu Tuhan. Tuhan bertanya, “Siapakah engkau?” Sang ibu menyebut namanya. Tuhan berkata, “Marilah masuk bersama Aku.” karena Sang ibu berkata, “Saya hanya orang sederhana. Waktu hidup mengabdi kepada Tuhan dan percaya sunguh-sungguh kepada Yesus.” Tiba-tiba 3 malaikat keluar dan membawanya masuk surga. Seorang pendeta keluar setelah drama selesai. Sang pendeta berkata,”Malam ini kita sudah menyaksikan drama tadi.” Lalu sang pendeta melanjutkan, “Saudara yang penjudi…..” sambil menunjuk-nunjuk. “Saudara yang pemabuk …..” sambil menunjuk-nunjuk. Saya merasa ditunjuk... saya pun bergeser tempat duduk ke sudut. Saya merasa kesal. Saya ingin mencari baru kecil dan mau lemparnya ke teman saya. Saya pikir, “Jangan-jangan dia yang kasih tahu pendeta tentang saya.” Akhirnya waktu pendeta menantang, “Siapa yang merasa hidupnya tidak  berarti, mengalami penolakan sebelumnya, ada pribadi yang bisa menolong engkau yaitu Yesus! Yang percaya angkat tangan!” Saya pun mengangkat tangan. Saya menangis dan sewaktu diminta ke depan, saya pun maju. Namun di tengah jalan, saya berontak. Ternyata pendeta itu punya kepekaan luar bisa. Memang dari ujung kaki tangan, saya punya banyak jimat. Saya kebal. Dipukul tidak apa-apa. Iblis yang ada dalam jimat tersebut berusahan menghalangi saya. Banyak yang memegangi saya, namun terpental semua. Saya kemudian dibimbing , “Apa di rumah banyak jimat?” Memang saya punya 2 kresek jimat. Jumlahnya 100 buah lebih. Jimat apapun ada. Termasuk jimat cari pacar. Saya dulu kurus dan jelek. Kalau saya baca mantra, “Aling” akan melihat saya ganteng seperti “Tau Ming Se”. Waktu itu saya dibimbing pendeta, dan saya merasa sukacita. Dari mingu ke minggu, bulan ke bulan, sampai saya bisa “melihat jalan Tuhan”. Saya membuka hati saya, percaya dan mengundang Tuhan Yesus masuk dalam hati saya. Tanpa proses ini tidak mungkin diselamatkan. Semua anggota keluarga saya kemudian menjadi Kristen. Bagi orang yang tidak percaya semuanya menjadi sia-sia. Kabar baik diberitakan. “Tuhan Yesus mengasihi Anda, supaya yang belum percaya, buka hati percaya Dia. Ambil keputusan buka hati dan percaya Dia, malam ini Anda akan mengalami natal dalam hatimu. Karena setelah mati tidak ada kesempatan.”

Sewaktu saya berkhotbah di gereja sebelumnya, ada seorang anak muda meninggal. Kematian terjadi secara tiba-tiba. Untunglah ia sudah percaya kepada Yesus. Apakah anda sudah membuka hati dan percaya Yesus sebagai Juruselamat pribadi?

2.    Mengalami perubahan secara totalitas
Ini syarat yang kedua. Dikatakan pada ayat 17 , “Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu” dan pada ayat 20 “Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.”. Para gembala sungguh-sungguh mengalami perubahan dalam hidup mereka. Minimal dalam ayat 17 ada 2 perubahan yang terjadi pada para gembala. Mereka membuka hati meresponi kasih Yesus. Mereka percaya. Lalu mengalami perubahan. Perubahan pertama, mereka tidak lagi berkata-kata tidak benar. Mereka memberitahukan kebenaran tentang Yesus. Mereka berubah secara totalitas. Mereka memuji dan memuliakan Allah. Dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Saya sangsi, kalau ada yang bilang aku orang Kristen tapi tidak berubah.

