Friday, January 29, 2016

Tahun Yobel (kelas Tiranus V)


Tanggal 24 Januari 2016

Ev. Inawati Teddy

Sebelum membahas tahun Yobel, kita harus melihat konteks (latar belakang) nya terlebih dahulu.

Sistem Keluarga Israel

Konsep yang ada dalam keluarga Israel adalah suatu sistem yang sudah diatur oleh Tuhan. Sehingga kita tahu istilah keluarga, kaum dan bangsa Israel. Keluarga Israel berbeda dengan konsep keluarga kita yang terdiri diri dari ayah-ibu dan anak. Sedangkan kalau di Israel scope-nya lebih besar sehingga disebut keluarga besar.
-          Keluarga Israel terdiri 3 generasi. Kakek-nenek, orang tua (anak-anaknya yang dewasa) dan cucu. Jadi satu keluarga bisa beranggotakan belasan hingga puluhan orang. Keluarga-keluarga itu tinggal di suatu tempat.
-          Kaum merupakan kelompok keluarga-keluarga yang tinggal di sebuah tempat, yang berasal dari keturunan yang sama.
-          Suku terdiri dari kaum-kaum yang berbeda.
Yos 7:16-18 (peristiwa Akhan) Keesokan harinya bangunlah Yosua pagi-pagi, lalu menyuruh orang Israel tampil ke muka suku demi suku, maka didapatilah suku Yehuda.  Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum-kaum Yehuda, maka didapatinya kaum Zerah. Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum Zerah, seorang demi seorang, maka didapatilah Zabdi.  Ketika disuruhnya keluarga orang itu tampil ke muka, seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda. Itu konsep yang ada dalam system keluarga Israel.

Kehidupan Keluarga Israel

Orang Israel pada umumnya bertani (bukan beternak dan berdagang). Abraham dan Yakub bukan petani tetapi peternak tetapi Ishak bertani. Keluarga Israel sangat bergantung kepada hasil pertanian mereka, walau mereka punya ternak. Sehingga orang Israel jatuh kepada penyembahan kepada Baal karena Baal adalah allah kesuburan. Israel seringkali dipengaruhi bangsa di sekitar mereka.  Bangsa lain percaya pada banyak Allah. Setiap allah punya kekuasaan yang terbatas, ada allah sungai, kesuburan, penyakit, gunung dll.  Mereka mengkategorikan Allah Israel sebagai allah perang karena memberi tulah, membelah laut , menghancurkan kereta Firaun, menghancurkan tanah Kanaan dan lain-lain. Sehingga pada Kel 32, bangsa Israel mereka membuat patung lembu emas karena dalam dunia kuno lembu melambangkan kedahsyatan.  Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!" (Kel 32:4). Mereka ingin memuji allah yang dahsyat tapi karena allah perang maka pentingnya hanya saat berperang. Sedangkan saat tinggal di Kanaan, perang hanya terjadi sesekali. Untuk sehari-hari mereka perlu allah kesuburan dan menganggap allah perang tidak pintar untuk menyuburkan tanah, sehingga mereka jatuh kepada penyembahan berhala karena dasarnya orang Israel adalah petani. Pertanian tergantung pada cuaca dan Dewa Baal-lah yang menurunkan hujan sehingga dalam pikiran, mereka bergantung pada Baal. Untuk mengurangi resiko, di Israel mereka menanam panen yang berbeda, yang akan dituai pada masa yag berbeda. Pada waktu Naomi membawa Rut pulang ke Israel terjadi pada saat orang Israel sedang menuai jelai.  Untuk mengurangi resiko gagal panen, variasi tanaman dilakukan, seperti gandum, jelas, buah anggur dll. Bagaimanapun kehidupan di zaman kuno adalah kehidupan yang sulit. Bertani juga sulit. Israel lebih banyak bebalnya dan Tuhan sudah memperingatkan kalau mereka tidak taat salah satu hukumannya adalah Tuhan tidak menurunkan hujan dan terjadilah kekeringan (di samping ada hukuman lain). Secara umum, kehidupan yang sulit membuat mereka harus saling tolong menolong terutama keluarga dalam 1 kaum.

Saling memperhatikan

1.       Keluarga-keluarga dalam 1 kaum wajib untuk saling menolong.

-          Jika seorang Israel menjual diri sebagai budak atau menjual ladangnya, maka kerabat dekatnya dalam kaumnya seharusnya menebusnya (Im 25:47-49   Apabila seorang asing atau seorang pendatang di antaramu telah menjadi mampu, sedangkan saudaramu yang tinggal padanya jatuh miskin, sehingga menyerahkan dirinya kepada orang asing atau pendatang yang di antaramu itu atau kepada seorang yang berasal dari kaum orang asing,   maka sesudah ia menyerahkan dirinya (menjual dirinya sebagai budak, red), ia berhak ditebus, yakni seorang dari antara saudara-saudaranya boleh menebus dia,  atau saudara ayahnya atau anak laki-laki saudara ayahnya atau seorang kerabatnya yang terdekat dari kaumnya atau kalau ia telah mampu, ia sendiri berhak menebus dirinya.) Yang paling penting adalah keluarga. Kaum dibuat Tuhan agar mereka saling tolong menolong. Yang paling penting tanah tetap dalam keluarga. Saudara laki-laki , saudara ayah atau anak dari saudara ayah masih merupakan keluarga, atau yang paling dekat dari kaumnya. Kaum dibuat Tuhan yang membuat system untuk saling tolong menolong.  Ladang seharusnya tidak boleh keluar dari lingkaran kaumnya . Bil 27:11 bila ayah tidak punya saudara laki-laki maka diberikan ke saudara lelaki ayahnya. “Kata mereka: TUHAN telah memerintahkan tuanku untuk memberikan tanah itu kepada orang Israel sebagai milik pusaka dengan membuang undi, dan oleh TUHAN telah diperintahkan kepada tuanku untuk memberikan milik pusaka Zelafehat, saudara kami, kepada anak-anaknya yang perempuan” (Bilangan 36:2). Peristiwa ini gara-gara Zelafehad yang tidak punya anak laki-laki ketika mati anak-anak perempuannya minta kepada Musa agar warisan diberikan kepada mereka. Musa bertanya kepada Tuhan dan akhirnya Tuhan setuju. Kalau tidak anak perempuan tidak mewarisi ladang. Karena bila anak perempuan menikah dari kaum apalagi suku yang berbeda, nanti ladang akan jatuh ke suku lain karena Israel memakai garis ayah. Karena itu anak perempuan tidak diberi ladang. Karena ada kasus orang Israel yang tidak punya anak laki-laki sehingga Allah memberikan ayat ini. Poinnya adalah ladang tidak boleh keluar dari kaumnya.  Bil 36:6.  Inilah firman yang diperintahkan TUHAN mengenai anak-anak perempuan Zelafehad, bunyinya: Mereka boleh kawin dengan siapa saja yang suka kepada mereka, asal mereka kawin di lingkungan salah satu kaum dari suku ayah mereka. Ayat 8 Jadi setiap anak perempuan di antara suku-suku orang Israel yang telah mewarisi milik pusaka, haruslah kawin dengan seorang dari salah satu kaum yang termasuk suku ayahnya, supaya setiap orang Israel mewarisi milik pusaka nenek moyangnya. Khusus anak perempuan sampai mewarisi ladang karena ayahnya tidak punya anak laki-laki, maka anak-anak  perempuan tersebut harus menikah dengan kaumnya sehingga ladangnya berada dalam kaum yang sama.

-          Dengan kehidupan yang sulit, terkadang mereka harus pinjam uang.  Ul 23:19-20 "Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan.Terutama ada pinjaman maka tidak boleh membungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga  —  supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya." Pinjaman yang diberikan kepada saudara tidak boleh dipungut bunga (Ulangan. 23:19), tetapi dari orang asing (kemungkinan pedagang yang datang) boleh dipungut bunga. Kemungkinan orang asing adalah pedagang yang datang berkunjung sehingga kalau untuk mereka boleh ditarik bunga.

