Sunday, April 14, 2013

Giatlah Selalu Dalam Pekerjaan Tuhan

Pdt Heri Kwok

1 Kor 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Suatu kali saya pergi ke Yogyakarta, melihat Keraton Yogya dan bertemu abdi dalam (orang yang melayani di keraton). Bapak tersebut berusia 60-an dan sudah melayani keraton sekitar 40 tahun. Walau sudah bekerja  40 tahun gajinya tidak lebih dari UMR. Sebuah angka yang tidak masuk diakal , sangat minim untuk orang yang bekerja 40 tahun. Namun dia berkata, gaji tersebut mencukupi hidup keluarganya. Bagi abdi dalam bekerja di keraton merupakan kebanggaan dan kemuliaan untuk melayani Sultan.  Saya cukup terperangah, karena ia bangga melayani sultan selama 40 tahun. Meskipun gaji secara ukuran manusia tidak layak, tetapi ia merasa bangga dan mulia. Kebanggaan dan kemuliaan kepada Sultan membuat saya berpikir pada tulisan Rasul Paulus pada 1 Korintus 15:58. Ayat 58 merupakan ayat penutup tentang perikop kebangkitan kepada jemaat.

Ada 3 penekanan pada kebangkitan.
1.       Kebangkitan Kristus (ayat 1-11). Rasul Paulus menyampaikan bahwa karena Kristus bangkit maka iman kita ada dasarnya. Pada ayat 2 dikatakan kamu diselamatkan asal kamu berpegang teguh pada Injil. Kebangkitan Yesus bukan mitos tetapi fakta karena Dia menyatakan diri kepada orang-orang.
2.       Kebangkitan kita sebagai orang percaya (ayat 12-24). Bagi Rasul Paulus kematian dan kebangkitan Yesus merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan yang menyatakan kemuliaan TUhan Yesus sendiri. Dasar iman kita adalah Yesus yang mati dan Yesus yang bangkit sesuai dengan Kitab Suci. Jika Kristus mati tapi tidak dibangkitkan, maka kematian mengalahkanNya. Tetapi tidak mungkin ada kebangkitan bila tidak ada kematian terlebih dahulu. Oleh sebab itu, kematian dan kebangkitan tidak bisa dipisahkan dan menjadi dasar bagi iman orang percaya. Itu sebabnya bila ada orang yang meragukan , itu yang membuat Rasul Paulus bingung. Karena kalau Kristus tidak bangkit, semua yang menaruh percaya menjadi sia-sia. Sia-sia karena iman menaruh kepercayaan pada Dia yang dijanjikan bangkit tetapi tidak bangkit. Rasul Paulus mengatakan bahwa bila Dia tidak bangkit maka sebagai pemberita Injil ia berbohong. Kriteria menjadi rasul adalah menyaksikan keberadaan Yesus. Rasul Paulus berkata bahwa kalau saya sebagai saksi yang melihat Yesus bangkit tapi tidak memberitakannya, saya akan jadi pembohong besar.  Bagi rasul ini perkara penting, pemberitaan bukan perkataan manusia tapi firman Tuhan. Itu sebabnya jika pemberitaan berdasarkan perkataan orang dan saya pembohong, tidak mungkin membawa pembaharuan. Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka semua orang terdahulu yang sudah mati yang menaruh pengharapan kepadaNya, akan sia-sia. Kalau kita punya keyakinan pada Kristus yang bangkit tapi tidak bangkit, maka kita menjadi orang yang paling malang di dunia. Paling malang dibanding dengan orang dunia yang hidup dengan sembrono dan menikmati dunia kalau orang percaya setelah mati tidak mendapatkan surga. Itu sebabnya kalau kita menaruh harapan pada Kristus yang tidak bangkit, maka kita paling malang dari semuanya. Itu sebabnya pada ayat 20 tertulis,” Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang lain.” Puji Tuhan itulah berita yang menjadi dasar dari iman : Kristus sudah bangkit!
3.       Kebangkitan tubuh. Sekarang Rasul Paulus berbicara tentang bagaimana orang percaya hidup di dunia lalu masuk ke dalam kekekalan. Orang yang mati dalam Kristus , ia akan bersama dengan Allah. Di dalam kebersamaan dengan Allah mengubah tubuh kita yang fana menjadi tubuh kebangkitan.  Jadi tubuh yang hina , hancur karena kematian sekarang bangkit dengan tubuh kemuliaan yang Allah berikan.  Rasul Paulus waktu menulis ini, ingin mengatakan kepada orang yang punya filsafat tentang manusia yang telah mati. Filsafat manusia : setelah manusia mati, maka berhentilah keberadaan dirinya. Maka tinggallah rohnya yang kembali pada penciptanya. Itu sebabnya dalam filsafat Yunani tubuh dianggap jahat karena memenjarakan yang rohani dan setelah mati yang rohani kembali kepada penciptanya. Bagi Rasul Paulus , konsep kristiani tidak seperti ini. Waktu mati kita akan mengenakan tubuh yang Allah berikan. Kita tidak akan melayang-layang seperti roh yang gentayangan. Karena tubuh kebangkitan seperti Kristus yang dinyatakan dalam diri orang percaya adalah tubuh kemuliaan. Waktu Rasul Paulus berbicara akan berjumpa dengan Allah, maka kita akan menikmati yang luar biasa itu.