Ada seorang bapak yang anaknya masuk ke RS jiwa. Saya pergi membesuk ke RS jiwa.  Namun baru masuk selama 5 menit rasanya seperti  sudah lama karena suasananya. Tidak lama kemudian, saya pamit pulang.  Waktu keluar bertemua seorang bapak-bapak. Dia bertanya,” Pak. Bapak namanya siapa?” “Saya Benyamin”, sahut saya. Dia pun membalas,”Saya Andi.” Lalu dilanjutkan, “Bapak orang Kristen bukan?” Saya mengiyakan. Kemudian dia bertanya,”Pernah lihat Tuhan Yesus tidak?”  Saya tertegun. Lalu dia menambahkan,”Bapak datang sini tujuannya apa? Bapa pernah lihat Tuhan Yesus tidak?” “Tidak pernah,” akhirnya saya menjawab. “Pak. Tahu tidak? Saya juga Kristen. Saya sudah melihat Tuhan Yesus 9 kali. Mukanya mirip seperti di poster itu.” Sambil bercakap-cakap, saya melihat ada asap yang keluar dari belakang tubuhnya. Saya bertanya, “Bapak melihat Yesus sambil merokok?” Dia pun membalas,”Sejak dibaptis, saya sudah berubah semua. Sudah tidak lagi berjudi, bermabuk-mabukan dan  marah-marah. Hanya rokok yang belum bisa saya hilangkan.” Saya kembali bertanya, “Permisi tanya. Bapa melihat Tuhan Yesus, bukan? Itu gambaran manusia. Wajah persisnya kita tidak tahu. Saya seorang pendeta..” Ketika mendengar saya pendeta, dia kabur. Banyak yang mengaku identitasnya  sebagai orang Kristen tetapi dalam hidupnya tidak mengalami perubahan. Berapa banyak pasangan yang tidak saling percaya. Seorang suami datang kepada saya dan berkata, “Pak Pendeta, lihat istri saya ke gereja. Anda jangan melihatnya di gereja karena seperti malaikat. Tetapi kalau Bapak datang ke rumah saya, Bapak bisa lihat.” Saya panggil keduanya bersama istri saya. Setelah 1 tahun dibimbing mereka berubah sehingga mertuanya juga percaya. Itu bukti. Saya berdiri di mimbar ini  karena mama saya. Mama sayalah yang percaya Yesus pertama kali di keluarga. Dulu ia seorang penyembah yang sangat “toto” (konservtatif). Saat bisnis  bangkrut , ia lari karena hutang. Saya , adik dan koko mengalami kepahtian dengan papa yang seolah tidak bertanggung jawab. Lalu mama ingin membagi-bagi ke tujuh anak-anaknya ke sanak famili. Saya di tengah, 3 orang di atas saya, 3 orang di bawah saya. Mama saat itu berumur 39 tahun. Waktu mama berencana membagikan anak ke keluarga dan kemudian ke Taiwan karena ingin menikah lagi. Puji Tuhan, Tuhan mengasihi mama, melalui istri pendeta. Tiap kali datang, ia menceritakan Yesus. Ia begitu sabar. Walau ditolak, ia tetap sabar. Ternyata istri pendeta terus mendoakan mama, sehingga mama ambil keputusan percaya Yesus dan sejak itu saya melihat perubahan, sejak percaya sampai meninggal (umur 59 tahun)  saya melihat kesungguhan mama yang luar biasa. Saat mengalami kesulitan dalam pekerjaan, ia tidak mencari paranormal atau dukun. Saat usaha restorannya berhasil, ia disantet. Dari sayur yang dihidangkan keluar kalajengking , kecoa dll. Mama stress dan pelanggan kabur. Lalu ia berlutut di tempat tidur menyanyi halleluya 12x dan berdoa minta pertolongan Tuhan Yesus. Akhirnya pelakunya tertanggkap dan dijebloskan penjara. Bukan hanya restoran mama tetapi juga restoran lain.

