Monday, December 17, 2012

Experiencing Christmas (Mengalami Natal) - Natal PP Duta Garden

Pdt Benyamin Uriel (GKJ)

Lukas 2:8-20
8   Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
15  Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
16  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
17  Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
18  Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
19  Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20  Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Bulan Desember adalah bulan Natal yakni bulan untuk memperingati kelahiran Tuhan Yesus. Namun ironisnya, tidak banyak orang yang sungguh-sungguh menghayati makna natal yang sebenarnya. Sehingga perayaan natal hanya bertujuan untuk mengisi acara secara rutin, acara pesta pora, memberi sesuatu pada orang lain dstnya. Berbeda dengan gembala-gembala. Para gembala adalah orang istimewa karena mereka yang pertama kali bejumpa dengan Yesus dan karena mereka memahami dan mengalami natal itu sendiri. Mereka sungguh-sungguh mendapatkan hidup yang berarti dalam kehidupan mereka pribadi. Namun di Alkitab tidak dijelaskan siapa nama para gembala tersebut? Berapa jumlahnya? Hal ini tidak dapat diketahui secara akurat. Mereka bekerja sebagai penjaga kawanan ternak. Mereka mendapat kasih karunia Allah, karena malaikat datang kepada mereka dan berseru mengabarkan kabar baik kepada mereka. Saat itu malaikat datang dan berseru, mereka terkejut. Waktu saya ke Israel , ada gambar yang memperlihatkan gambaran gembala-gembala ketakutan luar biasa melihat malaikat sehingga malakat berkata “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” Untuk pertama kali mereka mengalami natal sesungguhnya. Malam ini kiranya kita juga mengalami natal sungguh-sungguh secara pribadi. Para gembala bisa mengalami makna itu sesungguhnya. Mereka mendapat kehidupan kekal (surga) karena mereka mendapatkan Bayi itu. Untuk mengalamai natal seperti mereka, kita perlu belajar prosesnya seperti yang terdapat pada Lukas pasal 2.

Dua Proses untuk Mengalami Natal
Ada 2 proses yang harus dilewati yang bila tidak melewatinya, kita belum mengalami natal yang sesungguhnya  walau sudah percaya Yesus selama bertahun-tahun. Semalam saat menyampaikan firman Tuhan di acara KKR natal di Cikarang, ada ketua RT dan beberapa tokoh masyarakat yang hadir. Setelah kebenaran firman Tuhan disampaikan, diberikan sesi untuk respon dari jemaat (altar call). Hadirin diberi tantangan. Ternyata ketua RT ikut berdiri dan menerima Yesus. Selesai acara, saya mendekati dan berbincang-bincang dengan sang ketua RT. Ternyata ia sudah dibaptis, namun setelah hampir 20 tahun menjadi orang Kristen, ia belum pernah mengalami natal yang sebenarnya. Saya berkata, “Bapak sudah diselamatkan. Bapak sudah mengalami natal yang sesungguhnya.” Proses (syarat) berikut inilah yang membuat kita mengalami natal yang sesungguhnya.

1.       Percaya dan Menerima Yesus
Ayat 15, Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Ini yang pertama. Para gembala bolehmengalami natal yang sesungguhnya karena mereka percaya dan menerima berita itu yaitu Yesus sudah lahir. Mereka sungguh-sungguh percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Walau tidak ditulis secara rinci bagaimana para gembala menerima Yesus, tapi hal ini bisa dipelajari dari sikap gembala. Mereka tidak menolak. Kalau menolak mereka tidak mungkin berkata, “Marilah kita pergi ke Betlehem”. Ini membuktikan mereka sungguh-sungguh percaya Yesus sebagai Sang Juruselamat. Mereka orang sederhana, orang berdosa, menanti-nantikan Juruselamat yang sudah dinubuatkan para nabi zaman dulu yang digenapi pada saat itu. Mereka orang yang sangat membutuhkan pertolongan TUhan.
Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa mmbuat manusia menemui kebinasaan. Meninggal tanpa percaya Yesus adalah sia-sia. Saat ini Carlos Slim Helu dari Mexico yang bergerak dalam perusahaan telekomunikasi, merupakan orang terkaya di dunia. Hartanya 69 miliar dolar AS (dengan kurs Rp 10.000 / 1 dolar AS = RP 690 triliun!). Namun orang kaya belum tentu panjang umurnya. Dengan berbuat baik bukan berarti Allah akan memberi umur panjang (tidak menjamin orang yang terpanjang umurnya). Di Tiongkok , di daerah siu chen, bapak Lie mencapai 256 tahun dengan 12 generasi. Namun semua yang dimiliki dalam dunia tanpa Yesus akan sia-sia. Apa gunya memdapat harta di dunia tapi ketika mati, kita tanpa percaya dan menerima Yesus. Itu akan menjadi sia-sia. Dosa menyebabkan semua itu. Sehingga manusia putus hubungan dengan Alah dan tidak mungkin manusia mencari Allah. Kalaupun bisa mencari Allah, yang didapat bukan allah yang sesungguhnya.
Bukan para gembala mencari Tuhan, tetapi Tuhan yang mencari gembala melalui malaikat. Saat manusia jatuh dalam dosa , Allah berseru, “Hai manusia dimanakah engkau?” Tanpa bertanya, Allah sebenarnya tahu di mana manusia karena Allah Maha Tahu. Namun kenapa Tuhan bertanya? Itu membuktikan Allah yang mencari manusia. Saat percaya , hubungan kita kembali kepada Tuhan. Bila tidak , hidupnya tidak ada damai sukacita. Manusia berusaha untuk mendapatkan surga, Allah, damai, namun Firman Tuhan menjawab bahwa usaha manusia sia-sia (Ef 2). Berbuat baik itu sangat baik. Tidak ada agama yang mengajarkan kejahatan semua ajarkan kebaikan. Ini tidak bisa dipungkiri. Apakah benar perbuatan baik bisa menyelematkan orang ? Menyelesaikan dosa manusia?

