Sunday, April 7, 2013

Sukacita dan Damai

Pdt Liem Ie Liong

Yohanes 20:19-23
19  Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20  Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
21  Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
22  Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
23  Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

 Yoh. 14:27
 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Filipi 4:4.
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Pendahuluan.
            Hari ini banyak orang yang stress, yang memerlukan terapi dengan tertawa. Tertawa tidak sama dengan sukacita. Untuk menghilangkan stress, ada yang dengan tertawa, sehingga nonton film yang lucu agar tertawa.
            Beberapa perempuan pergi ke kubur Yesus pagi-pagi hari , masih dalam suasana sedih, tiba-tiba malaikat Tuhan berkata, “Dia tidak ada di sini, sebab Dia telah bangkit, sama seperti yg telah dikatakanNya.” Berita kebangkitan Yesus  membuat mereka berubah, yaitu mereka memperoleh sukacita (kesedihan mereka diubah menjadi sukacita) dan Yesus mengubah ketakutan mereka, dengan memberikan salam… “damai sejahtera”. Berita kebangkitan yang memberi mereka sukacita harus diberitakan kepada murid-muridNya. Lalu Yesus juga menampakkan diriNya kepada murid-muridNya dan berkata, “damai sejahtera bagi kamu”.  Dan setelah mereka menerima salam damai sejahtera itu, lalu Yesus menunjukan bekas paku di tanganNya dan bekas tombak di lambungNya kepada murid-muridNya. Firman Tuhan  mengatakan ,” Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat TUHAN YESUS  sudah Bangkit (Ia sudah Hidup )”.

Mengapa ada orang Kristen yang kehilangan sukacita? Mengapa ada orang Kristen yang kehilangan damai sejahtera? Karena tidak hidup dalam kemenangan, tetapi sebaliknya hidup dalam kekalahan, yaitu jatuh dalam dosa/berbuat dosa lagi. Sehingga orang Kristen tidak memiliki sukacita dan damai sejahtera.
      
Setelah Yesus terangkat ke Sorga, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Saudara sukacita mereka diwujudkan dengan mereka senantiasa berada di dalam bait Allah dan memuliakan Allah. Sukacita yang mereka alami , membawa mereka menyembah Allah di  bait Allah dan memuliakan Allah dengan memuji Allah.

Lihat Mazmur 32:11.  Bersukacitalah dalam Tuhan, bersorak-soraklah orang-orang benar dan orang-orag jujur. Sukacita itu dialami oleh orang-orang benar/orang-orang jujur.  

Sukacita kita karena kehadiranNya. (Yoh. 15:11 “Semua ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh”). Tuhan memberikan sukacita di hati kita, bukan dari luar diri kita  atau dari dunia ini. Ketika kehadiranNya kita rasakan di dalam persekutuan kita dengan Tuhan Yesus.
Yesus  menyediakan sukacita  bagi kita, bukan dari dunia ini.
Bagaimana kita mentaati tuntutan Yesus, Bergembiralah  karena dunia membenci kita dan Bersukacitalah karena kita mengalami penganiayaan/penderitaan karena namaNya. -Lukas 6:22-23.  Kita harus memperhatikan fakta bahwa Yesus menyerahkan diriNya untuk mati demi pengampunan dosa kita – pengampunan akan kegagalan kita yang seharusnya bersukacita di dalam Dia.
 Pada perjamuan terakhir, Ia mengambil cawan dan berkata, “inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (Mat. 26:28). Inilah alasan yang utama Ia datang: “ Anak Manusia datang… untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mrk. 10:45). Maka sukacita kita mempunyai dasar yang kuat yakni  Yesus mencurahkan darahNya agar kegagalan kita untuk bersukacita di dalam Dia dapat diampuni. Jadi Yesus mati untuk menyediakan sukacita bagi kita. Ketika MANUSIA BERDOSA berdamai dengan Allah.