Bagi Rasul Paulus kemuliaan tidak bisa dibandingkan dengan apapun di muka bumi. Bagi rasul Paulus, ia hanya bisa membalas cinta Tuhan dengan hidup yang melayani. Itu sebabkan dalam ayat 59 dikatakan “Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan”. Bagi Rasul Paulus, karya Kristus yang mati dan dibangkitkan dengan tujuan untuk orang yang ditebus. Memang tujuan Kristus yang utama, memberikan pendamaian kepada Allah melalui penghapusan dosa kita. Tetapi bukan sampai di sana lalu berhenti setelah jadi orang-orang yang diselamatkan. Pemahaman ini penting, setelah kita diselamatkan lalu tidak tahu selanjutnya, maka kita tidak mengerti keselamatan yang sejati. Bagaimana Yesus mati dengan mengerikan,lalu bangkit  mempunyai arti bagi orang percaya. Dia ingin orang tebusan menyatakan diri dalam hidupnya sebelum dipanggil dalam pelayanan. Ada banyak orang Kristen setelah dibaptis, hidup hanya di sana. Yang penting, setiap minggu di gereja, memberikan persembahan, perpuluhan, lalu selesai. Hal tersebut tidak salah, tetapi belum cukup untuk mengerti kekristenan. Orang yang diselamatkan harus menyatakan kemuliaan Tuhan dengan melayani Tuhan sebagai respon yang tepat. Kalau orang dunia seperti abdi dalam bisa melihat hal yang fana dia mau melayani Sultan dengan luar biasa. Bagi Rasul Paulus kebangkitan merupakan kemuliaan yang luar biasa sehingga kita melayani dia dengan sungguh-sungguh. Waktu kita percaya pada Kristus, itu karya Dia melalui Roh Kudus. Kita tidak bisa percaya kepada Dia kalau tidak melalui Roh Kudus. Saya lahir baru setelah sekolah di fakultas hukum. Saya mengalami lahir baru sewaktu dicelikkan saya membutuhkan Kristus dalam hidup saya. Setelah tahu diselamatkan, apa tindakan saya? Apa respon saya, setelah tahu Dia mati buat saya? Apakah kita hidup seperti biasa-biasa saja? Rutin  bangun tidur, aktivitias, tidur lagi, minggu ke gereja seperti biasa? Kalau itu yang kita miliki, karya Kristus sangat kasihan sekali. Bagi Rasul Paulus, untuk kemuliaan yang akan diterima kelak ia harus meresponi dengan melayaninya seumur hidupnya. Di gereja, waktu masuk periode pencarian majelis, alasan yang diberikan jemaat banyak sekali. Saat disampaikan, “Bapak, nama bapak tercantum dalam daftar pilihan , apakah bapak bersedia melayani di gereja?” Dijawab,”Terima kasih Pak Pendeta, nama saya telah dipikirkan jemaat namun saya tidak bisa.” “Kenapa tidak bisa?” tanya saya. Lalu dibilang, “Pekerjaan banyak di kantor , pulang malam sehingga takut tidak bisa melayani Tuhan.” Ada lagi seorang ibu yang namanya terpilih berkata, “Saya tidak bisa melayani Tuhan karena sehari-hari melayani suami dan anak-anak sudah sibuk sehingga tidak bisa melayani Tuhan.” Saya jadi pikir, apa suami dan anak buat dia pusing sehingga tidak bisa melayani? Suatu kali seorang hamba Tuhan menawarkan jemaatnya untuk ambil bagian dalam pelayanan. Jemaat tersebut benar-benar masih energik dan mempunyai kemampuan yang luar biasa sehingga ditawarkan pelayanan. Waktu itu dia jawab, “Saya sibuk, banyak urusan saya sehingga saya tidak bisa melayani.” Hamba Tuhan tersebut bercerita jemaat tersebut kemudian terkena stroke dan  waktu dia sakit berdoa kepada Tuhan, “Kalau Tuhan sembuhkan ,saya mau melayani Tuhan.” Saya teringat kisah orang yang terombang-ambing di dalam gelombang laut berdoa, kalau diselamatkan mau memberikan kerbau. Setelah perahu sudah mau sampai daratan, “Tuhan saya akan memberikan kambing.” Begitu selamat, ayam saja yang saya berikan. Lalu ayamnya ternyata juga lupa dikasih kepada Tuhan. Kenapa? Karena sudah selamat. Sang jemaat tadi berdoa, “Tuhan kalau sudah sembuh, saya akan melayani.” Puji Tuhan, Tuhan kasih sehat. Tapi strokenya membuat dia berada di kursi roda. Lalu ia bilang, “Pak saya ingin melayani Tuhan.” Sekarang yang bingung pendetanya. Bingung karena mau kasih pelayanan apa? Waktu anda sehat, saya akan kasih pelayanan banyak, sekarang di kursi roda bingung mau kasih apa. Sebagai hamba Tuhan, ia berkata, “Bapak ikut ambil bagian dalam mendoakan. Doa itu bukan sesuatu yang remeh, setelah sakit baru berdoa. Jika punya konsep seperti itu, persekutuan