Seorang ibu, 50 tahunan, bertanya, “Menurut Pak pendeta, apakah di luar Tuhan Yesus ada Juruselamat? Saya katakan, “Sesuai Alkitab, tidak ada.” “Kalau begitu egois dong, masa hanya Yesus?” . Lalu orang yang berbuat baik tapi tidak percaya Yesus, suka berderma pada fakir miskin, apakah tidak diselamatkan? Tanyanya lagi.  Saya menjawab, “Alkitab menjawab itu semua sia-sia!” Saya kemudian balik bertanya,”Ibu umurnya berapa?” Sang Ibu tidak enggan menjawab tapi saya taksir kira-kira 50 tahun. Saya bertanya lebih lanjut,”Ibu lebih banyak berbuat baik atau dosa? Coba ibu jawab setelah pikir.” Lalu ia menjawab dengan malu-malu, “Ya berbuat dosa.” Sudah jelas, usaha manusia tidak mungkin membawa orang mendapatkan hidup yang kekal. Dengan usaha manusia untuk mengalami natal tidak mungkin. Alkitab pun menjawab, sesuai Lukas 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Jawabannya hanya satu yaitu melalui Yesus Kristus. Tanpa membuka hati menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, tidak mungkin dapat hidup kekal.

Sebelum percaya Yesus, saya seorang penyembah berhala, penjahat yang cukup terkenal di Kalimantan (Sekura, dekat sambas). Saya punya gang (kelompok criminal) dan berapa kali masuk penjara. Mama saya menjual emas untuk menebus saya keluar dari penjara, karena saya pernah menancap musuh dengan tombak trisula. Setelah ditancap, bisa masuk tidak bisa keluar. Saya kemudian mengungsi ke Serukam, namun saya terus diburu polisi selama 3 hari. Tertangkap dan masuk penjara. Setelah ditebus mama, saya keluar dari penjara. Kemudian perbuat jahat lagi. Saya percaya pada dewa dan punya jimat 100 buah lebih. Saya kira semua itu bisa membaut saya lebih baik lagi. Suatu kali saya ingin bunuh diri karena hampa. Saya mengalami penolakan dari keluarga, koko, cici dan saudara yang lain tidak lagi menganggap saya saudara. Hanya Mama saja yang masih mengakui saya. Tetangga juga tidak mau mengakui. Gang saya menodong, merampok, mencuri di luar kota. Dulu zaman saya sulit dapat narkorba, jadi hanya minum minuman keras. Arak putih untuk 3-4 orang, saya habiskan sendiri semalaman. Suatu kali saya merasa hidup hampa sekali dan ingin bunuh diri. Waktu itu, saya ingin mengikat diri dengan batu lalu terjun ke sungai agar mati. Kalau ada gedung lantai 10 saya bisa naik bunuh diri. Tapi gedung yang ada di daerah saya hanya 2 lantai. Kalau lompat konyol. Ada juga teman yang minum baygon namun tidak mati. Ada yang minum cuka, tapi hasilnya konyol. Mati tidak hidup tidak. Karena rusak saluran makanannya, dia sangat menderita. Malam itu sewaktu saya pulang ke rumah, saya tidak lewat pasar seperti biasa, namun lewat gereja. Ada seorang teman di gereja itu yang melihat saya dan kemudian menarik saya masuk ke gereja. Karena ditarik masuk , saya masuk saja. Waktu itu sedang ada acara dari gereja yang diadakan di halaman gereja. Saya duduk di deretan belakang. Tuhan punya rencana. Waktu itu dipentaskan drama tentang surga dan neraka yang sangat hidup sekali. Seorang bapak yang berbuat baik, memberi sumbangan untuk membuat jembatan dan melakukan banyak kebaikan tapi ketika ketemu, Tuhan berkata, “Aku tidak mengenal engkau.” Iblis pun keluar, menangkapnya dan memasukannya  ke dalam neraka. Nerakanya dibuat pakai lampu sorot dan aktornya ditarik masuk  ke dalam. Lalu ada seorang wanita. Ia sering ke gereja dan sering melayani.  Sewaktu bertemu Tuhan, ia pikir akan masuk surga. Tetapi ketika ketemu, Tuhan berkata, “Aku tidak mengenal engkau”. Dan Iblis keluar dan menariknya lagi.” Kemudia seorang ibu tua keluar dan bertemu Tuhan. Tuhan bertanya, “Siapakah engkau?” Sang ibu menyebut namanya. Tuhan berkata, “Marilah masuk bersama Aku.” karena Sang ibu berkata, “Saya hanya orang sederhana. Waktu hidup mengabdi kepada Tuhan dan percaya sunguh-sungguh kepada Yesus.” Tiba-tiba 3 malaikat keluar dan membawanya masuk surga. Seorang pendeta keluar setelah drama selesai. Sang pendeta berkata,”Malam ini kita sudah menyaksikan drama tadi.” Lalu sang pendeta melanjutkan, “Saudara yang penjudi…..” sambil menunjuk-nunjuk. “Saudara yang pemabuk …..” sambil menunjuk-nunjuk. Saya merasa ditunjuk... saya pun bergeser tempat duduk ke sudut. Saya merasa kesal. Saya ingin mencari baru kecil dan mau lemparnya ke teman saya. Saya pikir, “Jangan-jangan dia yang kasih tahu pendeta tentang saya.” Akhirnya waktu pendeta menantang, “Siapa yang merasa hidupnya tidak  berarti, mengalami penolakan sebelumnya, ada pribadi yang bisa menolong engkau yaitu Yesus! Yang percaya angkat tangan!” Saya pun mengangkat tangan. Saya menangis dan sewaktu diminta ke depan, saya pun maju. Namun di tengah jalan, saya berontak. Ternyata pendeta itu punya kepekaan luar bisa. Memang dari ujung kaki tangan, saya punya banyak jimat. Saya kebal. Dipukul tidak apa-apa. Iblis yang ada dalam jimat tersebut berusahan menghalangi saya. Banyak yang memegangi saya, namun terpental semua. Saya kemudian dibimbing , “Apa di rumah banyak jimat?” Memang saya punya 2 kresek jimat. Jumlahnya 100 buah lebih. Jimat apapun ada. Termasuk jimat cari pacar. Saya dulu kurus dan jelek. Kalau saya baca mantra, “Aling” akan melihat saya ganteng seperti “Tau Ming Se”. Waktu itu saya dibimbing pendeta, dan saya merasa sukacita. Dari mingu ke minggu, bulan ke bulan, sampai saya bisa “melihat jalan Tuhan”. Saya membuka hati saya, percaya dan mengundang Tuhan Yesus masuk dalam hati saya. Tanpa proses ini tidak mungkin diselamatkan. Semua anggota keluarga saya kemudian menjadi Kristen. Bagi orang yang tidak percaya semuanya menjadi sia-sia. Kabar baik diberitakan. “Tuhan Yesus mengasihi Anda, supaya yang belum percaya, buka hati percaya Dia. Ambil keputusan buka hati dan percaya Dia, malam ini Anda akan mengalami natal dalam hatimu. Karena setelah mati tidak ada kesempatan.”