Rasul Paulus dalam Filipi 4:4 mengatakan,”Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan, sekali lagi ku katakan bersukacitalah.” Tidak ada limit (batasan) pada intensitas sukacita di dalam  Tuhan Yesus. Rasul Paulus menulis surat Filipi ketika ia ada di dalam penjara, tetapi di dalam penjara ia dan silas dapat memuji Tuhan. Rasul Paulus bersukacita di dalam keadaan ia tidak enak di dalam penjara, tapi ia tetap bersukacita.

Pada  1 Petrus 5: 7 Masalah kekuatiran, membuat kita kehilangan sukacita.
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Inilah yang dijanjikan Tuhan, ketika kita menyerahkan segala kekuatiran kita, maka ada kedamain  yang sejati. (bukankah ini juga sudah diajarkan Tuhan Yesus dalam kotbah di Bukit dalam matius 6. Jangan kuatir akan apa yang kita makan, minum dan pakai, dan jangan kuatir akan haris esok. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Ini merupakan jaminan yang Tuhan berikan kepada kita,   Orang Kristen yang percaya pada pemeliharaan Allah, akan mendapatkan damai sejahtera.
Ada seorang raja yang akan memberikan hadiah pada seniman yg dapat membuat suatu lukisan terbaik tentang kedamaian. Banyak seniman yang mencobanya. Raja melihat hasil semua lukisan-lukisan itu. Tetapi hanya ada dua yang ia suka, dan ia harus memilih salah satu di antaranya. Salah satu lukisan menggambarkan danau yang tenang. Danau itu bagaikan cermin yang sempurna bagi gunung-gunung yang menjulang tinggi di sekelilingnya. Di atasnya langit biru dengan awan di sana-sini. Semua orang yang melihatnya akan berpendapat itulah lukisan yang sempurna tentang kedamaian. Lukisan yang satu lagi menggambarkan gunung-gunung juga, tetapi tampak tegak, angkuh dan kasar. Langit  hitam berawan gelap, ada halilintar di situ. Di bawah  ada air terjun yang airnya bergejolak. Tampak tak ada kedamaian sama sekali. Tetapi raja melihat di belakang air terjun ada sarang burung, Diantara riak gejolak air, duduk seekor induk burung yang  sedang memberi makan pada anaknya dengan penuh kedamaian. Lukisan yang mana yang Anda kira akan menang? Raja memilih lukisan yang kedua.  Karena kata raja,  damai bukan berarti tempat yang tidak ada kegaduhan, permasalahan dan kerja keras. Kedamaian berarti  bila di tengah-tengah semuanya itu tetap ada ketenangan di hati dan tanpa kuatir. Itulah makna sejati kedamaian.

Kekuatiran adalah upaya untuk melindungi diri seperti selimut. Dengan kuatir seolah-olah kita berjaga-jaga. Kekuatiran itu seperti alarm dan seringkali tidak terjadi. Antara kekuatiran dengan ketakutan, secara psikologi dibedakan  menjadi dua, yang memiliki objek dan tidak memiliki objek. Kekuatiran itu ketidakpercayaan kepada Allah. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 5:7 mengatakan  ,”Serahkanlah (dalam bahasa Yunani berarti “Lemparkanlah) segala kekuatiran kita kepada Allah. Ia yang memelihara kita”.

 2 kunci yang harus kita lakukan sebagai anak-anak Tuhan, ketika ada kekuatiran.
 1. Berdoa “serahkanlah kepada Allah”.
 2. Mempraktekkan penyerahan diri yang terus menerus kepada Allah.
 Dalam Buku:”Kuasa penyerahan diri“,ditulis oleh Jerry White, menulis:” Penyerahakan diri setiap hari merupakan jalan yang indah untuk kita tetap tinggal dalam penyerahan pada kehendakNya”
Hidup orang Kristus yang demikian, dapat memiliki damai sejahtera yang                   melampaui  segala akal, akan memelihara  hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:7).