doa akan sepi. Karena persekutuan doa kumpulan orang sakit yang hanya bisa berdoa. Dulu waktu ada kesempatan yang banyak ia tidak gunakan. Rasul Paulus mengatakan, belum tentu kesempatan datang dua kali. Maka giatlah dalam pekerjaan Tuhan karena kemuliaan itu luar biasa sekali. Kalau kita sudah jadi orang diselamatkan, berpikirlah apa yang harus kamu berikan. Roma 12:1 “Berikan diri sebagai persembahan yang harum bagi Tuhan”. Itu sebabnya dalam ayat 58 ayat penutup yang menegaskan kepada kita. Imanmu dan iman saya tidak sia-sia. Dan kemuliaan yang Allah berikan kepada kita sangat luar biasa (mulia). Mari pikir bagaimana bisa melayani Tuhan dalam hidup saya.
Ayat ini meneguhkan bagi tiap orang yang melayani : giat selalu dalam pekerjaan Tuhan. Melayani Tuhan tidak selalu sesuatu yang indah.  Waktu masuk pelayanan, jangan kaget. Dalam pelayanan itu banyak sekali kita menemukan boroknya. 
Mulai dari rohaniawan. Dulu waktu saya belum pelayanan , jadi pendeta itu baik sekali. Tetapi begitu tahu saya tidak berani ngomong lagi. Dari luar sang pendeta bagus sekali, tetapi begitu melayani bersama, saya bingung dengan konsep sang pendeta. Jadi kalau jemaat tentang itu, berarti sedang bicara tentang saya. Maka ada yang berkata, kalau begitu lebih baik tidak pelayanan. Atau rekan majelis / aktivis melihat rekannya bermasalah, mulai menjadi lemas. Ada seorang anak Tuhan yang ditawarkan melayani, mengatakan majelis hidupnya tidak menjadi berkat.  Jadi seringkali , yang melayani melihat titik-titik kelemahan. Tetapi Rasul Paulus minta kita melihat kemuliaan yang begitu agung. Kemuliaan tersebut tidak bisa dibandingkan dengan apa yang kau lihat dalam dunia ini. Memang engkau melihat banyak kelemahan dalam pekerjaan Allah yang seringkali dilemahkan oleh manusia. Tetapi bagi rasul Paulus tidak menjadi penghalang melihat kemuliaan yang begitu agung. Ayat ini membawa hamba Tuhan, aktivis melihat kemuliaan. Peristwia Jumat Agung dan Paskah mengantar kita melihat kemuliaan yang luar biasa.
Dr Stephen Tong berkata,”Seorang yang melayani Tuhan hanya punya satu kata yaitu PERGI!”. Dan tidak berpikir untuk pulang artinya dalam diri orang yang melayani Tuhan hanya punya satu konsep waktu Tuhan perintahkan pergi, maka ia pergi. Waktu Tuhan suruh bekeja, maka bekerja yang dilakukan. Pergi dan bekerja. Jangan pikir meninggalkan pelayanan saat melihat kesulitan.
Rasul Paulus maka berkata, “Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan oleh karena dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payah kita tidak sia-sia”. Ayat ini tidak berkata ada timbal balik dalam melayani Tuhan. Kalau melayani Tuhan, maka usaha kita akan makmur. Kalau melayani Tuhan, maka kita akan naik pangkat, rumah tangga akan harmonis dan semuanya diberkati. Ayat ini tidak bicara, kalau melayani Tuhan, Tuhan balas kita. Hanya dikatakan jerih payahmu tidak sisa-sia, artinya Tuhan terima. Sekecil apapun pelayanan kita, Dia terima. Saya punya jemaat yang berusia 90 tahunan, jalanan nya pun sudah bongkok sekali tetapi matanya masih awas. Saat saya datang ke gereja, dia selalu memanggil saya dan memberi salam, “Pdt Heri, saya selalu doakan kamu.” Waktu dia ngomong, saya terharu sekali. Kalau saya pikir, “Mendoakan saya apa sih artinya dibandingkan dengan melayani mimbar?”. Sepertinya tidak sebanding. Tetapi di mata Tuhan itu diperhitungkan. Itu diterima. Melayani Tuhan itu sesuatu yang luar biasa. Sangat indah dan mulia karena Tuhan disenangkan. Itu sebabnya jemaat yang melayani akan “hidup”. Saya tidak bicara gereja ini mati, saya bicara tentang bangku yang harus diisi. Jiwa itulah yang harus ibu-bapak layani. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengatakan , “Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan”. Karena dia tidak mau umat Tuhan tidak menghargai karya Tuhan di kayu salib. Mari lihat tempat kita melayani. Tiap-tiap orang mulai memikirkan saya mau melayani. Kalau hati mau melayani, Tuhan memampukan untuk melayani. Kesempatan belum tentu dua kali. Maka hargai hidup dengan sebaik-baiknya, biarlah hidup kita melayani sampai Dia memanggil kita.