Sewaktu saya berkhotbah di gereja sebelumnya, ada seorang anak muda meninggal. Kematian terjadi secara tiba-tiba. Untunglah ia sudah percaya kepada Yesus. Apakah anda sudah membuka hati dan percaya Yesus sebagai Juruselamat pribadi?

2.    Mengalami perubahan secara totalitas
Ini syarat yang kedua. Dikatakan pada ayat 17 , “Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu” dan pada ayat 20 “Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.”. Para gembala sungguh-sungguh mengalami perubahan dalam hidup mereka. Minimal dalam ayat 17 ada 2 perubahan yang terjadi pada para gembala. Mereka membuka hati meresponi kasih Yesus. Mereka percaya. Lalu mengalami perubahan. Perubahan pertama, mereka tidak lagi berkata-kata tidak benar. Mereka memberitahukan kebenaran tentang Yesus. Mereka berubah secara totalitas. Mereka memuji dan memuliakan Allah. Dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Saya sangsi, kalau ada yang bilang aku orang Kristen tapi tidak berubah.

Ada seorang bapak yang anaknya masuk ke RS jiwa. Saya pergi membesuk ke RS jiwa.  Namun baru masuk selama 5 menit rasanya seperti  sudah lama karena suasananya. Tidak lama kemudian, saya pamit pulang.  Waktu keluar bertemua seorang bapak-bapak. Dia bertanya,” Pak. Bapak namanya siapa?” “Saya Benyamin”, sahut saya. Dia pun membalas,”Saya Andi.” Lalu dilanjutkan, “Bapak orang Kristen bukan?” Saya mengiyakan. Kemudian dia bertanya,”Pernah lihat Tuhan Yesus tidak?”  Saya tertegun. Lalu dia menambahkan,”Bapak datang sini tujuannya apa? Bapa pernah lihat Tuhan Yesus tidak?” “Tidak pernah,” akhirnya saya menjawab. “Pak. Tahu tidak? Saya juga Kristen. Saya sudah melihat Tuhan Yesus 9 kali. Mukanya mirip seperti di poster itu.” Sambil bercakap-cakap, saya melihat ada asap yang keluar dari belakang tubuhnya. Saya bertanya, “Bapak melihat Yesus sambil merokok?” Dia pun membalas,”Sejak dibaptis, saya sudah berubah semua. Sudah tidak lagi berjudi, bermabuk-mabukan dan  marah-marah. Hanya rokok yang belum bisa saya hilangkan.” Saya kembali bertanya, “Permisi tanya. Bapa melihat Tuhan Yesus, bukan? Itu gambaran manusia. Wajah persisnya kita tidak tahu. Saya seorang pendeta..” Ketika mendengar saya pendeta, dia kabur. Banyak yang mengaku identitasnya  sebagai orang Kristen tetapi dalam hidupnya tidak mengalami perubahan. Berapa banyak pasangan yang tidak saling percaya. Seorang suami datang kepada saya dan berkata, “Pak Pendeta, lihat istri saya ke gereja. Anda jangan melihatnya di gereja karena seperti malaikat. Tetapi kalau Bapak datang ke rumah saya, Bapak bisa lihat.” Saya panggil keduanya bersama istri saya. Setelah 1 tahun dibimbing mereka berubah sehingga mertuanya juga percaya. Itu bukti. Saya berdiri di mimbar ini  karena mama saya. Mama sayalah yang percaya Yesus pertama kali di keluarga. Dulu ia seorang penyembah yang sangat “toto” (konservtatif). Saat bisnis  bangkrut , ia lari karena hutang. Saya , adik dan koko mengalami kepahtian dengan papa yang seolah tidak bertanggung jawab. Lalu mama ingin membagi-bagi ke tujuh anak-anaknya ke sanak famili. Saya di tengah, 3 orang di atas saya, 3 orang di bawah saya. Mama saat itu berumur 39 tahun. Waktu mama berencana membagikan anak ke keluarga dan kemudian ke Taiwan karena ingin menikah lagi. Puji Tuhan, Tuhan mengasihi mama, melalui istri pendeta. Tiap kali datang, ia menceritakan Yesus. Ia begitu sabar. Walau ditolak, ia tetap sabar. Ternyata istri pendeta terus mendoakan mama, sehingga mama ambil keputusan percaya Yesus dan sejak itu saya melihat perubahan, sejak percaya sampai meninggal (umur 59 tahun)  saya melihat kesungguhan mama yang luar biasa. Saat mengalami kesulitan dalam pekerjaan, ia tidak mencari paranormal atau dukun. Saat usaha restorannya berhasil, ia disantet. Dari sayur yang dihidangkan keluar kalajengking , kecoa dll. Mama stress dan pelanggan kabur. Lalu ia berlutut di tempat tidur menyanyi halleluya 12x dan berdoa minta pertolongan Tuhan Yesus. Akhirnya pelakunya tertanggkap dan dijebloskan penjara. Bukan hanya restoran mama tetapi juga restoran lain.