Penutup:
Di dalam dunia ada kesusahan, ada penderitaan, ada tantangan dalam kehidupan ini , kita tidak punya kuasa mengerti apa yang akan terjadi pada hari esok.  Maka percayalah dan alami selalu KUASA KEBANGKITAN  YESUS KRISTUS  dalam kehidupan saudara dan saya. Orang benar  akan hidup  oleh iman / percaya kepada Tuhan Yesus, bukan karena  melihat. Inipun dikatakan Rasul Paulus ( 2 Kor. 5:7).  Tuhan Yesus berkata: Berbahagialah mereka yang tidak melihat ,namun percaya . (Yoh. 20:29).
Ada jaminan untuk hari esok, maka Sukacita dan  Damai sejahtera itu  kita miliki, dalam  Yesus  yang sudah BANGKIT!   Kristus  sudah  HIDUP…! (seperti pada pujian “ Sebab Dia Hidup, ada hari esok”).

Tuesday, April 2, 2013

KebangkitanNya Membawa Pengharapan

Pdt. Jonly Joihin

Mat 28:1-10
1  Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
2  Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
3  Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
4  Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
5  Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
6  Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
7  Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
8  Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
9  Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
10  Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

1 Kor 15:14-17
14  Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15  Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus — padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
16  Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
17  Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.

Di dalam dunia, kita hanya menemukan satu agama yakni Kristen yang memberitakan kebangkitan. Bahwa Tuhan yang dipercaya bukan hanya mati tapi hidup kembali. Bahkan agama lain membicarakannya pun tidak, apalagi mengatakan itu benar. Tetapi kalau kita lihat pada firman Tuhan , Alkitab jelas memberitahukan itu.