Sunday, April 7, 2013

Sukacita dan Damai

Pdt Liem Ie Liong

Yohanes 20:19-23
19  Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20  Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
21  Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
22  Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
23  Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

 Yoh. 14:27
 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Filipi 4:4.
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Pendahuluan.
            Hari ini banyak orang yang stress, yang memerlukan terapi dengan tertawa. Tertawa tidak sama dengan sukacita. Untuk menghilangkan stress, ada yang dengan tertawa, sehingga nonton film yang lucu agar tertawa.
            Beberapa perempuan pergi ke kubur Yesus pagi-pagi hari , masih dalam suasana sedih, tiba-tiba malaikat Tuhan berkata, “Dia tidak ada di sini, sebab Dia telah bangkit, sama seperti yg telah dikatakanNya.” Berita kebangkitan Yesus  membuat mereka berubah, yaitu mereka memperoleh sukacita (kesedihan mereka diubah menjadi sukacita) dan Yesus mengubah ketakutan mereka, dengan memberikan salam… “damai sejahtera”. Berita kebangkitan yang memberi mereka sukacita harus diberitakan kepada murid-muridNya. Lalu Yesus juga menampakkan diriNya kepada murid-muridNya dan berkata, “damai sejahtera bagi kamu”.  Dan setelah mereka menerima salam damai sejahtera itu, lalu Yesus menunjukan bekas paku di tanganNya dan bekas tombak di lambungNya kepada murid-muridNya. Firman Tuhan  mengatakan ,” Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat TUHAN YESUS  sudah Bangkit (Ia sudah Hidup )”.

Mengapa ada orang Kristen yang kehilangan sukacita? Mengapa ada orang Kristen yang kehilangan damai sejahtera? Karena tidak hidup dalam kemenangan, tetapi sebaliknya hidup dalam kekalahan, yaitu jatuh dalam dosa/berbuat dosa lagi. Sehingga orang Kristen tidak memiliki sukacita dan damai sejahtera.
      
Setelah Yesus terangkat ke Sorga, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Saudara sukacita mereka diwujudkan dengan mereka senantiasa berada di dalam bait Allah dan memuliakan Allah. Sukacita yang mereka alami , membawa mereka menyembah Allah di  bait Allah dan memuliakan Allah dengan memuji Allah.

Lihat Mazmur 32:11.  Bersukacitalah dalam Tuhan, bersorak-soraklah orang-orang benar dan orang-orag jujur. Sukacita itu dialami oleh orang-orang benar/orang-orang jujur.  

Sukacita kita karena kehadiranNya. (Yoh. 15:11 “Semua ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh”). Tuhan memberikan sukacita di hati kita, bukan dari luar diri kita  atau dari dunia ini. Ketika kehadiranNya kita rasakan di dalam persekutuan kita dengan Tuhan Yesus.
Yesus  menyediakan sukacita  bagi kita, bukan dari dunia ini.
Bagaimana kita mentaati tuntutan Yesus, Bergembiralah  karena dunia membenci kita dan Bersukacitalah karena kita mengalami penganiayaan/penderitaan karena namaNya. -Lukas 6:22-23.  Kita harus memperhatikan fakta bahwa Yesus menyerahkan diriNya untuk mati demi pengampunan dosa kita – pengampunan akan kegagalan kita yang seharusnya bersukacita di dalam Dia.
 Pada perjamuan terakhir, Ia mengambil cawan dan berkata, “inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (Mat. 26:28). Inilah alasan yang utama Ia datang: “ Anak Manusia datang… untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mrk. 10:45). Maka sukacita kita mempunyai dasar yang kuat yakni  Yesus mencurahkan darahNya agar kegagalan kita untuk bersukacita di dalam Dia dapat diampuni. Jadi Yesus mati untuk menyediakan sukacita bagi kita. Ketika MANUSIA BERDOSA berdamai dengan Allah.