2.       Pertolongan terutama perlu diberikan kepada orang asing (pendatang), janda & yatim.

-          Orang asing di sini  berbeda dengan orang asing (pedagang yang bila diberi pinjaman dapat ditarik bunga) di atas karena orang asing di sini harus ditolong. Orang asing di sini maksudnya pendatang yang kemudian tinggal di antara kalian (pendatang mungkin dari suku lain atau kaum lain). Jadi tidak punya support system dari kaumnya. Kaumnya tidak tinggal bersama dengan dia, dia sedang dalam keadaan lemah dan bila ada apa-apa tidak ada yang membantu . Sehingga pertolongan ditujukan untuk mereka (karena ladangnya ada di kaumya), janda dan yatim.  Ul 14:28-29 menunjukkan sebagian perpuluhan diberikan untuk orang miskin (Ul 14:28-29 Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu;  maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu."; Jadi untuk perpuluhan setiap 3 tahun mereka harus memberikannya supaya orang-orang kotanya termasuk orang Lewi (karena tidak punya ladang), orang miskin (biasanya orang asing), janda dan miskin karena sebagian diberikan kepada mereka.

-          Kalau orang Israel menuai ladang mereka maka ada peraturan Imamat 19:9-10  Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu.  Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu. Aturannya empat sudut lading tidak boleh dituai, walau tidak dikatakan berapa banyak. Tetapi menurut rabi sekitar 2% dari lading. Sudut tidak boleh dituai karena sudut paling mudah dituai. Jangan menuai dari apa yang ketinggalan dari penuaianmu. Penuaian dilakukan dengan cepat sehingga ada yang tercecer dan yang tercecer tidak boleh dipungut oleh pemiliknya karena untuk orang miskin (orang asing, janda dan yatim) memungutnya. Contoh : peristiwa Rut yang mau pergi ke ladang Boas untuk memungut yang tercecer. Jadi pemiliknya bukan hanya karena murah hati saja membiarkannya karena memang tidak boleh.  Orang kalau menuai cepat-cepat sehingga yang dipetik ada yang tercecer. Itu tidak boleh dituai lagi. Itu yang kemudian dipungut oleh orang miskin (orang asing, janda dan yatim). Sehingga Tuhan memberikan sistem yang sangat baik untuk saling memperhatikan.

Ideologi kerjaaan

1.       Kerajaan Israel seharusnya merupakan kerajaan Allah, yaitu Allah merupakan Raja besar, sedangkan raja manusia merupakan raja kecil yang mewakili Allah memerintah.
Di dunia kuno seringkali terjadi misalnya kita bicara tentang Asyur yang suatu kali sangat kuat dan menaklukkan banyak negara. Asyur adalah raja besar dan Israel pun ditahklukkannya dan harus membayar upeti, maka raja Israel adalah raja kecil yang mewakili Allah memerintah. Pengertian seperti itu tidak dimengerti semua orang Israel. Sehingga pada awalnya mereka meminta raja, Allah murka. Setelah Samuel tua, anaknya tidak berintegritas, maka rakyat minta raja.  1 Sam 8:4-7 Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama  dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain."  Waktu mereka berkata: "Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami," perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN.  TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.
Tuhan melihat permintaan mereka adalah mereka menolak Tuhan sebagai raja. Mereka meminta “angkatlah seorang raja atas kami untuk memerintah kami seperti bangsa-bangsa lain”. Raja pada bangsa-banga lain berbeda dengan sistem kerajaan yang Tuhan inginkan di mana raja mengeluarkan hukum (undang-undang). Berarti raja lebih berkuasa dari hukum. Di Israel seharusnya raja tunduk pada hukum Allah, Allahlah yang mengeluarkan undang-undang dan Allahlah yang menjadi raja utamanya. Waktu mereka menginginkan raja seperti bangsa-bangsa lain berarti mereka menolak Tuhan sebagai raja. Raja manusia adalah raja absolut yang tidak harus tunduk pada hukum Allah. Konsep kerajaan rakyat berbeda dengan konsep kerajaan yang diinginkan Tuhan. Konsep Tuhan, Tuhan sebagai Rajanya. Sehingga salah satu syarat yang penting untuk raja, Musa sudah memberitahukan tentang apa yang harus dilakukan seorang raja pada Ul 17:14-20 ("Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan telah mendudukinya dan diam di sana, kemudian engkau berkata: Aku mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku,  maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu. Hanya, janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi. Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; emas dan perakpun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak.  Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi.   Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya,  supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel.") . Raja tidak boleh mengumpulkan banyak kuda yang harus diimpor dari Mesir sehingga tergantung mesir dan tidak boleh banyak istrinya dan boleh mengumpulkan harta terlalu banyak. Mereka harus menyalin Taurat dan memerintah berdasarkan Taurat itu. Sehingga seorang raja, raja manusia adalah wakil Allah memerintah.

2.       Daud mengerti akan konsep ini dan karenanya memindahkan Tabut ke Yerusalem (1 Taw 28:5   Dan dari antara anak-anakku sekalian  —  sebab banyak anak telah dikaruniakan TUHAN kepadaku  —  Ia telah memilih anakku Salomo untuk duduk di atas takhta pemerintahan TUHAN atas Israel.)
Jadi kerajaan Israel adalah kerajaan Allah. Terutama kerajaan Daud. Karena itu kita mengerti , mengapa Daud memindahkan Tabut ke Yerusalem bahkan sebelum ada bait Allah , konteksnya sangat menarik. Penulis Alkitab meletakkan pasal-pasalnya dengan suatu konsep yang ada di pikiran mereka sehingga kita harus memikirkan konteksnya.
Daud waktu menjadi raja hanya menjadi raja atas Yehuda. Sedangkan Isyboset menggantikan ayahnya, Saul. Setelah Isyboset meninggal, baru tua-tua Israel datang kepada Daud untuk memintanya menjadi raja di seluruh Israel. Ayat 6, Daud menyerbu Yerusalem dan menjadi raja di sana. Awalnya ibukotanya di Hebron. Karena Hebron di Yehuda paling Selatan, maka ia mau memindahkan ibukota. Ia merebut Yerusalem, masih di Selatan tapi letaknya agak di tengah. Hebron terlalu di Selatan. Sekarang ia menjadikan Israel sebagai ibukota kerajaan. Pada 2 Sam 6,  tabut dipindahkan ke Yerusalem. Walau pertama kali gagal tetapi yang kedua berhasil. Kenapa tabut dipindahkan ke Yerusalem. Setelah mengalahkan Filistan, maka Daud memindahkan tabut ke Yerusalem.
Tabut benda apa? Tabut terdiri dari emas dan berbentuk kotak. Tabut adalah tumpuan kaki atau pijakan kaki . 1 Taw 28:2  Lalu berdirilah raja Daud dan berkata: "Dengarlah, hai saudara-saudaraku dan bangsaku! Aku bermaksud hendak mendirikan rumah perhentian untuk tabut perjanjian TUHAN dan untuk tumpuan kaki Allah kita (karena tidak ada benda lain); juga aku telah membuat persediaan untuk mendirikannya..  Untuk tabut perjanjian Tuhan dan untuk tumpuan kaki . Dalam kerajaan kuno, kursi tahtanya tinggi sehingga perlu tumpuan kaki sehingga raja bisa menapakkan kakinya. Di Mesir dikatakan tradisinya, saat rajanya wafat, maka tumpuan kakinya dimasukkan ke dalam peti mati. Kalau kursi tahta dimasukkan terlalu besar. Tumpuan kaki bisa diukir dengan indahnya. Di atas tabut ada tutup pendamaian. Di atas tutup pendamaian ada ukiran 2 kerub (disebut kerubim yang artinya lebih dari 1 kerub) yang berlutut dengan kepala menunduk saling berhadapdan dengan sayap dikembangkan. Kedua kerub tersebut menopang tahta Allah. Kalau tabut tumpuan kaki, Allah bertahta di atasnya. Kedua kerub menopang tahta Allah. Sehingga berberapa kali Alkitab menunjukkan Allah bertahta di atas kerubim. Maz 80:2 Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba! Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar.
Allah duduk di atas para kerub (lebih dari 1 kerub). Yerusalem ada tumpuan kaki , maka Allah bertahta di atasnya.  Raja utama Israel adalah Allah. Raja harusnya ada di ibukota kerajaan. Maka saat Daud merebut Yerusalem dan menjadi raja , maka ia pindahkan ibukota ke Yerusalem. Ia memiliki konsep yang benar tentang kerajaannya. Maka kerajaannya adalah kerajaan Allah (defisini yang lebih tepat adalah bayang-bayang kerajaan Allah nantinya yakni kerajaan Mesias).
Di dalam ideology yang Tuhan berikan, Tuhan sebagai raja, dan Tuhan yang akan memelihara umatnya. Sehingga sebenarnya seorang raja sebagai wakil Tuhan seharusnya seperti seorang seorang bapak yang melindungi raja dan rakyatnya.