Di pertengahan Maret 2013 di Jakarta dan di kota lain diselenggarakan seminar yang cukup penting tentang Kebangkitan Yesus. Pembicaranya, Michael Licona, adalah seorang dosen dari Amerika yang menyelidiki secara mendalam fakta-fakta tentang kebangkitan Yesus. Untuk studinya ia menulis lebih dari 1.000 halaman tentang kebangkitan Yesus. Michael Licona dikenal sering berdebat. Di Amerika dan negera barat berdebat adalah hal yang umum. Memang ada orang –orang tertentu yang bukan Kristen tetapi mereka mengkritisi Kristen khususnya berbagai kebenaran dalam Alkitab yang digolongkan sebagai ateis (tidak percaya) dan skeptis (orang yang ragu tentang kebenaran Alkitab). Di Youtube, kita juga  bisa melihat perbedabatannya. Tim yang percaya dan yang tidak percaya. Kadang 1 lawan 1, bisa 2 lawan 2 atau 3 lawan 3. Micheal Licona tertarik dan menyelidiki fakta-fakta kebenaran sejarah. Ia berusaha mencari kesamaan atau fakta-fakta yang tidak terbantahkan. Suatu dasar, orang apa pun , bahkan orang ateis pun mengakui hal ini. Bila ada fakta lain yang diperbedatkan , maka ia tidak terlalu berpegang pada hal itu.  Contoh : kita semua percaya yakin, kubur Yesus kosong. Tetapi orang skeptis belum tentu setuju, maksudnya kubur kosong tidak berarti Yesus bangkit. Bisa saja, murid-muridNya datang mencuri mayat Yesus dan membawa pergi. Dia mendata kurang lebih 70% yang setuju dan masih ada 30% yang tidak setuju.  Maka ia tidak terlalu menggunakan fakta ini. Lalu ia menemukan 3 fakta mendasar yang semua orang akan setuju.
1.       Tuhan Yesus mati di kayu salib. Kelihatannya sederhana, tetapi kalau dibaca di buku, ada pandangan ahli yang berbeda-beda. Ada pandangan yang mengatakan Yesus tidak disalib. Yang disalib Yudas Iskariot yang diubah menyerupai Yesus. Ada yang mengatakan Yesus memang mati dan kita bisa menemukan kuburan dan tulang-tulangnya. Sekitar 3-4 tahun lalu ada kuburan dengan tulang yang diyakini tulang Tuhan Yesus. Pandangan mereka, Yesus pergi ke Asia, jadi tua, punya anak dan mati. Tetapi pandangan ini tidak kuat maka ateis pun percaya Tuhan Yesus mati di kayu salib.
2.       Murid-murid Yesus percaya dan mengabarkan bahwa Tuhan Yesus bangkit. Yang dicatat di Alkitab dan sejarah sejaman dengan Alkitab menceritakan pengalaman murid-murid Tuhan Yesus, tetapi mereka tidak mencatat Yesus bangkit. Yang mencatat Yesus bangkit di Alkitab. Sehingga yang tidak dibantahkan adalah murid-murid menyaksikan Yesus bangkit. Ini menjadi kesimpulan yang pasti, karena orang melihat dari perubahan hidup murid-murid Yesus yang luar biasa. Ada juga pandangan yang aneh tentang kebangkitan. Ada yang mengatakan Yesus tidak bangkit, tetapi murid-murid mimpi (halusinasi, dibayangkan ada padahal tidak ada). Ada juga yang mengatakan murid-murid mencuri mayat Tuhan Yesus Pada Mat 28 dicatat “ada kabar dusta yang disampaikan orang Yahudi yang mengatakan mayat Yesus dicuri”. Sebenarnya itu dusta, tetapi ada juga orang yang percaya. Ada yang menyebarkan murid-murid mencuri mayat Yesus lalu mengatakan Yesus sudah bangkit. Masalah bila mengatakan hal ini: murid-murid dalam pengalaman hidup mereka , mati karena iman. Waktu ditantang “kamu percaya Yesus atau mau meninggalkan Yesus”, mereka katakan “tidak” walaupun harus mati. Itu fakta sejarah. Ratusan orang-orang pada abad 1,2 dan3 yang mati karena hal tersebut. Ini membuktikan bahwa murid-murid ini pasti berkata benar. Kalau murid-murid bohong, waktu ditodong “mau mati atau percaya Yesus” , kalau murid-murid tahu itu palsu, maka tidak disuruh 2 kali, saat pertama kali dia pasti katakan Tuhan Yesus tidak bangkit (itu bohong). Maka ketika murid-muridNya rela menyerahkan nyawa, badan , tangannya demi mengatakan Tuhan Yesus bangkit, ini membuktikan bahwa kebangktian Tuhan Yesus benar.
3.       Paulus membuktikan dan mengabarkan bahwa Yesus memang bangkit. Kenapa Paulus bisa membuktikan bahwa Yesus itu bangkit? Padahal sebelum bertemu Yesus, ia adalah orang yang melawan Yesus. Ia orang yang punya pendidikan yang baik dan punya jabatan yang baik, tetapi karena ia orang Farisi maka ia berusaha menganiaya orang Kristen karena telah berbohong bahwa Kristus bangkit. Tetapi Paulus kehidupannya berubah luar biasa setelah bertemu Yesus. Tadinya ia menghujat Yesus, menangkap orang Kristen karena berdusta Tuhan Yesus telah bangkit, tetapi setelah itu ia rela mati dan sungguh-sungguh mati karena memberitakan Yesus bangkit.  Dalam segenap hidupnya ia memberitakan dan menderita demi Yesus yang bangkit. Kalau ada ternyata Yesus tidak bangkit atau Paulus hanya mimpi atau bohong kepada orang banyak, maka tidak mungkin ia berubah seperti itu. Karena Ia sudah mempunyai segalanya, ia  tinggal menjalankan hidupnya yang begitu enak. Catatan tentang perubahan Paulus yang luar biasa, membuktikan bahwa Yesus sungguh-sungguh  bangkit dan bertemu Paulus.