Rasul Paulus dalam Filipi 4:4 mengatakan,”Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan, sekali lagi ku katakan bersukacitalah.” Tidak ada limit (batasan) pada intensitas sukacita di dalam  Tuhan Yesus. Rasul Paulus menulis surat Filipi ketika ia ada di dalam penjara, tetapi di dalam penjara ia dan silas dapat memuji Tuhan. Rasul Paulus bersukacita di dalam keadaan ia tidak enak di dalam penjara, tapi ia tetap bersukacita.

Pada  1 Petrus 5: 7 Masalah kekuatiran, membuat kita kehilangan sukacita.
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Inilah yang dijanjikan Tuhan, ketika kita menyerahkan segala kekuatiran kita, maka ada kedamain  yang sejati. (bukankah ini juga sudah diajarkan Tuhan Yesus dalam kotbah di Bukit dalam matius 6. Jangan kuatir akan apa yang kita makan, minum dan pakai, dan jangan kuatir akan haris esok. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Ini merupakan jaminan yang Tuhan berikan kepada kita,   Orang Kristen yang percaya pada pemeliharaan Allah, akan mendapatkan damai sejahtera.
Ada seorang raja yang akan memberikan hadiah pada seniman yg dapat membuat suatu lukisan terbaik tentang kedamaian. Banyak seniman yang mencobanya. Raja melihat hasil semua lukisan-lukisan itu. Tetapi hanya ada dua yang ia suka, dan ia harus memilih salah satu di antaranya. Salah satu lukisan menggambarkan danau yang tenang. Danau itu bagaikan cermin yang sempurna bagi gunung-gunung yang menjulang tinggi di sekelilingnya. Di atasnya langit biru dengan awan di sana-sini. Semua orang yang melihatnya akan berpendapat itulah lukisan yang sempurna tentang kedamaian. Lukisan yang satu lagi menggambarkan gunung-gunung juga, tetapi tampak tegak, angkuh dan kasar. Langit  hitam berawan gelap, ada halilintar di situ. Di bawah  ada air terjun yang airnya bergejolak. Tampak tak ada kedamaian sama sekali. Tetapi raja melihat di belakang air terjun ada sarang burung, Diantara riak gejolak air, duduk seekor induk burung yang  sedang memberi makan pada anaknya dengan penuh kedamaian. Lukisan yang mana yang Anda kira akan menang? Raja memilih lukisan yang kedua.  Karena kata raja,  damai bukan berarti tempat yang tidak ada kegaduhan, permasalahan dan kerja keras. Kedamaian berarti  bila di tengah-tengah semuanya itu tetap ada ketenangan di hati dan tanpa kuatir. Itulah makna sejati kedamaian.

Kekuatiran adalah upaya untuk melindungi diri seperti selimut. Dengan kuatir seolah-olah kita berjaga-jaga. Kekuatiran itu seperti alarm dan seringkali tidak terjadi. Antara kekuatiran dengan ketakutan, secara psikologi dibedakan  menjadi dua, yang memiliki objek dan tidak memiliki objek. Kekuatiran itu ketidakpercayaan kepada Allah. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 5:7 mengatakan  ,”Serahkanlah (dalam bahasa Yunani berarti “Lemparkanlah) segala kekuatiran kita kepada Allah. Ia yang memelihara kita”.

 2 kunci yang harus kita lakukan sebagai anak-anak Tuhan, ketika ada kekuatiran.
 1. Berdoa “serahkanlah kepada Allah”.
 2. Mempraktekkan penyerahan diri yang terus menerus kepada Allah.
 Dalam Buku:”Kuasa penyerahan diri“,ditulis oleh Jerry White, menulis:” Penyerahakan diri setiap hari merupakan jalan yang indah untuk kita tetap tinggal dalam penyerahan pada kehendakNya”
Hidup orang Kristus yang demikian, dapat memiliki damai sejahtera yang                   melampaui  segala akal, akan memelihara  hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:7).

Penutup:
Di dalam dunia ada kesusahan, ada penderitaan, ada tantangan dalam kehidupan ini , kita tidak punya kuasa mengerti apa yang akan terjadi pada hari esok.  Maka percayalah dan alami selalu KUASA KEBANGKITAN  YESUS KRISTUS  dalam kehidupan saudara dan saya. Orang benar  akan hidup  oleh iman / percaya kepada Tuhan Yesus, bukan karena  melihat. Inipun dikatakan Rasul Paulus ( 2 Kor. 5:7).  Tuhan Yesus berkata: Berbahagialah mereka yang tidak melihat ,namun percaya . (Yoh. 20:29).
Ada jaminan untuk hari esok, maka Sukacita dan  Damai sejahtera itu  kita miliki, dalam  Yesus  yang sudah BANGKIT!   Kristus  sudah  HIDUP…! (seperti pada pujian “ Sebab Dia Hidup, ada hari esok”).