Waktu mama percaya Yesus, setiap hari ia berdoa untuk papa dan untuk ke tujuh anaknya agar  berhasil dan percaya Tuhan Yesus. Dari tahun ke tahun, koko, cici, adik, juga papa satu per satu percaya. Papa 8 tahun kemudian kembali. Semua hutangnya diluansi mama. Malam hari waktu papa kembali, saya kira maling. Ia menggedor pintu, tapi tidak membuka suara. Saat itu belum ada PLN , yang ada hanya listrik swasta. Ternyata waktu disenter ternyata papa. Hitam, bahkan hampir tak kelihatan. Papa dulu menonjok mama, saya tidak bisa menerima, ternyata mama saya juga salah. Saat papa minta dibukakan pintu di malam hari, suara mama lebih keras. Maka nenek dari pihak mama galak luar biasa, preman saja takut dengan nenek. Papa merasakan perubahan mama. Mama berkata, “Karena Yesuslah hutangmu bisa dibayar, anak-anak percaya.” Saya yang terakhir dari keluarga yang percaya Yesus yakni pada tahun 1991. Sedangkan papa tahun 1980-an. Ketika percaya dan dibaptis, mama menangis. Dia bilang, “Lebih baik kamu sekolah pendeta”. Saya bilang, “Tidak mau, karena mau menjadi bisnisman.” Tapi rancangan Tuhan beda. Saya berubah dan percaya Yesus dan akhirnya hidup saya berubah. ½ tahun membuktikan saya berubah. Saya dibimbing pendeta, saya bersyukur kalau tidak kembali lagi.  Tuhan mengubah saya dari hari ke hari. Saat  kuliah di SAAT saya sempat difitnah oleh kakak tingkat sehingga keakuan saya muncul kembali. Namun ada teman yang membimbing saya. Kita butuh rekan-rekan untuk mendukung perkembangan rohani kita. Yesuslah penolong, apa yang jadi kekuatiran kita. Saat percaya Yesus akan terlihat perubahan. Banyak yang percaya, orang yang terkena narkoba secara manusiawi tidak bisa sembuh, namun Yesus sanggup mengubahnya. Kita semua percaya Tuhan Yesus. Itulah makna natal sesungguhnya.


Saturday, December 15, 2012

Reaksi terhadap Natal

Ev Yenny
Mat 2:1-12
1  Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2  dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
3  Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
4  Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
5  Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
6  Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
7  Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
8  Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
9   Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
10  Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
11  Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
12  Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Luk 2:9,15-16,20
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
15  Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
16  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Pada tanggal 17 Agustus 2008 bertepatan dengan hari kemerdekaan RI, ada ratusan wartawan berbondong-bondong pergi ke Rumah Sakit yang elit, terkenal dan mahal di kawasan Pondok Indah. Mereka berkumpul di sana bukan untuk meliput para dokter, suster, karyawan rumah sakit mengikuti upacara bendera. Ada berita lain yang dinanti-nantikan untuk diberitakan ke rakyat Indonesia, yakni kelahiran bayi secara Caesar. Bayi ini tidak punya pengaruh, kuasa, jabatan, dampak bagi bangsa Indonesia, tetapi sangat diharapkan berita kelahirannya. Almira Tunggadewi Yudhoyono, putri dari Agus Harimuti dan Anisa Pohan, yakni cucu pertama dari presiden SBY. Almira tidak punya jabatan dalam kepresidenan, tidak punya gelar dalam kepemimpinan di Indoneisa. Tetapi karena pengaruh sang kakek, ia menjadi bayi yang dinanti-nantikan wartawan. Kelahirannya  disambut begitu luar biasa oleh banyak orang. Beritanya muncul di TV dan surat kabar selama berhari-hari. Begitu banyak yang memberi ucapan selamat kepada SBY. Melihat semua kejadian ini adalah hal yang normal apalagi SBY adalah presiden RI. Umumnya semua keluarga melakukan hal yang sama dalam menantikan kelahiran bayi. Yang menyedihkan adalah kelahiran seorang bayi yang tidak diberikan penyambutan sesuai yang diharapkan. Dalam Perjanjian Lama telah dinubuatkan akan kelahiran seorang Raja, Mesias, Penebus. Mendengar adanya seorang raja akan lahir, yang ada di pikiran kita : raja akan lahir di tempat yang mewah. Tetapi kenyataannya tidak. Raja ini tidak lahir di kawasan elit, di rumah sakit yang megah, di istana, atau di hotel berbintang. Namun seorang raja yang harus lahir di tempat yang hina yang orang semiskin-miskinnya tidak mau melahirkan di tempat demikian. Itulah yang dialami Raja di atas segala raja. Lahir di tempat yang tidak layak. Tidak ada sambutan yang meriah seperti layaknya kelahiran seorang bayi. Suatu realita yang terbalik dari kita bayangkan. Apa yang seharusnya diberikan, tetapi tidak diterima Raja (Yesus) ini. Menghadapi kelahiran Yesus di tempat yang hina, apa respon kita? Sudah pasti pemikiran kita :  tidak layak. Tetapi apakah respon itu benar-benar menjiwai hati kita , ketika mengatakan tidak layak?

