Sunday, October 22, 2017

Tenggelamnya Suara Injil


Ev. Lie Wei Tjen

Roma 1:16-17
16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
17  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Pendahuluan

                Saat ini manusia lebih banyak  diam dibanding sebelumnya. Kalau dulu kita pergi ke tempat ramai, banyak suara berdengung saling bicara satu dengan lain. Sekarang orang-orang lebih tenang dan diam. Hal ini disebabkan setiap kita sudah punya handphone sendiri sehingga kita membaca pesan dan berita, bermain , mendengarkan musik di handphone serta tidak peduli dengan orang-orang di kiri dan kanan kita. Bahkan saat keluarga sedang makan bersama-sama tidak lagi terjadi banyak pembicaraan. Di restoran, sambil menunggu makanan yang dipesan datang, setiap kita membuka handphone dan melakukan ‘sesuatu’ dengannya. Tetapi tetap saja waktu kita membaca pesan atau berita di handphone dengan diam, pesan atau berita itu menjadi ‘suara’ yang masuk dalam hidup, pikiran dan hati kita. Mungkin sebagian dari kita menggunakan Whatsapp menggunakan sarana komunikasi atau  sebagian dari kita juga suka menggunakan Youtube. Di dalam media-media sosial seperti itu banyak pesan dan berita yang disampaikan. Apakah kita memperhatikan bahwa dari Youtube dan berita yang dibaca menimbulkan perasaan pada diri kita? Kadang waktu kita membaca sesuatu maka hati kita seperti terganggu. Kalau kita membaca yang mengerikan maka hati kita merasa miris dan tidak suka dengannya. Kadang-kadang waktu membaca kita tertawa sendiri, kadang kita gemas dan marah, kadang kita menyukuri waktu membacanya. Berita yang sampai itu seperti suara yang masuk dalam hati kita. Apakah suara Injil punya hal seperti itu?

Injil adalah Kekuatan Allah yang Bisa Mengubah Hidup Manusia

Rasul Paulus sebagai penulis kitab Roma punya keyakinan yang kuat seperti yang ditulisnya pada Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Apakah seperti berita tadi sewaktu membaca atau mendengar Injil perasaan kita berbicara juga? Bukan itu maksud Rasul Paulus. Ia mengatakan bahwa Injil adalah kekuatan Allah sehingga waktu mendengarnya orang bisa berubah. Waktu mendengar berita yang biasa, mungkin hati kita tergugah tetapi setelah itu melupakannya. Tetapi suara Injil punya kemampuan untuk mengubah hidup manusia dari berdosa menjadi meninggalkan dosanya. Itu sebabnya Rasul Paulus mengatakan bahwa Injil itu kekuatan Tuhan karena barang siapa percaya pada Injil maka hidupnya akan diselamatkan. Dari orang yang menikmati dosanya dan menganggap bahwa dosa itu hal yang biasa dan baik-baik saja saat dilakukan (dari orang yang berpendapat bahwa dosa itu sesuatu yang menyenangkan dan bisa dinikmati dalam dunia ini), namun saat mendengar Injil lalu menerimanya dan percaya padanya, ia seperti orang buta yang celik matanya. Ia melihat sesungguhnya dirinya sangat kotor. Ia tidak lagi melihat dosa sekedar sebagai suatu perbuatan. Tetapi ia bisa melihat bahwa dosa adalah keadaan diri yang sesungguhnya dari manusia. Dan saat itulah ia bisa merasa jijik dengan apa yang sudah dilakukannya di masa lampau dan mengarahkan dirinya pada Allah. Dia akan datang kepada Tuhan dan mengatakan Tuhan mulai hari ini ia akan sungguh-sungguh mengarahkan diri pada Tuhan. Itulah suara Injil! Itulah kekuatan Injil! Dan apa yang menjadi isi berita Injil sesungguhnya?

Isi Berita Injil

1.     Yesus adalah Tuhan

Kisah 11:20-21 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.  Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Mereka memberitakan Injil tentang Yesus adalah Tuhan. Waktu memberitakan hal itu, tangan Tuhan menyertai mereka dan banyak orang menjadi percaya pada berita itu.