3.       Dalam dunia kuno (bukan saja di Israel), raja seringkali menyebut dirinya sebagai Bapak. Ia melihat dirinya sebagai bapak merawat dan melindungi rakyatnya yang adalah anaknya. Dalam konsep Alkitab, yang dimaksud bapak adalah raja. Jadi ketika Tuhan berdoa mengajarkan Bapa kami yang di sorga maksudnya kita berdoa kepada raja kita. Karena itu datanglah kerajaanMu.
Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
4 terminologi ingin mengatakan hal yang sama yaitu Dia adalah Raja. Penasihat ajaib adalah seorang ahli perang.Allah yang perkasa (Elohim) juga bisa dipakai untuk manusia. Seorang hakim bisa disebut sebagai Allah. Bagi Yahudi , Tuhan adalah Allah. Allah adalah penguasa dan pemimpin, bahkan seorang hakim bisa disebut Allah. Orang yang memerintah bisa disebut Allah. Bapa yang kekal adalah raja. Kalau tidak bisa rancu seakan-akan Dia adalah Allah Bapa. Seakan-akan kita bisa menyebut Yesus adalah Allah Bapa.  Ini tidak boleh. Bapak di sini maksudnya raja. Dialah Raja yang kekal dan raja damai. Dia penguasa dan raja yang luar biasa.

4.       Di bawah kepemimpinan raja yang baik , rakyat akan hidup dengan sejahtera, Amos 9:13-15 13  "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.  Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.

5.       Raja sebagai wakil Allah seharusnya memerintah dengan adil. Amsal 29:14. Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, takhtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya. Raja perlu memperhatikan kesejahteraan terutama yang miskin, seharusnya memerintah dengan adil

6.     Maz 72 memberikan gambaran tentang raja yang baik, yang memerintah dengan adil (Maz 1-4  Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!   Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!  Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!   Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!; 12-14   Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;   ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.  Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.), maka kerajaan akan berjaya (5-11  Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun!   Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi!  Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!   Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!   Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu;   kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!   Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!), dan makmur (16  Biarlah tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri, bergelombang di puncak pegunungan; biarlah buahnya mekar bagaikan Libanon, bulir-bulirnya berkembang bagaikan rumput di bumi.). Jadi bila raja memerintah dengan adil, kerajaan akan makmur. Itu ideology.

Realitas nya yang terjadi

-          Ketika orang Israel meminta raja, Tuhan memberitahukan kepada mereka, apa yang akan dilakukan raja kepada mereka.  Dan itu bukan harus sesuatu yang negative. Seorang raja akan mengambil anakmu dan hasil panenmu. (Seorang raja berhak untuk memungut pajak dan mengambil rakyat untuk kebutuhannya) 1 Sam 8:10-17. Dan Samuel menyampaikan segala firman TUHAN kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya,  katanya: "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya;  ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka.  Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan.  Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawainya   dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain.  Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan, ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan dipakainya untuk pekerjaannya.   Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya.  Tuhan sudah memberi peringatan, namun hal itu sesuatu yang wajar.  Namanya juga raja, ia perlu tentara, pekerja dan uang.

-          Tiga hal yang dapat merupakan ancaman bagi kehidupan keluarga yang dilakukan raja : wajib militer (orang akan diambil termasuk bukan untuk militer seperti jadi pelayan dsbnya), kerja paksa (Salomo pernah melakukannya saat mendirikan bait Allah dan kota-kota walaupun dilakukan dengan manusiawi  yakni kerja paksanya 1 bulan dan 2 bulan istiratahat digilir setiap tiga bulan seperti itu) dan pajak (yang terbaik akan diambil dan hasil ladangmu 1/10 hasil ladang diambil raja)


-          Keluarga sekarang harus menyediakan hasil tuaian mereka untuk dipersembahkan kepada raja. Sehingga hasil lebih sedikit. Sedangkan anggota keluarga berkurang karena diambil raja.

-          Sedang anggota keluarga berkurang karena juga diambil raja.
Harus menghasilkan hasil yang lebih banyak dengan anggota keluarga yang lebih sedikit.  Digambarkan kemungkinan karena harus menghasilkan lebih banyak anggur dan gandum sehingga mereka mengurangi variasi panen dan penanaman mereka sehingga menjadi rentan terhadap gagal panen.

-          Ketika musibah terjadi  & keadaan terdesak, terjadilah peminjaman di luar lingkaran kaumnya, kadang dengan bunga tinggi. Zaman kuno , sudah banyak tengkulak. Memberikan pinjaman dengan tinggi yang dibayar dengan tanah.

-          Dapat berakhir dengan tanah digadaikan untuk membayar hutang . Yes 5:8 Celakalah mereka yang menyerobot rumah demi rumah dan mencekau ladang demi ladang, sehingga tidak ada lagi tempat bagi orang lain dan hanya kamu sendiri yang tinggal di dalam negeri! Yesaya mengecamnya.  Yang kaya semakin kaya dan yang semkain miskin. Sehingga Tuhan mendakwa raja dan orang kaya yang menindas orang miskin. Dengan pinjaman dengan bunga yang mencekik, mereka bisa kehilangan ladang kalau gagal panen lagi.

Pemeliharaan Tuhan.

1.    Untuk kesejahteraan rakyat, Tuhan memberikan peraturan tentang tahun Sabat dan tahun Yobel.

2.       TIdak boleh mengerjakan ladang, biarkan tanaman tumbuh sendiri Im 25:4-5   tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu. Pertama-tama tidak boleh mengerjakan ladang, Tuhan mau tanah juga istirahat. Sehingga tanah bisa menumbuhkan apa yang cocok, bisa tumbuh sendiri. Bila menanami dengan tanaman yang cocok , terjadi mutual simbolim. Tanah menjadi lebih subur dibanding bila ditanami dengan tanaman yang tidak cocok. Tanah istirahat dan memberikan lagi energy pada dirinya. Tanah sekarang seperti di Afrika kering kerontang karena tidak pernah diberikan tahun-tahun sabat. Hanya eksplotasi sehingga perlu pupuk yang banyak. Tanah sudah dihisap habis semua vitamin, hal yang baik. Tuhan pun memberi istirahat. Kalau tidak menanam, makan apa?
-          Tuhan akan memberikan hasil untuk 3 tahun dalam tahun keenam (21-22  Maka Aku akan memerintahkan berkat-Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun.  Dalam tahun yang kedelapan kamu akan menabur, tetapi kamu akan makan dari hasil yang lama sampai kepada tahun yang kesembilan, sampai masuk hasilnya, kamu akan memakan yang lama."). Tahun keenam untuk dimakan pada tahun keenam, untuk tahun ke tujuh dan ke delapan sehingga tidak kelaparan (tahun ke delapan baru dapat hasil). Tuhan yang akan memelihara. Tetapi umat dari dulu sampai sekarang lebih banyak bebalnya. Israel tidak melakukan tahun sabat.
-          Salah satu alasan umat dibuang karena mereka melalaikan tahun sabat (2 Taw 36:20-21  Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa. Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun.). Tahun sabat sampai 70 tahun berarti hampir 500 tahun mereka tidak melakukan sabat, sehingga Tuhan maraha. Salah satu alasan mereka dibuang karena mereka lalaikan tahun sabat. Mereka bukan tidak usah bekerja, Tuhan juga memberikan mereka 3 tahun hasil dan hutang kepada saudara dihapuskan.