Respon (reaksi) orang mendengar kelahiran Tuhan Yesus Kristus

1.       Orang-orang Majus. Mereka orang yang sangat terkenal, orang pandai, punya ilmu lebih dari orang biasa. Apa yang mereka miliki dalam bentuk penyelidikan (apa yang diketahui harus diselidiki). Bukan Yahudi (orang asing), mereka datang dari TImur yang dikenal dengan ilmu sihirnya. Mereka tahu ilmu perbintangan atau peramal mimpi. Mereka tahu apa yang tertulis dalam Perjanjian Lama bahwa akan lahir seorang Raja. Itu membuat mereka penasaran ingin membuktikan kebenarannya. Ketika melihat bintang mereka sangat penasaran. Pergilah mereka ke suatu kota tetapi rasa kecewa yang dijumpai. Kalau Raja yang lahir kenapa tidak ada pesta yang menyambutnya? Mereka menghadap Herodes untuk mengetahui Raja yang lahir. Namun Herodes tidak mampu menjawab pertanyaan mereka. Mereka kecewa, tetapi tidak menutup semangat mereka akan berita yang mereka dapat. Mereka membiarkan diri untuk dituntun oleh bintang. Keberhasilan menemukan Raja kecil bukan dari penyelidikan yang mereka lakukan, tetapi bintang lah yang menuntut kepada Yesus. Saat bertemu Yesus yang diyakini sebagai raja, mereka bersujud dan memberikan persembahan. Ketika mereka pergi ke istana untuk bertemu Raja Herodes, mereka tidak melakukan hal yang sama. Namun ketika melihat Yesus yang tidak berada di istina, mereka menyembahNya!  Ini menandakan bahwa orang Majus yakin, bayi yang mereka lihat adalah Penebus umat manusia. Mereka melihat kemuliaan dan sifat keilahian Yesus terpancar. Sehingga tidak mampu mereka berkata-kata. Melihat anak itu mulut mereka tertutup. Tetapi hati mereka terbuka. Mereka percaya dan yakin, apa yang mereka dengar dan lihat tidak ada kalimat yang diucapkan selain sujud menyembah. Di sinilah terjadi perjumpaan Allah dan manusia. Ketika melihat Yesus, hati mereka terbuka menerima Yesus yang lahir. Hati yang dipersembahkan kepada Sang Raja itu. 

2.       Herodes. Dia adalah raja yang terkenal kejam, jahat dan melakukan apa saja untuk mempertahankan kerajaannya. Ia rela membunuh istri, anak dan siapapun untuk itu. Karena dengan susah payah ia menjadi raja, maka tahta itu tidak boleh beranjak darinya. Tidak heran ketika orang Majus bertanya tentang Raja yang lahir, ia sangat marah. Bukan karena ia tidak mampu menjawab pertanyaan yang mudah, tetapi Raja yang lahir menjadi ancaman baginya sebagai raja. Betapa kagetnya dia, karena ada raja lain selain dirinya. Bagi Herodes tidak boleh ada raja yang lain selain dirinya. Itu ancaman yang besar bagi kekuasaannya. Herodes, memang seorang raja. Tetapi ia tidak terlahir sebagai raja. Kristus , Dia adalah Raja, Dia terlahir sebagai Raja. Itulah perbedaan mereka. Herodes tahu persis akan hal itu. Bahwa kekuasaannya sedang tergoncang. Sehingga ia mencari informasi. Ketika tidak mendapat informasi, ia melakukan hal lain yang menguntungkan kekuasaannya. Herodes memberikan perintah bahwa bayi laki-laki harus dibunuh.  Tujuannya hanya satu agar tahta raja tetap miliknya. Bagi Herodes, kelahiran Tuhan Yesus berbahaya bagi dia. Ancaman yang besar harus disingkirkan. Ia tidak ingin hal itu terjadi baginya. Beberapa bulan lalu, saat retreat STT Amanat Agung, masing-masing kelompok memainkan drama kecil tentang hamba Tuhan dan majelis di dalam gereja. Saya tertarik dengan salah satu drama yang dimainkan. Ceritanya ada hamba Tuhan yang baru masuk pelayanan dianggap sebagai ancaman bagi hamba Tuhan yang senior. Diceritakan hamba Tuhan senior melakukan banyak hal untuk menyingkirkannya. Berhasil!  Sang hamba Tuhan junior tersingkir. Hamba Tuhan senior bangga luar biasa, tahta dan kekuasaannya tidak terkutak-katik oleh hamba Tuhan junior. Itulah yang terjadi dalam diri Herodes. Tidak ingin disingkirkan, dia lakukan segala cara untuk bertahan dalam tahtanya.

