Tuesday, December 25, 2012

Rela Jadi Miskin



Natal Umum GKKK Mangga Besar
25 Desember 2012
Pdt Karyanto Gunawan

Kita merayakan natal dengan penuh sukacita. Namun terkadang ada kejadian yang bisa membuat sukacita kita lenyap. Tadi pagi usai melayani di kebaktian natal GKKK  Green Garden dan menghidupkan BB, ternyata ada seorang ibu yang mau sharing. Dia mengirim 3 foto anaknya yang baru kelas 3 SD. Ada foto kaki sang anak yang babak belur dipukul papanya. Ada foto tongkat sapu yang patah. Ada juga pintu kamar jebol. Sang ibu berkata, “Sebenarnya saya sudah mandi dan mau ke gereja, anak saya  itu (Axel) saya mau ajak ke gereja tapi sekarang bĂȘte tidak mau ke gereja.” Saya bilang, “Tidak apa Bu. Ibu di rumah saja, kiranya sukacita natal ada di rumah ibu.” Sang Ibu membalas,” Pak, bagaimana kalau saya lapor kejadian ini ke polisi?” Saya bilang, “Jangan dulu.” Memang  Natal adalah sukacita. Namun sukacita sejati hanya dimiliki bila ada Sang Putra datang (Kristus ada dalam hati kita).

Natal dan Yesus Kristus

Apa yang langsung terlintas dalam pikiran kita kalau disebut buah apel?. Berdasarkan hasil penelitian, warna merah paling banyak muncul dalam benak manusia saat disebut buah apel.
Apa yang langsung terlintas dalam pikiran kita kalau disebut natal?. Hasil penelitian mengatakan yang langsung muncul dalam pikiran kita, pohon natal di urutan pertama. Rekor pohon natal tertinggi di dunia yang belum terpecahkan sampai sekarang tingginya 110,35 m di Mexico City kabel yang dipakai 80 km (seperti jarak Surabaya – Malang) dihiasi 1,2 juta buah bola lampu.  Ada sebuah gereja dalam rangka natal rapat untuk menentukan pohon natal. Saat itu, di tahun 1990-an belum banyak pohon natal imitasi seperti sekarang. Ini gereja besar di Jakarta. Rapat lebih dari ½ jam, untuk menentukan membeli pohon cemara asli atau imitasi. ½ jam berdebat untuk memutuskan hal itu. Beli pohon cemara asli di Puncak atau beli imitasinya di toko? Ada yang bilang, tradisi gereja kita tiap tahun beli pohon asli di Puncak. Yang lain bilang, kita sebagai orang Kristen harus ikut serta dalam memilihara lingkungan hidup. Keputusannya tetap beli di Puncak. Pohon cemara yang asli datang. Lalu bingung lagi, mau taruh di sebelah kiri atau kanan. Itulah gereja ketika menyambut natal. Banyak yang diurus hanyalah bersifat urusan materi seperti bola lampu . Tetapi lupa  menyiapkan hati kita menyambut hari natal.  Sehingga saat natal berlalu bukan sukacita , tetapi letih lesu dan marah kepada yang lain. Kalau diperhatikan natal sekarang lebih banyak sinterklas dan night sales sehingga orang sibuk memborong.  Ada sebuah hasil survey yang perlu kita perhatikan. Pada tahun 2007 survei membuktikan bahwa 1 dari 3 dari anak muda di Inggris tidak pernah tahu bahwa Yesus pernah lahir di Betlehem. Padahal Inggris adalah suatu bangsa yang melahirkan John dan Charles Wesley yang dikenal sebagai pendiri gereja Methodis. Suatu bangsa yang melahirkan hamba Tuhan, David Livingstone yang melayani sampai ke tanah Afrika. Satu bangsa yang melahirkan seorang teolog yang sangat mengasihi Tuhan, John Stott., seorang pendeta kerajaan Inggris. Tetapi generasi mudanya, tidak banyak yang mengerti tentang Yesus Kristus.  Saya berharap setiap orang tua, setiap guru SM mengunakan momentum natal untuk menceritakan tentang Yesus Kristus kepada anak kita.  Jangan sampai anak-anak kita tidak mengerti lagi  siapa itu Yesus Kristus.

Kasih Allah & Menghafal Ayat

Bila ada seorang ibu pergi ke pasar untuk membeli semangka yang beratnya 2-3 kg, lalu ia ingin membuat juice (sari buah) semangka, apa yang dilakukan? Dikupas dulu kulitnya, dipotong, masuk ke juicer. Atau dipotong dulu, dikupas kulitnya baru masuk ke juicer? Yang betul potong dulu. Karena beda dengan mangga yang dikupas dulu. Setelah itu didapat 2-3 gelas sari buah semangka. Alkitab kita terdiri dari 66 buah kitab, 1.189 pasal dan 31.102 ayat. Yang perlu dihafal hanyalah jumlah kitabnya saja yakni sebanyak 66 kitab. PL 39 kitab, PB 27 kitab. Alkitab yang terdiri dari 31.102 ayat, bila disarikan ada di ayat Yoh 3: 16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Ronald L. Willington berkata ayat Yoh 3:16 adalah yang terpenting, namun bukan berarti ayat lain tidak penting. Ayat terpenting karena memuat berita sukacita Injil yang singkat, padat, jelas. Willingtin berkata, ayat ini adalah ayat teragung. Karena memuat kebenaran yang sangat dalam melebihi kebenaran yang pernah dicatat di muka bumi ini. Albert Einstein menemukan rumus e= mc2. Itu kebenaran yang hebat sekali.Tetapi Yoh 3:16 adalah kebenaran yang melampaui kebenaran-kebenaran. Bila ada yang baru pertama kali datang ke gereja, maka baru pertama kali mengerti intisari dari Alkitab.  Bagi bapa ibu yang sudah lama jadi Kristen, boleh tidak tahu dan hafal ayat yang lain, tetapi jangan sampai tidak hafal ayat yang satu ini.
Guru agama Kristen saya sewaktu SMA, Pdt I Wayan Kawi, ia penganut Hindu yang menjadi Kristen. Setiap kali mau ulangan semester, berkata, “Nanti saya akan keluarkan ayat hafalan Yoh 3:16.” Selama 3 tahun saya diminta hafal oleh pendeta itu dan setiap kali keluar dalam ujian. Bila ada anak sekolah minggu yang tidak hafal, maka yang salah adalah guru sekolah minggunya.