3.       Hutang kepada saudara dihapuskan (Ul 15:1-11 "Pada akhir tujuh tahun engkau harus mengadakan penghapusan hutang. Inilah cara penghapusan itu: setiap orang yang berpiutang harus menghapuskan apa yang dipinjamkannya kepada sesamanya; janganlah ia menagih dari sesamanya atau saudaranya, karena telah dimaklumkan penghapusan hutang demi TUHAN. Dari seorang asing boleh kautagih, tetapi piutangmu kepada saudaramu haruslah kauhapuskan.  Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu, sebab sungguh TUHAN akan memberkati engkau di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milik pusaka, asal saja engkau mendengarkan baik-baik suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini. Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau.  Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu,   tetapi engkau harus membuka tangan lebar-lebar baginya dan memberi pinjaman kepadanya dengan limpahnya, cukup untuk keperluannya, seberapa ia perlukan.   Hati-hatilah, supaya jangan timbul di dalam hatimu pikiran dursila, demikian: Sudah dekat tahun ketujuh, tahun penghapusan hutang, dan engkau menjadi kesal terhadap saudaramu yang miskin itu dan engkau tidak memberikan apa-apa kepadanya, maka ia berseru kepada TUHAN tentang engkau, dan hal itu menjadi dosa bagimu.  Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu.  Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu.")

Yang dimaksudkan hutang adalah pinjaman yang tidak berbunga yang ditujukan kepada saudara. Pada ayat 3, kepada orang asing boleh ditagih. Tetapi piutang kepada saudara boleh dihapuskan. Mereka minjam karena kebutuhan sehingga tahun ke tujuh dihapuskan. Tetapi bukan kepada pedagang (orang asing). Kalau tidak bank akan bangkrut semua.

-          Merupakan penghapusan hutang dari Tuhan,
-          Boleh menagih dari orang asing (mungkin pedagang yang berkunjung,
-          Orang asing disini (Ibr. nakri) berbeda dengan orang asing yang perlu ditolong (ger).

4.       Budak Ibrani dilepaskan (kalau bangsa asing boleh tetap jadi budak)  :
-          Kel 21:2-11  Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.  Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.   Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.   Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka,   maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.   Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar. Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.   Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.   Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.  Jika tuannya itu tidak melakukan ketiga hal itu kepadanya, maka perempuan itu harus diizinkan keluar, dengan tidak membayar uang tebusan apa-apa."– budak dilepaskan. Seorang Ibani kalau terlibat utang, untuk melunasinya mereka menjual diri menjadi budak. Sehingga mereka harus dilepaskan pada tahun ke 7 tanpa harus membayar uang tebusan.  Seberapapun utangnya, dianggap lunas.
-          Ulangan 15:12-15 ("Apabila seorang saudaramu menjual dirinya kepadamu, baik seorang laki-laki Ibrani ataupun seorang perempuan Ibrani, maka ia akan bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh engkau harus melepaskan dia sebagai orang merdeka.  Dan apabila engkau melepaskan dia sebagai orang merdeka, maka janganlah engkau melepaskan dia dengan tangan hampa,  engkau harus dengan limpahnya memberi bekal kepadanya dari kambing dombamu, dari tempat pengirikanmu dan dari tempat pemerasanmu, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kauberikan kepadanya.  Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu; itulah sebabnya aku memberi perintah itu kepadamu pada hari ini.) menekankan hal yang berbeda. Tidak boleh dilepas dengan tangan hampa harus diberi bagian dari ternak dan hasil bumi agar mereka bisa melakukan start yang baru. Kalau tidak bisa untuk kehidupannya mereka bisa jual diri lagi menjadi budak. SIklus terjadi lagi. Bnd. Israel keluar ketika dari Mesir. Ketika mereka keluar dari mesir, mereka keluar sebagai budak tidak dengan tangan yang hampa. Mereka menjarah orang-orang Mesir. Kel 3:21-22 Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa,  tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu." Dan itu terjadi waktu orang Israel keluar dari Mesir.
Kel 12:35-36  Orang Israel melakukan juga seperti kata Musa; mereka meminta dari orang Mesir barang-barang emas dan perak serta kain-kain.  Dan TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampasi orang Mesir itu. Dengan sengaja menggunakan kata merampasi berarti banyak. Minta apa saja dikasih. Hal ini terjadi menjelang tulah ke-10. Itu terjadi pada tahun sabat. Sabat tahun 49, tahun berikutnya tahun Yobel. Tahun sabat sudah wah, apalagi sabatnya sabat yaitu tahun Yobel. Tahun yobel setiap 50 tahun..

Tahun Yobel (setiap 50 tahun).

1.       Merupakan tahun pembebasan yang dimulai dari hari raya pendamaian dengan bunyi sangkakala. Im25:8-10 Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun. Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.   Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. Satu yang paling penting yang hendak ditekankan bahwa mereka harus pulang.
-          Bnd. Bunyi sangkakala di Sinai  pada zaman Musa (Kel 19:16 Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.; 20:18 Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.) artinya bunyi sangkakala : mulai perang atau keadaan istimewa mereka membunyikan sangkakala, tetapi di sini mereka membunyikan sangkakala saat bertemu dengan Tuhan.
-          Perayaan Yobel adalah seperti pengalaman Sinai – perjumpaan mereka dengan Allah. Ini digambarkan sebagai tahunnya Tuhan.
2.       Kembali ke tanah milik dan kepada kaum Im 25:10-13 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.  Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.  Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang.  Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya. Israel harus melihat ladang itu milik Tuhan. Jadi mereka tidak boleh menjual ladang mereka. Tetapi dalam keadaan terdesak, kadang-kadang terpaksa mereka menjualnya. Supaya tetap mewarisinya, maka dalam peraturan Tuhan pada tahun yobel ladang yang sudah dibeli harus dikembalikan tanpa harus membayarnya, karena bila bayar belum tentu bisa kembali. Jadi hal yang spesial dalam tahun Yobel yang tidak ada pada tahun sabat adalah ladang harus dikembalikan. Sehingga mereka bisa menjalankan kembali kehidupan yang Tuhan inginkan yaitu bertani. Tetapi supaya orang yang membeli ladang tidak merasa ditipu maka dikatikan dengan tahun Yobel. Jadi kalau tinggal 5 tahun lagi, maka membeli ladang itu dengan harga seperti sewa untuk 5 tahun misalnya. Semua transkasi ladang dikaitkan dan dihitung berdasarkan tahun Yobel. 14-17 Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain. Apabila engkau membeli dari sesamamu haruslah menurut jumlah tahun sesudah tahun Yobel, dan apabila ia menjual kepadamu haruslah menurut jumlah tahun panen.  Makin besar jumlah tahun itu, makin besarlah pembeliannya, dan makin kecil jumlah tahun itu, makin kecillah pembeliannya, karena jumlah panenlah yang dijualnya kepadamu.  Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.
3.       Saudara yang menyerahkan diri karena hutang jangan diperlakukan sebagai budak (lebih sebagai orang upahan) dan dipulangkan pada tahun Yobel (39-43  Apabila saudaramu jatuh miskin di antaramu, sehingga menyerahkan dirinya kepadamu, maka janganlah memperbudak dia.  Sebagai orang upahan dan sebagai pendatang ia harus tinggal di antaramu; sampai kepada tahun Yobel ia harus bekerja padamu.  Kemudian ia harus diizinkan keluar dari padamu, ia bersama-sama anak-anaknya, lalu pulang kembali kepada kaumnya dan ia boleh pulang ke tanah milik nenek moyangnya.  Karena mereka itu hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir, janganlah mereka itu dijual, secara orang menjual budak.  Janganlah engkau memerintah dia dengan kejam, melainkan engkau harus takut akan Allahmu.) Seharusnya menjual diri sebagai budak, tapi karena saudaramu jangan diperlakukan sebagai budak. Jadi sebagai orang upahan ia harus dilepaskan pada tahun Yobel.

Apapun yang penting dalam PL, itu adalah bayang-bayang menuju  pada sesuatu yang lebih. Tuhan merencanakan akan ada pembebasan dalam tahun Yobel. Dalam hal ini kita melihat penggenapan dalam Kristus.

