Sunday, May 10, 2015

Gosip Subur di Gereja


Pdt. Peter Lau

Efesus 5:1-21
1   Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
2  dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.
3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
4  Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
5  Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
6  Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.
7  Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.
8  Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
9  karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
10  dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
11  Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
12  Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.
13  Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
14  Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
15  Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
16  dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
17  Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
18  Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
19  dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
20  Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
21  dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Pendahuluan

                Gosip seringkali atau terkadang terjadi di gereja. Gosip menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah mempergunjingkan sesuatu hal tentang seseorang secara negatif. Gosip mempergunjingkan kelemahan seseorang. Gosip belum tentu dan seringkali tidak benar, sehingga termasuk dalam kategori fintah dalam KBBI. Fitnah itu bisa lebih kejam daripada membunuh.

Penyebab Gosip Terjadi di Gereja

1.     Tidak disengaja. Karena orang menyampaikan sesuatu dengan tidak bijaksana dalam :  
-          bercanda.
-          menyampaikan pokok doa. Misalnya : “Saudara-saudara, mari  kita berdoa untuk Ibu A yang sedang bersedih hari ini karena suaminya selingkuh. Suaminya selingkuh bukan hanya dengan 1 wanita tapi dengan 3 wanita!” Ini jadi gosip di gereja. Mungkin maksudnya baik, tapi orang yang mendengar akan berpikir ada 3 orang selingkuhannya dan akhirnya tersebarlah  gosip.
-          menyampaikan warta. Contoh : “Saudara-saudara sekalian, kali ini anggaran paskah kita hanya Rp 2 juta. Sebenarnya panitia mengajukan Rp 3 juta tapi majelis memotongnya menjadi Rp 2 juta.” Cara penyampain seperti ini bisa menjadi gosip sehingga membaca warta harus berhati-hati.
-          kesaksian : ada orang yang menyampaikan kesaksian dengan tidak bijak sehingga timbul gosip di gereja.

2.     Dengan sengaja. Ada orang yang sengaja bergosip di gereja. Seharusnya sebagai anak Tuhan, kita jangan membiarkan gosip tumbuh di gereja. Karena gossip selalu mempunyai akibat tidak baik. Gosip bukan hanya mencemarkan seseorang, tetapi bisa menghancurkan bahkan membunuh seseorang! Seorang istri yang digosipkan berselingkuh padahal tidak, bisa-bisa sang suami marah dan membunuh istrinya tersebut dan pria yang dikira selingkuhannya padahal mereka tidak berselingkuh. Itulah sebabnya gosip adalah fitnah yang jahat. 

Bagaimana menghentikan gossip di gerja?

                Agar gosip tidak bertumbuh subur di gereja tentang hamba Tuhan, majelis, pengurus dan para jemaat , bagaimana menghentikannya? Rasul Paulus memberi nasehat dalam Efesus 5:1-21. Kota Efesus terletak di pantai barat Asia. Saat ini berada di kota Selcuk (Turki). Efesus merupakan kota Yunani kuno bertaraf internasional, kota pusat perdagangan dunia yang kaya & berbudaya tinggi (contoh : teater Odeon  dengan kapasitas 1.500 orang,dibangun tahun 150 M & ada teater terbuka dengan,kapasitas 44.000 orang). Pada tahun 133 SM, Efesus menjadi pusat propinsi Romawi untuk daerah Asia & memiliki otonomi sendiri (Kis. 19:39). . Efesus terkenal dengan kuil Dewi Arthemis (dibangun + 550 SM dan dibangun selama 220 tahun dan terkenal sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno). Di sana ada orang percaya yang terdiri dari  orang Yahudi dan non Yadudi (termasuk orang Yunani). Baik orang Yahudi dan Yunani tersebut dulunya bukan orang Kristen. Mereka adalah orang yang hidup dalam penyembahan berhala. Setelah mendengar firman Tuhan yang disampaikan oleh Rasul Paulus mereka kemudian percaya. Rasul Paulus tinggal kira-kira 3 tahun di kota ini, dalam penginjilannya di sana, ia punya jemaat yang kemudian dinamakan jemaat Efesus. Situasi mereka sama yaitu mereka dulu penyembah berhala dan kemudian menjadi orang percaya, yang tentu membutuhkan tuntunan Tuhan dalam hidupnya. Di antara mereka timbul isu. Maka Rasul Paulus saat di penjara di Roma memikirkan jemaat Efesus dan merasa perlu mengirim surat yang ditulisnya sekitar tahun 63 M. Surat ke jemaat Efesus  menjelaskan konsep penggembalaan di sana. Pada 1 - 4 Rasul Paulus membicarakan tentang konsep keselamatan , bagaimana mereka diselamatkan oleh kasih karunia Allah (di dalam & melalui Kristus) sehingga statusnya sebagai hamba dan anak Allah. Sedangkan pasal 5 dan 6 merupakan landasan pedoman untuk berjalan sebagai orang percaya (jemaat Tuhan) dan tujuan hidup orang percaya