Kenapa kita harus hafal ayat? Suatu ketika saat diundang untuk khtobah di sebuah gereja ada waktu jeda antara kebaktian ke satu dan kedua, saya diajak melihat persekutuan sekolah minggu. Majelis yang mendampingi saya berbisik kepada saya, “Pak. Bapak 1 itu setiap minggu setia antar anaknya ke sekolah minggu. Tetapi tidak pernah mau sekalipun diajak untuk ikut kebaktian.” Kami terpaksa lewat dekat bapak itu. Lalu kami menyalami. Dia berkata, “Bapak orang baru ya disini?” Saya jawab, “Ya, saya tamu.” Lalu dia bertanya lagi, “Boleh tidak saya tanya 1 hal?” Saya kaget juga, karena khawatir tidak bisa menjawab lalu menjawab, “Silahkan Pak, kalau bisa saya jawab. Kalau tidak bsia, saya bawa pulang.” Pertanyaannya tidak pernah saya duga yakni,”Kenapa anak saya setiap minggu harus menghafal ayat Alkitab?” Saya diam sebentar, lalu saya temukan jawabannya. Saya bilang, “Kalau bapak menghafal siapa guburner DKI, maka 10-20 tahun kemudian Bapak lupa karena berganti-ganti. Tetapi kalau Bapak menghafal kita suci sampai tuhan Yesus datang kedua kali, tidak pernah berubah.” Pada waktu kita menghafal kitab suci, maka saat kita mau jatuh ke dalam dosa, firman Tuhan akan menolong, mencegah dan mengingatkan kita untuk tidak melakukannya. Pada waktu hidup kita dalam tekanan begitu berat, firman Tuhan akan memberi kekuatan dan penghiburan.

Beberapa tahun lalu, saya melayani di Malang. Di gereja tiap minggu kedua bulan Mei diadakan Mother’s Day (Hari Ibu). Setiap tahun kami berpikir sedemikian rupa agar acaranya tidak sama. Tahun itu , saya ingin mengundang seorang ibu untuk bersaksi, yakni Ibu Miriam Santoso (isti David Imam Santoso). Tetapi ia menolak dan ia mengusulkan ibu janda Pdt Matius Sie. Saya datang kepadanya, puji Tuhan, ia bersedia. Saya tidak pernah lupa kesaksiannya walau sudah bertahun-tahun berlalu. “Pada waktu suami saya meninggal, saya seperti layang-layang putus. Saya harus membesarkan beberapa orang anak. Setiap hari yang memberikan saya kekuatan dan penghiburan kepada saya sebagai janda adalah Firman Tuhan.” Saya ingin mendorong setiap kita, dari yang masih muda sampai orang tua, untuk menghafal Alkitab.

Pada ayat Yoh 3:16, Allah menunjukkan kasihnya kepada saudara dan saya. Siapa “saudara dan saya”? Ada masa di mana saya hidup sebagai anak Tuhan. Saya berpikir saya tidak sejelek dia karena saya tidak pernah mencuri, tidak pernah pergi ke pelacuran seperti teman saya. Tetapi pada waktu tertentu, dalam pertumbuhan kerohanian, saya menyadari betapa bobroknya hidup saya di hadapan Tuhan. Saya boleh memakai topeng yang banyak, orang mengenal saya sebagai orang terhormat, tetapi dalam kesendirian saya, saya menyadari betapa saya orang yang celaka di mata Tuhan. Allah mengasihi saudara dan saya yang memberontak kepadaNya. Ini adalah sebuah berita yang maha penting!

Seorang Ibu yang mempunyai 3 anak curhat ke saya. “Pak Pendeta saya seringkali merasa bersalah sekali. Saya tahu saya harus mengasihi anak saya dengan sama rasa, sama rata dan sama adil. Tetapi saya tidak bisa membohongi diri saya sendiri, bahwa saya lebih mengasihi anak saya yang kedua. Karena anak kedua itu sangat penurut, memperhatikan dan peduli pada saya.”  Saya jawab, “Ibu itu sangat manusiawi. Itulah manusia.” Kalau saya cari teman hidup , saya tidak akan pergi ke tanah abang berdiri di pojoknya. Di tengah orang yang begitu ramai lalu saya comot satu untuk jadi istri saya. Tetapi saya pilih orang yang saya anggap cocok untuk mendampingi saya. Tetapi malam ini Firman Tuhan berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. Allah mengasihi kita bukan karena kita baik. Tetapi karena Allah adalah kasih dan itulah anugerah bagi umat manusia. Bencana besar manusia , bukan ancaman bom nuklir, HIV- AIDS, ataupun kelaparan, tetapi perasaan tidak dikasihi., perasaaan ditolak keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Banyak kesulitan, ketidakbahagian dalam hidup bermula dari perasaan tidak dikasihi / ditolak lingkungannya. Ada resep yang gampang untuk melahirkan teroris : dari kecil tolaklah anak itu.

Natal memberikan kebenaran teragung bahwa Allah mengasihi saudara dan saya. Banyak orang yang putus harapan, bahkan hampir bunuh diri. Pada waktu mereka menerima traktat yang isinya memberi tahu bahwa Allah mengasihi dia, mendengar siaran radio Kristen bahwa Allah mengasihi hidupnya. hidup orang itu berubah menjadi berbahagia. Lingkungannya tidak berubah. Tetapi hidupnya berubah, karena kasih Allah hadir dalam hidupnya.

