Wednesday, December 26, 2018

Hati yang Menantikan Janji Allah





Pdt. Benny Tjen

Lukas 2:25-35
25  Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."
33  Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
34  Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
35   —  dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri  — , supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

Pendahuluan

              Kalau dengan teliti membaca Firman Tuhan, kita dapat membagi manusia ke dalam 2 golongan seperti yang dituliskan dalam Alkitab :
1.     Orang  yang setia penuh kepada Tuhan
Orang yang mengarahkan hati dan pikirannya setia penuh kepada Tuhan. Contoh tokoh Alkitab : Maria, Yusuf, Simeon. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:39).
2.     Orang yang tidak setia
Contoh : Yudas Iskariot, Herodes.
Tidak ada golongan orang yang berada di tengah-tengah (misal : ada yang menjelang Natal berkata bahwa ia ingin komitmen dengan setia mau melayani Tuhan, namun setelah Natal berlalu komitmennya hilang. Itu tidak ada). Kita termasuk orang yang mana? Saya berharap kita memikirkan dengan serius untuk setia terus selama hidup kepada Tuhan Yesus.
              Tema hari ini  “Hati yang Menantikan Janji Allah”. Dibandingkan dengan manusia, janji manusia tidak bisa dipegang. Ada pepatah yang berbunyi lidah manusia tidak bertulang artinya kata-kata manusia bisa berubah sehingga yang mendengarnya harus hati-hati. Kata-kata manusia tidak bisa kita pegang. Ada sepasang suami-istri datang kepada saya. “Mu-shi suami saya dulu sebelum menikah, kata-katanya sangat manis. Janjinya begitu indah. Sebelum menikah, ia berjanji setahun sekali akan mengajak saya berjalan-jalan, entah ke dalam atau luar negeri. Ia berkata bahwa nanti setelah kami menikah, apapun yang saya ingini akan dibelikan. Tetapi sekarang setelah  menikah??”  Mendengar perkataan Sang Istri, suaminya berkata dengan ringannya,”Itu kan dulu waktu pacaran”. Dalam hidup kita, janji manusia seringkali melukai hati yang lainnya. Demikian juga kita sebagai orang tua. Seringkali saya dikomplain oleh anak saya karena sudah berjanji,“Kita pergi ya minggu depan.” Namun ketika waktunya tiba, tidak jadi pergi karena saya harus memimpin pelayanan kedukaan dll sehingga anak saya berkata,”Papa, tukang bohong!”.

Kisah Kelahiran Tuhan Yesus. Kapan Allah Memberitahukan?

              Berbicara tentang janji Allah, apakah janji tersebut pernah meleset (pernah tidak terpenuhi?) Tidak pernah! Tentang kisah kelahiran Tuhan Yesus, kapan Allah menjanjikannya? Sejak kapan Allah memberitahukan akan ada seorang bayi (anak) yang luar biasa dan Dialah yang menjadi Juruselamat manusia dan Dialah yang mengampuni dosa manusia? Sejak kitab Kejadian! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." (Kejadian 3:15). Mulai dari kitab Kejadian sampai terjadinya kisah Natal (kelahiran Tuhan Yesus) sudah berjarak ribuan tahun.  Yesaya 9:6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Yesaya mengatakan hal itu. Ada senggang waktu yang begitu lama, tetapi itu janji Tuhan dan  Tuhan tidak mengingkari. Tuhan memenuhi janjiNya!

Bagi manusia (saya), apa artinya kelahiran Tuhan Yesus?