Dari 3 fakta yang tak terbantahkan, maka sungguh-sungguh Yesus sudah bangkit.  Walaupun tidak ada catatan di luar Alkitab , jelas bahwa Yesus sungguh sudah bangkit.  Apa kaitannya dengan tema kita : KebangkitanNya memberi Pengharapan?
Dari  2 pengalaman para murid dan Paulus, bagaimana paulus dan para murid mengalami perubahan dalam hidup, bagaimana berubah dari orang yang takut jadi berani, dari penghujat jadi penyembah,  kita tahu kebangkitan Tuhan Yesus memberikan jaminan dan harapan luar biasa. Karena tidak pernah ada, orang yang mati dan bangkit dengan cara yang begitu luar biasa. Kalau benar kita lihat tidak terbantahkan bahwa Yesus sungguh sudah bangkit, maka kita berpikir sungguh-sungguh Yesus Tuhan yang layak disembah. Kalau hari ini ada yang belum mengenal Yesus atau ragu-ragu mengenai Yesus, saudara boleh selidiki kalau Yesus sudah bangkit, Dia diutus dan dipakai Allah untuk menyelamatkan manusia. Pengalaman murid-murid Yesus dan Paulus memberikan jaminan dalam hidup mereka.

2 hal bagaimana Yesus bisa memberikan harapan :
1.       Waktu Yesus bangkit kita mendapat jaminan bahwa Yesus bersama (beserta) dengan kita. Hari ini dan selama sejarah manusia tidak banyak orang yang bangkit dari kematian. Kalau misalnya kita lagi di rumah duka, lalu ada orang yang dikasihi dinyatakan sudah mati, lalu waktu kebaktian, orangnya bangkit lalu duduk, apa respon kita? Kabur? Karena itu bukan kejadian yang umum. Tetapi ini bukan kejadian yang tidak pernah terjadi. Kadang ada dokter yang salah diagnosa. Seharusnya koma tapi dikatakan titik. Saya pernah membaca, orang yang  sudah digotong dalam peti mati lalu terdengar ketukan di pintu minta dikeluarkan. Itu bisa terjadi. Secara medis bisa dijelaskan. Ketika sungguh-sungguh bangkit, awalnya mungkin kita takut. Tetapi kalau benar, kita akhirnya merasa gembira.  Karena orang yang kita kasihi yang tadinya kita pikir sudah berpisah ternyata hidup lagi. Betapa senangnya. Itu yang dialami para perempuan saat mereka ke kubur Yesus. Mereka pergi ke sana dalam keadaan takut. Setelah Yesus mati, semua murid dalam keadaan takut, takut ditangkap pemerintah Romawi karena menjadi murid Yesus. Apalagi waktu sampai di kubur terjadi gempa bumi yang dahsyat sehingga penjaga jadi gemeter dan tampak seperti orang mati. Kita bisa bayangkan gempa bisa membuat orang  ketakutan. Gempa ini luar biasa sehingga mereka terpaku seperti orang mati. Maka seorang malaikat datang menenangkan wanita itu, “Jangan takut. Yesus sudah bangkit.” Yesus sudah berjanji pergi ke Galiliea, sehingga dapat bertemu di sana. Ayat 8. Mereka segara pergi dari kubur itu dengan takut dan sukacita besar. Ini gambaran pertama yang dialami para perempuan saat itu. Kebangkitan memberi harapan, bahwa Yesus akan bersama dengan kita. Ia akan kembali seperti sebelum mati. Roh Kudus berserta kita. Ini janji yang indah. Tidak ada tempat dan waktu Allah tidak berserta kita. Suatu kali ada film tentang disertai Tuhan membawa pengharapan. Ada orang yang senang disertai Tuhan. Dia berdoa, “Tuhan sertai saya, tolong saya!” Dalam film ini, Tuhan Yesus dipersonifikasikan dan tampak sebagai manusia. Sewaktu ia bangun tidur, ia melihat Tuhan Yesus ada di sebelah kanannya. Lalu ia sarapan pagi bersama Tuhan Yesus. Waktu berangkat naik mobil ke kantor, Tuhan Yesus duduk di samping. Juga di kantor Tuhan Yesus ada di sampingnya. Tapi waktu mau makan siang, ia mulai gelisah karena ia punya hubungan yang tidak benar dengan sekretarisnya! Tuhan Yesus senantiasa menyertai kita. Tapi saat itu ia berkata kepada Tuhan, “Kali ini jangan deh”. Kalau Tuhan Yesus beserta kita, itu anugerah. Kalau kita berbuat dosa, ketahuilah TUhan tahu apa yang kita lakukan karena Dia sudah bangkit. Kita harus sungguh-sungguh berpikir ulang apa yang kita lakukan.
2.       Rasul Paulus : Kalau Yesus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah iman kita. Masa itu jemaat berpikir jangan-jangan kalau mati tidak dibangkitkan. Kalau tidak dibangkitkan , berarti tidak ada kebangkitan dan Yesus juga tidak dibangkitkan. Yang benar Yesus telah dibangkitkan! Itu artinya pengorbananNya berkenan kepada Allah. Karena itu dosa kita diampuni. Yesus bangkit dan dosa kita diampuni dan dapat jaminan dari Tuhan bahkan dalam kehidupannya. Murid-murid saat itu tidak takut. Siapa yang tidak senang, hidup bahagia karena disertai Tuhan, mati masuk surga. Banyak yang bercita-cita : hidup bahagia, mati masuk surga. Lalu diplesetkan : hidup enak, matinya masuk surga. Maka kalau hidupnya tidak benar, matinya tidak bisa masuk surga. Tuhan menjanjikan, karena Yesus bangkit, dalam hidup kita ada sukacita. Karena ada Tuhan dalam hidup kita, tetapi juga waktu mati karena keselamatan sudah digenapkan kita mendapat sukacita. Maka kita tidak perlu khawatir. Yesus mati dan bangkit memberi jaminan yang sempurna. Sehingga kita sebagai orang Kristen biasanya orang yang paling optimis / semangat dalam hidup kita. Melayani sesuatu harus dengan keyakinan seperti itu karena sekarang Tuhan menyertai kita.