Mengalami kasih Allah di dalam hidup kita di dunia yang sementara, itu sama artinya mencicipi surga di dunia yang sementara. Dengan apa yang Allah lakukan sebagai bukti kasihNya, Ia mengaruniakan Yesus Kristus sebagai Juruselamat umat manusia. Ia menganuranikan Putra TunggalNya untuk menyelesaikan persoalan yang utama dalam hidup manusia. Charles Swindoll berkata,”Kalau kebutuhan terbesar umat manusia adalah informasi, maka Allah pasti memberikan seorang guru besar, pendiri untuk memberikan banyak  informasi. Kalau kebutuhan umat manusia adalah teknologi, maka Allah akan memberikan ilmuwan. Kalau kebutuhan terbesar adalah uang, maka Tuhan akan mengaruniakan manusia, pakar ekonomi untuk memenuhi kebutuhan umat manusia.” Tetapi Charles Swindol berkata, “Kebutuhan umat manusia terbesar adalah pengampunan atas dosa-dosanya. Itulah sebabnya Allah mengaruniakan umat manusia AnakNya. Allah tidak memberikan mobil Ferari, apartemen mewah tetapi Allah mengaruniakan kepada kita Natal. Apakah ada yang lebih baik dari Putra TunggalNya? Alkitab menjawab tidak ada! Anak tunggalNya adalah hadiah teragung dari Allah kepada umat manusia. Anak saya pernah berkata,”Kenapa Tuhan Yesus harus lahir di kandang? Kenapa harus lahir dalam kemiskinan? Seperti tema kita hari ini : kenapa Tuhan Yesus rela jadi miskin? Ia yang memiliki dunia dan Penciptanya, mengapa tidak lahir di hotel bintang 5, tapi lahir di Betlehem? Saya tidak kenal banyak di antara saudara tapi saya merasa pasti saudara tidak lahir di kandang.
Saya menjawabnya,”Sebagai pendeta, papa sering menghadapi orang yang miskin , sakit kanker dll. Tapi papa selalu hati-hati dalam memberikan penghiburan. Karena ia bisa berkata, kamu tidak mengalami seperti saya. Papa lebih banyak diam dan ajak berdoa.” Lalu saya lanjutkan,”Kenapa Tuhan Yesus lahir di tengah keluarga yang miskin, lahir di kandang supaya tidak ada orang berkata Tuhan kita tidak mengerti penderitaan. Tuhan telah datang, mengalami penderitaan dan akhirnya mati sehingga Dia mengalami semua penderitaan manusia.” Saya rindu pada malam natal ini, siapa pun kita yang punya masalah ataupun yang tidak punya untuk datang kepada Tuhan Yesus.  Hanya Yesus Kristus yang memberikan damai sejahtera yang sejati. Setelah kita menerima Tuhan Yesus, tidak berarti tidak alami lagi masalah-masalah. Tapi orang Kristen akan menghadapi kesulitan dengan cara yang beda.

Kapten pesawat pembom B-17 dari Amerika di Perang Dunia II, Eddie Rickenbacker , di hari tuanya mempunyai kegiatan rutin. Setiap jumat sore, ia akan keluar dari rumahnya membawa ember yang berisi udang. Dia keluar dengan hati yang  sukacita menuju ke pantai Florida yang memiliki banyak burung laut. Lalu dia tebarkan udang-udang di pantai sehingga burung laut pun datang memakan udang-udang itu. Setelah selesai ia pulang ke rumah dengan hati yang gembira. Jumat sore berikutnya dan jumat sore lainnya, ia rutin melakukan hal tersebut sampai kesehatannya tidak memungkinkan ia ke pantai. Ada seorang wartawan yang memperhatikannya, lalu datang mewawancarainya. “Mengapa Bapak setiap jumat sore pergi ke pantai dan taburkan udang ke pantai?” Akhirnya mengalirlah ceritanya. Waktu perang dunia 1942, Eddie mendapat tugas rahasia untuk disampaikan ke Jendral Douglas Mc. Arthur. Ia melintasi Lautan Pacific dengan B-17 dan sayang sekali ia kehilangan kontak dengan rekan-rekannya. Ia hilang! Ternyata ia mengalami musibah, jatuh dan selamat dengan memakai sekoci pesawat. Berhari-hari ia terombang-ambing di lautan Pacific yang begitu luas. Kalau siang kepanasan dan kalau malam kedinginan luar biasa. Seluruh bekal makanan sudah habis pada hari ke 8 setelah ia jatuh. Dengan lemah, ia bersandar di pojok sekoci dan berdoa. Untuk menghindari panas terik di  lautan, ia memakai topi yang lebar. Di tengah keletihan ia merasa ada burung yang hinggap di atas topinya. Lalu dengan reflek ia tangkap burung itu dan disembelihnya. Ususnya ia pakai untuk memancing ikan. Tiap hari ia gunakan usus burung itu untuk menangkap ikan. Singkat cerita, ia diselamatkan. Itulah latar belakangnya sehingga setelah selamat ia melakukan ritual setiap jumat sore bercengkrama dengan burung-burung di laut sebagai balas jasa telah menyelamatkan hidupnya.

Ilustrasi ini sesuai dengan apa yang ingin saya sampaikan. Saat ia di tengah Lautan Pacific yang luas yang dibutuhkan bukan rumah, kondominium mewah tetapi juru selamat / orang / temannya yang bisa menyelamatkan dia. Demikian juga dengan hidup kita sebagai manusia yang berdosa kita terkena murka Allah, yang kita butuhkan Juruselamat. Tetapi setelah diselamatkan, seperti Eddie sebagai ucapan syukur kita selalu ingat kepada Juruselamat kita, Maka hari ini setiap kita yang telah diselamatkan harus memakai hidup kita dengan sukacita melayaniNya. Natal adalah berita baik Allah bagi umat manusia. Dari tempat tinggi Dia datang ke tempat miskin agar orang yang percaya diberi keselamatan. 2 Kor 8. Mari kita melayani Dia dan sesama. Mari kita memiliki hidup baru setelah natal dengan percaya kepadaNya, melayani Dia dan sesama.