Kelahiran Tuhan Yesus memberikan kehidupan yang bernilai bagi manusia. Janji Tuhan pasti terlaksana. Janji Tuhan tidak akan meleset dan hilang (janji Tuhan ya dan amin). Perkataan Yesus yang meneguhkan iman saya adalah,  “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Lukas 21:33) Janji Tuhan ya dan amin serta akan terjadi dalam kehidupan kita. Simeon adalah salah seorang yang menanti-nantikan janji Tuhan.
Pada kisah Natal, Maria dan Yusuf adalah aktor utama. Alkitab menyebut Maria dengan perkataan anak dara (perawan). Ada penafsir yang mengatakan bahwa umur Maria saat itu sekitar 15-20 tahun. Maria dan Yusuf adalah anak-anak  muda yang setia menantikan janji Tuhan dan taat. Masakan kita sebagai orang tua kalah? Simeon berbeda. Ia bukan orang muda lagi, melainkan sudah tua. Ia menantikan terus kedatangan Mesias dan Tuhan sudah memberitahukan bahwa dia akan bertemu denganNya. Sepanjang sejarah dalam Alkitab dibukakan bahwa anak kecil, orang tua, anak muda ketika mereka taat , menerima dan menantikan janji Tuhan maka hidup mereka berbeda. Simeon ketika mendapatkan konfirmasi dari Tuhan, apa yang terjadi? Hatinya gembira! Hatinya sukacita! Ini penting sekali. Ketika orang menantikan janji Tuhan, ada sukacita di dalam hati dan pikirannya. Ini membedakan kita dengan yang lainnya. Janji apa itu? Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dariMu (Lukas 2:30). Janji Tuhan yang begitu penting dan istimewa yang ada di dalam Yesus Kristus yaitu janji keselamatan dan hidup yang kekal. Sekarng ini banyak orang yang mengatakan,”Yang penting sehat!” Betul tidak? Namun di Alkitab dikatakan,”Yang penting selamat!”. Kita tidak bisa sehat terus. Tetapi di dalam Kristus Yesus seperti yang dialami oleh Simeon, janji keselamatan di dalam Yesus Kristus adalah ya dan amin dan kita akan mendapatkannya.            Jadi berhati-hatilah dalam berbicara! Katakan, “Yang penting selamat bukan sehat.”
Pada tanggal 26 Desember 2017, ada seorang jemaat yang papanya belum percaya. Saya mendoakan dan menantangnya,”Mau percaya dan dibaptis?” Ia mau. Jadi tanggal 26 Des 2017 bersama-sama dengan majelis, saya membaptiskan dia. Setelah itu saya mengambil cuti. Tanggal 31 Des 2017 saya baru teringat dan kemudian menanyakan kondisinya. Saya pun menelopon dan mendapat kabar bahwa ia sedang sekarat. Saya buru-buru pergi mendoakannya. Pulang mendoakannya, bapak tersebut meninggal. Kemudian saya diceritakan oleh istrinya. Setelah dibaptis , 2 hari kemudian bapak itu mengalami masa-masa krisis. Saat kritis itu keluarga memanggil suster. Lalu jantungnya dipompa sehingga ia sadar kembali. Waktu sadar, matanya melihat ke sekeliling. Apa yang terjadi?  Ia marah-marah dengan istrinya, “Saya kritis, tetapi saya sudah merasakan ada di sorga. Saya merasakan begitu indah damai.” Rupanya dengan dipompa jantungnya, ia balik lagi ke dunia. Ia marah dengan istrinya,”Kenapa saya balik lagi ke dunia?” Ini kesaksian istrinya. Di situ, iman saya begitu diteguhkan. Mengapa? Percaya Tuhan Yesus, kita pasti masuk surga dan mendapat hidup kekal. Pada tanggal 31 Desember 2017, setelah didoakan akhirnya Bapak itu meninggal. Tetapi kesaksian itu begitu indah untuk saya.
              Yang penting selamat di dalam Yesus Kristus. Apa artinya punya tubuh yang sehat tetapi dosa kita tidak diampuni? Mau tubuh yang sehat  tetapi dosa tidak diampuni? Mau tubuh yang sehat dosa tidak diampuni atau tubuh yang sakit tetapi dosa diampuni? Yang ideal kalau kita tubuh yang sehat dan dosa diampuni. Simeon adalah orang yang menanti-nantikan Tuhan. Ia bersukacita karena ia melihat janji Tuhan jauh lebih berharga dan penting dalam kehidupan manusia. Sampai ia berkata, “Sudahlah saya mati saja. Saya sudah dapat melihat anugerah dalam kehidupaan Yesus Kristus.” Hati yang menanti-nantikan janji Tuhan begitu penting!!