Bagaimana hidup kita hari ini? Apakah kita ada kekhawatiran? Banyak hal buat kita khawatir seperti sakit, keuangan, keluarga , atau kita merasa tidak ada yang mengasihi. Bila itu menjadi hambatan, Yesus yang bangkit sungguh-sungguh memberikan jawaban. Dia telah bangkit untuk memberikan jawaban. Di Alkitab ada contohnya yakni Stefanus, martir yang pertama. Orang yang mati bagi TUhan. Ia beritakan tentang Yesus sehingga orang Yahudi tidak senang, lalu menyeret dia,  mengambil batu dan merajam dia sampai mati. Tetapi Stefanus tidak mundur. Di akhir kehidupannya, ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berada di sebelah kanan Allah. Biarlah iman, pengharapan seperti itu juga ada dalam kita , orang tua atau orang muda, dewasa – pemuda punya harapan karena Yesus sudah bangkit.


Sunday, March 31, 2013

KebangkitanNya Membawa Pengharapan (khotbah musikal)

Ev Lisiani Helena

Pada abad 18 tentara yang dikomandoi Apollo menyerang tentara Australia. Saat itu tentara Australia merasa ketakutan. Tiba-tiba ada yang mengatakan hari ini adalah hari Paskah. Lalu mereka lari ke gereja dan mereka membunyikan lonceng dengan kencang. Lonceng ini menyatakan bahwa Allah kita bangkit mengalahkan maut. Waktu tentara Apollo mendengar suara lonceng tersebut, mereka mengira ada tentara dalam jumlah sangat besar membantu Australia, sehingga mereka pun melarikan diri dan tentara Australia menang. Paskah bukanlah sekedar kemenangan tentara Australia, namun Paskah adalah kemenangan Kristus atas maut!