2.     Injil tentang Yesus dan KebangkitanNya

Kisah 17:18 Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: "Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?" Tetapi yang lain berkata: "Rupa-rupanya ia adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing." Sebab ia memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitan-Nya. Diberitakan tentang Yesus yang mati dan bangkit. Inti berita Injil sesungguhnya untuk menyatakan bahwa Yesus adalah inkarasi Allah yang menjadi manusia. Sebagai manusia akhirnya Ia harus mati menanggung dosa semua manusia di atas kayu salib. Saat di atas kayu salib ia menanggung dosa seluruh dunia. Dosa yang terjadi dari Kitab Kejadian di mana Adam dan Hawa jatuh dalam dosa sampai sekarang. Semuanya ditanggung di atasNya. Itulah sekali-kalinya Allah Bapa memalingkan wajahNya dari Yesus karena begitu luar biasa dosa yang  ditanggung oleh anakNya. Tetapi itu bukan cerita yang terakhir. Beberapa hari kemudian Yesus bangkit untuk memuliakan Allah dan kemudian Allah menyatakan kemuliaan melalui Yesus. Hanya kalau kita percaya kepadaNya bahwa dosa kita ditanggung oleh Kristus dan bahwa Yesus adalah Juruselamat kita maka kita diperdamaikan dengan Allah, pada saat itulah kita disebut sebagai anak-anak Allah. Ini berita yang paling penting dari Injil. Para rasul baru mengerti hal ini setelah Yesus bangkit. Waktu Yesus masih hidup, Ia beberapa kali berbicara tentang hal ini tetapi murid-muridNya tidak mengerti. Namun setelah Yesus bangkit, barulah mereka merasakan kebangunan dalam diri mereka. Sekarang mereka mengerti apa itu Juruselamat. Sekarang mereka mengerti bahwa dosa mereka ditanggung oleh Yesus di atas kayu salib. Mulai saat itulah mereka mulai memberitakan Injil kemana-mana. Mereka mulai membicarakan bahwa Kristus mati untuk kita dan bagi orang yang percaya kepadaNya akan diselamatkan.

Cara Orang Menjadi Kristen

Terdapat 2 cara di mana orang-orang menjadi Kristen :

1.     Melalui tanda dan mujizat

Kisah 5:12-16  Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat.  Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak.  Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan,  bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka.  Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan. Waktu mereka melihat mujizat atau mereka merasakan mujizat dalam diri mereka, mereka menjadi percaya. Mereka melihat sesuatu yang besar dan luar biasa sehingga mereka mau mengikuti orang yang mengajarkan mereka itu.

2.     Melalui pengajaran

Kisah 2:41- 42 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Sebelum orang-orang tersebut menjadi percaya, Rasul Petrus berkhotbah tentang bagaimana Yesus menjadi Juruselamat dunia. Setelah ia bicara maka terjadilah apa yang ditulis dalam Kisah 2:41-42

Orang menjadi percaya kepada Kristus bisa melalui mujizat atau pengajaran. Tetapi semua orang yang percaya akan bertekun dalam pengajaran. Orang-orang percaya tidak terus mencari mujizat dan kehebatanNya yang bisa dilihat di depan mata tetapi mereka bertekun dalam pengajaran. Itu menjadi hal yang paling penting. Waktu mereka belajar mereka bertumbuh dan berbuah. Orang-orang bisa melihat bahwa hidup mereka tidak yang dulu lagi. Itu sebabnya diceritakan bahwa banyak orang yang tidak percaya sangat menghormati mereka. Menghormati bukan karena mereka kaya raya atau mujizat-mujizatNya tetapi karena cara mereka hidup yang luar biasa. Orang-orang percaya mulai menunjukkan hidup mereka yang berfokus pada Allah. Itu yang membuat berita Injil berkembang luar biasa.