Waktu mama percaya Yesus, setiap hari ia berdoa untuk papa dan untuk ke tujuh anaknya agar  berhasil dan percaya Tuhan Yesus. Dari tahun ke tahun, koko, cici, adik, juga papa satu per satu percaya. Papa 8 tahun kemudian kembali. Semua hutangnya diluansi mama. Malam hari waktu papa kembali, saya kira maling. Ia menggedor pintu, tapi tidak membuka suara. Saat itu belum ada PLN , yang ada hanya listrik swasta. Ternyata waktu disenter ternyata papa. Hitam, bahkan hampir tak kelihatan. Papa dulu menonjok mama, saya tidak bisa menerima, ternyata mama saya juga salah. Saat papa minta dibukakan pintu di malam hari, suara mama lebih keras. Maka nenek dari pihak mama galak luar biasa, preman saja takut dengan nenek. Papa merasakan perubahan mama. Mama berkata, “Karena Yesuslah hutangmu bisa dibayar, anak-anak percaya.” Saya yang terakhir dari keluarga yang percaya Yesus yakni pada tahun 1991. Sedangkan papa tahun 1980-an. Ketika percaya dan dibaptis, mama menangis. Dia bilang, “Lebih baik kamu sekolah pendeta”. Saya bilang, “Tidak mau, karena mau menjadi bisnisman.” Tapi rancangan Tuhan beda. Saya berubah dan percaya Yesus dan akhirnya hidup saya berubah. ½ tahun membuktikan saya berubah. Saya dibimbing pendeta, saya bersyukur kalau tidak kembali lagi.  Tuhan mengubah saya dari hari ke hari. Saat  kuliah di SAAT saya sempat difitnah oleh kakak tingkat sehingga keakuan saya muncul kembali. Namun ada teman yang membimbing saya. Kita butuh rekan-rekan untuk mendukung perkembangan rohani kita. Yesuslah penolong, apa yang jadi kekuatiran kita. Saat percaya Yesus akan terlihat perubahan. Banyak yang percaya, orang yang terkena narkoba secara manusiawi tidak bisa sembuh, namun Yesus sanggup mengubahnya. Kita semua percaya Tuhan Yesus. Itulah makna natal sesungguhnya.


Saturday, December 15, 2012

Reaksi terhadap Natal

Ev Yenny
Mat 2:1-12
1  Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2  dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
3  Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
4  Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
5  Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
6  Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
7  Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
8  Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
9   Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
10  Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
11  Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
12  Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Luk 2:9,15-16,20
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
15  Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
16  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Pada tanggal 17 Agustus 2008 bertepatan dengan hari kemerdekaan RI, ada ratusan wartawan berbondong-bondong pergi ke Rumah Sakit yang elit, terkenal dan mahal di kawasan Pondok Indah. Mereka berkumpul di sana bukan untuk meliput para dokter, suster, karyawan rumah sakit mengikuti upacara bendera. Ada berita lain yang dinanti-nantikan untuk diberitakan ke rakyat Indonesia, yakni kelahiran bayi secara Caesar. Bayi ini tidak punya pengaruh, kuasa, jabatan, dampak bagi bangsa Indonesia, tetapi sangat diharapkan berita kelahirannya. Almira Tunggadewi Yudhoyono, putri dari Agus Harimuti dan Anisa Pohan, yakni cucu pertama dari presiden SBY. Almira tidak punya jabatan dalam kepresidenan, tidak punya gelar dalam kepemimpinan di Indoneisa. Tetapi karena pengaruh sang kakek, ia menjadi bayi yang dinanti-nantikan wartawan. Kelahirannya  disambut begitu luar biasa oleh banyak orang. Beritanya muncul di TV dan surat kabar selama berhari-hari. Begitu banyak yang memberi ucapan selamat kepada SBY. Melihat semua kejadian ini adalah hal yang normal apalagi SBY adalah presiden RI. Umumnya semua keluarga melakukan hal yang sama dalam menantikan kelahiran bayi. Yang menyedihkan adalah kelahiran seorang bayi yang tidak diberikan penyambutan sesuai yang diharapkan. Dalam Perjanjian Lama telah dinubuatkan akan kelahiran seorang Raja, Mesias, Penebus. Mendengar adanya seorang raja akan lahir, yang ada di pikiran kita : raja akan lahir di tempat yang mewah. Tetapi kenyataannya tidak. Raja ini tidak lahir di kawasan elit, di rumah sakit yang megah, di istana, atau di hotel berbintang. Namun seorang raja yang harus lahir di tempat yang hina yang orang semiskin-miskinnya tidak mau melahirkan di tempat demikian. Itulah yang dialami Raja di atas segala raja. Lahir di tempat yang tidak layak. Tidak ada sambutan yang meriah seperti layaknya kelahiran seorang bayi. Suatu realita yang terbalik dari kita bayangkan. Apa yang seharusnya diberikan, tetapi tidak diterima Raja (Yesus) ini. Menghadapi kelahiran Yesus di tempat yang hina, apa respon kita? Sudah pasti pemikiran kita :  tidak layak. Tetapi apakah respon itu benar-benar menjiwai hati kita , ketika mengatakan tidak layak?