Tuesday, April 2, 2013

KebangkitanNya Membawa Pengharapan

Pdt. Jonly Joihin

Mat 28:1-10
1  Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
2  Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
3  Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
4  Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
5  Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
6  Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
7  Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
8  Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
9  Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
10  Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

1 Kor 15:14-17
14  Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15  Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus — padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
16  Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
17  Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.

Di dalam dunia, kita hanya menemukan satu agama yakni Kristen yang memberitakan kebangkitan. Bahwa Tuhan yang dipercaya bukan hanya mati tapi hidup kembali. Bahkan agama lain membicarakannya pun tidak, apalagi mengatakan itu benar. Tetapi kalau kita lihat pada firman Tuhan , Alkitab jelas memberitahukan itu.

Di pertengahan Maret 2013 di Jakarta dan di kota lain diselenggarakan seminar yang cukup penting tentang Kebangkitan Yesus. Pembicaranya, Michael Licona, adalah seorang dosen dari Amerika yang menyelidiki secara mendalam fakta-fakta tentang kebangkitan Yesus. Untuk studinya ia menulis lebih dari 1.000 halaman tentang kebangkitan Yesus. Michael Licona dikenal sering berdebat. Di Amerika dan negera barat berdebat adalah hal yang umum. Memang ada orang –orang tertentu yang bukan Kristen tetapi mereka mengkritisi Kristen khususnya berbagai kebenaran dalam Alkitab yang digolongkan sebagai ateis (tidak percaya) dan skeptis (orang yang ragu tentang kebenaran Alkitab). Di Youtube, kita juga  bisa melihat perbedabatannya. Tim yang percaya dan yang tidak percaya. Kadang 1 lawan 1, bisa 2 lawan 2 atau 3 lawan 3. Micheal Licona tertarik dan menyelidiki fakta-fakta kebenaran sejarah. Ia berusaha mencari kesamaan atau fakta-fakta yang tidak terbantahkan. Suatu dasar, orang apa pun , bahkan orang ateis pun mengakui hal ini. Bila ada fakta lain yang diperbedatkan , maka ia tidak terlalu berpegang pada hal itu.  Contoh : kita semua percaya yakin, kubur Yesus kosong. Tetapi orang skeptis belum tentu setuju, maksudnya kubur kosong tidak berarti Yesus bangkit. Bisa saja, murid-muridNya datang mencuri mayat Yesus dan membawa pergi. Dia mendata kurang lebih 70% yang setuju dan masih ada 30% yang tidak setuju.  Maka ia tidak terlalu menggunakan fakta ini. Lalu ia menemukan 3 fakta mendasar yang semua orang akan setuju.
1.       Tuhan Yesus mati di kayu salib. Kelihatannya sederhana, tetapi kalau dibaca di buku, ada pandangan ahli yang berbeda-beda. Ada pandangan yang mengatakan Yesus tidak disalib. Yang disalib Yudas Iskariot yang diubah menyerupai Yesus. Ada yang mengatakan Yesus memang mati dan kita bisa menemukan kuburan dan tulang-tulangnya. Sekitar 3-4 tahun lalu ada kuburan dengan tulang yang diyakini tulang Tuhan Yesus. Pandangan mereka, Yesus pergi ke Asia, jadi tua, punya anak dan mati. Tetapi pandangan ini tidak kuat maka ateis pun percaya Tuhan Yesus mati di kayu salib.
2.       Murid-murid Yesus percaya dan mengabarkan bahwa Tuhan Yesus bangkit. Yang dicatat di Alkitab dan sejarah sejaman dengan Alkitab menceritakan pengalaman murid-murid Tuhan Yesus, tetapi mereka tidak mencatat Yesus bangkit. Yang mencatat Yesus bangkit di Alkitab. Sehingga yang tidak dibantahkan adalah murid-murid menyaksikan Yesus bangkit. Ini menjadi kesimpulan yang pasti, karena orang melihat dari perubahan hidup murid-murid Yesus yang luar biasa. Ada juga pandangan yang aneh tentang kebangkitan. Ada yang mengatakan Yesus tidak bangkit, tetapi murid-murid mimpi (halusinasi, dibayangkan ada padahal tidak ada). Ada juga yang mengatakan murid-murid mencuri mayat Tuhan Yesus Pada Mat 28 dicatat “ada kabar dusta yang disampaikan orang Yahudi yang mengatakan mayat Yesus dicuri”. Sebenarnya itu dusta, tetapi ada juga orang yang percaya. Ada yang menyebarkan murid-murid mencuri mayat Yesus lalu mengatakan Yesus sudah bangkit. Masalah bila mengatakan hal ini: murid-murid dalam pengalaman hidup mereka , mati karena iman. Waktu ditantang “kamu percaya Yesus atau mau meninggalkan Yesus”, mereka katakan “tidak” walaupun harus mati. Itu fakta sejarah. Ratusan orang-orang pada abad 1,2 dan3 yang mati karena hal tersebut. Ini membuktikan bahwa murid-murid ini pasti berkata benar. Kalau murid-murid bohong, waktu ditodong “mau mati atau percaya Yesus” , kalau murid-murid tahu itu palsu, maka tidak disuruh 2 kali, saat pertama kali dia pasti katakan Tuhan Yesus tidak bangkit (itu bohong). Maka ketika murid-muridNya rela menyerahkan nyawa, badan , tangannya demi mengatakan Tuhan Yesus bangkit, ini membuktikan bahwa kebangktian Tuhan Yesus benar.
3.       Paulus membuktikan dan mengabarkan bahwa Yesus memang bangkit. Kenapa Paulus bisa membuktikan bahwa Yesus itu bangkit? Padahal sebelum bertemu Yesus, ia adalah orang yang melawan Yesus. Ia orang yang punya pendidikan yang baik dan punya jabatan yang baik, tetapi karena ia orang Farisi maka ia berusaha menganiaya orang Kristen karena telah berbohong bahwa Kristus bangkit. Tetapi Paulus kehidupannya berubah luar biasa setelah bertemu Yesus. Tadinya ia menghujat Yesus, menangkap orang Kristen karena berdusta Tuhan Yesus telah bangkit, tetapi setelah itu ia rela mati dan sungguh-sungguh mati karena memberitakan Yesus bangkit.  Dalam segenap hidupnya ia memberitakan dan menderita demi Yesus yang bangkit. Kalau ada ternyata Yesus tidak bangkit atau Paulus hanya mimpi atau bohong kepada orang banyak, maka tidak mungkin ia berubah seperti itu. Karena Ia sudah mempunyai segalanya, ia  tinggal menjalankan hidupnya yang begitu enak. Catatan tentang perubahan Paulus yang luar biasa, membuktikan bahwa Yesus sungguh-sungguh  bangkit dan bertemu Paulus.