Penggenapan tahun Yobel dalam Kristus

1.       Yes 61:1-2 (Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung) berbicara tetang pembebasan umat dari pembuangan Babel. Tahun pembebasan tersebut dikenal sebagai tahun rahmat Tuhan (2).
Ini berbicara dari orang yang kembali dari pembuangan (ayat 1).
Di dalam tahun sabat dan yobel, secara harafiah tidak ada orang yang dilepaskan dari tahanan karena tdak ada penjara dalam system PL. Pencuri harus membayar 2 x untuk barang yang masih ada, 4x untuk barang yang tidak ada. Untuk dosa-dosa yang besar, orangnya dihukum mati. Konsep tahun yobel adalah pembebasan dari utang, pembebasan dari kehidupan perbudakan. Itu menggambarkan apa yang akan Allah lakukan waktu mereka kembali dari pembuangan (mereka orang tawanan) Ini seharusnya terjadi pada waktu mereka kembali dari pembuangan. Namun dari sejarahnya, setelah mereka kembali dari tawanan, ternyata mereka masih dijajah tidak ada kerajaan Daud yang datang. Karena itu kita harus mengerti Alkitab menggambarkan waktu mereka pertama kembali dari pembuangan di Persia, belum benar-benar kembali dari pembuangan. Secara teknis mereka kembali dari pembuangan terjadi pada saat Yesus datang. Sehingga Yesus mengutip ayat ini.

2.       Pada waktu umat kembali dari Babel, mereka belum benar-benar dibebaskan, belum ada Kerajaan Allah di bumi.
Ketika berbicara tentang tabut, tabut berarti Allah bertahta di atasnya dan melambangkan Allah menjadi raja atas umatnya. Masalahnya bait Allah dihancurkan oleh Raja Nebukadnezar pada tahun 586 SM sejalan dengan kerajaan Yehuda dihancurkan.  Setelah itu Alkitab tidak pernah bicara tentang tabut. Kita tidak tahu apa yang terjadi tentang kabut. Setelah kembali dari pembuangan dan membangun bait Allah, Alkitab juga tidak bicara tentang tabut. Nanti bait Allah yang kedua direnovasi oleh Herodes menjadi yang mewah, ketika dihancurkan pada tahun 70 M oleh Jendral Titus ketika mereka menghancurkan ruang maha kudus, kosong melompong, tidak ada tabut. Para ahli mengatakan tabut hilang, saya rasa mungkin Allah yang mengambilnya. Konsep teologinya, berarti Allah tidak ada kerajaanNya di bumi. Tabut melambangkan Allah sebagai raja memerintah Ketika Yesus datang, bertobatlah karena kerajaan Allah sudah datang. Kerajaan Allah yang sudah hampir 600 tahun tidak ada di bumi, sekarang kerajaan Allah sudah dekat.
Pada akhirnya mau digambarkan, waktu Yesus datang membawa kerajaan Allah itulah mereka dibebaskan, mereka mejadi bagian dari kerajaan Allah, bagi mereka yang bertobat. Tetapi dalam 586 tahun itu tidak ada kerajaan Allah di bumi sehingga mereka digambarkan mereka ditawan. Sehingga tidak mengherankan pada Lukas 4:17-21 (Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:  "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.") Yesus mengutip Yes 61. Yesus datang untuk menunjukkan tahun rahmat Tuhan sudah datang. Yang merupakan tahun Yobel, Tuhan membebaskan.

3.       Yesus mengatakan bahwa ia telah menggenapi teks tersebut.
-          Perhatikan Yesus tidak membaca tentang hari pembalasan Allah (Yes 61:2b).
-          Hari pembalasan tersebut akan terjadi pada waktu kedatangan Yesus yang kedua.
Tuhan Yesus berhenti untuk memberitakan tahun pembebasan (tahun Yobel) yang luar biasa, yang sudah kita alami. Kita sudah dibebaskan dari belenggu dosa dan iblis. Alkitab menggambarkan ketika belum percaya , kita menjadi tawanan. Penghakiman akan terjadi pada waktu terjadi saat kedua kalinya.
-          Tahun Yobel menujuk kepada pembebasan yang akan dilakukan oleh Yesus Kristus pada waktu kedatanganNya yang pertama.
Efe 2:1-2 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Alkitab menggambarkan, sebelum percaya kita dibawah kekuasaan kerajaan angkasa yaitu kerajaan Iblis , dunia diserahkan kepada iblis. Kedatangan Tuhan Yesus terutama menggambarkan kerajaan Allah sudah datang. Sehingga khotbahNya Kerajaan Allah sudah dekat. Demikian juga dengan Matius yang mencatatnya pada Matius 4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Mengapa pada zaman Tuhan Yesus mendadak banyak orang kerasukan? Di PL tidak ada orang kerasukan. Saul tidak kerasukan karena Saul masih sadar. Di PB , orang kerasukan tidak bisa mengontrol dirinya.
Ketika iblis tahu , Yesus datang dengan kerajaan Allah, mereka tidak ingin tinggal diam dan ingin menunjukkan kuasanya bahwa orang yang dirasukinya adalah miliknya. Mereka menunjukkannya dengan merasuki orang-orang tersebut.
Mat 12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
Digambarkan, kita yang tadi berada di cengkeraman iblis seperti orang kerasukan, sekarang dibebaskan dan dibawa masuk ke dalam kerajaan Allah. Kita dilepaskan dari tahanan. Kita yang tadinya adalah tawanan iblis sekarang dilepaskan dari tahanan.
Ayat 29 Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu.
Orang kuat yang dimaksudkan di sini adalah iblis, yang merampok adalah Tuhan.  Yang dirampok adalah kita. Kita sebagai jarahan yang kemudian dibawa masuk ke dalam kerajaan Allah. Sengaja memakai Bahasa ini untuk menggambarkan peperangan.
Keselamatan kita tidak dilakukan dalam keadaan damai tetapi merebut dengan jalan perang. Dengan mengikat orang kuat yaitu iblis, kita dirampas dari yang tadinya tawanan iblis dirampas dan dibawa masuk ke dalam kerajaan Allah. Jadi tahun Yobel sudah datang dan kita sudah menikmati pembebasan tahun Yobel dalam Kristus.



QA (tanya jawab)

1.       Implikasi Tahun Yobel pada saat ini ? Apakah di Israel masih menerapkannya?
Israel sekarang bukan teokrasi yang artinya di bawah pemerintah Tuhan. Republik Israel sekarang tidak lagi memakai hukum Taurat (judicial law). Hukum Taurat dibagi 3 bagian :
-          hukum moral (10 hukum Allah sekarang masih berlaku bagi orang-orang PB)
-          ceremonial law (hukum ibadah, contoh : orang PL kalau datang beribadah membawa kambing domba ke gereja, sekarang tidak berlaku bawa kambing ke gereja karena sudah digenapi oleh Kristus. Hukum ibadah adalah sesuatu yang menunjuk kepada Kristus. Mereka membawa kambing domba, karena kambing domba mati menggantikan mereka. Mereka membawa kambing domba dan meletakkan tangan di atas kepala kambing domba artinya dosa mereka kemudian ditumpahkan dan binatang itu mati menggantikan mereka. Ibrani mengatakan bahwa darah binatang tidak bisa menghapuskan dosa mereka. Dosa mereka bisa dihapuskan dengan datang hati yang bertboat karena darah domba bayang-bayang dari Kristus yang nanti akan disembelih. Dengan kedatangan Tuhan Yesus tidak perlu membawa kambing domba karena hukum ibadah sudah digenapi dalam Yesus. Sehingga hukum seperti pentahiran tidak perlu lagi dilakukan.
-          Judicial law (hukum negara) misal : berzina dihukum mati, melanggar hukum sabat dihukum mati, mencuri hukumannya dua kali lipat. Ini berlaku pada Israel perjanjian lama. Ketika di PB , mereka sudah tidak punya negara, sehingga hokum negara tidak lagi berlaku. Tahun Yobel sebagai seremonial law (hukum ibadah) sudah digenap Yesus sehingga tidak perlu dilakukan lagi. Jadi tidak perlu kita menunggu nanti ada tahun Yobel. Bahkan orang Israel sudah tidak lagi melakukannya. Sekarang Israel bukan lagi teokrasi (tidak lagi dipimpin Allah) tetapi sekarang Israel dipimpin oleh presiden. Zaman dulu saja Israel tidak lakukan apalagi sekarang. Jadi kita tidak perlu lagi menantikan karena sudah digenapi dalam Kristus. Apa yang sudah digenapi berarti tidak akan terjadi kembali dan  perlu diulang kembali. Bagi orang Kristen, tahun Yobel untuk membuat kita mengerti bahwa ketika Tuhan Yesus datang memberikan pembebasan yang begitu wah. Tahun Yobel menunjukkan bayang-bayang menuju pada Tuhan Yesus. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus lebih wah dari Tahun Yobel.
Aplikasi : setelah mengerti tahun Yobel, kita lebih bisa mensyukuri apa yang telah Tuhan Yesus lakukan. Sebenarnya tahun Yobel itu merupakan anugerah yang luar biasa yang Tuhan Yesus lakukan pada kita. Jadi tidak perlu lagi menantikan tahun Yobel.