  

Monday, December 24, 2012

Natal tanpa Kristus


Christmas Without Christ
Natal Pemuda Remaja GKKK Mangga Besar  2012
24 Desember 2012
Pdt. Binsar Sihite

Lukas 2:10-15
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
15    Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."

Natal tanpa Kristus, Tidak akan Pernah ada Harapan.

Pernahkah merenungkan : bila Tuhan Yesus yang berulang tahun hari ini datang, kira-kira kemana Dia akan pergi dan siapa yang pertama kali Dia datangi? Selama ini seringkali natal sekedar aktivitas perayaan setiap Desember, baik pada natal Sekolah Minggu, natal pemuda-remaja dan natal umum. Seandainya Yesus yang berulang tahun hari ini datang sebagai bayi dan bukan lagi sebagai anak kecil tetap sebagai bapa atau  ayah, bila Dia datang, siapa yang akan Dia datangi pertama kali? Saya atau anak-anak di panti asuhan yang tidak mendapat perhatian? Mungkin Tuhan Yesus datang ke anak-anak penghuni panti terlebih dahulu? Ternyata tidak! Karena mereka tahu persis setiap Desember, orang Kristen sedang ‘getol-getolnya’ berbuat baik. Ada aksi natal dengan datang ke panti asuhan sehingga para penghuni panti mendapat makanan enak dan baju bagus. Bagi mereka natal sekedar perayaan. Ataukah panti wreda atau jompo yang Tuhan Yesus kunjungi karena anak-anak mereka tidak mau mendatangi orang tuanya? Kita melupakan orang tua karena takut merepotkan pasangan hidup kita. Mungkinkah orang-orang senior itu yang dikunjungi? Ternyata tidak! Atau orang-orang di penjara yang tidak dikunjungi saudara-saudaranya karena mereka malu? Tidak! Apakah gereja kita yang dikunjungi Tuhan Yesus pertama kali? Para aktivisnya sedang sibuk mempersiapkan perayaan natal, sehingga Tuhan Yesus tidak disapa. Tidak ada yang menyapa Nya karena sibuk. Yang dikunjungi Tuhan Yesus pertama kali adalah orang yang hancur hatinya dan menyadari bahwa Yesus telah lahir. Christmas without Christ adalah bahaya. Tema ini bertanya-tanya, apa artinya Natal tanpa Kristus. Karena banyak gereja yang merayakan natal, melupakan Bayi yang ada. Gereja heboh mengundang artis-artis kalau perlu artis dunia. Gereja bergeser dari makna natal yang pertama. Karena natal tanpa Kristus, dunia akan putus harapan dan tidak pernah ada harapan. Berita natal bukan dari pendeta tapi dari malaikat surgawi  yang memberitakannya.

Setelah malaikat meninggalkan para gembala dan kembali ke surga, natal menjadi berita surgawi, bukan saja untuk orang Israel, orang kristiani, tetapi natal untuk seluruh bangsa. Maka natal tanpa Kristus ,tidak akan terjadi apa-apa. Bila Natal tanpa Kristus, maka tidak akan pernah ada yang namanya keselamatan. Dunia ini sudah dikecam, jatuh ke dalam dosa. Orang akan menyakiti orang lain. Orang kaya selalu tidak mempedulikan saya, jadi untuk apa saya peduli? Lebih bagus pakai hukum rimba. Kalau Yesus tidak datang, keselamatan tidak akan pernah ada. Kristus datang saja, dosa begitu semakin jadi Orang yang ngakunya Kristen ke gereja setiap minggu, tetapi ngomongin orang tetap jalan, clubbing tetap jalan, nonton bokep jalan terus, pacaran pun mengikuti gaya orang duniawi. Bayangkan saja! Kristus datang sebagai bayi yang lahir, natal pertama sehingga dunia yang dipenuhi dosa, punya harapan. Tetapi sekarang kita Kristen karena orang tua Kristen, opa-oma Kristen tetapi tidak pernah mengerti kekristenan sebenarnya. Daerah Mangga Besar dikenal sebagai daerah rawan pergaulan bebas. Begitu keluar dari gereja, terdapat banyak tawaran untuk berbuat macam-macam.  Ada wanita yang berpakaian “compang camping ke mana-mana”, groak sana-sini, rok bupati (buka paha tinggi-tinggi). Begitu kita keluar gereja, ada yang ikut dugem dan macam-macam. Kemarin saat Tomang macet, di depan saya, ada sebuah mobil Nissan March. Di dalam mobil pengendara dan penumpangnya berciuman. Mereka pikir dunia milik mereka berdua. Itu gaya pacaran anak muda sekarang. Tidak takut dengan dosa. Mereka bilangnya happy. Sampai saya geleng kepala, karena mereka gampang kelihatan. Kaca film mobilnya  tidak gelap, hanya 20%. Seperti tidak ada tempat lain untuk melakukannya. Mereka anak muda sekali. Mobilnya pakai velg racing. Seandainya Natal tanpa Kristus, yang namanya dosa menjadi kebiasaan sehari lepas sehari. Ironisnya setelah Kristus datang, masih banyak orang Kristen yang tidak peduli akan kekudusan. Yang penting saya dan kamu saling suka. Budaya barat masuk ke timur. Gereja dijadikan kedok. Hal rohani di gereja sekedar menjadi kedok (penutup), padahal rohana di luar. Kita jaim waktu melayani tetapi waktu offstage (di bawah panggung)??