Dari 3 fakta yang tak terbantahkan, maka sungguh-sungguh Yesus sudah bangkit.  Walaupun tidak ada catatan di luar Alkitab , jelas bahwa Yesus sungguh sudah bangkit.  Apa kaitannya dengan tema kita : KebangkitanNya memberi Pengharapan?
Dari  2 pengalaman para murid dan Paulus, bagaimana paulus dan para murid mengalami perubahan dalam hidup, bagaimana berubah dari orang yang takut jadi berani, dari penghujat jadi penyembah,  kita tahu kebangkitan Tuhan Yesus memberikan jaminan dan harapan luar biasa. Karena tidak pernah ada, orang yang mati dan bangkit dengan cara yang begitu luar biasa. Kalau benar kita lihat tidak terbantahkan bahwa Yesus sungguh sudah bangkit, maka kita berpikir sungguh-sungguh Yesus Tuhan yang layak disembah. Kalau hari ini ada yang belum mengenal Yesus atau ragu-ragu mengenai Yesus, saudara boleh selidiki kalau Yesus sudah bangkit, Dia diutus dan dipakai Allah untuk menyelamatkan manusia. Pengalaman murid-murid Yesus dan Paulus memberikan jaminan dalam hidup mereka.

2 hal bagaimana Yesus bisa memberikan harapan :
1.       Waktu Yesus bangkit kita mendapat jaminan bahwa Yesus bersama (beserta) dengan kita. Hari ini dan selama sejarah manusia tidak banyak orang yang bangkit dari kematian. Kalau misalnya kita lagi di rumah duka, lalu ada orang yang dikasihi dinyatakan sudah mati, lalu waktu kebaktian, orangnya bangkit lalu duduk, apa respon kita? Kabur? Karena itu bukan kejadian yang umum. Tetapi ini bukan kejadian yang tidak pernah terjadi. Kadang ada dokter yang salah diagnosa. Seharusnya koma tapi dikatakan titik. Saya pernah membaca, orang yang  sudah digotong dalam peti mati lalu terdengar ketukan di pintu minta dikeluarkan. Itu bisa terjadi. Secara medis bisa dijelaskan. Ketika sungguh-sungguh bangkit, awalnya mungkin kita takut. Tetapi kalau benar, kita akhirnya merasa gembira.  Karena orang yang kita kasihi yang tadinya kita pikir sudah berpisah ternyata hidup lagi. Betapa senangnya. Itu yang dialami para perempuan saat mereka ke kubur Yesus. Mereka pergi ke sana dalam keadaan takut. Setelah Yesus mati, semua murid dalam keadaan takut, takut ditangkap pemerintah Romawi karena menjadi murid Yesus. Apalagi waktu sampai di kubur terjadi gempa bumi yang dahsyat sehingga penjaga jadi gemeter dan tampak seperti orang mati. Kita bisa bayangkan gempa bisa membuat orang  ketakutan. Gempa ini luar biasa sehingga mereka terpaku seperti orang mati. Maka seorang malaikat datang menenangkan wanita itu, “Jangan takut. Yesus sudah bangkit.” Yesus sudah berjanji pergi ke Galiliea, sehingga dapat bertemu di sana. Ayat 8. Mereka segara pergi dari kubur itu dengan takut dan sukacita besar. Ini gambaran pertama yang dialami para perempuan saat itu. Kebangkitan memberi harapan, bahwa Yesus akan bersama dengan kita. Ia akan kembali seperti sebelum mati. Roh Kudus berserta kita. Ini janji yang indah. Tidak ada tempat dan waktu Allah tidak berserta