2.       Etika Hutang Piutang antar orang percaya?
Yobel adalah tahun kelima puluh. Yang bisa diterapkan dalam utang pitung adalah kita saling tolong menolong. Sistem di PL agar yang lebih berada menolong yang miskin. Ketika menolong dan meminjamkan ketika ada saudara yang membutuhkan , kita perlu meminjamkan kepada mereka dan berbelaskasihan. Jangan dikenakan bunga. Ini bukan untuk bisnis karena kalau untuk bisnis silahkan dibungakan. Ketika membantu saudara kita jangan menerapkan bunga. Jadi kalau hidup sehari-hari susah, maka kita boleh melakukan tahun sabat dan tahun Yobel. Saya rasa itu yang Tuhan ingin kita lakukan karena Tuhan kita berbelas kasihan. Hukum Tuhan tidak semua sama tinggi. Yang utama adalah hukum kasih. Selain hokum kasih ada hukum yang tertinggi yaitu Matius 23:23  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Belas kasihan adalah salah satu hukum yang sangat tinggi karena Tuhan sudah berbelas kasihan pada kita maka kita juga harus berbelaskasihan. Prinsip tahun Yobel bisa dilakukan. Yang menimjam, jangan berasumsi nanti pada tahun ketujuh dibebaskan karena ia harus berusaha. Bagi yang meminjamkan, harus punya berbelaskasihan. Sedangkan bagi yang meminjam, minta agar Tuhan berikan kekuatan untuk bisa mengembalikan.

3.       Mengapa penghapusan hutang hanya ke bangsa Israel dan tidak ke bangsa lain ?
Bangsa lain bisa jadi menjadi umat Allah dan bila sudah menjadi umat Allah maka berlaku untuk saudara seiman. Kita harus mengasihi tapi tidak semua tidak sama rata. Jadi mengasihi keluarga berbeda dengan mengasihi tetangga kita. Tidak mungkin mengasihi anak orang lain sama dengan anak sendiri. Masa beli baju untuk anakmu juga harus belikan baju untuk semua anak di dunia. Tidak boleh mengasihi istri orang lain seperti istri sendiri. Jadi Tuhan menerapkan kita mengasihi itu bukan berarti mengasihi orang dengan sama rata. Yang Tuhan mau tunjukkan orang yang harus paling kita kasihi adalah keluarga kita, saudara seiman baru orang di luar saudara seiman. Bukan berarti tidak menolong orang di luar, tetapi Tuhan juga menyuruh mengasihi orang asing. Ul 10:17-19.   Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap; yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan Jadi kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian.  Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. Karena itu kita melihat, bukan berarti ketika mengasihi sesama hanya untuk saudara seiman, tetapi ada kasih yang berbeda. Kepada keluarga, saudara seiman baru lingkaran lebih luar adalah sesama yang bukan saudara seiman. Jadi ada hukum yang berbeda terhadap saudara dan orang asing, terhadap saudara yang menjual diri sebagai budak dengan bangsa lain yang menjual diri sebagai budak.

4.       Cuti sabatikal (sabbatical year) apakah perlu dilakukan ?
Tahun sabat pada cuti sabbatical menjadi rujukan, bukan wajib. Prinsipnya bisa dipakai. Prinsip Tuhan selalu baik, walau bukan kewajiban  gereja-gereja melihat keperluannya. Saat cuti , dapat digunakan waktunya untuk menulis buku karena saat mengajar mereka tidak punya waktu untuk menulis buku. Jadi cuti sabat bukan untuk tidur saja di rumah tetapi untuk menghasilkan buku (misalnya). Bila bisa diterapkan, Ini hal yang baik untuk dilakukan. Tetapi bukan menjadi kewajiban.Karena ini bagian dari ceremonial law.

5.       Bagaimana memahami konsep PL untuk orang awam ? Apa buku untuk memahami konsep yang di PL.
Cukup banyak buku (latar belakang). Untuk buku  yang detil yaitu komentari-nya (menafsirkan ayat-ayat dan komentari yan baik adalah memberi latar belakang untuk memahami). Untuk jemaat tidak mungkin punya buku komentari. Untuk jemaat tidak mungkin punya koleksi buku komentari. Saya menyarankan ada study bible (Alkitab yang sudah ada komentarnya). Selama ini study bible dalam Bahasa Inggris, bagi yang kemampuannya terbatas dalam Bahasa Inggris jadi sulit mempelajari.  LAI sudah menerbitkan dan tebal bukunya untuk dipelajari di rumah karena kalau setiap minggu dibawa ke gereja setiap minggu karena berat. Seringkali di dalam study bible, setiap kitab diberi latar belakang agar kita lebih mengerti kitab ini bicara tentang apa dan ayat-ayat yang sulit dikomentari walau terbatas (tidak mendetail seperti komentari). Untuk  lebih dalam, buku komentari banyak membantu. PA akan sangat membantu. Datang ke pembinaan seperti ini sangat membantu.

6.       Tahun Sabat apakah perlu untuk aktifis / pelayan ?
Gereja menerapkan. Seperti majelis ada waktu (periode) nya , istirahat dulu baru dipilih lagi. Tetapi sabbatical year tidak berarti makan tidur tidak melakukan apa-apa , tetapi melakukan hal-hal yang berbeda. Jadi setelah turun bisa jadi diaken.

7.       Dalam konteks bisnis bunga boleh, batasan “bunga” seperti apa?
 Yang wajar. Jangan seperti tengkulak yang menekan. Misalnya untuk sepasang kasut kamu mengambil dan merampas tanah orang. Jadi di dalam batas kewajaran. Yang terjadi adalah system tengkulak yang menghisap darah. Banyak di kalangan rakyat banyak praktek seperi itu. Misal : pinjam Rp 1 juta bunga 20% jadi Rp 1,2 juta dan dibayar setiap hari Rp 50.000 selama 20 hari. Ini sudah tengkulak (menghisap darah). Jadi kita tidak boleh melakukan hal seperti itu. Jangan jauh dari bunga bank, lebih tinggi sedikit dari deposito masih boleh. Jangan jauh dari bunga bank. Bunga bank tidak terlalu mencekik dibanding pinjaman dari luar. Kita harus hati-hati meminjamkan untuk bisnis, karena bukan sesuatu yang baik untuk dilakukan. Karena bila tidak yang tadinya saudara bisa menjadi musuh.
Sekarang ekonomi sedang sulit, lalu dengan system gesek kartu kredit lalu bayar dengan cicilan seperti yang diceritakan di atas.
Apa yang lazim belum tentu benar. Untuk memberi pinjam kepada orang, jangan punya motif jadi kaya. Tuhan membenci orang yang tidak berbelas kasihan. Contoh : setelah Daud berzina , Nabi Natan datang dengan perumpamaan tentang domba yang diambil orang kaya. Apa yang diputuskan Daud tidak masuk akal. Menurut Daud, orang kaya itu harus dihukum mati dan membayar 4 kali lipat. Di dalam hokum Taurat memang ada ketentuan bahwa mencuri kambing harus membayar 4 kali lipat karena dombanya sudah tidak ada. Ini masuk akal. Tapi kalau dihukum mati tidak masuk percaya. Namun mungkin dalam hal ini Daud berhikmat sehingga ia mengatakan hal tersebut. 2 Sam 12:5   Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: "Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Jadi alasan dihukum mati bukan karena 1 ekor domba tapi karena tidak mengenal belas kasihan. Domba yang begitu disayang diambil. Allah membenci orang yang tidak berbelaskasihan. Jangan kita menerapkan bisnis, asal kita untung tidak peduli orang lain sampai orang menjadi menjerit-jerit karena apa yang kita lakukan saat kita berkuasa maka kita harus berhati-hati. Mengenakan bunga dalam bisnis adalah hal yang wajar tetapi jangan sampai tidak wajar. Ketika menerapkan bunga, kita harus pikirkan, bagaimana supaya orang itu bisa bangkit kembali. Jangan gara-gara bunga kita  dia malah hancur. Yang penting prinsip Tuhan. Belas kasihan adalah hukum tinggi yang Tuhan mau kita lakukan.