Christmas without Christ berbahaya. Sehingga Kristus harus datang. Natal berarti karena kedatangan Kristus membawa keselamatan. Yang mengherankan para gembala yang terlebih dahulu diberitahu. Padahal mereka tidak dianggap bagian dari orang Israel. Mereka dianggap kelas yang paling bawah, bahkan di bawah pembantu/jongos. Waktu berita natal itu diberikan pada para gembala, tingkat elit seharusnya bertanya, “Kenapa gembala lebih dahulu?” padahal mereka diremehkan, tetapi Tuhan begitu memperhatikan mereka. Maka jangan remehkan petugas keamanan (security) dan  office boy. Para gembala mendapat kasih yang begitu besar dari Allah,. Allah begitu memperhatikan mereka, tujuannya agar kita menyadari keberadaan mereka. Seringkali banyak di antara kita yang merayakan natal hanya untuk diri sendiri, tanpa berbagi tanpa, mengetahui makna natal sesungguhnya. Pada hari natal ini pk 15 kita sudah datang, kita membagikan makanan untuk orang-orang kurang mampu sehingga  ada berkat natal. Ada 10 petugas keamanan, kita datangi. Ini berkat natal. Bahkan kami setiap bulan melakukan hal ini pada orang yang tidak kita kenal. Kalau kenal, kita berbuat baik, pasti ada yang bilang kita ada maunya. Serba susah, dibaiki dibilang ada ulang dibalik batu. Seperti drama waktu sang anak menolong si ibu, dia tidak mengharapkan balasan. Kebaikan itu sebagai tanda terima ucapan terima kasih. Bukan sebagai sarana untuk masuk surga. Kesalamtan tidak membuat kita masuk surga. Keselamatan tidak bisa diperoleh dengan kebaikan. Sorga begitu mahal. Tidak bisa dijangkau dengan kebaikan.

Natal tanpa Kristus, Tidak Akan Ada Teladan Pengorbanan

Tidak ada pengorbanan yang menyenangkan, bila Kristus tidak lahir. Christmas without Christ, AnakNya dikorbankan. Ada ilustrasi tentang suatu keluarga. Setiap malam natal, mama dan kedua anaknya pergi ke gereja. Lalu mama bilang , “Ayo pa ke gerja “. Papa bilang, “Ngapain saya ke gereja? Karena setelah ke gereja, orang masih maki-maki terus, lebih bagus nonton TV. Saya tidak mengerti makna natal.”  Saat bulan Desember sedang musim salju, dingin sekali. Tiba-tiba ada bunyi di jendela. Tapi tidak ada orang. Rupanya ada burung yang mencari kehangatan dan melihat cahaya dari dalam rumah. Namun karena ada kaca mereka menabraknya sehingga banyak burung yang mati. Akhirnya ia membuka gudang. Lalu ia menyebar makanan dan berharap burung-burung itu masuk ke sana. Tapi burung tidak mau, mereka tetap mencari cahaya yang dapat menghangatkan mereka sehingga  kembali banyak yang mati. Setelah upayanya tidak berhasil, akhirnya ia menutup pintu gudangnya. Ia merenung. Ketika merenung sambil berdoa, dia berkata dalam hatinya, “Tuhan ijinkan saya menjadi burung  sebentar saja, untuk memberitatahu burung-burung itu bahwa  ada tempat yang hangat di gudang ini.” Tiba-tiba terdengar bunyi lonceng gereja. Dia menangis setelah dia merenungkan hal ini. Akhirnya ia mengerti. Rupanya Allah menjadi manusia, supaya manusia bisa diselamatkan. Dan keselamatan membutuhkan pengorbanan yang mahal. Allah yang begitu berkuasa menjadi tidak berkuasa. Yang tadinya berdaya menjadi tidak berdaya. Yesus yang adalah Allah, Tuhan punya power, berkuasa atas bumi ini dan segala sesuatu di bawah Dia, namun ketika menjadi manusia, terjadi kekosongan diriNya, kenosis, tidak berdaya, tidak berkuasa. Hal ini harus diambilNya sebagai pengorbanan yang berkenan kepada Allah. Berapa di antara kita yang sulit berkorban untuk yang lain, karena egois yang terus menerus? Hanya gua saja yang hebat? Padahal Allah terus berkorban untuk kita. Ada iklan yang berkata, “Kau selalu ada waktu aku butuhkan engkau. Kemanapun engkau pergi, jawabannya pertamax.” Untuk mobil kita tahu yang terbaik. Mengapa tidak memberi yang terbaik untuk Tuhan? Ketika memberikan hidup kita pada Tuhan, maka orang itu akan memberi dampak yang besar.

John F Kennedy berkata, “Jangan tanya apa yang negara berikan padamu. Namun tanyalah pada dirimu, apa yang kau berikan kepada Negara?” Hal yang sama berlaku untuk kita. “Jangan tanya apa yang sudah Dia berikan, tetapi apa yang sudah kau berikan untukNya.” Tidak ada pengobranan yang menyenangkan Tuhan. Sudahkah kita mengampuni orang lain? Mungkin ada yang membenci orang tua (gua benci papa mama, yang tidak bisa memberikan teladan). Sehingga menjadi kepahtihan. Kalau terus memelihara akar kepahitan, hidup kita tidak akan bertumbuh. Yesus mengorbankan diri untuk menebus orang yang bersalah kepadaNya. Ia  dicaci, dicambuk, tapi Dia berdoa, “Bapa ampuni mereka. Karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Kalau Yesus mau mengrobankan hidupNya, maukah kita mengorbankan perasanaan kita melayani orang lain, di sekolah, di tempat pekerjaan? Jangan di sekolah boleh sekolah Kristen tapi nyontek jalan terus, saat absen tidak hadir jalan terus tapi didaftar hadir ada terus. Aneh. Apa bedanya? Kuliah di kampus Kristen tapi cara hidup mahasiswa tidak berbeda, bahkan lebih ngeri lagi. Tidak mau mengorbankan perasaan kita tapi main dengan Tuhan. Mungkin pacar, ortu salah, dan ada yang benci sekali kepada orang yang menyakiti. Pokoknya 7 turunan, 8 tanjakan, 9 tikungan bencinya. Lengkap. Pantaskah jadi orang Kristen, tidak mengampuni. Pantaskah? Christmas without Christ, tidak ada keselamatan tanpa Kristus!