Cara Menghentikan Gosip di Gereja (Efesus 5:1-21)

1.     Setiap orang percaya mengerti untuk hidup sebagai Penurut Allah (Efesus 5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih). Sebagai orang yang telah ditebus harus hidup sebagai penurut Allah. Penurut Allah kata aslinya berarti imitator (imitasi Allah). Seluruh hidup orang percaya baik dari perkataan, perbuatan, pikiran dan  lakukan harus meniru Allah.  Seluruh hidup kita mencerminkan,  melihat dan meniru Allah. Allah adalah Bapa kita, sebagai seorang anak, kita harus hidup menjadi penurut Allah. Segala hal yang dilaukan harus mencerminkan Allah karena kita membawa identitas Allah. Gosip berhenti kalau mengerti bahwa kita adalah peniru Allah. Ketika bicara tentang penurut Allah berarti meniru setiap tindakan Allah. Kita hidup mengikuti cara-cara Allah. Seluruh hidupnya menaati maksud dan kehendak Allah.

Implikasi Hidup sebagai Penurut (Imitator) Allah :
Ay.2 hiduplah di dalam kasih sebagaimana KRISTUS YESUS …
Ay.3 tidak ada percabulan & rupa-rupa  kecemaran,
Ay.4 tidak ada perkataan kotor & kosong atau yang sembrono…
Ay.5-7 Tidak berkawan dengan orang berdosa,
Ay. 8-9 hiduplah sebagai anak-anak terang (terang di dalam TUHAN),
Ay.10 ujilah apa yang berkenan kepada TUHAN...
Ay.11-12 jangan mengambil bagian  dalam perbuatan kegelapan…
Ay. 17 usahakan supaya kamu mengerti kehendak TUHAN,
Ay.18 penuh dengan ROH…,
Ay.19 bersoraklah bagi TUHAN,
Ay. 20 ucapkan syukur…..
Ay.21  di dalam takut akan KRISTUS

Orang-orang demikian akan sungguh hidupnya bercermin pada Allah sehingga perkataan , pikiran, tindakan yang keluar bukanlah tindakan dunia tapi merupakan standar Allah. Gosip adalah tindakan dunia, pikiran dunia untuk menjatuhkan lawan. Ketika seorang hidup sebagai penurut Allah maka ia tidak akan melakukan fitnah. Ef 5:2 hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Orang percaya hidup bukan berfokus pada dunia tapi fokusnya pada Allah. Ayat demi ayat Rasul Paulus berbicara “jangan meniru cara dunia”. Kita bercermin dan mengikuti cara Allah. Setiap orang yang hidup dan berkomitmen mengikuti Allah maka ia akan menjadi orang yang mulutnya tidak mengatakan gosip. Orang yang mengikuti Allah , sepenuhnya hidup dalam Kristus. Sehingga menjadi penurut Allah berarti Allah menjadi landasarn hidup, pikiran dan perkataan. Gosip bisa timbul karena tidak melihat pada pikiran Allah. Seringkali gosip timbul karena tidak melihat dari kacamata Allah. Misalnya : Ada orang lewat di depan kita dengan menunduk dan tidak menyapa kita lalu kita berpikir orang ini sombong, lalu ia bercerita kepada temannya bahwa si A sombong sekali karena waku melihat saya tidak menegur. Mari kita berpikir dari apa yang Allah pikir. Coba melihat seperti Tuhan melihat. Padahal Yesus melihat banyak orang yang hidupnya banyak yang tidak baik dan Yesus merasa  kasihan pada mereka sehingga Yesus menginjili, mendekati dan melayani mereka. Kalau kita tidak mampu melakukannya, maka dalam pikiran kita timbul gosip. Orang yang hidupnya tidak menjadi penurut Allah maka dirinya dikuasai , dipengaruhi oleh diri dan iblis. Sehingga kalau tidak mengikuti, meniru Allah, maka ia akan meniru dunia (segala pikiran dipenuhi oleh pikiran dunia dan keangkuhan hidupnya). Melihat orang tidak menegurnya, ia mengatakan mengapa “tidak menghargai saya?”. Hidup demikian akan menjadi gosip. Tetapi bila seluruh hidup orang itu diserahkan dalam otoritas Tuhan,(pikiran, perkataan dan hidupnya dikuasai Allah), maka dalam dirinya tidak akan timbul fitnah dan gosip (gosip mati dan tidak timbul dalam diri dia).