8.       Perhitungan tahun pertama dalam tahun Yobel darimana?
Tahun yobel sudah ada, tetapi sekarang tidak berlaku. Tahun yobel dan tahun sabat sudah ditetapkan walaupun ada yang menafsirkan kalau utang adalah tahun ketujuh , jadi dimulai tahun pertama berhutang dianggap tahun ketujuh. Tidak harus mengikuti tahun sabatnya tahun berapa. Para rabi ada yang pendapatnya berbeda. Kalau sekarang tahun keenam, tidak ada yang meminjamkan karena tahun depan lunas. Ada nuansa seperti itu. Di Alkitab juga ada tertulis, kamu jangan berkata bahwa ini tahun keenam sehingga kamu tidak meminjamkan saudaramu. Ada yang berlaku pada tahun-tahun ditetapkan dan ada yang berlaku mulainya kapan baru dihitung tahun ketujuh. Jadi ada 2 pandangan. Sekarang orang Israel sudah tidak merayakan. Kalau benar-benar dilakukan, Israel akan heboh bukan di Indonesia.  Tidak tahu kapan terakhir Israel melakukannya.

9.       Hubungan Tahun Yobel dengan Predestinasi dari sisi Tuhan mengampuni, menginjili seseorang ?
Tahun Yobel tidak ada hubungan langsung dengan predestinasi (Tuhan memilih orang-orang tertentu), tetapi hubungan dengan keselamatan yang Tuhan berikan. Yobel adalah bayangan dari keselamatan yang Tuhan berikan. Tuhan Yesus datang dan menggenapi dan membebaskan kita. Kita tidak secara fisik ditawan. Alkitab menunjukkan kehidupan kita bukan fisik saja tapi rohani. Jadi ada kematian fisik tapi juga kematian rohani. Di taman Eden, Tuhan berkata, waktu makan buah, kamu akan mati. Tetapi tidak mati secara fisik melainkan mati secara rohani. Tahun yobel membebaskan kita dari tawanan rohani. Ef 2:1  Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Maksud Rasul Paulus di sini adalah mati rohani. Kita di bawah cengkreman kekuasaan iblis. Tahun Yobel menunjukkan  kita dilepaskan dari kematian rohani tersebut dan cengkeraman iblis. Bukan berarti Allah memilih mengenai orang-orang diselamatkan. Tetapi berkenaan kalau kita menginjili orang tidak percaya, yang Tuhan mau kita lakukan dan melakukan penginjilan. Kita tidak dapat mempertobatkan orang karena itu peranan Roh Kudus. Kalau sudah menginjili berarti kita sudah melakukan bagian kita, masalah orangnya bertobat atau tidak itu bukan urusan kita. Jadi jangan kecil hati kalau orang yang dinjili tidak bertobat, yang penting kita sudah lakukan penginjilan. Kita doakan dan biarkan Tuhan yang berkerja.


Friday, January 1, 2016

Masa Depanmu Ada dalam Genggaman Tuhan


Ev. William Andreas

1 Petrus 5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Impossible is nothing (Kemustahilan itu tidak ada/ Tidak ada yang tidak mungkin)

Produsen sepatu olah raga Adidas meluncurkan slogan Impossible is nothing  pada tahun 2014. Tidak ada yang tidak mungkin adalah prinsip yang dipegang erat oleh Adidas, sejak mereka berdiri hingga berpuluh tahun kemudian. Prinsip itu juga yang membuat Adidas membuat slogan tersebut. Slogan ini tentu memiliki banyak makna, salah satunya adalah tujuan utama adalah yang paling penting. Dan untuk mencapainya, semua orang harus percaya bahwa tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Untuk mengkampanyekan slogan baru mereka, Adidas menggandeng David Beckham, Haile Gebrelassie dan Muhammad Ali serta Laila Ali sebagai brand ambassador mereka. Wajah semua atlet itu adalah bukti, bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Sejak slogan Impossible ini diluncurkan telah menambah semangat semua orang yang bekerja di Adidas. Dan terutama untuk mereka yang bekerja di balik inovasi dan penemuan teknologi baru yang memperkaya produk Adidas.

Slogan itu sebenarnya dikutip Adidas dari Muhamad Ali : “Impossible is just a big word thrown around by small men who find it easier to live in the world they've been given than to explore the power they have to change it. Impossible is not a fact. It's an opinion. Impossible is not a declaration. It's a dare. Impossible is potential. Impossible is temporary. Impossible is nothing.”. (Mustahil hanyalah sebuah kata besar yang diucapkan oleh orang-orang kecil yang merasa lebih mudah untuk hidup dalam dunia dengan apa yang telah ada, daripada untuk mengeksplorasi kekuatan diri untuk mengubahnya. Mustahil bukan fakta. Mustahil adalah pendapat . Mustahil bukan deklarasi . Mustahil adalah tantangan. Mustahil adalah potensi . Mustahil bersifat sementara. Kemustahilan itu tak ada!)

Apakah anda setuju dengan slogan tersebut? Saya tidak setuju. Contoh : bagaimana manusia bisa hidup dalam air tanpa bantuan alat apapun?

Hal Mustahil (tidak mungkin) itu ada

Adidas membuat slogan “Impossible is Nothing” di sini dengan memaknainya secara metafora.  Slogan ini ingin memotivasi setiap orang yang menghadapi berbagai hambatan atau rintangan yang akhirnya membuatnya berkata  “itu mustahil”. Kita tidak terjebak dan malah bisa terus berjuang melawan rintangan itu dan berharap kita dapat menyelesaikannya. Sekali lagi, hal mustahil (tidak mungkin) itu ada. Misal : ada perasaan mustahil bagi pegawai rendahan waktu bekerja di perusahaan dan bercita-cita ingin menjabat sebagai direktur perusahaannya.

Kalau kita menyadari bahwa hidup kita ada dalam genggaman tangan Tuhan, maka kita perlu menyadari bahwa :

1.       Ada hal yang tidak mungkin di dalam hidup ini karena kita manusia terbatas, tetapi bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin.
-    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, ketika Sarah bisa memiliki keturunan.
Sarah tertawa waktu dikatakan akan melahirkan karena baginya hal itu mustahil karena ia sudah mati haid. Tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil.
1 Petrus 5 ayat 1-4 ditujukan untuk para penatua, ayat 5 untuk orang muda dan orang semua (orang muda, penatua dan kita). Baru pada ayat 6 dikatakan, “karena itu rendahkanlah dirimu”. Kita menyadari bahwa manusia itu terbatas. Kita bukan merendahkan diri tapi merendahkan hati. Tapi di hadapan Tuhan kita harus merendahkan diri karena kita tidak ada apa-apanya. Misal : harga bola basket di tangan saya RP 150.000, namun di tangan Michael Jordan 33 juta dolar. Tongkat di tangan saya untuk main kasti, tapi di tangan Tuhan untuk membelah Laut Teberau. Ketapel diijinkan Tuhan dipakai Daud untuk membunuh Goliat. 5 roti dan 2 ikan di tangan manusia mungkin hanya cukup untuk makan pagi, tapi di hadapan Tuhan dipakai untuk memberi makan 5.000 orang. Paku ditangan manusia digunakan untuk membuat kandang ayam, tapi di tangan Tuhan berguna untuk menyelamatkan manusia.
-    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, ketika Musa membawa umat Israel keluar dari tanah Mesir.  Laut Teberau pun terbelah.
-    Tidak ada yang mustahil bagi Allah, seorang perawan Maria mengandung bayi Yesus. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan ketika Dia berinkarnasi menjadi manusia datang ke dunia ini.  Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan ketika Tuhan datang dan terbaring di palungan.
-    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, ketika Tuhan memberi makan 5.000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan.
-    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, ketika Tuhan membangkitkan Lazarus yang telah mati. Larazus mustahil bangkit, tetapi dengan kedatangan Yesus, ia dibangkikan.
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, tapi tidak mungkin bertentangan dengan atribut Allah yang tidak berdosa.
-    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, ketika Ia menyembuhkan orang buta sejak lahir, orang lumpuh dan lain sebagainya
-    Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan ketika Dia mau mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian pada hari yang ketiga. Tuhan mau datang untuk selamatkan kita.