Tuhan yang kita percaya adalah Tuhan yang hidup, Dia menjaga kita. Dan Tuhan kita mempunyai telinga untuk mendengarkan permohonan, punya mata untuk melihat kita, Dia tahu penderitaan, kelemahan kita dan akan menyelesaikannya untuk kita. Martin Luther pada abad ke enam belas, merasakan kemunduran gereja saat itu. Dia tidak setuju akan Paus yang membuat aturan-aturan yang tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab. Selama 3 tahun , ia telah berdebat dengan pembesar-pembesar dari  gereja Katolik. Ia lalu diusir dan merasa sedih. Saat ia tenggelam dalam kesedihannya, tiba-tiba ia melihat istrinya mengenakan baju kabung. Lalu ia bertanya, siapa yang meninggal dunia hari ini? Istrinya berkata,”Tuhan Yesus”. Martin Luther berkata, “Kamu pasti bergurau. Bagaimana Tuhan Yesus mati?” Istrinya membalas, “Kalau kamu tahu Tuhan Yesus tidak akan mati, mengapa kamu sedih?” Martin Luther sadar sehingga ia bangkit kembali, lalu menulis lagu “Allah Jadi Benteng Kukuh”. (Allah jadi benteng kukuh. Perlindunganku yang teguh.  Meski banyak susah sukar. Pertolongannya beri gemar. Meski musuh sigap , senjatanya lengkap. Menyusahkan kita, dengan tipu daya. Tapi Kristus slalu jaga). Martin Luther menulis 31 lagu, kita tidak tahu ke-30 lagu lainnya bagaimana. Lagu di atas sangat terkenal, karena ia menulis lagu ini setelah pergumulan hidupnya mengatasi penderitaan.

Di PPK ada sebuah lagu, Buah zaitun tak ditekan, Tak’kan jadi minyak. Bunga anggur tak diperas takkan menjadi arak. Minyak narwastu tak diolah tak berbau semerbak. O, Tuhan perlukan aku trima penderitaanMu. Stiap pukulan pasti berguna. Jika apa yang Kau ambil , dengan diri Kau ganti.
Saya ingin melihat alatar belakang lagu ini tapi menemukannya. Saya percaya, penulis lagu ini mengalami pergumulan dalam hidupnya baru bisa menuliskan lagu. Tema kita “KebangkitanNya memberi Pengharapan”. Memberi pengharapan apa? Hidup jadi berarti karena Dia hidup.  Berbeda dengan ajaran lainnya. Murid Konfusius bertanya, “Guru kalau manusia mati bagaimana?” Konfusius menjawab, “Manusia tidak tahu akan lahirnya dari mana, bagaimana bisa tahu mati?” Ada seorang penyair terkenal di Tiongkok, Li Bai, yang menulis sebuah syair, “Sinar bulan menyinari dengan terangnya membuat lantai berwarna putih dan dia mengira itu salju yang di lantai, lalu mengangkat kepalanya teringat kampung halaman. Orang tua yang akan meninggal bertanya pada istrinya, dimana kampung halamannya. Istrinya menjawab, ada di Shanghai. Kemudian suami bertanya, setelah meninggal saya akan pergi ke mana? Istrinya tidak bisa menjawab karena tidak ada yang memberitahukannya.” Sayang sekali. Banyak orang yang hidup di dalam dunia dalam keadaan yang tidak tahu apa-apa, arah mana yang akan ditempuh. Karena sebelum mengenal Tuhan Yesus, hidup tidak punya tujuan dan arti. Hidup kita harus punya tujuan. Hari ini kita punya tujuan apa? Ada yang ingin menikmati hidup dalam dunia dan membeli rumah, mobil. Apakah ini tujuan hidup di dunia?