3.       Para gembala. Pada masa itu, gembala adalah orang yang tersingkirkan di antara orang Yahudi. Orang yang berprofesi sebagai gembala : bodoh, tidak terdidik, tidak jujur, dan pekerjaannya tidak masuk hitungan. Mereka tidak boleh menghadiri ibadah dan tidak boleh memberi kesaksian. Mereka sering berpindah tempat yakni di padang gembala bersama ternak mereka. Mereka bukan orang yang masuk hitungan, itu menurut pandangan manusia. Tetapi yang tidak masuk hitungan itulah yang mendapat anugerah Allah, mendapat kesempatan melihat bayi Kristus yang lahir. Mereka yang pertama mendengarkan berita natal yaitu berita kelahiran Yesus. Ketika malaikat Tuhan datang menghampiri dan mengabarkan kelahiran Yesus, mereka ketakutan. Mereka tahu diri, dan tahu statusnya sebagai gembala. Sehingga tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka, suatu saat mereka akan bertemu dengan malaikat Tuhan.  Tetapi ketika hal itu terjadi, itu hal yang tidak masuk akal bagi mereka. Sesuatu hal yang wajar ketika melihat mereka terkejut. Tetapi ketika mendengar berita itu, mereka bergegas pergi mencari dan menemukan apa yang didengar dari malaikat tersebut. Mereka cepat-cepat berangkat (ada yang menterjemahkan : berlari sekencang-kencangnya) untuk membuktikan apa yang mereka dengar. Mereka antusias sekali untuk membuktikan berita itu dan tidak membuang-buang waktu. Ketika melihat bayi itu sesuai dengan berita yang didengar, keterkejutan mereka diganti sukacita yang besar. Tetapi tidak sampai di situ saja. Sukacita itu diteruskan dengan memuji Allah. Dan disampaikan kepada orang-orang. Bagaimana mereka orang yang disingkirkan tetapi percaya. Bagi orang lain mungkin mendengar berita itu tidak tersentuh, tetapi bagi mereka itu berita yang menyentuh hati dan hidup mereka. Dengan melihat bayi itu mereka diubah hidupnya. Mereka melihat Sang Pengubah lahir dan mereka diubah oleh Yesus Kristus. Ada sukacita yang besar dipersembahkan kepada Allah. Ada pujian dan kemulian yang dikembalikan kepada Allah. Ada syukur saat orang yang disingkirkan melihat kerajaaan Allah.

Saat kita melihat diri kita, saat tahu 1 Desember adalah bulan memasuki natal, kita bertanya dalam diri kita sendiri, kita bertanya seberapa besar kita mengerti berita natal? Apakah di dalam hati dan pikiran kita, mendengar kata natal identik dengan hadiah  , perayaan yang megah, satu suasana yang penuh sukacita? Dengan demikian kita tidak meresponsi dengan sungguh-sungguh bahwa hati kita punya tempat untuk kelahiran Tuhan Yesus. Ketika tahu perayaan natal, ada sautu perayaan yang besar karena kelahiran Juruselamat. Tetapi sudahkah Juruselamat itu lahir dalam diri kita? Ketika Yesus lahir dalam palungan, adakah hati kita sudah menjadi palungan untuk kelahiran Yesus? Adakah kita yang tidak layak ini, membiarkan Yesus lahir dalam hati kita? Ataukah hati kita seperti Herodes, kelahiran Yesus hanya sebagai berita, dan tahta dalam diri kita tidak ingin digantikan oleh tahta Yesus Kristus. Kita meresponsi natal dengan sukacita tetapi dalam hati kita, namun membiarkan tahta kita bertahta dalam diri kita? Apakah itu yang kita inginkan berikan kepada Yesus? Meresponi ketika Yesus lahir dalam dunia ini, jadikan hati kita seperti palungan tempat kelahiran Yesus. Singkirkan tahta kita, dan biarkan tahta Kristus dalam hati kita. Itulah respon yang harusnya diberikan kepada Dia. KelahiranNya bukan sekedar kelahiran tetapi membawa perubahan dalam hidup kita. Kelahirannya ada di dalam hati kita.


Sunday, December 9, 2012

"Tidak Mungkin" Menjadi "Kenyataan"