Pada ayat 6 dikatakan Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
Ketika menyadari tidak mampu, tetapi Tuhan melakukan sesuatu yang mustahil.
Saat melakukan pelayanan ke Kesamben dan Blitar waktu kuliah di SAAT, pagi-pagi benar saya bangun, cuci muka lalu mandi.  Kemudian saya naik angkot 2 kali dari kampus di sambung dengan naik bus ke Kesamben dan Blitar. Perjalanan pergi dapat dilalui dengan aman. Ketika pulangnya , bus sangat kosong. Saya membawa tas dan gawai (gadget), lalu duduk dengan tenang. Tiba-tiba seorang pria masuk dan duduk di samping saya padahal masih banyak bangku lain yang kosong. Dia membawa helm. Saya takut dia mau mengambil tas saya, jadi saya pegang tas saya erat-erat dan berdoa,”Tuhan tolong saya!” akhirnya saat macet, saya turun. Saya menceritakan hal ini ke teman saya. Dia menanggapi, “Belum tentu ia mau merampok kamu.” Mungkin kekhawatiran membuat kita berpikiran ke sana ke mari. Tetapi Tuhan terus menyertai saya dalam pelayanan selama 1 tahun. Kita tetap khawatir tetapi kita serahkan kekuatiran kita ke tangan Tuhan yang memiliki tangan yang kuat. Artinya kontrolnya ada pada Tuhan jadi jangan takut! Bagi Allah tidak ada yang mustahil dan kita harus merendahkan diri.

Sekali lagi ada hal yang tidak mungkin di dalam hidup ini karena kita manusia terbatas, tetapi bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin. Kalau kita menyadari dengan sungguh bahwa masa depan kita di tangan Tuhan maka kita harus menyadari semuanya anugerah Tuhan semata.

2.     Semua hanyalah anugerah Tuhan semata.  Jadi ceritakanlah dan bersyukurlah!
       
Hal ini seperti lirik pada lagu “Bukan karena kebaikanku” yang dikarang oleh dosen SAAT Pdt. Dr. Rahmiati Tanudjaja.

Bukan karna kebaikanku
Bukan karna fasih lidahku
Bukan karna kekayaanku
Ku dipilih kau dipanggilNya
              Bukan karna kelebihanmu
              Bukan karna baik rupamu
              Bukan karna kecakapanmu
              Ku dipanggil, kau dipakaiNya
Bila aku dapat, itu karenaNya
Bila aku punya semua daripadaNya
        Reff: Semua hanya anugrahNya
        DibrikanNya pada kita
        Semua anugrahNya bagi kita
        Jika kita dipakaiNya

Ibu Rahmiati pernah merasa kuatir tapi saat menghadapi kekuatiran dia  melihat semua anugerah Tuhan semata. Kita seorang yang terbatas dan lemah, namun Tuhan anugerahkan tanganNya untuk menyertai kita. Itu anugerah Tuhan semata.

1 Petrus 5:10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Allah sumber segala kasih karunia (anugerah). Ketika menyadari anugerah terbesar adalah dalam kesalamatan Yesus Kristus, Rasul Paulus berkata pada Filipi 1:21  Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Karena Tuhan pernah berkata pada 2 Korintus 12:9  “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”

Ketika menjadi Kristen bukan berarti tidak ada kelemahan dalam hidup kita. 2 Kor 12:7-10 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.  Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.  Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.  Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Ketika menyadari anugerah Tuhan begitu berlimpah, kita seharusnya bersyukur dan menceritakanNya. Berikut ilustrasi dari Pdt. Benny Solihin yang telah disesuaikan. Suatu ketika seorang bapak yang kaya sedang berada dalam pesta pernikahan dan ia melihat seorang pelayan di tempat resepsi itu. Dipanggilnya sang pelayan dan ditanyakan namanya. Ternyata sang pelayan bernama Boy. Sang Bapak kemudian berkata, “Saya senang melihatmu, lalu ia membuka dompetnya dan memberi Rp 1.000. Boy melihat pemberian Sang Bapak namun menolaknya. Dalam hati Boy merasa harga dirinya direndahkan (memang saya Pak Ogah yang tukang minta-minta). Melihat reaksi Boy, Sang Bapak kemudian mencari uang Rp 2.000 dan memberikannya pada Boy.  Lagi-lagi dalam hati Boy berkata, “Bapak ini menghina sekali. Memang tampang saya lebih cocok jadi tukang parkir sehingga hanya dikasih Rp 2.000?”. Lagi-lagi Boy menolaknya. Akhirnya Sang Bapak memberi uang Rp 100.000 dan berkata,”Entah mengapa hati saya tergerak memberikanmu Rp 100.000.” Tetapi Boy tidak mau menerimanya juga karena gengsinya.  Sang Bapak pun kemudian mengambil cek (cheque) dan menulis sebuah angka dan diberikannya kepada Boy,”Baiklah , kalau begitu saya kasih kamu sebuah cek sebesar Rp 100 juta. Saya memberi karena saya begitu mengasihimu.” Dalam hatinya Boy berpikir,”Ini orang gila ya ? Masa tidak kenal dikasih Rp 100 juta?” dan Boy pun merasa ragu menerimanya. Bapak itu kemudian berkata lagi,”Baiklah. Cek ini saya robek dan sebagai gantinya saya memberimu cek senilai Rp 1 miliar!” Karena merasa iba, akhirnya Boy menerimanya juga. Akhirnya Boy pulang. Karena merasa tidak percaya dengan cek senilai Rp 1 miliar itu, ia pun menaruhnya  sembarangan di mobil. Cek inilah yang dilihat istrinya ketika Boy mengantar istrinya ke pasar. Ia pun menceritakan kejadiannya pada sang istri. Lalu istrinya berkata, “Coba-coba saja. Siapa tahu benaran.” Boy pun pergi ke bank. Karena takut malu bahwa ceknya kosong, ia pun menunggu sampai sepi. Ia kemudian menghampiri teller bank dan berkata, “Saya ingin memeriksa apakah cek ini ada dananya tidak?” Sang teller pun memeriksa dan ternyata benar-benar ada! Boy sangat kaget. Ia pun menceritakan  ke istrinya tentang hal tersebut. Hal ini juga ia ceritakan kepada anak-anak dan kemudian kepada cucu-cucunya. Saat ia ingin bercerita , cucunya berkata,”Kakek, sudah cerita 13 kali.” Boy berkata,”Tidak apa. Kakek mau cerita yang ke-14 kali!” Boy begitu bangga sehingga ia bercerita berulang kali.

Ketika menyadari hidup anugerah, apakah kita melihatnya sebagai sesuatu yang berharga? Anugerah Tuhan itu sangat berharga. Ketika melihatnya maka kita menyadari dan menceritakannya berulang kali. Ketika kita menyadari Yesus Kristus datang ke dunia, itu anugerah terbesar. Bagaimana seharusnya kita melihat anugerah itu membuat kita bersyukur dan menceritakannya pada orang-orang sekitar kita. Sebagai manusia yang terbatas dan menyadari semua karena anugerah Tuhan semata, seharusnya kita menyadari anugerah Tuhan itu dalam hidup kita.