Janji Tuhan yang Paling Penting : Kedatangan Tuhan  Yesus Kedua Kali

              Kelahiran Tuhan Yesus sudah kita lewati. Tetapi ada janji Tuhan yang jauh lebih penting, yaitu kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya. Kita harus menyadari, kedatangan Tuhan Yesus yang pertama dengan kedatangan Yesus yang kedua berbeda sekali. Pada kedatangan Yesus yang pertama, Ia adalah Allah yang Maha Kasih. Rasul Yohanes mengatakan bahwa  Ia datang kepada milik kepunyaanNya, walaupun milik kemulianNya tidak menerimaNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya dan ia memberikan anugerah :”Barang siapa percaya kepadaNya akan menjadi anak-anak Allah walau pun milik kepunyaanNya tidak menghargaiNya”. Allah Maha kasih dan memberi anugerah. Ia datang mencari manusia berdosa. Tetapi ketika Yesus datang kedua kali (kita sedang menunggu kedatangan Yesus kedua kali), Allah Maha Kuasa. Tuhan Yesus datang sebagai Allah yang Maha Kuasa. Ia akan meminta pertanggungjawaban dari diri kita. Apa yang kita lakukan? Percayakah kita pada Yesus Kristus? Jangan main-main di dalam kehidupan kita! Ketika Tuhan Yesus datang kedua kalinya dan Ia menjadi Allah yang Maha Kuasa, tidak ada tawar menawar. Kehidupan kita menjadi terbuka jelas di hadapanNya. Apa pun yang kita lakukan dan katakan maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kita. Apa yang kita lakukan ketika menunggu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya? Jadilah anak-anak Tuhan yang setia kepada Tuhan!
              Pada kedatangan Tuhan Yesus pertama kali, dibutuhkan “setia” sedangkan pada kedatanganNya yang kedua dibutuhkan keintiman. Bisakah setia tetapi tidak intim? Tidak bisa! Ketika kita menanti janji Tuhan, harus ada kesetiaan. Ketika menanti janji Allah harus ada keintiman. Kita harus diproses agar sesuai dengan apa yang Tuhan mau kita lakukan. Yang menjadi pertanyaan : kita tahu tidak janji Tuhan dalam kehidupan ini?

Janji Tuhan Yesus dalam Kehidupan ini.

Ketika meninggal, kita diselamatkan . Tetapi sekarang ini kita masih hidup. Ketika kita percaya pada Tuhan Yesus, di dalam kehidupan ini adakah janji Tuhan (janji Tuhan nyata)? Ada dan banyak! Seharusnya janji Tuhan di dalam kehidupan ini mendorong saya membuat saya hidup berbeda.

1.  Matius 11:28-30 28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Di dalam dunia ini, hidup ini berat dan membuat lelah. Kehidupan sekarang dirasakan susah. Kehidupan zaman dulu susah. Kehidupan zaman sekarang susah. Kehidupan di masa datang juga susah. Ada beban berat dalam kehidupan kita. Tetapi Alkitab berkata,”Semua orang percaya kepada Tuhan bisa melewati kesulitan demi kesulitan yang ada. Bukan saja melewati kesulitan demi kesulitan tetapi keluar sebagai pemenang dan menjadi saluran berkat. Janji firman Tuhan, kita imani dan percaya. Datang kepada Tuhan Yesus ketika kita mengalami masalah, Tuhan Yesus akan memberikan kelegaan. Kalau orang mendapat kelegaaan dan ketenangan, maka ekspresi yang nyata bisa dilihat dari wajah-nya.
         Kehidupan orang Kristen tidak memikul beban sendiri tetapi ada Tuhan Yesus yang telah datang sebagai manusia. Dia tahu kelemahanku, rasa khawatirku, tetesan air mataku,  rasa sakit  saat dikhianati. Semuanya Dia tahu!  Karena Dia sudah mengalami dan keluar menjadi pemenang. Karena itu datang dan taruhlah bebanmu pada Tuhan Yesus! Janji Tuhan dalam kehidupan ini ketika kita hidup dan percaya kepada Tuhan, ada ketenangan dan damai sejahtera.

2.     Janji Tuhan Roma 10:11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." Jangan takut menjadi orang Kristen! Waktu saya menjadi hamba Tuhan, baru saja berbicara mau jadi hamba Tuhan kepada ayah saya. Ia langsung mentertawakan saya. Ia berkata,”Ben… Ben…! Kamu mau menjadi hamba Tuhan? Omong saja tidak becus!” Saya tidak bisa bicara. Bila bicara berdua saja tangan keringatan dan gemetaran, apalagi kalau diminta berbicara di depan umum. Tidak bisa! Tetapi saya tahu ayat ini (Roma 10:11).  Ketika  percaya Tuhan Yesus, saya tidak akan dipermalukan. Dan saya pegang ayat firman Tuhan ini. Saya sudah berkhotbah di depan 2.000-3.000 orang jemaat. Yakin tidak? Hati yang menanti akan janji Tuhan karena janji Tuhan yang begitu indah, ya dan amin dan pasti terjadi dalam kehidupan ini. Sehingga kita mau setia dan intim selalu bersama-sama dengan Tuhan. Biarlah pada momen Natal ini , membakar kita terus menantikan janji-janji Tuhan walaupun tidak mudah atau ada tetesan air mata tetapi ketika kita bergumul menjadi anak-anak Tuhan yang setia dan intim, yakinlah kita tidak akan dipermalukan. Yakinlah bahwa ketenangan dan  kelegaan sudah dipersiapkan bagi kita!