Pdt. Bambang Wijanto

Lukas 1:26-38
26   Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
34  Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
35  Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
38  Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Luk 2:8-20
8  Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
15  Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
16  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
17  Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
18  Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
19  Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20  Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Pada waktu peristiwa natal (kelahiran Tuhan Yesus) yang terjadi lebih dari 2.000 tahun lalu, ada 3 hal unik yang terjadi secara beruntun terkait peristiwa tersebut. Ketiganya begitu unik dan memiliki kemiripan yakni :
1.       Luk 1:30-31. Malaikat memberitahu Maria bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki yang akan diberi nama Yesus. Hal ini sebenarnya tidak mungkin terjadi karena Maria masih perawan dan ia tidak mengerti apa yang dimaksud dengan “dikandung daripada Roh Kudus”. Ayat 34 “Bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?” Hal ini  tidak mungkin terjadi dalam pikiran manusia dan dalam teori apa pun.
2.       Luk 1:36. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Hal ini sesuatu yang tidak mungkin, bagaimana seorang perempuan di masa tuanya mengandung? Apalagi hal ini ditulis oleh seorang dokter yakni Lukas. Lukas menuliskannya secara detil yakni “masa tuanya”. Menurut teori kedokteran kehamilan di masa tua tidak mungkin terjadi. Apalagi Elisabet mandul. Wanita yang mandul saat usia muda tidak bisa hamil, apalagi di hari masa tuanya. Tetapi inilah keunikan, yang tidak terpikirkan manusia dapat terjadi.
3.       Luk 2:8-20. Ada peristiwa malaikat datang kepada para gembala dan mengatakan ada berita sukacita kepada seluruh bangsa. Karena akan lahir seorang Juruselamat di kota Daud. Tetapi pada ayat 12 dikatakan, “Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Ini tidak mungkin. Kesukaan bagi seluruh dunia (bangsa), seorang Juruselamat yakni  Kristus Tuhan, ironisnya lahir di sebuah palungan yang notabene tempatnya kotor dan menjadi tempat menaruh makanan domba. Gembala terkejut bagaimana seorang Tuhan lahir di palungan. Di dalam diri dan benak para gembala , ini sesuatu yang tidak mungkin.  Ayat 13  “Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah,” Seorang Juruselamat , Tuhan, lahir di sebuah palungan, tetapi diperlihatkan oleh bala tentara Allah.  Bagaimana mungkin? Orang di palungan , disembah di tempat yang maha tinggi. Itulah kenyataan (keunikan).

Ketiganya sama, tidak masuk akal, tetapi merupakan kenyataan yang terjadi yang membuat mereka bersukacita. Gembala itu kembali dan memuji Allah. Kata kembali, artinya mereka kembali ke profesi mereka sebagai gembala, yang saat itu bukan profesi yang terhormat. Gembala merupakan profesi paling rendah saat itu. Para gembala dianggap orang paling bodoh, tapi mau jadi gembala. Mereka dikatakan lebih rendah dari seekor domba. Gembala dianggap sebagai sampah masyarakat. Mereka kembali ke profesi masing-masing. Sebelum mendengar berita natal, mereka tersisih  dan miskin. Lalu berita natal disampaikan. Sesuatu yang tidak mungkin, mereka kembali kepada kenyataan yang pahit tapi mereka bisa memuji Tuhan. Itu berita natal.
Demikian juga Maria, bagaimana itu terjadi? Maria bergumul. Ia belum bersuami. Wanita dianggap sebagai warga negera kelas dua. Pada waktu melakukan pelanggaran apalagi susila, wanita akan dihukum mati. Ia belum bersuami. Masyarakat tidak paham ia dikadung dari Roh Kudus. Di pundaknya, ada pergumulan yang berat. Berita natal merupakan berita “berat” bagi dirinya. Kenyataannya, Maria justru berkata, “Sesungguhnya akulah hamba Tuhan , jadilah padaku seperti perkataanMu.” Maria berkata dengan penuh sukacita. Ia menerima walau percobaan masih dihadapi, bagaimana masyarakat menilai dirinya. Maria menerimanya!

Mengapa mereka bersukacita walau menghadapi pergumulan berat? Kuncinya adalah mereka dengan rendah hati menerima berita natal itu. Mereka menerimanya dengan iman. Mereka percaya perkataan Allah dan sungguh merasakan, itu berita sukacita. Maria berkata dengan rendah hati, “Aku ini hamba Tuhan” sehingga ia merasakan damai sukacita natal. Demikian juga gembala. Para gembala pada pasal 2:16, “Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.” Mereka dengan rendah hati pergi walau ke tempat makanan binatang (palungan). Mereka tetap mau datang. Kita juga melihat Elisabet, berkata, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Elizabet rendah hati. Ia lebih senior dari Maria. Maria dikatakan sebagai ibu Tuhanku. Ini adalah orang yang rendah hati. Dia mengatakan “ibu Tuhan” karena  ia tahu ada Yesus yang lahir dan ia sungguh mengalami sukacita. Itulah natal. Yang tidak mungkin menjadi kenyataan : syalom.

Ada juga orang yang tidak mengalami sukacita natal (syalom). Yakni orang farisi, Herodes, ahli taurat, imam kepala. Mereka tidak mengalami sukacita. Herodes mengetahui berita natal dari orang Majus. Orang Majus datang memberi tahu, menyelidiki dan melapor kepadanya. Setelah itu Orang Majus tidak lagi datang, sehingga Herodes merasa ditipu dan ingin membunuh bayi Yesus. Orang Farisi dan imam kepala, ditanya oleh Herodes. Kita suci mengatakannya, tapi mereka tidak mau datang. Malah mereka mencelakakan Yesus sampai di kayu salib. Mereka tidak mengalami sukacita natal. Karena mereka orang yang penuh kesombongan.