kita. Suatu kali ada film tentang disertai Tuhan membawa pengharapan. Ada orang yang senang disertai Tuhan. Dia berdoa, “Tuhan sertai saya, tolong saya!” Dalam film ini, Tuhan Yesus dipersonifikasikan dan tampak sebagai manusia. Sewaktu ia bangun tidur, ia melihat Tuhan Yesus ada di sebelah kanannya. Lalu ia sarapan pagi bersama Tuhan Yesus. Waktu berangkat naik mobil ke kantor, Tuhan Yesus duduk di samping. Juga di kantor Tuhan Yesus ada di sampingnya. Tapi waktu mau makan siang, ia mulai gelisah karena ia punya hubungan yang tidak benar dengan sekretarisnya! Tuhan Yesus senantiasa menyertai kita. Tapi saat itu ia berkata kepada Tuhan, “Kali ini jangan deh”. Kalau Tuhan Yesus beserta kita, itu anugerah. Kalau kita berbuat dosa, ketahuilah TUhan tahu apa yang kita lakukan karena Dia sudah bangkit. Kita harus sungguh-sungguh berpikir ulang apa yang kita lakukan.
2.       Rasul Paulus : Kalau Yesus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah iman kita. Masa itu jemaat berpikir jangan-jangan kalau mati tidak dibangkitkan. Kalau tidak dibangkitkan , berarti tidak ada kebangkitan dan Yesus juga tidak dibangkitkan. Yang benar Yesus telah dibangkitkan! Itu artinya pengorbananNya berkenan kepada Allah. Karena itu dosa kita diampuni. Yesus bangkit dan dosa kita diampuni dan dapat jaminan dari Tuhan bahkan dalam kehidupannya. Murid-murid saat itu tidak takut. Siapa yang tidak senang, hidup bahagia karena disertai Tuhan, mati masuk surga. Banyak yang bercita-cita : hidup bahagia, mati masuk surga. Lalu diplesetkan : hidup enak, matinya masuk surga. Maka kalau hidupnya tidak benar, matinya tidak bisa masuk surga. Tuhan menjanjikan, karena Yesus bangkit, dalam hidup kita ada sukacita. Karena ada Tuhan dalam hidup kita, tetapi juga waktu mati karena keselamatan sudah digenapkan kita mendapat sukacita. Maka kita tidak perlu khawatir. Yesus mati dan bangkit memberi jaminan yang sempurna. Sehingga kita sebagai orang Kristen biasanya orang yang paling optimis / semangat dalam hidup kita. Melayani sesuatu harus dengan keyakinan seperti itu karena sekarang Tuhan menyertai kita.

Bagaimana hidup kita hari ini? Apakah kita ada kekhawatiran? Banyak hal buat kita khawatir seperti sakit, keuangan, keluarga , atau kita merasa tidak ada yang mengasihi. Bila itu menjadi hambatan, Yesus yang bangkit sungguh-sungguh memberikan jawaban. Dia telah bangkit untuk memberikan jawaban. Di Alkitab ada contohnya yakni Stefanus, martir yang pertama. Orang yang mati bagi TUhan. Ia beritakan tentang Yesus sehingga orang Yahudi tidak senang, lalu menyeret dia,  mengambil batu dan merajam dia sampai mati. Tetapi Stefanus tidak mundur. Di akhir kehidupannya, ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berada di sebelah kanan Allah. Biarlah iman, pengharapan seperti itu juga ada dalam kita , orang tua atau orang muda, dewasa – pemuda punya harapan karena Yesus sudah bangkit.