3 Sikap Terhadap Yesus Kristus

Ev. Susan Kwok

Matius 2:1-10, 16-18
1  Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2  dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
3  Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
4  Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
5  Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
6  Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
7  Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
8  Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
9   Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
10  Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
16  Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
17  Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:
18  "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."

Pendahuluan

              Tema hari ini “3 Sikap Manusia terhadap Yesus”. Pengertian “manusia” adalah  bisa dalam konteks “orang percaya” atau pun “orang tidak percaya”. Orang yang tidak percaya diwakili oleh Raja Herodes. Orang yang bersikap antara “mau percaya” dan “tidak percaya” diwakili oleh iman kepala. Orang yang tidak termasuk orang Yahudi alias termasuk orang kafir tapi mau percaya diwakili oleh sikap orang Majus.
              Kita semua mengenal tangan kita baik yang sebelah kanan maupun yang sebelah kiri. Suatu kali Tuhan berkata kepada  Yunus untuk pergi ke bangsa Niniwe yang merupakan  bangsa yang tidak mengenal Allah . Orang yang tidak mengenal dan menolak firman adalah seperti orang yang punya tangan tapi tidak tahu mana tangan yang kanan dan mana yang kiri. Atau ada juga yang mempunyai telinga tetapi tidak mau mendengar. Atau punya hati tapi tidak mau memakai hati.
Beberapa istilah yang terkait dengan tangan. Orang yang mudah memukul disebut ringan tangan. Orang yang hobinya maling, disebut panjang tangan. Orang yang kita percaya disebut kaki-tangan. Alalh terhadap kita tanganNya seperti apa? Terhadap orang yang seperti orang Niniwe yang tidak bisa membedakan tangan kanan dan kiri, apakah Allah mudah memukul? Allah tidak ringan tangan tapi tahu kapan memukul dan tidak memukul. Allah juga tidak  panjang tangan yang mencuri milik orang lain karena semuanya milik Tuhan. Peristiwa Natal memperlihatkan Alah turun ke dunia. Kita tidak mampu untuk mencapai Allah, tetapi Allah menggapai kita dengan turun. Terus berlanjut sampai peristiwa di Kalvari. Tangan Allah tidak kurang panjang untuk menolong meskipun banyak yang mencoba untuk menggalkannya.

3 Sikap yang  Mungkin Dimiliki Manusia terhadap Yesus

a.     Sikap Raja Herodes

         Raja Herodes mempunyai sikap untuk memusuhi. Ia banyak membunuh istri dan anaknya karena takut posisi dan kekuasaan nya diambil. Maka ia ingin membunuh bayi Yesus. Karena tidak mau posisi dan kekuasaan , kesenangannya dan miliknya diambil. Itu sebabnya ia sangat khawatir , sangat memusuhi Yesus dan ia ingin membunuhNya . Harapannya dengan membunuh bayi-bayi di bawah usia 2 tahun, maka  bayi Yesus juga ikut mati.   Bagaimaan dengan kita? Apakah kita mempunyai sikap bermusuhan?

b.    Sikap Para Imam Kepala

         Waktu orang-orang Majus datang, Raja Herodes tidak tahu lalu memanggil imam kepala. Imam kepala tahu nubuatan ini. Makai a katakan, Firman Tuhan berkata, akan lahir di tanah Yesus.. begini biegu, tetapi mengapa ia tidak mau mencari tahu dengan lebih baik lagi? Perjalanan dari tempat mereka ke betlehem sekitar 8 km, tapi ia tidak mencari tahu. Mereka hanya bicara dan tidak tertarik karena hati mereka sudah degil. Mereka punya Perjanjian Lama tapi tidak percaya Perjanjian Lama. Banyak orang Kristen yang belum tentu percaya kepada Alkitab. Tidak peduli kepada kebenaran.

c.     Sikap Orang Majus

Orang-orang  Majus datang dari 2.000 mil  atau menempuh waktu sekitar 1-2 tahun perjalanan. Dari Babilonia menuju Israel. Untuk mencari tahu bintang. Mereka ahli perbintangan. Tapi Allah mereka memakai ilmu dan pengetahuan mereka untuk mendapatkan pengetahuan sebenarnya. Asal hati kita terbuka untuk kita menemukan.

Penutup

              Bagaimana sikap dan komitmen kita terhadap Natal?