Suara Injil Pada Zaman Ini

Di beberapa negara berita Injil masih sangat kuat. Saya beberapa kali pergi ke Tiongkok. Ada seorang jemaat di sana yang saya sering kunjungi gerejanya. 7 tahun lalu kami datang ke sana. Kami mengenalnya sebagai gereja rumah tangga yang dilakukan pada rumah-rumah jemaat saja (bukan gereja yang formal seperti kita hari ini). Kita tahu bahwa di Tiongkok rumah dan apartemen itu ukurannya kecil. Waktu kebaktian di hari Minggu mereka duduk di mana saja yang masih ada tempatnya. Kadang-kadang di dapur atau di depan WC. Waktu terakhir ke sana mereka masih berjumlah beberapa puluh orang. Bulan Juni 2017 kemarin, saya pergi lagi ke sana. Mereka sudah menempati satu ruko yang lebih besar dari gereja rumah tangga. Namun ruko tersebut sudah penuh sesak dan kebaktiannya 2 kali. Merkeka berkembang dengan cepat. Bagaimana caranya? Pada akhir setiap kebaktian, ditanya siapa yang baru pertama kali datang di gereja tersebut? Pada gereja-gereja di Indonesia yang mengatakan,”Selamat datang kepada Bapak/Ibu yang baru pertama kali datang. Apabila Bapak/Ibu belum mempunyai tempat ibadah yang tetap , minggu depan dipersilahkan untuk datang kembali di tempat ini.” Di sana tidak begitu. Mereka hanya berkata, “Bapak / Ibu yang baru datang boleh tidak tinggal sebentar? Kami ingin mengenal saudara lebih lanjut.” Biasanya setelah kebaktian ada persekutuan. Jemaat jarang sekali yang langsung pulang. Mereka ngobrol dulu. Bagaimana dengan orang baru ini? Mereka menunggu saja. Saya selalu perhatikan, ada orang-orang yang punya tugas untuk mendekati mereka. Apa yang mereka lakukan selain berkenalan? Yang pertama dilakukan adalah mencatat alamat dan nomor telpon. Setelah itu mereka akan bertanya,”Darimana kamu bisa datang ke gereja?” Ada yang menjawab bahwa  tetangga , teman, saudara nya yang mengajak datang. Setelah itu penyambut tamu itu bertanya, “Apakah kamu pernah mendengar berita Injil?” Mereka lalu akan mulai membuka Alkitab dan menceritakan Injil yang mereka baru dengar sambil berkata,”Percayalah bahwa Yesus adalah Juruselamatmu yang abadi”. Mereka tidak bicara banyak tentang mujizat-mujizat, tetapi mereka menyampaikan inti Injil pada orang itu. Maka kekristenan tumbuh  luar biasa. Marilah kita berpikir bagaimana kita memberitakan Injil kita hari ini.
Saya seringkali mendengar kesaksian tentang menerima berita Injil melalui berkat dan mujizat Tuhan (kebaikan Tuhan yang memberi berkat dan menghibur saat kita susah). Kesaksian ini tidak salah dan itu akan menguatkan kita. Tetapi buat orang yang tidak pernah mengenal Tuhan,mereka tidak akan mengerti. Kebutuhan manusia berdosa bukan mujizat. Kebutuhan manusia berdosa adalah Juruselamat. Beritakanlah Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan itu adalah yang utama. Kita harus kembali pada berita Injil yang mula-mula. Kedua, kita melihat bagaimana hidup kita sebagai orang Kristen. Ada yang bertanya,”Mengapa orang Kristen lebih jelek cara hidupnya dari saya?” Bagaimana mungkin seseorang berkata,”Bertobatlah kamu!” padahal hidupnya lebih buruk darinya? Kita bukanlah orang yang sempurna. Tetapai waktu bergumul dengan sungguh-sungguh tentang dosa dan hidup kita maka Tuhan akan memimpin kita, sehingga waktu memberitakan Injil maka Injil itu berkuasa dan mengubahkan orang. Saya tidak percaya bila Injil diberitakan dengan benar tidak bergema. Injil sudah diberitakan 2.000 tahun dan bergema. Kiranya sepanjang hidup kita, menjadi corong Injil yang membuat Tuhan dipermuliakan. Amin.

   

No comments:

Post a Comment