Natal tanpa Kristus, Tidak akan Pernah ada Kasih yang Tulus Tanpa Syarat
Berbicara tentang kasih, banyak agama yang memberi definisi. Ada yayasan agama lain yang bahkan berkata, “Dunia tidak perlu teori cinta kasih, tapi praktek sikap hidup yang penuh cinta kasih.” Ironisnya ada sekolah Kristen yang terhitung “paling mahal”. Ini realita. Sedangkan bila kita mampir ke sekolah yayasan tersebut, sekolahnya bagus, banyak orang yang kuliahnya gratis. Bahkan ada apartemen bagus yang disediakan untuk orang yang tidak punya rumah dengan cukup membayar Rp 90.000/bulan. Apartemennya bukan seperti perumnas, yang batanya bila diketuk bolong. Bukan RSSS (rumah sangat susah selonjor), rumah yang dekat kemana-mana, dekat ke kamar mandi, dekat ke ruang tamu dll, tapi dibangun dengan kualitas yang baik. Apakah ada pengusaha-pengusaha Kristen ber satu lalu berbuat seperti ini? Tidak ada! Di Bangladesh, M Yunus melihat kaum wanita diremehkan kaum pria. Lalu ia mengumpulkan kaum wanita tersebut dan membiayai mereka  untuk berusaha. Yang butuh 50.000 rupee dikasih. Juga yang butuh 100.000 rupee. Bayarnya tidak usah dipikirkan. Yang penting para wanita (ibu) menjadi berkat untuk keluarga. Bangladesh maju karena ada usaha para wanita tersebut yang kemudian semakin berkembang. Cicilan yang dibayarkan lalu diberikan kepada ibu-ibu lain untuk berusaha, sehingga M Yunus mendapat penghargaan dari pemerintah Amerika Serikat. Ia diberi modal, bahkan Citibank mengundang M Yunus ke Jakarta untuk sharing apa yang telah dilakukannya tanpa memikirkan untung. Dia datang lalu bercerita. Dari yang hadir ada yang orang Kristen, pengusaha yang diberkati. Mereka bertanya, bagaimana mungkin bisnis tidak ada coan (untung)? Nehi (mustahil)!  Kalau tidak coan, buntung. Satu per satu pengusaha Kristen pulang. Seharusnya M Yunus diberi waktu 2 hari, tapi hanya terealisasi 1 hari saja karena para pengusaha hanya berpikir coan. Kebaikan yang dilakukan sebagai syarat. Berbuat baik untuk masuk surga. Dalam agama  Kristen , kebaikan bukan menjadi sarana untuk masuk surga. Kalau ya itu salah. Namun  tujuannya agar Kristus dilihat (ada) di dalam diri saya. Saat orang lain melihat , Kristus ada di dalam diri kita. Kita berbuat baik karena sudah diselamatkan.

Sunday, December 23, 2012

Damai Sejahtera

Ev Amelia

Luk 2:8-14
8   Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Yes 9:5-6
5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Kita baru saja menyanyikan lagu yang kata-katanya menggambarkan dengan tepat kondisi kita.
Sekarang ini , surga itu tetap terbuka, pujian malaikat masih terdengar. Letih-lesu lenyap. Malaikat membuka sayapnya menilik, melihat, memperhatikan satu per satu duka dunia ini.
Di atas kekacauan dunia ini terdengar suara malaikat. Dunia ini adalah dunia yang kacau.
Manusia penuh sengsara tertindas oleh beban dosa. Selalu ada banyak rintangan.

Lagu ini mengatakan dalam dunia ini ada keletihan dan kelesuan. Malaikat datang mempedulikan satu per satu duka dunia ini. Bagaikan pegunungan yang merintangi. Inilah kondisi kita. Kita hidup dalam dunia yang penuh beban dan masalah. Kenapa kita bisa hidup dalam dunia seperti itu? Mengapa begitu banyak kesukaran yang merintangi? Tabrak sana sini. Apakah Allah menciptakan dunia seperti ini? Allah tidak menciptakan dunia seperti ini. Dunia menjadi seperti ini karena ada kuasa jahat yang berada di belakangnya. Alkitab mengatakan bahwa ada penguasa kerajaan angkasa yang harus kita perangi dalam hidup kita. Di balik segala aktivitas yang terasa normal , ada si jahat. Mengapa si jahat dapat memegang kendala hidup manusia? Karena manusia telah meletakkan dirinya dalam tangan si jahat. Dimulai dari ketika Adam-Hawa mendengar bujukan iblis itu. Pada saat itu dikatakan manusia jatuh. Sejak saat itu yang menjadi keinginan dalam hati manusia, melakukan kejahatan dan melawan Allah. Kadang kita bisa berpikir, mengapa Tuhan tidak muncul saja di depan orang? Kalau TUhan muncul dan memberikan perintahNya, bukankah orang tidak berani melakukan kejahatan? Benarkah bila Allah sungguh nyata dalam kehidupan ini, manusia akan takut melakukan kejahatan? Ternyata tidak. Dalam sejarah yang dicatat Alkitab, Allah hadir dalam kehidupan. Khususnya kehidupan umatNya. Bukankah Allah begitu hebat menyatakan kuasaNya dalam kehidupan bangsa Israel? Allah membelah air laut dua kali. Dia memberikan roti (manna) dari sorga. Ia hadir dalam wujud api dan awan. Bukankah Allah begitu nyata, hadir dalam kehidupan? Tetapi itu tidak membuat umat Allah menjadi takut kepada Tuhan. Kalau Allah menghukum, mereka ketakutan dan bertobat. Dalam Alkitab Perjanjian Lama , sejarah pemberontakan manusia terhadap Allah dicatat. Inilah sebabnya  kita hidup menderita dan penuh kesukaran dalam dunia ini. Karena kita hidup di antara orang yang jahat, dan kita sendiri punya nafsu kejahatan dalam diri kita. Orang lain jahat, kita juga punya kejahatan dalam hati. Apakah orang Kristen , orang yang suci? Banyak orang Kristen melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan orang lain. Mengapa dunia ini penuh keruwetan ? Satu jawabannya : kejahatan manusia! Kenapa banyak penyakit yang semakin hari semakin canggih? Itu semua karena ulah manusia sendiri. Kejahatan menghasilkan masalah. Berbagai masalah saat ini, makin kompleks tidak seperti dulu. Semakin banyak pengetahuan, semakin banyak akal dalam melakukan kejahatan. Maka banyak orang kaya juga banyak orang miskin, banyak orang yang hidup dengan kebanggaan dan banyak yang dengan hina. Karena yang kuat memakan yang lemah. Yang kuat memeras yang lemah. 