Respon (reaksi) orang mendengar kelahiran Tuhan Yesus Kristus

1.       Orang-orang Majus. Mereka orang yang sangat terkenal, orang pandai, punya ilmu lebih dari orang biasa. Apa yang mereka miliki dalam bentuk penyelidikan (apa yang diketahui harus diselidiki). Bukan Yahudi (orang asing), mereka datang dari TImur yang dikenal dengan ilmu sihirnya. Mereka tahu ilmu perbintangan atau peramal mimpi. Mereka tahu apa yang tertulis dalam Perjanjian Lama bahwa akan lahir seorang Raja. Itu membuat mereka penasaran ingin membuktikan kebenarannya. Ketika melihat bintang mereka sangat penasaran. Pergilah mereka ke suatu kota tetapi rasa kecewa yang dijumpai. Kalau Raja yang lahir kenapa tidak ada pesta yang menyambutnya? Mereka menghadap Herodes untuk mengetahui Raja yang lahir. Namun Herodes tidak mampu menjawab pertanyaan mereka. Mereka kecewa, tetapi tidak menutup semangat mereka akan berita yang mereka dapat. Mereka membiarkan diri untuk dituntun oleh bintang. Keberhasilan menemukan Raja kecil bukan dari penyelidikan yang mereka lakukan, tetapi bintang lah yang menuntut kepada Yesus. Saat bertemu Yesus yang diyakini sebagai raja, mereka bersujud dan memberikan persembahan. Ketika mereka pergi ke istana untuk bertemu Raja Herodes, mereka tidak melakukan hal yang sama. Namun ketika melihat Yesus yang tidak berada di istina, mereka menyembahNya!  Ini menandakan bahwa orang Majus yakin, bayi yang mereka lihat adalah Penebus umat manusia. Mereka melihat kemuliaan dan sifat keilahian Yesus terpancar. Sehingga tidak mampu mereka berkata-kata. Melihat anak itu mulut mereka tertutup. Tetapi hati mereka terbuka. Mereka percaya dan yakin, apa yang mereka dengar dan lihat tidak ada kalimat yang diucapkan selain sujud menyembah. Di sinilah terjadi perjumpaan Allah dan manusia. Ketika melihat Yesus, hati mereka terbuka menerima Yesus yang lahir. Hati yang dipersembahkan kepada Sang Raja itu. 

2.       Herodes. Dia adalah raja yang terkenal kejam, jahat dan melakukan apa saja untuk mempertahankan kerajaannya. Ia rela membunuh istri, anak dan siapapun untuk itu. Karena dengan susah payah ia menjadi raja, maka tahta itu tidak boleh beranjak darinya. Tidak heran ketika orang Majus bertanya tentang Raja yang lahir, ia sangat marah. Bukan karena ia tidak mampu menjawab pertanyaan yang mudah, tetapi Raja yang lahir menjadi ancaman baginya sebagai raja. Betapa kagetnya dia, karena ada raja lain selain dirinya. Bagi Herodes tidak boleh ada raja yang lain selain dirinya. Itu ancaman yang besar bagi kekuasaannya. Herodes, memang seorang raja. Tetapi ia tidak terlahir sebagai raja. Kristus , Dia adalah Raja, Dia terlahir sebagai Raja. Itulah perbedaan mereka. Herodes tahu persis akan hal itu. Bahwa kekuasaannya sedang tergoncang. Sehingga ia mencari informasi. Ketika tidak mendapat informasi, ia melakukan hal lain yang menguntungkan kekuasaannya. Herodes memberikan perintah bahwa bayi laki-laki harus dibunuh.  Tujuannya hanya satu agar tahta raja tetap miliknya. Bagi Herodes, kelahiran Tuhan Yesus berbahaya bagi dia. Ancaman yang besar harus disingkirkan. Ia tidak ingin hal itu terjadi baginya. Beberapa bulan lalu, saat retreat STT Amanat Agung, masing-masing kelompok memainkan drama kecil tentang hamba Tuhan dan majelis di dalam gereja. Saya tertarik dengan salah satu drama yang dimainkan. Ceritanya ada hamba Tuhan yang baru masuk pelayanan dianggap sebagai ancaman bagi hamba Tuhan yang senior. Diceritakan hamba Tuhan senior melakukan banyak hal untuk menyingkirkannya. Berhasil!  Sang hamba Tuhan junior tersingkir. Hamba Tuhan senior bangga luar biasa, tahta dan kekuasaannya tidak terkutak-katik oleh hamba Tuhan junior. Itulah yang terjadi dalam diri Herodes. Tidak ingin disingkirkan, dia lakukan segala cara untuk bertahan dalam tahtanya.