Penurut Allah (be imitators of God) akan mewujudkan Allah melalui :
a.     Standar tindakan, perbuatan , perkataan dan moralitas sepreti standard Allah.
b.     Pikiran dan hati yang murni seperti Allah.
Sudahkah kita hidup sebagai penurut Allah, setelah sekian tahun ke gereja?

2.     Setiap orang percaya berkomitmen menjaga hidup sebagai anak-anak terang Menjadi penurut Allah bicara tentang pondasi. Harus praktekkan keluar dan jaga status sebagai anak Allah. Sebagai status hidup sebagai imitator Allah, kita hari ini hidup sebagai anak dan lahir dari Allah sehingga seluruh apa yang keluar serupa dengan Allah. Status kita sebagai manusia baru (Yoh.1:12 : anak-anak ALLAH, 1 Yoh.3:9,”lahir dari ALlah) identitas kita lahir dari Allah. Ketika menjaga komitmen ini, dari mulut kita tidak keluar gosip. Melihat orang lain, kita mengasihinya dan tidak hidup dalam perkataan sia-sia.  Orang yang mempunyai dan menjaga identitas sebagai anak Tuhan maka ia tidak menyampaikan dan menghasilkan gosip. Bila kita mau hidup mengikuti dan menjaga identitas sebagai anak-anak terang. Bila tidak maka dari pikiran kita akan keluar yang jahat. Seharusnya perkataan kita bukanlah fitnah. Kalau kita mendengar gosip maka melalui diri kita gosip akan berhenti.
Hidup di dalam status & identitas sebagai anak-anak terang berarti :
a.        Hidup di dalam kasih (ay.1)
b.       Jangan hidup dalam hal yang tidak baik (perkataan kotor, percabulan, rupa-rupa kecemaran, perkataan kosong dan sembrono, perbuatan kegelapan, dosa, ay.3-12)
c.        Mau hidup dengan bijaksana dalam memakai waktu, hidup dalam ibadah & ucapan syukur. (ay.15-21)

Setiap perkataan orang percaya, harus menceriminkan :
a.        Ciptaan baru, bukan manusia lama.
b.       Hamba kebenaran, bukan habma dosa.
c.        Anak-Anak Allah, bukan anak-anak gelap
d.       Menghasilkan kehidupan bukan kematian

Gosip tidak pernah menghasilkan berkat, sehingga kita harus berhenti dari gosp. Gosip menghancurkan manusia, sehingga gosip jangan menjadi bagian dalam hidup kita.  Contoh : tanaggal 21 April 2015 bintang film Taiwan , Cindy Yang bunuh diri (umur 24 tahun lahir 4 Des 1990) karena tidak tahan gosip tentang dirinya. Gosip itu begitu jahat dan bisa membunuh orang. Ada begitu banyak contoh tentang  gosip dan fitnah yang begitu jahat dan tidak baik. Sebagai orang percaya maka kita menghasilkan berkat dan memberikan hal yang baik. Ilustrasi tentang 2 gelas air yang sama-sama bening warnanya. Namun bila yang satu diminum akan menghasilkan kehidupan yang baik (karena berisi air minum) sedangkan yang satu lagi tidak menghasilkan kehidupan (karena merupaan air cuka karena orang yang meminum air cuka segelas maka ia akan masuk rumah sakit dan bisa mematikan). Penampilan fisik kita boleh sama, tetapi hidup orang percaya jangan menjadi asam cuka yang mematikan orang. Jangalah perkataan, perbuatan kita menghancurkan orang. Tetapi biarlah hidup orang percaya, tamapak sungguh baik dan menghasilkan berkat bagi orang.  

Penutup

                Adakah Engkau mau berjuang dalam : hidup sebagai penurut Allah dan berkomitmen hidup menjaga status dan identitas sebagai anak-anak Allah? Bila iya, maka gosipl tidak akan tumbuh subur di gereja!  Ingatlah bahwa kita adalah surat Kristus (2 Kor 3:1-3) sehingga hidup kita mencerminkan kemuliaan Tuhan (2 Kor 3:18). Gosip tidak mencerminkan hidup dalam Tuhan. Perkataan orang percaya harus memiliki motivasi ingin selalu menjadi saluran berkat Allah bagi sesamanya.. Sebaliknya kita mengerti bahwa gosip tidak pernah menjadi berkat.  Perkataan orang percaya, tindakan, pikirannya seharusnya menjadi identitas dan karakter Allah . Gosip tidak pernah merefleksikan Allah.  
                Mari kita berkomitmen hidup menghentikan gossip dari diri kita. Kalau dengar gosip jangan mengompori (jangan tambah minyak supaya tambah besar tetapi biarlah saat dengar gosip maka gosip akan berhenti di kita (meniadakan gosip itu). Jangan hidup yang bergosip. Marilah kita menjadi berkat dalam perkataan, pikiran dan perbuatan kita.


No comments:

Post a Comment