Seorang perampok melarikan diri saat polisi datang. Kemudian ia lari ke sebuah apartemen yang pintunya tidak tertutup. Perampok ini masuk ke apartemen itu. Saat wanita yang ada di apartemen melihatnya, ia sangat takut. Perampok berkata, “Jangan berteriak dan bergerak!” Wanita ini menjadi sangat takut sekali, namun pelan-pelan ia bergeser dari tempatnya. Perampok berkata, “tidak boleh bergerak!” Ia berakat, “Saya ingin memberikan kamu sebuah buku.” Waktu perampok tidak memperhatikan, lalu ia mengeluarkan sebuah buku dan diberikan ke pada perampok. Saat sang perampok membaca bagian depannya, ia sangat tegang. Apa yang ia lihat. “Saya hidup di dunia ini untuk apa?” Setelah membaca buku karangan Rick Warren (Purpose Driven Life), ia berkata,” Buku ini adalah jawaban saya!” Kemudian perampok tersebut mau percaya Tuhan Yesus dan turun dari apartemen. Ia menyerahkan diri kepada polisi. Polisinya sampai bingung melihatnya dan menyangka ia berpura-pura. Ia berkata,”Saya rela menyerahkan diri pada kalian, karena buku Purpose Driven Life ini yang mengubah dia. Saya tidak sedang mempromosi buku ini. Agama tidak bisa menyelamatkan kita, juga agama Kristen. Hanya Tuhan Yesus yang bisa selamatkan kita. Agama di dunia mengajarkan bagaimana berbuat kebaikan. Dengan berbuat baik bisa naik ke surga. Yesus yang kita percaya , bisa menjauhkan kita dari dosa.

Banyak anak muda yang saat ini terkena narkoba. AKhir-akhir ini saya melihat berton-ton narkoba diimpor masuk ke Indonesia. Saya katakan, “Kenapakah anak-anak muda ini ? Hidup mereka habis.” Mereka memakai narkoba, karena mereka merasa hidup mereka tidak ada artinya. Dia merasa hidup di dunia sangat membosankan, karena ia belum mengenal Tuhan Yesus. Ada seorang pemuda Singapore , Simon namanya, anggota mafia. Keluar masuk penjara adalah hal yang biasa. Ia biasa menghisap narkoba. Mamanya setiap hari pergi ke penjara menjenguk anaknya. Ia menasehati anaknya untuk berubah. Banyak hamba-hamba Tuhan memberitakan Injil kepadanya. Pada waktu natal 1976, ada seorang penginjil yang pergi ke penjara memberitakan Injil. Ia juga meragukan hamba Tuhan ini. Dia berkata, “Simon saya membawa berita baik kepadamu”. Simon berpikir ,”Aapakah kau datang untuk mengurangi waktu saya dalam penjara?” Penginjil tersebut menjawab, “Saya bukan saja memberitakan kabar baik kepadamu tetapi berita kesealamatan bagimu.” Aneh ajaib. Kali ini sikapnya berbeda dengan dulu. Kemudian  Ia menundukkan kepalanya. Ia dengarkan apa yang dikatakan penginjil itu. Hatinya tergerak. Akhirnya ia mau menerima Yesus. Ia mulai suka baca Alkitab dan belajar kebenaranya. Tahun 1977, tahun perubahan hidupnya. Yang mengubah siapa lagi kalau bukan TUhan Yesus? Sekarang ia jadi penginjil Simon. Kemana-mana memberitakan firman Tuhan. Sekarang buka panti rehabilitasi di Cibubur. Kebangkitan Tuhan telah memberi hidup yang baru kepada banyak orang. Kita menunggu kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Apakah kita mau? Mari kita berdoa kepada Tuhan, “Tuhan saya bersedia menunggu kedatangan Tuhan.” Kenapa kita tidak mau menerima Dia?

Karn’na Dia hidup. ‘Ku ada hari esok, Kar’na Dia hidup ku tak takut. Dan ku tahu hari esokku, hidup penuh harapan, kar’na Dia hidup (hdup jadi berarti karna Dia hidup).