Ada seorang hamba Tuhan mengatakan, mengapa banyak orang kaya? Itu karena banyak orang miskin. Banyak orang menjadi kaya karena memakai orang miskin. Orang miskin semakin miskin dan orang kaya semakin kaya karena orang miskin ini. Kita juga mengalami, mereka yang lebih kuat mengabaikan yang lebih lemah. Berapa orang berteriak, memberontak sehingga keadaan menjadi semakin kacau. Karena pemberontakan, tidak membuat penindas semakin sadar. Tetapi sebaiknya mereka semakin keras. Situasi dunia kacau. Setiap hari kita hidup dalam keadaan ini. Di Jakarta, di dunia pekerjaan, di perumahan tempat kita tinggal, di rumah kita, apakah ada ketenangan? Bukankah setiap hari kita berhadapan dengan konflik? Juga di gereja. Atasan-bawahan. Suami-istri. Anak-ortu. Kita berada di bawah ancaman. Siapa yang berani berkata, saya selalu aman hidup saya? Dunia saat ini tidak memberi keamanan yang lebih baik. Di mana-mana terjadi bencana alam. Sekarang di Indonesia banyak terjadi angin badai. Siapa yang membayangkan tsunami akan menimpa Aceh? Kalau orang tahu, akan kabur duluan. Banyak gempa bumi, banjir, badai yang menghancurkan rumah-rumah.  Siapa yang menjamin hidup ini aman? Kita berada di tengah kekalutan dunia yang telah jatuh di dalam dosa.  Maka di tengah kondisi itu, para malaikat datang kepada para gembala. Para gembala adalah kelompok yang mewakili dengan tepat kondisi yang paling buruk dalam masyarakat.  Dalam agama, mereka dianggap sebagai orang yang sangat berdosa. Secara perekonomian, mereka sangat miskin. Mereka orang yang tersingkir dari masyarakat. Mereka ditindas, dihina, tidak dianggap sebagai bagian dari masyarakat. Mereka adalah orang yang dianggap sampah masyarakat. Sampah adalah sesuatu yang sudah dibuang. Tidak punya harga. Tidak dianggap. Miskin, terhina, pendosa. Tetapi, paduan suara surgawi tidak pernah kita lihat. Pertunjukan-pertunjukan yang sangat agung di dunia tidak bisa ada yang dibandingkan dengan pertunjukan saat itu di hadapan orang yang lemah. Allah datang kepada mereka. Berita natal pertama-tama tidak diberikan kepada pembesar kerajaan. Bukan pada para pemuka agama yang menganggap diri bersih. Bukan pada orang kaya yang banyak memberi persembahan. Tetapi kepada orang miskin dan terhina ini. Yesus Kristus datang ke dalam dunia. Untuk semua kita yang berduka. Untuk kita yang merasakan kehidupan yang melelahkan. Untuk semua yang merasa tertekan hidupnya. Kepada yang letih-lesu-berbeban berat, Juruselamat datang. Untuk menebus dari keberdosaan ini. Untuk menempatkan kita ke negeri yang penuh damai sejahtera. Keselamatan dimaksudkan kehidupan yang penuh damai sejahtera kepada orang yang memiliki dan menerima Yesus dalam kehidupan. Apakah anda sudah mengijinkan Yesus menjadi Juruselamat? Alkitab mengatakan damai sejahtera di atas bumi. Di antara orang-orang yang berkenan kepadaNya. Orang yang berkenan adalah orang yang telah ditebus oleh darah Yesus. Orang Kristen yang telah menyerahkan hidup kepada Tuhan. Kepada kita diberikan damai sejahtera. Sekarang kita belum berada dalam dunia yang damai sejahtera.

Hari kiamat adalah hari dimana bumi yang ada sekarang dihancurkan. Orang-orang di luar Kristus, mendapat penghakiman. Bumi dihancurkan untuk diperbarui menjadi ciptaan yang baru dan mulia. Di sini umat tebusan akan hidup dalam damai sejahtera. Alkitab menggambarkan bumi itu sebagai tempat di mana serigala hidup dan tidur bersama domba. Itu menggambarkan tidak ada konflik, permusuhan di antara manusia. Semua orang hidup dalam kebenaran, orang hidup saling mengasihi. Rasul Paulus mengatakan, iman dan pengharapan akan berlalu , tetapi kasih akan tinggal tetap dalam dunia itu. Di situ manusia menerima damai sejahtera tinggal bersama sesamanya secara damai sejahtera. Semua orang hidup damai tentram. Tidak ada air mata. Tidak ada orang yang menyakiti orang lain. Lagu mengatakan, ayat per ayat bahwa dunia ini setelah Yesus datang banyak orang Kristen untuk menantikan Tuhan Yesus. Orang Kristen saat itu menanti-nantikan kiamat. Saat Kristus datang dan membuat perubahan total, ada damai sejahtera secara sempurna. Saat ini kita hidup merasa kuatir, gelisah, kita tetap berada di bawah ancaman kecelakaan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Tidak ada jaminan bahwa kita pasti lolos dari masalah atau pasti kaya. Allah tidak menjanjikan kekayaan. Allah tidak menjanjikan kehidupan yang bebas bencana saat ini. Allah tidak menjanjikan kehidupan tanpa kesukaran. Yang Allah ingin berikan adalah damai sejahtera. Walau kita hidup dalam dunia , tidak ada damai sejahtera, tetapi Tuhan memberikan berkat, mencicipi damai sejahtera di dunia.