3.       Para gembala. Pada masa itu, gembala adalah orang yang tersingkirkan di antara orang Yahudi. Orang yang berprofesi sebagai gembala : bodoh, tidak terdidik, tidak jujur, dan pekerjaannya tidak masuk hitungan. Mereka tidak boleh menghadiri ibadah dan tidak boleh memberi kesaksian. Mereka sering berpindah tempat yakni di padang gembala bersama ternak mereka. Mereka bukan orang yang masuk hitungan, itu menurut pandangan manusia. Tetapi yang tidak masuk hitungan itulah yang mendapat anugerah Allah, mendapat kesempatan melihat bayi Kristus yang lahir. Mereka yang pertama mendengarkan berita natal yaitu berita kelahiran Yesus. Ketika malaikat Tuhan datang menghampiri dan mengabarkan kelahiran Yesus, mereka ketakutan. Mereka tahu diri, dan tahu statusnya sebagai gembala. Sehingga tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka, suatu saat mereka akan bertemu dengan malaikat Tuhan.  Tetapi ketika hal itu terjadi, itu hal yang tidak masuk akal bagi mereka. Sesuatu hal yang wajar ketika melihat mereka terkejut. Tetapi ketika mendengar berita itu, mereka bergegas pergi mencari dan menemukan apa yang didengar dari malaikat tersebut. Mereka cepat-cepat berangkat (ada yang menterjemahkan : berlari sekencang-kencangnya) untuk membuktikan apa yang mereka dengar. Mereka antusias sekali untuk membuktikan berita itu dan tidak membuang-buang waktu. Ketika melihat bayi itu sesuai dengan berita yang didengar, keterkejutan mereka diganti sukacita yang besar. Tetapi tidak sampai di situ saja. Sukacita itu diteruskan dengan memuji Allah. Dan disampaikan kepada orang-orang. Bagaimana mereka orang yang disingkirkan tetapi percaya. Bagi orang lain mungkin mendengar berita itu tidak tersentuh, tetapi bagi mereka itu berita yang menyentuh hati dan hidup mereka. Dengan melihat bayi itu mereka diubah hidupnya. Mereka melihat Sang Pengubah lahir dan mereka diubah oleh Yesus Kristus. Ada sukacita yang besar dipersembahkan kepada Allah. Ada pujian dan kemulian yang dikembalikan kepada Allah. Ada syukur saat orang yang disingkirkan melihat kerajaaan Allah.

Saat kita melihat diri kita, saat tahu 1 Desember adalah bulan memasuki natal, kita bertanya dalam diri kita sendiri, kita bertanya seberapa besar kita mengerti berita natal? Apakah di dalam hati dan pikiran kita, mendengar kata natal identik dengan hadiah  , perayaan yang megah, satu suasana yang penuh sukacita? Dengan demikian kita tidak meresponsi dengan sungguh-sungguh bahwa hati kita punya tempat untuk kelahiran Tuhan Yesus. Ketika tahu perayaan natal, ada sautu perayaan yang besar karena kelahiran Juruselamat. Tetapi sudahkah Juruselamat itu lahir dalam diri kita? Ketika Yesus lahir dalam palungan, adakah hati kita sudah menjadi palungan untuk kelahiran Yesus? Adakah kita yang tidak layak ini, membiarkan Yesus lahir dalam hati kita? Ataukah hati kita seperti Herodes, kelahiran Yesus hanya sebagai berita, dan tahta dalam diri kita tidak ingin digantikan oleh tahta Yesus Kristus. Kita meresponsi natal dengan sukacita tetapi dalam hati kita, namun membiarkan tahta kita bertahta dalam diri kita? Apakah itu yang kita inginkan berikan kepada Yesus? Meresponi ketika Yesus lahir dalam dunia ini, jadikan hati kita seperti palungan tempat kelahiran Yesus. Singkirkan tahta kita, dan biarkan tahta Kristus dalam hati kita. Itulah respon yang harusnya diberikan kepada Dia. KelahiranNya bukan sekedar kelahiran tetapi membawa perubahan dalam hidup kita. Kelahirannya ada di dalam hati kita.