Tuesday, May 26, 2015

Kenapa Ada Curiga di Antara Kita


Ev. Susan Kwok

Bilangan 12:1-6, 11-16
1   Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.
2  Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
3  Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.
4   Lalu berfirmanlah TUHAN dengan tiba-tiba kepada Musa, Harun dan Miryam: "Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan." Maka keluarlah mereka bertiga.
5  Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya.
6  Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.
11  Lalu kata Harun kepada Musa: "Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam kebodohan kami.
12  Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk dagingnya."
13  Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia."
14  Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sekiranya ayahnya meludahi mukanya, tidakkah ia mendapat malu selama tujuh hari? Biarlah dia selama tujuh hari dikucilkan ke luar tempat perkemahan, kemudian bolehlah ia diterima kembali."
15  Jadi dikucilkanlah Miryam ke luar tempat perkemahan tujuh hari lamanya, dan bangsa itu tidak berangkat sebelum Miryam diterima kembali.
16  Kemudian berangkatlah mereka dari Hazerot dan berkemah di padang gurun Paran.

Mengapa ada perasaan curiga?

I.      Aspek-aspek di luar diri manusia

1.     Situasi saat ini yang penuh kriminalitas tinggi. Sehingga jika ada orang yang membutuhkan pertolongan, kita malah menjadi curiga dengannya. Hal ini tidak mengherankan karena saat mendengar berita di media masa (televisi dll), kita melihat orang yang menolong malah menjadi korban, karena ‘korbannya’ banyak yang hanya berpura-pura saja.
2.     Mengenal baik seseorang. Misalkan orang tersebut suka berbohong, sehingga bila ia tiba-tiba mengatakan sesuatu, kita menjadi curiga.

II.   Aspek dalam diri manusia.

Curiga biasanya timbul karena dampak dari sesuatu yang terjadi atas diri kita, antara lain :

1.     Iri hati.

Iri hati membuat seseorang curiga terhadap orang lain. Kasus Miryam, Harun dan Musa berawal dari kecurigaan dan berakhir dengan hukuman dari TUHAN. Musa adalah adik dari Miryam dan Harun. Musa diangkat menjadi seorang tokoh dan lebih dikenal dibanding Miryam dan Harun. Miryam dan Harun menyatakan suatu realita : Musa mengambil seorang perempuan Kush untuk dijadikan seorang istri, Miryam dan Harun mempunyai alasan untuk menyatakan hal yang jelek mengenai Musa karena
a.     Orang Kush itu adalah orang Etiopia, orang yang berkulit hitam (bukan orang Israel).
b.     Musa sudah mempunyai istri ( Zipora )

Apakah Miryam dan Harun bersalah dengan menegur Musa ? Tidak salah. Namun mengapa malah mereka dihukum oleh TUHAN ? Yang menjadi permasalahan adalah dalam ayat ke 2, dituliskan Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
Ketiga orang ini (Musa, Miryam dan Harun) adaah orang-orang yang sama-sama melayani TUHAN, lalu mengaapa hanya Musa yang dipakai TUHAN ? Miryam dulu menjaga Musa di sungai Nil, bahkan bertaruh nyawa hingga membawa Musa dapat menemui Ibu kandungnya, tapi kenapa Musa yang dipakai TUHAN ? Ada nada iri dalam kalimat yang diucapkan oleh Miryam. Harun ,pada saat bangsa Israel keluar dari Mesir, menjadi seorang juru bicara bagi Musa karena Musa waktu itu menyatakan ketidaksanggupannya untuk berbicara sehingga Harun yang ditunjuk menjadi seorang juru bicara bagi Musa. Hal-hal seperti inilah yang membuat Miryam dan Harun menjadi curiga kepada Musa (karena iri hati). Mereka mencurigai TUHAN dalam memilih dan memakai orang. Mereka curiga akan kedaulatan ALLAH dan curiga akan kebaikan TUHAN. Pada kisah Saul dan Daud, Daud memenangkan peperangan-peperangan, dipuji-puji banyak orang dengan ”Daud mengalahkan berlaksa-laksa musuh dibandingkan dengan Saul yang mengalahkan beribu-ribu musuh” Daud saat itu adalah orang yang dipuji-puji sehinggaSaul selalu curiga akan Daud.
Miryam dan Harun curiga kepada Musa dan kepada TUHAN karena iri hati. ALLAH tidak pernah menyetujui dosa, walau tidak tertulis di Alkitab, tapi hal itu tidak berarti ALLAH menyetujui. ALLAH tetap tidak setuju akan dosa.
Pernahkah kita curiga karena iri hati ? Mencurigai kebaikan TUHAN, mencurigai jalan-jalan TUHAN.

2.     Terlalu cepat menghakimi (tidak mengetahui / mengenal permasalahan dengan baik). Terlalu cepat menyimpulkan bisa menaburkan kecurigaan di tengah-tengah jemaat.

3.     Membiasakan diri berpikir negatif
Bila melihat orang yang ramah, orang yang curiga  biasanya menyebutnya sebagai cari muka. Jangan membiasakan diri berpikir negatif bahwa semua orang hanya berpura-pura saja (mencari muka) dll

Bahaya dari Rasa Curiga

1.     Rusaknya relasi yang baik
Ada 1 kisah mengenai keluarga kulit hitam yang mempunyai seorang anak bernama Misty. Karena tidak dikaruniai seorang anak, maka mereka pergi ke sebuah panti asuhan dan mengadopsi seorang anak bernama Christine. Suatu hari Christine mencuri ban mobil dan diletakkan di gudang belakang rumah Misty. Setelah melalui proses penyelidikan, mereka semua ditangkap. Namun pada akhirnya terbongkar bahwa Christine lah yang melakukan kejahatan tersebut walau Christine tidak bisa menerima hal ini. Setelah 3 bulan keluar dari penjara, Christine menjadi orang yang penuh rasa curiga. Kemudian ia  mengajak 3 orang temannya yang sama-sama di penjara dan mereka mengajak Misty pergi ke suatu tempat, lalu  membunuh Misty di sana. Bayi Misty pun juga dibunuh dan dibuang di suatu tempat. Seorang istri yang tidak percaya kepada suami malah akan mengakibatkan sang suami untuk melakukan hal-hal yang dituduhkan tsb.

2.     Tidak bisa mencapai 1 tujuan yang maksimal.
Jika ada kecurigaan, maka tujuan bersama tidak akan tercapai

3.     Munculnya orang-orang dengan karakter yang jelek
Akan muncul orang-orang dengan sifat keras kepala, mau menang sendiri, apatis, sinis, bahkan terhadap hal-hal yang baik sekalipun.

Cara Mengatasi Rasa Curiga

Jawabannya ada di Filipi 4:8 8  Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Pikirkanlah hal-hal yang positif dan baik.
1.     Self control (penguasaan diri)
2.     Berani terbuka dalam suatu komunikasi
3.     Jadilah orang yang bisa dipercaya ( sehingga orang lain tidak perlu curiga kepada kita )



No comments:

Post a Comment