Seorang saudara berkata saat kerusuhan 1998 terjadi. Dalam keadaan itu, semua orang gelisah. Bapak-bapak berkumpul untuk mempertahankan kampungnya. Seorang berkata pada seorang anak Tuhan (orang Kristen). “Kamu pasti ornag Kristen ya?” Yang dijawabnya,”Kok tahu?” Yang segera disambungnya,”Karena kamu lain. Kamu lebih tenang.”  Jika kita memiliki Kristus, kita bisa lebih tenang. Kepada Yusuf, malaikat berkata, “Jangan takut dan ragu mengambil Maria sebagai istri dan akan melahirkan anak yang akan dinamakan Imanuel.” Kedatangan, dan kelahiran Tuhan Yesus adalah penyertaan Allah dalam hidup orang percaya. Kita tidak pernah sendirian. Lihat atau tidak lihat , selama tetap berjalan dalam jalan Tuhan, rasa atau tidak : Dia tetap Allah Immanuel. Dia tetap hadir dalam diri kita. Untuk memberikan pertolongan, penghiburan, kekuatan pada kita. Di malam hari di langit , bila cerah terlihat bintang-bintang. Bintang hadir seperti saat ada bintang yang sangat besar menuju Betlehem. Bintang-bintang di langit memperlihatkan kepada kita, bahwa Allah selalu hadir dalam hidup kita, menuntun hidup kita. Terkadang kita tidak bisa melihat bintang karena ada awan gelap. Namun tidak berarti bintang itu tidak ada. Bintang tetap ada, tetapi sinarnya tertutup awan gelap. Mungkin kita tidak bisa melihat Tuhan, karena yang terlihat hanya awan gelap yang tebal. Tetapi sesungguhnya Allah ada di sana. Allah selalu hadir di dalam hidup kita, seperti bintang di langit. Itulah sebabnya kita dapat tetap merasakan damai dalam hidup. Apap pun terjadi di sekitar kita, seperti angin ribut yang menderu. Seperti badai gelombang yang menerpa. Tetapi kalau kita tetap berjalan bersama Tuhan Yesus, hidup dalam kebenaranNya, maka kita dapat tetap berjalan dengan hati yang penuh damai sejahtera. Suatu kondisi batin yang tenang. Itu bukan kondisi hati yang tidak ada perasaaan. Ada ajaran yang mengatakan, dunia penuh penderitaan. Karena itu kita harus bisa mengosongkan emosi kita sehingga tidak ada takut dan gelisah. Tetapi damai sejahtera itu berbeda. Dalam damai sejahtera ada ketenangan. Dalam ketenangan , kita tetap merasa. Rasa yang indah dan nyaman. Perasaaan puas, adem, bahagia. Sukacita di dalam ketenangan.

Suatu hari, saya sangat tertekan. Dari kepala sampai ke badan rasanya berat.  Saya sadar, saya sedang stress. Lalu saya berdoa. Sesuatu terjadi. Itulah tangan Allah yang menjamah saya. Mendadak saya merasakan suatu sensasi perasaan yang luar biasa. Bukan sesuatu yang meledak-ledak. Otot-otot yang tegang menjadi kendur. Bukan itu saja, tetapi dalam hati saya merasakaan ketenangan yang luar biasa. Suatu perasaan yang sangat nyaman. Seperti laut yang menggemuruh dan kemudian jadi tenang. Itu perasaaan yang sangat nyaman, ingin diam terus dan merasakan. Saya bersyukur untuk hal ini. Saya tahu dalam hidup kita , dalam keadaan tertekan kita memiliki damai sejahtera. Walau sukar dan masa depan tidak pasti, tetapi kalau yakin dengan penyertaan Allah, kita akan hidup dengan damai sejahtera. Jika Yesus menjadi raja dalam hidup kita, mencari kehendakNya yang terutama dalam hidup kita, mengikuti firman Tuhan seperti orang majus mengikuti bintang, maka hidup kita pasti dipenuhi damai sejahtera. 

Saat perang dunia lalu, ada seorang pemimpin negara yang kejam , Hitler. Kekejamannya yang utama, dia menangkap orang Yahudi lalu dimasukkan ke camp untuk diintimidasi, disiksa dan dibunuh. Mereka dikumpulkan dalam oven dan dibakar hidup-hidup. Sangat kejam. Di antara orang yang ditangkap , ada gadis muda bernama Esti (?). Dalam kondisi seperti itu, ia memperlihatan damai sejahtera. Di tengah ancaman yang begitu hebat, ia menulis, “Kadang-kadang ketika aku berdiri di sudut camp, kakiku terbenam di dalam bumiMu. Mataku terangkat ke surga. Artinya ia merasakan persekutuan yang dalam dengan Tuhan. Airmata terkadang menetes di wajahku. Air mata dari emosi yang dalam dan rasa syukur. Bukan air mata keluhan , tetapi air mata syukur yang sangat mendalam. Sesungguhnya ia menyadari kengerian yang ada di sana. Ia berkata, “Dan aku berada di sana, tepat di tengah-tengah apa yang disebut orang sebagai kengerian.” Dan masih dapat berkata,”Hidup ini indah. Aku berbaring di sini, di sebuah sudut, berbaring dan demam dan tidak mampu melakukan apa pun. Namun aku juga memiliki melati dan sepotong langit di luar jendelaku.” Bagi dia melati dan langit adalah berkat karena kehadiran Allah.  Lalu ia menyimpulkan, “Sekali kau berjalan dengan Allah, kau hanya perlu terus berjalan dengan Allah.” Seluruh kehidupan menjadi acara jalan-jalan yang panjang. Suatu perjalanan yang luar biasa.  Ia sungguh-sungguh merasakan damai sejahtera.