Roma 3:10-18. Tidak ada seorang pun yang benar, seorang pun tidak. Semua orang berdosa, tidak ada yang benar. Pada ayat 11 dikatakan “Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu. Kenyataannya, Herodes dan kawan-kawan tidak mencari Allah, dalam keberdosaannya , manusia tidak mau tunduk kepada Allah. Dengan penuh keseombongan mereka mengabaikan Tuhan , tidak ada rasa takut kepda Allah. Rasul Paulus berkata, “Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan Allah.” Semua orang berdosa dalam kesombongannya. Mereka gagal karena dikuasai nafsu, sehingga manusia menjadikan dirinya menjadi sumber kebiasaan. Itulah pernyataan orang berdosa. Kita juga. Persoalannya : sebentar lagi kita merayakan natal, kita sama seperti Elizabet, Maria dan para gembala. Kita hidup dalam kenyataan, seperti Maria, menghadapi problem kehidupan, untuk kemudian melepaskan diri dari masalah. Ada suami-isti, mertua-menantu, ortu-anak bertengkar. Ada masalah perekonomian. Dalam hidup, masyarakat berinteraksi. Kita tidak luput dari pergumulan hidup ini. Banyak orang Kristen putus asa. Banyak orang Kristen mengalami pergumulan begitu berat, tidak mudah melepaskan diri. Orang Kristen zaman ini, tidak bebas dari masalah kehidupan , di seluruh dunia sedang merayakan natal saat ini, tetapi apakah syalom (sukacita) natal menjadi bagian dalam hidupnya? Apakah setelah menerima pesan ini, sukacita natal tetap menjadi sukacita. Sesuatu yang tidak mungkin. Bagaimana persoalan hidup ada, tetapi kita mengalami sukacita. Apakah benar, kita mengalami sukacita natal selagi ada persoalan hidup? Kenyataannya, Maria, walaupun ada problem kehidupan, tetapi menghadapinya dan mengalami sukacita.
Bagian yang tidak mungkin terjadi dalam hidup? Mari belajar dari seorang yang besar, Rasul Paulus. Rom 7:24 ia berkata, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Tidak ada yang meragukan Rasul Paulus. Bukankah ia rasul yang hebat? Pelayanannya begitu hebat, pengorbanannya begitu sungguh-sungguh dan tetap konsisten melayani Tuhan, orang yang pintar dan punya banyak potensi, tetapi menuliskan, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?”  Di situ Rasul Paulus memberitahu Tuhan, ia manusia jahat, orang berdosa. Kalau kita sombong, seperti ahli Farisi, imam Kepala , tetapi Rasul Paulus rendah hati, walau ia hebat dan pelayanannya luar biasa. Pada 1 Tim 1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.” Rasul Paulus berkata bahwa dialah orang yang paling besar  dosanya. Inilah kuncinya. Rasul Paulus dalam kerendahaan hatinya, menyambut natal. Malaikat yang jatuh tidak diselamatkan, hanya manusia keturunan Abraham diselamatkan. Paulus mengerti, bahwa Allah berbelas kasihan kepadanya. Ia mengaku orang yang paling berdosa. Setelah ia mengaku seperti ini, apakah ia tidak mengalami persoalan kehidupan?  2 Kor 4:8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.

Rasul Paulus menghadapi problem kehidupan. Menghadapi kenyataan hidup tidak gampang. Adakah syalom dan sukacita natal di dalam hatinya. Rasul Paulus berkata,”Walau kesulian hidup terjadi, tetapi dirinya tidak pernah terlepas dan dalam pemeliharaan Allah. Paulus ingin mengatakan Yesuslah yang memberikan kesukacitaan. Sukacita tidak menghapus masalah hidup. Tanpa kesadaran, perayaan natal hanyalah event. Kebaktian natal hanyalah kegiatan. Maria seperti gembala. Maria, Elisabet, Paulus, kita sadar siapa diri kita. John Calvin mengatakan Saat Adam dicipta dari debu dan tanah , hal ini untuk mengingatkan Adam agar tidak menyombongkan diri. Karena tidak ada yang patut disombongkan, Jangan sombongkan diri karena kita dari debu dan tanah. Hanya orang yang rendah hati yang akan mengalami sukacita.

Ada sepasang suami-istri yang datang kepada saya. Mereka adalah jemaat yang aktif dalam pelayanan. Keluarga yang dipandang berhasil dalam kehidupan rohani.  Mereka datang dengan pergumulan berat atas sesuatu yang tidak pernah mereka pikirkan (peristiwa yang tidak mereka bayangkan). Tidak memimpikan hal itu terjadi. Anak mereka yang berumur 20 tahun menikahi pria beristri berusia 50 tahun lebih. Hati mereka hancur dan datang dengan tangisan. Tidak pernah mereka bayangkan. Mereka adalah anak Tuhan yang senantiasa bergumul bersama dengan Tuhan. Tidak pernah hal ini mereka mimpikan. Tidak mungkin menghibur mereka. Saya hanya diam. Saya tahu betapa sakit dan pedihnya hati mereka. Sulit bagi saya menasehati dan memberikan penghiburan. Tetapi karena pergumulan itu, istrinya berkata, “Ini resiko yang harus kami tanggung.” Dengan jujur ia berkata, “Saat menikah kami juga tidak jujur pada pendeta. Waktu ditanya pendeta, apakah sudah berhubungan seks sebelum menikah, dijawab belum.”  Akhirnya pernikahan mereka diberkati di gereja. Sang istri kemudian berkata,”Ini konsekuensi yang harus ditanggung. Saya berdosa , menipu pendeta dan Tuhan.” Akhirnya sang istri berkata, “Ini resiko yang saya hadapi. Kenyataan hidup yang harus dihadapi.” Akhirnya mereka mengalami kelegaan jiwa.

Dalam hidup, kita sadar siapa diri kita. Kita kembali diingatkan, kita membutuhkan tubuh dan darah Kristus.  Agar kita mengalami kembali syalom, damai dalam hati.